68 research outputs found

    Pengembangan Model Pembelajaran Specialist Dialogue Team (SDT) Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar pada Pembelajaran PPKn

    Get PDF
    This study aimed to produce a cooperative learning model with the Specialist Dialogue Team (SDT) technique to increase the activeness and learning outcomes of students in Pancasila and Civic Education learning. This study used the type of Borg and Gall development research. The results of the study showed that the Specialist Dialogue Team (SDT) learning model was valid and be able to increase the activeness and learning outcomes of students. The validity of the model was known to be the learning expert validation test, obtaining a score of 97.36 and the material expert test was 75 and the lesson plan validation test was 92.18. The activity of students who were originally in the low category became the medium category. The average learning outcomes with post-test scores were higher than pre-test results, Class VIII C with scores from 67 to 77 and Class VIII A in the first meeting from 69 to 78, the second meeting to 84. These results indicated that there has been a significant change between learning outcomes before and after the application of the developed learning model

    Peran Sanggar Asmoro Bangun dalam Upaya Melestarikan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Melalui Kesenian Wayang Topeng Malangan Di Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK Dhari, Diah Putri Wulan. 2017. Peran Sanggar Asmoro Bangun Dalam Melestarikan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Melalui Kesenian Wayang Topeng Malangan Di Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji Kabupaten  Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si (2) Rusdianto Umar, S.H., M.Hum. Kata Kunci: Sanggar, Kearifan Lokal, KesenianKesenian merupakan hasil kebudayaan yang harus dilestarikan karena didalamnya mengandung unsur keindahan. Nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam suatu kesenian harus terus dilestarikan untuk tetap menjadi pedoman hidup masyarakat dalam bertingkah laku. Sanggar Asmoro Bangun merupakan sanggar yang ada di Dusun Kedungmonggo Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji yang berupaya melestarikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kesenian wayang topeng malangan.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan (1) asal mula tumbuhnya sanggar Asmoro Bangun di Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji, (2) arti penting kesenian wayang topeng malangan dijunjung tinggi di sanggar Asmoro Bangun, (3) tata cara pelaksanaan kesenian wayang topeng malangan sampai kegiatan selesai, (4) ragam nilai-nilai yang terkandung didalam kesenian wayang topeng malangan, (5) sisi penting dari kesenian wayang topeng malangan agar tetap terus dilestarikan.Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data berasal dari kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data yang digunakan adalah Miles dan Huberman yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Teknik pengecekan keabsahan data dengan cara ketekunan atau keajegan pengamatan dan triangulasi. Tahap-tahap penelitian yang digunakan adalah tahap pra lapangan meliputi, penelitian pendahuluan, penyusunan proposal, pengurusan izin penelitian, tahap memasuki lapangan, tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penulisan laporan.Hasil penelitian ini sebagai berikut. (1) Sejarah sanggar Asmoro Bangun adalah awalnya sanggar bernama pendowo limo yang pada saat kepemimpinan Mbah Serun dan Mbah Kiman lalu setelah peresmian sanggar Asmoro Bangun berganti menjadi sanggar Asmoro Bangun yang pada saat itu dipimpin oleh Alm. Mbah Karimun. Tetapi saat Mbah Karimun sudah meninggal lalu kepemimpinan digantikan oleh Bapak Tri Handoyo sampai sekarang. (2) Alasan sanggar Asmoro Bangun mengembangkan kesenian wayang topeng malangan adalah untuk sarana hiburan serta melestarikan kesenian wayang topeng malangan yang masih tetap dipertahankan kelestariannya dengan melihat upaya orang terdahulu yang bersusah payah berkorban untuk kesenian ini. (3) Proses praktik kesenian wayang topeng malangan adalah yang pertama para pemain mempersiapkan diri untuk memakai kostum dan setelah selesai langsung menuju pentas lalu pertunjukan siap dimulai. (4) Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian wayang topeng malangan adalah ada nilai hiburan, nilai moral, nilai keberanian dan nilai persatuan dan kesatuan. (5) Peran sanggar Asmoro Bangun dalam upaya melestarikan nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian wayang topeng malangan di Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji adalah sebagai pengembang nilai-nilai kearifan lokal yang ada di dalam kesenian wayang topeng malangan melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh sanggar seperti  pembuatan topeng, latihan tari, dan pertunjukan stiap malam senin legi.Saran yang diberikan peneliti yaitu: (1) Agar kesenian wayang topeng malangan dapat terus dilestarikan, seyogyanya pihak sanggar Asmoro Bangun yaitu Bapak Tri Handoyo selaku pengelola sanggar bisa mengikutsertakan warga masyarakat umum untuk membantu proses pelestarian kesenian wayang topeng malangan ini, serta ada kerjasama yang baik dengan pemerintah, (2) Agar nilai-nilai kearifan lokal  yang terkandung dalam kesenian wayang topeng malangan dapat terus ada dan tertanam dalam diri anggota dan masyarakat, seyogyanya anggota dari sanggar itu bisa ikut serta dalam memajukan program kerja yang sudah disusun oleh pihak sanggar dalam struktur organisasi. Sehingga Sanggar Asmoro Bangun dapat terus menampilkan serta menunjukkan cara yang lebih menarik dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat umum, (3) Agar proses pelestarian kesenian wayang topeng malangan yang dilaksanakan oleh sanggar Asmoro Bangun berjalan sesuai harapan dengan adanya kegiatan yang ada di sanggar, seyogyanya pemerintah daerah membantu untuk proses pelestariannya: yang pertama yaitu bantuan dana untuk sedikit memperluas sanggar sebagai tempat latihan anak-anak dan pertunjukan atau gebyak malam senin legi, yang kedua yaitu menjadikan kesenian wayang topeng malangan sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah baik di jenjang SD, SMP, maupun SMA atau SMK.ABSTRAK Dhari, Diah Putri Wulan. 2017. The Role Of Sanggar Asmoro Bangun In The Effort Of Preseruing Local Wisdom Values Through Malangan Puppet Mask Art In Karangpandan Village Pakisaji Subdistrict Malang Regency. Thesis, Justice and Citizenship Department, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Advisor(1) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si (2) Rusdianto Umar, S.H., M.Hum. Keywords: Studio, Local Wisdom, Art Art is the result of culture that must be preserved because it contains elements of beauty. The values ​​of local wisdom that exist in an art should continue to be preserved to remain a guideline of community life in behaving. Sanggar Asmoro Bangun is a studio located in Kedungmonggo HamletsKarangpandan Village Pakisaji Subdistrict which seeks to preserve the values ​​of local wisdom in the art ofmalangan puppet mask art. &nbsp

    Pengaruh Likuiditas, Pertumbuhan Penjualan, Perputaran Modal Kerja Dan Leverage Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Food And Berverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2019-2023

    Get PDF
    Pesatnya kemajuan teknologi pada masa globalisasi saat ini memicu persaingan bisnis pada perusahaan di Indonesia. Persaingan bisnis saat ini lebih kompetitif pada semua sektor perusahaan termasuk pada sektor food and berverage. Perusahaan food and berverage merupakan perusahaan industri dalam bidang makanan dan minuman yang berperan penting dalam pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh likuiditas, pertumbuhan penjualan, perputaran modal kerja dan leverage terhadap profitabilitas pada perusahaan food and berverage pada tahun 2019-2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor Food and Baverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2019 – 2023. Hasil penelitian ini adalah Likuiditas (Current Ratio), Pertumbuhan Penjualan dan Perputaran Modal Kerja, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Profitabilitas (ROA). Sedangkan untuk leverage tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas (ROA). Kata kunci : Likuiditas, Pertumbuhan Penjualan, Perputaran Modal Kerja, Leverage,Profitabilitas

    Sistem Informasi Pagelaran Pentas Seni Budaya Pada Disbudparpora Kabupaten Pati

    Get PDF
    Pada DISBUDPARPORAKabupaten Pati proses pendataan pagelaran pentas seni masih dilakukan dengan cara manual (belum terkomputerisasi) hal tersebut dianggap sudah tidak efektif lagi. Karena proses pendataan pagelaran pentas seni memliki beberapa tahapan yaitu para seniman harus mendaftarkan terlebih dahulu kelompoknya, dalam proses pendaftaran juga harus melengkapi beberapa persyaratan yang sudah ditentukan, setelah terdaftar seniman baru bisa mendapatkan ijin. Berdasarkan hal tersebut maka dibutuhkan sebuah Sistem Informasi Pagelaran Pentas Seni Budaya yang dapat mengatasi permasalah yang terjadi pada DISBUDPARPORA.Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah waterfallyang meliputi tahapan yaitu analisa kebutuhan sistem, desain, pembuatan kode, implementasi dan maintenance. Untukbahasa pemrograman yang digunkan adalah PHP dan database menggunakan MySQL. Dan dalammenganalisa system menggunakanmetodepengumpulan data danwawancaralangsung, sehinggadengandemikian, diharapkandapatmenghasilkanrancangan system baru yang baikdansesuaiuntukmengatasipermasalahan yang ada

    perbedaan kontrol diri siswa dalam berpacaran melalui penerapan paket bimbingan pacaran dan akibatnya

    No full text
    ABSTRAK   perbedaan kontrol diri siswa dalam berpacaran melalui penerapan paket bimbingan pacaran dan akibatnya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kontrol diri siswa dalam berpacaran melalui penerapan paket bimbingan yang telah diteliti dan dikembangkan sebelumnya. rancangan penelitian yang digunakan adalah  One Group Pre Test Post Test Design. subjek penelitian sebanyak 10 orang siswa kelas VII SMP Negeri 5 Malang yang memiliki tingkat kontrol diri dalam berpacaran yang rendah. instrumen yang digunakan adalah self report berupa angket, data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik non parametrik uji Wilcoxon, melalui hasil analisis ini didapatkan kesimpulan bahwa ada perbedaan kontrol diri siswa dalam berpacaran yang signifikan dari sebelum dan sesudah perlakuan

    PERBAIKAN SISTEM KERJA DAN SIMULASI TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN PROMODEL DI PT.INTI

    Get PDF
    PT. INTI merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang telekomunikasi di Indonesia, selama lebih dari tiga dasawarsa sebagai salah satu pemasok pembangunan jaringan telepon nasional yang diselenggarakan oleh PT. Telkom, Indosat dan Excelindo.Divisi Jaringan Telekomunikasi Seluler (JTS) mempunyai wewenang untuk mengintegrasi sistem pada jaringan selular. Pada divisi tersebut mempunyai suatu subbagian yaitu Bagian Operasi I yang mempunyai dua pekerjaan yaitu repair dan upgrade modul. Proses produksi yang terjadi di ruang repair dan upgrade modul antara lain Repair dan upgrade, voltage, highpot, beban, burning.Berdasarkan interview dari manajemen divisi JTS, mereka menginginkan adanya peningkatan produksi agar bisa menyelesaikan modul yang rusak dengan tepat waktu. Target produksi yang direncanakan rata-rata 400 modul yang rusak dapat diselesaikan dalam satu bulan. Tapi kenyataannya, hanya sekitar 50% atau sekitar 200 modul yang dapat diselesaikan dalam satu bulan, karena setelah ditinjau lebih jauh pada bulan Juli 2007 tidak tercapainya targetan yang dari perusahaan dikarenakan sistem kerja dan tata letak yang kurang efektif. Oleh karena itu dalam penelitian dilakukan perbaikan-perbaikan yaitu memperbaiki sistem kerja dan merancang ulang tata letak fasilitas yang lebih efektif dengan menggunakan algoritma CRAFT dan melakukan perbaikan metode kerja dengan menggunakan analisa peta kerja. Selain itu, untuk mengetahui performansi dari perbaikan yang telah dibuat dibentuklah sebuah model representatif yang kemudian disimulasikan.Perbaikan dimulai dengan perbaikan metode kerja dengan menggunakan analisa peta kerja yaitu peta aliran proses. Selain perbaikan metoda kerja, dilakukan perancangan ulang tata letak fasilitas pada Bagian Operasi I dengan menggunakan algoritma CRAFT. Algoritma CRAFT merupakan algoritma kriteria ganda yang memerlukan data kuantitatif yaitu From To Chart dan data kualitatif yaitu ARC. Selain itu data masukan algoritma CRAFT adalah initial layout awal. Kemudian dibentuklah model yang merepresentasikan perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan dan dilakukan perbandingan dengan model awal yang merepresentasikan kondisi awal (eksisting ) sehingga dapat diketahui performansi dari perbaikan-perbaikanDari penelitian ini dapat diketahui bahwa perbaikan metode kerja menghasilkan metode kerja usulan dimana beban kerja yang ditanggung oleh operator mengalami penurunan sebesar 33.25%, kemudian meningkatkan kapasitas produksi yang semula 197 buah modul rectifier yang dihasikan meningkat menjadi 395 buah modul rectifier, penurunan waktu perpindahan 44 %, peningkatan utilitas penggunaan mesin sebesar 55.52%, dan penurunan waktu material berada di dalam sistem 1.14%. Perbaikan tata letak fasilitas yang telah menghasilkan layout usulan telah menurunkan momen perpindahan 34.38%. Penelitian ini telah menghasilkan perbaikan-perbaikan pada sistem kerja dan tata letak fasilitas yang cukup berarti bagi perusahaan. Model simulasi yang telah dibentuk cukup valid untuk dijadikan acuan ukuran performansi dari kondisi eksisting dan kondisi usulan. Perbaikan, sistem kerja, metode kerja, tata letak, craft, peta aliran proses

    Pengaruh Model Pembelajaran Time Token Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Teknik Jaringan Komputer Dan Telekomunikasi Pada Mata Pelajaran Konsentrasi Keahlian SMK N 1 Painan

    No full text
    Penelitian ini mengkaji dampak model pembelajaran TimeToken terhadap hasil belajar siswa kelas XI Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi di SMKN 1 Painan. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan pendekatan semu eksperimen, penelitian ini melibatkan dua kelas sebagai sampel: satu kelas menerapkan model Time Token dan satu kelas kontrol dengan metode konvensional. Hasil observasi menunjukkan peningkatan signifikan pada ketuntasan nilai ulangan harian setelah menerapkan model pembelajaran Time Token. Persentase siswa yang tuntas meningkat dari 45,5% menjadi 54,5%, sementara siswa yang tidak tuntas berkurang. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data nilai ulangan harian, uji normalitas populasi, dan pemberian perlakuan dengan penerapan model pembelajaran. Dengan menggabungkan teknik simple random sampling, pelaksanaan model TimeToken, dan analisis data statistik, penelitian ini bertujuan memperluas pemahaman tentang dampak model pembelajaran inovatif terhadap hasil belajar siswa. Implikasi praktisnya mencakup motivasi guru untuk memilih model pembelajaran yang sesuai dan meningkatkan partisipasi siswa, menjadikannya relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SM
    corecore