428 research outputs found

    Peran dakwah KH. Muhammad Afif Zuhri di masyarakat pesisir Purworejo Bonang Demak

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Peran Dakwah KH Muhammad Afif Zuhri di Masyarakat Pesisir Purworejo Bonang Demak”. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah : Bagaimana Peran Dakwah KH Muhammad Afif Zuhri di Masyarakat Pesisir Purworejo Bonang Demak ? dan Bagaimana Keberhasilan Dakwah KH Muhammad Aif Zuhri di Masyarakat Pesisir Purworejo Bonang Demak? penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dakwah KH Muhammad Afif Zuhri di Masyarakat Pesisir Purworejo Bonang Demak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, adapun sumber datanya yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi adapun analisa datanya menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa peran dakwah KH Muhammad Afif Zuhri di masyarakat pesisir Purworejo Bonang Demak yang mempunyai peran dan keberhasilan dakwah sebagai pengasuh pondok pesantren An-Nur beliau mendidik para murid-murid untuk ditanamkan akidah mereka sedini mungkin supaya nanti setelah terjun di dalam masyarakat dapat menjadi contoh dan menjadi tokoh yang mampu mengembangkan keyakinannya. KH Muhammad Afif Zuhri juga aktif Organisasi yang ada di Bonang maupun di Demak, beliau aktif di beberapa organisasi waktu sejak muda sampai sekarang beliau sudah menjadi konsultan Ilmu Hikmah di Lembaga Indonesia Sejahtera Aman dan Damai (IS’AD) yang bertujuan untuk mengurangi masalah kerusakan moral yang terjadi di tengah masyarakat, sekaligus menciptakan masyarakat yang religius, dermawan, dan sejahtera. Peran KH Muhammad Afif Zuhri sebagai pimpinan Jama’ah AL-Wasilah di Desa Purworejo Bonang Demak, berperan dalam memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap masyarakat. KH Muhammad Afif Zuhri dalam menjalankan dakwahnya menggunakan pendekatan yang bisa diterima oleh berbagai macam kalangan. Dalam menyampaikan dakwahnya, beliau menyesuaikan diri dengan umat yang dihadapinya. Selain itu dakwahnya juga disampaikan secara lugas dan mudah dipahami oleh mad’u. Peran dakwah tidak hanya diperuntukkan bagi organisasi atau lembaga keislaman melainkan juga oleh kyai yang mentabligkan ajaran islam dengan efektif dan efisien. Maka dari itu sebagai seorang Kyai, KH Muhammad Afif Zuhri mengemban amanat untuk berjuang di jalan Allah. Yaitu harus menggerakkan pola strategi sebagai tempat merealisasikan gagasan-gagasan dan meningkatkan masyarakat Islam yang berperilaku keagamaan

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    No full text
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    Tafsir sufistik tentang Nur Muhammad : studi hermeneutis terhadap penafsiran Ibnu ‘Arabi

    No full text
    Pembahasan Nur Muhammad telah ada sejak abad kedua Hijriyah. Tidak hanya oleh madzhab keagamaan tertentu dan para sufi, tetapi juga para mufassir. Hal ini tidak terlepas dari tafsir sufistik yang pada saat itu mulai bermunculan, karena melihat pentingnya sisi esoterik dan eksoterik dalam penafsiran al-Qur’an, sehingga hasilnya dapat menyentul wilayah hakikat sekaligus syariah. Ibnu ‘Arabi sebagai sufi sekaligus mufassir, mampu menghasilkan penafsiran tentang Nur Muhammad secara komprehensif. Penelitian ini secara spesifik akan menjawab rumusan masalah yang penulis kemukakan, di antaranya: Bagaimana penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam Tafsirnya? Dan Bagaimana implementasi penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam konteks kekinian? Oleh karena itu, penulis menggunakan content analisis sebagai metode penelitian, serta alat bantu analisis berupa hermeneutika untuk menjawab kontekstualisasi penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam konteks kekinian. Adapun hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: Pertama, Ibnu ‘Arabi berpendapat bahwa kata nūr di dalam al-Qur’an ada beberapa pengertian, yaitu pemberi hidayah, pemberi cahaya, penghias, yang dzahir atau tampak jelas, pemilik cahaya, dan cahaya tetapi bukan cahaya yang biasa dikenal. Di samping itu, ada pengertian lain menurut Ibnu ‘Arabi bahwa nūr di dalam al-Qur’an dalam ayat-ayat tertentu dengan istilah Nur Muhammad. Ibnu ‘Arabi juga menyebut Nur Muhammad dengan istilah rūh al-‘alam. Menurut Ibnu ‘Arabi, konsep Nur Muhammad merupakan tajalli (penampakan) Allah yang menjelma dalam Nur Muhammad, dan dari sanalah awal mula segala penciptaan di dalam semesta. Penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya faktor historis, sosiologis, dan filosofis. Dari sisi historis, Ibnu ‘Arabi dipengaruhi oleh para guru sufinya serta ilham yang beliau dapatkan dari mimpi-mimpinya. Dari sisi sosiologis, karena Ibnu ‘Arabi ingin memadukan penafsiran secara esoterik dan eksoterik, sehingga mampu menjawab problem sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Dari sisi filosofis, Ibnu ‘Arabi ingin memadukan trilogi ajaran Islam, yakni iman, Islam, dan ihsan. Sebab menurutnya, tasawuf tidak hanya ada di dalam al-Qur’an, tetapi seluruh ayat al-Qur’an mengandung tasawuf, aqidah, dan sekaligus syari’ah. Kedua, dalam konteks kekinian seharusnya Nur Muhammad juga memiliki andil penting dalam kehidupan, tidak hanya menjadi pemikiran yang hanya terbukukan dalam tumpukan sejarah. Setiap manusia perlu melakukan segala daya dan upaya untuk mengimplementasikan makna Nur Muhammad, yaitu menjadi Insan Kamil, dalam pengertian yang sebaik-baiknya. Bagi orang yang menempuh jalan sufi, mereka dapat mengikuti jalan tarekat (thariqah). Tarekat diartikan sebagai sebuah metode, cara, atau jalan yang ditempuh sufi menuju pencapaian spiritual tertinggi, pensucian diri, pensucian jiwa, dalam bentuk dzikir kepada Allah. Sedangkan bagi manusia secara umum, yang harus dilakukan untuk memaksimalkan potensi Nur Muhammad adalah dengan menyembah Allah dengan sebenar-benarnya serta tidak berbuat syirik. Setiap manusia harus mampu mengontrol diri untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi. Sebab, menyembah atau sujud kepada Allah juga harus dibarengi dengan perbuatan yang adil dan ihsan. Hal ini berkaitan erat dengan kehidupan sosial bermasyarakat, baik itu dalam hal ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Setiap hamba harus mengontrol diri untuk tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang menimbulkan kerugian bagi sesamanya.   ABSTRACT: Nur Muhammad's discussion has been around since the second century Hijriyah. Not only by certain religious madzhab and Sufis, but also interpretators. This is inseparable from the sufistic interpretation that at that time began to emerge, because it saw the importance of esoteric and exotic sides in the interpretation of the Qur'an, so that the results can reflect the area of nature as well as sharia. Ibn 'Arabi as a Sufi as well as interpretator, was able to produce a comprehensive interpretation of Nur Muhammad. This research will specifically answer the formulation of problems that the author put forward, including: How is ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in his interpretary? And how is the implementation of Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in the current context? Therefore, the author uses analytical content as a research method, as well as analytical tools in the form of hermeneutics to answer the contextualization of Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in the current context. The results of his research are as follows: First, Ibn 'Arabi argued that the word nūr in the Qur'an there are several meanings, namely the giver of guidance, light giver, decorator, who dzahir or clearly visible, the owner of light, and light but not the light commonly known. In addition, there is another sense according to Ibn 'Arabi that nūr in the Qur'anin certain verses with the term Nur Muhammad. Ibn 'Arabi also mentions Nur Muhammad with the term rūh al-'alam. According to Ibn 'Arabi, the concept of Nur Muhammad is the tajalli (appearance) of God incarnated in Nur Muhammad, and from there the beginning of all creation in the universe. Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad was influenced by several factors, including historical, sociological, and philosophical factors. Historically, Ibn 'Arabi was influenced by his Sufi teachers and the inspiration he got from his dreams. From the sociological side, because Ibn 'Arabi wanted to combine esoteric and exotic interpretations, so as to be able to answer social problems that occurred in society. Philosophically, Ibn 'Arabi wanted to combine a trilogy of Islamic teachings, namely faith, Islam, and ihsan. For according to him, Sufism is not only in the Qur'an, but all verses of the Qur'an contain Sufism, aqidah, and at the same time shari'ah. Second, in the current context Nur Muhammad should also have an important role in life, not only be a thoughtthat is onlyburiedin the pileof history. Every human being needs to do all the power and effort to implement the meaning of Nur Muhammad, namely to be Insan Kamil, in the best sense possible. For people who follow the Sufi path, they can follow the path of order(thariqah). Tarekat is defined as a method, way, or path taken by Sufis to the highest spiritual achievement, self-purification, sanctification of the soul, in the form of dzikr to God. While bagi man in general, what must be done to maximize the potential of Nur Muhammad is to worship God in real time and notto associate. Every human being must be able to control himself not to do corruption in the earth. And who is more unjust than he who worships Allah, and is a witness against you, and turns back on you, and turns your backs on you, and turns your backs on you, and has no helper over It is closely related to social life in society, be it in economic, political, and so forth. Every servant must control himself not to fall into deeds that cause harm to others

    PARADIGMA MODERASI MUHAMMAD MUTAWALLI AL-SYA’RAWI

    No full text
    The focus of this research is to find out more about Muhammad Mutawalli Al-Sya\u27rawi\u27s moderation paradigm in his commentary book, Tafsîr Al-Sya\u27râwî. By presenting Al-Sya\u27rawi\u27s views, understanding, and interpretation of the verses that form the basis of religious moderation directly from his monumental work, Tafsîr Al-Sya\u27râwî, this research uses library research methods. The author collects data and processes the data using descriptive analytical and comparative methods to compare the various opinions foun

    Steven-Johnsons Syndrome (SJS) Dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN)

    No full text
    Rash dan keluhan kulit sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan beberapa diantaranya termasuk dalam kegawatdaruratan dermatologi, sehingga tenaga kesehatan perlu mengetahui tipe-tipe kelainan yang termasuk dalam kegawatdaruratan dalam bidang dermatologi yang dapat mengancam keselamatan pasien. Selain itu juga perlu memahami penatalaksanaan yang tepat dalam menangani kasus-kasus tersebut. Tidak kalah penting adalah memahami waktu dan cara yang tepat dalam merujuk pasien yang mengalami kegawatdaruratan dalam bidang kulit. Dalam makalah ini disajikan tentang beberapa kondisi yang termasuk dalam kegawatdaruratan khususnya yang memberikan gambaran nekrolisis epidermal yaitu Steven-Johnsons Syndrome (SJS) dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN)

    TELAAH KITAB TAFSIR ATH-THABARI DALAM Q.S AL-MAIDAH AYAT 51

    No full text
    TELAAH KITAB TAFSIR ATH-THABARI DALAM Q.S AL-MAIDAH AYAT 51 Adistia, Yusril, Nur Baitul Izzah, Nikmah, Muhammad Afif Artikel ini ingin menjelaskan kepada pembaca mengenai penafsiran Kitab Tafsir al-Tabari yang dibuat sendiri oleh Imam Al-Tabari. Dalam penjelasannya penulis akan menjelaskan profil, metodologi dan salah satu contoh penafsirannya disertai sistemtika penulisannya. Dalam menjelaskan telaah kitab Tafsir ini penulis menggunakan metode library research artinya studi kepustakaan. Untuk menjelaskan penafsirannya penulis mengamnil sampel penafsiran al-Tabari dalam Q.S al-Maidah ayat 51. Penulis akan mengemabil kajian dari berbagai buku-buku atau referensi yang berhubungan dengan. Al-Tabari adalah seorang mufassir yang digolongkan sebagai mufasir senior, dan karyanya sampai saat ini masih dijadikan rujukan oleh banyak orang terkait penafsiran Al-Qur’a>n. Adapun karya monumental al-Thabari adalah Tafsir al-Tabari. Kitab Tafsirnya berjudul Jami>‘ al-baya>n ‘an Ta’wil Ayyil Qur’an. 01 02 2020 55 78 10.24239/al-munir.v1i02.36 http://jurnalalmunir.com/index.php/al-munir/article/view/36 http://jurnalalmunir.com/index.php/al-munir/article/download/36/22 http://jurnalalmunir.com/index.php/al-munir/article/download/36/2

    PEMBELAJARAN PAI DALAM MEMBENTUK SIKAP TOLERAN PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 4 PRAMBANAN

    No full text
    MUHAMMAD NUR HAFIDZ AFIF, Pembelajaran PAI dalam Membentuk Sikap Toleran Peserta Didik di SMP Negeri 4 Prambanan. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, 2020. Latar belakang penelitian ini adalah penulis melihat kemajemukan warga sekolah yang ada di SMP Negeri 4 Prambanan. Hal ini bagaikan gambaran kecil bangsa Indonesia yang di dalamnya terdapat masyarakat dari berbagai macam latar belakang. Melihat kondisi tersebut penulis tertarik ingin mengetahui secara dalam bagaimana upaya sekolah dalam membangun kerukunan, salah satunya melalui pembelajaran PAI. Membangun kerukunan melalui pembelajaran PAI dilakukan dengan menanamkan dalam diri peserta didik sikap toleran, sikap menghormati dan menghargai perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran PAI dalam membentuk sikap toleran peserta didik, hasil dari pelaksanaan pembelajaran PAI dalam membentuk sikap toleran peserta didik, dan faktor pendukung serta penghambat dalam membentuk sikap toleran peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar SMP Negeri 4 Prambanan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran PAI di SMP Negeri 4 Prambanan dalam membentuk sikap toleran peserta didik dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, membaca keras, role playing dan diskusi. Adapun materi yang disampaikan adalah Akidah Akhlak. Dalam pembelajaran PAI mencakup tiga aspek kegiatan, kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Dalam setiap kegiatan tersebut guru PAI selalu memasukkan nilai toleransi dalam pembelajaran, memberikan teladan yang baik dan nasehat-nasehat dalam upaya untuk pembentukan sikap toleran. (2) Hasil yang telah dicapai dalam pembentukan sikap toleran peserta didik, yaitu: sikap menghormati, sikap menghargai, sikap saling membantu, dan sikap saling menerima. (3) Adanya faktor pendukung, yaitu: kerjasama yang baik antara kepala sekolah dan guru, bersikap adil, kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pembentukan sikap toleran misalnya: upacara bendera, pramuka, OSIS, kultum, sabtu bersih, dan buka puasa bersama, faktor pendukung yang terakhir yaitu fasilitas sekolah yang cukup memadahi. Selain faktor pendukung terdapat juga faktor penghambat dalam pembentukan sikap toleran dalam diri peserta didik, yaitu: sifat dasar yang dimiliki peserta didik, jam pembelajaran agama yang relatif sedikit, dan pergaulan di luar

    The relationship between mental health and academic factor performances Faculty of Sports Science and Recreation Students in UiTM Seremban / Muhammad Afif Mazlan, Nur Dalilah Dahlan and Muhammad Wafi Abd. Rahman

    No full text
    Mental health issues have surged in Malaysia, impacting youth, particularly university students. This study explores the relationship between mental health and academic performance among Faculty of Sports Science and Recreation (FSR) students at UiTM Seremban. By assessing mental health levels, academic performance, and their interplay, this research aims to bridge existing gaps, addressing how sports students manage stress and achieve academic balance [1]. A survey was conducted to assess mental health levels, while academic performance was evaluated through quantitative analysis. A sample size of 333 students was determined using Krejcie and Morgan's (1970) table with a 20% buffer. Participants were selected using probability sampling via a simple random sampling technique to ensure representativeness

    Digital-Chaos Ventures : Rise n go smart pillow / Muhammad Afif Fiqri Bin Zulkafli ...[et al.]

    No full text
    Rise N Go Smart Pillow is a developing business that motivated to help people to have a comfortable and good quality of nap and sleep everyday. The slogan of the Rise N go Smart Pillow is “ Good Sleep Good life” , Which emphasizes that to have a healthy lifestyle a person need to have a good sleep. It was inspired through an experience when someone face difficulty to sleep early and wake up early in the morning. This problems lead them to another greater problems such as coming late to works and school. Rise N Go smart Pillow maximizes comfort by capitalizing on the everyday functions of the consumer. Everyone has the need of being comfortable and Rise N Go Smart Pillow mission is to meet the need. Rise N go Smart Pillow has created a simple design that was develop from a regular pillow. The Rise N Go Smart pillow consist of massaging components the will help consumer to have a good and relaxing time. Other than that, the pillow will be having an alarm to help consumer to wake up easily in the morning. The pillow can be used by all age of consumers because it is safe and comfortable. The pillow will be distributed to the residential, school and furniture area because the main target is the customers that lives in a home

    Improving Students' Ability to Read the Qur'an Using the Ummi Method at Muhammadiyah Assalaam Elementary School in Malang

    No full text
    Peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an bisa efektif jika pembelajarannya menggunakan metode yang tepat. Salah satu metode yang bisa meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa ialah metode Ummi karena  pembelajaran metode ummi terstruktur dan didukung oleh guru yang sudah tersertifikasi.  Oleh karena itu penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dengan melibatkan Guru Metode Ummi  dan 1 Koordinator Metode Ummi dan 3 siswa  SD Muhammadiyah serta 3 orang tua SD Assalam Malang  sebagai Informan.  Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi  dan dokumentasi. Menurut Miles dan Huberman  teknik analisis data menggunakan 4 langkah yaitu koleksi data, reduksi data menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SD Muhammadiyah 3 Assalam Malang, ditemukan bahwa  dalam meningatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa menggunakan metode Ummi sangat baik dilihat dari keseluruhan siswa jilid Al-Qur’an kelas 6 tingkat kemampuannya setara, siswa bisa membaca Al-Qur’an sesuai kaidah Ilmu tajwid serta siswa dapat menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dan terdapat sinergesitas antara guru, siswa, dan orang tua yang mendukung pembelajaran metode ummi
    corecore