e-Journal Institut PTIQ Jakarta
Not a member yet
    295 research outputs found

    AL-QUR’AN DAN RESOLUSI KONFLIK ANTAR UMAT BERAGAMA DI INDONESIA

    Full text link
    Artikel ini mengungkap tawaran Al-Qur’an dalam merespon konflik antara kelompok manusia dengan menjadikan kasus konflik di Indonesia sebagai titik berangkat. Semua itu menggambarkan konflik akan selalu ada sepanjang perjalanan kehidupan manusia karena berbanding lurus dengan keinginan masing-masing individu, kelompok atau bangsa. Sebagai makhluk sosial maka akan selalu ada gesekan antar sesama yang tidak jarang karena satu hal dan lainnya menimbulkan konflik. Al-Qur’an sebagai kitab suci yang memiliki jargon s}a>lih li kulli zamān wa makān, menyimpun tawaran tersendiri untuk menjadi problem solving atas setiap konflik yang terjadi. Artikel ini menggunakan metode tafsir tematik-deskriptif sehingga dengan melihat ayat-ayat tentang konflik secara global bukan parsial. Artikel ini juga mendukung pendapat Lewis A. Coser (1913-2003 M) tentang struktural fungsional, yang melihat kehidupan manusia dari dua sisi, yaitu sisi konflik yang didukung oleh Ralf Dahrendorf 1929-2009 M. Sisi kedua, manusia cenderung dalam kondisi tentang, damai, dan tentram.  Dari berbagai ayat yang penulis inventarisir, setidaknya ada beberapa tawaran Al-Qur’an yang dibahas dalam tulisan ini yaitu pertama: membangun dan membuka ruang untuk komunikasi. Kedua: menjalin persaudaraan. Ketiga: melakukan klarifikasi (tabayyun) dalam setiap masalah. Keempat: menahan diri dan menghargai pihak lain. Kelima: tidak memaksakan kehendak. Keenam: perang, jika tidak ada jalan lain dalam menyelesaikan masalah dan merupakan pilihan terakhir. Jika perang telah menjadi pilihan satu-satunya, maka perang yang dilakukan harus berlandaskan fi sabilillah, yakni dalam rangka membela diri, juga untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, dengan etika-etika perang yang wajib dipenuhi

    Konsep Pendidikan Modern dalam Perspektif Al-Qur’an

    No full text
    Abstract.  The research findings state that the views or reviews of the Koran regarding Modern Education are basically in accordance with Islamic teachings, especially the Koran which is the source of Islamic law. Other interesting findings in research on Modern education include the Qur\u27anic criticism of modern education, the goals of Islamic education, and the person in charge of Islamic education. From some of these characteristics, formulated with verses of the Koran and interpretations as an argument, that the concept of modern education is in harmony with the teachings of Islam in regulating the order of human life on this earth, especially in the context of education. The author can conclude that Modern Education is ways of learning in accordance with the demands of the present era, to be prepared by students in their time

    Pesantren: Genealogi, Dinamika, dan Nasionalisme

    No full text
    This paper adresses  three things related to  pesantren (Islamic traditional education system) in Indonesia. First, elements genealogy: the origin of the emergence of multicultural pesantren in Indonesia. Second, the dynamic elements of pesantren education from time to time, how schools are able to maintain growth and existence amidst currents of modern education is increasingly passionate. Third, what are the key elements of pesantren, especially developed nationalizm by kyai Nahdliyin, so as to print the generation that participated guarding the integrity of the Unitary Republic of Indonesia (NKRI

    Potensi UMKM Kontribusi BMT Sidogiri Cabang Depok dalam Meningkatkan Produktivitas Bisnis Lokal

    No full text
    This research investigates the role of Baitul Maal Wattamwil (BMT) UGT Sidogiri Branch in Sawangan Depok in enhancing the productivity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) and its impact on local economic development. The study employs a descriptive analysis method based on quantitative data collected from BMT\u27s financial reports and MSME members who received financing in the form of Barakah Business Capital (MUB). Additionally, insights into BMT\u27s role in empowering MSMEs were obtained through interviews with BMT management and MSME members. The findings reveal that BMT UGT Sidogiri Branch significantly contributes to enhancing MSME productivity. Providing MUB financing offers substantial benefits to MSMEs, helping them improve their businesses and support local economic development. BMT successfully facilitates collaboration among members, strengthens economic synergies, and places special emphasis on the welfare of MSME members through a profit-sharing system based on Sharia principles. Despite its positive contributions, the research identifies several challenges faced by BMT Sidogiri, including members who are urban dwellers or newcomers, competition with daily banks/usurers, and technological limitations. Nevertheless, BMT UGT Sidogiri has implemented strategic measures, such as a family-oriented approach and technology integration, to address these challenges

    FENOMENA TRADISI MENJATOH HIBAH BERBALUT HUTANG: Studi Kasus Tradisi Masyarakat Di Kota Subulussalam, Aceh

    No full text
    Tradisi saling memberikan hadiah sangat dianjurkan dalam Islam, bahkan hal ini berdampak kepada penguatan rasa kasih sayang ukhuwah Islamiyah. Di antara tradisi Islam, silaturrahim pada saat walimah atau resepsi pernikahan (walimatur ursy). Di Subussalam Aceh, terdapat tradisi menjatoh untuk memberikan hadiah berupa uang untuk mempelai sebagai kontribusi bantuan dan hadiah atas pernikahan. Namun tradisi ini berubah sifatnya menjadi transaksi utang piutang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan perubahan kebiasaan hadiah menjadi utang ini (Menjatoh) dari sisi hukum syariah Islam dengan melakukan penelitian lapangan di Kota Subulussalam Aceh serta diperkaya dengan pendekatan kepustakaan. Penelitian ini menemukan bahwa Tradisi menjatoh merupakan tradisi yang telah lama dipraktekkan oleh masyarakat Subulussalam Aceh pada acara walimah pernikahan dan walimah khitan berupa pemberian hibah uang maupun barang berharga kepada pihak shahibul walimah sebagai tanda kasih sayang dan kekeluargaan serta dengan tujuan mempererat/memperkuat  persaudaraan. Pandangan fikih Islam, sangat mengajurkan pemberian hadiah kepada orang lain untuk memperkuat rasa persaudaraan dan silaturrahim namun Islam melarang adanya peralihan akad hadiah menjadi akad utang piutang, karena hadiah itu bukanlah utang yang wajib dikembalikan sehingga disarankan kepada ulama, tokoh masyarakat setempat agar mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa tradisi menjatoh tidak dapat dianggap sebagai utang piutang dalam perspektif Islam

    The Effect of Work-life Quality and Transglobal Leadership on Employee Performance of Sharia Saving-load and Finance Cooperative

    No full text
    This study aims to examine the effect of work-life quality and transglobal leadership on employee performance of Sharia Saving-Loan and Finance Cooperative. The population of this study consisted of employees of sharia saving-loan and finance cooperative in Banten. Sampling was carried out using the minimum criteria from the SEM-PLS, ranging from 35 to 100. Data was obtained by using a questionnaire. This research is a quantitative study. The data were analyzed using Structural Equation Modelling (SEM) and processed using Partial Least Square (PLS) analysis with the Smartpls 3.0 application. This study found that the work-life quality has a positive and significant effect on organizational commitment, the work-life quality has a positive and significant effect on employee performance, transglobal leadership has a positive and significant effect on organizational commitment, transglobal leadership does not have any effect on employee performance, organizational commitment has a positive effect and significant on employee performance, organizational commitment mediates the effect of work-life quality on employee performance and organizational commitment mediates the effect of transglobal leadership on employee performance

    PENDEKATAN KONSTRUKTIVIS-INTERPRETIS (HERMENEUTIK) SEBAGAI METODE PENAFSIRAN

    No full text
    Tulisan ini akan menjelaskan metode pengkajian Al-Qur’an dengan menggunakan metode hermeneutik. Dalam konteks masyarakat kekinian, banyak para pemikir muslim modern yang berpendapat bahwa hermeneutika merupakan keniscayaan. Dengan hermeneutika pendekatan, pemikiran, pemaknaan maupun interpretasi terhadap teks-teks keagamaan bisa lebih dinamis, kontekstual, inklusif, dan relevan dengan masyarakat kekinian. Hermeneutika sebagai suatu bentuk interpretasi telah membawa cara baru untuk memahami ilmu pengetahuan Islam, seperti Tafsir Al-Qur’an. Ada kontroversi dalam penggunaan pendekatan hermeneutis untuk memahami Al-Qur’an. Satu kelompok menolaknya, sementara yang lain menerima kehadiran hermeneutika sebagai salah satu metode yang relevan untuk memahami tafsir al-Quran, meskipun metode ini berasal dari luar khazanah dunia Islam, Hermeneutika diperlukan untuk memahami al-Quran, terutama untuk menyikapi Isu-isu kontemporer yang sebagian besar tidak diselesaikan dalam interpretasi klasik. Para intelektual muslim kontemporer seperti Nashr Hamid Abu Zayd, Fazlur Rahman, Hasan Hanafi dan yang lain membuka kemungkinan untuk menerapkan hermenutika di dalam menafsirkan Al-Qur’an. Pada akhirnya penulis melihat bahwa penggunaan hermeneutika dalam menafsirkan Al-Qur’an mampu menambah dan memperkaya metodologi tafsir, namun penulis juga sepakat bahwa konsep hermeneutika secara utuh tidak bisa diterapkan dalam menafsirkan Al-Qur’an

    Dialog Argumentatif Nabi Ibrahim Dan Raja Namrud Dalam Perspektif Al-Qur’an

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk meneliti model dialog argumentatif yang menitik beratkan pada proses adu argumentasi dari kedua belah pihak antara Ibrahim dan Raja Namrud sebagaimana diungkap dalam Al-Qur’an, di antaranya dapat ditemukan pada surah al Baqarah ayat 258 yang menceritakan secara singkat pertemuan Nabi Ibrahim dan Raja Namrud. Saat mereka bertemu, terjadilah dialog argumentatif yang pada akhirnya dimenangkan oleh Nabi Ibrahim. Temuan tersebut sekaligus mendukung teori Dawam Raharjo yang menyebutkan, ada beberapa ciri keistimewaan nabi Ibrahim. Pertama, ia memperoleh pengertian tentang Tuhan melalui proses perjuangan berpikir sejak usia muda dengan cara observasi dan pengamatan. Kedua, ia menyebarkan dan memperjuangkan keyakinannya tersebut kepada berbagai bangsa. Ketiga, ia adalah orang yang teruji dengan berbagai perintah dan larangan Allah, dan karena itu ia dipilih sebagai pemimpin umat manusia. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) dengan menggunakan pendekatan analisis semantik yang dikembangkan oleh al-Jurjani. Hasil dari riset ini mengatakan bahwa dialog yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim menggunakan bahasa yang santun dan persuasif sebagai metode dakwah yang mencirikan agama tauhid

    REINTERPRETASI TERHADAP TAFSIRAN SIKAP KERAS KEPADA ORANG KAFIR(TINJAUAN SEMANTIK DAN HISTORIS TERHADAP SURAH AL-FATH AYAT 29)

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk mengkaji surah Al-Fath ayat 29 dengan menggunakan analisis semantik dan konteks historis pada kata kunci asyidda’ dan kuffar. Riset ini berangkat dari fenomena masifnya bias penafsiran sehingga berikap keras kepada orang yang dinilai kafir merupakan perintah Al-Qur’an. Artikel ini mendukung temuan Nadirsyah Hosen bahwa salah satu sebab adanya perkembangan faham ini dipicu oleh kurangnya pengetahuan dalam memahami beberapa ayat Al-Qur’an yang berpotensi pada penafsiran kategori sulit sehingga memunculkan bias tafsir. Fenomena tersebut dilatarbelakangi oleh generalisasi pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya ayat-ayat yang berhubungan dengan perang dan jihad. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif berbasis data pustaka dengan menjadikan kitab-kitab tafsir klasik sebagai referensi utama. Artikel ini berkesimpulan bahwa dalam surah Al-Fath ayat 29 kata asyidda’ memiliki makna keteguhan untuk melawan musuh yang menebar kezaliman. Makna ini sesuai dengan konteks historis turunnya ayat tersebut pada saat umat Islam mengalami kezaliman, dan disuruh untuk merespon dengan tegas sebagai bentuk perlindungan diri mereka. Sehingga makna kata kuffa>r adalah orang orang kafir saat itu yang memerangi kelompok Islam

    CORAK PENAFSIRAN TASAWUF QS. AL-FATIHAH DALAM MANUSKRIP TAFSIRKARYA M. BASUNI IMRAN SAMBAS, KALIMANTAN BARAT

    No full text
    M. Basiuni Imran (Sambas), Kalimantan Barat adalah mufassir yang hidup di abad 20 M, dan dia pernah belajar ilmu keislaman ke Timur Tengah. Secara interes keilmuan, M.Basiuni Imran kurang bertendensi dengan ilmu tasawuf. Tetapi kenyataannya, dalam penafsiran surat al-fatihah, M.Basiuni Imran memvisualisasikan tafsir esoteris. Berdasarkan kontestasi tersebut maka peneliti tertarik mengkaji tema ini lebih jauh. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan teori relasi kuasa dan jejaring aktor. Kesimpulan artikel ini adalah : Pertama, Sajian Tafsir Esoteris Qs. Al-Fatihah oleh Basiuni Imran menafsirkan secara literal-tekstualis, lalu kemudian menafsirkan secara esoteris-teosofis. Kedua, Makna Interpretasi Qs. Al-Fatihah ; Basiuni Imran memahami dan manafsirkan bahwa secara general-tekstual Qs. al-Fatihah mengandungmakna esoteris. Ketiga, Faktor Munculnya Visualisasi Tafsir Esoteris dalam Qs. Al-Fatihah : 1) Relasi intelektual antar guru dan murid yang menjadi basis regulasi dan normalisasi pemikiran penafsir ; 2) Historisitas dan antropik-sosial yang berkembang pra dan masa ketika tafsir ditulis ; dan 3) Relasi dan tendensi literatur tasawuf atau tarekat yang berkembang dalam realitas masyarakat, sehingga menghegemoni dan membentuk pemikiran tafsir esoteris

    110

    full texts

    295

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut PTIQ Jakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇