198,362 research outputs found

    Dzikir laillaha ilallah sebagai penghilang gelisah : analisi pemikiran M. Arifin Ilham

    No full text
    Dalam menyelesaikan berbagai masalah dan urusannya manusia kadang mengalami kegelisahan dalam menghadapi masalahnya tersebut. Menurut KBBI gelisah adalah tidak tenteram, selalu merasa khawatir (tentang suasana hati), tidak tenang (tentang tidur), tidak sabar lagi dalam menanti, dan cemas. Menurut Ust. M. Arifin Ilham solusi terbaik untuk menghilangkan kegelisahan yaitu dengan menerima apa adanya diri sendiri yang sesungguhnya. Selanjutnya, senantiasa mengingat Allah di dalam hati dan pikiran (dzikir). Penelitian ini bertujuan: (1) untuk memperoleh pemahaman mengenai dzikir menurut M. Arifin Ilham. (2) untuk memperoleh pemahaman mengenai zikir laillaha ilallah menurut M. Arifin Ilham. (3) untuk memperoleh pemahaman mengenai zikir laillaha ilallah sebagai penghilang gelisah Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu pendekatan yang data-datanya digambarkan dengan bentuk kata-kata. Sedangakan jenis penelitian yaitu penelitian pustaka (Library Research). Hasil penelitian yang diperoleh yaitu zikir menurut M. Arifin Ilham yaitu kata zikir memiliki arti memelihara dalam ingatan. Zikrullah artinya memelihara Allah SWT dalam ingatan. Maksudnya selalu mengingat dan menyebut nama Allah SWT. Menurut bahasa zikir berarti ingat. Sedangkan menurut istilah berarti usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara mengingat kebesaran-Nya dan keagungan-Nya. Adapun realisasi untuk mengingat Allah SWT adalah dengan memuja-Nya, membaca firman-Nya, menuntut ilmu-Nya dan mohon kepada-Nya. Zikir la ilaha ilallah merupakan zikir pembersih jiwa dari sikap buruk diri sendiri serta mengembalikan kesadaran hati bahwa tiada tuhan selain Allah. dengan memperbanyak berzikir menyadarkan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah dan hati akan mudah menerima dengan ikhlas dan lapang dada atas semua kehendak Allah. Karena rencana Allah lebih baik dari rencana yang telah dibuat manusia. Segala sesuatu yang telah diprahkan kepada Allah akan membuat hati menjadi tenang dan lapang sehingga terhindar dari rasa gelisah.. Zikir la ilaha ilallah sebagai penghilang gelisah karena kalimat tersebut dapat menyadarkan hati bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah lah yang Maha Berkehendak. Dengan zikir la ilaha illallah menjadi sadar bahwa segala yang terjadi melainkan kehendak yang telah ditetapkan Allah. Dengan demikian hati akan menjadi tenan

    Bunga Rampai Dinamika Hak Asasi Manusia Di Indonesia

    No full text
    Bunga Rampai Dinamika Hak Asasi Manusia Di Indonesia © September 2019 Tim Penyusun: Wiwik Afifah Leomarch Ilham M Editor: Widhi Cahyo Nugroho Master Desain Tata Letak: Frega Anggaraya Purba Angka Standa

    Efektivitas Manajemen Dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham Melalui Facebook

    No full text
    Di zaman modern ini, banyak sekali sarana untuk berdakwah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi seperti televisi, radio, dan berbagai media cetak. Dakwah merupakan suatu rutinitas atau bahkan kewajiban bagi setiap umat muslim, mengajak kepada kebaikan dan menyeru kepada kemungkaran. Sehingga terciptanya kehidupan yang harmonis dan di ridhoi oleh Allah SWT. Dengan adanya berbagai macam media sosial online seperti Facebook, Twitter, Blogger, Path, dan semacamnya, tentunya bisa dimanfaatkan sebagai media untuk berdakwah. Memang telah banyak para pendakwah yang memanfaatkan media-media tersebut diatas, seperti salah satunya adalah Ustadz Muhammad Arifin Ilham. Inilah yang menjadi salah satu alasan penulis untuk mengadakan suatu penelitian dan menjadikannya sebuah skripsi. Dalam hal ini adalah analisis naratif efektivitas manajemen dakwah Ustadz Muhammad arifin Ilham melalui facebook. Berdasarkan di atas, maka penulis memunculkan sebuah pertanyaan sebagai objek pembahasan skripsi ini, bagaimana efektivitas manajemen dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham melalui facebook. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menurut bogdan dan taylor, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Dari hasil penelitian didapatkan dalam satu bulan saja, terhitung dari tanggal 1 oktober 2015 sampai 1 november 2015, keseluruhan yang menyukai postingan dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham adalah sebanyak 641.943 pengguna facebook, dan yang telah di bagikan sebanyak 1.030.804 pengguna facebook, dan yang memberikan komentar sebanyak 40.708 pengguna facebook. Kemudian dapat dihasilkan penerapan fungsi-fungsi manajemen dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham melalui facebook sangat efektif dan mempunyai implikasi positif bagi perkembangan metode berdakwah melalui media sosia

    Services of the Worship House of the Padepokan Dhammadipa Buddhist House of Worship for People with Disabilities

    No full text
    Attention to disability is still not evenly distributed. The right to practice worship was not under the needs of disabilities. This study assesses the services of the Padepokan Dhammadipa Arama Buddhist Vihara in Batu City for disabilities. The theory used in this study uses the theory of planned behavior and the theory of social action. Data were collected through in-depth interviews and observations. The data were tested for validity using data triangulation and analyzed using pattern matching, explanations, and time series analysis. The results showed that Vihara administrators did not discriminate against disabilities because the basic principle of Buddhists is compassion. Services that have been provided are in the form of physical services like guardrails and non-physical services like assistance for the mobilization. The existence of this service is influenced by the understanding of disabilities and the urgency of providing services for disabilities. Efforts that continue to be made include innovating in the form of development systems and concepts, adding facilities and infrastructure at the Vihara, and increasing the participation of Buddhists in providing input and suggestions regarding disability services in places of worship. The hope is the existence of physical disability services will increase the security and comfort of people with disabilities in carrying out worship like normal people

    PANDANGAN M. ILHAM MASYKURI HAMDIE TERHADAP RADIKALISME ISLAM

    No full text
    Secara umum, setiap agama mengajarkan kedamaian bagi pemeluknya, tidak terkecuali Islam, agama Islam membantah apabila kekerasan dijadikan sebagai jalan utama dalam mencapai sesuatu, namun sebaliknya, kenyataan yang terjadi di masyarakat, agama rentan memicu konflik kekerasan. Fenomena konflik kekerasan dengan mengatasnamakan agama sering kali dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Secara garis besar, penyebab utama terjadinya hal tersebut karena adanya pemahaman yang harfiah terhadap tekstualitas agama, di mana mereka sering mengedepankan teks-teks yang mengandung unsur kekerasan terhadap orang lain yang di luar kelompoknya. Sehingga sekelompok orang yang selalu melakukan kekerasan ini disebut dengan kalangan Islam radikal. Pada penelitian ini penulis mengangkat sebuah pandangan dari seorang tokoh, yakni M. Ilham Masykuri Hamdie terkait tentang radikalisme Islam, salah satu hal yang mendasari penulis hingga tertarik melakukan penelitian ini adalah M. Ilham Masykuri Hamdie merupakan tokoh cendekiawan muslim yang cukup terkenal dan sangat kuat pengaruhnya di Kalimantan Selatan dan banyak aktif di berbagai organisasi-organisasi keagamaan yang menduduki jabatan penting. Penelitian ini adalah penelitian studi tokoh di mana sejumlah data didapatkan dari pandangan seorang pemikir, dengan mengemukakan pandangan atau pemikiran dan karyanya, terkait dengan permasalahan yang akan dikemukakan dalam penelitian ini, mengenai pandangannya terhadap radikalisme Islam, untuk memperoleh data-data yakni melalui karya-karya tokoh dan karya-karya orang lain yang mengemukakan tentang pemikirannya serta yang membahas mengenai radikalisme Islam, selain itu, penulis juga melakukan pengkajian secara langsung dengan tokoh tersebut. Sementara itu, analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini yakni menurut M. Ilham Masykuri Hamdie radikalisme Islam secara umum mengacu pada suatu kelompok yang ingin menguasai dan mengatur semua aspek kehidupan, menjadikan agama sebagai referensi teologis bagi gerakan politik mereka. Hanya mereka yang berhak menjadi wakil Tuhan di muka bumi. Ringkasnya, ideologi dan agenda kelompok garis keras telah mereduksi ajaran Islam sebagai alat untuk meraih kekuasaan, yang apabila bertentangan dengan ideologi mereka, maka dianggap sesat. Ciri-ciri kelompok radikal yakni memberikan respon penolakan atau perlawanan terhadap kondisi yang sedang berlangsung dan ingin mengganti tatanan yang ada dengan tatanan lain. Bentuk tindakan-tindakan radikal di antaranya, fenomena bom bunuh diri, alergi berbeda pendapat, tidak membuka perbedaan pendapat dengan orang lain dan merasa dirinya atau kelompoknya lah yang paling benar dan orang lain salah, dalam menyikapi adanya radikalisme pertama pada pihak pemerintah harus ada upaya memperbaiki sistem pemerintahan, jangan berlaku tidak adil. Kedua, paham keagaamaan yang dikembangkan harus bersifat moderat. Berkembangnya gerakan radikal tentunya didasari oleh beberapa hal yakni adanya penindasan dari negara otoriter terhadap rakyat, negara gagal mewujudkan keadilan dan kesejahteraan yang merata bagi rakyat, pola pikir yang hitam-putih, kelompok sendiri dianggap paling benar, sedangkan yang lain salah dan harus dibinasakan, krisis psiko-sosial dan moral akibat dari krisis dan dampak negatif modernisme. Cara mengantisipasi radikalisme pertama adalah pada pemerintah, karena kita berhadapan dengan kebijakan pemerintah, pemerintah seharusnya tidak bersifat represif dan harus koreksi diri. Kedua, pada pengajian-pengajian atau majelis taklim agar tidak menampilkan penceramah yang pikirannya masih hitam-putih, Ketiga, di Perguruan Tinggi, penting untuk dilakukan diskusi-diskusi terbuka, baik di tingkat Pascasarjana maupun S1, dalam upaya membuka keran atau peluang perbedaan pendapat agar tidak anti dan alergi terhadap perbedaan pendapat

    PENGARUH KEPUASAN KONSUMEN DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN TOKO BUSANA MUSLIM ILHAM KOMPLEK MENARA KUDUS

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan konsumen terhadap loyalitas konsumen Toko Busana Muslim Ilham Komplek Menara Kudus. Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen Toko Busana Muslim Ilham Komplek Menara Kudus. Untuk mengetahui pengaruh kepuasan konsumen dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen Toko Busana Muslim Ilham Komplek Menara Kudus. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan sasaran penelitiannya masyarakat, baik masyarakat secara umum maupun masyarakat secara khusus. Sampel penelitian ini merupakan konsumen Toko Busana Ilham Komplek Menara Kudus berjumlah 97 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda, uji t parsial, uji F dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kepuasan konsumen terhadap loyalitas konsumen Toko Busana Muslim Ilham Komplek Menara Kudus, berdasarkan nilai demikian thitung lebih besar dari pada ttabel (2,491>1,98552). Terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen Toko Busana Muslim Ilham Komplek Menara Kudus, berdasarkan nilai thitung lebih besar dari pada ttabel (2,776>1,98552). Terdapat pengaruh kepuasan konsumen dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen Toko Busana Muslim Komplek Menara Kudus, berdasarkan nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel (5,016>3,09)

    Penerapan Metode Big M dalam Pengoptimalan Hasil Produksi dan Analisis Sensitivitas (Studi Kasus: UMKM Rempeyek Ilham Jambi)

    No full text
    In industrial businesses, a strategy for optimizing production results is an important thing to consider carefully so that the production process runs as efficiently as possible and the results obtained are feasible and optimal. This also needs to be a consideration for UMKM Rempeyek Ilham which are engaged in the production of peanut brittle. So, the aim of this research is to identify the number of optimal productions at UMKM Rempeyek Ilham so that maximum sales results can be obtained through modeling in the form of a linear program. However, the constraints formed in the linear programming model have sign of ≥, which cannot be resolved using the simplex method. One method that can be used to find a feasible and optimal solution for a linear programming model that has constraints ≥ is the Big M method. Therefore, in this research the Big M method is applied to find a feasible and optimal solution to the linear programming model. This research produces information about the number of optimal productions of peanut brittle with maximum sales of IDR 6,800,000.00. Furthermore, in this research a sensitivity analysis was also carried out to anticipate several possible changes that would occur so that the optimal solution obtained did not change or could even increase.Keywords: Big M method, Linear programming, Optimization, Sensitivity analysis

    Dr. Duane M. Jackson, Morehouse College, July 2011

    No full text
    This video is a conversation with Dr. Duane M. Jackson. Dr. Jackson talks about his paper, "Recall and the Serial Position Effect: The Role of Primacy and Recency on Accounting Students' Performance." Jackie Daniel, AUC Woodruff Library, is the interviewer

    Administrators perception on challenges in implementing disciplinary action in public sector / Firdaus M. Ilham

    No full text
    Discipline act as a guidance on how people should behave and react in order to live a life with control. It helps every person to take responsibility for their behavior. Every school, institution and organization has their own disciplinary rules to act as a guidance or material for controlling behavior of the people within that organization. Thus discipline is very important in order for an organization to run efficiently and smoothly. However, in every organization, there were several employees that have disciplinary problem such as sexual harassment, absenteeism, punctuality issues, and fighting with colleagues. Such problems can jeopardize organizations whereby it may give negative impact to the organization such as fall in productivity. Consequently, disciplinary action needs to be done in order to set a good example to other person that wrongful act will eventually faced consequences. However, when talk about disciplinary action, there are several question arise, such as, how effective the disciplinary action in resolving the problem? What are the obstacles that administrator faced in conducting it? It is commonly known that administrator who involve in disciplinary action procedure may face problems and challenges while conducting it. Therefore, in this study, there are four independent variables that been identified which become the main challenges for the administrator in conducting disciplinary procedures and which among the factors that affect the implementation of disciplinary action procedure

    TAHSINU AL-SALAH SEBAGAI MEDIA SPIRITUAL BIMBINGAN KONSELING PERSPEKTIF MULTIKULTURAL

    No full text
    Abstrak Keberagaman dalam lapisan masyarakat terkadang melahirkan problem sosial yang sangat kompleks hingga mengakibatkan adanya penyakit kejiwaan pada setiap individu. Hal ini tentunya memerlukan adanya pemecahan solusi. Salah satu metode yang digunakan untuk meminimalisir tingkat kerawanan penyakit jiwa yaitu dengan bimbingan konseling yang disesuaikan ajaran Islam. Konseling Islam adalah sebuah layanan bantuan bagi individu dari seorang konselor dengan menggunakan teknik-teknik tertentu yang berupaya untuk membantu ketidak mampuannya dalam menghadapi permasalahan. Sebagai bagian dari media spiritual konseng Islami shalat merupakan salah satu kewajiban yang diamanahkan kepada umat muslim. Di dalamnya terdapat gerakan dan bacaan yang sangat dalam maknanya. Pelaksanaan konsep shalat yang benar serta sanggup menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya  mampu menjadikan umat muslim yang muhsinin disertai dengan akhlaq mulia. Melalui penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan tulisan ini membahas tentang model pendidikan moral menggunakan terapi tahsinu al-salah (memperindah shalat) yang berimplikasi pada pembenahan perilaku kehidupan seseorang. Dengan tertatanya paradigma berpikir individu, solusi yang sebelumnya menjadi sebuah harapan akan hadir untuk mengatasi problem yang ada. Kata kunci: implementasi, tahsinu al-salah, bimbingan konseling, multikultural. Abstract TAHSINU AL-SALAH AS A SPIRITUAL MEDIA GUIDANCE COUNSELING MULTIKULTURAL PERSPECTIVE. Diversity in society has sometimes spawned very complex social problems that have caused several mental illnesses in individuals. This is certainly in need of resolving solutions. One method used to minimize the vulnerability of mental illnesses is counseling tailored to the teachings of Islam. Islam is a counselor-to-individual assistive consultation service; utilizing certain techniques seeking to assist a person's inability to deal with problems. As part of a spiritual medium, consent Islamic prayer is one of the duties mandated to Muslims. There are movement and recitations involved that evoke a very deep meaning. Implementation of the concept of prayer is rightly able to internalize the values contained in it, making Muslims who are here as muhsinin to be accompanied with a nobler sense of morality. This paper, through quantitative studies, literarily approaches the moral education model used in therapeutic improvement prayers (tahsinu ala al shalah) which implicates an improvement of a person's behavioral life. With a well-organized individual thinking paradigm, a solution which had previously been an expectation, will be present to address many of  the existing problems that affect people's mental health. Keywords: Implementation, tahsinu al-salah, counseling guidance, multicultura
    corecore