University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    FORMULASI DAN UJI FISIK TABLET HISAP EKSTRAK KULIT BUAH JERUK KALAMANSI (Citrus macrocarpa) DENGAN VARIASI KONSENTRASI AMILUM BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus L.) SEBAGAI PENGIKAT

    No full text
    Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa) merupakan tanaman lokal yang mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan vitamin C yang berpotensi sebagai antioksidan. Kulit buahnya yang sering dianggap limbah dapat dimanfaatkan dalam sediaan farmasi, salah satunya sebagai bahan aktif tablet hisap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi amilum biji nangka (Artocarpus heterophyllus L.) sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik tablet hisap ekstrak kulit jeruk Kalamansi, serta menentukan konsentrasi yang optimal. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Tablet hisap dibuat dengan metode granulasi basah menggunakan konsentrasi amilum 15%, 20%, dan 25%. Evaluasi meliputi sifat fisik granul (kecepatan alir, sudut diam, dan indeks kompresibilitas) serta tablet (organoleptis, keseragaman bobot dan ukuran, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur). Hasil menunjukkan semua formula memenuhi persyaratan Farmakope. Formula F3 (25%) memberikan hasil terbaik dengan kekerasan 6,013 kg, kerapuhan 0,5%, dan waktu hancur 13 menit. Formula F1 (15%) memberikan hasil kekerasan 2,878 kg, kerapuhan 0,2%, dan waktu hancur 10 menit dan formula 2 (20%) memberikan hasil kekerasan 3,824 kg, kerapuhan 0,2%, dan waktu hancur 12 menit yang mana kedua formulasi memiliki kekerasan dan stabilitas yang lebih rendah. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsentrasi amilum biji nangka berpengaruh terhadap sifat fisik tablet hisap, dan konsentrasi 25% merupakan yang paling optimal. Penelitian ini mendukung pemanfaatan limbah kulit jeruk dan biji nangka sebagai bahan alami dalam pengembangan sediaan farmasi. Kata kunci: Amilum Biji Nangka, Bahan Pengikat, Granulasi Basah, Kalamansi, Tablet Hisa

    GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD Dr. M. YUNUS KOTA BENGKULU

    No full text
    Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis dan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Pengobatan Tuberkulosis menggunakan obat anti tuberkulosis (OAT) harus dilakukan secara tepat dan rasional guna mencapai kesembuhan dan mencegah resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) pada pasien tuberkulosis di instalasi rawat inap RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu selama periode Januari-Desember 2024. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien. Total sampel yang digunakan adalah 66 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki 59%, berada pada kelompok usia dewasa akhir (41-60 tahun) sebesar 49%, Sebagian besar pasien menerima terapi obat OAT Kategori 1 (85%), dan hasil pengobatan menunjukkan tingkat kesembuhan sebesar 53%, masih dalam pengobatan 29%, dan meninggal dunia 18%. OAT Kategori 1 merupakan obat yang paling sering sering digunakan dalam terapi tuberkulosis. Kombinasi penggunaaan golongan obat disesuaikan dengan kondisi pasien dan gejala klinis. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam penatalaksanaan terapi tuberkulosis di rumah sakit. Kata Kunci : Tuberkulosis, Obat Anti Tuberkulosis, Kategori 1 dan 2, RSUD Dr. M. hhh Yunus, Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis

    FORMULASI SEDIAAN FACE MIST DARI EKSTRAK ETANOL 96% BUNGA BOUGENVIL (Bougainvillea glabra choisy)

    No full text
    Kulit wajah memerlukan perawatan untuk menjaga kelembaban dan radikal bebas. Bunga bougenvil (Bougainvillea glabra choisy) diketahui mengandung flavonoid dengan aktivitas antioksidan yang berpotensi dimanfaatkan dalam kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan serta mengevaluasi sediaan Face mist ekstrak etanol 96% bunga bougenvil. Metode penelitian ini menggunakan rancangan formulasi dengan variasi konsentrasi ekstrak 0%, 10%, 15%, dan 20%. Evaluasi dilakukan melalui uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji viskositas, uji waktu kering dan uji daya sebar semprot. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula stabil secara organoleptis, homogen, memiliki pH 4,5-6,5 sesuai fisiologis kulit, viskositas rendah (5,62-6,40 cp), daya sebar semprot 5-6 cm, serta waktu kering <2 menit. Formula dengan konsentrasi 20% menghasilkan karakteristik terbaik. Kesimpulan penelitian ini adalah face mist ekstrak bunga bougenvil memenuhi syarat mutu fisik dan berpotensi sebagai produk kosmetik alami untuk perawatan kulit. Kata kunci: Antioksidan, Bougenvil, Face Mist, pH, Viskosita

    CAMPUR KODE DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMK NEGERI 2 REJANG LEBONG

    No full text
    Penelitian ini mengkaji fenomena campur kode dalam proses pembelajaran dikelas X MPLB SMK Negeri 2 Rejang Lebong. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode dan faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan dengan teknik rekam dan catat, serta wawancara mendalam. Data dianalisis melalui tahapan transkripsi, identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode yang ditemukan meliputi kata, frasa, baster, serta campur kode antarbahasa. Campur kode kata Bahasa Melayu Bengkulu antara lain ado (ada), apo (apa), biso (bisa), yo (ya), dan dak (tidak); bentuk frasa seperti apo bae (apa saja), cak mano (bagaimana), dan dak papo (tidak apa-apa); serta bentuk baster seperti kotaknyo, jawabannyo, dan tigonyo. Selain itu, ditemukan pula campur kode Bahasa Rejang seperti coa (tidak), namen (makan), dan put (ayo), serta campur kode Bahasa Inggris seperti travelling, request, what, dan how yang digunakan dalam interaksi dan pembelajaran di kelas X MPLB. Faktor yang mendorong munculnya campur kode meliputi kebiasaan berbahasa penutur, penyesuaian terhadap mitra bicara, situasi dan topik pembelajaran, fungsi dan tujuan tuturan, ragam bahasa, penggunaan istilah populer, serta pembangkitan rasa humor. Dengan demikian, campur kode di SMK Negeri 2 Rejang Lebong mencerminkan kebiasaan berbahasa yang hidup di lingkungan sosial siswa dan berfungsi memperlancar komunikasi, memperjelas makna, serta menciptakan suasana belajar yang akrab dan menyenangkan. Kata kunci: Campur Kode, Pembelajaran, SMK, Sosiolinguisti

    PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BIOGRAFI PAHLAWAN PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 5 KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis teks biografi pahlawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru yang melaksanakan pembelajaran dan siswa kelas X.3 SMA Negeri 5 Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, rekaman, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menulis teks biografi pahlawan pada siswa kelas X.3 SMA Negeri 5 Kota Bengkulu dilaksanakan satu kali pertemuan. Pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup sudah dilaksanakan berdasarkan kurikulum merdeka, dengan model pembelajaran PJBL (Project Based Learning), yang hanya terlaksana 3 sintaks model PJBL. Kata kunci: Pelaksanaan pembelajaran, Menulis teks biografi

    STUDENTS’ EXPERIENCES OF PEER REVIEW IN GENRE WRITING CLASSES: A DESCRIPTIVE QUALITATIVE STUDY OF STUDENTS IN THE ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM

    No full text
    This study aims to explore students' experiences in giving and receiving feedback through peer review in genre-based writing classes. Using a descriptive qualitative approach and Bandura’s Social Cognitive Theory (1986), data were collected from six second-semester students through interviews. The data were analyzed using theory-driven thematic analysis following Braun & Clarke’s (2012) six-step model, with coding guided by six predetermined categories from Bandura’s theory: observational learning, self-efficacy, self-regulation, reciprocal determinism, motivation, and reinforcement. Each participant’s responses were transcribed, coded, and grouped into themes to identify patterns in their peer review experiences. The findings reveal that peer review helps students learn by observing peers, builds their confidence in giving feedback, encourages self-reflection and revision, increases motivation, and is influenced by classroom interaction and environment. These experiences show that peer review supports both cognitive and emotional aspects of writing development, although responses varied based on individual learning styles and engagement levels. Keyword: Students’ Experiences, Peer Review, Genre Writing Clasess, Descriptive Qualitative

    ILLOCUTIONARY ACTS IN THE UTTERANCES OF DONALD TRUMP IN THE 2016 AND 2024 U.S. PRESIDENTIAL ELECTION DEBATES

    No full text
    The utterances delivered by candidates in political debates not only convey information, but also strategies to persuade audiences, attack opponents, and shape public opinion. By examining illocutionary acts, it can be seen how Donald Trump used utterances in the debate to achieve these political goals. This research aims to determine the kind of illocutionary act that Donald Trump most frequently used in the 2016 and 2024 U.S. Presidential Election Debates, to differentiate the use of illocutionary acts of Donald Trump from the 2016 debate with 2024 debate and to identify social and cultural values underlying the illocutionary acts in the utterances of Donald Trump. The methodology used in this research is a descriptive qualitative design. The result of this research showed that the most dominant type of illocutionary act that Donald Trump used in the both debates is assertive illocutionary speech act. The similarities of illocutionary acts in the utterances of Donald Trump are the consistency of the use of assertive illocutionary, directive illocutionary act, commissive illocutionary act, expressive illocutionary act and assertive illocutionary act remained as the most type used in the both debates. The differences are can be seen from the various function of each type of illocutionary acts and the intensity of the use of those types. In the 2016 debate, as much as 78.86% from the total of Donald Trump's utterances were assertive illocutionary speech acts, while in the 2024 debate the percentage increased slightly to 80.06%. In the 2016 debate, directive illocutionary speech acts were used in 12.30% of total utterances, while in the 2024 debate decreased to 11.61%. In the 2016 debate, commissive speech acts covered for about 6.62% of the total utterances, while in the 2024 debate decreased to only 3.87%. In the 2016 debate, expressive illocutionary acts used in 2.21 with a slightly higher frequency in the 2024 debate in 4.46%. The social and cultural values underlying the illocutionary act in the utterances of Donald Trump, he used the social and cultural values to identify the motivation of why he said his utterances. The pattern of campaign style of Donald Trump is almost same in the both debates. Keywords: Illocutionary Acts, U.S Presidential Election Debates, Donald Trum

    KAJIAN EKOLOGI FAMILI ARACEAE DI DESA TAMBANG SAWAH TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT (TNKS) SPTN WILAYAH VI KABUPATEN LEBONG PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya yang satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan. Berdasarkan fungsinya, hutan dibagi tiga yaitu hutan lindung, hutan produksi, dan hutan konservasi. Penelitian tentang keanekaragaman jenis tumbuhan famili Araceae di Pulau Sumatera sudah banyak dilakukan, tetapi untuk penelitian tentang kajian ekologi famili Araceae di Provinsi Bengkulu masih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan timbal balik famili Araceae dengan lingkungan sekitar di Desa Tambang Sawah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) SPTN Wilayah VI Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah purpossive sampling dan dilakukan pengambilan data abiotik diantaranya adalah suhu udara, intensitas cahaya, kelembaban, pengambilan sampel tanah, pH tanah, curah hujan. Hasil penelitian ditemukan 11 jenis dalam 9 genus famili Araceae dengan 2 tipe habitat. Jumlah jenis yang ditemukan relatif lebih banyak dimana, ditemukan 10 jenis dalam 8 genus, dan terdapat individu baru sejumlah 6 jenis dalam 6 genus yaitu Colocasia esculenta, Homalomena sp., Dieffenbachia sp., Monstera sp., Philodendron sp. dan Syngonium podophyllum. Kurniawan dan Asih (2012) menyatakan di Pulau Bali yang termasuk kawasan Kepulauan Sunda Kecil (Lesser Sunda Island) terdapat 22 spesies Araceae dan 14 marga. Suhu rata-rata 22,3 C, Kelembapan rata-rata 77%, intensitas Cahaya 295 lux, pH tanah rata-rata 5,19 dan ketinggian pada lokasi penelitian 450-500 mdpl yang termasuk ke dalam hutan dataran rendah dengan tutupan lahan yang tidak terlalu terbuka dan terlalu tertutup

    KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN FAMILI ARACEAE DI HUTAN MADAPI TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT KABUPATEN REJANG LEBONG PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Hutan merupakan suatu ekosistem yang terdiri dari berbagai jenis tumbuh- tumbuhan dan hewan. Salah satu famili tumbuhan tidak berkayu di dalam hutan adalah famili Araceae yang memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi. Famili Araceae merupakan tumbuhan daerah tropis sehingga tumbuhnya menyebar di negara-negara yang dilalui oleh garis khatulistiwa, seperti negara Indonesia. Famili Araceae terdiri dari 105-110 marga dengan 2500-3700 jenis. Negara Indonesia mempunyai 25% famili Araceae dari jumlah seluruh yang pernah ditemukan di dunia atau sekitar 31 marga. Famili Araceae tersebar di seluruh pulau yang ada di Indonesia, seperti di pulau Kalimantan terdapat 297 jenis, pulau Sumatera terdapat 159 jenis, pulau Sulawesi terdapat 49 jenis, dan pulau Jawa terdapat 67 jenis (Hartanti, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan famili Araceae yang terdapat di Hutan Madapi Taman Nasional Kerinci Seblat Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode survei eksplorasi dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menyusuri lokasi-lokasi yang sesuai dengan habitat potensial famili Araceae seperti daerah yang lembap, teduh dan berada di sekitar aliran air, yang telah disurvei sebelumnya. Untuk mengetahui kecukupan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian, dibuat kurva akumulasi jenis. Jika kurva mulai mendatar, maka dapat diartikan bahwa jumlah sampel yang diambil sudah cukup. Setiap individu dari famili Araceae yang ditemukan dicatat karakteristiknya, diidentifikasi, dan didokumentasikan. Kemudian juga dilakukan pengukuran faktor fisik lingkungan seperti pH dan kelembapan tanah, suhu dan kelembapan udara serta intensitas cahaya. Hasil penelitian yang telah dilakukan di Hutan Madapi ditemukan 16 jenis tumbuhan famili Araceae dari 11 genus, dengan jenis terbanyak yaitu Homalomena cordata sebanyak 115 individu dan jenis yang paling sedikit yaitu Amorphophallus sp dengan jumlah satu individu saja. Tumbuhan Araceae pada lokasi penelitian memiliki 3 cara hidup yaitu terestrial, epifit dan litofit. Berdasarkan hasil penelitian, Indeks kekayaan jenis menunjukkan kategori sedang dengan nilai tertinggi pada tegakan mahoni (1,97) dan terendah pada tegakan pinus (1,69). Nilai indeks kemerataan jenis berkisar 0,88-0,95 yang termasuk dalam kategori tinggi pada setiap tegakan. Nilai indeks keanekaragaman jenis Shannon Wiener tertinggi yaitu tegakan mahoni (2,35) dan terendah tegakan kemiri (2,06). Indeks kemiripan komunitas Jaccard menunjukkan nilai relatif tinggi (53%-90%) untuk semua pasangan tegakan, namun hasil perhitungan menggunakan indeks SØrensen menunjukkan nilai yang lebih tinggi yaitu (69%-95%) pada tiap pasangan tegakan

    ANALISIS KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI PANTAI CUKOH KABUPATEN KAUR PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Perairan Pantai Cukoh di Desa Bandar, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu kaya akan berbagai sumberdaya hayati laut. Salah satunya adalah makrozoobentos, yang mendiami perairan pantai wilayah tersebut. Perairan Pantai Cukoh digunakan untuk berbagai kegiatan pariwisata, persandaran kapal nelayan serta terdapat aliran pembuangan limbah tambak udang. Berbagai aktivitas antropogenik dapat berpengaruh terhadap komoditas makrozoobentos, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai kelimpahan dan keanekaragaman makrovzovovbentovs untuk memperovleh gambaran yang lebih jelas tentang kovndisi ekovsistem pesisir di Pantai Cukoh dan faktovr-faktovr yang mempengaruhi kelangsungan hidup makrovzovovbentovs tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024. Penelitian ini menggunakan 3 stasiun, penentuan titik stasiun dilakukan secara purposive sampling berdasarkan karakteristik habitat Stasiun 1 berada di dekat area pendaratan kapal nelayan, Stasiun 2 terletak di kawasan wisata, dan Stasiun 3 berada di area pembuangan limbah tambak udang. Tahapan penelitian terdiri dari penentuan stasiun, pengukuran parameter kualitas air, pengambilan sampel dan identifikasi jenis, serta analisis data. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas perairan Pantai Cukoh menunjukkan bahwa nilai parameter salinitas, suhu, pH, DO berada dalam kategori baik untuk kehidupan makrozoobentos. Makrozoobentos yang ditemukan di Pantai Cukoh sebanyak 16 jenis dengan total 56 individu.. Jenis makrozoobentos yang memiliki nilai dan persentase kelimpahan tertinggi adalah Cerithium bruguiere. Nilai indeks keanekaragaman di seluruh stasiun termasuk sedang, nilai indeks keseragaman pada seluruh stasiun tinggi, serta dominansi pada seluruh stasiun rendah. Hal ini berarti peirairan Pantai Cukoh mendukung untuk pertumbuhan makrozoobeintos dimana tidak teirdapat dominasi dari spesies terhadap spesies lainya dan adanya distribuisi populasi antar spesies yang tersibar merata menunjukkan ekologi relatif stabil. Kata kunci : Indeks Ekologi, Keanekaragaman, Kelimpahan, Makrozoobentos, Pantai Cu

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇