43 research outputs found
PERANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN DALAM PELAKSANAAN PENGENDALIAN INTERNAL PADA PT. PELABUHAN TANJUNG PRIOK JAKARTA UTARA
FATHUL MUFID. 8323145335. The Role of Payroll Accounting Information
System In The Implementation Of Internal Control At PT Pelabuhan Tanjung
Priok North Jakarta Study Program DIII Accounting Faculty of Economics, State
University of Jakarta.
Scientific work is backgrounded by the case of the implementation of the
role of payroll accounting information system in the implementation of internal
control in Indonesia in order to support the smooth payroll for the smooth
operation of the company's process
This Scientific Work is written based on interviews and supporting
documents. The method used is descriptive research method on case study at
company PT Pelabuhan Tanjung Priok
The results of the research concluded that PT Pelabuhan Tanjung Priok
indicates there is a weakness or deficiency in the implementation of payroll
accounting system that has been executed, where the weakness or lack in the
organizational structure has not separated the functional responsibilities expressly,
which in the payroll system is the company's financial records and payroll record
less than the maximum and some late employees present in time at the office.
Keywords: payroll system, internal contro
PENYERAPAN DAN MOTIVASI UMAT ISLAM MENGEMBANGKAN FILSAFAT
Abstract: A touch of Hellenistic culture on Muslims was apparent in the first Umayyah caliph era, Mu'a>wiyah ibn Abi Sufya>n (41-60 H), who was kind to officially appoint high officers and his personal physician of the Roman scientists. At that very moment, the translation of books from Greco-Roman to Arabic had not been done, but the absorption of Greco-Roman culture was done by regular interaction or everyday conversation (social interaction). The aim of the paper is to track when the absorption of the Muslims started concerning on the Greco-Roman philosophy, because there is information that they, in first century of Hijriyah, had started copying Greek books into Arabic. According to historical data, at the time of the Umayah, the Caliph Kha>lid ibn Yazi>d had ordered a Greek scientist who lived in Alexandria to translate the Organon of Aristotle from Greek into Arabic. This paper is a literary study that particularly discusses the absorption process and the motivation of Muslims in developing a philosophy imported from the Greco-Roman, and some part of the world in general.
Abstrak: Sentuhan budaya hellenistik pada umat Islam sebenarnya sudah nampak signalnya pada perilaku khalifah pertama Bani Umayyah, Mu’āwiyah ibn Abī Sufyān (41-60 H), yang dengan penuh toleran mengangkat pejabat tinggi dan dokter pribadinya dari ilmuan Romawi. Pada waktu itu memang kegiatan penerjemahan buku-buku Yunani-Romawi ke dalam bahasa Arab belum dilakukan, tetapi penyerapan budaya Yunani-Romawi dilakukan dengan jalan pergaulan biasa atau percakapan sehari-hari (interaksi sosial). Tujuan dari tulisan ini adalah untuk melacak sejak kapan penyerapan kaum Muslimin terhadap filsafat Yunani-Romawi, sebab ada informasi bahwa mereka sejak abad pertama Hijriyah telah memulai menyalin buku-buku Yunani ke dalam bahasa Arab. Menurut data sejarah, pada zaman Bani Umayyah, yaitu Khalifah Khālid ibn Yazī d telah memerintahkan seorang ilmuan Yunani yang berdomisili di Iskandariyah untuk menerjemahkan buku Organon karya Aristoteles dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Tulisan ini merupakan kajian literer yang membahas tentang proses penyerapan dan motivasi umat Islam mengembangkan filsafat yang diimport dari Yunani-Romawi khususnya, dan belahan dunia lain pada umumnya
EPISTEMOLOGI ILMU HUDHURI MULLA SHADRA
Discussion on knowledge of hudhuri (knowledge by present) is an interesting topic in studying the history of philosophical thoughts or mysticism in Islam. Epistemologically, the knowledge of hudhuri is a farm of knowledge directly obtained by human from God, without involving the works of human's reasons conceptionally and human 's senses visually, but through involving the sanctity of human's soul (qalb). The criteria of the truth of this kind of knowledge is free from dualism between the truth and the mistakes. The concept of knowledge of hudhuri in the discourse of Islamic sciences has been explisitly formulated by Suhrawardi al-Maqtul, and then discussed by Mulla Shadrd. Before discussed by both Muslim thinkers, this concept has been also discussed by
oleh al-Farabi, Ibn Sina, al-Ghazali, Ibn Rusyd, and Ibn 'Arabi by using different terms. Mulla Shadrd as a figure who Jives longest of the others, when he formulated the concept of knowledge of hudhuri, was possibly influenced by the previous concepts. Hence, it is so interesting to study it comprehensively and systematically.
Key Words: Mulla Shadrd, Knowledge of hudhuri: epistemology, knowledge, and qalb.
 
Peningkatan hasil belajar kimia materi pokok ikatan kimia melalui pembelajaran kontekstual dengan metode kerja kelompok (penelitian tindakan kelas pada siswa kelas X tahun ajaran 2009/2010 di Madrasah Aliyah Fathul Ulum Gabus Grobogan)
Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu: apakah pembelajaran kontekstual dengan metode kerja kelompok dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa klas X MA Fathul Ulum Gabus Grobogan?
Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas X setelah diterapkan pembelajaran kontekstual dengan metode kerja kelompok materi pokok ikatan kimia semester gasal MA Fathul Ulum Tahun Ajaran 2009/2010.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas X MA Fathul Ulum Gabus Grobogan pada semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang. Prosedur penelitian terdiri dari 4 tahap di setiap siklusnya, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Proses pembelajaran kimia dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kontekstual dengan metode kerja kelompok. Indikator hasil belajar pada penelitian ini berupa tercapainya ketuntasan belajar secara individual maupun klasikal.
Dalam penelitian ini, cara ataupun metode pengumpulan datanya berupa, metode observasi, dokumentasi, serta metode tes. Sedangkan metode analisanya menggunakan pendekatan kontekstual dengan metode kerja kelompok penelitian ini peneliti menggunakan satu kelas sebagai subjek penelitian untuk menerapkan pembelajaran kontekstual dengan metode kerja kelompok yang jumlahnya 40 siswa.
Setelah dilaksanakan tindakan pembelajaran kontekstual dengan metode kerja kelompok, suasana pembelajaran di kelas menjadi aktif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap yaitu tahap siklus I dan siklus II. Suatu kelas dikatakan tuntas belajar bila kelas tersebut telah terdapat 30 siswa dari jumlah siswa yaitu 40 yang memperoleh nilai 65 atau memenuhi nilai KKM yaitu 65, dan rata–rata hasil belajar ≥ 70, Pembelajaran siswa dikatakan berhasil jika keaktifan siswa memperoleh prosentase ≥ 71 %, Kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran kontekstual dengan menggunakan metode kerja kelompok dikatakan berhasil jika kemampuan guru memperoleh prosentase ≥ 71 %. Pada siklus I nilai tertinggi 96 dan terendah 46 Rata-rata kelas pada siklus I 67 dan, pada siklus I keaktifan siswa sebesar 65%. Kinerja guru pada siklus I memperoleh nilai 62%. Dilihat dari indikator keberhasilan, siklus I kurang berhasil dan perlu perbaikan pada siklus II. Pada siklus nilai tertingi 96 dan terendah 56, rata-rata kelas pada siklus II 73. Sedangkan keaktifan siswa sebesar 86 % dan kinerja guru sebesar 84 %. Maka pada siklus II sudah berhasil. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti membuktikan bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran melalui pendekatan kontekstual dengan metode kerja kelompok, ini dapat dilihat dari keaktifan siswa, kinerja guru, rata-rata nilai siswa dan ketuntasan hasil belajar siswa.
Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi upaya peningkatan mutu pembelajaran yang dilaksanakan guru maupun lembaga yang bersangkutan
Metode Memperoleh Ilmu Huduri Menurut Mulla Sadra
Epistemological discourse of ilmu h}ud}u>ri> (knowledge by presence), according to the history of Islamic thought, has emerged in the Islamic world before Mulla> S}adra>, particularly among Muslim Peripatetic in one side, with Illumination philosophers, ”˜irfa>ni>’thought, and sufi philosophers in other side. These paradigm differences, according to the history, create differences in epistemological concept of ilmu h}ud}u>ri> which ends on truth claim, and affect on continued polemics. Mulla> S}adra> in his intellectual career has encountered this kind of epistemological polemics. This research aims to describe Mulla> S}adra>’s frame of epistemological thought of ilmu h}ud}u>ri> in the midst of the epistemological polemics. The findings are, that Mulla> S}adra>’s typology of philosophical thought on ilmu h}ud}u>ri> is h}ikmah, that is an association between rational and mystical vision, which then is in harmonic with syariah
ISLAMIC SCIENCES INTEGRATION
This article tries to show that there is “a sciences dichotomy” interpreted by Muslim today. Many Muslims consider that sciences (secular knowledge) and Islamic studies are different not only in formal object-material and research method but also the role. They stand on their own area. This study focuses on how and what to integrate those two knowledges. The method of this research is library research by analyzing some literatures such as books and journal articles. The results of this study shows that first, the dichotomy between Islamic knowledge and secular sciences causes Muslim scholar try to islamize or integrate the two both since it affects positively to life. The second is the unity of between those two kinds of sciences tends to integrated interconnection and refers to ontologies perspectives, epistemology, and axiology. Third, Integrated-interconnection between those two has three domains: Integrative-Interdependence, Integrative-Complement, and Integrative-Qualificative
Korelasi pemilihan jurusan terhadap kesenjangan komunikasi antar pribadi siswa Madrasah Aliyah Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan
Komunikasi merupakan alat manusia untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Komunikasi bagian dalam kehidupan sehari-hari, tanpa komunikasi manusia tidak bisa hidup bersama. Tujuan komunikasi adalah untuk menjalin sebuah hubungan, baik dan tidaknya tergantung orang yang menggunakan. Fokus penelitian ini terletak pada rumusan masalah yaitu, 1) apakah ada korelasi pemilihan jurusan terhadap kesenjangan komunikasi antarpribadi siswa madrasah aliyah tarbiyatut tholabah kranji paciran lamongan. 2) jika ada, seberapa besar Korelasi Pemilihan Jurusan Terhadap Kesenjangan Komunikasi Antarpribadi Siswa Madrasah Aliyah Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan. Kemudian setelah dilakukannya observasi pengujian data nilai pernyataan dari subyek, terdapat korelasi pemilihan jurusan terhadap kesenjangan komunikasi antarpribadi siswa, hasilnya rendah, tapi tidak sangat rendah. Ini bisa diketahui karena peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif, melalui penyebaran angket dengan subyek 150. Kemudian data subyek dilakukan pengujian hipotesis. Nilai yang didapat dari korelasi (N) 150 subyek adalah 15.4400 standart deviasi 5.5000 Setelah itu dilakukan penghitungan dengan rumus yang sudah di siapkan, hasil perhitungannya sebesar 3,759 dengan ketentuan taraf 0,05 pada ketentuan t tabel 1,960. Maka korelasi tersebut dapat dilihat dari F hitung setelah dibandingkan dengan F tabel, 3,759 1,960 dengan nilai yang diperoleh 0,284 dikatagorikan punya tingkat hubungan yang rendah. Koefisien korelasi tersebut dapat berlaku untuk seluruh populasi. Dengan demikian hipotesis dapat diterima yaitu ada Korelasi Pemilihan Jurusan Terhadap Kesenjangan Komunikasi Antarpribadi Siswa Madrasah Aliyah Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan. Dari penelitian tersebut dapat memperoleh beberapa rekomendasi antara lain bagi seluruh siswa disarankan untuk melihat faktor-faktor mana yang mempunyai korelasi dalam hambatan sebuah hubungan. Dan buat peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelusuran data yang mendalam untuk memperoleh data yang lebih lengkap dan akurat
PERKEMBANGAN PARADIGMA EPISTEMOLOGI DALAM FILSAFAT ISLAM
Abstract: Based on historical reports, Islamic epistemology paradigm has evolved from time to time bringing different schools each other. This paper aims at revealing such differences. Methods employed are philosophical Literary Review where compiled data are analyzed inductively to formulate theoretical constructions. Research findings reveal that peripatetic philosophers highlight their mind as a dominant tool to gain knowledge using demonstrative method (burhānī).Whilst illuminative philosophers, ‘irfāniyyīn, and Sufis believe that knowledge can only be derived from mystical intuition after purification of the heart (qalb) trough practices (riyā╨ah). Different schools such as ones held by Mulla Sadra and Abed al-Jabiri are based on those distinctive principles.Abstrak: Paradigma epistemologi pemikiran Islam menurut laporan sejarah mengalami perkembangan dari zaman ke zaman, yang berbeda prinsip antara aliran yang satu dengan yang lain. Tulisan ini bertujuan untuk menguak letak perbedaan antara aliran-aliran tersebut. Metode kepustakaan filsafat dilakukan dengan analisa data induktif untuk merumuskan konstruksi teoritik. Temuan penelitian ini adalah, bahwa para filosof Muslim Paripatetik mengedepankan akal atau rasio sebagai alat yang paling dominan untuk memperoleh pengetahuan yang benar dengan menggunakan metode demonstratif (burhānī). Sementara filosof iluminasi, kaum ‘irfānī, dan kaum sufi berprinsip bahwa pengetahuan hakiki hanya dapat diperoleh melalui intuisi-mistik, setelah melalui proses penyucian hati (qalb) dengan berbagai bentuk latihan (riyā╨ah). Sementara epistemologi Mulla Sadra menggunakan tipe “hikmah”, yaitu pemaduan antara visi rasional dengan visi mistik, yang kemudian diselaraskan dengan syari’at. Epistemolog kontemporer, Abed al-Jabiri memilih epistemologi burhānī yang meyakini bahwa sumber pengetahuan adalah rasio, bukan teks atau intuisi. </p
