UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Portal Journals
Not a member yet
    5715 research outputs found

    Ketika Sikap Apatis Menghambat Keberlanjutan: Pengaruh Sikap Negatif terhadap Perilaku Wisatawan

    Full text link
    Sikap telah diketahui sebagai prediktor dari perilaku. Namun, pada penelitian pemasaran pariwisata, meskipun penelitian mengenai sikap dan perilaku berkelanjutan telah cukup mapan, masih diperlukan penelitian untuk meningkatkan penggunaan variable sikap yang spesifik sebagai prediktor yang lebih efektif dalam studi pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sikap lingkungan yang negatif terhadap perilaku wisata berkelanjutan. Studi ini mengumpulkan data melalui survei kepada 106 wisatawan, dan menggunakan software SPSS versi 26 dalam proses analisis data. Selain mengonfirmasi teori, temuan penelitian mengindikasikan bahwa sikap lingkungan yang negatif merupakan penghambat bagi perilaku wisata berkelanjutan. Hasil penelitian ini juga memberikan implikasi bagi para praktisi di sektor pariwisata mengenai strategi intervensi yang dapat dipertimbangkan untuk mengelola destinasi dengan prinsip keberlanjutan

    Niche Diplomacy Indonesia melalui Forum Negara Kepulauan dan Negara Pulau: Meningkatkan Kebijakan Luar Negeri Maritim

    No full text
    This study aims to describe Indonesia’s niche diplomacy during its chairmanship of the Archipelagic and Island States (AIS) forum in 2023. This research uses descriptive qualitative method by utilizing the niche diplomacy concept to describe Indonesia’s maritime foreign policy as a middle power. The result shows that Indonesia practiced niche diplomacy during its chairmanship of the AIS Forum in 2023 by enhancing its maritime foreign policy in three ways. Firstly, securing niche in maritime foreign policy by addressing the archipelagic and island states’ environmental problems, encouraging AIS participants to sign the Manado Declaration, and providing funding to establish a secretariat and support AIS Forum’s programs. Secondly, Indonesia obtains national interest by selecting the AIS Forum’s key issues in line with the Global Maritime Fulcrum’s pillars, conducting domestic policies to support the AIS Forum, and encouraging other states to do the same. Thirdly, contributing towards international agenda by striving to reach the Sustainable Development Goals 14, and preparing the AIS Forum to become an international organization. Hence, a middle power conducting niche diplomacy needs to select a low political issue to address through its domestic and foreign policies to gain national interest and benefit other states as well.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan niche diplomacy Indonesia selama menjadi ketua Forum Negara Kepulauan dan Pulau (AIS) tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan konsep niche diplomacy untuk mendeskripsikan politik luar negeri maritim Indonesia sebagai negara middle power. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia mempraktikkan niche diplomacy selama menjadi ketua Forum AIS tahun 2023 dengan meningkatkan politik luar negeri maritimnya melalui tiga cara. Pertama, mengamankan isu spesifik dalam politik luar negeri maritim dengan mengatasi masalah lingkungan negara kepulauan dan pulau, mendorong peserta AIS untuk menandatangani Deklarasi Manado, dan menyediakan dana untuk mendirikan sekretariat untuk mendukung program-program Forum AIS. Kedua, Indonesia memperoleh kepentingan nasional dengan memilih isu-isu utama Forum AIS yang sejalan dengan pilar-pilar Poros Maritim Dunia, menjalankan kebijakan dalam negeri untuk mendukung Forum AIS, dan mendorong negara-negara lain untuk melakukan hal yang sama. Ketiga, berkontribusi terhadap agenda internasional dengan berupaya mencapai Sustainable Development Goals 14, dan mempersiapkan Forum AIS untuk menjadi organisasi internasional. Oleh karena itu, middle power yang menjalankan niche diplomacy perlu memilih isu low politics yang perlu ditangani dalam kebijakan dalam dan luar negerinya, agar mencapai kepentingan nasional sekaligus menguntungkan negara lain

    Perbandingan dan Pemilihan Metode Distribusi Probabilitas Dalam Perhitungan Nilai Curah Hujan Rencana Di Tambang Batubara Pt Madhani Talatah Nusantara

    Full text link
    Kegiatan penambangan dengan metode tambang terbuka sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, terutama curah hujan di wilayah tersebut. Curah hujan yang tinggi akan menyebabkan tanah tidak mampu menampung air hujan, dan air yang tidak terserap kedalam tanah akan mengalir di permukaan tanah sebagai air limpasan (run-off). Apabila rancangan sistem penyaliran tambang tidak memumpuni untuk menampung debit air hujan, maka kegiatan penambangan akan terganggu oleh adanya air yang menggenang. Oleh karena itu diperlukan perhitungan nilai curah hujan rencana yang tepat sebagai dasar perancangan sistem penyaliran tambang. Data curah hujan yang digunakan adalah data nilai curah hujan harian maksimum selama 15 tahun (2007-2021) yang bersumber dari Technical Departement PT. Madhani Talatah Nusantara 037C yang berlokasi di Gendang Timburu, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memilih dan membandingkan metode distribusi probabilitas Normal, Log Normal, Gumbel, dan Log Pearson III untuk mendapatkan distribusi yang paling cocok digunakan untuk data curah hujan yang dimiliki. Metode distribusi Gumbel memiliki nilai curah hujan rencana tertinggi, sedangkan metode distribusi normal memiliki nilai curah hujan rencana terendah, Keempat distribusi ini dapat digunakan untuk menentukan curah hujan rencana, akan tetapi metode yang paling tepat digunakan adalah metode distribusi probabilitas Gumbel

    Implementation of Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF) and K-Means Clustering for User Experience Research Startup

    No full text
    A startup is an organization formed to look for repeatable and scalable business models. In recent years, startups have experienced significant growth. However, of the many startups in the world, most have failed. Factors related to the user is a factor that is very influential in startup failure. Therefore, a solution is needed to overcome problems related to these users. One solution is to do user experience research. In this study, the data used came from application reviews on the Google Playstore. To be able to process this data, the system implements the TF-IDF algorithm and K-Means Clustering. This research is expected to produce a system that functions to carry out user experience research automatically. So that it can be a solution to startup problems related to users and in the end can reduce the percentage of failed startups. From the Oy! app review data In Indonesia, there were 2,865 reviews that were implemented into the system using the K-Means Clustering algorithm, four topics that users often complain about, including the topic of credit exchange of 1,554 reviews, the redeem point feature of 172 reviews, the pulse redeem feature of 183 reviews, and the bank transfer feature of 541 reviews

    Implementing the Adaptive Response Rate Single Exponential Smoothing Method to Estimate New Students at BiMBA AIUEO Jambon

    No full text
    Purpose: Implementing the Adaptive Response Rate Single Exponential Smoothing (ARRSES) method using the initialized parameters (alphaand beta) on small-scale data values. Design/methodology/approach: Using Adaptive Response Rate Single Exponential Smoothing to estimate new trial students over a month. Findings/result: the method works on small-scale data values; however, the MAPE value shows a significant level of accuracy with a slight differentiation on parameter and data values. The highest MAPE value is 6.8% which is considered high accuracy in April 2019, with only 1 deviation between real and estimated data using parameter 0,1. Whereas the lowest MAPE value is 177% appraised as weak accuracy with 9 deviations, and using 0.2 as the parameter value. Originality/value/state of the art: The variance in this research is based on the data type and object. This research data is absolute (people as an object), then analyzed using past data from previous periods to estimate the probability of an entrant student in the month hereafter

    ANALISIS STRATEGI CINA MELALUI TEKNIK PENYAJIAN MEDIA SEBAGAI ALAT PROPAGANDA DALAM ISU REUNIFIKASI TAIWAN

    Full text link
    The Taiwan reunification dispute, based on the One-China Policy, continues to be a strong ambition for China. Chinese President Xi Jinping has asserted that nothing can prevent China from achieving reunification, and this has become a strong reason for China to launch various strategies that not only take the form of intervention but also through propaganda manipulation in the media. Media has become a powerfull instrument of interests in China, serving as an influence machine for the Party and an agent of relational propaganda production between information authoritarianism and control over the growth of influence connected to the strategic agenda. Through the media, propaganda is packaged as a tool that has been designed to influence the spread of belief in Taiwan-China reunification. And choose reunification as a future ideal that must be realized from the perspective of mainland China\u27s side. This study attempts to analyze the media agenda through the method of presenting propaganda on the issue of Taiwan reunification. The author observes that China has implemented a collaborative strategy between the use of issue framing, nicknames selection, and specific delivery models, all of which point to several propaganda techniques used as a tool to manipulate Taiwan reunification. However, for specific influence and outcomes, the research dimension still needs to be developedSengketa reunifikasi atas Taiwan melalui dasar landasan One China Principle terus menjadi ambisi kuat bagi Cina. Presiden Cina, Xi Jinping, menegaskan  bahwa tidak akan ada yang mampu menghalangi China dalam melakukan reunifikasi dan hal tersebut menjadi sebuah alasan kuat bagi Cina dalam melancarkan berbagai  strategi yang tidak hanya berbentuk bentuk intervensi tetapi juga melalui manipulasi propaganda dalam media.  Media menjadi sebuah alat kepentingan raksasa di Cina yang menjadi mesin pengaruh bagi partai serta agen produksi propaganda relasional antara Otoritarianisme informasi serta kontrol pertumbuhan pengaruh yang terhubung pada agenda strategis. Melalui media, propaganda dikemas sebagai alat yang telah dirancang dengan pengaruh penyebaran keyakinan terhadap reunifikasi Taiwan-Cina dan menertapkan reunifikasi sebagai cita-cita masa depan yang harus terwujud dalam sudut keberpihakan daratan Cina.  penelitian ini mencoba melakukan penguraian terhadap agenda media melalui metode penyajian porpaganda dalam isu reunifikasi Taiwan. Penulis dapat melihat bahwa China telah melakukan kolaborasi strategis antara penggunaan desain isu, pemilihan julukan, hingga model penyampaian tertentu yang mengarah pada beberapa teknik propaganda yang digunakan sebagai alat manipulasi reunifikasi Taiwan. namun untuk pengaruh dan hasil secara khusus, dimensi penelitian masih perlu untuk dikembangka

    STRATEGI MILITER MODERN AZERBAIJAN DALAM PERANG NAGORNO-KARABAKH KEDUA TAHUN 2020

    No full text
    The Second Nagorno-Karabakh War of 2020 marked a significant change in the character of modern warfare, characterized by the dominance of information, the use of advanced technology, and the integration of cross-domain operations. This study aims to analyze how Azerbaijan applied modern military strategies in the conflict, emphasizing the interaction between technological innovation, doctrinal modernization, and operational effectiveness. Using a qualitative approach based on secondary data, this study examines the implementation of C4ISR systems, the use of UAVs and loitering munitions, and the execution of joint operations that formed the foundation of Azerbaijan\u27s military success. The analysis is conducted through the Revolution in Military Affairs (RMA) framework as developed by Andrew W. Marshall and Andrew F. Krepinevich, which emphasizes the importance of integrating technology, doctrine, and organization in creating strategic superiority. Keywords : Armenia, Azerbaijan, Nagorno-Karabakh, Military StrategyPerang Nagorno-Karabakh Kedua tahun 2020 menandai perubahan signifikan dalam karakter peperangan modern, ditandai oleh dominasi informasi, penggunaan teknologi canggih, dan integrasi operasi lintas domain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Azerbaijan menerapkan strategi militer modern dalam konflik tersebut, dengan menekankan interaksi antara inovasi teknologi, modernisasi doktrin, dan efektivitas operasional. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis data sekunder, penelitian ini mengkaji implementasi sistem C4ISR, pemanfaatan UAV dan loitering munitions, serta pelaksanaan operasi gabungan yang menjadi fondasi keberhasilan militer Azerbaijan. Analisis dilakukan melalui kerangka Revolution in Military Affairs (RMA) sebagaimana dikembangkan oleh Andrew W. Marshall dan Andrew F. Krepinevich, yang menekankan pentingnya integrasi teknologi, doktrin, dan organisasi dalam menciptakan keunggulan strategis. Kata Kunci : Armenia, Azerbaijan, Nagorno-Karabakh, Strategi Milite

    PATH DEPENDENCE DAN “JALAN BUNTU” REFORMASI KAFALA DI QATAR

    Full text link
    Reformasi sistem kafala yang dilakukan oleh pemerintah Qatar pada tahun 2020 dinilai belum berhasil menghapus praktik eksploitasi terhadap pekerja migran. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab masih dipertahankannya praktik kontrol penuh majikan dengan memanfaatkan kerangka berpikir path dependence dan metode penelusuran proses. Hasil menunjukkan bahwa kegagalan reformasi kafala pada tahun 2020 merupakan konsekuensi dari ketergantungan terhadap jalur kebijakan lama (initial policy formation), yang dipengaruhi oleh tiga faktor utama: (1) keputusan awal Qatar pada tahun 1950-an untuk mengadopsi sistem kafala sebagai warisan kolonial Inggris menjadi critical juncture atau momen kritis yang membentuk struktur tata kelola ketenagaakerjaan berbasis kontrol penuh sponsor dan menyisakan jalur institusional jangka panjang; (2) increasing returns yang menjadi basis efisiensi ekonomi negara dan elit bisnis; (3) bias status quo institusi politik sebagai strategi elit menciptakan sistem kafala sehingga cukup sulit diubah. Konsekuensinya, ketiga aspek tersebut menciptakan jalur kunci (lock-in-effect) yang membuat reformasi hanya parsial tanpa menghapus akar pengabaian hak-hak pekerja migran. Studi ini berkontribusi dalam membingkai pemahaman isu pekerja migran dan praktik kelembagaan dalam hubungan internasional dari sudut pandang path dependence di Qatar.The Kafala reform undertaken by Qatar’s government in 2020 is widely regarded as having failed to eliminate exploitation against migrant labor. This study aimed at analyzing the reasons behind the continued preservation of employee sponsorship over workers through the concept of path dependence and process tracing methods. The findings reveal that the failure of Kafala reform is a consequence of dependence on the initial policy formation, shaped by three main factors: (1) Qatar’s early decision in the 1960s to adopt the Kafala system as a legacy of British colonial rule became a critical juncture that structured a labor governance model based on full control and created a long-term institutional pathway; (2) increasing returns mechanisms reinforced the Kafala system through economic benefits to the state and business elites; (3) the political institution’s status quo bias functioned as an elite strategy that made the system difficult to change. Consequently, these three dimensions produced a lock-in-effect that rendered the reform partial and superficial, without addressing the root avoidance of migrant worker rights. This study contributes to framing the understanding issue of migrant workers and institutional practice in international relations from the perspective of path dependence in Qatar.Keywords: Exploitation; Migrant Labor; Kafala; Path dependence; Qata

    Experiential Marketing in the Street Coffee Phenomenon of Yogyakarta

    No full text
    The current development of the coffee industry shows remarkable growth. Coffee businesses have experienced an increase driven by the rising trend of coffee drinking (“ngopi”) among young people. The emergence of the Street Coffee phenomenon is one of the cultural expressions of this trend, spreading across various social groups. In Yogyakarta, the Street Coffee phenomenon has grown due to a shift from the conventional practice of drinking coffee in indoor coffee shops to enjoying it in roadside settings. One notable Street Coffee establishment in Yogyakarta is Kedai 31 Bloc. This study aims to explore the experiential marketing strategies implemented by Kedai 31 Bloc. Using a qualitative descriptive method, data were collected through in-depth interviews with the café’s employees. The study employs the experiential marketing component model to analyze the strategies utilized by the café in its efforts to increase customer engagement and attract more consumers.   Keyword: Coffee Businesses, Experiential Marketing, Street Coffee Phenomenon.Perkembangan dunia kopi saat ini menunjukkan geliat pertumbuhan yang luar biasa. Bisnis Kopi yang ada mengalami kenaikan dikarenakan adanya trend Ngopi yang berkembang di kalangan anak muda. Adanya Fenomena Street Coffee juga salah satu dari budaya Ngopi ini berkembang di berbagai kalangan. Fenomena Street Coffee di Yogyakarta berkembang karena adanya pergeseran minum Kopi secara konvensional di Coffee Shop beralih ke area pinggir jalan. Salah satu dari Kedai Street Coffee di Yogyakarta adalah Kedai 31 Bloc. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi Experiential Marketing yang digunakan oleh Kedai 31 Bloc. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Karyawan Kedai. Penelitian ini menggunakan Model komponen Experiential marketing untuk menganalisis strategi yang dipakai oleh kedai dalam usaha peningkatan konsumen.   Kata kunci: Bisnis Kopi, Experiential Marketing, Fenomena Street Kopi

    A Correlation-Regression Statistics: Predicting Uniaxial Compressive Strength from Point Load Index for Hydrothermal Clay Materials

    No full text
    This study addressed the difficulty of determining uniaxial compressive strength in hydrothermally altered breccia, where preparing intact core samples was not feasible. A field-based approach using point load index measurements was adopted to provide an alternative means of estimating rock strength. Twenty-one representative breccia samples from Pit C were tested through standardized point load procedures and laboratory uniaxial compression tests. Linear regression analysis was performed to examine the relationship between the two strength parameters. The results showed a strong and statistically significant linear trend, indicating that point load index values could reliably predict uniaxial compressive strength for the altered breccia. The analysis further demonstrated that most strength variability was explained by the regression model. These findings supported the use of point load testing as an efficient and practical method for strength estimation in geological conditions where conventional testing was limited.&nbsp

    4,831

    full texts

    5,715

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Portal Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇