Al-Jami'ah - Journal of Islamic Studies (Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Not a member yet
878 research outputs found
Sort by
An Historical Background to The Coming and Spread of Islam and Christianity in The Malay Peninsula, And the Indonesian and Philippine Archipelagos
An all too common feature of history has been how such externally introduced cultur institution as religion, has served to move peoples from their parochial, self-contained communities into wider ones committed to universal values. As it were, both lslam and christianity, which are universal in intent, have served to induce peoples in southeast Asia to conceive of themselves as part of wider human communities that have transcended the limitations of race, language, region and geography. Yet, paradoxically, lslam and to a lesser extent christianity as well, have provided those very elements of identity which played a large part in the struggle of the Malay peoples against foreign domination. No full understanding of these peoples' political, economic, and social conditions as well as of their concomittant expectations and tendencies is possible without taking into account the spiritual framework within which they lived
Pertumbuhan dan Perkembangan Historigrafi Islam
Historiografi Islam sebagaimana ilmu-ilmu lainnya mendapat pembahasan yang cukup banyak dari para ahli, walaupun pembahasan itu dilakukan dengan berbagai macam cara sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Bentuk Historiografi Islam pada dasarnya terbagi kepada tiga: 1. Khabar yang berisikan ceritera- ceritera yang berhubungan dengan peperangan dan lain-lain. 2. Chronologi, yang mencatan kejadian-kejadian sejarah menurut tahun. 3. Bentuk yang lebih kecil mengenal periodesasi sejarah: a. Historiografi Dynasti. b. Pembagian tingkat (thabaqat). c. Susunan Genealogis. Isi daripada karya-karya sejarah Islam meliputi, genealogi, biografi, geografi dan cosmografi, astrologi, filsafat, ilmu social dan politik, dokumen-dokument, manuskrip dan mata uang. Anika ragam penulisan sejarah Islam ada yang menggunakan bentuk sajak dan ada pula yang mempergunakan bentuk prosa berirama.
Lembaga Bahasa IAIN
Berkali-kali Bapak Mentri Agama Prof. Dr. H.A Mukti Ali menyatakan bahwa salah satu kekurangan IAIN ialah kekurangan dibidang Bahasa, khususnya Bahasa Arab dan Nahasa Inggris. Beberapa kenyataan membuktikan memang demikianlah adanya. Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang seharusnya sudah dapat digunakan oleh para mahasiswa untuk mendalami bidang ilmu yang ditulis dalam Bahasa ini dalam kenyataannya masih merupakan beban berat yang harus dipikul mahasiswa dan ditanggulangi oleh para dosen Bahasa. Pengajaran kedua Bahasa ini harus dimulai dari permulaan lagi, sekalipun untuk mahasiswa jurusan Bahasa sendiri. Dengan kata lain, kemampuan Bahasa para mahasiswa yang masuk IAIN pada dasarnya sama, yaitu masih harus mulai dari tingkat dasar. Tingkat kemampuan yang sama ini seharusnya diatasi dengan mengadakan koordinasi antara para pelajar Bahasa, khususnya diatasi dengan mengadakan koordinasi antara para pengajar Bahasa, khususnya dalam segi metode mengajar dan materi pelajaran. Saying sekali tidaklah demikiaan kenyataannya. Masing-masing fakultas menyelenggarakan program Bahasa sendiri dengan cara dan seleranya sendiri biarpun tenaga pengajar yang berkelayakan (Qualified) masih sangat kurang. Keadaan ini menjadi lebih buruk lagi dengan adanya keyakinan yang salah, bahwa seolah-olah ada Bahasa Arab Tarbiyah, Syari’ah, dsb. Bahasa Arab adalah Bahasa Arab. Yang membedakan Bahasa Arab di Fakultas Tarbiyah dengan Bahasa Arab di Fakultas Syari’ah atau lainnya ialah bidang kosa-kata-nya (Vocabulary), bukan bidang morfologi dan sintaksisnya
Sosiologi Agama
Sosiologi Agama mempelajari hubungan antara agama dan masyarakat, atau dengan kata lain akan mempelajari adanya saling pengaruh mempengaruhi antara agama dan masyarakat. Umpamanya, adakah suatu bentuk struktur masyarakat karena pengaruh dari suatu ajaran agama, atau sebaliknya adakah suatu agama di pengaruhi oleh beberapa orang bahkan oleh masyarakat. sebenarnya, pembahasan tontang masyarakat sudih banyak ditulis oleh para sarjana. Akan tetapi perlu di ketahui bahwa study “sosiologi agama” mempunyai segi lain ialah sifatnya empiris. Oleh karena itu maka “sosiologi agama" harus di selidiki secara tersendiri. Kita mengakui bahwa dari pelajaran sosiologi, para mahasiswa yang mernpelajari sosiologi agama, dapat memperoleh bahan sebagai pelengkap, akan tetapi harus pula diingat bahwa agama mempunyai aspek-aspek yang penting yang bermacam-macam bentuknya. Sedangkan approach empiris, apabila berhasil, kita akan memperoleh data-data sangat kuat
Catatan Singkat Dialog Antar Muslim dan Kristen Dari Asia Tenggara Di Hongkong, 4-10 Januari 1975
Dewan Gereja Sedunia (World Council of Churches) 150, Route de ferney, 1211 Geneva 20, Switzerland. ‘’Muslim dan orang-orang Kristen dalam masyarakat: menuju kearah Muhibbah (good-will), musyawarah dan bekerja-sama di Asia Tenggara”. Thema ini bertujuaan untuk memberi tempat kepada persoalan-persoalan yang bersifat historis masa depan dan kontemporer, sosio-politik dan juga persoalan-persoalan theologis. Thema ini juga diharapkan akan mampu mengungkap persoalan-persoalan yang langsung berhubungan dengan Negara-negara Asia Tenggara (seperti: Indonesia, Singapore, Malaysia dan Philipina). Perhatian juga diberikan kepada apa dan bagaimana arti istilah-istilah seperti Muhibbah (good-will) dan Musyawarah (Consultation) menurut agama Islam dan Kristen; Istilah “kerja sama’” hendaklah diartikan kerja-sama Muslim dan Kristen dalam pengabdiannya kepada Allah
Hukum Islam dan Tujuannya
Kata Hukum Islam berasal dari Bahasa Arab, tetapi pengertiannya sudah sedikit berlainan setelah menjadi Bahasa Indonesia, menurut pandangan ahli Hukum lslam, sekalipun masih ada segi-segi persamaannya. Hukum berasal dari Bahasa Arab AI Hukmu yang berarti Al Qadla(memberi keputusan). Menurut ahli Hukum Umum, Hukum itu berarti "Peraturan-peraturan yang bersifat memaksa yang diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dan masyarakat. Sedang menurut ahli Hukum lslam, Hukum itu ialah Firman Tuhan dan Sabda Nabi (Syari') yang bertalian dengan perbuatan manusia yang telah aqil baligh (mukallaf) yang mengandung ketentuan-ketentuan tuntutan, kebolehan maupun mengandung sabab, syarat atau halangan (mani') terujudnya hubungan Hukum. Dua perbodaan yang nyata antara dua pengertian tersebut: Pertama: Dalam Hukum lslam ditegaskan ketentuan sumbernya ialah dari Tuhan, sedang dalam Hukum Umum tidak. Kedua : Pada Hukum Umum, ditegaskan adanya sifat memaksa, sedang dalam Hukum lslam tidak semuanya bersifat memaksa, bahkan dalam Hukum lslam ada Hukum yang sifatnya hanya menyatakan anjurap dan kebolehan saja. Disamping itu, dalam Hukum lslam memasukkan ketentuan yang akan membawa atau Menghalangi adanya hubungan Hukum, yang disebut Hukum Wadl'i. Kalau kita lihat lapangan yang diaturnya, Hukum Umum dan Hukum lslam itu hamper bersamaan, sedikit kelebihannya ialah, Hukum lslam mengatur soal-soal ibadah, yang meliputi soal keimanan, shalat, zakat, puasa dan hajji
Strategi Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Bagi Pembangunan
Pokok Dasar Masalah seni dan ilmu pengembangan dan pemakaian Ilmu-Ilmu social sebagai salah satu factor penunjang kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan, terasa amat tepat untuk dsibincangkan sekarang ini. Sering terdengar keluhan, bahwa perkembangan dan pendaya - gunaan ilmu-ilmu social sangat lambat, dibandingkan dengan ilmu-ilmu lain yang non social. “It is sometime said that the social sciences are youthful and consequently have not yet had time to achieve scientific maturity, such an explanation, however merelyposes the problem, for it does not tell why birth should come so much later or adolescence last so much linger in this field than in the study of chemistry, physic, or biology”, demikian keluhan Kingsley Davis. Dalam hal ini Amerika Serikat adalah negara yang jauh lebih beruntung, karena ilmu ini menemui kemajuannya yang terbesar dinegeri ini, walaupun asal muasalnya dari Eropah dan mengalami kemajuan-kemajuan juga di negeri-negeri: Cina, India, Canada, dan lain-lain negara. Di Indonesia menurut Prof. Dr. Selo Sumarjan, ketua panitia Program Latihan Ilmu-Ilmu Sosial Departemen P dan K, bentukan Ford Foundation, keadaan Ilmu-Ilmu Soasial selain ilmu ekonomi dewasa ini sangat lemah, maka kwalitas Pendidikan dalam Ilmu-Ilmu Sosial memerlukan usaha peningkatan yang sistematis yang harus dilaksanakan dengan kesungguhan hati yang kuat
Rabi’ah Al-Adawiyah (714-801)
Rabi’ah Al ‘Adawiyah dilahirkan di Bashrah pada tahun 714 M dan meninggal dunia tahun 801 M dalam usia 87 tahun. Ia dilahirkan dari keluarga yang miskin. Ada du versi ceritera dimasa kecilnya. Yang pertama menyatakan bahwa pada waktu masih kecil ia dicuri orang dan dijual sebagai budak belian. Kedua orang tuanya memang dalam kemiskinan dan meninggal dunia sewaktu Rabi’ah Al ‘Adawiyah masih kecil. Sebagai budak belian dengan sendirinya ia pernah mengalami kepahitan didalam hidupnya jatuh dari tangan satu ketangan orang lain sampai usia dewasa. Yang jelas ia dapat memperoleh kemerdekaannya. Menurut cerita orang yang memilikinya melihat cahaya diatas kepalanya sewaktu ia beribadat yang menerangi suatu ruangan rumah. Setelah memperoleh kebebasan Kembali; ia pergi menyendiri kepadang pasir dan memilih hidup sebagai seorang Zahid. Ia memutuskan untuk tidak kawin selama hidupnya; meskipun banyak yang meminag, tetapi ia lebih suka memilih hidup menyendiri menghabiskan waktunya untuk tashawuf. Rabi’ah sangat tidak setuju kepada : “kesenangan duniawi”. Hal ini terlihat dari pendapatnya yang ditujukan kepada Sufyan Al Sauri; Al Sauri sebagai seorang ‘alim yang banyak dikunjungi orang. Hal ini dianggap oleh Rabi’ah sebagai kesenangan duniawi. Oleh karena itu, Ketika Sufyan bertanya kepadanya tentang hikmat, ia menjawab; “Alangkah baiknya bagimu jika engkau tidak mencintai dunia ini”
Abu Yazid Al- Bisthami
Dalam uraian biografi Abu Yazid ini penulis hanya akan mengungkapkan beberapa masalah sebagai berikut: Asal-Usulnya Abu Yazid al-Bisthami berasal dari Bistham, sebuah kota didaerah yang terletak sudut tenggara dari laut Kaspia. Ia dilahirkan kurang lebih pada tahun 801 dan nama lengkapnya Abu Yazid (Taifur) anak Isa anak surushan al-Bisthami. Dalam Bahasa persi dikenal dengan Bayazid dari Bistham. Ibunya termasuk seorang Zahid dan kakeknya adalah seorang Zoroaster yang masuk agama Islam. Orang tuanya termasuk orang berada di Bistham, tetapi Abu Yazid memilih kehidupan sederhana dan menaruh cinta kasih kepada fakir miskin serta ia termasuk orang yang patuh kepada ibunya. Hidupnya sebelum jadi sufi, sebelum jadi sufi Abu Yazid belajar Syariat Hanafi. Muridnya ialah Abu Ali al-Sindi, yang akhirnya juga menjadi gurunya, karena ia belajar tashawuf dari padanya. Ia termasuk orang yang tidak bnayak keluar dari Bistham sehingga Ketika kepadanya dikatakan, bahwa orang orang yang mencari hakekat selalu berpindah dari satu tempat ketempat lain, ia menjawab: temanku (Maksudnya Tuhan) tidak pernah bepergian dan oleh karenanya akupun tidak pernah bergerak dari sini