Universitas Ciputra Surabaya e-Journal
Not a member yet
2690 research outputs found
Sort by
Harmonisasi Fungsi dan Simbolisme: Evaluasi Perancangan Gazebo Petilasan di Kawasan Warisan Budaya
Studi ini merupakan evaluasi proyek perancangan partisipatif yang melibatkan mahasiswa arsitektur semester dua Universitas Ciputra (UC) bersama Pondok Alam Adat Budaya Nusantara (PAABN) di kawasan warisan budaya Candi Jolotundo, Jawa Timur. Proyek ini bertujuan merancang gazebo modular ramah lingkungan yang responsif terhadap topografi curam, keterbatasan lahan, serta nilai budaya dan spiritual setempat. Proses perancangan dilakukan melalui pendekatan problem-based learning yang mencakup observasi tapak, pembuatan prototipe secara iteratif, serta evaluasi kolaboratif antara mahasiswa, dosen, dan mitra komunitas. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbedaan fokus penilaian, yakni dosen cenderung menekankan aspek kreativitas dan inovasi, sedangkan mitra lebih mengutamakan fungsionalitas praktis seperti simbolisme bentuk atap, orientasi ruang, dan kemudahan konstruksi. Selain menghasilkan solusi arsitektur yang kontekstual, studi ini berhasil mendorong pemberdayaan komunitas serta meningkatkan kesadaran perilaku pro-lingkungan. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan integrasi nilai masyarakat dan kearifan lokal ke dalam kurikulum pendidikan arsitektur. Langkah ini penting untuk memperkaya standar akademik dengan praktik yang relevan secara budaya dan selaras dengan norma sosial masyarakat yang berkelanjutan
Membangun Kemandirian Ekonomi Kreatif bagi Perempuan Disabilitas melalui Fesyen Berkelanjutan
Industri fashion dikenal sebagai salah satu sektor penyumbang limbah tekstil terbesar, terutama dalam bentuk potongan kain perca yang sering kali dianggap tidak bernilai. Fenomena ini justru membuka peluang untuk menciptakan model bisnis yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga mengedepankan nilai sosial dan keberlanjutan lingkungan. Program ini melibatkan 10 perempuan penyandang disabilitas daksa dari komunitas Kinarya Digdaya yang memiliki keterampilan dasar menjahit dan menyulam, namun hanya memproduksi untuk kebutuhan pribadi atau pesanan skala kecil. Melalui program pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan teknis dalam mengolah limbah perca menjadi produk fashion bernilai jual tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang menelusuri proses pemberdayaan mulai dari peningkatan aspek teknis, pengembangan desain kreatif, hingga manajemen usaha kecil dan strategi pemasaran digital berbasis komunitas. Metode pelaksanaan meliputi demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan intensif yang diakhiri dengan evaluasi kualitas, fungsi, dan estetika produk. Hasil program menunjukkan bahwa pengolahan limbah perca mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian kelompok perempuan disabilitas. Limbah tekstil yang semula dipandang sebelah mata dapat ditransformasikan menjadi sumber daya produktif yang membawa manfaat ekonomi bagi komunitas serta dampak positif bagi kelestarian lingkungan
Peran P2P Lending dan Digitalisasi terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia
Poverty in Indonesia still shows disparities between provinces amid the acceleration of digital transformation. From an inclusive growth perspective, equitable access to productive resources, including the digital economy, is an important prerequisite for sustainable poverty reduction. This study aims to analyze the effect of peer-to-peer (P2P) lending, digital skills, and digital infrastructure on poverty levels across provinces in Indonesia. The study uses a quantitative approach with a multiple linear regression method based on cross-section data from 38 provinces sourced from the Financial Services Authority and the Central Statistics Agency. The results show that simultaneously, all three digital economy variables have a significant effect on poverty. However, partially, only digital infrastructure has a negative and significant effect on poverty levels, while P2P lending and digital skills do not show a significant effect. These findings indicate that the equitable distribution and quality of digital infrastructure are the main foundations in supporting poverty reduction based on digital transformation. This study concludes that the digital economy can be an instrument of inclusive development if it is supported by strengthening structural access between regions. Policy implications emphasize the importance of prioritizing digital infrastructure development as a prerequisite for effective financing and improving digital skills.Kemiskinan di Indonesia masih menunjukkan disparitas antar provinsi di tengah percepatan transformasi digital. Dalam perspektif inclusive growth, pemerataan akses terhadap sumber daya produktif, termasuk ekonomi digital, menjadi prasyarat penting bagi pengurangan kemiskinan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer-to-peer (P2P) lending, keterampilan digital, dan infrastruktur digital terhadap tingkat kemiskinan antar provinsi di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda berbasis data cross-section dari 38 provinsi yang bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan, dan Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel ekonomi digital berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Namun, secara parsial hanya infrastruktur digital yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, sedangkan P2P lending dan keterampilan digital tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemerataan dan kualitas infrastruktur digital merupakan fondasi utama dalam mendukung pengurangan kemiskinan berbasis transformasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekonomi digital dapat menjadi instrumen pembangunan inklusif apabila didukung oleh penguatan akses struktural antar wilayah. Implikasi kebijakan menekankan pentingnya prioritas pembangunan infrastruktur digital sebagai prasyarat efektivitas pembiayaan dan peningkatan keterampilan digital
Entrepreneurial Marketing Strategies in the Tourism Industry
This study examined how entrepreneurial digital marketing through YouTube travel influencers influences visit intention among Generation Z and Millennial tourists in Indonesia, with trust acting as an underlying psychological mechanism. The study addressed the growing role of influencers as digital entrepreneurs who create value and shape tourism-related decision-making. A quantitative research design was employed using survey data collected from 138 Generation Z and Millennial respondents in Indonesia who had prior travel experience and exposure to YouTube travel influencer content. Data were analyzed using Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to test the relationships among homophily, perceived expertise, trust, and visit intention. The findings indicated that homophily and perceived expertise significantly influence trust toward YouTube travel influencers. Homophily emerged as the strongest direct determinant of visit intention, while trust did not exert a significant direct effect. These results demonstrate that social similarity and emotional identification function as key entrepreneurial mechanisms in influencer-based tourism marketing, rather than purely rational or informational factors. The study characterizes YouTube travel influencers as digital entrepreneurs who generate marketing value through social similarity and perceived knowledge from an entrepreneurial marketing viewpoint
The Repurchase Intention in Handcrafted MSEs: The Mediating Role of Customer Satisfaction in the Relationship between Customer Experience and Product Value
Micro and Small Enterprises (MSEs) in the handcrafted industry play an important role in supporting local economic development; however, they often face challenges in maintaining long-term customer relationships in increasingly competitive markets. This study aims to examine the factors influencing repurchase intention among consumers of handcrafted MSEs by analyzing the roles of customer experience and product value, with customer satisfaction acting as a mediating variable. This research adopts a quantitative explanatory approach using survey data collected from 140 consumers who have purchased handcrafted MSEs products. The data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS–SEM). The results indicate that customer experience and product value significantly influence repurchase intention. Both variables also have a significant positive effect on customer satisfaction, which in turn significantly affects repurchase intention. Furthermore, the mediation analysis reveals that customer satisfaction partially mediates the relationships between customer experience and product value with repurchase intention. The model demonstrates adequate explanatory power, indicating that the proposed variables are important predictors of consumer repurchase behavior. These findings contribute to the marketing literature in the MSEs context and provide practical insights for handcrafted MSEs owners to enhance customer satisfaction through improved customer experience and stronger product value to encourage repeat purchases and support business sustainability
A Computational Framework for Nutrient Density Assessment and Food Categorization
In this paper, we aim to explore the potential of clustering in creating a nutritional map of different foods based on the nutritional elements present in the food. We evaluated two clustering algorithms: DBSCAN (Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise) and Agglomerative Clustering. We used these algorithms to cluster the different foods in the Kaggle Food-101 dataset, which contains nutritional features such as proteins, carbohydrates, fats, and energy density. In order to enhance the efficiency of the clustering process and reduce the complexity of the data, we used the PCA (Principal Component Analysis) technique for data reduction. The Agglomerative Clustering technique with PCA demonstrated superior clustering quality compared to DBSCAN. This was based on the fact that the Agglomerative Clustering technique with PCA produced a higher Silhouette Score (0.41) and Calinski-Harabasz Index (85.97) than the DBSCAN technique. In our research, it was also found that the clusters produced by the Agglomerative Clustering technique with PCA could separate the different foods based on nutritional elements, which included high-protein foods, high-carb foods, and balanced diet foods
Financial Technology, Financial Literacy, and MSMEs' Financial Performance: The Mediating Role of Financial Inclusion in East Java
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are key contributors to economic growth, yet many still experience constraints in accessing formal financial systems. This research analyzes the impact of financial technology and financial literacy on the financial performance of MSMEs, while considering financial inclusion as an intervening variable. The study adopts a quantitative design using primary data collected through questionnaires from 160 MSMEs owners who actively use digital financial services. The data were processed using Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reveal that financial literacy significantly enhances both financial inclusion and MSMEs financial performance. Furthermore, financial inclusion plays a mediating role in the relationship between financial literacy and financial performance. In contrast, financial technology does not demonstrate a significant direct influence on MSMEs financial performance, nor does financial inclusion mediate this relationship. The results emphasize the critical role of improving financial literacy in conjunction with expanding access to digital financial services to support better financial outcomes for MSMEs
Strategi Pemanfaatan Lahan Marginal untuk Budidaya Herbal
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan lahan marginal di Dusun Karangjati, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Jawa Timur. Melalui budidaya tanaman herbal, kegiatan ini dirancang sebagai strategi pemberdayaan masyarakat lokal sekaligus penguatan identitas kawasan. Fokus utama program ini adalah mengatasi rendahnya pemanfaatan lahan kurang produktif dan minimnya literasi masyarakat mengenai potensi tanaman herbal. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan lintas disiplin yang meliputi survei lapangan, pelatihan budidaya, pembangunan fasilitas edukatif berupa Herbal Pod, serta pemasangan media informasi interaktif berbasis teknologi Smart Scan Label. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada efektivitas pemanfaatan lahan serta partisipasi aktif masyarakat. Terwujudnya fasilitas edukatif tersebut berhasil memperkuat citra Dusun Karangjati sebagai pusat tanaman herbal. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan lahan marginal dapat diintegrasikan secara efektif dengan pendekatan arsitektural dan teknologi tepat guna untuk menciptakan dampak sosial serta lingkungan yang berkelanjutan
Optimalisasi Media Sosial dan Sistem Laporan Keuangan Tersistematis pada UMKM Kuliner
UMKM Bakso Goreng Happy dan Mam’s telah beroperasi selama kurang dari lima tahun dengan mengandalkan media pemasaran luring (offline). Dalam aspek manajerial, mitra belum melakukan pencatatan keuangan secara detail dan sistematis, khususnya pada pos pemasukan dan pengeluaran tiap transaksi. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan dalam optimalisasi penjualan berbasis daring (online) melalui pemanfaatan media sosial Instagram dan platform layanan antar pesan Gojek. Selain penguatan sisi penjualan, tim pengabdian masyarakat juga memberikan pendampingan manajerial keuangan melalui pemisahan catatan pendapatan dan pengeluaran dengan bantuan aplikasi pengolah angka. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas pemasaran digital, yang mencakup pembuatan dokumentasi produk yang lebih profesional dan representatif. Dari aspek keuangan, tim pengabdian masyarakat merekomendasikan penggunaan nota pada setiap transaksi untuk mempermudah pemisahan arus kas. Tim pengabdian masyarakat, bersama mahasiswa, turut mendampingi mitra dalam mengimplementasikan sistem pencatatan keuangan yang sistematis pada aplikasi pengolah angka. Melalui program ini, UMKM Bakso Goreng Happy dan Mam’s berhasil meningkatkan volume penjualan seiring dengan penguatan pemahaman dan kemampuan manajerial pemiliknya
Analisis Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi, Investasi di Indonesia Terhadap Kesejahteraan Sosial Pada Tahun 2024
Public welfare is a crucial indicator for measuring the success of a nation's development. Development can be measured through economic growth and improvements in the quality of life of the population, as reflected in the Human Development Index (HDI). This study aims to analyze the influence of economic growth, inflation, and investment on social welfare in Indonesia in 2024. This study implemented a quantitative approach utilizing secondary data collected from the Statistics Indonesia (BPS) and the Investment Coordinating Board (BKPM) in 38 provinces. The analytical method used was multiple linear regression, with classical assumption testing to ensure model feasibility, and robust standard errors to increase the reliability of the estimation results. The findings simultaneously demonstrate that economic growth, inflation, and investment significantly influence social welfare. Partially, inflation negatively impacts social welfare, indicating that price increases can suppress people's purchasing power and impact quality of life. Conversely, investment positively impacts the social welfare by encouraging job creation and increased economic activity. Meanwhile, economic growth has proven to be insignificant in terms of social welfare. Therefore, development policies need to be directed at increasing economic growth, while simultaneously controlling inflation and improving the quality of investment to ensure more equitable and sustainable human development.Kesejahteraan sosial merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Konsep ini mencakup akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, serta kondisi hidup yang layak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan investasi terhadap IPM di Indonesia pada tahun 2024. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 38 provinsi di Indonesia. Metode analisis yang diterapkan meliputi regresi linier berganda yang dilengkapi dengan uji asumsi klasik serta penggunaan robust standard errors guna meningkatkan keandalan estimasi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa secara simultan pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan investasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap IPM. Inflasi memberikan pengaruh negatif signifikan, yang menandakan bahwa kenaikan harga menurunkan daya beli masyarakat dan berdampak langsung pada dimensi kesejahteraan. Disisi lain, investasi berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap IPM, yang mencerminkan bahwa realisasi investasi berperan dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Variabel lain seperti pertumbuhan ekonomi menunjukkan pengaruh signifikan terhadap IPM, yang mengindikasikan bahwa peningkatan output ekonomi secara struktural mampu mendorong peningkatan kualitas pembangunan manusia melalui perluasan akses terhadap layanan dasar, penguatan kesejahteraan sosial, serta peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan pembangunan tidak dapat hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, melainkan perlu diarahkan pada pengendalian inflasi, penguatan kualitas investasi, serta integrasi kebijakan ekonomi dan sosial demi mendorong peningkatan IPM yang inklusif dan berkelanjutan