31735 research outputs found
Sort by
STUDI KOMPARATIF ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN STATISTIK PADA PENGARUH DEGRADASI TERHADAP MASA PAKAI MINYAK TRAFO
ANALISA STABILITAS TRANSIEN SISTEM INTERKONEKSI SUMATERA TERHADAP GANGGUAN HUBUNG SINGKAT
Penelitian ini membahas analisis stabilitas transien pada Sistem Interkoneksi
Sumatera terhadap gangguan hubung singkat dengan menggunakan perangkat
lunak DIgSILENT PowerFactory serta perhitungan Critical Clearing Time (CCT)
melalui metode biseksi di MATLAB. Selain itu, dilakukan perhitungan sudut kritis
(δₖ) menggunakan metode kriteria sama luas untuk menentukan batas kestabilan
sistem setelah terjadi gangguan besar. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi
kemampuan sistem dalam mempertahankan sinkronisasi antar generator serta
menentukan waktu pemutusan kritis agar sistem tetap stabil. Simulasi dilakukan
pada saluran transmisi 150 kV, 275 kV, dan 500 kV terhadap tiga jenis gangguan,
yaitu gangguan tiga fasa, dua fasa, dan satu fasa ke tanah. Hasil simulasi
menunjukkan bahwa gangguan tiga fasa merupakan gangguan paling berat karena
menyebabkan sudut rotor beberapa generator melebihi 90° dan frekuensi turun
hingga 44 Hz. Berdasarkan hasil perhitungan metode kriteria sama luas, pada kasus
tiga fasa diperoleh sudut kritis δₖ = 88,46°- 101,72° dengan CCT sebesar 215-278
milidetik tidak sesuai dengan standar SPLN No. 52-1 Tahun 1983. Untuk gangguan
dua fasa dan satu fasa ke tanah, sistem masih berada dalam kondisi stabil dengan δₖ
berkisar antara 63,45°-78,91° dan nilai CCT antara 81,12-99,42 milidetik sesuai
dengan standar SPLN No. 52-1 Tahun 1983. Penelitian ini menunjukkan bahwa
semakin besar sudut kritis dan tingkat keparahan gangguan, maka semakin kecil
waktu pemutusan yang diperlukan agar sistem tetap stabil. Oleh karena itu,
diperlukan sistem proteksi yang cepat serta koordinasi antar pembangkit untuk
menjaga sinkronisasi dan mencegah terjadinya blackout pada Sistem Interkoneksi
Sumatera.
Kata Kunci: Stabilitas Transien, Sistem Interkoneksi Sumatera, Gangguan
Hubung Singkat, Critical Clearing Time, DigSILENT PowerFactory
IMPLEMENTASI METODE TOPSIS PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PRIORITAS PENERIMA BANTUAN MESIN UNTUK SENTRA IKM BERBASIS WEBSITE (Studi Kasus : Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Bengkulu)
Sektor industri merupakan salah satu sektor ekonomi yang sedang dikembangkan di
Indonesia sebagai sektor penggerak kemajuan sector-sektor ekonomi lainnya. Salah satu
bentuknya yaitu Industri Kecil Menengah (IKM) yang cukup bergantung pada bantuan
pemerintah, baik modal maupun alat. Salah satu program pemerintah untuk memajukan
IKM adalah pemberian bantuan mesin kepada sentra IKM. Dalam praktiknya, proses
seleksi penerima bantuan mesin di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi
Bengkulu masih menggunakan Microsoft Excel yang memiliki keterbatasan, antara lain
berisiko terjadi human eror, kesalahan logika rumus, perbedaan hasil akibat pembulatan
angka, dan kurang objektif dalam penilaian. Oleh karena itu, dibutuhkan Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) untuk meminimalisir kesalahan, menghasilkan keputusan
yang lebih objektif, transparan dan akurat. Penelitian ini menggunakan metode TOPSIS
untuk menghitung nilai preferensi IKM dan Teknik agregasi data (rata-rata) untuk
menghitung nilai akhir sentra IKM. Output yang dihasilkan berupa perankingan sentra
IKM yang layak mendapatkan bantuan mesin. Dari total 26 perbandingan antara ranking
hasil sistem dan ranking hasil Disperindag, diperoleh 20 ranking yang sama, sehingga
akurasi sistem mencapai 76,92%. Selain itu, uji kelayakan sistem memperoleh skor
interval 4,6 atau 92% yang masuk kategori sangat baik. Hasil akhir dari penelitian ini
adalah terciptanya sebuah sistem pendukung keputusan penentuan prioritas penerima
bantuan mesin untuk sentra IKM berbasis website.
Kata Kunci : Sentra IKM, IKM, Sistem Pendukung Keputusan, TOPSIS, Agregasi
Data
PENINGKATAN RESOLUSI CITRA USG DENGAN ENHANCED SUPER RESOLUTION GENERATIVE NETWORK UNTUK MENINGKATKAN INTERPRESTASI PEMERIKSAAN DINI KELAINAN JANIN
Penelitian ini membahas implementasi Enhanced Super Resolution Generative
Adversarial Networks (ESRGAN) untuk meningkatkan resolusi citra ultrasonografi
(USG) guna mendukung interpretasi pemeriksaan dini kelainan janin. Dataset USG
diperoleh dari Mendeley Data dan Roboflow, kemudian melalui tahap augmentasi seperti
rotasi, flipping, resize, dan color jitter. Proses pelatihan menggunakan metode CRISP�DM dengan memanfaatkan GPU T4 pada Google Colaboratory. Evaluasi kualitas citra
dilakukan menggunakan Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR), di mana nilai di atas 30 dB
menunjukkan kualitas citra yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESRGAN
mampu meningkatkan kualitas citra USG secara signifikan, terutama pada data latih
beresolusi tinggi (240 px) yang menghasilkan PSNR hingga 42.51 dB. Augmentasi berupa
resize dan flip terbukti paling efektif meningkatkan kualitas, sedangkan rotasi dengan
sudut acak (khususnya 50°) dan color jitter justru menurunkan PSNR akibat distorsi
interpolasi maupun perubahan intensitas. Dengan demikian, pemilihan resolusi data latih
dan strategi augmentasi yang tepat sangat berpengaruh terhadap performa ESRGAN.
Penelitian ini membuktikan potensi ESRGAN dalam membantu visualisasi citra medis,
meskipun optimalisasi lebih lanjut masih diperlukan, khususnya dalam pengelolaan noise
dan efisiensi pelatihan.
Kata kunci: Enhanced Super Resolution Generative Adversarial Networks, Citra USG,
Resolusi Tinggi, Augmentasi Data, Peak Signal-to-Noise Rati
RANCANG BANGUN SISTEM OZONISASI DENGAN PENGATURAN PWM UNTUK APLIKASI DISINFEKSI HASIL PERTANIAN
Pertanian merupakan sektor vital dalam perekonomian dan kehidupan masyarakat
Indonesia. Kualitas dan keamanan bahan pangan sangat penting untuk menjaga
kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu permasalahan utama hasil
pertanian adalah kontaminasi mikroorganisme patogen seperti Escherichia coli,
Salmonella sp., dan Pseudomonas sp. yang dapat menurunkan kualitas serta
memperpendek masa simpan. Oleh karena itu, diperlukan metode disinfeksi yang
efektif dan ramah lingkungan. Ozonisasi merupakan teknologi potensial karena
mampu membunuh mikroorganisme tanpa meninggalkan residu berbahaya.
Penelitian ini merancang sistem ozonisasi dengan pengaturan PWM (Pulse Width
Modulation) untuk mengatur tegangan dan produksi ozon. Sistem menggunakan
trafo flyback konfigurasi Single-Ended yang dikendalikan oleh IC TL494 sebagai
pembangkit sinyal PWM. Penelitian bersifat eksperimental dengan pendekatan
analisis statistik (rata-rata dan standar deviasi) untuk menilai kestabilan data pada
setiap variasi duty cycle. Hasil menunjukkan frekuensi optimal sistem berada pada
60 kHz, menghasilkan tegangan maksimum 12,30 kV pada duty cycle 30% dengan
standar deviasi 0,34 kV. Peningkatan duty cycle berbanding lurus dengan
konsentrasi ozon, di mana nilai tertinggi mencapai 0,604 ppm dengan standar
deviasi 0,032 ppm menggunakan elektroda Ceramic Ozone Plate. Uji efektivitas
disinfeksi menggunakan metode Total Plate Count (TPC) menunjukkan penurunan
mikroorganisme sebesar 96,06% pada tomat dan 87,73% pada pakcoy. Sistem
ozonisasi berbasis PWM terbukti efektif, stabil, dan ramah lingkungan untuk
disinfeksi hasil pertanian.
Kata Kunci: Ozonisasi, ozon, disinfeksi hasil pertanian, mikroorganisme patogen,
trafo flyback, Pulse Width Modulation (PWM), tegangan tinggi
UJI KINERJA MESIN SORTASI BIJI KOPI DENGAN KECEPATAN PUTAR GETARAN YANG BERBEDA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja alat sortasi dan grading biji kopi robusta
yang digerakkan oleh motor listrik dengan berbagai kecepatan putaran (Revolution Per Minute),
untuk menghasilkan hasil sortasi sesuai standar SNI 01-2907-2008. Sortasi biji kopi penting
untuk memastikan keseragaman ukuran biji demi menunjang kualitas produk akhir.
Pengujian dilakukan dengan variasi putaran motor: 2875 RPM, 2974 RPM, dan 3111
RPM, menggunakan biji kopi robusta dari Desa Giri Nanto, Bengkulu. Parameter yang diamati
mencakup kapasitas penyortiran, tingkat kebisingan, fraksi massa lolos ayakan, dan mutu biji
kopi berdasarkan nilai cacat.
Metode yang digunakan adalah observasi untuk mengamati kinerja alat sortasi biji kopi,
Deskriptif kuantitatif sebagai metode pengukuran alat sortasi dari segi kebisingan, kapasitas,
fraksi massa lolos ayakan. dan penggunaan RPM yang berbeda sebagai pengukuran utama
dalam penelitian ini, dan kualitas mutu menggunakan metode kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi RPM, maka kapasitas sortasi
meningkat (maksimal 142 kg/jam pada 3111 RPM), waktu sortasi lebih cepat, dan tingkat
kebisingan lebih tinggi (semua melebihi 85 dB, melampaui ambang batas yang disarankan).
Namun, pada RPM yang lebih tinggi, fraksi massa lolos ayakan melebihi batas 5% yang
disyaratkan SNI, menunjukkan penyortiran kurang presisi. Dalam hal mutu, dilakukan
pemilahan secara manual untuk melihat apakah sortasi berpengaruh pada mutu, Sortasi yang
dilakukan pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap mutu
PENGARUH PERENDAMAN BAKSO IKAN BLEBERAN (Thryssa sp.) DALAM LARUTAN GAMBIR (Uncaria gambir Roxb) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK
Bengkulu merupakan provinsi yang memiliki keanekaragaman ikan salah satunya
yaitu ikan bleberan. Upaya meningkatkan nilai tambah ikan bleberan dengan mengolahnya
menjadi bakso. Tekstur yang kenyal pada bakso dapat diperoleh dengan menambahkan
bahan pengenyal seperti putih telur dan sodium tripolyphosphate. Gambir memiliki kandungan
katekin dan tanin yang dapat berinteraksi dengan protein miofibril ikan sehingga
meningkatkan kekenyalan. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh perendaman bakso
ikan bleberan dalam larutan gambir terhadap karakteristik fisik, kimia, organoleptik dan
harga pokok produksi.
Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu
faktor yaitu perbedaan konsentrasi larutan gambir dengan rentang 0-5%. Perlakuan diulang
sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Data dianalisis dengan aplikasi
SPSS 26.0 dengan Analysis Of Variance (ANOVA) taraf 5%, dan jika terdapat pengaruh
nyata dilanjutkan Duncan’s Multiple Ranget Test (DMRT) sedangkan data organoleptik
dianalisis dengan Friedmand Test.
Perendaman bakso ikan bleberan dalam larutan gambir berpengaruh nyata terhadap
karakteristik fisik kadar air dengan nilai 57-33-61,17%; tekstur berpengaruh nyata dengan
nilai Hardness 0,9820-0,9947N, Cohesiveness 0,6493-1,1476, Chewiness 0,5617-0,5733,
dan Gumminess 0,6377-1,1023; warna dengan nilai L*51,35-41,61, a* 1,706-7,57, b* 73,17-
86,32, Chroma 73,19-86,69, Hue Angle 84,45-88,67, dan ∆E 0,00-17,38. Perendaman bakso
ikan bleberan dalam larutan gambir berpengaruh nyata terhadap karakteristik kimia (pH dan
kadar protein). Hasil Friedman Test, perendaman gambir berpengaruh nyata pada terhadap
mutu hedonik warna, rasa, aroma, tekstur dan tingkat kesukaan. Perlakuan konsentrasi
gambir terbaik 2% dilakukan uji Total Plate Count (TPC) dan didapatkan hasil bahwa
perendaman dalam gambir dapat menurunkan nilai TPC. Harga pokok produksi bakso ikan
bleberan yang direndam larutan gambir 2% sebesar Rp. 30.000,31/k
PENGGUNAAN ALAT PENGERING TANDEM HIBRID YSD-UNIB 2018 DENGAN KETEBALAN HAMPARAN BERBEDA UNTUK PENGERINGAN KOPI
Proses pengeringan merupakan tahapan yang sangat penting saat pascapananen
karena dapat mempengaruhi kualitas biji kopi. Proses pengeringan kopi secara
konvensional umumnya memakan waktu sekitar 1-2 minggu sehingga diperlukan alternatif
lain untuk mempersingkat waktu pengeringan, salah satunya dengan menggunakan alat
pengering tandem hibrid energi surya YSD UNIB 2018. Penelitian ini bertujuan untuk
menduga waktu penyelesaian pengeringan buah kopi robusta dengan proses pengolahan
yang berbeda ketebalan hamparan yaitu 3 cm, 6 cm, 9 cm, dan 12 cm dengan
menggunakan alat pengering tandem hibrid YSD-UNIB 2018 yang beroperasi dengan
energi surya, panas pembakaran bahan bakar kayu dan pemanfaatan panas gas buang
tungku yang biasanya terbuang akan dimanfaatkan untuk mengeringkan buah kopi.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan ruang pengering (depan dan
belakang) sebagai petak utama dan ketebalan hamparan (3 cm, 6 cm, 9 cm, dan 12 cm)
sebagai anakan petak. Setiap perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan sehingga didapatkan
24 unit percobaan.
Waktu penyelesaian pengeringan kopi menggunakan alat pengering tandem hibrid
YSD UNIB-2018 untuk proses pengeringan menggunakan ruang pengering depan pada
ketebalan 3 cm adalah 39,18 jam, pada ketebalan 6 cm adalah 75,00 jam, pada ketebalan 9
cm adalah 81,00 jam, dan pada ketebalan 12 cm adalah 89,89 jam. Waktu penyelesaian
pengeringan kopi menggunakan alat pengering tandem hibrid YSD UNIB-2018 untuk
proses pengeringan menggunakan ruang pengering belakang pada ketebalan 3 cm adalah
41,00 jam, pada ketebalan 6 cm adalah 77,00 jam, pada ketebalan 9 cm adalah 83,00 jam,
dan pada ketebalan 12 cm adalah 93,00 jam. Semakin tebal hamparan kopi maka waktu
penyelesaian pengeringan semakin lama, pada penelitian ini yang menunjukkan waktu
penyelesaian pengeringan terlama pada ketebalan 12 cm yaitu 93 jam.
Kata kunci: Ketebalan Hamparan, Waktu Pengeringan, YSD-UNIB 201
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG MOCAF (Modified Cassava Flour) DENGAN PUREE PISANG BARANGAN (Musa Acuminata L) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BROWNIES KUKUS
Konsumsi tepung terigu di Indonesia masih tinggi, seiring meningkatnya permintaan
terhadap produk berbasis tepung seperti kue dan roti. Upaya mengurangi ketergantungan
terhadap gandum impor, salah satu bahan lokal yang potensial sebagai alternatif adalah
tepung mocaf (Modified Cassava Flour), yang berasal dari fermentasi singkong
menggunakan asam laktat. Penggunaan mocaf murni dapat mempengaruhi tekstur dan cita
rasa produk akhir. Penambahan bahan lokal lain seperti puree pisang barangan yang kaya
gizi dan memiliki tekstur lembut dapat memperbaiki kualitas brownies kukus.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung mocaf dengan
puree pisang barangan terhadap karakteristik fisik (kadar air, warna, daya kembang, dan
tekstur), kimia (kadar protein, abu, dan lemak), serta penerimaan organoleptik brownies
kukus. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor
perlakuan yaitu proporsi puree pisang: B0 (0%), B1 (10%), B2 (20%), B3 (30%), dan B4
(40%), dengan tiga kali ulangan, menghasilkan 15 unit percobaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan puree tidak berpengaruh nyata
terhadap kadar air, warna, daya kembang, kadar protein, dan kadar abu. Namun, terdapat
pengaruh nyata terhadap kadar lemak, tekstur, dan rasa berdasarkan uji organoleptik. Kadar
lemak terendah (17,43%) ditemukan pada B4 (40% puree), dan kekerasan tekstur menurun
seiring meningkatnya puree. Skor organoleptik tertinggi untuk rasa diperoleh pada B0 (tanpa
puree) sebesar 4,04, sedangkan nilai tekstur tertinggi diperoleh pada B1 (10% puree) dengan
skor 4,08.
Warna brownies paling terang diperoleh pada perlakuan B0 dengan nilai L* sebesar
26,52, sedangkan warna cenderung lebih gelap seiring meningkatnya penambahan puree.
Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan puree pisang barangan hingga 20% masih
dapat diterima baik secara fisik, kimia, maupun organoleptik, serta dapat meningkatkan
kandungan gizi produk dengan tetap mempertahankan karakteristik brownies kukus
UJI AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL 96% DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) TERHADAP KELINCI JANTAN (Oryctolagus cunicuclus)
Hiperurisemia merupakan kondisi peningkatan kadar asam urat dalam darah yang
dapat menyebabkan gangguan metabolik seperti gout arthritis dan nefropati. Daun
alpukat (Persea americana Mill.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid,
tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai agen antihiperurisemia melalui
mekanisme inhibisi enzim xantin oksidase. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui aktivitas antihiperurisemia ekstrak etanol daun alpukat serta
menentukan dosis efektifnya dalam menurunkan kadar asam urat. Penelitian
menggunakan metode eksperimental dilakukan pada lima ekor kelinci jantan yang
dibagi dalam lima kelompok: normal, kontrol positif (allopurinol 100 mg/kgBB),
kontrol negatif (CMC-Na 1%), ekstrak dosis (250 mg/kgBB), dan ekstrak dosis
(375 mg/kgBB). Hiperurisemia diinduksi menggunakan kalium oksonat secara
intraperitoneal dan semua perlakuan diberikan secara per oral. Hasil menunjukkan
penurunan kadar asam urat sebesar 0,0% (normal), 26,2% (kontrol positif), 5,6%
(kontrol negatif), 16,2% (ekstrak 250 mg/kgBB), dan 32,6% (ekstrak 375
mg/kgBB). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun alpukat dosis 375 mg/kgBB
lebih efektif dalam menurunkan kadar asam urat pada kelinci jantan yang diinduksi
hiperurisemia.
Kata kunci : Hiperurisemia, Daun alpukat, Persea americana Mill, Kalium
Oksonat, Xatin oksidase