86 research outputs found
Perencanaan keuangan keluarga Bapak Hartono Tanjung pada tabungan BCA, deposito BRI, asuransi kesehatan AXA, reksadana schroder dana likuid, danamas stabil, danamas fleksi, fortis equitra, schroder dana istimewa, dan schroder dana prestasi plus
Pada perencanaan keuangan keluarga Bapak Hartono, dapat dilihat bahwa aset yang dimiliki oleh keluarga Bapak Hartono tergolong cukup besar, namun permasalahan yang dihadapi adalah pengalokasian aset yang dimiliki belum optimal. Perencanaan ini bertujuan untuk membantu Bapak Hartono, dalam mencapai tujuan keuangan mereka. Tujuan investasi tersebut tidak lain adalah kebutuhan akan dana darurat, dana pendidikan untuk anak keempat, asuransi kesehatan, dana pernikahan, dana liburan, dana membeli rumah dan dana pensiun, dengan mengoptimalkan alur dana dan aset yang sudah ada. Dalam upaya untuk mencapai tujuan tersebut perencana keuangan merekomendasikan produk-produk yang sesuai yaitu: Tabungan BCA, Deposito BRI, Asuransi Kesehatan AXA, Reksadana Schroder Dana Likuid, Danamas Stabil, Danamas Fleksi, Fortis Equitra, Schroder Dana Istimewa dan Schroder Dana Prestasi Plus. Dengan kondisi keuangan yang baik berupa alur dana yang positif dan adanya aset yang cukup merupakan modal utama yang membuat keluarga Bapak Hartono akan mudah mencapai tujuan-tujuan investasinya
Pengembangan Guideline Literasi Digital Menuju Smart City Berdasarkan Bc’s Digital Literacy Framework
Smart city atau kota pintar adalah konsep pemanfaatan teknologi informasi
untuk mendorong pemerintah menciptakan layanan yang mampu meningkatkan
kualitas hidup masyarakatnya. Di Indonesia sendiri penerapan smart city telah
banyak diimplementasikan oleh berbagai kota besar seperti Jakarta, Bogor,
Surabaya dan Bandung. Namun berdasarkan laporan IESE cities in Motion index
pada tahun 2016, Indonesia yang diwakilkan Jakarta hanya berada pada posisi
156 dari 180 negara yang berhasil menerapkan konsep smart city. Menurut
Kominfo (2016) masih terdapat kesenjangan teknologi mengenai cara pandang
masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam
beberapa tahun terakhir, penelitian yang menunjukan rendahnya tingkat literasi
teknologi informasi dan komunikasi masyarakat juga telah banyak dilkakukan.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah dan salah satu solusi yang
dapat dilakukan adalah dengan memberikan masyarakat pembekalan mengenai
digital literacy.
Digital literacy merupakan kemampuan penggunakan teknologi dan
informasi dalam berbagai format maupun berbagai sumber yang berasal dari
piranti digital. National Library New Zeland (2016) menjelaskan bahwa untuk
menciptakan masyarakat yang memiliki kemampuan digital literacy dibutuhkan
pendekatan yang terkoordinasi dan menyeluruh. Kelompok yang terampil
diperlukan untuk melakukan hal ini dan perpustakaan adalah salah satu solusi
terbaik untuk menjawab permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
merumuskan guideline pelatihan digital literasi di perpustakaan untuk membentuk
masyarakat yang melek terhadap teknologi, sehingga konsep smart city yang telah
dicanangkan oleh pemeritah dapat berjalan dengan maksimal. Penelitian ini juga
diharapkan menjadi strategi pemerintah dalam mengurangi kesenjangan
penggunaan teknologi digital antara masyarakat kota dengan masyarakat
kabupaten.
Pelatihan didesain dengan metode blended learning yaitu menggabungkan
pembelajaran tatap muka dan memanfaatkan jaringan internet sebagai sarana
penyampaian bahan ajar (modul) yang telah diubah ke format digital. Pelatihan ini
ditunjukkan untuk masyarakat dengan kelompok usia 26-35 tahun dan kelompok
usia 36-45 tahun. Penyelenggara pelatihan adalah perpustakaan pemerintah,
perpustakaan swasta atau organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang
literasi. Topik pelatihan mengacu pada BC’s Digital literacy framework (2015)
yaitu Research and Information Literacy, Critical Thinking, Digital Literacy,
Creativity and Innovation, Communication and Collaboration, dan Technology
Operation and Concepts.
Terdapat 3 tahapan utama dalam penelitian ini yaitu, merumuskan guideline,
membuat prototype e-learning dan evaluasi produk kepada pengguna. Pada
tahapan pertama yaitu perumusan guideline, terdiri dari pembuatan Garis-garis
Besar Pelatihan (GGBP) dan modul digital literacy. GGBP telah disusun dengan
sistematik yakni mencakup deskripsi materi, tujuan, pokok bahasan, metode dan
media, serta sumber bahan yang diperlukan untuk pelatihan. Proses pembelajaran
pada GGBP membutuhkan 7 sesi atau 840 menit pembelajaran tatap muka.
Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, diskusi, praktek dan tugas.
Indikator keberhasilan yang diharapkan adalah peserta pelatihan memiliki
kemampuan untuk menemukan informasi, mengakses informasi, mengevaluasi
informasi, berfikir kritis, kreatif dan inovatif, paham konsep teknologi serta
menggunakan informasi sesuai etika dan isu yang berlaku di dunia digital (Digital
Citizenship).
Modul pada guideline disusun dengan studi literatur. Terdapat 6 modul
dengan topik : literasi informasi (5 halaman), berpikir kritis, pemecahan masalah
dan membuat keputusan (4 halaman), warga digital (10 halaman), kreativitas dan
inovasi (4 halaman), komunikasi dan kolaborasi (3 halaman) dan konsep
pengoperasian teknologi (6 halaman). Setiap modul berisi pembahasan materi,
contoh-contoh soal dan referensi. Penulis juga menyusun contoh materi ajar
dalam bentuk PDF dan PPT untuk modul Warga Digital dengan topik
Cyberbullying. Selanjutnya, penyusunan guideline dan modul menunjukan alur
pelatihan yang terdiri dari (1) Mengadakan pre-test online sebagai evaluasi awal
untuk mengetahui kemampuan peserta sebelum mengikuti pelatihan, (2)
Melaksanakan pelatihan yang terdiri dari penyampaian teori sebagai pengantar
pembelajaran, praktek penggunaan teknologi, menganalisa kasus-kasus dalam
lingkungan digital, dan menciptakan sebuah produk dari media digital. dan (3)
Pada akhir setiap sesi peserta melaksanakan kuis akhir menggunakan platform elearning
digital literacy.
Pada tahapan kedua yakni membangun prototype e-learning dengan aplikasi
Moodle. Terdapat 4 menu yang disediakan untuk pengguna yaitu log-in, course,
lesson dan quiz. Akses e-learning difokuskan pada tiga pengguna yaitu admin,
peserta dan pengajar. Perbedaan akses terletak pada tools registrasi pengguna
yang hanya bisa lakukan oleh admin, menu upload dan membuat kuis untuk
pengajar, serta menu unduh materi dan mengerjakan kuis untuk peserta pelatihan.
Tahapan terakhir yaitu mengevaluasi guideline dan e-learning. Evaluasi
dilakukan dengan analisis diskriptif. Pengguna yang dipilih sebanyak 10
responden diminta uji coba fitur e-learning dan mengisi kuesioner yang berisi
pertanyaan mengenai efektifitas pelatihan. Selanjutnya data kuesioner diolah
secara manual menggunakan skala likert untuk melihat reaksi pengguna.
Pertanyaan pada kuesioner disusun berdasarkan model CIPP yaitu konteks
(Context), masukan(Input), proses(Process) dan hasil (Product). Hasilnya, secara
keseluruhan tanggapan responden adalah positif atau indikator pelatihan dianggap
memuaskan. Hasil evaluasi juga menunjukkan jika masih terdapat beberapa
kekurangan yaitu, masih sedikitnya format materi ajar pada aplikasi seperti
gambar, video, dan audio serta kurangnya waktu penyelenggaraan pelatihan
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS AKTIVA TETAP BERWUJUD PADAPT GLOBAL MULTIPACK PALEMBANG
The Analysis Accounting Treatment of Tangible Fixed Assets at PT. Global Multipack palembang
Winda Qurnia Rahmawaty, 2015 (xiv + 92 halaman)
[email protected]
The title of this final report is “ analysis accounting treatment of tangible fixed assets at PT. Global Multipack Palembang” which is located on Pangeran Sido Ing Kenayan No. 89 RT. 18 Rw. 06, Kel. Karang Anyar, Kec. Gandus, Palembang. The company is a company engaged in the production and sales packing ruber. The purpose of this final report is to analyze the accounting treatment of tangible fixed assets at PT Global Multipack palembang based on financial Accounting Standards. The author uses some research methods such as interviews and observation. After anayzing the data was gottern from the company. After analyzing the data was gotten from the company, found some problems, that the calculating of the cost of fixed assets of the company is not in suitble with Financial Accounting Standards and the calculating of depreciation charging that less than one-year period by using the straight-line method for all assets in not correct. To overcome these problems, some of the suggestions presented in the report, the company should follow generally accepted accounting principles that is Accounting Standards to recognize the cost incurred in connection with fixed assets as an alement of cost and depreciation calculations for the imposition of fixed assets purchased for less than one accounting period and the company should record the fixed assets in suitble in financial Accounting Standards so that the financial statements reflect the true valu
Fungsi Kesenian Jaranan Legowo Putro Dalam Upacara Adat Suran Di Desa Sugihwaras Kabupaten Nganjuk
ABSTRAK Rosita, Novarina Diana Winda, 2014. Fungsi Kesenian Jaranan Legowo Putro Dalam Upacara Adat Suran Di Desa Sugihwaras Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. E.W. Suprihatin Dyah P, M.Pd, (2) Hartono, S.Sn, M.Sn Kata kunci: Kesenian, Jaranan, Upacara Adat, Nganjuk Kesenian Jaranan Legowo Putro merupakan kesenian yang berada di Padepokan Legowo Putro Desa Sugihwaras Kabupaten Nganjuk dan setiap tahunnya telah melaksanakan upacara adat Suran. Ini merupakan adat kebiasaan yang dilakukan di Padepokan Legowo Putro yang dilaksanakan pada bulan Sura dan untuk memperingati berdirinya Padepokan Legowo Putro. Dalam upacara adat Suran tersebut, Jaranan Legowo Putro berfungsi sebagai hiburan. Meskipun berfungsi sebagai hiburan, ada ritual khusus yang mengawali pertunjukan kesenian Jaranan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Mendeskripsikan tata urutan upacara adat Suran di Desa Sugihwaras Kabupaten Nganjuk; 2) Mendeskripsikan fungsi kesenian Jaranan Legowo Putro dalam upacara adat Suran di Desa Sugihwaras Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data menggunakan diskriptif kualitatif dengan tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan simpulan dan verifikasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber, dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tata urutan upacara adat Suran tersebut terdiri atas tiga bagian yaitu: a) Pra Tontonan; b) Acara Inti; c) Acara Akhir, serta kelengkapan pada upacara adat Suran yaitu sesaji dan juga pendukung upacara adat tersebut. 2) Fungsi kesenian Jaranan Legowo Putro dipercaya oleh Padepokan Legowo Putro Desa Sugihwaras dalam upacara adat Suran sebagai sarana hiburan. Kesenian Jaranan Legowo Putro merupakan simbol identitas anggota padepokan Legowo Putro Desa Sugihwaras, Kabupaten Nganjuk. Urutan upacara adat Suran terdiri atas: pra tontonan (ziarah ke makam, potong rambut, persiapan); acara inti (tasyakuran, arak-arakan, prosesi mandi kembang); dan acara akhir. Dengan adanya penelitian ini, disarankan diadakan penelitian lebih lanjut dan lebih menyempurnakan hasil penelitian, khususnya pada konteks ragam gerak Jaranan Legowo Putro sehingga dapat dijadikan referensi untuk menambah wawasan tentang konteks ragam gerak dalam kesenian Jaranan Legowo Putro
RANCANGAN SISTEM PENYALIRAN TAMBANG DI PIT SECTION 2 PT ANDALAN ARTHA PRIMANUSA PADA WILAYAH IZIN PERTAMBANGAN PT BUDI GEMA GEMPITA KABUPATEN LAHAT, PROVINSI SUMATERA SELATAN
Dalam merancang suatu sistem penyaliran tambang, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah air yang disebabkan oleh adanya curah hujan. Air dalam jumlah yang berlebih dalam bukaan tambang akan menyebabkan terganggunya aktivitas penggalian, pemuatan, dan pengangkutan, makadari itu perlunya mempersiapkan rancangan sistem penyaliran tambang yang baik dan benar. Penelitian ini dilakukan di PT Budi Gema Gempita yang lokasinya berada di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mecancang sistem penyaliran tambang pada pit yang akan beroperasi kembali. Berdasarkan analisis data curah hujan selama 10 tahun (tahun 2012-2021), diperoleh nilai curah hujan rencana sebesar 109,21 mm/hari, intensitas curah hujan 20,55 mm/jam dengan periode ulang hujan 4 tahun. Terdapat 3 daerah tangkapan hujan dengan luas dan debit air limpasan masing masing, DTH I = 0,054 km2, 0,184m3/detik; DTH II = 0,374 km2, 1,282 m3/detik; DTH III = 0,223 km2, 0,764m3/detik. Hasil rancangan penyaliran tambang adalah sebagai berikut : sistem penyaliran menggunakan metode mine drainage dan mine dewatering, pembuatan empat saluran terbuka, ceruk yang terdapat pada pit bottom dengan volume 4067m3 dipompa menggunakan 1 unit pompa Doosan DB 180LB dengan debit maksimum pompa 1000 m3/jam dan pipa HDPE 10 inch. Kemudian dialirkan ke kolam pengendapan yang mempunyai volume total 4022 m3. Kolam pengendapan memerlukan perawatan dengan proses pengerukan yang dilakukan selama 123 hari sekali
Usaha Tani Jambu Taiwan di Desa Tuntungan Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang ( 1987-2010)
Secara umum skripsi ini bertujuan untuk mengetahui peralihan pertanian yang ada di
Desa Tuntungan yaitu mulai dari pertanian ubi, jagung dan pepaya sampai ke pertanian Jambu
Taiwan. Selain itu, skripsi ini juga bertujuan untuk mengungkap latar belakang pertanian Jambu
Taiwan yang ada di desa ini yang dimulai sejak tahun 1987 dan dipelopori oleh Kasmo Hartono
salah seorang warga yang memperkenal pertama kali bibit Jambu Taiwan. Skripsi ini juga
mengungkap perubahan yang terjadi di Desa Tuntungan baik dibidang pendidikan, kesehatan,
pendapatan dan lainnya.
Metode yang di lakukan penulis dalam penelitian ini adalah heuristik, kritik, interpretasi,
dan historiografi. Penulis juga melakukan merode studi lapangan yaitu melakukan wawancara
dengan beberapa informan, serta kalangan yang berkaitan dengan permasalahan di dalam
penelitian ini.
Dari hasil akhir penelitian diketahui bahwa banyak perubahan yang terjadi akibat
pertanian Jambu Taiwan yang ada di Desa Tuntungan ini baik di bidang pendidikan, kesehatan,
pendapatan maupun transportasi. Pertanian Jambu Taiwan membawa dampak yang besar dan
bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.Skripsi Sarjan
Development of Chemistry Teaching Materials Based on STEM Problem Based Learning on Solution Chemistry Materials for Students of Chemistry Education Study Program
The contributions of computer facility, test preparation, and learning motivation against the results of computer-based final examination result of VHS students of software engineering expertise package in Malang city
Ecological Conditions of Enhalus acoroides (Linnaeus f.) Royle, 1839 and The Influencing Factors at Sari Ringgung Beach, Pesawaran District, Lampung
This research was conducted from May to June 2020, located at Sari Ringgung Beach, Pesawaran District, Lampung Province. This study aims to assess the ecological conditions of Enhalus acoroides seagrass and to analyze the relationship between Enhalus acoroides ecosystem and water quality. Determination of observation points using purposive sampling method. Data on seagrass conditions and measurement of water quality parameters were carried out using a quadratic transect measuring 50 cm x 50 cm. The relationship between seagrass density and coverage with water quality parameters was tested using principal component analysis (PCA). The results showed that the type of seagrass vegetation at Sari Ringgung beach was single with the type of seagrass Enhalus acoroides. The highest average density value of Enhalus acoroides was at station 3 with a range of 76 individuals / m2 and the lowest density was at station 1 with a range of 36 individuals / m2. Meanwhile, the highest average value of Enhalus acoroides cover was at station 3 with a range of 48.48% / m2 and the lowest was at station 1 with 25.0% / m2. Seagrass density and cover have a positive correlation with phosphate, temperature, depth, brightness, and current and negatively correlated with parameters TDS, TSS, salinity, dissolved oxygen (DO), pH and nitrate
Pengaruh Pendekatan Pemodelan Matematika Terhadap Kemampuan Argumentasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 15 Palembang
Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan pendekatan pemodelan matemtika terhadap kemampuan argumentasi siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Palembang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII.4 dan VIII.5 yang dipih secara acak: kelas VIII.5 sebagai kelas eksperimen dengan pembelajaran pemodelan matematika, sedangkan kelas VIII.4 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dokumentasi, dan wawancara. Tes digunakan untuk mengetahui kemampuan argumentasi siswa setelah belajar dengan pendekatan pemodelam matematika. Setelah hasil tes dianalisis dan diolah maka dilakukan wawancara terhadap siswa yang hasil tesnya berkategori sangat baik dan sangat kurang terkait dengan jawabannya saat mengerjakan soal tes. Dari hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa kemampuan argumentasi siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan pemodelan matematika berpengaruh pada kemampuan argumentasi siswa dengan rata-rata sebesar 85,6
- …
