2,975 research outputs found
Haji Agus Salim: karya dan pengabdiannya
Buku ini berisikan tentang biografi haji Agus Salim dari masa kanak-kanak sampai akhir hayatnya. Buku ini juga menceritakan kisah-kisah perjuangannya untuk memperoleh kemerdekaan RI dan juga menceritakan perjuangan di masa tuanya
Dakwah Politik Haji Agus Salim
This research focuses on the political preaching of Haji Agus Salim, who was a charismatic cleric and accomplished diplomat who fought to defend Indonesia's sovereignty in the international arena. The aim of this research is how Haji Agus Salim's political preaching is, by presenting information about the biography, works, thoughts, and political preaching movements of Haji Agus Salim. Using qualitative descriptive methods. The results obtained in this writing are that Haji Agus Salim has a fairly long life track record in the history of the Indonesian struggle, his intelligence and skill in debating are known throughout the country, and his ability to master foreign languages made him very popular among the Dutch government at that time. Haji Agus Salim is also listed as one of the Indonesian independence fighters who was later nicknamed The Grand Old Man. Haji Agus Salim carries out political da'wah through his works, starting from his writings and his ideological understanding of aqidah and syariah. His political da'wah movements can be seen from his participation in Sarekat Islam and the founding of the Jong Islamieten Bond and Volksraad to his heroism in Indonesian independence
PENGELOLAAN GELANGGANG OLAHRAGA H. AGUS SALIM PADANG
Gelanggang Olahraga H. Agus Salim merupakan sarana dan prasarana olahraga di Kota Padang untuk melaksanakan urusan wajib pemerintahan daerah di bidang keolahragaan.Sebagai barang milik daerah, Gelanggang Olahraga H. Agus Salim bukanlah milik Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Kota Padang hanya diberikan hak pengelolaannya saja, sementara asetnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,sehingga Pengelolaan Gelanggang Olahraga tidak berjalan maksimal.Penulis mengemukakan beberapa rumusan permasalahan, yakni : 1) Bagaimana pengelolaan Gelanggang Olahraga H. Agus Salim 2) Apa saja kendala yang dihadapi dalam pengelolaan Gelanggang Olahraga H. Agus Salim. Adapun pendekatan masalah yang Penulis gunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis dengan deskriptif-analitis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil, yakni: Dalam Pengelolaan GOR H. Agus Salim dalam ruang lingkup pemanfaatan, ditemukan adanya disfungsi dan inkonsistensi pengelolaan barang milik daerah yang harusnya digunakan sebagai sarana dan prasarana olahraga namun digunakan untuk tempat tinggal,tempat berjualan,dan untuk kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan keolahragaan, sehingga pemanfaatan Gelanggang Olahraga belum sepenuhnya sesuai dengan Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah. Masalah yang dihadapi terkait pengelolaannya yaitu masih ada bangunan di GOR H. Agus Salim yang digunakan sebagai tempat tinggal dan berjualan meskipun sudah disurati oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, belum adanya pagar atau tanda batas GOR H. Agus Salim sehingga pungutan liar kerap terjadi. Anggaran yang minim menyebabkan sarana dan prasarana olahraga banyak yang terbengkalai dalam pembangunannya, hal itu juga dikarenakan karena status kepemilikan GOR. H. Agus Salim masih merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat
MASTERPLAN PENATAAN KAWASAN GOR H. AGUS SALIM
Gelanggang Olah Raga (GOR) H Agus Salim merupakan GOR kebangaan
Urang Minang, juga merupakan kandang dari Klub Sepak Bola Semen Padang FC
dan PSP Padang. Stadion yang dibangun tahun 1983 ini punya sejarah panjang
bagi persepakbolaan Ranah Minang, pernah direnovasi setelah gempa besar tahun
2009. Sebagai GOR yang multifungsi sekarang kondisinya sangat memprihatinkan
seiring melorotnya prestasi Semen Padang FC dan PSP Padang, seakan tak
terawat dan tak tertata dengan baik, Banyak bangunan penunjang yang tidak layak
dan tak terawat, beralih fungsi, tata letak lapangan cabang olah raga yang terlalu
dekat, para pedagang yang mendominasi hampir semua kawasan GOR sehingga
memerlukan penataan kembali kawasan GOR H. Agus Salim agar stadion yang
banggakan tersebut bisa kembali menjadi kawasan olahraga yang representatif.
Kegiatan ini bertujuan untuk merancang Masterplan Penataan Kawasan GOR H.
Agus Salim yang menjadi acuan (guideline) dan pedoman bagi Pemerintah
Provinsi Sumatera Barat sebagai pihak pengelola melalui Dinas Bina Marga Cipta
Karya dalam pelaksanaan pembangunan kawasan GOR H, Agus Salim.
Masterplan ini menjadi solusi permasalahan sarana, prasarana, infrstruktur,
fasilitas dan utilitas kawasan GOR H. Agus Salim sehingga terwujudnya suatu
desain kawasan (masterplan) yang komprehensif baik ditinjau dari aspek teknis,
sinergisitasnya dengan kawasan sekitarnya, maupun aspek ekonomis sebagai
panduan pelaksanaan pengembangan GOR H. Agus Salim agar memenuhi standar
dan aturan teknis yang berlaku, termasuk database asset yang valid dan
pengaturan kelembagaan penyelenggaraan pengelolaan pembangunan Kawasan
GOR H. Agus Salim
Sejarah pemikiran Haji Agus Salim tentang tauhid, takdir dan tawakal
Skripsi ini mengkaji tentang “Sejarah Pemikiran Haji Agus Salim tentang Tauhid, Takdir dan Tawakal”. Untuk mengetahui beberapa permasalahan yang terdapat dalam penelitian tersebut maka dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut : 1) Bagaimana latar belakang pemikiran Haji Agus Salim. 2) Bagaimana pemikiran Haji Agus Salim tentang Tauhid, Takdir dan Tawakal.3) Bagaimana komentar cendekiawan, ulama dan tokoh nasional mengenai Haji Agus Salim. Judul tersebut diangkat karena, pemikiran Haji Agus Salim sangat berpengaruh dalam perkembangan Islam pada zaman kolonial hingga kemerdekaan. Sehingga sangat menarik untuk menjadi pembahasan. Skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan, studi lapangan dan studi kearsipan. Skripsi ini menggunakan pendekatan sejarah atau histories. Dengan menggunakan pendekatan ini diharapkan mampu mengungkapkan sejarah pemikiran Haji Agus Salim dan yang mempengaruhi pemikiran Haji Agus Salim. Untuk menganalisis fakta-fakta yang berkaitan dengan masalah penelitian, skripsi ini menggunakan teori sosiologi agama Wertheim. Dari hasil penelitian skripsi ini adalah : 1) pemikiran Haji Agus banyak dilatarbelakangi oleh latar belakang sosial, kebudayaan, pendidikan dan ke agama. 2) pemikiran Haji Agus Salim tentang tauhid yaitu membahas tentang ke Esaan Tuhan, pemikiran Haji Agus Salim tentang takdir yaitu membahas takdir manusia, pemikiran Haji Agus Salim tentang tawakal yaitu membahas tentang berserah diri kepada Allah. 3) menurut para tokoh cendekiawan, ulama dan tokoh nasionalis Haji Agus Salim merupakan intelektual yang cerdas dan jenaka serta memiliki pendirian yang kuat
Pemikiran Haji Agus Salim Tentang Islam.
Haji Agus Salim dilahirkan pada akhir abad ke-19 dan hidup sampai pertengahan abad ke-20, di tengah umat Islam Indonesia yang sedang mengalami berbagai permasalahan. Persoalan tersebut berasal dari intern umat Islam sendiri dalam menerjemahkan Islam dan dari ekstern umat Islam Indonesia, terutama dari infiltrasi kaum imperialis (Belanda) terhadap aktualisasi keIslaman masyarakat. Para pelopor gerakan pembaruan Islam telah sejak awal abad ke-20 memproklamirkan bahwa pintu ijtihad (berusaha untuk mengetahui hukum sesuatu melalui dalil-dalil agama) tak pernah tertutup dan keberanian untuk langsung memahami ajaran agama pada Quran dan Hadist, serta menyeimbangkan antara naql dan aql (tertulis dan akal) adalah suatu keharusan. Haji Agus Salim hadir ditengah-tengah umat tersebut dengan membawa pandangan untuk mengembalikan keadaan umat Islam pada pemahaman konsep-konsep Islam alternatif yang patut.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Faktor-faktor apa sajakah yang melatarbelakangi pemikiran Haji Agus Salim tentang Islam? Bagaimana pemikiran Haji Agus Salim tentang Islam? Bagaimanakah upaya Haji Agus Salim dalam mewariskan gagasan Islam-nya? Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk berusaha membaca kembali sosok seorang aktor sejarah pada dimensi pemikirannya yang telah secara langsung ikut berperan dalam panggung sejarah bangasa Indonesia, terutama fenomena pemikirannya tentang Islam.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah, yakni dengan tahapan-tahapan sebaggai berikut: Heuristik (mencari dan mengumpulkan jejak-jejak peristiwa sejarah), Kritik sumber yaitu dengan kritik ekstern dan kritik intern, Interpretasi (menghubungkan satu fakta dengan fakta lain) dan Historiografi (penulisan cerita sejarah).
Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa Haji Agus Salim adalah pemikir dan intelektual Islam yang reflektif dan progresif. Dia dihadapkan pada suatu pilihan yang relatif dilematis untuk menampilkan Islam di jamannya. Kolonialisasi di Indonesia yang berpenduduk mayoritas beragama Islam, telah secara politis menciptakan jurang pemisah nilai-nilai universal Islam dengan nilai-nilai modernitas yang berkembang di Barat. Di lain pihak sikap para ulama tradisional yang kaku dan diliputi alam pikiran sempit dirasakan kurang berarti dalam mengimbangi kemajuan jaman. Haji Agus Salim merupakan sedikit dari banyak tokoh Islam yang secara strategis dapat menyinergikan Islam dengan nilai-nilai modern substantif dengan mengatakan bahwa rasionalisasi adalah Hal yang harus dilakukan, tetapi kalau tidak dibimbing oleh pengakuan tentang keberadaan naql (petunjuk yang diwahyukan) maka semua itu hanya akan mengalami kebangkrutan dunia dan akhirat.
Letak obyektifitas dan keintelektualan Haji Agus Salim sebagai sosok seorang ulama bisa dicermati dalam kajian materi yang pernah dibahas, antara lain yaitu: tentang aqidah (keyakinan), yang berisi konsep tauhid (ketuhanan), takdir (ketentuan Tuhan) dan tawakkal (berserah diri). Kedua, pemikiran yang terkait dengan dimensi syariah (hukum-hukum termaktub) yang berisi gagasan dalam sosial dan ritual. Ketiga, berkenaan dengan Ihsan (budi pekerti), yang mengandung gambaran tentang sikap, dan keutamaan-keutamaan dalam Islam yang teraplikasi. Haji Agus Salim mengunakan gaya pembahasan menggunakan analisis-dialektis ke-Islaman dan penyatuan antara akal dengan ajaran agama Islam serta diperkaya dengan wacana aktual dan dimensi historis. Demikianlah Haji Agus Salim adalah broker of ideas (pencetus ide) sekaligus bagi dua tradisi kecendikiaan yang tumbuh (Pesantren dan Barat) dan reformer (pembaharu) bagi masyarakat awam dalam memandang agama.
Haji Agus Salim sebagai tokoh intelektual Islam, dapat dikatakan telah mentranformasikan kecendikiaan ke wilayah sosial yang semakin luas, yakni kepada kaum terpelajar Islam didikan Barat yang sekuler tetapi tetap beriman. Dari “mulut” Haji Agus Salim-lah para pelajar ini mengenal Islam secara cerdas, kritikal, komprehensif dan modern. Tokoh seperti Muhammad Natsir, Muhammad Roem, Kasman Singo Dimejo, Prawoto, Jusuf Wibisono, adalah anak didik Haji Agus Salim, yang dikemudian hari (pada masa awal kemerdekaan) dikenal dengan golongan “Salimisten”. Sifat advokatif (pembelaan) terhadap umat dan ajaran Islam yang menonjol dari golongan ini bisa dikatakan sebagai cerminan dari warisan Haji Agus Salim
Kesaksian Haji Agus Salim Dalam Diplomasi Luar Negeri 1946-1949
ABSTRAK
Siti Halimah Sa’adah, 1155010106 : Kesaksian Haji Agus Salim Dalam Diplomasi Luar Negeri 1946-1949
Penelitian ini membahas mengenai kesaksian Haji Agus Salim dalam diplomasi luar negeri. Haji Agus Salim seorang ulama intelek, dikenal dengan sebutan The Great Old Man. Ia memiliki banyak kontribusi terhadap dunia perpolitikan Indonesia, khususnya saat ia menjadi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia. Ia juga mempunyai sikap nasionalis dan religius. Ia banyak menuangkan pemikiran-pemikirannya dalam beberapa surat kabar, seperti Neratja, Fadjar Asia, Hindia Baroe dan lainnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui riwayat Haji Agus Salim, dan untuk mengetahui kesaksian Haji Agus Salim dalam Diplomasi Luar Negeri di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Terdiri dari empat tahapan yaitu, tahapan heuristik (pengumpulan data), tahapan kritik (kritik intern dan ekstern), tahapan interpretasi dan tahapan historiografi (penulisan sejarah).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa Haji Agus Salim dilahirkan pada tanggal 8 Oktober 1884 di Kota Padang, Kabupaten Agam (Bukittinggi), Sumatera Batrat. Ia adalah putra dari pasangan Mohammad Sutan Salim dan Siti Zainab. Haji Agus Salim adalah salah satu anak pribumi dari Kota Gadang yang telah berhasil menamatkan pendidikan formal di ELS dan HBS. Ia merupakan seorang tokoh yang pandai dalam hal mengarang sehingga banyak sekali tulisan-tulisan yang telah dihasilkan.
Setelah kemerdekaan 1945 ia masuk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung, kemudian duduk sebagai Menteri Luar Negeri dalam beberapa kabinet hingga kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai penasihat Menteri Luar Negeri. Berbagai usaha perjuangan diplomasi yang dilakukan Haji Agus Salim selama menjabat sebagai Menteri Luar Negeri (1946-1949) antara lain yaitu melalui meja perundingan, menghadiri Inter Asian Conference, misi diplomasi ke negara-negara Timur Tengah, dan meminta dukungan PBB dalam penyelesaian masalah Indonesia-Belanda.
Kata Kunci: Haji Agus Salim, Menteri Luar Negeri, Diplomas
PERAN DIPLOMASI HADJI AGUS SALIM DALAM KEMERDEKAAN INDONESIA (1942-1954)
Tulisan ini akan memfokuskan pada bahasan tentang peran diplomasi yang dilakukan oleh Hadji Agus salim, menjelang kemerdekaan hingga awal kemerdekaan Indonesia. Tulisan ini dalam uraiannya akan berusaha menggunakan pendekatan actor oriented. Pendekatan actor oriented yang membahas penelaahan kepada aktor, yang bertumpu pada tiga hal, yakni; prilaku, Jaringan dan Strategi. Dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia, Hadji Agus Salim dikenal sebagai The founding father. Hadji Agus Salim ikut menggelorakan pergerakan nasional di Indonesia pada awal abad ke-20, Hadji Agus salim memegang peran vital pada persiapan kemerdekaan Indonesia hingga mengiringi perjuangan memperoleh pengakuan kedaulatan dari kerajaan Belanda dan dunia Internasional akan kemerdekaan Indonesia
Studi analisis nasionalisme Islam menurut pemikiran Haji Agus Salim
Pada masa pra kemerdekaan, bangsa Indonesia mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan, terjadi penindasan dan perampasan hak-hak mereka sebagai hak yang paling hakiki yang dimiliki oleh manusia, kelaparan dan bahkan pembunuhan terjadi dimana-mana. Belanda dengan sistem devide et impera, sangat merugikan bangsa Indonesia baik dalam bidang ekonomi, sosial dan politik dan yang paling utama adalah merampas hak kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.
Berdasarkan latarbelakang tersebut diatas, maka permasalahan yang menjadi pembahasan dalam penulisan skripsi ini dalah:1) Bagaimana pemikiran Haji Agus Salim tentang nasionalisme, 2) Bagaimana latar belakang pemikiran Haji Agus Salim tentang nasionalisme.
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kepustakaan (library riseach), penulis dalam menganalisis menggunakan metode deskripsi atau menggambarkan, dan analisis isi ( content analysis).
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis maka nilai guna yang didapat adalah pertama, bahwa pemikiran Haji Agus Salim tentang nasionalisme berlandaskan pada kerangka ibadah kepada Allah SWT yang dilandasi dengan rasa tulus ikhlas semata-mata hanya untuk mencari ridho Allah SWT. Karena nasionalisme yang dicetuskan Haji Agus Salim berdasarkan ketauhidan bukan berdasarkan fanatisme terhadap cinta terhadap bangsa dan negara. Pemikiran nasionalisme Haji Agus Salim adalah nasionalisme yang mengandung perasaan kemanusiaan, persaudaraan dan kemuliyaan bangsa demi kemerdekaan dan mempunyai tempat bergerak di Negara jajahan Belanda. Tetapi nasionalisme Haji Agus Salim adalah berdasarkan kepada niat Lillahi Ta’ala, tidak mengangkat kebangsaan sebagai berhala tempat menyembah.
Kedua, Latar belekang pemikiran Haji Agus Salim dalam mencetuskan semangat atau ide mengenai nasionalisme tersebut sangat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikannya dan pengembaraannya ke-Makkah serta keadaan bangsa yang pada saat itu sangat memprihatinkan, karena keadaan bangsa pada saat itu ditindas dan dikeruk kekayaannya tanpa memperhatikan keadaan perekonomian masyarakat pada saat itu. Kekayaan-kekayaan yang ada ditanah air yang seharusnya digunakan untuk kemakmuran bangsa tetapi malah diambil oleh negara lain dan juga tenaga warga negara diperas demi mencukupi kebutuhan bangsa lain. Sehingga Haji Agus Salim mencetuskan nasionalisme demi membebaskan bangsa dari ketertindasan dari bangsa lain yang didasarkan pada beribadah kepada Allah SWT yang semata-mata hanya mencari ridhonya
Peran Haji Agus Salim dalam Syarikat Islam 1915-1935
Penelitian ini membahas biografi dan peran serta pemikiran Haji Agus Salim dalam Syarikat Islam. Peran beliau sangat besar dalam memperkuat dan memajukan Syarikat Islam, Beliau menjadikan Islam sebagai dasar ideologi organisasi SI, Penelitian ini sangat penting untuk mengetahui peran tokoh penggerak organisasi Syarikat Islam yang nantinya menjadi jalan dalam memperjuangkan agama Islam dan kemerdekaan Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi, peran serta pemikiran Haji Agus Salim dalam Syarikat Islam. Bahwa keberadaan Haji Agus Salim sebagai salah satu tokoh, anggota dan pemimpin, telah mampu mamainkan peranan yang sangat penting dalam perkembangan Syarikat Islam.
Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode penelitian sejarah, yaitu penelitian yang mempelajari peristiwa atau kejadian-kejadian masa lalu berdasarkan jejak-jejak yang dihasilkannya, melalui empat tahapan yaitu: pertama heuristik (pengumpulan sumber), kedua kritik (keritik intern dan kritik ekstern), tiga interpretasi dan keempat historiografi.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Haji Agus Salim adalah tokoh yang memiliki pola pemikiran fundamen terhadap ajaran Islam, sebagai ideologi di dalam Sayrikat Islam. kedudukan Haji Agus Salim dalam Syarikat Islam, selain sebagai salah seorang dari Trio Pemimpin, juga merupakan seorang tokoh penggerak yang mampu membangkitkan semangat para anggota Syarikat Islam khusunya dalam menolak Ideologi Komunis yang akan dijadikan dasar ideologi Syarikat Islam. Perjuangan Haji Agus Salim cukup berpengaruh dalam mewarnai gerak langkah Syarikat Islam sebagai Organisasi Islam. Disamping itu bepengaruh juga bagi kalangan umat Islam terhadap dinamika di Indonesi
- …
