777 research outputs found
Peran Penting Guru Bimbingan dan Konseling dalam Perkembangan Peserta Didik di Sekolah Dasar
Dalam rangka mencerdaskan dan membentuk warga negara masa depan yang sesuai dengan harapan, maka diselenggarakanlah pendidikan dasar. Landasan kemajuan bangsa adalah standar pendidikan yang tinggi, dan guru memainkan peran penting dalam membantu anak-anak tumbuh secara intelektual, terampil, emosional, moral, dan spiritual. Berbagai persoalan yang dihadapi siswa di sekolah, khususnya di sekolah dasar, dapat mengganggu karakter dan kemampuannya. Masalah-masalah ini termasuk kurangnya keinginan untuk belajar, ketidakstabilan mental, penindasan, kesulitan membentuk ikatan sosial, dan banyak lagi. Di sekolah dasar, bimbingan konseling memainkan peran penting dalam membantu anak-anak dalam menyelesaikan masalah ini. Bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu klien mengembangkan potensi dirinya, memahami dirinya, dan mengantisipasi permasalahan sebelum timbul. Namun, karena beban guru dan kurangnya layanan khusus bagi siswa, penerapannya tidak berjalan dengan baik. Buku, jurnal, dan artikel hanyalah sebagian kecil dari sumber literatur yang dirangkum dengan menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan. Di sekolah dasar, bimbingan dan konseling menawarkan program dan layanan khusus untuk membantu anak-anak dalam menyelesaikan masalah pribadi, sosial, dan akademik. Partisipasi orang tua dapat ditingkatkan untuk mendukung pendidikan anak di sekolah dengan menggunakan pendekatan kunjungan rumah. Oleh karena itu, layanan konseling dan bimbingan di sekolah dasar sangat penting untuk mendorong perkembangan anak secara keseluruhan. Untuk memberikan kesempatan terbaik kepada anak-anak dalam mengatasi hambatan perkembangan mereka, upaya lebih besar harus dilakukan untuk meningkatkan cara penerapan layanan bimbingan dan konselin
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERHITUNG BILANGAN BULAT
Abstract: The objective of this research to improve the integer arithmetic skill through using the teams assisted individualization (TAI) type of cooperative model in fourth grade. This research used the classroom action research with two cycles. Each cycle consist of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects and the sources data of the research were the students in fourth grade and their teacher classroom. The collect data technique are observation, interview, documentation, and test and were validated by using technique of collecting data and technique triangulation. The data were then analyzed by using thedescriptive comparative and interactive analysis. The conclusion is that using the teams assisted individualization (TAI) type of cooperative model can improve the integer arithmetic skill of the students in fourth grade of State Primary School of Banaran in Academic Year 2013/2014. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berhitung bilangan bulat melalui penerapan model kooperatif tipe Teams Assisted Individualization (TAI) pada siswa kelas IV. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dan sumber data penelitian ini adalah siswa dan guru kelas IV. Teknik pengumpulan data adalah tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif komparatif dan interaktif. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model kooperatif tipe Teams Assisted Individualization(TAI) dapat meningkatkan keterampilan berhitung bilangan bulat pada siswa kelas IV SD Negeri Banaran tahun ajaran 2013/2014. Kata kunci: keterampilan berhitung, bilangan bulat, Teams Assisted Individualization (TAI)
Kontruksi Makna Profesionalisme Wartawan Datariau.com Dalam Peliputan Berita
ABSTRAK
Nama : Indri Astuti
Jurusan : Ilmu Komunikasi
Nim : 11643200291
Judul : Kontruksi Makna Profesionalisme Wartawan Datariau.com
Dalam Peliputan Berita
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya wartawan yang tidak profesional dalam menulis berita di media online, wartawan-wartawan media online tersebut hanya mengedepankan kecepatan dalam menyampaikan suatu informasi dan tidak memperhatikan dengan benar aturan Kode Etik Jurnalistik yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan kontruksi makna profesionalisme wartawan datariau.com dalam peliputan berita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang di peroleh dari data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Penyajian data dalam bentuk naratif. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan lima perbedaan kontruksi makna profesionalisme wartawan antara datariau.com dengan Kode Etik Jurnalistik Pasal 2 yaitu: 1. Wartawan datariau tidak menerima imbalan, namun menerima ajakan makan siang. 2. Berimbang dalam berita menurut wartawan datariau adalah mengkonfirmasi kepada narasumber, walaupun pada kenyataanya yang ditemukan tidak semua pihak diminta bicara. 3. Wartawan datariau menerapkan sensor/blur namun hasilnya kemungkinan masih bisa dikenali. 4. Wartawan datariau tidak melakukan plagiat melainkan mengutip berita dari media lain dengan mencantumkan sumber asli. 5. Peliputan berita investigasi menyangkut kepentingan publik menurut wartawan datariau ialah melakukan penelusuran secara mendalam terhadap kasus yang dianggap memiliki kejanggalan, pada kenyataanya tidak ditemukan berita investigasi yang di muat wartawan datariau yang menyangkut kepentingan publik.
Kata kunci: Profesionalisme Wartawan, Datariau.com Kontruksi Makn
DISKUSI KELOMPOK TENTANG KARIER UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER PESERTA DIDIK KELAS XI AKUNTANSI SMK NEGERI 1 BOYOLALI
Rani Indri Astuti. DISKUSI KELOMPOK TENTANG KARIER UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER PESERTA DIDIK KELAS XI AKUNTANSI SMK NEGERI 1 BOYOLALI. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bulan September 2014
Tujuan penelitian ini adalah menguji efektivitas diskusi kelompok tentang karier untuk meningkatkan kemandirian pengambilan keputusan karier peserta didik kelas XI Akuntansi SMK Negeri 1 Boyolali.
Penelitian eksperimen ini dilaksanakan dengan memberikan treatment berupa diskusi kelompok tentang karier pada peserta didik dengan tingkat kemandirian pengambilan keputusan karier yang rendah. Subjek dalam penelitian ini terdiri 20 peserta didik pada kelompok eksperimen dan 20 peserta didik pada kelompok kontrol. Data dalam penelitian ini diperoleh dari peserta didik sebagai sumber primer dan pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan statistik non parametrik teknik Mann Whitney dan Wilcoxon.
Hasil uji hipotesis skor posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kemandirian pengambilan keputusan karier pada kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan.
Simpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian eksperimen ini yaitu diskusi kelompok tentang karier efektif untuk meningkatkan kemandirian pengambilan keputusan karier peserta didik kelas XI Akuntansi SMK Negeri 1 Boyolali.
Kata Kunci : Diskusi Kelompok, Karier, Kemandirian, Pengambilan Keputusa
Analisis Forecasting Produksi dan Konsumsi Kentang (Solanu,n tuberosum L.) di Provinsi Sumatera Utara
RAHAYU INDRI ASTUTI (190304063) with the thesis title "Production and Consumption Forecasting Analysis of Potato (Solanum tuberosum L.) in North Sumatra Province". Case study in North Sumatra Province. Guilded by Nurul Fajriah Pinem SP., M.P. as a chairman of the supervisory committee and Dr. Ir. Sinar Indra Kesuma M.Si. as a member of the supervising commission.
North Sumatra Province is one of the potato production centers in Indonesia and consumption of potatoes in North Sumatra Province is also high due to its population. This study aims to determine the trend of potato production and consumption in North Sumatra Province in 2007-2021 and to determine the projected production and consumption of potatoes in North Sumatra Province in 2023-2032 by forecasting analysis using the SPSS program application. The methos of determining the area used is purposive area sampling. The data used in this study are secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics and the Department Food Security of North Sumatra Province. The results showed that in 2007-2021 in North Sumatra Province, potato production and consumption experinced a positive trend. For the years 2023-2032 in North Sumatra Province it shows that the forecasting of potato production and consumption is experiencing a positive trend. The results of the forecasting analysis show that potato production in North Sumatra Province can meet future potato consumption needs, namely in 2023-2032.100 HalamanSkripsi Sarjan
Perancangan Algoritma TOPSIS-Improved Rule Matching untuk Analisis Keamanan Berkendara Menggunakan Sepeda Motor Matic
RINGKASAN Astuti, Indri. 2018. Perancangan Algoritma Topsis-Improved Rule Matching Untuk Analisis Keamanan Berkendara Menggunakan Sepeda Motor Matic. Skripsi, Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eng. Siti Sendari, S.T., M.T., (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom. Kata Kunci: Perancangan, Topsis-Improved Rule Matching, analisis, keamanan berkendara, motor matic Keamanan berkendara (safety riding) merupakan upaya yang memerlukan beberapa faktor pembentuk perilaku berkendara dengan tujuan untuk meningkatkan rasa kewaspadaan, dengan meningkatnya kewaspadaan terhadap keselamatan diharapkan dapat mengubah perilaku pengendara, dari mengabaikan keselamatan menjadi perilaku mengutamakan keselamatan, sehingga kecelakaan lalu lintas di jalan raya dapat berkurang. Salah satu faktor yang mendasari seseorang untuk berperilaku lebih baik dalam berkendara di jalan raya adalah pengetahuan. Pengetahuan yang dimaksud adalah pengetahuan tentang kriteria dan batasan dalam keamanan berkendara, serta peraturan lalu lintas, yang bertujuan untuk menghindarkan pengendara dari berperilaku tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keamanan berkendara menggunakan sepeda motor matic, yang dirancang dengan algoritma TOPSISimproved rule matching. Hal ini ditinjau dari parameter kecepatan pengendara, kemiringan motor saat menikung, waktu tempuh, dan jarak motor pengendara dengan kendaraan di depannya. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan TOPSIS- improved rule matching dan pengujian simulasi safety riding, kemudian dilakukan akurasi hasil perbandingan dari keduanya. Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan tahap perancangan TOPSIS-improved rule matching kemudian dilanjutkan pengujian simulasi safety riding. Pada perancangan TOPSIS-improved rule matching dilakukan perhitungan atas nilai preferensi (V) atau kedekatan relatif terhadap solusi ideal serta pencocokan rule match, dengan 4 parameter yaitu kecepatan pengendara, kemiringan motor saat menikung, waktu tempuh, dan jarak motor pengendara dengan kendaraan di depannya. Dari hasil perancangan TOPSIS-improved rule matching ditentukan hasil analisis perilaku berkendara, yaitu aman, berbahaya, dan sangat berbahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TOPSIS-improved rule matching mampu menganalisis keamanan berkendara. Akurasi hasil pengujian manual yang dikomparasikan dengan hasil pengujian pada sistem adalah sebesar 90%
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENGURANGIPERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS XI DI SMK NEGERI 2 BULUKUMBA KABUPATEN BULUKUMBA
AULYA INDRI ASTUTI, 2019. Efektivitas Layanan Konseling Kelompok
Dengan Teknik Self Management Untuk Mengurangi Perilaku Prokrastinasi
Akademik Siswa Kelas XI Di SMK Negeri 2 Bulukumba. Dibimbing oleh Prof.
Dr. H. M. Arifin Ahmad, M.A dan Drs Muhammad Anas M.Si Jurusan Psikologi
Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Makassar.
Permasalahan dalam penelitian ini yaitu tingginya tingkat perilaku prokrastinasi
siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Gambaran Perilaku
Prokrastinasi Siswa Kelas XI di SMK Negeri 2 Bulukumba 2) Gambaran
Pelaksanaan Teknik Self Management untuk Mengurangi Perilaku Prokrastinasi
Akademik Siswa Kelas XI di SMK Negeri 2 Bulukumba 3) Teknik self
management efektif Mengurangi Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa kelas XI
di SMK Negeri 2 Bulukumba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan model Quasi experimental design. Desain Eksperimen yang digunakan
adalah nonequivalent control group design, Subjek penelitian ini adalah sebanyak
20 orang siswa, yang ditentukan dengan teknik proportional random sampling.
Pengumpulan data dengan menggunakan skala dan observasi. Analisis data
menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial untuk menguji
hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat perilaku prokrastinasi
akademik siswa saat pretest pada kelompok eksperimen dan kontrol berada pada
kategori tinggi. Pada saat posttest, tingkat perilaku prokrastinasi akademik siswa
kelompok eksperimen mengalami perubahan ke kategori rendah dan pada
kelompok kontrol tetap berada pada kategori tinggi. 2) Pelaksanaan teknik self
management terdiri atas tujuh tahap yaitu rational treatment, menspesifikkan
masalah dan menetapkan tujuan, membuat komitmen untuk berubah, mengambil
dan menilai penyebab-penyebab masalah, merancang dan mengimplentasikan
rencana penanganan, serta mencegah kembalinya perilaku bermasalah, membuat
pencapaian tujuan bertahan lama dan evaluasi. Tingkat partisipasi siswa selama
mengikuti kegiatan self management berada pada kategori tinggi. 3) Penerapan
teknik self management secara signifikan efektif mengurangi perilaku
prokrastinasi akademik siswa di SMK Negeri 2 Bulukumba
Karakteristik Tingkat Pengetahuan dan Pola Asuh Gizi Ibu pada Anak Stunting
Poltekkes Kemenkes SemarangJurusan Kebidanan SemarangProgram Studi Sarjana Terapan Kebidanan Semarang2020ABSTRAKNovita Indri Astuti1, Listyaning Eko Martanti2, Ida Ariyanti3Karakteristik, Tingkat Pengetahuan Dan Pola Asuh Gizi Ibu Pada Anak Stuntingxi+80 hal + 11 tabel + 14 lampiran Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan ambang batas (Z-score
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GEOGRAFI TENTANG PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP SISWA KELAS XI IPS 1 SMAN 1 KESAMBEN KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Astuti, Olivia Indri. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Geografi Tentang Pelestarian Lingkungan Hidup Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kesamben Blitar. Skripsi. Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (i) Drs. Hadi Soekamto, SH, M.Pd M.Si, (ii) Drs Mustofa M.pd Kata kunci: ModelPembelajaranJigsaw, pemahaman konsep. Pembelajaran Geografi yang dilakukan di SMA Negeri 1 Kesamben memiliki Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75. Dari hasil observasi dan wawancara diketahui bahwa 54% dari jumlah siswa mendapat nilai dibawah KKM. Nilai terendah dari hasil tes sebesar 30 dan nilai tertinggi sebesar 80. Sementara nilai rata-rata ulangan harian siswa sebesar 55,15.Ketika diberi artikel, siswa kurang mampu dalam menerjemahkan masalah, menafsirkan isi dari berbagai bacaan, serta menindak lanjuti kesimpulan dari hasil kerja. Selain itu, siswa jarang bertanya dan memberikan pendapat ketika proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman konsep Geografi Tentang Pelestarian Lingkungan Hidup Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Kesamben dengan menerapkan model pembelajaran Jigsaw. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.Penelitian dilaksanakan dikelas XI IPS 1 dengan jumlah 33 siswa. Instrumen dalam penelitian ini ialah soal tes pemahaman konsep. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu nilai pemahaman konsep siswa yang diperoleh dari pemberian tes pemahaman sebelun dilakukan tindakan dan sesudah dilakukan tindakan. Analisis data pemahaman konsep dilakukan dengan membandingkan nilai rata-rata pemahaman siswa sebelum dilakukan tindakan dan sesudah dilakukan tindakan. Untuk memperoleh besar peningkatan dilakukan dengan mengurangi nilai rata-rata pemahaman siswa setelah dilakukan tindakan dengan nilai rata-rata pemahaman siswa sebelum tindakan. Hasilnya dibandingkan dengan nilai rata-rata pemahaman siswa sebelum tindakan kemudian diperoleh persentasenya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah adanya peningkatan pemahaman konsep siswa. Rata-rata nilai pemahaman konsep yang diperoleh siswa sebelum tindakan sebesar 67,27, sedangkan nilai rata-rata pemahaman siswa setelah dilakukan tindakan sebesar 76,59. Ini berarti terdapat peningkatan nilai sebesar 9,32 (13,85%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan pemahaman konsep Geografi setelah diterapkan model pembelajaran Jigsaw. Saran bagi peneliti lanjut dapat melakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran Jigsaw untuk meningkatkan pemahaman konsep. Selain itu, peneliti lanjut juga dapat melakukan beberapa hal, yaitu menambah atau mengubah variabel seperti aktivitas.
Makna Simbolik Ragam Gerak Tari Terbang Rudat Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Astuti, Indri Yuni. 2013. Makna Simbolik Ragam Gerak Tari Terbang Rudat Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Endang Wara Suprihatin Dyah P, M.Pd (II) Drs. Supriyono Kata kunci: Makna Simbolik, Ragam Gerak, Tari, Terbang Rudat, Pasuruan Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang masyarakatnya religius dan mempunyai banyak kesenian, kesenian yang masih berkembang di Kabupaten Pasuruan adalah Tari Terbang Rudat. Alasan penelitian ini dilakukan karena saat ini guru tari memberikan materi tari hanya sebatas ragam gerak tanpa memperhatikan makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Selain itu, makna simbolik yang sarat akan nilai agama Islam bisa disampaikan melalui ragam gerak tari kepada siswa yang biasanya disampaikan melalui kata-kata. Tujuan penelitian yaitu: 1) Mendeskripsikan struktur ragam gerak Tari Terbang Rudat di Kabupaten Pasuruan; 2) Mendeskripsikan makna simbolik yang terdapat pada ragam gerak tari Terbang Rudat di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan analisis data menggunakan flow model yang mana analisa dilakukan selama dan setelah proses penelitian yang dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) struktur ragam gerak Tari Terbang Ruda terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup, (2) Makna simbolik ragam gerak Tari Terbang Rudat mengajak umat untuk memasuki agama Islam (makna religi) yang terdapat pada ragam gerak jalan masuk dan ragam gerak jengket/duduk, makna kepahlawanan tergambar pada ragam gerak pencakan serta yang terakhir makna sosial yang terdapat pada ragam gerak hormat, roda berputar dan mbabat alas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, struktur ragam gerak Tari Terbang Rudat terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup. Makna simbolik ragam gerak secara garis besar adalah mengajak umat untuk memasuki agama Islam yang terdapat pada ragam gerak jalan masuk dan ragam gerak jengket/duduk, makna simbolik kepahlawanan tergambar pada ragam gerak pencakan serta yang terakhir makna simbolik untuk menghormati leluhur dan menjaga kehidupan sosial terdapat pada ragam gerak hormat, roda berputar dan mbabat alas. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan untuk menjadi perhatian dan pemahaman terutama para guru tari untuk menyampaikan makna simbolik di dalam satu gerak tari kepada sisiwa. Seperti pentingnya menghormati leluhur, menjaga silaturahim, serta beriman kepada Allah SW
- …
