Jutnal STITNU Al-Hikmah Mojokerto
Not a member yet
1509 research outputs found
Sort by
Democratic Leadership Strategy of KH.Salahudin Wahid in Improving Modern Islamic Education at Tebuireng Islamic Boarding School
K.H. Salahuddin Wahid is a national figure with a background in Architecture education, he is called a technocrat because of his role in physical development at Tebuireng Islamic Boarding School Jombang. This study discusses the figure of K.H. Salahuddin Wahid. three focuses Democratic Leadership Profile of K.H. Salahuddin Wahid in Improving Modern Islamic Education at Tebuireng Islamic Boarding School Jombang. Democratic Leadership of K.H. Salahuddin Wahid in Improving Modern Islamic Education at Tebuireng Islamic Boarding School Jombang. The Role of Democratic Leadership K.H. Salahuddin Wahid dedicates the development of modern Islamic education at Tebuireng Islamic Boarding School, Indonesia. Using a qualitative approach with historical methods, data were collected through interviews, observations, and document analysis. The results of this study indicate that, the profile of KH. Salahudin Wahid shows good democratic leadership Jcharacteristics, including moderate influence, inspiring motivation, intellectual, and collective consideration. His leadership strategy integrates Islamic and general education. Tebuireng Islamic Boarding School has undergone changes in the era of the caretaker K.H. Salahuddin Wahid., Through his role, Tebuireng Islamic Boarding School has undergone changes in physical and non-physical aspects. and the construction of new buildings to support facilities. In the non-physical field, K.H. Salahuddin Wahid established many units to support the process of organizing Islamic boarding schools. The impact is significant, improving the quality of education, modernizing physical facilities, strengthening the role of Islamic boarding schools in society, and expanding alumni networks. This study contributes to understanding how the principles of transformational leadership can be applied effectively in traditional Islamic educational institutions facing modern challenges
Pengaruh Penggunaan Media Komedi Putar Bangun Ruang Terhadap Kemampuan Pemahaman Siswa Pada Kelas 2 di Sanggar Bimbingan Kepong Malaysia: Review Artikel Jurnal
Pendidikan adalah proses dimana setiap individu (peserta didik) memperoleh pengetahuan yang akan membantu mereka memahami, menjadi lebih dewasa, dan menjadi lebih kritis dalam berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media komedi putar bangun ruang terhadap kemampuan pemahaman siswa kelas 2 di Sanggar Bimbingan Kepong, Malaysia. Penelitian yang bersifat hipotesis dilakukan dengan menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di kelas 2 Sanggar Bimbingan Kepong Malaysia. Hasil observasi menunjukkan bahwa banyak siswa menganggap matematika, khususnya materi bangun ruang, sebagai pelajaran yang sulit dan membosankan, yang menyebabkan rendahnya hasil belajar mereka. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan media komedi putar sebagai solusi untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep bangun ruang. Data yang diperoleh dari pretest dan posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa. Rata-rata nilai pretest adalah 55, sedangkan rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 86, yang menunjukkan efektivitas media pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini juga mengindikasikan bahwa media komedi putar dapat membangkitkan semangat siswa dan meningkatkan respon antusias mereka dalam belajar, serta melatih kecepatan berpikir dan pemahaman dalam menyelesaikan berbagai masalah matematika. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media komedi putar bangun ruang memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan pemahaman siswa, dan dapat menjadi alternatif yang menarik dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dan menarik bagi siswa.
Keywords/KataKunci: Bangun ruang, kemampuan pemahaman, media komedi putar
Metode Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Kesadaran Sosial pada Siswa di SMA Muhammadiyah Kota Bima
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan kesadaran sosial pada siswa SMA Muhammadiyah Kota Bima, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan metode pembelajaran kontekstual dengan menghubungkan materi keagamaan dengan isu sosial, keteladanan langsung, dan pembelajaran berbasis proyek sosial seperti bakti sosial dan penggalangan dana. Metode ini efektif dalam meningkatkan empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial siswa. Faktor pendukung utama meliputi dukungan sekolah, lingkungan keagamaan yang kondusif, dan partisipasi aktif siswa. Sementara itu, hambatan yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu pembelajaran, minimnya sarana prasarana, serta perbedaan tingkat kesadaran sosial antar siswa. Guru PAI mengatasi tantangan tersebut melalui integrasi dengan kegiatan ekstrakurikuler, pemanfaatan sumber daya lokal, dan kolaborasi dengan orang tua serta komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan nilai-nilai Islam, inovasi pedagogis, dan dukungan ekosistem pendidikan berhasil menciptakan model penanaman kesadaran sosial yang efektif. Perubahan sikap siswa terlihat dari peningkatan partisipasi dalam aksi sosial dan internalisasi nilai-nilai kepedulian. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis agama di sekolah-sekolah Muhammadiyah dan institusi pendidikan serupa
Optimalisasi Model Pembelajaran Konstruktivisme untuk Meningkatkan Pemahaman Shalat Siswa pada Pembelajaran PAI di SMPN 2 Kota Bima
Penelitian ini bertujuan mengetahui pemahaman shalat siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMPN 2 Kota Bima, serta mengetahui penggunaan model konstruktivisme terhadap pemahaman shalat pada materi pendidikan agama Islam siswa di SMPN 2Kota Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 2 Kota Bima efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang shalat. Dibanding metode konvensional yang berpusat pada guru dan hafalan, konstruktivisme mendorong pembelajaran student-centered melalui pengalaman langsung, diskusi, dan refleksi. Penerapan prinsip asimilasi dan akomodasi (Piaget) dalam aktivitas seperti proyek "Makna Shalat", simulasi kasus nyata, dan penilaian holistik membuat pembelajaran lebih interaktif dan bermakna. Hasilnya, siswa tidak hanya menguasai tata cara shalat tetapi juga memahami nilai spiritual dan aplikasinya dalam kehidupan. Kendala utama terletak pada kebutuhan persiapan yang lebih matang oleh guru. Namun, pendekatan ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka, mendorong terbentuknya siswa yang kritis, kreatif, dan berkarakter religius
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Energi dan Perubahannya melalui Metode Roleplaying Kelas III MI
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode roleplaying pada materi energi dan perubahannya di kelas III MI Islahuddiniyah. Dalam bentuk meningkatkan hasil belajar siswa, Peneliti menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dengan 4 tahapan yaitu pertama Perencanaan, kedua Pelaksanaan, ketiga Pengamatan, keempat Refleksi. Untuk menganalisis dan membandingkan dari Pra Siklus ke Siklus I hingga Siklus II, peneliti mengumpulkan data melalui observasi, lembar soal, dan dokumentasi yang melibatkan 26 orang siswa 18 laki-laki dan 8 perempuan. Dalam proses penelitian, penilaian ketuntasan siswa pada pra siklus mencapai 19,23% dengan nilai rata-rata 59, pada siklus I penilaian ketuntasan siswa mencapai 42,31% dengan nilai rata-rata 62 dan pada akhirnya siklus II penilaian ketuntasan siswa mencapai 84,62% dengan nilai rata-rata 74. Dari tahapan siklus penelitian tindakan kelas menyimpulkan bahwa menerapkan metode roleplaying pada materi energi dan perubahannya dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas III MI Islahuddiniyah
Adaptasi Strategi Pengajaran Agama Islam dalam Mengatasi Konflik Identitas Anak dari Keluarga Beda Agama
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan strategi pedagogis dalam pendidikan agama Islam bagi anak dari pernikahan beda agama. Anak-anak tersebut menemui tantangan menginternalisasi ajaran Islam dan norma lingkungan sosial dan nilai keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di lembaga hometutoring MuslimSmart di Jakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola lembaga dan tutor. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tantangan utama: (1) ketakutan anak terhadap pendekatan tradisional, (2) ketidaksesuaian antara doktrin agama dan lingkungan, (3) kebingungan dengan doktrin eskatologi, dan (4) potensi memilih keluar dari Islam saat dewasa. Sebagai respons, lembaga mengembangkan empat strategi pedagogis inovatif: (1) pendekatan sensitif budaya, (2) fokus pada nilai inti agama, (3) pengajaran berbasis konteks, dan (4) penyesuaian dengan nilai keluarga. Strategi-strategi ini menunjukkan pergeseran dari pendidikan agama yang dogmatis ke pendekatan yang lebih fleksibel, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan psikologis serta sosiologis anak. Penelitian ini berkontribusi pada khazanah keilmuan pendidikan agama Islam dan dapat menjadi panduan praktis bagi praktisi dan orang tua dalam merancang metode pengajaran yang efektif dan peka terhadap kebutuhan anak dari keluarga multikultural.
Abstract
This study aims to analyze the challenges and pedagogical strategies in Islamic religious education for children from interfaith marriages. These children face difficulties in internalizing Islamic teachings alongside the norms of their social environment and family values. Employing a qualitative approach with a case study method, the research was conducted at the MuslimSmart hometutoring institution in Jakarta. Data were collected through in-depth interviews with the institution’s administrators and tutors. The findings identify four main challenges: (1) children’s fear of traditional religious approaches, (2) misalignment between religious doctrine and social environment, (3) confusion over eschatological teachings, and (4) the potential for leaving Islam in adulthood. In response, the institution has developed four innovative pedagogical strategies: (1) culturally sensitive approaches, (2) emphasis on the core values of Islam, (3) context-based instruction, and (4) alignment with family values. These strategies represent a shift from dogmatic religious education to a more flexible, adaptive, and child-centered approach that attends to both the psychological and sociological needs of children. This research contributes to the academic discourse on Islamic education and offers practical guidance for educators and parents in designing effective and sensitive teaching methods for children from multicultural families
Efektivitas Model Pembelajaran Creative Problem Solving terhadap Kreativitas Belajar PAI pada Peserta Didik
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas belajar peserta didik dalam pembelajaran PAI, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara strategi guru dan kebutuhan siswa akan pendekatan yang lebih interaktif dan menstimulasi kreativitas. Research gap terletak pada minimnya kajian tentang efektivitas model Creative Problem Solving (CPS) dalam pembelajaran PAI tingkat SMP, sementara penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada bidang sains, teknologi, dan kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas CPS dalam meningkatkan kreativitas belajar PAI. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain Posttest-Only Control Group Design, melibatkan dua kelas yang dipilih melalui simple random sampling: kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan VIII B sebagai kelas kontrol. Instrumen berupa angket 15 butir yang telah teruji valid dan reliabel dengan koefisien 0,764. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji-t. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t = –2.126; p = 0.038), sehingga CPS terbukti efektif meningkatkan kreativitas belajar PAI. Temuan ini menegaskan bahwa CPS tidak hanya relevan bagi pembelajaran sains, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pedagogi PAI melalui peningkatan berpikir kreatif, kemampuan pemecahan masalah, dan internalisasi nilai moral
Strategi Coorperative Learning dalam Pembelajaran Bahasa Arab
This study aims to analyze the application of the Cooperative Learning strategy in Arabic language teaching and its effectiveness in improving students’ understanding, participation, and motivation. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method, focusing on literature studies that examine various Cooperative Learning models such as Student Teams Achievement Division (STAD), Make a Match, Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), and Rotating Trio Exchange (RTE). Data were obtained from books, scientific journals, and previous research discussing the implementation of collaborative learning in Arabic instruction. The results show that Cooperative Learning effectively enhances students’ mastery of vocabulary (mufrad?t), critical thinking, and communication skills. Students become more active and confident in using Arabic through discussion and group activities, while teachers act as facilitators to guide the learning process. Integration with digital media such as Quizizz and Kahoot increases engagement and creates a more enjoyable learning atmosphere. Therefore, Cooperative Learning is an effective and relevant strategy for modern Arabic language education in Indonesia.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi Cooperative Learning dalam pembelajaran bahasa Arab serta menilai efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman, partisipasi, dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi pustaka terhadap berbagai model Cooperative Learning seperti Student Teams Achievement Division (STAD), Make a Match, Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), dan Rotating Trio Exchange (RTE). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penerapan pembelajaran kolaboratif dalam konteks pendidikan bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Cooperative Learning efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata (mufrad?t), kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi siswa. Siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan mampu bekerja sama dalam kelompok, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses belajar. Integrasi media digital seperti Quizizz dan Kahoot juga meningkatkan keterlibatan dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian, Cooperative Learning merupakan strategi yang efektif dan relevan bagi pembelajaran bahasa Arab modern di Indonesia.Artikel sendiri terdiri dari 3500-7500 kata
PENINGKATAN LITERASI ANAK USIA DINI MELALUI METODE ACM (AKU CEPAT MEMBACA) DI RA AL GHOZALI PORONG SIDOARJO
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi anak usia dini melalui metode ACM, faktor-faktor pendukung dan penghambat serta solusi yang direkomendasikan. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Raudhatul Athfal (RA) Al Ghozali Porong Sidoarjo. Subyek penelitian yaitu anak, yayasan, guru dan orangtua. Pengumpulan data penelitian menggunakan wawancara, observasi, studi dokumen. Analisis data yang telah terkumpul dengan menggunakan tahapan Miles and Huberman. Hasil penelitian; metode ACM dapat menumbuhkan kemampuan literasi baca tulis anak usia dini dengan mudah, cepat, menyenangkan dan anti lupa. Faktor pendukung yaitu metode ACM dilengkapi dengan perangkat pembelajaran yang menarik diantaranta modul buku, alat peraga, kartu baca (Flash Card), media interaktif, audio visual lagu dan tepuk, adanya dukungan dari semua pihak terkait yaitu yayasan, kepala sekolah guru dan orangtua, guru mengikuti pelatihan yang terstandarisasi. Faktor penghambat yaitu ada beberapa anak yang jarang masuk sekolah dengan berbagai alasan sehingga kemampuan literasi baca tulisnya belum berkembang sesuai harapan. Saran untuk perbaikan, sebaiknya perlu pelibatan orangtua untuk menumbukan literasi anak dengan memotivasi anak rajin sekolah, program literasi membacakan buku cerita di rumah
Efektivitas Penerapan Literasi Digital terhadap Keterampilan Naratif pada Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efektivitas penerapan literasi digital dalam mengembangkan keterampilan naratif anak usia dini. Dengan melibatkan 30 anak usia 4-6 tahun dari dua taman kanak-kanak, penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi literasi digital secara signifikan meningkatkan keterampilan naratif anak-anak dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi untuk mengintegrasikan literasi digital dalam kurikulum pendidikan anak usia dini dan melibatkan orang tua dalam mendukung penggunaan teknologi digital oleh anak-anak. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang literasi digital pada keterampilan naratif anak serta variasi metode pembelajaran dan konteks penerapan literasi digital. Dengan implementasi rekomendasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar anak usia dini