1,721,016 research outputs found

    Konsep Pendidikan Islam ala Dr. Ali Abdul Halim Mahmud

    No full text
    Imam Ghozali modern pada abad 14 adalah Ali Abdul Halim Mahmud. Pendapat beliau jangan pernah memisahkan antara ilmu agama dan ilmu umum tapi satukan. Penelitian ini menggunakan kualitatif /studi pustaka. konsep pendidikan Islam dalam surat An Nur :30-31 Ala Dr. Ali Abdul Halim Mahmud adalah Sangat berporos pada diri seorang muslim sejati, bagaimana cara berinteraksi, berperilaku, berpakaian (fashion) dan menjaga aurot .Unsur unsur pendidikan antara lain : Pendidik adalah Allah swt dan nabi Muhammad saw. Anak didiknya adalah orang mukmin dan mukminah. bahan pendidikan berisi pendidikan tauhid, pendidikan ibadah dan pendidikan akhlaq. metode pendidikan berisi nasehat nasehat, hukum syari’at, adap dalam islam

    Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Buku Tarbiyah Khuluqiyah Karya Dr. Ali Abdul Halim Mahmud.

    Full text link
    ABSTRAK Puji Soimah, (2021): Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Buku Tarbiyah Khuluqiyah Karya Dr. Ali Abdul Halim Mahmud. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai pendidikan akhlak dalam buku Tarbiyah Khuluqiyah karya Dr. Ali Abdul Halim Mahmud. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) yang berhubungan dengan isi yang terkandung dalam buku Tarbiyah Khuluqiyah. Teknik analisis isi dilakukan dengan cara mengodekan kata atau istilah, mengklasifikasikan, menganalilsis, dan mendeskripsikan hasil analisis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Nilai Pendidikan Akhlak dalam buku Tarbiyah Khuluqiyah karya Dr. Ali Abdul Halim Mahmud yaitu Pendidikan Akhlak adalah pranata sosial yang memberikan pengaruh efektif bagi lingkungan dalam menghadapi hal baik dan hal buruk, kebenaran dan kebatilan, keadilan dan ke dzaliman, serta perdamaian sehingga mampu mewujudkan kebaikan di dunia dan di akhirat, serta mampu berinteraksi dengan orang-orang yang baik dan jahat. Tujuan yang lebih penting bagi pendidikan akhlak Islam dari pada membimbing umat manusia di atas prinsip kebenaran dan jalan lurus, jalan Allah yang dapat mewujudkan kebahagiaan dunia-akhirat bagi umat manusia. Adapun sumber nilai-nilai pendidikan akhlak dalam pandangan Mahmud ialah bersumber dari Allah, bukan hasil budi daya manusia. Allah telah menganugerahkan akal pikiran kepada manusia sebagai suatu penghormatan, membebaninya dengan kewajiban hukum. Terdapat beberapa nilai-nilai pendidikan akhlak dalam buku Tarbiyah Khuluqiyah karya Dr. Ali Abdul Halim Mahmud yaitu komitmen, loyalitas, kesungguhan, toleransi, dan moderasi. Kata Kunci: Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak, Tarbiyah Khuluqiyah Ali Abdul Halim Mahmud

    ANALISA PEMIKIRAN TOKOH MUSLIM KONTEMPORER ALI ABDUL HALIM MAHMUD

    Full text link
    Abstract: Dr. Ali Abdul Halim Mahmoud is one of the contemporary Muslim intellectuals who believes that there are noble tools in his book. Noble tools, The main source of human moral education is the Qur'an and the Sunnah. An Nur: 47-53 The concept of Islamic education in the letter of Ali Abdul Halim Mahmud aims to emphasize various aspects of Aqeedah (Tawhid), Shari'ah and Islamic Morality. The aspects of education contained in Surat An Nur: 47-53 are: the educator is Allah Subhanallahu Ta'ala and the Messenger of Allah Shollahu alaihi wassalam, and the learners are believers, hypocrites and Jews. Moral education, the way of education includes information, conditions, commands, and suggestions for understanding the form. Ali Abdul Halim Mahmud was a modern Sufi figure, even known as Al Ghozali in the 14th century. He suggested how to coordinate and integrate general education and Islamic religious education towards Allah Subhanallahu Ta'ala (Allah Subhanallahu Ta'ala). Keywords: Ali Abdul Halim Mahmoud, Contemporary Islamic Educatio

    Metode pembentukan pribadi muslim menurut prof. Dr. Ali Abdul Halim Mahmud dalam buku “Dakwah Fardiyah”

    Full text link
    Penelitian yang berjudul Metode Pembentukan Pribadi Muslim Menurut Prof. Dr. Ali Abdul Halim Mahmud Dalam Buku “Dakwah Fardiyah” adalah penelitian mengenai pemikiran Ali Abdul Halim Mahmud yang terdapat dalam buku Dakwah Fardiyah. Dakwah yang beliau lakukan diantaranya melalui tulisan yakni buku “Dakwah Fardiyah” yang penulis jadikan penelitian. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini yakni ingin mengetahui bagaimana metode pembentukan pribadi muslim menurut Prof. Dr. Ali Abdul Halim Mahmud dalam buku “dakwah fardiyah” dan mengetahui relevansi konsep dakwah fardiyah pada zaman sekarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Metode Pembentukan Pribadi Muslim dengan Dakwah Fardiyah menurut Ali Abdul Halim Mahmud dan untuk mengetahui analisis pemikiran Ali Abdul Halim Mahmud tentang metode pembentukan pribadi muslim dalam dakwah fardiyah. Penulis menggunakan metode peneitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kepustakaan (literier). Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi yang sumber primernya adalah buku Dakwah Fardiyah: Metode Membentuk Pribadi Muslim dan kitab fiqhud da’wah al-fardiyyah demgan penerjemah As’ad Yasin, dilengkapi dengan sumber sekunder menggunakan studi dokumentasi berupa buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan penelitian. Sedangkan proses analisis data dilakukan dengan mendasarkan pada metode content analysis (analisis isi). Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat dijelaskan bahwa cara atau metode yang digunakan dalam pembentukan pribadi muslim menurut Prof. Dr. Ali Abdul Halim Mahmud dalam buku “dakwah fardiyah” dalam proses dakwahnya terbagi menjadi tiga bagian yakni dengan cara perkataan, perbuatan dan keteladanan. Seorang dai dalam mengajak haruslah sesuai pula dengan materi dan tujuan kemana ajakan tersebut ditujukan. Pemakaian metode yang benar merupakan sebagian dari keberhasilan dari dakwah itu sendiri. Sebaliknya jika metode dan cara yang dipergunakan dalam menyampaikan sesuatu tidak sesuai dan tidak pas, akan mengakibatkan hal yang tidak diharapkan. Semua literatur ilmu dakwah dalam membicarakan metode dakwah, begitu juga dakwah fardiyah selalu merujuk firman Allah S.W.T. dalam Alqur’an surat An-Nahl: 125. Adapun relevansi konsep dakwah fardiyah pada era sekarang dengan pendekatan mafhum dakwah, mafhum haraki dan mafhum tandzimi apabila di terapkan pada era sekarang memiliki kontribusi yang yang baik bagi pengembangan metode dakwah selanjutnya. Dakwah fardiyah memiliki sasaran untuk menjaga dan melindungi kaum muslimin dari pencabikan dan kesewenangan seperti itu. Di samping itu, juga untuk membungkam kelantangan para penguasa yang zhalim, orang-orang munafik, orang-orang yang membenarkan kezhaliman serta kesewenang-wenanga

    The Relevance of Philosophy and Sufism from the Perspective of Sheikh Abdul Halim Mahmud

    No full text
    This article examines the views of Shaykh Abdul Halim Mahmud on the relationship between philosophy and Sufism in the context of ma‘rifatullah (knowledge of God). The purpose of this study is to demonstrate that philosophy and Sufism are not conflicting disciplines, but rather complementary paths toward the perfection of ma‘rifatullah. This research employs a qualitative approach using a literature review of the works of Shaykh Abdul Halim Mahmud and classical Islamic philosophical sources. The study finds that philosophy is understood as ḥikmah or rational effort to know God through the medium of reason, while Sufism pursues the path of taṣfiyah (purification of the soul) to attain a higher level of divine knowledge. Shaykh Abdul Halim Mahmud asserts that reason alone is insufficient to achieve perfect ma‘rifatullah without being complemented by inner purification. This view aligns with Plotinus’s concept of the stages of “finding God” through reasoning and “connecting with God” through spiritual purification, as well as the philosophical illustration found in Ibn Ṭufayl’s Hayy Ibn Yaqzan. The study concludes that the integration of philosophy and Sufism represents a comprehensive intellectual and spiritual approach to drawing closer to God and understanding reality in depth

    AKIDAH SEBAGAI DASAR DALAM PENDIDIKAN AKHLAK (Studi Pcmikiran Dr. Ali Abdul Halim Mahmud)

    Full text link
    Studi tentang pendidikan moral (akhlak) merupakan studi tentang aturan dan norma yang mengatur perilaku manusia. Proses pendidikan pun akan berlangsung seiring berkembangnya manusia. Perbedaan ini tentunya juga mengakibatkan perbedaan pada substansi isi dan materi yang diajarkan. Dr. Ali Abdul Halim Mahmud berpandangan bahwa sumber ulama dalam pendidikan moral (akhlak) adalah Al Qur'an dan As Sunnah. Keduanya mengandung bermacam-macam ajaran tentang moral (akhlak) yang memungkinkan manusia untuk memilihnya sesuai dengan kemampuan dan petunjuk akalnya. Lebih lanjut dia menuturkan bahwa dasar bagi pendidikan akhlak adalah akidah. Seseorang yang berakidah dengan benar niscaya akhlaknya akan baik, lurus dan benar. Adanya keresahan dan kketidakberesan yang selalu menghiasi kehidupan manusia, seperti maraknya seks bebas. semakin meningkatnya peredaran narkoba, pencurian dan terorisme sebagai akibat dari penyelewengan terhadap akhlak-akhlak yang di tetapkan oleh Allah SWT dan dicontohkan oleh Rosulullah SAW. Rumusan formulasi akidah sebagai dasar pendidikan akhlak menurut Dr. Ali Abdul Halim Mahmud dibagi menjadi empat yailu pertama, akidah yang benar terhadap Allah SWT. Kedua, akidah yang benar terhadap malaikat. Kitab-kitab, dan Rosul-rosulNya. Ketiga, akidah yang benar kepada hari akhir. Dan keempat, akidah yang benar kepada setan. Keempat formulasi tersebut merupakan penekanan Dr. Ali Abdul Halim Mahmud terhadap poin-poin akidah lslamiyah yang harus segera dibenahi scbagai landasan berpijak dalam perilaku kehidupan. Keluarga sebagai satuan sosial yang terkecil memiliki tanggungjawab yang besar terhadap keberlangsungan pendidikan akhlak anak, Karena lewat keluarga pulalah anak mendapatkan proses bimbingan dan arahan untuk masa-masa awal kehidupannya. Keluarga mempunyai kewajihan menanamkan akidah yang benar dalam hati anak, yang kelak akan menjadi landasan berfikir dan berperilaku dalam kehidupanya. Sehingga anak dapat belajar untuk mengetahui dan memahami eksistensi dan fungsi dirinya dalam kehidupan sosial yang kelak akan menumbuhkanjiwa-jiwa kcmanusiaan dalam dirinya. Dan sekolah sebagai tempat bclajar dan bersosialisasi anak yang lingkupnya lebih luas dan bersama teman scbayanya, mempunyai tanggungjawab yang hampir sam dengan keluarganya. Namun, sekolah lebih pada pengembangan diri peserta didik dengan tetap memperhatikan keunikan masing-masing. Pendidikan akidah dan akhalak diajarkan secara metodologis, dalam arti dapat dinalar oleh rasio. Pendidikan akidah dan akhlak harus kontekstual dengan keadaan peserta didik. Sehingga pendidikan akidah dan akhlak dapal menjadi penggerak iman untuk melihat setiap kemajuan dengan perspektif transenden. Untuk itu, berbagai pendekatan dalam pembelajaran akidah dan akhlak pun harus menyesuaikan, bila tidak ingin sekedar menjadi materi pelengkap diantara materi-materi yang lebih bernilai 'komersil'

    HERMENEUTIKA AL-QUR’AN DR. ALI ABDUL HALIM MAHMUD (W. 2014) DALAM MENGEMBANGKAN TAFSIR PENDIDIKAN ISLAM

    Full text link
    The future of Moslems are stimulated by the Qur’anic interpretation that is always renewed, so all endeavors to comprehend the Holy Qu’ran are important and crucial duty. According to those, Ali Abdul Halim Mahmud (AAHM) has built seriousely a firm conviction on the perfection of the Qur’an and the necessity for Moslems in obeying to it. The only way to solve any problem caused them going astray in this life is return to guidance of the Qur’an and the Prophet tradition.AAHM has utilized two models in elaborating the Qur’anic tenets, i.e. : (1) selecting a certain surah to be interpreted, and (2) appointing a certain educational topic and explaining the relevant content of Qur’anic verses. Those models stand on assumption that as a guidance book, there is no matter in life that’s neglected in the Qur’an. His belief in an existence of the perfect Qur’anic educational system has prompted him to endeavour in describing prescriptions of the Qur’anicverses so those became as educational perspectives or viewpoints, either with nuance of clarifying, comparing or perfecting, that contain fully messages of moral, religious preaching, and movement in order to revive the glory of Islam. Keywords: Islam as a complete system, special characteristics of the Qur’an, Qur’anic educational system, model of Qur’anic interpretation

    PERTAUTAN EPISTEMOLOGI FILSAFAT DAN TASAWUF: TELAAH SISTEM PEMIKIRAN ABDUL HALIM MAHMUD

    No full text
    Abstract: Islamic Epistemology has long been a centre of Islamic Scholars’ debate. It is apparent in the discourse disputes among mutakallimūn, philosophers, and sufis as well as traditionalists versus modernists. This research hence tries to reveal Abdul Halim Mahmud’s thought which analyzes Tasawuf epistemological system. Preceded by comparative studies, this research focuses on identifying the essence of Tasawuf based on Abdul Halim Mahmud’s analysis. Findings of the research include Qur’an and Hadith become sources of Islamic teachings on Tasawuf epistemological system. Also, God blessing through the process of mushāhadah dan mukāshafah is able to solve metaphysical problems and hence becomes a source of intuitive based knowledge.Abstrak: Epistemologi Islam adalah perdebatan yang muncul semenjak generasi awal Islam sampai saat ini. Perselisihan yang terjadi antara para teolog (mutakallimūn), filosof dan mistikus (sufi) di satu sisi dan antara kaum tradisionalis dan modernis di sisi lain merupakan contoh diskursus ini. Penelitian ini mengungkap pemikiran Abdul Halim Mahmud yang menguraikan tentang kelebihan dan keunggulan sistem epistemologi tasawuf. Perbandingan pemikiran sebelumnya diungkap untuk mengidentifikasi esensi tasawuf. Temuan penelitian adalah sistem epistemologi tasawuf adalah sistem pengetahuan yang bersumber dari ajaran-ajaran Islam yaitu al-Qur’an dan tingkah laku Nabi Muhammad. Dengan melakukan kehidupan sufistik, hati dapat memperoleh dan memberikan pengetahuan serta mampu menyingkap berbagai persoalan-persoalan metafisis, karena ia bersumber dari karunia Tuhan melalui mushāhadah dan mukāshafah. </p

    Malaysia: Abdul Halim Mahmud

    No full text
    A document from Amnesty International's Urgent Action Networ

    Enforcement Women in Cases of Nusyuz and Polygamy in the Perspective of Ali Abdul Halim Mahmud and its Relevance to Islamic Education (Study of Q.S. An-Nisa [4]: 127-130)

    No full text
    This paper discusses some of the provisions for dealing with women in nusyuz and polygamy. Data from Kompas.com shows that the divorce rate in 2022 will be the highest. The leading cause is not feeling love with her husband or his wife. This is what people often call nusyuz disagreement or indifference on the part of the husband and wife, but this verse only explains the husband. The problem in this paper is how surah An-Nisa [4]: 127-130 is contextualized with education in the book Tarbiyah Al-Islamiyah fi Surah An-Nisa by Ali Abdul Halim Mahmud. To get educational values and change people's views on the case of nusyuz and polygamy, the research method in this paper uses a literature study, namely, taking data from books, articles, and books. The analysis used is descriptive-analytical. The results of the writing of educational values explain that marital relationships must be reconciled well to obtain full rights. If a man wants polygamy, he should be fair, but fair treatment is challenging to apply because it has become human nature. If there is no peace in the marriage, it is permissible for you to separate in a good wa
    corecore