Jurnal Pusdikra Publishing (E-Journals)
Not a member yet
2217 research outputs found
Sort by
Problematika Guru dalam Melaksanakan Sistem Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar di SD Takhassus Al-Qur`An Wonosobo
The implementation of the Merdeka Learning Curriculum is a national policy that requires teachers’ readiness to plan, implement, and evaluate learning in a more flexible and student-centered manner. In the context of Islamic-based elementary schools, the implementation of the Merdeka Curriculum also demands teachers’ ability to integrate Qur’anic values into the learning process without eliminating the institution’s distinctive characteristics and identity. This study focuses on the issues surrounding the implementation of the Merdeka Learning Curriculum at SD Takhassus Al-Qur’an Wonosobo. The research problems are formulated as follows: (1) how the Merdeka Learning Curriculum is implemented at SD Takhassus Al-Qur’an Wonosobo, (2) what problematics are faced by teachers in implementing the Merdeka Learning Curriculum, and (3) what efforts are made by teachers to overcome these problematics. This study employs a qualitative approach with a field research design. The research subjects consist of the school principal and teachers of SD Takhassus Al-Qur’an Wonosobo. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The results of the study indicate that the implementation of the Merdeka Learning Curriculum at SD Takhassus Al-Qur’an Wonosobo has been carried out gradually in accordance with national policies by applying student-centered learning, learning flexibility, and character strengthening through the integration of Qur’anic values. However, several problematics remain, including teachers’ limited understanding of the Merdeka Curriculum, difficulties in preparing instructional planning documents, challenges in implementing differentiated learning, administrative workload, and the suboptimal use of formative assessment. To address these problematics, teachers have undertaken various efforts, such as improving professional competence through training and self-directed learning, collaborating in the preparation of instructional documents, simplifying administrative tasks, strengthening formative assessment, and integrating Qur’anic values into the learning process. Overall, the implementation of the Merdeka Learning Curriculum at SD Takhassus Al-Qur’an Wonosobo has not yet been fully optimal, but it has been moving in the right direction with the active role of teachers as the main implementers of the curriculum
Manajemen Pendirian Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
Early Childhood Education (PAUD) is an important foundation in character building and developing children's potential that determines the quality of future generations. This study aims to comprehensively analyze the management process of establishing PAUD institutions including planning, organizing, implementation, and evaluation stages, and identify factors influencing the success of PAUD establishment. The research method used is library research by examining books, national and international open-access journals, official government reports, and regulations related to PAUD establishment management. The results show that PAUD institution establishment management is a structured process involving four main stages. The planning stage includes community needs analysis, feasibility studies, vision-mission formulation, and budget projection. The organizing stage includes forming organizational structures, recruiting qualified educators, and preparing facilities according to standards. The implementation stage includes licensing processes, community socialization, and play-based learning implementation. The evaluation stage involves continuous monitoring of all PAUD operational aspects. PAUD establishment success is influenced by internal factors (organizer commitment, educator competence, facilities, financial management) and external factors (government support, community participation, socio-economic conditions). Main challenges include lack of regulatory understanding, licensing administrative complexity, limited qualified educators especially in remote areas, financial constraints, and minimal institutional management understanding. This research provides theoretical contributions to PAUD education management science development and practical guidance for prospective PAUD institution organizers
Seni Membimbing dalam Perspektif Al-Qur’an dan Psikologi: Upaya Pengawas Sekolah Dalam Menghapus Stigma ‘Cari Kesalahan’
Eksistensi pengawas sekolah dalam sistem supervisi pendidikan merupakan pilar strategis yang menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan nasional. Namun, implementasinya di lapangan sering kali terhambat oleh stigma negatif yang memposisikan pengawas sebagai pihak yang hanya "mencari kesalahan" atau menyudutkan guru. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan konsep "seni membimbing" melalui integrasi perspektif Al-Qur’an dan Psikologi dapat menjadi upaya efektif untuk menghapus stigma tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Hasil pembahasan menunjukkan bahwa "seni membimbing" merupakan pendekatan yang menekankan bahwa seorang pengawas harus mampu membimbing diri sendiri sebelum membimbing orang lain. Pendekatan ini berlandaskan pada tiga pilar pengembangan aspek internal pengawas, yaitu: penataan niat yang tulus untuk mencari rida Allah agar terhindar dari perilaku sia-sia ; pengembangan ilmu pengetahuan yang selalu diperbarui (update) agar memiliki kredibilitas dalam memecahkan masalah ; serta pengelolaan kesehatan mental yang stabil melalui ketenangan jiwa dan zikir. Selanjutnya, strategi implementasi bimbingan di sekolah dilakukan melalui komunikasi yang lembut (qawlan layyinan) untuk meminimalisir resistensi emosional, pemberian keteladanan (uswah hasanah) untuk menumbuhkan rasa hormat alami, serta penggunaan metode debat positif sebagai sarana menyerap aspirasi dan keluhan guru secara produktif. Melalui pendekatan yang humanis dan integratif ini, pengawas sekolah diharapkan dapat mereposisi perannya dari sekadar pengawas administratif menjadi mitra strategis guru. Dengan demikian, tercipta hubungan harmonis dan dialog konstruktif yang secara kolektif berkontribusi pada pencapaian tujuan pendidikan yang bermutu tinggi
Peran Kualitas Pendidikan dalam Memperkuat Daya Saing Madrasah Aliyah Al Hadi Girikusuma
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kualitas pendidikan dalam memperkuat daya saing Madrasah Aliyah Al Hadi Girikusuma. Kualitas pendidikan di madrasah ini dilihat dari kompetensi guru, inovasi pembelajaran, manajemen pendidikan, dan fasilitas pendukung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru dan inovasi dalam pembelajaran berdampak signifikan terhadap mutu pendidikan. Manajemen pendidikan yang efektif dan fasilitas yang memadai juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Konsekuensinya, Madrasah Aliyah Al Hadi Girikusuma mampu memperkuat daya saingnya, yang terlihat dari akreditasi A, meningkatnya jumlah pendaftar, prestasi akademik dan non-akademik, serta kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan pendidikan lanjutan maupun dunia kerja. Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas pendidikan adalah fondasi utama dalam memperkuat daya saing madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul
Pengaruh Variasi Konsentrasi Ekstrak Daun Magnolia Virginiana terhadap Aktivitas Neurofarmakologi pada Berbagai Parameter Biologi
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas neurofarmakologis ekstrak daun Magnolia virginiana terhadap sistem saraf pusat dan sistem saraf otonom berdasarkan variasi konsentrasi. Daun Magnolia virginiana diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, honokiol, dan magnolol yang berpotensi berperan sebagai neuromodulator, antioksidan, dan neuroprotektor. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga tingkat konsentrasi ekstrak, yaitu 1%, 2%, dan 4%. Delapan parameter neurofarmakologi digunakan sebagai indikator respons biologis, meliputi parasimpatomimetik (PSM), stimulasi sistem saraf pusat (SSSP), depresi sistem saraf pusat (DSSP), simpatolitik (SL), relaksasi otot (RO), simpatomimetik (SM), parasimpatolitik (PSL), dan analeptik (ANA). Setiap parameter dievaluasi melalui pendekatan histopatologis, pengamatan fisiologis, dan biomarker stres oksidatif pada hewan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Magnolia virginiana memberikan respons neurofarmakologis yang berbeda-beda tergantung konsentrasi. Konsentrasi 1% menunjukkan efek stabilisasi sistem saraf dan perlindungan oksidatif yang relatif tinggi, ditandai dengan nilai SSSP, DSSP, dan RO yang dominan. Konsentrasi 2% memperlihatkan peningkatan signifikan pada aktivitas simpatomimetik dan parasimpatolitik, yang mengindikasikan stimulasi sistem saraf otonom, namun juga diikuti potensi stres seluler. Sementara itu, konsentrasi 4% menunjukkan peningkatan tertinggi pada parameter simpatolitik dan analeptik, yang mencerminkan aktivitas neuroprotektif dan pemulihan fungsi saraf. Secara keseluruhan, hasil ini menegaskan bahwa ekstrak daun Magnolia virginiana memiliki profil neurofarmakologi multi-parameter yang bergantung pada dosis, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai kandidat fitoterapi untuk modulasi dan perlindungan sistem saraf
Implementasi Nilai-Nilai Sumpah Pemuda Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler oleh Mahasiswa PPL IAIDU Asahan dalam Meningkatkan Nasionalisme Siswa di MAS Al-Fajar Teluk Kiri
Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah yang berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia serta pembentukan jati diri bangsa yang menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman. Namun, penguatan karakter kebangsaan di kalangan pelajar masih menghadapi berbagai tantangan, Khususnya di madrasah Aliyah swasta Al- Fajar. Seperti, minimnya kegiatan sekolah yang berorientasi pada nilai nasionalisme, pengaruh media sosial dan budaya global, rendahnya dukungan keluarga, serta kurangnya pemahaman siswa terhadap sejarah dan identitas nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Sumpah Pemuda melalui kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah Al-Fajar Teluk Kiri sebagai upaya meningkatkan nasionalisme siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi dan interaksi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler berbasis nilai Sumpah Pemuda mampu menumbuhkan sikap nasionalisme, cinta tanah air, serta semangat persatuan melalui pengembangan minat dan bakat siswa. Selain berdampak positif bagi siswa, kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktik profesional bagi mahasiswa PPL. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler efektif sebagai sarana pembentukan karakter kebangsaan
Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi Siswa Kelas VI di SDI Parangrea Kabupaten Gowa
Masalah dalam penelitian ini Adalah rendahnya kemampuan kolaborasi siswa kelas VI di SDI Parangrea kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan model Project Based Learning (PjBL) dalam upaya meningkatkan kemampuan kolaborasi siswa kelas VI di SDI Parangrea Kabupaten Gowa. Pendekatan penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan melalui dua siklus pembelajaran. Data diperoleh melalui observasi terhadap keterampilan kolaborasi siswa selama proses pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL mampu meningkatkan partisipasi aktif, komunikasi antaranggota kelompok, pembagian tugas, serta sikap saling menghargai antar siswa. Dibandingkan kondisi awal, siswa menunjukkan perkembangan yang lebih baik dalam bekerja sama, mengelola tugas kelompok, dan mengambil keputusan secara musyawarah. Temuan ini mengindikasikan bahwa PjBL efektif menciptakan suasana belajar yang aktif, kooperatif, dan bermakna sehingga mampu meningkatkan kemampuan kolaborasi siswa sekolah dasar
Literasi dan Transformasi Pendidikan Islam dalam Penguatan Identitas Keislaman di Tengah Modernitasi
Di era modernisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan globalisasi, pendidikan Islam menghadapi tantangan dalam mempertahankan identitas keislaman. Artikel ini mengeksplorasi literasi dan transformasi pendidikan Islam sebagai alat untuk memperkuat identitas keislaman di tengah arus modernisasi. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis berbagai aspek literasi Islam, termasuk literasi agama, budaya, dan digital, serta bagaimana literasi ini diterapkan dalam kurikulum pendidikan Islam. Transformasi pendidikan Islam dibahas dalam konteks pembaruan metode pengajaran, integrasi teknologi, dan penyesuaian kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa mengorbankan nilai-nilai dasar Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi dan transformasi pendidikan Islam yang terencana dan terarah dapat menjadi kunci dalam menjaga dan memperkuat identitas keislaman di tengah pengaruh modernitas. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara dinamis dan relevan di era modern. Artikel ini menyimpulkan bahwa sinergi antara literasi dan transformasi pendidikan Islam merupakan strategi efektif untuk membangun generasi Muslim yang kokoh dalam identitas keislaman sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Literasi Membaca bagi Generasi Muda pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Kabupaten Sragen
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam penguatan literasi membaca siswa sekolah dasar pada pembelajaran Bahasa Indonesia di Kabupaten Sragen. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya capaian literasi membaca siswa sekolah dasar serta tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berdiferensiasi dan berpusat pada peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas rendah dan tinggi, kepala sekolah, serta siswa sekolah dasar. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dalam literasi membaca dilakukan melalui pembelajaran berdiferensiasi, pemanfaatan modul ajar, penguatan budaya membaca melalui pojok baca, serta integrasi kegiatan literasi dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kendala utama yang ditemukan meliputi keterbatasan sarana literasi, perbedaan kemampuan membaca siswa, dan belum optimalnya pemahaman guru terhadap Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka berkontribusi positif terhadap peningkatan literasi membaca siswa sekolah dasar apabila didukung oleh kompetensi guru dan sarana pembelajaran yang memadai
Peranan Mahasiswa KKN UINSU 2025 dalam Rebranding Produk Es Ginger Lemongrass Sebagai Upaya Peningkatan Citra dan Daya Saing UMKM Desa Simpang Dolok
Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya citra merek dan daya saing produk UMKM “Es Ginger Lemongrass” di Desa Simpang Dolok. Tujuan utama kegiatan adalah memperkuat identitas produk melalui strategi rebranding yang melibatkan mahasiswa KKN 2025. Metode yang digunakan adalah keterlibatan aktif masyarakat, yang meliputi observasi lapangan, analisis kebutuhan pasar, perancangan ulang kemasan, pengembangan narasi merek, serta penerapan pemasaran digital. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek visual produk, jangkauan promosi, dan keterlibatan konsumen. Rebranding yang dilakukan berhasil meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memperluas peluang penjualan. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan citra dan daya saing UMKM di Desa Simpang Dolok