1,721,421 research outputs found
Islam mazhab Fadlullah
Buku ini membedah tentang sosok Fadlullah sebagai pemikir, ulama, dan penyeru dialog keagamaan. Seorang tokoh yang digelari media sebagai pemimpin spritual kelompok-kelompok perlawanan karena gagasan dan pemikirannya yang menginspirasi, dan memberi pengaruh bagi kalangan masyarakat yang tertindas
RELASI ANTARUMAT BERAGAMA DALAM TAFSIR HARAKI: STUDI ATAS KITAB MIN WAHY AL-QUR’AN KARYA SAYYID HUSAIN FADLULLAH (1935-2010)
Relasi antarumat beragama dapat dikaji dari berbagai perspektif, termasuk dari perspektif tafsir haraki melalui studi terhadap kitab Min Wahy Al-Qur’an karya Sayyid Husain Fadlullah (1935-2010), seorang mufassir terkemuka dari maz|hab Syiah. Sebagai tokoh kharismatik Lebanon yang dikenal sebagai mentor spiritual gerakan Hizbullah, meskipun ia secara resmi menyangkal keterlibatan langsung dalam struktur organisasi tersebut. Ia berperan penting dalam pembentukan ideologi al-muqawamah al-islamiyyah sebagai landasan perjuangan melawan pendudukan Israel. Dengan pendekatan yang berorientasi pada internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan perubahan sosial, membangun kesadaran umat, dan menjawab tantangan kehidupan kontemporer. Bagaimana penafsiran Fadlullah terhadap relasi antarumat beragama dan relevansi penafsirannya dengan konteks sosial-politik Fadlullah?
Penelitian ini difokuskan pada penafsiran Fadlullah terhadap relasi antarumat beragama yang terdapat pada al-Fath: 29, al-Mumtahanah: 8-9, al-Taubah: 73, al-Taubah 123, serta al-Tahrim: 9. Dengan nuansa pergerakan dalam setiap langkah, Fadlullah mejelaskan bahwa relasi antarumat beragama yang diusungnya menekankan pada paradigma keadilan dengan membedakan antara arena konflik dan damai. Dalam arena damai seperti Lebanon, Fadlullah menekankan sikap humanis yang dapat membuka ruang dialog dan hubungan positif. Sedangkan pada arena konflik seperti pada wilayah Palestina yang diduduki Israel, diperlukan sikap keras dan tegas sebagai bentuk perlawanan terhadap tindakan zalim. Lebih lanjut, Fadlullah menyatakan bahwa dialog antar agama harus dimulai dengan menyelesaikan persoalan-persoalan yang nyata seperti konflik Palestina.
Meski Fadlullah tidak menyebutkan secara langsung konteks lokasi dalam penafsirannya agar pesan Al-Qur’an dapat
xviii
diterima secara luas, konteks sosial-politik sedikit banyak mempengaruhi penafsirannya terhadap relasi antarumat beragama. Penafsirannya yang hadir di tengah suasana pertempuran, baik pertempuran pemikiran, ekonomi, budaya, ataupun kekuasaan, menghadirkan tafsir yang bernuansa pergerakan. Nuansa pergerakan selalu dihadirkan Fadlullah bahkan sebagai bentuk kewaspadaan, Fadlullah memperingatkan untuk tidak memberikan kasih sayang yang tulus kepada seseorang yang memiliki kemungkinan bisa menyusup dalam Islam, kemudian menghancurkan dasar-dasar keamanan dan stabilitas gerakan Islam
Life as a doll / Afifah Fadlullah
Anthology of 203 poems which were contributed by 156 lecturers and academicians from UiTM and other higher learning institutions. This is in fact the largest collection of poems compiled in one anthology
RELASI GENDER DALAM AL-QURAN MENURUT PENAFSIRAN HUSAIN FADLULLAH (Telaah atas Kitab Tafsir Min Wahyi al-Quran)
Periode modern-kontemporer merupakan periode yang
mengalami perkembangan signifikan terkait studi al-Quran,
khususnya akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21. Wacana
wanita pada periode ini mulai mendapatkan perhatian serius dari
para pengkaji al-Quran. Ramainya isu wanita terkait dengan al-
Quran tidak terlepas dari paradigma tafsir kontekstual yang
bernuansa hermeneutis. Suatu paradigma yang lebih menekankan
pada spirit al-Quran dari pada makna literalnya. Asumsi
dasarnya adalah teks al-Quran itu statis, sedangkan konteks
manusia dari zaman ke zaman sangatlah dinamis. Demikian
halnya dengan konteks wanita, dari masa ke masa juga
mengalami perkembangan. Oleh karenanya, para pengkaji al-
Quran di periode ini mulai menafsirkan ulang ayat-ayat tentang
relasi gender dengan menciptakan kaidah-kaidah dan metodologi
yang baru. Tujuannya adalah supaya ayat al-Quran ditafsirkan
tanpa mencederai sisi kemanusiaan wanita dan menjauhkannya
dari posisi inferior dari pada laki-laki. Tafsir Min Wah}yi al-
Quran karya Husain Fadlullah adalah produk tafsir yang terlahir
di dalam periode ini. Dalam hal ini Fadlullah menegaskan di
dalam tafsirnya, bahwa al-Quran secara makna literal sama
sekali tidak memandang wanita sebagai makhluk yang inferior.
Menurutnya, al-Quran memandang wanita sebagai makhluk yang
memiliki kemerdekaan dalam bernalar, bertindak, dan beriman.
Perbedaan Fadlullah dengan para kontekstualis pada umumnya
adalah sikapnya terhadap makna literal. Oleh karenanya,
penelitian ini dilakukan untuk mengungkap penafsirannya
terhadap ayat-ayat tentang relasi gender.
Pertanyaan riset yang dimunculkan di sini adalah
bagaimana penafsiran Fadlullah tentang ayat-ayat relasi gender
di dalam tafsir Min Wah}yi al-Qura>n? Dan bagaimana konteks
Fadlullah mempengaruhi penafsirannya? Penelitian ini
merupakan kajian kepustakaan dengan pendekatan hermeneutis.
Sumber primer yang digunakan adalah Tafsi>r Min Wah}yi al-
Quran, sedangkan sumber sekundernya adalah Dunya al-Mar’ah
serta tulisan ilmiah lain yang memiliki relevansi.
Hasil penelitian memberikan beberapa kesimpulan.
Pertama; penafsiran Fadlullah tentang wanita diupayakan untuk
membuatnya jauh dari posisi inferior, dengan cara
mengkontekstualkan ayat tanpa tercerabut dari makna literalnya.
Ini merupakan buah dari konsep h}ujjiyyah az}-z}awa>hir (otoritas
makna literal) yang metode penafsirannya ia istilahkan dengan
al-uslu>b al-isti>ha>’i> (metode meraih inspirasi). Kedua; konsep
h}ujjiyyah az}-z}awa>hir yang dipegang oleh Fadlullah adalah
pengaruh gurunya yaitu Abu al-Qasim al-Khu’i. Konteks
keilmuan inilah yang paling dominan mempengaruhi tafsirnya.
Terdapat juga konteks sosial dan budaya yang mempengaruhi
Fadlullah di dalam tafsirnya, namun tidak begitu besar.
Pengaruhnya hanya sebatas pada beberapa titik konten tafsir di
isu-isu tertentu, yaitu isu kebebasan wanita dan poligami.
Konteks keagamaan tidak sedikitpun mempengaruhi Fadlullah,
justru ia berusaha memberikan pengaruh untuk merubah tradisi
kegamaan yang ada
AN ERROR ANALYSIS ON STUDENS’ OF INFLECTIONAL MORPHEMES AT DEPARTMENT OF ENGLISH EDUCATION OF UIN SUSKA RIAU
ABSRAK
Alham Fadlullah, (2023): Analisis Kesalahan Penggunaan Inflectional Morpheme Siswa di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UIN SUSKA RIAU
Mempunyai tata bahasa yang baik adalah salah satu kompenen yang penting dalam penguasaan bahasa Inggris. Namun, kesalahan tata bahasa masih menjadi masalah penting disekitar kita, terutama untuk pelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing. Untuk itu, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan tata bahasa dalam penggunaan inflectional morpheme. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kuantitatif deskriptif. Dalam pengambilan peserta, penelitian ini menggunakan purposive sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh dari uji menulis yang diuji oleh mahasiswa semester empat Bahasa Inggris UIN SUSKA RIAU. Data dianalisis dan didentifikasikan berdasarkan teori kesalahan Dulay (1982) tentang surface strategy taxonomy. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis kesalahan tata bahasa yang paling sering muncul adalah misformation
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Implikasi Pengajian Ihya Ulumuddin Terhadap Perubahan Prilaku Santri
FADLULLAH: Implikasi Pengajian Ihya Ulumuddin terhadap Perubahan Prilaku Santri
Manusia yang hidup di zaman modern dan millenial seperti saat ini benar-benar dihadapkan dengan berbagai macam ujian dan godaan dunia yang berat. Degradasi moral, kenakalan remaja, globalisasi, westernisasi, hedonisme, konsumerisme, dan materialisme adalah deretan penyakit dunia yang menggerogoti nilai-nilai religiusitas manusia, sehingga manusia hanya mementingkan aspek lahiriyah saja, sedangkan aspek batiniyah terkikis hilang.
Penelitia ini bertujuan untuk menganlisis implikasi pengajian kitab Ihya Ulumuddin terhadap perubahan periaku santri. Metodologi yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi dan hermeneutika serta menggunakan pendekatan analisis data.
Menurut Imam Al-Ghazali, ada dua cara dalam mendidik akhlak, yaitu, pertama, membiasakan latihan dengan amal shaleh. Kedua, pembiasaan itu dikerjakan dengan di ulang-ulang. Imam Al-Ghazali dalam upaya mendidik anak memiliki pandangan khusus. Ia lebih memfokuskan pada upaya untuk mendekatkan anak kepada Allah SWT.
Menurut yang terdapat dalam kitab Ihya Ulumuddin Imam Al-Ghazali di halaman 154 berpendapat bahwasanya seorang murid sepatutnya merendahkan diri kepada guru dan memuliakan guru dengan menta’ati nya, ini dilakukan untuk keberkahkan dalam menuntut ilmu.
Dampak yang dirasakan oleh santri setelah mengikuti Pembelajaran Kitab Ihya’ Ulumuddin di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy yaitu yang semula belum mengetahui akhlak setelah mengikuti pengajian Ihya’ Ulumuddin menjadi tau dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, banyak yang merasakan perubahan positif yang semula kurang menghargai waktu menjadi lebih disiplin, yang semula kurang menghormati ilmu sekarang dapat menghormati ilmu, yang semula cuek dengan teman sekarang lebih peduli dan yang dulu tidak memiliki sikap ta’dzim dengan guru atau kyainya sekarang lebih menghormati.
KATA KUNCI : Ihya Ulumuddin, Al- Ghazali, Santr
ANALISIS PERFORMANSI PROSES GASIFIKASI REFUSE DERIVED FUEL (RDF) LIMBAH PADAT AREN DENGAN VARIASI JENIS BAHAN PENGIKAT
ABSTRAK Vani Fadlullah, K2514066, ANALISIS PERFORMANSI PROSES GASIFIKASI REFUSE DERIVED FUEL (RDF) LIMBAH PADAT AREN DENGAN VARIASI JENIS BAHAN PENGIKAT. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Desember 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jenis perekat dalam komposisi RDF berbahan limbah padat aren terhadap performansi pada proses gasifikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Variasi jenis perekat yang digunakan yaitu tepung kanji, tepung beras, dan kulit manggis. Adapun perbandingan komposisi limbah padat aren dan perekat yaitu 7:3 gram. Limbah padat aren sebelumnya disaring menggunakan mesh 10. Pembuatan dan pengujian RDFdilakukan di Laboratorium Bengkel Pendidikan Teknik Mesin FKIP UNS. Hasil penelitian menunjukkan distribusi suhu pada proses gasifikasi biomasa RDF dengan jenis perekat kulit manggis menghasilkan distribusi suhu pada ruang oksidasi dan panas nyala apinya sebesar 968oC dan 793oC, dengan lama waktu operasi 82 menit dan zat sisa pembakaran 614 gram. RDF dengan jenis perekat tepung beras menghasilkan distribusi suhu pada ruang oksidasi dan panas nyala apinya sebesar 963oC dan 791oC, dengan lama waktu operasi 81 menit dan zat sisa pembakaran 602 gram. RDF dengan jenis perekat tepung kanji menghasilkan distribusi suhu pada ruang oksidasi dan panas nyala apinya sebesar 959oC dan 782oC, dengan lama waktu operasi 84 menit dan zat sisa pembakaran 588 gram.Bedasarkan hasil penilitian, perbedaan jenis perekat RDF mempengaruhi peformansi pada proses gasifikasi. Kata kunci: Gasifikasi, Limbah padat aren, Perekat, RD
PENGARUH SELF EFFICACY DAN NORMA SUBJEKTIF TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA MASYARAKAT di JABODETABEK
NAZAR MUHAMMAD FADLULLAH. Pengaruh Self Efficacy dan Norma
Subektif Terhadap Minat Berwirausaha pada Masyarakat Jabodetabek
Program Studi Pendidikan Bisnis, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri . Jakarta,
2021.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan tentang pengaruh Self
Efficacy dan Norma Subjektif terhadap minat berwirausaha Masyarakat
Jabodetabek. Penelitian ini dilakukan di sekitar masyarakat jabodetabek selama
lima bulan terhitung sejak bulan Februari 2021 sampai dengan Juni 2021.
Dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner survei online dengan
populasi yang digunakan adalah masyarakat jabodetabek. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling
dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden. Teknik analisis pada penelitian
ini menggunakan regresi linier sederhana. Hipotesis penelitian ini menunjukkan
bahwa: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara self efficacy terhadap
minat berwirausaha yang dibuktikan dengan nilai th����� 16,028 > t�����
1,652dengan probabilitas signifikan 0,000 < 0,05. (2) terdapat pengaruh yang
positif dan signifikan antara norma subjektif terhadap minat berwirausaha yang
dibuktikan dengan nilai th����� 13,023 > t����� 1,652 dengan probabilitas signifikan
0,000 < 0,05. Persamaan regresi sederhana yang diperoleh adalah Ŷ= 14,226 +
0,719X1 dan Ŷ= 4,097 + 1,288X2. Hasil koefisien determinasi dari pengaruh self
efficacy dan norma subjektif terhadap minat berwirausaha diperoleh secara
berturut-turut sebesar 56,5% dan 46,1%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh
faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Self Efficacy, Norma Subjektif, Minat Berwirausaha
- …
