1,722,038 research outputs found

    INDEPENDENSI DALAM PERSEPKTIF APIP PEMERINTAH DAERAH : STUDI FENOMENOLOGI

    Full text link
    Aparat Pengawas Intern Pemrintah (APIP) berfungsi sebagai pengawas intern yang memiliki peran strategis dalam menjamin akuntabilitas pengelolaan kinerja pemerintah. Sehingga APIP merupakan fondasi penting dalam mencapai good governance. Dalam pelaksanaan tugasnya APIP dituntut untuk senantiasa independen, , penelitian  ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena independensi APIP dari perspektif subjektif para auditor yang terlibat langsung dalam pengawan internal Studi ini adalah penelitian kualitatif yang mengadopsi pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam melibatkan tiga informan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, APIP pemerintah daerah telah memahami urgensi dari independesi. Sedangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi independensi adalah tekanan dari atasan hubungan kekerabatan dan pergeseran paradigm APIP, dari watchdog menjadi konsultan. Untuk menghadapi tantangan ini diperlukan pengendalian dari dalam diri APIP sendiri dan juga dukungan dari Pemerintah serta lembaga

    EFEKTIFITAS PERAN APIP DALAM PERENCANAAN PENGANGGARAN MELALUI REVIU RKA SKPD

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakan peran Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Pemerintah Kota Pariaman dalam perencanaan penganggaran melalui kegiatan Reviu RKA SKPD dan efektifitas peran APIP dalam perencanaan penganggaran demi mewujudkan RAPBD yang berkualitas, konsisten dan sesuai dengan arah pembangunan daerah dan nasional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu menguraikan secara lugas gambaran mengenai pelaksanaan kegiatan reviu RKA dan melakukan penilaian terhadap efektifitas kegiatan reviu RKA. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu dengan mengumpulkan dokumen yang relevan dan data primer yang didapatkan melalui in depth interview dengan personil kunci proses penyusunan anggaran. Indikator yang digunakan untuk menilai efektifitas adalah indikator kinerja yaitu input, proses, output dan outcome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan tahapan kegiatan reviu RKA telah dilaksanakan oleh APIP dan telah menghasilkan rekomendasi perbaikan yang signifikan terhadap kualitas RKA yang direviu. Artinya indikator input, indikator proses dan indikator output telah terpenuhi dalam kegiatan reviu RKA SKPD. Namun terhadap indikator outcome yang menjadi tolak ukur dalam menilai efektifitas kegiatan reviu RKA oleh APIP belum berjalan sesuai harapan. Tidak ditemukan konsensus atau kesepakatan antara APIP dan TAPD dalam menindaklanjuti rekomendasi APIP yang terlampir dalam catatan hasil reviu (CHR). Dalam hal pelaksanaan objek pemeriksaan cukup kooperatif dan APIP mendapatkan dukungan anggaran dan regulasi untuk melaksanakan kegiatan reviu. Efektifitas kegiatan reviu tidak dapat dicapai karena tenggat waktu penyerahan RAPBD kepada DPRD telah memasuki batas akhir, sehingga TAPD tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki atau merevisi usulan RAPBD yang telah ditelaah. Kata Kunci : Peran APIP, Reviu RKA, Rekomendasi, Catatan Hasil Reviu, Efektifita

    PENGARUH KUALITAS PEMERIKSAAN OLEH APARAT PENGAWAS INTERNAL PEMERINTAH (APIP) TERHADAP LEVEL OF RELIANCE PEMERIKSA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN KEPADA APIP

    Full text link
    This study aims to examine the differences and the factors that affect the Level of Reliance The Audit Board of Republic Indonesia’s (BPK) Auditors at the Ministry / Agencies (K/L) and Local Government, on Government Internal Supervisory Apparatus (APIP). The increasing role of APIP in good goverment governance, as well as resource constraints of BPK , is a factor increasing the efficiency of the BPK audit with increasing levels of reliance on APIP. The sampling method was convenient sampling. Samples were selected based on easiness of control questionnaires. This study uses primary data with respondent BPK’s auditor has checked APIP performance in 2013, with a sample of 74 respondents. The statistical tool used is the Mann Whitney U test, Manova, and Multiple Discriminant Analisys. The results showed that there was no difference in the level of reliance and perceptions of quality inspection between APIP K / L and local government. The most influential factors on level of reliance BPK auditors on APIP is independence and objectivity, inherent risk of auditee, and competenc

    STUDI PENINGKATAN KAPABILITAS APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH (APIP) LEVEL 3 PADA INSPEKTORAT KOTA MAKASSAR

    No full text
    The Government Internal Supervisory Apparatus (APIP) is a Government Agency established with the task of carrying out internal supervision within the central government and / or local government. Related to the implementation of this role, APIP capability is considered an important indicator to see the extent to which APIP as an institution, has been able to define the role of internal supervision and contribute to the achievement of organizational goals. For this reason, regulations on APIP capability assessment are established as a standard for professional qualifications and characteristics of capable APIP in public sector organizations in Indonesia. This study aims to determine the description of increasing APIP level 3 capability at the Makassar City Inspectorate, what obstacles are found and what strategies are carried out to overcome obstacles in increasing APIP Level 3 capability. The research approach used is qualitative with a case study research type or strategy. Researchers as key instruments with data collection techniques using in-depth interviews, observation, documentation studies and triangulation in the data collection process.   Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) adalah Instansi Pemerintah yang dibentuk dengan tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan pemerintah pusat dan/atau pemerintah daerah. Terkait dengan pelaksanaan peran tersebut, kapabilitas APIP dianggap sebagai indikator penting untuk melihat sejauh mana APIP sebagai institusi, telah mampu mendefinisikan peran pengawasan intern dan berkontribusi terhadap pencapaianmtujuan organisasi. Untuk itu ditetapkan peraturan tentang penilaian kapabilitas APIP sebagai standar kualifikasi professional dan karakteristik APIP yang kapabel di organisasi sektor publik di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peningkatan kapabilitas APIP level 3 di Inspektorat Kota Makassar, kendala apa saja yang ditemukan dan strategi apa yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam peningkatan kapabilitas APIP Level 3. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis atau strategi penelitian studi kasus. Peneliti sebagai instrument kunci dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi dan triangulasi dalam proses pengumpulan datanya

    Upaya Peningkatan Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Aceh Melalui Internal Audit Capability Model (IACM): Improvement Efforts of Internal Government Supervisory Apparatus (APIP) in Aceh Through Internal Audit Capability Model (IACM)

    Full text link
    Internal Government Supervisory Apparatus (APIP) is an actor who conducts internal audit. The top level of capability of APIP shows that APIP is getting better in carrying out its role as an internal supervisor. However, not all APIP in Aceh have a good level of capability. Therefore, the Aceh BPKP Representative as the APIP supervisor agency seeks to increase the level of APIP capabilities through the Internal Audit Capability Model (IACM). This study aims to describe how the implementation of IACM in the region is proven to increase the capability level of APIP. Using a qualitative approach with a case study method, interviews were conducted with officials in the Aceh BPKP who were considered being representative so they could provide accurate information on the problem under study. There are 6 elements capability of APIP comprising 24 key process areas to reach level 3. Representatives of BPKP Aceh have improved capabilities of the six elements capability of APIP. Coaching conducted comprehensively has fulfilled 24 key process areas required in IACM including coaching and consulting activities. The findings in this study showed that of the 24 APIP in Aceh, 16 APIP or 67% have increased capability levels. This means that implementing IACM conducted by the Aceh BPKP Representative shows a positive impact on improving the capabilities of APIP. So this research contributes to the practice where other local governments can adopt the efforts and improvements that need to be made according to the six elements of APIP capabilities. Keywords: Internal Audit, Internal Government Supervisory Apparatus (APIP), Capabilityof APIP, Finance and Development Supervisory Agency (BPKP) Abstrak Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) adalah aktor yang melakukan pengawasan intern. Tingginya level kapabilitas APIP menunjukkan semakin baik pula APIP dalam menjalankan perannya sebagai pengawas intern. Namun demikian, belum semua APIP di Aceh memiliki level kapabilitas yang baik. Oleh karenanya, Perwakilan BPKP Aceh selaku instansi pembina APIP berupaya melakukan peningkatan level kapabilitas APIP melalui Internal Audit Capability Model (IACM). Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran bagaimana penerapan IACM di daerah apakah terbukti mampu meningkatkan level kapabilitas APIP. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dilakukan wawancara kepada Pejabat di Perwakilan BPKP Aceh yang dianggap representatif sehingga dapat memberikan informasi yang akurat terhadap masalah yang diteliti. Ada 6 elemen kapabilitas APIP yang terdiri atas 24 area proses kunci untuk mencapai level 3. Perwakilan BPKP Aceh telah meningkatkan kapabilitas pada enam elemen kapabilitas APIP tersebut. Pembinaan yang dilakukan secara komprehensif telah memenuhi 24 area proses kunci yang dipersyaratkan dalam IACM, yang meliputi kegiatan pembinaan dan konsultasi. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dari 24 APIP di wilayah Aceh, 16 APIP Pemerintah Daerah atau 67% mengalami peningkatan level kapabilitas. Hal ini berarti penerapan IACM yang dilakukan oleh Perwakilan BPKP Aceh menunjukkan dampak positif bagi peningkatan kapabilitas APIP, sehingga penelitian ini memberikan kontribusi praktik sehingga pemerintah daerah lainnya dapat mengadopsi upaya-upaya serta perbaikan yang perlu dilakukan sesuai enam elemen kapabilitas APIP. Kata kunci: Pengawasan Internal, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Kapabilitas APIP, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP

    Implementasi Tiga Dimensi Perilaku Etis Pegawai Oleh Apip Di Pemerintah Kabupaten Lumajang

    No full text
    APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan daerah dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, sampai dengan pelaporan keuangan daerah. Dalam rangka reformasi birokrasi, Pemerintah Kabupaten Lumajang merumuskan tiga dimensi (ketuhanan, kepemimpinan, dan kedisiplinan) untuk meningkatkan tata kelola dan pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan memahami implementasi tiga dimensi perilaku etis APIP dalam menjalankan tugas profesionalismenya sebagai auditor internal pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus (case study) untuk mengakomodir tujuan penelitian. Penelitian dilakukan di Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan, dengan mengambil obyek pada Inspektorat Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur. Informan pada penelitian ini adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Inspektur Kabupaten Lumajang sebagai pimpinan Inspektorat Kabupaten Lumajang dan beberapa orang APIP di Inspektorat Kabupaten Lumajang yang memahami aktivitas APIP sesuai kebutuhan penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, observasi partisipan dan dokumentasi peristiwa atau aktivitas yang berkaitan dengan sasaran penelitian. Dimensi ketuhanan diimplementasikan oleh APIP dengan menjadikan agama sebagai rem dan charger; membentuk APIP sebagai pribadi yang amanah, ikhlas, dan istiqomah; dan APIP yang memanusiakan manusia. Dimensi kepemimpinan diimplementasikan melalui komitmen yang dimulai dari diri sendiri; keteladanan dan tanggung jawab; APIP yang dekat; dan followership. Dimensi kedisiplinan diimplementasikan melalui disiplin tupoksi; optimalisasi peran dan posisi; disiplin anggaran; dan melibatkan keluarga dalam kedisiplinan

    Induced inhibition of ischemic/hypoxic injury by APIP, a novel Apaf-1-interacting protein

    No full text
    We describe the isolation and characterization of a new agaf-1-interacting protein (APIP) as a negative regulator of ischemic injury. APIP is highly expressed in skeletal muscle and heart and binds to the CARD of Apaf-1 in competition with caspase-9. Exogenous APIP inhibits cytochrome c-induced activation of caspase-3 and caspase-9, and suppresses cell death triggered by mitochondrial apoptotic stimuli through inhibiting the downstream activity of cytochrome c released from mitochondria. Conversely, reduction of APIP expression potentiates mitochondrial apoptosis. APIP expression is highly induced in mouse muscle affected by ischemia produced by interruption of the artery in the hindlimb and in C2C12 myotubes created by hypoxia in vitro, and the blockade of APIP up-regulation results in TUNEL-positive ischemic damage. Furthermore, forced expression of APIP suppresses ischemia/hypoxia-induced death of skeletal muscle cells. Taken together, these results suggest that APIP functions to inhibit muscle ischemic damage by binding to Apaf-1 in the Apaf-1/caspase-9 apoptosis pathway.link_to_OA_fulltex

    Pengaruh Pengelolaan SDM APIP, Efektivitas Anggaran Pengawasan Terhadap Capaian Kinerja

    Full text link
    Penelitian ini membahas isu inti mengenai pengawasan yang belum optimal dan upaya anti-korupsi di pemerintah daerah, yang seringkali disebabkan oleh alokasi anggaran yang tidak memadai untuk Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) serta keterbatasan sumber daya manusia dan kompetensi APIP. Secara spesifik, terdapat disparitas yang mencolok antara target dan realisasi aktual anggaran pengawasan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengelolaan sumber daya manusia APIP dan efektivitas anggaran pengawasan terhadap capaian kinerja Inspektorat Daerah Kabupaten Nganjuk. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengambil sampel bertujuan dari 35 personel APIP di Inspektorat Daerah Kabupaten Nganjuk. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa semua instrumen penelitian valid dan reliabel. Meskipun asumsi normalitas tidak terpenuhi, data lolos uji multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan hubungan linier yang kuat dan positif antara pengelolaan sumber daya manusia APIP, efektivitas anggaran pengawasan, dan kinerja Inspektorat, dengan 58,4% variasi kinerja dapat dijelaskan oleh faktor-faktor ini. Meskipun terdapat kendala anggaran, kinerja Inspektorat tetap tinggi, yang mengindikasikan adanya strategi mitigasi internal yang efektif

    Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) pada Inspektorat Daerah Kabupaten Kulon Progo

    Full text link
    Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) memiliki peran dalam mewujudkan good and clean governance melalui kegiatan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah serta Usaha Daerah lainnya, sehingga kinerja APIP perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja APIP. Responden penelitian sebanyak 45 orang yang merupakan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) pada Inspektorat Daerah Kabupaten Kulon Progo. Data penelitian yang dikumpulkan, dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, gaya kepemimpinan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja APIP, sedangkan kecerdasan emosional tidak berpengaruh terhadap kinerja APIP. Secara simultan, kecerdasan emosional dan gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja APIP

    Suppression of hypoxic cell death by APIP-induced sustained activation of AKT and ERK1/2

    No full text
    Apaf-1-interacting protein (APIP) was previously isolated as an inhibitor of mitochondrial cell death interacting with Apaf-1. Here, we report a hypoxia-selective antiapoptotic activity of APIP that induces the activation of AKT and extracellular signal-regulated kinase (ERK) 1/2. Stable expression of APIP in C2C12 (C2C12/APIP) cells suppressed cell death induced by hypoxia and etoposide. Unlike etoposide, however, APIP induces the sustained activation of AKT and ERK1/2 and the phosphorylation of caspase-9 during hypoxia. Inhibition of AKT and ERK1/2 activation by the treatments with phosphatidylinositol 3'-kinase and mitogen-activated protein kinase kinase (MEK) 1/2 inhibitors sensitized C2C12/APIP cells to hypoxic cell death and abolished the hypoxia-induced phosphorylation of caspase-9. Further, overexpression of phosphorylation-mimic caspase-9 mutants (caspase-9-T125E and caspase-9-S196D), but not phosphorylation-defective caspase-9 mutants (caspase-9-T125A and caspase-9-S196A), effectively suppressed hypoxia-induced death of C2C12 cells. These results elucidate a novel Apaf-1-independent antiapoptotic activity of APIP during hypoxic cell death, inducing the sustained activation of AKT and ERK1/2 and leading to caspase- 9 phosphorylation.FALSEsciescopu
    corecore