1,721,070 research outputs found

    Analisis Formulasi Strategi Bisnis Dalam Persaingan Usaha Pada Cv. Aliansyah Kecamatan Winong Kabupaten Pati

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang formulasi strategi besnis dalam persaingan usaha dalam menemukan strategi bersaing yang tepat bagi CV. Aliansyah sehingga mampu menghadapi persaingan dan mendapatkan keunggulan dalam kompetisi pasar. Secara spesifik tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana formulasi strategi bisnis dalam persaingan usaha sebagai penunjang pada CV. Aliansyah Kecamatan Winong Kabupaten Pati. (2) Untuk mengetahui tingkat efektivitas penggunaan formulasi strategi bisnis dalam persaingan usaha pada CV. Aliansyah Kecamatan Winong Kabupaten Pati. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode interview (wawancara) observasi (pengamatan), dan metode dokumentasi. Selain itu menggunakan menggunakan metode analisis data collection (pengumpulan data), data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), serta penarikan kesimpulan penelitian ini dilakukan di CV. Aliansyah Kecamatan Winong Kabupaten Pati. Hasil penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: (1) Hasil dari formulasi strategi yang dilakukan CV. Aliansyah dengan menggunakan analisis internal dan analisis eksternal melalui Porter’s five forces dan dimasukan dalam matriks SWOT sehingga menghasilkan beberapa alternatif yaitu strategi penetrasi pasar. (2) Sebagai petunjuk CV. Aliansyah untuk mencapai tujuan perusahaan dan untuk mengambil kebijakan pengambilan keputusan strategi alternatif yang sudah didapatkan dari memformulasikan strategi. strategi bersaing yang tepat untuk diterapkan pada perusahaan saat ini adalah strategi penetrasi pasar yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan

    Semiotics Analysis The Art Work By Aliansyah Chaniago Entitled Lanscape Of Barus

    No full text
    The art works have visual and verbal symbols signifying language phenomena. Art works such as paintings can also be called sign phenomena. The sign or symbol used by artists in creating a painting is the process of contemplation, feeling and artists' thoughts about the environment. The art installation by Aliansyah Chaniago entitled "Lanscape of Barus" conveys a message in a form of symbols hidden in the art work. That is the message about Aliansyah Chaniago’s memory on the Barus tree in his hometown. The method used to understand the value in Aliansyah's work is the method of interpretation analysis. Symbols that appear in the work of Aliansyah Caniago show the efforts of Aliansyah Caniago to provide information about the City of Barus and its glory, as well as the effects of excessive exploitation on natural richness in the future

    Analisis marketing mix pada usaha obat pertanian dalam perspektif etika bisnis Islam : studi kasus pada CV Aliansyah Pati

    No full text
    Bisnis merupakan suatu kegiatan yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Bisnis sangat penting dalam kehidupan manusia, karena manusia memerlukan harta dan kekayaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bisnis dibidang obat pertanian merupakan bisnis yang cukup menjanjikan. Seperti halnya toko obat pertanian yang cukup besar didaerah kabupaten Pati yaitu CV Aliansyah. CV Aliansyah merupakan perusahaan swasta yang bergerak dibidang obat pertanian. Masyarakat kabupaten pati yang sebagian besar bekerja sebagai petani membuat bisnis obat pertanian sangat menjanjikan dan dapat memperoleh keuntungan yang cukup besar. Maka dari itu pebisnis menginginkan keuntungan yang banyak, berbagai strategi dan inovasi diterapkan sebagai langkah untuk mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan. Dalam islam sangat diharamkan memproduksi atau menjual segala sesuatu yang merusak aqidah yang shalih dan akhlak yang menggocangkan nilai-nilai agama dan akhlak, menyibukkan pada hal-hal yang sia-sia dan menjauhkannya dari keseriusan, mendekatkan pada kebatilan dan menjauhkan dari kebenaran, mendekatkan dunia dan menjauhkan akhirat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana marketing mix yang ada di CV Aliansyah dan juga untuk mengetahu bagaimana marketing mix CV Aliansyah dalam perspektif etika bisnis islam. Peneliti menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif. Objek penelitiannya adalah CV Aliansyah. Data penelitian dikumpulkan melalui metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah marketing mix yang dilakukan oleh CV Aliansyah sudah sesuai dengan etika bisnis islam, hal ini dapat dilihat dari tidak adanya penyimpangan yang melanggar prinsip-prisip etika bisnis islam pada marketing mix yang dilakukan CV Aliansyah

    Sistem Informasi Penjualan Tunai Obat Dan Produk Pertanian Pada Cv. Aliansyah Mejobo - Kudus

    No full text
    Sistem Informasi Penjualan Tunai Obat dan Produk Pertanian Pada CV. Aliansyah Mejobo Kudus, ini membahas mengenai bagaimana proses penjualan tunai kepada pembeli, bagaimana proses pembelian produk ke supplier serta bagaimana mengatasi produk retur. Untuk sistem penjualan tunai ini, terlebih dahulu petugas mengolah beberapa data yang dibutuhkan dalam memproses penjualan tunai seperti data produk, data outlet, data jenis produk dan data supplier. Sehingga dapat dihasilkan proses transaksi penjualan, transaksi pembelian, retur produk dan rincian hasil laporan data transaksi serta laporan hasil, faktur pembelian sebagai bukti pemasukan produk, faktur pengiriman sebagai bukti pengiriman produk dan faktur penjualan sebagai bukti penjualan yang diberikan ke pembeli. Sistem Informasi Penjualan Tunai Obat dan Produk Pertanian Pada CV. Aliansyah Mejobo Kudus, ini menggunakan metode perancangan UML (Unifield Modelling Language) dan menggunakan bahasa pemrograman Php dengan database MySql

    Studi Perbandingan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqh antara Siswa Lulusan SD dengan Siswa Lulusan MI Di Mts P.P Al-Istiqamah Banjarmasin

    No full text
    Aliansyah, 2012. Studi Perbandingan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqh antara Siswa Lulusan SD dengan Siswa Lulusan MI Di Mts P.P Al-Istiqamah Banjarmasin. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Drs. H.Suriansyah Salati, M.Ag (II) Dra. Hj. Ikta Yarliani, M.Pd. I. Mata pelajaran Fiqh adalah mata pelajaran yang memberi kemampuan dasar siswa tentang nilai-nilai kesadaran beribadah, sehingga menjadi muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt, serta pengalaman terhadap hukum Islam, membentuk kedisiplinan dengan rasa tanggung jawab sosial, sebagai pribadi, masyarakat, dan sebagai warga negara. Kemampuan dasar ini juga dipersiapkan untuk mengikuti pendidikan pada sekolah lanjutan tingkat pertama. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara minat siswa lulusan SD dengan siswa lulusan MI pada mata pelajaran fiqh siswa kelas VII di MTs P. P Al Istiqamah Banjarmasin. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A–B yang berjumlah 59 orang, seluruh populasi diteliti. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik dengan menggunakan rumus Studen test, karena akan meneliti perbandingan antara dua variabel yaitu minat siswa lulusan SD dengan minat siswa lulusan MI. Dari hasil analisis minat belajar siswa pada mata pelajaran fiqh siswa lulusan SD dengan siswa lulusan MI secara kuantitatif berbeda berdasarkan hasil tes yang penulis peroleh dari hasil angket yang diberikan kepada semua siswa kelas VII di MTs P.P Al-Istiqamah Banjarmasin, nilai rata-rata (mean) siswa lulusan SD adalah 76,62 dengan kategori baik. Dan niai rata-rata (mean) siswa lulusan MI adalah 73,36 dengan kategori baik. Dengan demikian minat belajar pada mata pelajaran fiqh siswa lulusan SD lebih baik dari pada minat belajar siswa lulusan MI.Untuk mengetahui perbedaan itu signifikan atau tidak maka dilakukan uji hipotesis, hasil ”t ” test ini adalah 1,047. Setelah dilakukan uji hipotesis dengan hasil “t ” = 1,047< 2,00 maka hasil Ha di tolak, sebaliknya hipotesis nihil Ho diterima yang menyatakan tidak ada perbedaan yang signifikan antara minat belajar siswa siswa yang lulusan SD dengan siswa lulusan MI pada mata pelajaran fiqh siswa kelas VII di MTs P.P Al Istiqamah Banjarmasin. Jadi dapat disimpulkan bahwa berminat tidaknya seorang siswa terhadap suatu pelajaran tidak dilihat dari asal sekolah tetapi tergantung minat serta dorongan yang diberikan guru yang bersangkutan

    PENGARUH CITRA MEREK DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP MINAT BELI ULANG PENGGUNA JASA KURIR TIKI SALES COUNTER PEMUDA

    No full text
    ABSTRACT ADHITYA AFRIZAL ALIANSYAH, 2016; Influence of Brand Image and Customer Satisfaction Against Repurchase Intention courier users TIKI Sales Counter Pemuda. Thesis, Jakarta: Concentration of Marketing Management, S1Regular Studies Program, Department of Management, Faculty of Economic, State University of Jakarta. The purpose of this study were: 1) to know a description of the brand image, customer satisfaction and repurchase intention on TIKI Sales Counter Pemuda. 2) To determine the effect of brand image against repurchase intention on TIKI Sales Counter Pemuda. 3) To determine the effect of customer satisfaction against repurchase intention on TIKI Sales Counter Pemuda. 4) To determine empirically the effect of brand image and customer satisfaction against repurchase intention on TIKI Sales Counter Pemuda. The analysis conducted in this study is descriptive and explanatory analysis survey. Research conducted on 336 respondents of Customer TIKI Sales Counter Pemuda. Data collected by distributing questionnaires, which are then processed using SPSS version 22. The results show that: 1) A need for improvement of the dimensions of brand image, customer satisfaction and repurchase intention that experienced managerial implications. 2) Brand image has a effect positive and significant on the repurchase intention. 3) Customer satisfaction has a effect positive and significant on the repurchase intention. 4) Brand image and customer satisfaction have effect positive and significant on the repurchase intention. Keywords: Brand Image, Customer Satisfaction, Repurchase Intentio

    IMPLIKASI PENYALAHGUNAAN WEWENANG DALAM HUKUM ADMINISTRASI NEGARA TERHADAP KEPASTIAN HUKUM TINDAK PIDANA KORUPSI

    No full text
    IMPLIKASI PENYALAHGUNAAN WEWENANG DALAM HUKUM ADMINISTRASI NEGARA TERHADAP KEPASTIAN HUKUM TINDAK PIDANA KORUPSI (Aliansyah, NIM.1730112004, Program Studi Doktor Ilmu Hukum, Pascasarjana Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Andalas) ABSTRAK Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, terdapat perbedaan mendasar antara perbuatan melawan hukum dengan penyalahgunaan wewenang. Dalam perbuatan melawan hukum terdapat unsur kesalahan dalam diri seseorang yang memiliki niat untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi untuk merugikan keuangan negara, sedangkan dalam penyalahgunaan wewenang cenderung mengarah kepada kerugian yang bersifat personal dengan kategori pelanggaran yang bersifat administratif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; (1) Bagaimana konsepsi penyalahgunaan wewenang dalam hukum Administrasi Negara?, (2) Bagaimana pengaturan tentang penyalahgunaan wewenang sebagai suatu tindak pidana korupsi?, (3) Bagaimana implikasi penyalahgunaan wewenang dalam Hukum Administrasi Negara terhadap kepastian hukum tindak pidana korupsi?. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis Normatif. Penelitian hukum normatif dilakukan (terutama) terhadap bahan hukum primer, sekunder, tersier, sepanjang mengandung kaidah-kaidah hukum. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa (1) Parameter yang membatasi gerak bebas kewenangan aparatur Negara (discretionary power) dalam perspektif hukum administrasi negara adalah detournament de povouir (penyalahgunaan wewenang) dan abus de droit (sewenang-wenangan). (2) Pengertian dan pengaturan penyalahgunaan wewenang atau menyalahgunakan kewenangan dalam KUHP maupun di dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tidak ditemukan pengertiannya secara expressis verbis, hal ini menegaskan bahwa penyalahgunaan “menyalahgunakan wewenang” dalam hukum pidana korupsi tidak memiliki pengertian yang eksplisitas sifatnya. (3) Penyalahgunaan wewenang merupakan salah satu unsur yang tercantum dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi). Unsur dalam tindak pidana korupsi yang tercantum antara lain dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tersebut, mengalami distorsi, sejak kehadiran Pasal 21 ayat (1) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan yang pada pokoknya menyatakan pengadilan berwenang menerima, memeriksa, dan memutuskan ada atau tidak ada unsur penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan.. Direkomendasikan Bagi penegak hukum, khususnya di ranah hukum pidana, Kehadiran Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 sudah seharusnya dapat menjadi patokan bagi penyidik KPK untuk tidak melakukan penangkapan penyidikan terhadap terdakwa sebelum adanya putusan dari peradilan Tata Usaha Negara, mengingat kewenangan pejabat negara yang menjalankan tugasnya apabila melakukan pelanggaran maka kepada yang bersangkutan jika kasusnya masih dalam proses peradilan Tata Usaha Negara KPK tidak dapat menahan terdakwa terlebih dahulu menunggu keluarnya putusan TUN yang berkekuatan hukum tetap. Hal ini sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Kemudian Mahkamah Agung perlu melakukan sosialisasi atas Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Pedoman Beracara Dalam Pengujian Penyalahgunaan Wewenang. Kata Kunci: Penyalahgunaan Kewenangan, Hukum Administrasi Negara, Korupsi, Kepastian Huku

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Peran organizational citizenship behavior berbasis spiritual quotient dan self efficacy terhadap kinerja karyawan CV Aliansyah Pati

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh spiritual quotient dan self efficacy terhadap kinerja karyawan dengan organizational citizenship behavior sebagai variabel intervening. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan CV. Aliansyah Pati sebesar 105. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner kepada seluruh karyawan, maka diperoleh jumlah sampel sebesar 98 orang. Alat analisis yang digunakan adalah Partial Least Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritual quotient dan self efficacy mampu membawa perubahan yang lebih baik dalam meningkatkan perilaku karyawan untuk mau bekerja secara ekstra terhadap pekerjaannya. Spiritual quotient, self efficacy dan organizational citizenship behavior juga mampu memberikan perubahan yang lebih baik dalam meningkatkan kinerja karyawan. Organizational citizenship behavior terbukti mampu menjadi variabel intervening antara spiritual quotient terhadap kinerja karyawan. Organizational citizenship behavior juga terbukti mampu menjadi variabel intervening antara self efficacy terhadap kinerja karyawan ABSTRACT: This research aims to know and analyse impact of spiritual quotient and self efficacy toward employee performance with organizational citizenship behavior as intervening variable. Population in this research is all of CV. Aliansyah Pati employee, 105. Based on the result of questionnaire all of employee, so it gets sample 98 peoples. Instrument which is used is Partial Least Square. The result of this research showes that spiritual quotient and self efficacy can bring better changing in improve employee behavior to want extra work toward their performances. Spiritual quotient, self efficacy and organizational citizenship behavior also can bring changing better to improve employee performance. Organizational citizenship behavior actually can become intervening variable between spiritual quotient and employee performance. Organizational citizenship behavior actually can become intervening variable between self efficacy toward employee behavior
    corecore