811 research outputs found
Pakeliran Padat"Gondomono Tundhung"
Pakeliran Padat"Gondomono Tundhung"
Penyaji: Joko Susilo, Pentas dalam rangka kedatangan tamu dari Prancis, Pendopo ISI Surakart
Eisler Shadow-Puppet Collection Catalogue
This illustrated, scholarly catalogue of the more than 200 traditional Central Javanese puppets comprising the David Eisler Collection of Shadow-Puppets was written by Dr. Joko Susilo, a Fulbright scholar at Bates College in 2004. Dr. Susilo is an eighth-generational Indonesian puppeteer and scholar who teaches in the Departmetn of Music at the University of Otago in New Zealand. The Eisler collection is on long-term, permanent loan to the Bates College Gamelan Orchestra
Kohesi dalam Teks Pidato Kenegaraan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo
This thesis entitled “Kohesi Dalam Teks Pidato Kenegaraan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. This research is descriptive-qualitative research. This study aims to describe the use of cohesion on the text of the state speech of the President of the Republic of Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono and the President of the Republic of Indonesia Joko Widodo. The data of this research are the text of the President's speech in the State of the Republic of Indonesia's President Susilo Bambang Yudhoyono's speech on October 20, 2009 and Joko Widodo on 14 August 2015 before the MPR-RI session. This research data using qualitative analysis technique used to collect data from data source that is speech texts. The data used in this research is documentation. The source of this research data is the text of the state speech of the President of the Republic of Indonesia. Researchers in understanding the data should read the entire contents of the speech text and understand the sentence by sentence in the text of the speech. The results of this study indicate that in the textual discourse speech President Susilo Bambang Yudhoyono and President Joko Widodo found four aspects of grammatical cohesion that is reference, substitution, ellipsis, conjunction. From the aspect of lexical cohesion, there are five types of lexical cohesion: repetition, collocation, synonym, antonym and hyponim. Reference 64 data (44.7%), substitution data 6 (4.1%), ellipsis data 1 (0.6%) and conjunction 72 (50.3%), And in the text of the state speech of president Joko Widodo there Reference 104 data (49.2%), substitution 5 data (2.3%), ellipsis data 8 (3.7%) and 94 data conjunction (44.5%). From the aspect of lexical cohesion, there are four types of lexical cohesion: repetition, synonyms, antonyms, and hyponim. Repetition of 4 data (13,7%), collocation of 5 data (17,2%), synonym 12 (41,3%), antonym 4 data (13,7%) and hyponim 4 data (13,7%) found in the text of President Susilo Bambang Yudhoyono's speech. And in the text of the state speech of president Joko Widodo there is a repetition of data 11 data (33.3%), collocation 2 data (6%), synonyms 9 data (27.2%), antonym 4 data (12.1%), and hyponym 7 data (21.2%).Tesis ini berjudul “Kohesi Dalam Teks Pidato Kenegaraan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo”. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kohesi pada teks pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Repubulik Indonesia Joko Widodo. Data penelitian ini berupa teks pidato kenegaraan Presiden yang terdapat dalam pidato kenegaraan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 20 Oktober 2009 dan Joko Widodo pada tanggal 14 Agustus 2015 di hadapan sidang MPR-RI. Data penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber data yaitu teks pidato. Data yang digunakan dalam peneltian ini yaitu dokumentasi. Adapun yang menjadi sumber data penelitian ini yaitu teks pidato kenegaraan Presiden RI. Peneliti dalam memahami data harus membaca keseluruhan isi teks pidato dan memahami kalimat demi kalimat yang ada dalam teks pidato. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam wacana teks pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo ditemukan empat aspek kohesi gramatikal yaitu referensi, substitusi, elipsis, konjungsi. Dari aspek kohesi leksikal di temukan lima jenis kohesi leksikal yakni repetisi, kolokasi, sinonim, antonim dan hiponim. Referensi 64 data (44,7%), data substitusi 6 (4,1%), data elipsis 1 (0,6%) dan konjungsi 72 (50,3%), Dan dalam teks pidato kenegaraan presiden Joko Widodo ada Referensi 104 data (49,2%), substitusi 5 data (2,3%), data elipsis 8 (3,7%) dan 94 data konjungsi (44,5%). Dari aspek kohesi leksikal, ada empat jenis kohesi leksikal: pengulangan, sinonim, antonim, dan hiponim. Pengulangan 4 data (13,7%), kolokasi 5 data (17,2%), sinonim 12 (41,3%), antonim ada 4 data (13,7%) dan hiponim ada 4 data (13,7%) ditemukan dalam teks pidato kenegaraaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dan dalam teks pidato kenegaraan presiden Joko Widodo ada pengulangan data 11 data (33,3%), kolokasi 2 data (6%), sinonim 9 data (27,2%), antonim 4 data (12,1%), dan hiponim 7 data (21,2%).171 HalamanTesis Magiste
ANALISIS KOMPARATIF RETORIKA SUSILO BAMBANG YUDHOYONO DAN JOKO WIDODO DALAM PIDATO APBN
Seorang kepala negara harus memiliki kemampuan berbicara yang mampu memotivasi dan membakar semangat rakyat. Kedua pemimpin, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo memiliki gaya retorika yang sangat berbeda, karakter pribadi yang unik, yang mereka sampaikan dalam bentuk narasi. Penelitian ini membahas tentang retorika Presiden RI, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Maka pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana retorika SBY dan Jokowi saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna. Dalam penelitian, penulis menggunakan teori yang dianggap relevan yaitu teori kode verbal dan teori penampilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif dengan teknik triangulasi. Objek pada penelitian ini adalah video rekaman pidato SBY dan Jokowi dalam memimpin sidang kabinet paripurna yang diunduh melalui situs http://youtube.com yaitu portal youtube resmi milik Sekretariat Kabinet RI
Modality in Susilo Bambang Yudhoyono and Joko Widodo’s Presidential Inauguration Speeches
This study examined the modality in Susilo Bambang Yudhoyono and Joko Widodo’s Presidential Inauguration speeches in October 2009 and 2019. This study shows the similarities and differential modality values in the speeches. By employing modality, people are unengaged to express ideas that do not seem to be facts with various degrees of certainty. This research included the purposes of applying modality in the speeches. The research was conducted using qualitative descriptive methods, specifically through documentation observation. The results showed that there were three types of modality in both of the Presidential speeches out of the four types of modality stated by Holiday. There were no differences found in the values of the speeches. These values were the indication of how Susilo Bambang Yudhoyono and Joko Widodo’s intended to manage their programs in the second period of their leaderships as Indonesian president in 2009-2014 and 2019-2024.
Keywords: Modality, Type, value, Presidential, Inauguration Speec
Citra politik Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo di media sosial
Penelitian ini mengenai penerimaan masyarakat mengenai citra Jokowi dan SBY dalam meme Hambalang.
Satir ini muncul di berbagai media sosial, salah satunya Twitter sejak 18 Maret 2018 dikarenakan
peristiwa kunjungan Presiden Joko Widodo dan Tour De Java Susilo Bambang Yudhoyono yang banyak
diperbincangkan khalayak. Ada yang menyebut bahwa kedua peristiwa tersebut adalah gambaran rivalitas
antara Presiden Joko Widodo dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Media mulai membicarakan keberkaitan
antara kedua peristiwa ini. Warganet juga mulai muncul dengan konten-konten satirnya guna membicarakan
peristiwa ini, yaitu dengan mengkolase foto Tour De Java dan kunjungan ke Hambalang. Kendati sudah
ada tanggapan dari Susilo Bambang Yudhoyono, konten-konten satir tentang peristiwa ini tetap viral.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerimaan tokoh politik mengenai meme Hambalang. Penelitian
ini dilaksanakan secara kualitatif dengan melibatkan enam informan dikumpulkan dalam sebuah sesi Focus
Group Discussion. FGD dilaksanakan menggunakan pertanyaan semi-terstruktur sebagai cara pengumpulan
data. Metode penelitian dilakukan dengan analisis resepsi audiens. Hasil penelitian dipaparkan bahwa
informan satir tersebut menunjukkan sebagai cerminan realita bahwa disejajarkannya foto SBY dan Jokowi
dalam meme sebagai bentuk rivalitas keduanya. Di sisi lain, kemunculan satir tersebut dimaknai sebagai
humor dalam ranah internet, dan juga meme tersebut sebagai eksploitasi media sosial untuk kepentingan
tersebut. Untuk penerimaan informan mengenai citra politik SBY Jokowi dalam meme Hambalang berada
pada posisi contesting reading. Simpulan penelitian ini adalah ada pemaknaan yang beragam yang dimiliki
oleh informan mengenai munculnya satir tentang Hambalang
Haluan Baru Politik Luar Negeri Indonesia: Perbandingan Diplomasi ‘Middle Power’ Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo
This article attempts to identify changes in Indonesia’s middle power diplomacy strategy under President Susilo Bambang Yudhoyono and Joko Widodo. This phenomenon is important to be studied because President Yudhoyono and President Widodo proposed different visions of Indonesia’s foreign policy, yet similarly perceived Indonesia’s position as a middle power country. Using border and maritime diplomacy as well as democracy, Islam, and human rights as case studies, this article argues that the strategy of Indonesia’s middle power diplomacy experienced a shift in orientation from—to use Krasner’s terminology—relational power to meta-power. While Indonesia under Yudhoyono previously attempted to gain benefits by following established rules, Indonesia under Widodo tried to pursue its interests by influencing, altering, or crafting rules in international politics.Artikel ini berupaya mengidentifikasi perubahan strategi diplomasi middle power Indonesia di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Fenomena ini penting untuk dikaji karena Presiden Yudhoyono dan Joko Widodo mengajukan visi yang berbeda mengenai politik luar negeri Indonesia, tetapi sama-sama memaknai posisi Indonesia sebagai negara middle power. Dengan menggunakan isu diplomasi perbatasan dan maritim serta demokrasi, Islam, dan hak asasi manusia sebagai studi kasus, artikel ini berargumen bahwa strategi diplomasi middle power Indonesia mengalami pergeseran orientasi dari—meminjam terminologi Krasner—relational power menuju meta-power. Apabila Indonesia di bawah Yudhoyono sebelumnya berupaya meraih lebih banyak keuntungan dengan mengikuti aturan main yang mapan, Indonesia di bawah Widodo kini berusaha mencapai kepentingannya dengan cara mempengaruhi, mengubah, atau membangun aturan main dalam politik internasional.</p
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUKU “SERI KELUARGA SAKINAH: SENYUM CERIA RAMADHAN” KARYA BAMBANG JOKO SUSILO
Adanya globalisasi dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan banyaknya kemerosotan karakter. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kasus bullying, pencurian, kekerasan seksual, korupsi, pembunuhan, dan sebagainya. Untuk menangani hal tersebut pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Penguatan pendidikan karakter dapat dilakukan dengan sastra seperti buku cerita anak. Buku “Seriَّ Keluargaَّ Sakinah:َّ Senyumَّ Ceriaَّ Ramadhan”َّ karyaَّ Bambangَّ Joko Susilo
merupakan buku anak islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan nilai-nilaiَّ pendidikanَّ karakterَّ dalamَّ bukuَّ “Seriَّ Keluargaَّ
Sakinah:َّ Senyumَّ Ceriaَّ Ramadhan”َّ karyaَّ Bambangَّ Jokoَّ Susiloَّ dan relevansinya
terhadap tugas perkembangan anak usia sekolah dasar.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kepustakaan (library research) yang menghasilkan serta mengolah data yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis). Maka kegiatan yang dilakukan adalah menganalisis (melalui pembacaan, analisa, dan validasi) buku Seri Keluarga Sakinah: Senyum Ceria Ramadhan karya Bambang Joko Susilo dan mengomunikasikan teori yang digunakan dalam bentuk kalimat deskriptif tentang nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku Seri Keluarga Sakinah: Senyum Ceria Ramadhan karya Bambang Joko Susilo.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku Seri Keluarga Sakinah: Senyum Ceria Ramadhan dengan jumlah 11 karakter yaitu religius, jujur, toleransi, kerja keras, demokratis, rasa ingin tahu, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, dan peduli sosial. Sedangkan relevansinya dengan tugas perkembangan anak usia sekolah dasar adalah membina hidup sehat, belajar bergaul dan bekerja dalam kelompok, belajar membaca, menulis, dan berhitung untuk berpartisipasi dalam masyarakat, dan mengembangkan hati nurani, moral, dan nilai-nilai
NILAI MORAL DALAM NOVEL ANAK ALLAH SELALU BERSAMA KITA KARYA BAMBANG JOKO SUSILO (KAJIAN MORALITAS IMMANUEL KANT)
Perkembangan kepribadian anak selain dapat terbentuk lewat lingkungannya, contoh yang diberikan orang tua, sekolah, sampai pada kehidupan sosialnya (dunia bermain), novel anak juga memiliki peranan penting untuk membentuk kepribadian anak dalam bentuk bacaan. Itulah alasan peneliti untuk mengambil fokus novel anak yang berjudul Allah Selalu Bersama Kita karya Bambang Joko Susilo karena di dalam novel anak tersebut, banyak sikap dan perilaku tokoh yang baik untuk ditiru. Sikap dan perilaku tokoh tersebut mengandung nilai moral. Fungsi nilai moral untuk anak sendiri dapat membiasakan anak dalam berperilaku baik, mempunyai etika, rasa tanggung jawab, dan melaksanakan kewajibannya dengan baik. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana nilai moral ketuhanan dalam novel anak Allah Selalu Bersama Kita karya Bambang Joko Susilo? (2) Bagaimana nilai moral sosial dalam novel anak Allah Selalu Bersama Kita karya Bambang Joko Susilo? (3) Bagaimana nilai moral diri sendiri dalam novel anak Allah Selalu Bersama Kita karya Bambang Joko Susilo?
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan pragmatik. Pendekatan pragmatik adalah pendekatan yang ingin yang ingin memperlihatkan kesan dan penerimaan pembaca terhadap karya sastra. Artinya, pendekatan pragmatik memandang karya sastra sebagai suatu sarana untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca. Nilai moral merupakan satu di antara beberapa tujuan yang akan disampaikan kepada pembaca melalui pendekatan pragmatik.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diperoleh kesimpulan bahwa: (1) nilai moral ketuhanan mencakup tiga bentuk nilai moral, yaitu melakukan salat, menaati anjuran agama, dan mengajarkan ilmu agama, (2) nilai moral sosial juga mencakup tiga bentuk nilai moral, yaitu peduli terhadap sesama, membantu sesama, dan saling menghormati, sedangkan (3) nilai moral diri sendiri mencakup empat bentuk nilai moral, yaitu berpikiran positif, berinisiatif, bersikap ikhlas, dan bekerja keras.
Kata kunci: Nilai Moral Ketuhanan, Nilai Moral Sosial, Nilai Moral Diri Sendir
Aspek Sosial Dalam Novel Anak-Anak Merapi Karya Bambang Joko Susilo: Tinjauan Sosiologi Sastra Dan Implementasi Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMP Muhammadiyah 1 Kartasura
This research has three purposes to describe, : (1) the structure that builds novel of
Anak-Anak Merapi by Bambang Joko Susilo, (2) the social aspect contained in the
novel Anak-Anak Merapi by Bambang Joko Susilo (3) the implementation of the
research novel of Anak-Anak Merapi by Bambang Joko Susilo as literature learning
materials in SMP Muhammadiyah 1 Kartasura. The method that is used in this
research is qualitative description. The data of research is paragraphs from Anak-
Anak Merapi by Bambang Joko Susilo. The primary data is of Anak-Anak Merapi
by Bambang Joko Susilo and the secondary data is from relevance article same with
object this research. The technique of gathering information in this research uses the
scrutinizes and writing techinques and interview. The validity of the data in this
research uses triangulation. Data analysis technque uses the dialectic method. There
are three results of this research. (1) The structure that builds novel Anak- Anak
Merapi that consist of themes is The life of the people around Mount Merapi. The
characters are Mr.Widodo, Yudhsitira, Bimo, Juno, Mr Widodo wife, Rukmi, Mbah
Karso and Gimok. The plotting story is in front. Setting of place is Yogjakarta in
Umbulharjo village when 2010. (2) The social aspects of the novel include culture:
belief, religion, and morals, social environment: crime, prostitution, lifestyle,
profession and social behavior, and economics of production and income , (3) The
results of this study are intrinsic and extrinsic elements. It is appropriate to be
implemented as a literary material. Because it has met the criteria in the selection of
teaching materials in terms of language, psychology and cultural background
students. Then refer to Education Unit Level Curriculum (KTSP) junior high school
grade VIII semester 2. Learning novel also in accordance with SK 13,14 and 1
- …
