745 research outputs found

    Analisis wacana program televisi Mama Dedeh

    No full text
    Isu tentang wanita dalam dunia sosial bisa masuk dalam kategori pembahasan gender, dan konsepsi gender memiliki keragaman yang secara isi dan pandangan berbeda-beda. Jika Televisi mampu menjalankan fungsi penyebaran nilai-nilai, maka ceramah yang di lakukan oleh Mama Dedeh juga tidak terlepas dengan adanya nilai yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengetahui nilai gender apa yang hendak disampaikan oleh Mama Dedeh dalam ceramahnya. Penulisan ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui medan wacana dalam tayangan program televisi Hati ke Hati bersama Mama Dedeh dengan tema Peran Wanita dalam Rumah Tangga,(2) Mengetahui pelibat wacana dalam tayangan program televisi Hati ke Hati bersama Mama Dedeh dengan tema Peran Wanita dalam Rumah Tangga, (3) Mengetahui mode wacana yang digunakan dalam tayangan program televisi Hati ke Hati bersama Mama Dedeh dengan tema Peran Wanita dalam Rumah Tangga. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakanlah analisis wacana Halliday dan pendekatan Teori Gender Nature, Nurture, dan Equilibrium. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya (1) medan wacana dalam tayangan ini adalah peran wanita dalam keluarga (2) pelibat wacana dalam tayangan ini adalah Mama Dedeh, Abdel, Audience, wanita, suami, dan anak (3) mode wacana yang di gunakan oleh mama dedeh menunjukkan bahwasanya Mama Dedeh menghendaki kedudukan wanita dalam keluarga yang seimbang, sehingga mama dedeh sangat menegaskan pada hal-hal apa saja yang harus dilakukan oleh wanita

    Tindak Tutur Ilokusi Mama Dedeh (pada Program dari Hati ke Hati Bersama Mamah Dedeh di Stasiun Televisi Anteve)

    No full text
    This study aims to analyze which illocutionary speech acts of Mama Dedeh are more prominent in the question-and-answer activity with the audience in the Dari Hati To Hati program with Mama Dedeh on Anteve television station in the Nikah Muda episode. This research has contained the dialogues in the session of questions and answers between the ustazah and the audience from the program Dari Hati To Hati Bersama Mama Dedeh. The results showed that Mama Dedeh only used three illocutionary speech acts out of Searle's five speech act classifications: representative, directive, and expressive. Of the three speech acts, the most dominant one used by Mama Dedeh is the representative speech act, which is 66.7%. Meanwhile, directive speech acts are only 22.2%, and expressive speech acts are only 11.1%. &nbsp

    Retorika Dakwah Mamah Dedeh dalam Acara “Mamah & Aa Beraksi†di Indosiar

    No full text
    This paper desribes the rhetoric of da\u27wah delivered by Mamah Dedeh through the medium of television. By knowing the rhetoric of Mamah Dedeh\u27s preaching on one of the topics of discussion, it is hoped to get an idea of the application of his da\u27wah rhetoric, especially on television media. In addition, the rhetoric of da\u27wah presented by Mamah Dedeh can be used as a comparison material for the development of da\u27wah for the beginner preachers. The method used in this research is a qualitative method of descriptive analysis based on rhetorical canon theory. The technique of data collection for through observation and documentation. Observation by observing the docs of the rhetoric of Mamah Dedeh preaching about one of the themes presented in Indosiar. The results of this research indicate that in general Mamah Dedeh has applied rhetorical canon in da\u27wah namely: discovery, arrangement, style, delivery, and memory. Nevertheless, Mamah Dedeh has prepared everything, and also been fluent speaking and accustomed, sometimes repeating speech when speaking, and it is only natural. Tulisan ini menjelaskan retorika dakwah yang disampaikan oleh Mamah Dedeh melalui medium televisi. Dengan mengetahui retorika dakwah Mamah Dedeh pada salah satu topik pembahasan, diharapkan akan memperoleh gambaran tentang penerapan retorika dakwah beliau khususnya pada medium televisi. Disamping itu, retorika dakwah yang disajikan oleh Mamah Dedeh dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan bagi pengembangan dakwah untuk para pendakwah pemula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan teori kanon retorika. Adapun teknik pengumpulan datanya melalui observasi dan dokumentasi. Observasi dengan cara mengamati dokumentasi retorika dakwah Mamah Dedeh dalam salah satu tema yang disampaikan di Indosiar. Hasil riset ini menunjukkan bahwa secara umum Mamah Dedeh telah menerapkan kanon retorika dalam berdakwah yaitu: penemuan, pengaturan, gaya, penyampaian, dan ingatan. Namun demikian, Mamah Dedeh sudah menyiapkan segala sesuatunya, dan juga sudah lancar berbicara dan terbiasa, ada kalanya mengulangi ucapan ketika berceramah, dan hal tersebut merupakan yang wajar saja.Â

    Analisis program temenan bareng Mamah Dedeh di Bens Radio 106,2 fm

    No full text
    Program Temenan Bareng Mamah Dedeh menempatkan Mamah Dedeh sebagai narasumber utama. Mamah Dedeh sudah bergabung dengan Bens radio sejak tahun 1996 sebelum Almarhum Benyamin. S. meninggal dunia. Pada awal mula program ini belum menggunakan nama mamah Dedeh namun seiring perkembangan waktu nama mamah Dedeh mulai dikenal masyarakat luas sebagi Ustadzah yang menyampaikan dakwah dengan cara ringan dan penuh canda tawa namun tidak mengurangi isi pesan dakwah yang disampaikan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif yaitu dengan melakukan penelitian kepustakaan; yaitu teknik pengumpulan data melalui sumber tertulis. Penelitian lapangan; yaitu teknik pengumpulan data dengan metode observasi (pengamatan langsung), wawancara dengan program director, produser serta narasumber yang bertanggung jawab atas produksi acara Temenan Bareng Mamah Dedeh sehingga mendapatkan data ? data yang akurat yang dibutuhkan dalam proses penelitian. Melalui wawancara dan observasi diketahui proses produksi tersebut bertujuan agar mendapatkan kualitas siaran yang terbaik. Proses produksi program Temenan Bareng Mamah Dedeh di Bens Radio 106,2 FM melalui beberapa tahap proses yakni, praproduksi meliputi : pencarian ide, format program, materi, pengisi acara, waktu siaran dan biaya produksi. Proses produksi meliputi: pelaksanaan siaran, materi produksi, pelaksana produksi serta sarana dan prasarana. Pasca produksi meliputi: evaluasi langsung dan evaluasi tak langsung. Program Temenan Bareng Mamah Dedeh mempunyai kendala dalam proses produksi siaran diantaranya: terkadang Mamah Dedeh tidak dapat hadir mengisi acara, jam acara tidak sesuai dengan iklan yang ada di website Bens Radio 106,2 FM, kesalahan tekhnis masih terjadi dalam proses produksi, durasi waktu kurang, waktu siaran hanya ada pada hari jumat

    ISLAM DAN TERAPI PUBLIK DI INDONESIA: MAMAH DEDEH DALAM MAMAH DAN AA BERAKSI DI INDOSIAR DAN RUMAH MAMAH DEDEH DI TVOne

    No full text
    Tesis ini mengkaji model bimbingan konseling Islam publik yang diterapkan dalam program dakwahtainment Mamah Dedeh. Diketahui bahwa bimbingan dan konseling Islam tatap muka sudah tidak lagi menjadi satu-satunya jalan untuk melakukan layanan bimbingan dan konseling Islam. Disamping itu, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi juga menjadi salah satu alasan untuk mengembangkan pelayanan jasa bimbingan dan konseling Islam agar dapat beradaptasi terhadap tuntutan kemajuan dan kebutuhan masyarakat. Dakwahtainment Mamah Dedeh yang dikemas oleh program televisi dengan mengadopsi model bimbingan dan konseling Islam, menjadi alasan penulis untuk mengamati fenomena bimbingan konseling Islam yang bersifat publik di media. Tesis ini berkontribusi dalam melihat fenomena BKI yang bersifat publik untuk kemudian diterapkan dalam praktik bimbingan konseling Islam di era saat ini ataupun di masa yang akan datang. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan mengkaji data yang diperoleh dari observasi online ceramah Mamah Dedeh. Tesis ini menunjukkan bahwa dalam beberapa kesempatan, fenomena dakwahtainment Mamah Dedeh bisa disebut sebagai model bimbingan dan konseling Islam yang bersifat publik, namun dilain sisi masih banyak hal-hal yang harus dibenahi dan dievaluasi, baik oleh Mamah Dedeh sendiri ataupun program dakwahtainment yang dibawakannya. Dalam menyampaikan ceramah, Mamah Dedeh mengusung ide rahmatan lil ‘alamin yang dituangkannya melalui nasihat Islam. Adapun tanggapan netizen terhadap model bimbingan dan konseling Mamah Dedeh beraneka ragam. Meskipun keseluruhan menganggap bahwa dakwahtainment Mamah Dedeh telah memberikan dampak positif dalam pandangan hidup mereka, namun dilain sisi juga terdapat netizen yang beranggapan bahwa Mamah Dedeh belum mampu untuk memberikan ceramah lantaran sikapnya yang cenderung merasa dirinya lebih baik dan paling dekat dengan Allah subhanahu wata’ala dibandingkan orang lain

    Sensitivitas gender Ustadzah Hj. Dedeh Rosyidah pada materi dakwahnya

    No full text
    Teori yang digunakan untuk analisis dalam penelitian ini adalah teori gender feminisme dengan paradigma kritis. Pengertian feminisme itu sendiri menurut Najmah dan Khatimah adalah suatu kesadaran akan penindasan dan eksploitasi terhadap perempuan yang terjadi baik dalam keluarga, di tempat kerja, maupun di masyarakat serta adanya tindakan sadar akan laki-laki maupun perempuan untuk mengubah keadaan tersebut secara leksikal. Feminisme adalah gerakan kaum perempuan yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum perempuan dan laki-laki. Metode yang digunakan pada penelitan ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, seperti observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Subjek penelitian ini adalah Ustadzah Hj. Dedeh Rosyidah dan jama�ah Majelis Ta�lim An-Nur yang selalu mengikuti pengajian setiap minggunya dan objeknya adalah materi dakwah Ustadzah Hj. Dedeh Rosyidah mengenai gender yang terfokus pada seputar permasalahan rumah tangga. Adapun pemilihan informan yang penulis gunakan dalam penelitian berdasarkan teori atau berdasarkan konstruk operasional (theory-based/operational construct sampling). Proses analisis data pada penelitian ini meliputi tiga langkah, yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan pengambilan kesimpulan/verifikasi. Teknik pemeriksaan data yang digunakan adalah triangulasi. Penulis menarik kesimpulan bahwa Ustadzah Hj. Dede Rosyidah adalah salah satu Ustadzah yang feminis. Hal ini terbukti dari materi-materi dakwah yang beliau sampaikan. Beberapa kalimat di dalam isi materi dakwah yang beliau keluarkan sebagai bentuk pergerakan dan pembelaan terhadap perempuan yang sering kali mendapatkan ketidakadilan gender. Faktor pendukung yang mencerminkan sensitivitas gender Ustadzah Hj. Dedeh Rosyidah yaitu berdasarkan pada latar belakang Ustadzah Hj. Dedeh Rosyidah dan pola asuh kedua orang tuanya. Faktor penghambatnya adalah pola pikir masyarakat dan sekelompok orang yang tidak meyukai dakwah Ustadzah Hj. Dedeh Rosyidah

    Retorika Dakwah Mamah Dedeh dalam Acara “Mamah & Aa Beraksi†di Indosiar

    No full text
    This paper desribes the rhetoric of da\u27wah delivered by Mamah Dedeh through the medium of television. By knowing the rhetoric of Mamah Dedeh\u27s preaching on one of the topics of discussion, it is hoped to get an idea of the application of his da\u27wah rhetoric, especially on television media. In addition, the rhetoric of da\u27wah presented by Mamah Dedeh can be used as a comparison material for the development of da\u27wah for the beginner preachers. The method used in this research is a qualitative method of descriptive analysis based on rhetorical canon theory. The technique of data collection for through observation and documentation. Observation by observing the docs of the rhetoric of Mamah Dedeh preaching about one of the themes presented in Indosiar. The results of this research indicate that in general Mamah Dedeh has applied rhetorical canon in da\u27wah namely: discovery, arrangement, style, delivery, and memory. Nevertheless, Mamah Dedeh has prepared everything, and also been fluent speaking and accustomed, sometimes repeating speech when speaking, and it is only natural. Tulisan ini menjelaskan retorika dakwah yang disampaikan oleh Mamah Dedeh melalui medium televisi. Dengan mengetahui retorika dakwah Mamah Dedeh pada salah satu topik pembahasan, diharapkan akan memperoleh gambaran tentang penerapan retorika dakwah beliau khususnya pada medium televisi. Disamping itu, retorika dakwah yang disajikan oleh Mamah Dedeh dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan bagi pengembangan dakwah untuk para pendakwah pemula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan teori kanon retorika. Adapun teknik pengumpulan datanya melalui observasi dan dokumentasi. Observasi dengan cara mengamati dokumentasi retorika dakwah Mamah Dedeh dalam salah satu tema yang disampaikan di Indosiar. Hasil riset ini menunjukkan bahwa secara umum Mamah Dedeh telah menerapkan kanon retorika dalam berdakwah yaitu: penemuan, pengaturan, gaya, penyampaian, dan ingatan. Namun demikian, Mamah Dedeh sudah menyiapkan segala sesuatunya, dan juga sudah lancar berbicara dan terbiasa, ada kalanya mengulangi ucapan ketika berceramah, dan hal tersebut merupakan yang wajar saja.Â

    Gaya komunikasi Mamah Dedeh pada Program Mamah dan Aa' di Indosiar

    No full text
    Muhammad Rosyid Ardiyansah (121211064) dengan judul penelitian Gaya Komunikasi Dakwah Mama Dedeh pada program “Mama dan Aa” di Indosiar. Setiap agama yang ada di dunia mempunyai tujuan untuk menyebarkan ajaran kebenaran kepada seluruh umat manusia. Usaha untuk menyebarkan kebenaran agama yang datang dari Tuhan sebagai suatu tugas suci dan pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa yang disebut dakwah. Dakwah islam sebagai aktifitas maupun sebagai ilmu tidak bisa lepas dari perkembangan teknologi komunikasi. Agar pesan dakwah dapat diterima secara efektif maka hal yang perlu diperhatikan adalah gaya komunikasi. Gaya komunikasi efektif mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang yang terlibat dalam komunikasi. Penelitian Gaya Komunikasi Dakwah Mama Dedeh Pada Program Mamah Dan Aa’ Di Indosiar bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis gaya komunikasi Mama Dedeh pada program Mamah dan Aa’ di Indosiar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati siaran Mamah dan Aa sepanjang 8 (delapan) episode di youtube. Teknik pengumpulan data secara dokumentasi dan studi pustaka. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis model Miles and Huberman. Aktivitas analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi dakwah yang disampaikan oleh Mamah Dedeh pada Acara “Mamah dan Aa Beraksi” dalam penelitian ini dapat dilihat dari pemilihan bahasa, pemilihan kata, teknik pengucapan, dan penyampaian sumber pesan dalam komunikasi. Pemilihan bahasa yang digunakan Mamah Dedeh dalam berdakwah adalah bahasa Indonesia dengan ciri khas bahasa Mamah Dedeh yaitu betawi dan sunda. Penyampaian dengan bahasa yang baik mudah dipahami oleh audience, jama’ah, mad’u. kedua, pemilihan kata menyesuaikan pesan yang disampaikan secara terstruktur kepada audiens. Ketiga, teknik pengucapan menggunakan suara yang keras dan ketegasan dalam memberikan hukum Islam. Keempat, sumber pesan yang dapat dipertanggungjawabkan dari Al-Qur’an dan hadist

    Tanggapan Penonton Program Acara "Hati Ke Hati Bersama Mamah Dedeh" di ANTV

    No full text
    Program Acara “Hati Ke Hati Bersama Mamah Dedeh” yang ada di ANTV merupakan salah satu program acara talk show religi yang cukup dikenal oleh masyarakat terutama wanita muslim di Indonesia. Program religi ini mengupas tuntas tentang permasalahan keluarga dalam kehidupan sehari-hari, yang akan dibahas dari kacamata Islam. Selain mengangkat permasalahan keluarga, sisi humanis ditampilkan dalam bentuk obrolan dengan orang umum yang memiliki kisah inspiring, dan tayangan VT profil kesehariannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan pendengar program acara “Hati Ke Hati Bersama Mamah Dedeh” di ANTV yang ditinjau melalui model komunikasi David K. Berlo (SMCR) yang berupa source (komunikator), message (pesan), channel (saluran), dan receiver (penerima pesan). Metode yang akan digunakan adalah deskriptif dengan datanya dilakukan secara kuantitatif, yaitu dengan menggunakan teknik analisis data rank order mean yang diperoleh dari hasil jawaban kuesioner dari 100 responden. Hasil penelitian menujukkan bahwa tanggapan penonton pada program acara “Hati Ke Hati Bersama Mamah Dedeh” di ANTV sudah menanggapi secara positif. Sehingga kesimpulan yang diperoleh adalah wanita muslim desa Sukapura sebagai penonton menunjukan respon dengan cara memberikan komentar pada program acara “Hati Ke Hati Bersama Mamah Dedeh” sekaligus dapat memahami informasi yang disampaikan oleh komunikator. Kata Kunci: tanggapan, penonton, program acara, talk show, Hati Ke Hati Bersama Mamah Dedeh di ANT

    GENDER CONSTRUCTION IN DAKWAHTAINMENT: A Case Study of Hati ke Hati Bersama Mamah Dedeh

    No full text
    This case study examines the phenomenon of dakwahtainment, a concept amalgamating Islamic propagation and entertainment. It focuses on the highly popular daily live programme entitled Hati ke Hati Bersama Mamah Dedeh (literally: Heart to Heart with Mother Dedeh). The programme involves a female penceramah (preacher) providing taws}iyyah or nasehat (spiritual advice) to the jamaah (congregation), while offering religious verdicts on various aspects of life confronting Indonesian women. One of the main pillars of the programme’s success has been its tightly observed winning formula held dearly by the producer and the creative team, which stipulates 70% tuntunan (spiritual guidance) and 30% tontonan (entertainment viewing). Based on an exploratory, single case study design, research findings suggest that the Hati ke Hati Bersama Mamah Dedeh programme is constructed on a gendered understanding that is inconsistent and contradictory, which tend to simultaneously empower and disempower Muslim women viewers.[Tulisan ini merupakan studi kasus mengenai dakwahtainmen yang mempertemukan dakwah pada satu sisi dan hiburan pada sisi lainnya. Diskusi akan difokuskan pada program televisi “Hati ke Hati Bersama Mamah Dedeh.” Program ini melibatkan penceramah yang menyampaikan taws}iyyah dan nasehat yang merespon persoalan-persoalan yang kerap dihadapi perempuan Muslim di Indonesia. Salah satu kunci kesuksesan program ini adalah keberhasilan produser dan tim kreatif yang memadukan 70% tuntunan dan 30% tontonan. Tulisan ini menemukan bahwa program Hati ke Hati Bersama Mamah Dedeh dikonstruk berdasarkan pengertian relasi gender yang rancu dan saling bertentangan. Karena itu, program ini dapat memberdayakan pemirsa perempuan dan sekaligus memperlemah mereka.
    corecore