8,176 research outputs found

    NILAI-NILAI TASAWUF DALAM QS AL-KAHFI [18]: 27-46 (Analisis Terhadap Penafsiran Muhammad Utsman Abdullah Al-Mirghani Dalam Kitab Taj al-Tafasir li Kalam al-Malik al-Kabir)

    No full text
    ABSTRAK Skripsi ini berjudul, “Nilai-Nilai Tasawuf Dalam QS al-Kahfi [18]: 27-46 (Analisis Terhadap Penafsiran Muhammad Utsman Abdullah Al-Mirghani Dalam Kitab Taj Al-Tafasir li Kalam Al-Malik Al-Kabir)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai tasawuf dalam QS al-Kahfi [18]: 27-46 di dalam kitab tafsir Taj al-Tafasir li Kalam al-Malik al-Kabir karya Muhammad Utsman Abdullah Al-Mirghani. Muhammad Ustman Abdullah Al-Mirghani adalah seorang ulama’ yang dikenal sebagai salah satu tokoh sufi sekaligus ahli tafsir. Hal tersebut menjadi asumsi dasar dalam penelitian ini bahwa produk tafsir yang dihasilkan oleh Al-Mirghani tidak terlepas dari pengaruh sufistik yang dimilikinya. Oleh karena itu penelitian ini mengajukan dua rumusan pertanyaan sebagai berikut: pertama, bagaimana bentuk penafsiran Muhammad Utsman Abdullah Al-Mirghani terhadap QS al-Kahfi [18]: 27-46? Kedua, apa saja nilai-nilai tasawuf yang terkandung dalam penafsiran Muhammad Utsman Abdullah Al-Mirghani terhadap QS al-Kahfi [18]: 27-46? Untuk menjawab rumusan masalah tersebut penulis menggunakan metode tafsir tematik dan menggunakan jenis penelitian library research serta menggunakan teknik analisis data content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penafsiran Muhammad Utsman Abdullah Al-Mirghani terhadap QS al-Kahfi [18]: 27-46 menggunakan metode tafsir ijmali yang bersumber dari ayat al-Qur’an dan hadis, dan memiliki corak tafsir sufi al-isyari. Selain itu peletakan asbabun nuzul diakhir pembahasan tafsir menunjukkan bahwa al-Mirghani ingin memudahkan pembaca memahami tafsirnya. Adapun nilai-nilai tasawuf yang terkandung dalam QS al-Kahfi [18]: 27-46 adalah sabar, zuhud, ikhlas, syukur, dan wara’. Kata Kunci: Tasawuf, Al-Kahfi, Tafsir, Al-Mirghani, Taj al-Tafasi

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    No full text
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    Syntactic Analysis of Qowaid Harfu Maa in the Qur'an Surah Al-Kahfi

    No full text
      Kajian sintaksis terhadap Al-Quran merupakan salah satu bidang yang menarik untuk dieksplorasi, terutama dalam konteks analisis qowaid harfu maa. QS. Al-Kahfi menjadi salah satu fokus utama dalam analisis ini karena terdapat ayat-ayat yang memuat konstruksi bahasa yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan qowaid harfu maa dalam QS. Al-Kahfi dengan pendekatan sintaksis. Metode analisis yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan sintaksis, dimana ayat-ayat yang memuat konstruksi harfu maa dianalisis secara mendalam dari segi struktur kalimat, hubungan antarklausa, dan makna yang tersirat. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan harfu maa dalam QS. Al-Kahfi sangatlah beragam dan memiliki kedalaman makna yang mendalam. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis isi karena dipelajari berdasarkan analisis data yang dilakukan peneliti tanpa menggunakan metode statistik. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan Kitab Terjemah Tafsir Jalalain, Aplikasi الباحث القرآني dan ayat-ayat dari surat Al-Kahfi yang bermakna harfu maa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam QS. Al-Kahfi terdapat harfu maa isim yang mengandung harfu Maa Isim Maushul terdapat 19 lafadz, harfu Maa Isim Istifham terdapat 1 lafadz, harfu Maa Isim Syartiyah terdapat 1 lafadz, dan harfu Maa Isim Masdariyah terdapat 3 lafadz serta Maa harfu yang mengandung Maa Nafi terdapat 14 lafadz dan Maa Zaidahterdapat 2 lafadz. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman lebih lanjut tentang struktur bahasa Arab dalam Al-Quran serta mendukung perkembangan metodologi analisis sintaksis dalam kajian Al-Quran

    Karaktristik pemuda ashab al-kahfi pada surah al-kahfi dalam tafsir al-khozin

    No full text
    Tafsir Lubab Al-Ta’wil Fi Ma’ali Al-Tanzil karya Abu Al-Hasan ‘Ala’ Al-Din Ali bin Muhammad bin Ibrahim bin Umar bin Khalil Al-Shayhi Al-Baghdadi Al-Syafi’i Al-Sufi, Ssendiri menggunkan bi al-ma’tsur dalam penafsiran. Meskipun tidak dipungkiri dalam sebagian penafsirannya terkadang menggunkan nalar atau disebut dengan tafsir bi al-ra’yi. Dimana penggunaan isra’iliyat sangat mumpuni. Kisah masa lalu seperti Ashabul Kahfi merupakan jenis kisah masa lalu yang informasinya itu bisa bersumber dari kisah isra’iliyat. Hal ini yang melatarbelakangi tujuan penelitian yang diharapkan mampu memberikan informasi yang lebih tentang kisah Ashabul Kahfi mengenai karakterteristik Pemuda Ashabul Kahfi untuk mengetahui motivasi mereka menghindari kampungnya masuk kedalam Gua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode content analysis dengan cara menganalisis isi. Adapun sumber data perimernya adalah tafsir Lubab Al-Ta’wil Fi Ma’ali Al-Tanzil karya Abu Al-Hasan ‘Ala’ Al-Din Ali bin Muhammad bin Ibrahim bin Umar bin Khalil Al-Shayhi Al-Baghdadi Al-Syafi’i Al-Sufi. Sumber data sekunder yaitu Ilmu Tafsir, Studi Tentang Sejarah Perkembangan Tafsir Alquran Al-Karim, Sejarah Dan Metodologi Tafsir, Metodologi Penafsiran Alquran, Kisah-Kisah Alquran; Pelajaran Dari Orang-Orang Terdahulu, Asbab An-Nuzul, Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-Ayat Alquran, dan Lain-Lain. Adapaun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research), yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data yang bersifat kepustakaan. Adapun hasil dari penelitian skripsi ini berdasarkan masalah yang diangkat ternyata para pemuda ashabul kahfi memiliki karakteristik beriman kepada Allah, memegang teguh keimanannya kepada Allah SWT, dan zuhud. Yang mana kisah Ashabul Kahfi termasuk tanda-tanda kebesaran Allah yang tidaklah mengherankan jika dihubungkan dengan kekuasaan Allah yang ada dialam semesta, yang diceritakan Allah dalam kisah Ashabul Kahfi ini adalah para pemuda, penyebab dari para pemuda itu, berlindung kedalam gua adalah untuk menyelamatkan dan membela keyakinan agamanya dari kaumnya yang kafir. Adapaun Karakteristik pemuda pada tafsir Al-Khazin adalah bahwa pemuda Ashabul Kahfi memenuhi syarat tiga komponen karakter yang baik, yakni Pemuda Ashabul kahfi memiliki pengetahuan moral, Pemuda Ashabul kahfi dalam perasaan moral pada aspek Harga Diri yaitu nilai-nilai seperti tanggung jawab, kejujuran, dan kebaikan serta berdasarkan pada keyakinan kemampuan diri, dan Ashabul Kahfi juga memiliki tindakan moral yang merupakan hasil atau outcome dari dua bagian karakter lainnya

    Manshubatul Asmai fi surah al-kahfi

    No full text
    Surat al-kahfi mempunyai bermacam-macam bentuk kalimat dalam keadaan nasab (Fadhah), dan kalimat tersebut pun mempunyai artian berbeda, tergantung dari keadaan fathahnya dalam ilmu nahwu, penulis pun mendapatkan kalimat dalam surat al-kahfi sebanyak 550 yang ada di keadaan nasab

    Analisis isi pesan-pesan dakwah dalam tabloid serambi ummah rubrik sunnah edisi januari-juni 2014

    No full text
    Muhammad Kahfi. 2015. Analisis Isi Pesan-pesan Dakwah Dalam Tabloid Serambi Ummah Rubrik Sunnah Edisi Januari – Juni 2014. Skripsi. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Pembimbing: (I) Drs. H. Surianor, M.Si (II) H. Muhammad Mabrur. Lc., M.Ag. Penelitian ini dilatar belakangi tentang metode dakwah melalui media tulisan cukup menjadi kebutuhan dimasyarakat seperti buku, majalah, Koran dan tabloid, dengan demikian media tulisan sebagai salah satu sarana atau bagian yang sangat penting dalam kegiatan dakwah yang dilaksanakan tidak hanya sebatas lisan saja, akan tetapi juga dilakukan secara luas melalui media tulisan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa pesan dakwah yang paling banyak dan bagaimana cara bertutur dalam penulisan sebuah tabloid serambi ummah rubrik sunnah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pesan dakwah apa yang paling banyak terdapat dalam tabloid serambi ummah rubrik sunnah dan gaya penulisan seperti apa yang digunakan dalam penulisan tabloid serambi ummah rubrik sunnah. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan pendekatan diskriptif kualitatif, lokasi penelitian ini ialah di perpustakaan dan Banjarmasin Post, objek penelitian Mendeskripsiksan pesan dan gaya bertutur yang terkandung dalam Tabloid Serambi Ummah Rubrik sunnah. Untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan wawancara, dokumentasi dan analisis, dan menganalisis dengan menggunakan metode analisis isi dan dengan pendekatan dikriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pesan dakwah yang paling banyak terdapat dalam tabloid serambi ummah rubrik sunnah ialah pesan akidah yaitu sebanyak 24 pesan sedangkan pesan syariah 22 pesan dan pesan akhlak 16 pesan. Sedangkan gaya penulisan yang digunakan ialah dengan menggunaan 4 bagian yaitu pendahuluan, pembahasan, penegasan dan penutup, dalam 4 bagian tersebut memiliki beberapa pola yaitu pendahuluan 2 pola, pembahasan 2 pola, penegasan 3 pola dan penutup 1 pola

    Kisah-kisah dalam Al-Qur’an : studi penafsiran Muhammad al-Ghazali terhadap QS. al-Kahfi dalam Naḥwa Tafsīr Mauḍu’i li Suwar al-Qur’an al-Karīm

    No full text
    Skripsi ini menjelaskan tentang Kisah-kisah dalam Al-Qur’an (Studi Penafsiran Muhammad al-Ghazali Terhadap QS. Al-Kahfi dalam Tafsir Naḥwa Tafsīr Mauḍū’i Li Suwar Al-Qur’ān al-Karīm. Kisah-kisah dalam Al-Qur’an memiliki keunikan atau keistimewaan dalam dua hal pokok. Pertama memperhatikan aspek kebenaran dan faktualitas bukan imajinasi. Kedua memperhatikan sasaran dan tujuan dari pemaparan kisah tersebut. Tujuan dari kisah-kisah dalam Al-Qur’an adalah keikutsertaan dengan gaya atau metode lain yang dimanfaatkan Al-Qur’an untuk mewujudkan target dan tujuan religius dan edukatif, sehingga kisah memiliki pengaruh langsung dalam jiwa manusia. Pokok permasalahan dalam penelitian skripsi ini adalah: 1). Bagaimana penafsiran kisah-kisah dalam surat al-Kahfi menurut Muhammad al-Ghazali dalam Tafsīr Naḥwa Mauḍu’i li Suwar Al-Qur’an al-Karīm? 2). Bagaimana Korelasi Nilai-nilai moral dalam kisah di QS. Al-Kahfi dengan konteks kekinian ? Pertanyaan di atas merupakan fokus kajian ini yang diulas dengan penelitian yang bersifat library research. Data yang diperoleh diolah dengan metode deskriptif analitik dan content analysis. Adapun sumber primer penelitian ini adalah kitab Tafsir Naḥwa Tafsīr Mauḓū’i Li Suwar Al-Qur’ān Al-Karīm karya Muhammad al-Ghazali, dan data sekunder diperoleh dari data-data yang terkait dengan kisah-kisah dalam Al-Qur’an. Berdasarkan tafsir surat al-Kahfi versi Muhammad al-Ghazali dalam kitab Naḥwa Tafsīr Mauḍū’i Li Suwar Al-Qur’ānal-Karīm, ada beberapa figur yang menjadi identifikasi peneliti diantaranya adalah Ashab al-Kahfi yaitu para pemuda yang bersembunyi di dalam gua, Nabi Musa yaitu seorang Murid dan Nabi Khidir merupakan Gurunya, Zulkarnain yaitu orang yang melindungi kaum yang di serang oleh Ya’juj Ma’juj, sedangkan Ya’juj Ma’juj adalah kaum yang membuat kerusakan di muka bumi. Nilai moral yang dapat diambil dari kisah-kisah dalam Surah al-Kahfi yaitu: sebagai pemuda harus menjadi pemuda yang taat dan sabar (Ashab al-Kahfi). Menjadi sebagai sosok yang mempunyai kesungguhan, kemauan, dan tekad yang bulat (Nabi Musa). Menjadi seorang yang religius-pendidik, penuntun yang tidak penuntut (Nabi Khidir). Menjadi penguasa yang cerdas dan revolusioner yang tangguh (Zulkarnain). Tidak menjadi kaum yang menyerang dan merusak (Ya’juj Ma’juj)

    FADILAH MEMBACA SURAH AL-KAHFI DALAM PANDANGAN HADIS

    No full text
    Skripsi ini berjudul “Fadillah Membaca Surah Al-Kahfi Dalam Pandangan Hadis”. Seperti diketahui, Surah Al-Kahfi merupakan salah satu surah dalam al-Qur’an yang penamaannya diambil dari kisah yang diabadikan oleh Allah di dalam al-Qur’an, yakni kisah Ashhabul Kahfi. Berdasarkan informasi dari hadis Nabi, diketahui bahwa surat al-Kahfi memiliki banyak keutamaan, seperti terhindar dari fitnah dajjal, diampuni dosa-dosa orang yang membacanya, dijaga dari gangguan setan, diberikan cahaya kebaikan, dan mendapat ridha Allah SWT. Boleh jadi, karena alasan keutamaan ini, surat al-Kahfi menjadi salah satu surat yang dianjurkan untuk dibaca oleh umat Islam. Fenomena ini juga terjadi pada Pesantren AshShiddiqiyah, dimana Pesantren ini mentradisikan pembacaan surat al-Kahfi setiap malam Jumat. Sebuah tradisi yang menarik mengingat kebiasaan yang lazim dilaksanakan oleh umat Islam, khususnya di kalangan pesantren, adalah membaca surat yasin. Karena itu menarik untuk diteliti lebih lanjut bagaimana pelaksanaan pembacaan surah Al-Kahfi dan apa fadilah membaca surah Al-Kahfi dalam pandangan hadis. Penelitia ini menggunakan metode kualitatif yang datanya bersumber dari (Field research), tehnik pengumpulan data dengan menggunakan data primer dan data skunder. Untuk mendapatkan informasi yang akurat, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara analisis data berupa analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fadillah membaca surah Al-Kahfi dalam pandagan hadis. Dalam membaca surah Al-Kahfi banyak sekali fadilah-fadilah yang ada dalam Al-Qur’an, bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW serta banyak sekali manfaat yang terkandung di dalam membaca surah Al-Kahfi tersebut. Pandangan hadis terhadap membaca surah Al-Kahfi merupakan anjuran Rasulullah SAW. Karena hadis tersebut sangat lah kuat dan tidak bertentangan dalam syariat islam merupakan perbuatan baik untuk dibaca. Kata Kunci: Fadilah Membaca Surah Al-Kahfi, Asbabul Nuzul Surah Al-Kahfi, pandangan Hadis Tentang Surah Al-kahfi

    Relativitas waktu dalam kisah tidurnya Ashab al Kahfi: tafsir sainstifiq surat al Kahfi ayat 9-26

    No full text
    Fokus masalah yang akan diteliti adalah tentang teori relativitas waktu terhadap kisah Ashab al-Kahfi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti sosok pemuda Ashab al-Kahfi yang ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun di dalam gua. Dengan waktu yang cukup lama, tapi tubuh mereka tidak rusak oleh alam. Bahkan fisik mereka masih tetap seperti sebelum mereka ditidurkan oleh Allah. Secara akal, hal ini adalah sesuatu yang musykil bisa terjadi kepada seorang manusia. Karena dilihat dari realitanya, manusia tidak mungkin bisa bertahan hidup selama 3 abad lamanya, apalagi berada di dalam sebuah gua, serta tidak ada asupan makanan. Namun di dalam Alquran dijelaskan bahwa para pemuda Ashab al-Kahfi dibangunkan oleh Allah dari tidur panjangnya selama 309 tahun tanpa perubahan fisik apapun, bahkan dari mereka ada yang mengira bahwa mereka hanya tidur selama satu hari saja. Hal ini bisa diteliti dengan menggunakan sains. Adapun sains yang bisa menjelaskan kisah Ashab al-Kahfi adalah relativitas waktu. Inilah yang akan diteliti dalam skripsi ini. Bagaimana teori relativitas waktu bisa menjelaskan adanya kisah Ashab al-Kahfi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, melalui kajian literatur-literatur yang terkait dengan topik teori relativitas waktu terhadap kisah Ashab al-Kahfi (library research). Data yang dihimpun melalui kajian literature tersebut kemudian dianalisis berdasarkan prosedur dalam metode tahlili dengan merujuk pada karya-karya tafsir Alquran yang terkait dengan topik. Dari penellitian ini ditemukan jawaban bahwa teori relativitas waktu dapat membuktikan adanya kisah Ashab al-Kahfi. Pemuda Ashab al-Kahfi tidak rusak tubuhnya ketika di dalam gua karena dipengaruhi oleh dua vaiabel. Dua variabel itu adalah kecepatan cahaya dan grafitasi. Seseorang yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami diletasi waktu, maksudnya akan mengalami kelengkungan ruang-waktu, waktu tidak berjalan secara normal atau lebih lambat. Adapun besar dari kecepatan cahaya adalah 3X108m/s. Ketika seseorang dengan kecepatan cahaya, waktu ratusan tahun yang seharusnya ditempuh oleh manusia biasa, karena kecepatan cahaya bisa hanya ditempuh dalam satu hari saja. Seperti halnya peristiwa Isra’ Mi’raj yang dilakukan oleh Nabi Muhammad

    IMPLEMENTASI METODE AL HUSNA DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH TAHSIN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SDIT AL KAHFI CIRACAS

    No full text
    Muhammad Arif Rahmawan, Implementasi Metode Al Husna Dalam Pembelajaran Jarak Jauh Tahsin Al Qur’an Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Sdit Al Kahfi Ciracas, Jakarta: Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi metode Al Husna pada pembelajaraan tahsin di SDIT Al Kahfi Ciracas selama Pembelajaran Jarak Jauh. Tujuan tersebut dapat diturunkan menjadi beberapa tujuan antara lain; mendeskripsikan persiapan pembelajaran jarak jauh tahsin Alquran menggunakan metode Al Husna, mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tahsin Alquran menggunakan metode Al Husna, mendeskripsikan evaluasi pembelajaran dalam pembelajaran jarak jauh tahsin dengan menggunakan metode Al Husna, mendeskripsikan penggunaan media dalam pembelajaran jarak jauh tahsin dengan menggunakan metode Al Husna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang dilaksanakan dari bulan Oktober hingga bulan November tahun 2020, yang bertempat di SDIT Al Kahfi Ciracas, Jakarta Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara ke SDIT Al Kahfi Ciracas, Jakarta Timur. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti, pembelajaran jarak jauh tahsin Alquran dengan menggunakan metode Al Husna di SDIT Al Kahfi, diimplementasikan dengan cukup baik. Hal tersebut dilihat dari tahapan yang pada pembelajaran jarak jauh tahsin dengan menggunakan metode Al Husna. Mulai dari persiapan dan perencanan yang cukup matang dengan adanya administrasi perencanaan pembelajaran, persiapan dari segi kapasitas sumber daya pendidik, juga persiapan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran jarak jauh, hanya saja pada bagian rancangan perencanaan pembelajran tidak lengkap. Kemudian dapat dilihat juga dari pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tahsin dengan menggunakan metode Al Husna sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang telah dibuat sebelum dilaksanakannya pembelajaran. Selanjutnya dapat dilihat juga dari evaluasi pembelajaran yang diadakan dalam pembelajaran jarak jauh tahsin dengan menggunakan metode Al Husna. Kata kunci: Implementasi, Metode Al Husna, Pembelajaran Jarak Jauh ---------------- Muhammad Arif Rahmawan, Implementation of the Al Husna Method in Distance Learning Tahsin Al Qur'an during the Covid-19 Pandemic at Sdit Al Kahfi Ciracas, Jakarta: Islamic Religious Education Study Program, Faculty of Social Sciences, State University of Jakarta, 2021. This study aims to describe and analyze the implementation of the Al Husna method in learning tahsin at SDIT Al Kahfi Ciracas during distance learning. These goals can be reduced to several goals, among others; describe the preparation for distance learning tahsin Al-Quran using the Al Husna method, describe the implementation of distance learning tahsin Al-Quran using the Al Husna method, describe the evaluation of learning in distance learning tahsin using the Al Husna method, describe the use of media in distance learning tahsin using the Al method Husna. This research used a descriptive analysis method using a qualitative approach, which was carried out from October to November 2020, which took place at SDIT Al Kahfi Ciracas, East Jakarta. Data collection techniques used were observation and interviews at SDIT Al Kahfi Ciracas, East Jakarta. Based on the results of observations and interviews conducted by researchers, distance learning Al-Quran tahsin using the Al Husna method at SDIT Al Kahfi, is implemented quite well. This can be seen from the stages in distance learning tahsin using the Al Husna method. Starting from the preparation and planning that is sufficiently mature with the administration of learning planning, preparation in terms of the capacity of teacher resources, as well as preparation of facilities and infrastructure to support distance learning, it's just that the lesson planning design section is incomplete. Then it can also be seen from the implementation of tahsin distance learning using the Al Husna method in accordance with the learning plan that was made before the implementation of learning. Furthermore, it can also be seen from the evaluation of learning held in distance learning tahsin using the Al Husna method. Keywords: Implementation, Al Husna Method, Distance Learnin
    corecore