74254 research outputs found
Sort by
Pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu Tahun 2024
Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang memiliki fungsi strategis sebagai tempat tinggal yang layak huni, sarana pembinaan keluarga, cerminan harkat dan martabat penghuninya, serta aset bagi pemiliknya. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman mengamanatkan bahwa Negara bertanggung jawab melindungi segenap bangsa Indonesia melalui penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman agar masyarakat mampu bertempat tinggal serta menghuni rumah yang layak dan terjangkau di dalam lingkungan yang sehat, aman, harmonis, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tanggal 25 Juli 2025 Persentase penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 8,47% turun 0,1% dari persentase pada Maret 2024 dengan jumlah penduduk miskin sebesar 23,85 juta orang dan persentase Rumah Tangga yang memiliki akses terhadap hunian yang layak tahun 2024 sebesar 65,25%. Dengan demikian pemerintah berupaya dalam penuntasan rumah tidak layak huni pada tahun 2024 melalui Kementerian PUPR dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2024. Salah satu provinsi yang mendapat anggaran Lokasi kegiatan yaitu Provinsi Bengkulu melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera IV. Dapat diidentifikasi bahwa Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) memiliki peran strategis dalam mendukung penuntasan rumah tidak layak huni di Indonesia khususnya Provinsi Bengkulu. Tujuan laporan Teknik ini dibuat untuk memastikan program BSPS tepat sasaran dan selesai tepat waktu sehingga dapat memberikan evaluasi terhadap pelaksanaan program.
Metode yang dilakukan dalam penelitaian ini adalah melakukan pengawasan dan pengendalian secara langsung dan aktif kepada Penerima Bantuan hingga program selesai. Pada tahun 2024 Kementerian PUPR telah menuntaskan 99 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Rumah Masyarakat Penerima Bantuan sudah dilengkapi dengan pondasi, kolom, ring balok, kuda-kuda atap, penutup atap, dinding, wc, pintu dan jendela serta ventilasi yang cukup. Kelayakan rumah hasil program BSPS ini dapat dinilai dari segi Konstruksi, Kecukupan Ruang, Kecukupan Sirkulasi udara, maupun sanitasi
Analisis Pengaruh Social Media Marketing Terhadap Kinerja Bisnis Usaha Mikro Dan Kecil Di Wilayah Jawa Bagian Tengah: Peran Mediasi Relational Capability Dan Moderasi Resistance To Change
Pemanfaatan media sosial sebagai pemasaran semakin terus berkembang sebagai salah satu inovasi marketing dibidang teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi model struktural penggunaan social media marketing terhadap kinerja bisnis, dengan mengintegrasikan teori Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), TOE model, resistance to change sebagai moderasi dan relational capability sebagai mediasi terhadap kinerja bisnis usaha mikro dan kecil sektor makanan dan minuman pada wilayah Jawa Bagian Tengah. Metodelogi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 384 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan aplikasi Smart PLS 4 untuk menguji model struktural yang diusulkan. Temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating condition, berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap behavior intention, sedangkan organization context (top management support, organization readiness) dan environmental context (competitive pressure, external support, government regulation) terbukti tidak berdampak terhadap behavior intention. Temuan selanjutnya facilitating condition,organization readiness dan government regulation tidak berdampak terhadap penggunaan social media marketing, sedangkan top management support, competitive pressure, external support behavior intention memiliki pengaruh yang positif dan hubungan yang signifikan terhadap use of social media marketing. Resistance to change terbukti sebagi moderasi yang melemahkan hubungan antara behavior intention dan use of social media marketing. Hubungan use of social media terhadap relational capability adalah positif dan signifikan begitupula terhadap business performance dan pada penelitian ini juga terbukti bahwa relational capability menjadi madiasi yang baik untuk tercapainya business perfomance melalui penggunaan social media marketing. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh usaha mikro dan kecil, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Komunikasi dan Informasi untuk mengembangkan program-program edukasi dan pelatihan serta kebijakan yang mendukung pertumbuhan kinerja UMK serta bagi kalangan akademisi sebagai pengembangan pengetahuan. Kontribusi utama dari penelitian ini terletak pada integrasi resistance to change sebagai moderating yang melemahkan penggunaan social media marketing dan relational capability sebagai mediating yang dapat meningkatkan kinerja bisnis usaha mikro dan kecil serta prediksi untuk pengembangan model dan pengambilan keputusan berbasis data
Hubungan Penggantian Antibiotik Empiris Awal Selama Perawatan Icu Dengan Mortalitas Pasien Di Rsup Dr. M. Djamil Padang
Pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) memiliki risiko mortalitas yang tinggi, terutama akibat infeksi berat dan kondisi klinis yang cepat memburuk. Antibiotik empiris awal merupakan bagian penting dalam tatalaksana pasien kritis, namun sering dilakukan penggantian berdasarkan respons klinis dan hasil pemeriksaan penunjang. Dampak penggantian antibiotik empiris awal terhadap mortalitas pasien ICU masih belum konsisten.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggantian antibiotik empiris awal dengan mortalitas pasien ICU. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik retrospektif dengan desain potong lintang menggunakan data rekam medis pasien dewasa yang dirawat di ICU RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari–Juni 2024. Sampel penelitian berjumlah 163 pasien. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik biner dengan pengendalian usia, jenis kelamin, derajat severitas pasien, komorbiditas, dan lama rawat ICU.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85,3% pasien ICU mengalami penggantian antibiotik empiris awal dengan angka mortalitas sebesar 50,3%. Analisis multivariat menunjukkan bahwa penggantian antibiotik empiris awal tidak berhubungan secara signifikan dengan mortalitas pasien ICU (AOR = 0,556; IK 95% 0,197–1,573; p = 0,269). Sebaliknya, derajat severitas pasien berupa sepsis (AOR = 3,319; IK 95% 1,396–7,889; p = 0,007) dan syok sepsis (AOR = 10,193; IK 95% 3,817–27,216; p < 0,001), serta lama rawat ICU ≥7 hari (AOR = 0,376; IK 95% 0,161–0,878; p = 0,024) berhubungan secara signifikan dengan mortalitas.
Kesimpulan penelitian ini adalah penggantian antibiotik empiris awal tidak berhubungan secara signifikan dengan mortalitas pasien ICU
Perancangan dan Analisis Miniaturisasi Antena MIMO 2x2 Dengan Struktur Electromagnetic Band Gap dan Karakteristik Band-Notched Pada Frekuensi WLAN Dengan Slot Berbentuk C
Miniaturisasi antena UWB MIMO merupakan salah satu tantangan utama dalam perancangan sistem komunikasi nirkabel modern, khususnya untuk perangkat portabel yang menuntut ukuran kompak tanpa mengorbankan kinerja. Pada penelitian ini dirancang dan dianalisis antena MIMO UWB 2×2 berukuran kompak dengan dimensi 17 × 26.5 mm² melalui penerapan struktur Electromagnetic Band Gap (EBG) serta penambahan slot berbentuk C untuk menghasilkan karakteristik band-notched pada frekuensi WLAN. Kinerja antenna dievaluasi melalui simulasi dan pengukuran antenna yang telah difabrikasi melalui parameter return loss, bandwidth, VSWR, isolasi antarelemen, serta Envelope Correlation Coefficient (ECC). Hasil simulasi menunjukkan bahwa antena yang diusulkan mampu bekerja pada rentang frekuensi UWB 3.2–10.45 GHz dengan frekuensi notched pada 5.28-5.99 GHz, sedangkan hasil pengukuran antenna fabrikasi menunjukkan pergeseran kecil pada rentang 3.4-10.45 GHz dengan frekuensi notched pada 5.28-5.76 GHz. Perbedaan tersebut disebabkan oleh toleransi fabrikasi, efek konektor, dan kalibarasi alat ukur, namun secara umum menunjukkan kesesuaian yang baik antara hasil simulasi dan pengukuran. Antena yang disulkan memiliki isolasi yang baik (< –18 dB) dan nilai ECC rendah (< 0.02), sehingga layak diterapkan pada sistem komunikasi nirkabel portabel berbasis UWB MIMO
PERAN PENTING CORPORATE GOVERNANCE DALAM PENENTUAN PRIORITAS SDGS MELALUI ANALISIS PENERAPAN PRINSIP 5 P
The purpose of this study is to empirically examine and analyze the effect of Corporate Governance (CG) on the prioritization of the Sustainable Development Goals (SDGs) among companies in Indonesia. This research focuses on 93 companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2023. The results indicate that Corporate Governance Structure has a positive and significant effect on SDG prioritization. This finding suggests that sound Corporate Governance practices such as board independence, diversity in board members’ educational backgrounds, the existence of a CSR committee, and effective monitoring mechanisms can encourage companies to determine relevant and strategic SDG priorities. Financial Performance does not have a significant effect on SDG prioritization. Furthermore, the results also reveal that Corporate Governance Structure does not have a significant effect on SDG prioritization when mediated by Financial Performance. This study provides empirical contributions to the literature by enriching the understanding of the relationship between Corporate Governance, Financial Performance, and SDG implementation in the context of a developing country. Practically, the findings may serve as a reference for companies and regulators in strengthening governance practices oriented toward sustainability.
Keywords: Sustainable Development Goals (SDGs), SDG prioritisation, Emerging economies, 2030 agenda, Corporate Governance, Financial Performanc
Pengembangan Program Komputasi Untuk Analisis Kecepatan Kritis dan Getaran Sistem Rotor Menggunakan Python Open-Source
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan program Python open-source untuk analisis dinamika rotor, termasuk perhitungan frekuensi alami, kecepatan kritis, mode shape, dan respon unbalance. Program ini dirancang sebagai alternatif terjangkau dibandingkan perangkat lunak komersial seperti ANSYS dan MATLAB. Metode Elemen Hingga (FEM) digunakan untuk menghitung matriks massa dan kekakuan sistem rotor, yang kemudian digunakan untuk menghitung frekuensi alami dan mode shape. Selain itu, Campbell Diagram dihasilkan untuk mengidentifikasi kecepatan kritis di mana resonansi berpotensi terjadi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa frekuensi alami dan kecepatan kritis dapat dihitung dengan akurat menggunakan program ini. Pada 0 rpm dan 6000 rpm, perbedaan frekuensi alami menunjukkan perubahan yang signifikan pada beberapa mode getaran. Respon unbalance pada kecepatan tinggi menunjukkan peningkatan amplitudo getaran, yang mengindikasikan adanya potensi resonansi dan kerusakan pada rotor. Dengan demikian, program ini dapat digunakan untuk mencegah resonansi dan merencanakan pemeliharaan preventif. Program Python yang dikembangkan memberikan solusi terjangkau bagi industri kecil dan laboratorium pendidikan untuk melakukan analisis dinamik rotor tanpa biaya perangkat lunak mahal. Program ini juga membantu dalam desain operasional dan perawatan mesin berputar yang lebih efisien
Implementasi Teknologi Edge Computing untuk Sistem Keamanan Biometrik pada Layanan Manifest Penumpang Kapal
Sistem manifest penumpang kapal merupakan komponen kritis dalam keselamatan transportasi laut, terutama untuk memastikan akurasi identitas penumpang dan efisiensi proses pemeriksaan. Namun, penggunaan metode verifikasi manual masih sering menyebabkan antrean panjang, potensi kesalahan identifikasi, dan kerentanan terhadap pemalsuan dokumen. Penelitian ini mengimplementasikan teknologi edge computing pada sistem keamanan biometrik berbasis sidik jari sebagai solusi untuk otomatisasi dan peningkatan keamanan layanan manifest penumpang kapal. Sistem dirancang dengan arsitektur edge device yang memproses data biometrik secara lokal untuk mengurangi latensi, meningkatkan kecepatan identifikasi, dan menjaga kerahasiaan data. Proses penelitian meliputi perancangan perangkat keras, pengembangan perangkat lunak pencocokan sidik jari (fingerprint matching), integrasi dengan edge module, serta pengujian di lingkungan simulasi operasional pelabuhan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan verifikasi identitas secara cepat dan akurat dengan waktu respons rata-rata kurang dari satu detik dan tingkat akurasi verifikasi lebih dari 95%. Selain itu, pemrosesan data di tingkat edge berhasil meningkatkan keamanan data biometrik serta mengurangi ketergantungan pada koneksi jaringan dan server pusat. Sistem ini berpotensi diterapkan sebagai teknologi pendukung digitalisasi pelabuhan dan peningkatan keamanan transportasi laut di Indonesia
Eksistensi Tanah Ganggam Bauntuak Akibat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Nagari Koto Baru, Kabupaten Solok
Tanah pusako tinggi merupakan bentuk kepemilikan komunal tanah ulayat yang menjadi salah satu fondasi sosial dan ekonomi masyarakat Minangkabau. Tanah ini diwariskan turun-temurun minimal dalam empat generasi dan dikelola melalui sistem ganggam bauntuak. Penguasaan dan pemanfaatan tanah pusako tinggi secara ganggam bauntuak diatur oleh kaum di bawah kepemimpinan Mamak Kepala Waris. Perkembangan kebijakan agraria nasional melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) mulai menggeser konsep penguasaan kolektif ini, khususnya di Nagari Koto Baru, Kabupaten Solok. Terdapat tanah pusako tinggi yang merupakan tanah ulayat kaum terdaftar menjadi hak milik individual tanpa melampirkan ranji atau persetujuan kaum dengan hanya menggunakan surat hibah yang disahkan oleh Wali Nagari sebagai alas hak. Oleh karena itu dirumuskan masalah pada skripsi ini yaitu (1) Mengapa BPN Kabupaten Solok mengeluarkan sertifikat untuk tanah ganggam bauntuak tanpa adanya ranji, (2) Bagaimana eksistensi ganggam bauntuak akibat Program PTSL di Nagari Koto Baru (3) Apa akibat hukum yang dapat timbul akibat Program PTSL di Nagari Koto Baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPN menerbitkan sertifikat PTSL tanpa ranji karena berpedoman pada Petunjuk Teknis PTSL Tahun 2023 yang hanya mensyaratkan kelengkapan administratif seperti surat hibah dan surat keterangan Wali Nagari. Ketentuan ini tidak sejalan dengan Permen ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2024 dan Surat Edaran Kanwil BPN Sumatera Barat Nomor 500/88/BPN-2007, yang mewajibkan ranji dan pengesahan KAN sebagai bukti legitimasi adat. Akibatnya, terjadi pergeseran makna ganggam bauntuak dari sistem penguasaan komunal menjadi hak individual meskipun pada saat ini eksistensinya masih ada di masyarakat Koto Baru. PTSL memberi akibat hukum berupa kepastian hukum dan kemudahan akses ekonomi bagi masyarakat, namun kebijakan ini melemahkan peran hukum adat Minangkabau dan menimbulkan sengketa kepemilikan
Upaya Penegakan Hukum Terhadap Illegal, Unreported and Unregulated Fishing Di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia Melalui Penerapan Prompt Release Procedure
Penegakan hukum terhadap Illegal, Unreported And Unregulated Fishing (IUU Fishing) di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEE Indonesia) yang masih menggunakan pendekatan pidana berupa hukuman badan telah bertentangan dengan ketentuan di dalam United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS 1982), sehingga berdampak pada ketegangan diplomatik antara Indonesia dan negara lain. Penelitian ini ditujukan untuk meneliti Upaya penegakan hukum terhadap IUU Fishing Di ZEE Indonesia Melalui Penerapan Prompt Release Procedure dengan rumusan masalah (1) Bagaimana penerapan Prompt Release Procedure di dalam Penegakan hukum Indonesia terhadap IUU Fishing oleh kapal asing di ZEE Indonesia; (2) Apa saja hambatan dalam penerapan Prompt Release Procedure terhadap IUU Fishing di ZEE Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode hukum normatif empiris. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundangan, pendekatan konsep, pendekatan kasus dan pendekatan perbandingan. Teknik analisa data yang digunakan terhadap bahan hukum primer adalah editing, coding, reconstructing dan Teknik conten analysis berdasarkan script interview terhadap hasil wawancara. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Prompt Release Procedure sebagai mekanisme penegakan hukum terhadap IUU Fishing di ZEE Indonesia sampai saat ini belum pernah diterapkan, selama ini penegakan hukum yang diterapkan adalah dengan pendekatan pidana berdasarkan Pasal 93 ayat (2) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 terntang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (UU Perikanan), ketentuan sanksi ini bertentangan dengan apa yang diatur berdasarkan Pasal 73 ayat (3) dan (4) UNCLOS 1982 yang melarang adanya hukuman badan terhadap awak kapal pelaku IUU Fishing di ZEE tanpa adanya perjanjian internasional antar negara terlebih dahulu. Ketentuan Prompt Release Procedure di diatur di dalam Pasal 13 dan15 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1983 tentang Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (UU ZEEI) dan Pasal 104 UU Perikanan, namun pengaturan ini masih memerlukan penyempurnaan sebagai dasar hukum penerapan Prompt Release Procedure di Indonesia. Di samping itu, penelitian juga menunjukkan bahwa belum diterapkannya Prompt Release Procedure terhadap IUU Fishing oleh kapal asing di ZEE Indonesia disebabkan oleh beberapa hambatan yang meliputi pertama struktur hukum yang terdiri dari belum terintegrasinya Lembaga pelaksana Prompt Release Procedure dengan sistem peradilan perikanan Indonesia serta masih terjadi tumpang tindih kewenangan lembaga penegak hukum di ZEE; kedua, substansi hukum yang terdiri dari pengaruh sistem hukum Eropa Kontinental dalam sistem peraturan perundang-undangan Indonesia yang mendominasi, dan pengaturan Prompt Release Procedure yang belum diakomodir secara lengkap di dalam UU Perikanan serta belum ada Perjanjian Internasional terkait pengelolaan ZEE antara Indonesia dengan negara lain; dan terakhir Budaya hukum yang terdiri dari paradigma pembentuk peraturan perundang-undangan dan lembaga negara dalam memandang Prompt Release masih berfokus pada fungsi lain penyitaan kapal dan belum mengarah pada upaya pengembalian kerugian negara, adanya pemahaman penegak hukum yang masih menyamakan sifat kedaulatan antara Laut Teritorial dengan ZEE, dominasi pendekatan pidana dalam Peradilan Perikanan saat ini masih sebagai Ultimum Remedium serta masih adanya dualisme pemahaman hakim dalam memberikan sanksi terhadap awak kapal asing
Hubungan Penggunaan Platelet-Rich Plasma dengan Durasi Penyembuhan Luka Episiotomi
Luka episiotomi merupakan salah satu komplikasi yang umum terjadi pada ibu pascapersalinan dan dapat menimbulkan infeksi serta nyeri berkepanjangan jika penyembuhan luka lambat. Platelet-Rich Plasma (PRP) mengandung berbagai faktor pertumbuhan yang berperan dalam regenerasi jaringan dan mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan an-tara penggunaan Platelet-Rich Plasma (PRP) dengan durasi penyembuhan luka ep-isiotomi pada ibu pascapersalinan.
Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross-sectional menggunakan teknik consecutive sampling. Data diambil dari penelitian terdahulu oleh Dr. dr. Bobby Indra Utama, SpOG(K) dan tim di Puskesmas Seberang Padang periode September 2023–Agustus 2024, melibatkan ibu yang menjalani persalinan dengan episiotomi. Sampel terdiri dari 100 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen adalah penggunaan PRP, sedangkan variabel de-penden adalah durasi penyembuhan luka episiotomi berdasarkan skor REEDA pada hari ke-10 pascapersalinan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square.
Sebagian besar pasien pada kelompok PRP menunjukkan penyembuhan luka yang lebih cepat dibandingkan kelompok tanpa PRP. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang sig-nifikan antara penggunaan PRP dengan durasi penyembuhan luka episiotomi.
Dari penelitain ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signif-ikan antara penggunaan Platelet-Rich Plasma (PRP) dengan durasi penyembuhan luka episiotomi