14 research outputs found
Penerapan Latihan Regulasi Diri untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelola Waktu Belajar Siswa Kelas X-g SMA Negeri 3 Mojokerto
Siswa yang tidak mampu mengelola waktu belajar berawal dari ketidakmampuan dalam mengelola kegiatan sehari-hari yang menimbulkan siswa tidak fokus dan konsentrasi dalam mengikuti pelajaran di kelas, serta tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru. Beberapa dampak dari ketidakmampuan mengelola waktu belajar adalah banyaknya kegiatan tidak bertujuan yang dikerjakan, hingga pengelolaan waktu belajar mereka menjadi kacau. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan latihan regulasi diri untuk meningkatkan kemampuan mengelola waktu belajar pada siswa kelas X-G SMA Negeri 3 Mojokerto. Jenis penelitian ini menggunakan pre-experimental design dengan one group pre-test post-test design. Metode pengumpulan data menggunakan angket untuk mengetahui tingkat kemampuan mengelola waktu belajar siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 7 siswa kelas X-G SMA Negeri 3 Mojokerto yang memiliki skor kemampuan mengelola waktu belajar rendah. Teknik analisis data menggunakan statistik non parametrik dengan menggunakan uji tanda, dengan taraf signifikansi 5 %. Analisis data menggunakan uji tanda, dengan N=7 dan X=0 maka diperoleh = 0,008 dari tabel binomial. Jika dalam ketetapan sebesar 5% adalah 0,05, maka harga 0,008 < 0,05. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya setelah diberikan latihan regulasi diri, siswa yang sebelumnya mempunyai tingkat kemampuan mengelola waktu belajar rendah, kini tingkat kemampuan mengelola waktu belajarnya menjadi sedang. Jadi hipotesis penelitian “Penerapan Latihan Regulasi Diri untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelola Waktu Belajar Siswa Kelas X-G SMA Negeri 3 Mojokerto” dapat diterima. Konselor sekolah dapat menggunakan latihan regulasi diri untuk meningkatkan kemampuan mengelola waktu belajar siswa.
Kata Kunci: latihan regulasi diri, kemampuan mengelola waktu belaja
PENILAIAN RASIONALITAS TERAPI ANTIBIOTIK PADA PASIEN GINJAL KRONIS DENGAN PENDEKATAN METODE GYSSENS DI RSUD DR. R. SOSODORO DJTIKOESOEMO BOJONEGORO
Penggunaan antibiotik pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (PGK) membutuhkan perhatian serius karena perubahan farmakokinetik yang memengaruhi kadar obat dalam tubuh. Oleh karena itu, sebuah penelitian dilakukan untuk menilai tingkat rasionalitas pemberian antibiotik pada pasien PGK di ruang penyakit dalam RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Penelitian ini mengkaji data rekam medis pasien secara retrospektif selama periode Juli hingga Desember 2024. Penilaian rasionalitas dilakukan dengan metode Gyssens. Dari 91 pasien yang diteliti, mayoritas berada pada rentang usia 45-55 tahun (26.37%) dengan lama rawat inap 1-3 hari (51.65%). Antibiotik yang paling sering diresepkan adalah ceftriaxone (43.96%) dan cefepim (32.97%). Berdasarkan analisis Gyssens, 63.74% penggunaan antibiotik dianggap rasional (kategori 0), sementara 36.26% lainnya tidak rasional. Masalah utama ketidakrasionalan ditemukan pada kategori IVd (tersedia spektrum yang lebih sempit) dengan persentase 37.36%. Meskipun sebagian besar penggunaan antibiotik sudah tepat, hasil studi ini menyoroti perlunya perbaikan dalam pemilihan antibiotik yang lebih spesifik untuk mengoptimalkan pengobatan dan mencegah resistensi.
PEMBUATAN SLOW RELEASE FERTILIZER DENGAN MENGGUNAKAN POLIMER ASAM AKRILAT DAN POLIVINIL ALKOHOL SEBAGAI PELAPIS DAN AMILUM SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN DENGAN MENGGUNAKAN METODA FLUIDIZEDBED
Pembuatan Slow release fertilizer bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk terhadap laju pelepasan unsur-unsur nutrisi pupuk pada tanaman. Dalam studi ini dilakukan pembuatan slow release fertilizer dengan menggunakan asam akrilik dan polivinil alkohol (PVA) yang masing-masing dicampur dengan amilum dan Polietilen glikol (PEG) sebagai bahan tambahan pelapis dengan menggunakan metoda fluidized bed spraying coating (FBSC). Variable yang dipelajari konsentrasi polimer akrilik/amilum (18 %/0-2 %) dan PVA/amilum (3 %/0-2 %) sedangkan berat PEG yang ditambahkan pada masing-masing campuran adalah 1 gram dan suhu udara bed (pengeringan) (35-55 oC) terhadap kualitas produk urea yang terlapisi yakni efisiensi pelapisan, dissolution rate, persen dustiness, dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa efisiensi pelapisan urea dengan akrilik/amilum (18/2 %) pada suhu 40oC adalah 14,4 % sedangkan PVA/amilum (3/2 %) adalah 5,2 %. Efisiensi pelapisan meningkat dengan meningkatnya konsentrasi pelapis dan berkurang jika terjadi peningkatan suhu bed. Hal yang sama terjadi pada dissolution rate, dimana jika konsentrasi pelapis meningkat maka dissolution rate akan meningkat kebalikan terhadap suhu bed, suhu bed meningkat maka dissolution rate menurun. Dustiness produk meningkat dengan meningkatnya suhu bed serta konsentrasi pelapis. Pada analisa SEM pelapis urea dengan menggunakan akrilik morfologi lebih bagus dibandingkan dengan PVA. Kata Kunci: Slow Release Fertilizer, akrilik, PVA, amilum, urea, Fluidized Bed Spra
Analisis tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan di pasar modern Giant Ekstra Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi yang sudah banyak dibangun pasar modern salah satunya di pasar modern Giant Ekstra. Hadirnya pasar modern Giant Ekstra ini yang dapat menjadi pusat perbelanjaan bagi para konsumen agar lebih mudah dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Data yang dibutuhkan dalam penelitian diperoleh dengan angket (kuisioner), wawancara dan survei lapangan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan Karakteristik konsumen yang berkunjung ke Giant Ekstra Bangka Tengah adalah sebagian besar adalah perempuan, mayoritas usia konsumen berusia 18 – 50 tahun dengan sebagian besar berpendidikan perguruan tinggi. Tingkat penghasilan konsumen tertinggi berada pada skala tidak memiliki penghasilan dengan jumlah 38 orang dan terendah pada skala > Rp 5.000.000. Hasil uji signifikansi simultan pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 atau 0% maka dapat disimpulkan bahwa secara bersama – sama empat variabel independen (X) atau variabel bebas (tangibles, empathy, reliability, responsiveness ) berpengaruh terhadap variabel kepuasan konsumen (Y) dan satu variabel independen (X) atau variabel bebas (assurance) tidak berpengaruh terhadap kepuasan konsumen (Y). Sehingga dapat disimpulkan p-value (sig) < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya variabel bebas secara bersama – sama mempengaruhi variabel terikat
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN ABU DAUN PINUS (PINUS MERKUSII JUNGH ET DE VRIESE) DAN SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN DAN ABSORPSI MORTAR BATA (KAJIAN TERHADAP PERENDAMAN 5% KAPUR)
Mortar bata terbuat dari tanah liat, abu daun pinus, semen dan air yang di cetak
menggunakan cetakan mortar berbentuk kubus dengan dimensi 5 cm. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan dan absorpsi mortar bata yang
menggunakan abu daun pinus dan semen sebagai bahan penambah pembuatan
campuran adukan mortar bata. Pengujian kuat tekan dan absorpsi mengacu pada
SNI 03-6825-2002 dan SNI 15-2049-2004. Jumlah seluruh kubus mortar 363 buah
setiap variasi memiliki 8 buah kubus mortar untuk kuat tekan dan 3 buah kubus
mortar untuk absorpsi. Persentase penambahan 0% abu daun pinus 0% sebagai
pembanding, 2,5% dan 5% abu daun pinus dengan semen 0%, 1%, 2%, 3%, 4%,
5%, 6%, 7%, 8%, 9%, dan 10% terhadap berat tanah. Pengujian mortar bata
dilakukan pada umur 14 hari. Nilai kuat tekan mortar bata terbesar terjadi pada
penambahan 2,5% abu daun pinus dan 2% semen sebesar 3,98 MPa dengan
persentase peningkatan sebesar 19,52% dari mortar bata normal. Nilai absorpsi
mortar bata terkecil terjadi pada penambahan 2,5% abu daun pinus dan 6% semen
sebesar 38%.
Kata kunci : mortar bata, kuat tekan, absorps
ANALISA PELAKSANAAN “SEPULUH LANGKAH MENUJU KEBERHASILAN MENYUSUI (LMKM)” DI KOTA SEMARANG BERBASIS METODE RANK SPEARMAN
LMKM merupakan sebuah cara yang tepat untuk mengetahui keberhasilan menyusui. Metode analisis yang digunakan yaitu multivariate, dengan melakukan uji statistic rank spearman. Cakupan ASI eksklusif adalah prosentase bayi berumur 0 – 6 bulan yang memperoleh ASI eksklusif tanpa diberikan tambahan makanan dan minuman. Kota Semarang cakupan ASI eksklusif dari tahun 2008 sampai dengan 2010 terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2008-2010 cakupan pemberian ASI eksklusif di Kota Semarang mengalami kenaikaan yaitu 37% (2008), 40% (2009), dan 45% (2010). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan program “10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM)” untuk peningkatan cakupan ASI eksklusif. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif-kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 3 petugas pemegang program ASI eksklusif dari jumlah populasi 37 yang telah diambil berdasarkan sistem acak sederhana. Analisa data berupa diskripsi cakupan ASI eksklusif dan hasil wawancara kepada petugas pemegang program ASI eksklusif.
Kata Kunci : Cakupan ASI Eksklusif, Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui, Petugas Puskesma
Pengaruh Pemberian Abu janjang Kelapa Sawit Terhadap Ketersediaan dan Serapan K Serta Pertumbuhan Tanaman Melon (Cucumis melo, L) Pada Gambut
Penelitian mengenai studi pengaruh pemberian abu janjang kelapa sawit terhadap ketersediaan dan serapan K serta pertumbuhan tanaman melon (Cucumis melo, L) pada gambut telah dilaksanakan di Rumah Kaca dan laboratorium Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang serta di Life and Enviromental Science Laboratory, Prefectural University of Hiroshima, Japan, berlangsung dari bulan Oktober 2015 sampai bulan Januari 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa dosis abu janjang kelapa sawit terhadap beberapa sifat kimia tanah gambut dan serapan K serta pertumbuhan tanaman melon. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu abu janjang kelapa sawit dengan takaran 0, 450, 900, 1350, dan 1800 kg/ha. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik dengan uji F, dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian amelioran abu janjang kelapa sawit pada takaran 1800 kg/ha mampu meningkatkan pH, K-dd, Na-dd, dan kejenuhan basa tanah yaitu masing-masing sebesar 0,43 unit, 1,38 cmol/kg, 0,87 cmol/kg, dan 4,08 %, serta meningkatkan tinggi tanaman, berat kering batang dan daun, berat kering akar, serapan K batang dan daun, dan serapan K akar masing-masing sebesar 53 cm, 19,71 g, 0,89 g, 55,66 mg dan 3,14 mg secara berturut-turut dibandingkan dengan tanpa perlakuan.
Kata Kunci : Abu janjang kelapa sawit, gambut, melon, serapan
PRODUKTIVITAS BUAH TOMAT (Lycopersicum esculentum) DENGAN PEMBERIAN KONSENTRASI DAN APLIKASI MEPIQUAT KLORIDA
Panelitian tentang produksi buah tomat dengan pemberian konsentrasi dan aplikasi mepiquat klorida telah dilakukan di Desa Sumber Gading Kecamatan Sumber Wringin Kabupalen Bondowoso. Tujuan penelitian untuk mengetahui konsentrasi dan aplikasi mepiquat klorida serta interaksi antara keduanya yang tepat sehingga dapat meningkatkan produksi buah tomat. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak kelompok faktoral 4 x 3 dengan tiga kali ulangan. Perlakuan terdiri dari 2 faktor, faktor pertama yaitu konsentrasi mepiquat klorida dengan 4 taraf: 0 ppm, 200 ppm. 400 ppm dan 600 ppm, faktor kedua yaitu aplikasi mepiquat klorida dengan 3 taraf 14 hst, 21 hst dan aplikasi dua kali 14 dan 21 hst. Mepiquat klorida disemprotkan pada seluruh bagian tanaman yaitu pada 14 hst, 21 hst dan 14 dan 21 hst masing-masing setengah volume semprot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi mepiquat klorida 200 ppm memberikan hasil terbaik terutama dalam jumlah klorofil, aplikasi mepiquat klorida pada 2l hst memberikan jumlah buah dan berat buah tertinggi, sedangkan perlakuan konsentrasi 200 ppm yang diaplikasikan pada 21 hst, menghasilkan berat buah tertinggi dibanding semua perlakuan yaitu 3.358,30 g/ tanaman
KAJIAN AWAL PEMBUATAN SURFAKTAN DARI TEMPURUNG KELAPA
Tempurung kelapa merupakan limbah dari buah kelapa yang berpotensi
untukdijadikan surfaktan karena kandungan lignin sekitar31,9%.. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan perebus dan
perbandingan reaktan untuk memperoleh hasil surfaktan yang maksimal.
Lignin yaitu suatu phenolic polimer yang menyebabkan kekuatan dan
rigidity pada dinding sel tanaman berkayu. Surfaktan adalah zat seperti
deterjen yang ditambahkan pada cairan untuk meningkatkan sifat
penyebaran atau pembasahan dengan menurunkan tegangan muka.
Tempurung kelapa kering dihaluskan dan dikumpulkan serbuknya sebagai
bahan baku. Serbuk tempurung kelapa direaksikan dengan larutan natrium
bisulfit dengan variasi konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%, dan
variasi perbandingan tempurung kelapa dan natrium bisulfit sebesar 1:5, 2:5
dan 3:5 di dalam suatu reaktor menggunakan labu leher tiga dengan operasi
suhu 115
0
C, waktu reaksi 20 menit, pH 4 serta kecepatan pengadukan 80
rpm. Hasilnya disaring sehingga dihasilkan residu dan filtrat. Filtrat yang
mengandung surfaktan dianalisis dengan metode spektrofotometri UV-
Visible. Berdasarkan penelitian didapatkan surfaktan maksimal pada
penggunaan natrium bisulfit dengan konsentrasi 30% dan perbandingan
reaktan 3:5.
Kata Kunci: surfaktan, tempurung kelap
Kualitas Kehidupan Kerja Dan Harga Diri Berbasis Organisasi Dengan Keterikatan Kerja Pns Pemerintah Kota Palangka Raya
Keterikatan kerja merupakan kondisi pikiran yang positif dan memuaskan terkait dengan pekerjaan yang dicirikan adanya vigor, dedication dan absorption. Keterikatan kerja dapat dipengaruhi oleh kualitas kehidupan kerja sebagai faktor job resource dan harga diri berbasis organisasi sebagai faktor personal resource. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan kualitas kehidupan kerja dan keterikatan kerja. (2) hubungan harga diri berbasis organisasi dan keterikatan kerja. (3) hubungan kualitas kehidupan kerja melalui harga diri berbasis organisasi terhadap keterikatan kerja. Sampel dalam penelitian ini adalah PNS yang bekerja di instansi Pemerintah Kota Palangka Raya sebanyak 244 orang. Analisa data menggunakan teknik analisis jalur yang diolah dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan (1) kualitas kehidupan kerja secara langsung tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterikatan kerja dengan nilai nilai t hitung sebesar 1,311 dan signifikansi sebesar 0,191 (p > 0,05). (2) Harga diri berbasis organisasi secara langsung memiliki pengaruh sangat signifikan terhadap keterikatan kerja dengan nilai t hitung 9,616 dan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,01). (3) Kualitas kehidupan kerja secara tidak langsung memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterikatan kerja melalui harga diri berbasis organisasi dengan nilai pengaruh tidak langsung sebesar 0,332. Implikasi dari penelitian ini pemerintah kota Palangka Raya perlu mempertahankan atau meningkatkan kualitas kehidupan kerja sebagai sarana untuk menjaga harga diri berbasis organisasi agar pegawai tetap memiliki keterikatan terhadap pekerjaannya
