SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Dinamika Emosi Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi dalam Pengambilan Keputusan Karier

    No full text
    Rahmawati, Irsalina. 2019. Dinamika Emosi Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi dalam Pengambilan Keputusan Karier. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Dr. Muslihati, S,Ag.,M.Pd Kata Kunci : dinamika emosi, anak berkebutuhan khusus, keputusan karier Siswa berkebutuhan khusus memiliki dinamika emosi yang berbeda dengan siswa normal lainnya. Mereka membutuhkan perhatian dan penerimaan diri agar dapat mengendalikan emosinya dalam hal penentuan karier. Dinamika emosi dapat ditemukan dalam keadaan tertentu dan dapat dijumpai pada siswa berkebutuhan khusus, bukan hanya siswa normal. Penelitian ini mendeskripsikan pengambilan keputusan karier siswa berkebutuhan khusus dan mendeskripsikan dinamika emosi siswa berkebutuhan khusus dalam pengambilan keputusan karier. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 2 Malang. Subjek penelitian terdiri dari dua siswa berkebutuhan khusus kategori tunarungu. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus yang uraian dan penjelasan secara komprehensif mengenai individu. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan instrument observasi, wawancara dengan informan kunci yaitu dua orang subjek siswa berkebutuhan khusus, informan tambahan yaitu dari guru pembimbing khusus dan guru bimbingan dan konseling serta dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, data display dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua subjek memiliki dinamika emosi yang berbeda. Dalam pengambilan keputusan karier siswa berkebutuhan khusus mengalami dinamika emosi positif dan emosi negatif. Adanya pengalaman emosi ketika menghadapi suatu kejadian itu yang mengakibatkan perbedaan dengan siswa berkebutuhan khusus lain nya. Perbedaan ini terjadi karena akibat dari reaksi fisiologis yang dirasakan, penilaian kognitif, pengalaman emosi dan reaksi emosi. Dinamika emosi tersebut akan selalu muncul hingga akhirnya siswa berkebutuhan khusus dapat menentukan tujuan dan menerima dengan ikhlas kenyataan bahwa diri nya berbeda dengan siswa regular lain nya. Siswa berkebutuhan khusus dalam hal menentukan karier nya mengalami kecemasan, ketakutan dan lain nya, hal itu merupakan sebuah proses.. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, terdapat beberapa saran terkait penelitian ini.  Konselor disarankan dapat memberikan bimbingan kepada siswa berkebutuhan khusus dalam mengembangkan poteni yang dimiliki, sehingga mereka mampu menentukan apa yang dilakukannya dengan lebih terarah. Bagi Mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling, hasil dari penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai kondisi siswa berkebutuhan khusus, sehingga mahasiswa dapat mempersiapkan pemhaman, mental dan skill untuk terjun di dunia kerja. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan indikator lain terkait dengan siswa berkebutuhan khusus

    keefektifan bimbingan kelompok menggunakan teknik sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan prososial siswa smpn 15 kota malang

    No full text
    ABSTRAKSetia , Indra Cahya 2019 Keefektifan Bimbingan Kelompok Menggunakan Teknik  Sosiodrama untuk meningkatkan Keterampilan  Prososial siswa SMPN 15 kota Malang Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang dosenPembimbing(1) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd(2) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd Kata Kunci: Keterampilan Prososial, sosiodramaPerilaku prososial adalah suatu kategori tindakan yang diartikan oleh suatu masyarakat atau seseorang sebagai tindakan yang secara umum memiliki manfaat bagi orang-orang lain. Perilaku prososial didasari dari motivasi dalam diri yaitu keinginan untuk bermanfaat bagi orang lain serta dapat ditinjau dari situasi ketika perilaku prososial tersebut muncul di tempat kejadian. Perilaku prososial adalah perilaku yang memberi manfaat bagi orang lain. Diaplikasikan pada setiap perilaku membantu orang lain yang membutuhkan tanpa si pelaku memperoleh manfaat langsung pada saat melaksanakan perilaku tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik sosiodrama untuk meningkatkan kemampuan prososial peserta didik yang sedang berada pada tingkat SMP.Metode penelitian yang digunakan adalah model eksperimen semu (quasi-experimental) dengan menggunakan rancangan one group (pre-tes dan post-tes) yaitu pemberian instrumen skala prososial sebagai alat ukur. Dilanjutkan dengan  pre-test dan post-test  kepada subyek kemudian ditentukan subyek mana saja yang diberikan treatment setelah diberikan akan diberikan post-test untuk mengukur peningkatan keterampilan prososial. Penelitian ini menggunakan analisis uji wilcoxon yaitu untuk melihat perbandingan antara sebelum diberikan treatment dengan sesudah diberikan treatment hal ini dapat dilihat dari hasil Asym. Sig. (2 tailed) sebesar 0,001 sehingga kurang dari ambang batas yaitu 0,05. Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah diberikan treatment yaitu berupa peningkatan keterampilan prososial terutama pada subyek . Hipotesis yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah bahwa teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan keterampilan prososial peserta didik. Disarankan Bagi Guru BK, teknik sosiodrama dapat dimanfaatkan sebagai variasi pembelajaran dalam melatihkan keterampilan bersosial yang lebih adaptif terhadap para peserta didik. Bagi peneliti, diharapkan ketika meneliti terdapat satu teknik selain sosiodrama dan diterapkan kedalam kelompok kontrol sebagai pembanding dari teknik sosiodrama.

    Keefektifan Konseling kelompok Realita Menggunakan Latihan Asertif Untuk Menurunkan School Refusal Siswa SMAN 2 Trenggalek

    No full text
    Rahman, B. A. 2019. Keefektifan Konseling Kelompok Realita dengan Latihan Asertif untuk Mengurangi School Refusal Siswa SMAN 2 Trenggalek. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1). Dr. H. Triyono, M. Pd., (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata Kunci : konseling kelompok realita, latihan asertif, school refusal.School refusal merupakan penolakan anak untuk pergi ke sekolah sampai jam sekolah berakhir. Sumber penyebab school refusal antara lain, faktor dari siswa, lingkungan sekolah, lingkungan keluarga. Salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk menurunkan school refusal adalah konseling kelompok realita menggunakan teknik latihan asertif. Latihan asertif dapat membantu siswa menolak ajakan teman untuk membolos dan berani mengungkapkan pendapat, dan perasaannya tanpa mengurangi hak orang lain. Konseling kelompok realita membantu dalam pencapaian identitas sukses. Hal ini terikat pada konsep 3R, yaitu dimana individu dapat menerima kondisi yang dihadapinya, dicapainya dengan doing, thinking, feeling, dan menunjukkan respon-respon fisiologis secara bertanggung jawab (responsibility), sesuai realita (reality), dan benar (right). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok realita menggunakan teknik latihan asertif untuk mengurangi perilaku school refusal siswa SMA.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre-experimental dengan model one gruppretest posttest. Subjek penelitian siswa SMAN 2 Trenggalek Kelas X IPS. Subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling atau berdasarkan siswa yang pernah melakukan school refusal. Subjek penelitian siswa SMAN 2 Trenggalek Kelas X IPS. Subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling atau berdasarkan pertimbangan tertentu. Instrumen yang digunakan berupa angket school refusal dan instrumen perlakuan yaitu pedoman konseling. Analisis dalam penelitian ini adalah analisis data individual yaitu dengan melihat perbandingan skor rata-rata school refusal pada setiap subjek setelah diberikan intervensi dan analisis data kelompok menggunakan analisis statistic uji wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan skor rata-rata school refusal pada setiap subjek, dimana skor rata-rata school refusal subjek cenderung menurun. Selain itu berdasarkan analisis statistic wilcoxon, diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,41 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti bahwa konseling kelompok realita menggunakan teknik latihan asertif memberikan pengaruh untuk menurunkan school refusal siswa SMA. Saran untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan kelompok kontrol sebagai perbandingan hasil penelitian. Selain itu, saran untuk konselor, konseling kelompok realita menggunakan latihan asertif dapat digunakan sebagai salah satu penerapan konseling untuk menurunkan school refusal siswa SMA, yang mana telah terbukti efektif

    HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN MINAT SISWA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMK NEGERI 5 MALANG

    No full text
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadapa layanan bimbingan dan konseling, mendeskripsikan minat siswa terhadap layanan  bimbingan dan konseling dan mengetahui hubungan antara persepsi siswa dengan minat siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling di SMK Negeri 5 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Alat pengumpul data yang digunakan berupa inventori persepsi siswa dan minat siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara persepsi siswa dengan minat siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan olah data SPSS menggunakan korelasi product moment dari pearson corelation mendapatkan nilai sebesar 0,751 dengan taraf  signifikansi 0,000 yang berarti taraf signifakansi kurang dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti ada hubungan antara persepsi siswa dengan minat siswa terhadap layanan bimbingaan dan konseling di SMK Negeri 5 Malang. Arah hubungan persepsi siswa dengan minat siswa adalah positif. Hal ini berarti bahwa semakin positif persepsi siswa, maka semakin tinggi minat siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi konselor sehingga dapat meningkatkan persepsi siswa menjadi lebih positif serta mempertahankan minat siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling  tetap tinggi; dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat merancang panduan yang dapat digunakan siswa dan konselor untuk meningkatkan persepsi dan minat siswa dengan metode yang variatif.Kata kunci: persepsi, minat, layanan B

    HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA DENGAN MINAT SISWA PADA LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMK NEGERI 5 MALANG

    No full text
    HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA DENGAN MINAT SISWA PADA LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING  DI SMK NEGERI 5 MALANGSyifaul Nur Jannah1, Ella Faridati Zen2, Irene Maya Simon3 1Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan 2Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang no.5 MalangE-mail: syifaulnur1@gmail,com – 083835540356 AbstractThis study aims to describe students' perceptions of guidance and counseling services, describe students' interest in guidance and counseling services and knowing the relationship between student perceptions and student interest in counseling and guidance services at Vocational High Schools 5 Malang. This study uses a quantitative approach with a descriptive correlational method. To collect data, researchers use form of inventory of student perceptions in guidance and counseling services and inventory of student interest in guidance and counseling services. The results of data analysis show that there is a significant relationship between students perceptions and students  interest in guidance and counseling services. Based on SPSS data processing using the product moment correlation from Pearson correlation, it gets a value of 0.751 with a significance level of 0.000 which means that the significance level is less than 0.05. Then it can be concluded that H1 is accepted and H0 is rejected, which means that there is a relationship between students perceptions and students interest in counseling and counseling services in Vocational High Schools 5 Malang. Relationship of students perceptions  with student interests is positive, that means  more positive the students perceptions, more higher students  interest in counseling and guidance services. This research is expected to become information for counselors so that they can improve student perceptions to be more positive and maintain students interest in counseling and counseling services still high; and further researchers are expected  to design guidelines that can be used by students and counselors to improve students  perceptions and interests with varied methods.Keywords : perception, interest, guidance anda counseling services AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadapa layanan bimbingan dan konseling, mendeskripsikan minat siswa terhadap layanan  bimbingan dan konseling dan mengetahui hubungan antara persepsi siswa dengan minat siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling di SMK Negeri 5 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Alat pengumpul data yang digunakan berupa inventori persepsi siswa dan minat siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara persepsi siswa dengan minat siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan olah data SPSS menggunakan korelasi product moment dari pearson corelation mendapatkan nilai sebesar 0,751 dengan taraf  signifikansi 0,000 yang berarti taraf signifakansi kurang dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti ada hubungan antara persepsi siswa dengan minat siswa terhadap layanan bimbingaan dan konseling di SMK Negeri 5 Malang. Arah hubungan persepsi siswa dengan minat siswa adalah positif. Hal ini berarti bahwa semakin positif persepsi siswa, maka semakin tinggi minat siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi konselor sehingga dapat meningkatkan persepsi siswa menjadi lebih positif serta mempertahankan minat siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling  tetap tinggi; dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat merancang panduan yang dapat digunakan siswa dan konselor untuk meningkatkan persepsi dan minat siswa dengan metode yang variatif.Kata kunci : persepsi siswa, minat siswa, layanan B

    Studi Fenomenologi Kepercayaan Diri Santri Pembelajaran Tahfizh Qur'an Tematik (TQT) di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang

    No full text
    RINGKASAN Elnur, Ning Fuadah Karimah. 2019. Studi Fenomenologi Kepercayaan Diri Santri Pembelajaran Tahfizh Qur’an Tematik (TQT) di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Arbin Janu Setiyowati, M. Pd., (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.   Kata Kunci : kepercayaan diri, pendidikan nonformal, anak-anak, tahfizh qur’an tematik, strategi Kepercayaan diri merupakan aspek penting dalam diri setiap orang karena menjadi salah satu tonggak untuk meraih kesuksesan. Kepercayaan diri akan lebih baik jika dikembangkan sejak masa kanak-kanak. Faktor yang mendukung kepercayaan diri ada tiga, yaitu pola asuh, pendidikan formal, dan pendidikan nonformal. Ketika pola asuh orang tua dan pendidikan formal tidak mampu memfasilitasi perkembangan kepercayaan diri, maka pendidikan nonformal yang memiliki tugas untuk mengembangkannya. Tahfizh Qur’an Tematik di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang merupakan salah satu penyelenggara pendidikan nonformal keagamaan. Kegiatan prapenelitian yang dilakukan peneliti, menemukan adanya perkembangan kepercayaan diri pada santri TQT. Perkembangan tersebut didukung oleh perlakuan dari pengajar kelas. Proses memfasilitasi perkembangan kepercayaan diri santri menunjukkan suatu upaya pengajar kelas melakukan bimbingan dan konseling. Kondisi ini menjadi suatu hal yang menarik untuk diketahui lebih dalam, makna dari proses yang dialami santri dalam mengembangkan kepercayaan diri. Fokus penelitian untuk mengungkapkan (1) kepercayaan diri santri TQT di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang, (2) proses perkembangan kepercayaan diri santri TQT di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang, (3) strategi pembelajaran TQT di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang dalam mendukung perkembangan kepercayaan diri santri, dan (4) makna pembelajaran TQT di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang dalam perkembangan kepercayaan diri santri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di Gazebo Literasi sebagai pusat pembelajaran Tahfizh Qur’an Tematik (TQT), di kantor Yayasan Bait Al-Hikmah, dan di rumah subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu subjek primer yang terdiri dari santri yang mengalami perkembangan kepercayaan diri dan pengajar dari santri yang mengalami perkembangan kepercayaan diri selama pembelajaran TQT. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam pada subjek dengan didukung observasi dan studi dokumentasi. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis dengan metode analisis feomenologi dari Mountakas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa santri pembelajaran Tahfizh Qur’an Tematik (TQT) di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang, mengalami perkembangan pada sebagian besar aspek kepercayaan diri dengan dukungan dari lingkungan pembelajaran TQT. Proses perkembangan kepercayaan diri santri diawali dengan menyadari jika belum memiliki kepercayaan diri, berkeinginan untuk memiliki kepercayaan diri, berani mencoba melakukan untuk memiliki pengalaman, memiliki kepribadian sesuai proses perkembangan, mengetahui potensi diri yang paling kuat untuk memaksimalkan hasil, berinteraksi dengan orang lain, pemberian reinforcement melejitkan perkembangan, dan membangun self-reinforcement. Strategi pembelajaran yang diterapkan Tahfizh Qur’an Tematik (TQT) dalam menangani santri yang memiliki kepercayaan diri yang rendah sudah melakukan implementasi bimbingan dan konseling, yaitu asesmen, layanan bimbingan kelompok berupa outbound dan games, dan kolaborasi bersama wali santri. Makna pembelajaran Tahfizh Qur’an Tematik (TQT) bagi santri dalam perkembangan kepercayaan dirinya, santri merasa terbantu dengan pembelajaran yang diterapkan. Santri tidak hanya menambah hafalan dan pemahaman alquran, namun mereka juga mengalami perkembangan kepercayaan dirinya dan memberikan dampak pada kegiatan mereka di lingkungan lain (sekolah dan rumah). Saran bagi Sekretaris Jenderal Pendidikan Nasional, penelitian ini menggambarkan suatu kondisi kepercayaan diri anak-anak yang mampu berkembang dengan dukungan pada ranah pendidikan nonformal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mengkaji lebih dalam mengkaji lebih dalam pembuatan kebijakan pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam ranah pendidikan nonformal. Bagi konselor, hasil penelitian yang menunjukkan bahwa santri masih minim terfasilitasi dalam perkembangan kepercayaan dirinya, maka bisa melakukan tindakan yang telah dilakukan di TQT. Konselor melakukan strategi yang telah dilakukan di TQT dalam mendukung perkembangan kepercayaan diri santri, dapat diterapkan dalam ranah pendidikan formal. Bagi Yayasan Bait Al-Hikmah Malang, pelaksanaan pembelajaran yang diterapkan dalam program Tahfizh Qur’an Tematik (TQT) reguler, mampu membantu santri dalam meningkatkan kepercayaan diri mereka. Diharapkan strategi berupa layanan bimbingan kelompok dan kolaborasi dengan wali santri yang telah dilakukan dapat terus dilaksanakan, serta perlu mengembangkan layanan-layanan bimbingan dan konseling lainnya agar mampu tercipta lingkungan yang memfasilitasi perkembangan santri. Bagi peneliti selanjutnya, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tetang perkembangan kepercayaan diri dan strategi pengembangannya dalam ranah yang lebih luas, karena penelitian ini dilakukan dalam lingkup penelitian yang kecil

    KEEFEKTIFAN KONSELING KELOMPOK REALITA MENGGUNAKAN TEKNIK PSIKODRAMA UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB AKADEMIK SISWA SMA

    No full text
    ABSTRAK Trisnawati, Putri Laras. 2019. Keefektifan Konseling Kelompok RealitaMenggunakan Teknik Psikodrama untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Akademik Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Triyono, M.Pd., (2) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd   Kata Kunci: Konseling kelompok realita, Teknik Psikodrama, Tanggung Jawab Akademik Tanggung jawab akademik adalah sikap dan perilaku sesorang dalam melakukan tugas dan kewajiban sebagai seorang pelajar ditujukkan dengan membantu teman dalam memahami tugas akademik, menghormati dan menghargai hak-hak orang lain dalam hal akademik, melakukan kewajiban sebagai pelajar dan memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan akademik. Tanggung jawab akademik yang rendah dapat menyebabkan terganggunya proses pembelajaran dan sangsi dari sekolah. intervensi yang dapat diberikan untuk meningkatkan tanggung jawab akademik siswa adalah konseling kelompok realita menggunakan teknik psikodrama. Teknik psikodrama dapat meningkatkan pemahaman tentang diri dan memperjelas gambaran masa depan siswa. Konseling kelompok realita membantu dalam memenuhi identitas sukses. Konseling kelompok realita memenuhi kebutuhan diri melalui prinsip 3R yaitu bertanggungjawab (responsibility), sesuai realita (reality), dan benar (right). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok realita menggunakan teknik psikodrama untuk meningkatkan tanggung jawab akademik siswa SMA. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah within-group or individual design dengan bentuk single-group interrupted time series design. Rancangan ini menggunakan pengukuran terhadap satu kelompok sebelum dan sesudah perlakuan dengan beberapa kali pretest dan posttest untuk melihat kestabilan subyek penelitian. Subyek penelitian adalah siswa kelas X jurusan bahasa SMAN 8 Malang. Penetapan subyek menggunakan teknik purposive sampling atau berdasarkan pertimbangan tertentu, yaitu siswa yang tergolong level tanggung jawab akademik 0-2 serta melalui proses observasi. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tanggung jawab akademik, pedoman observasi tanggung jawab akademik dan pedoman pelaksanaan konseling kelompok realita menggunakan teknik psikodrama. Analisis penelitian ini menggunakan analisis data individu dan analisis data kelompok menggunakan analisis statistik uji wilcoxon. Hasil penelitian menggunakan data tiga pretest yang stabil pada setiap subyek, data hasil observasi, data tiga posttest yang rata-rata mengalami peningkatan serta transkrip konseling kelompok realita menggunakan teknik psikodrama. Analisis data kelompok menggunakan analisis uji wilcoxon menujukkan bahwa konseling kelompok realita menggunakan psikodrama memberikan pengaruh terhadap tanggung jawab akademik siswa SMA.   ABSTRACT Trisnawati, Putri Laras. 2019. Effectiveness of Reality Group Counseling Using Psychodrama Techniques to Improve Academic Responsibilities of High School Students. Thesis, Departmen Guidance and Counseling,           Faculty of Education, State University of Malang. Pembimbing: (1) Dr. Triyono, M.Pd., (2) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd   Key words: Reality therapy, group counseling, Psycodrama, Academic Responsibilities Academic responsibility is the attitude and behavior of someone in carrying out their duties and obligations as a student is shown by helping friends in understanding academic assignments, respecting the rights of others in academic matters, performing obligations as students and utilizing free time with academic activities. Low academic responsibility can cause disruption of the learning process and sanctions from school. Interventions that can be given to improve students academic responsibilities are reality group counseling using psychodrama techniques. Psychodrama techniques can improve self-understanding and clarify the future of students. Reality group counseling helps in fulfilling a successful identity. Reality counseling groups fulfill their needs through the 3R principle, which is responsibility, according to reality, and right. The purpose of this study was to find out the effectiveness of reality group counseling using psychodrama techniques to improve the academic responsibilities of high school students. The design used in this research is within-group or individual design with the form of single-group interrupted time series design. This design uses measurements of one group before and after treatment with several pretest and posttest to see the stability of the research subjects. The research subjects were students of class X majoring in language at SMAN 8 Malang. Determination of subjects using purposive sampling technique or based on certain considerations, namely students belonging to the level of academic responsibility 0-2 and through the observation process. The instruments used were instruments of academic responsibility, guidelines for observing academic responsibilities and guidelines for implementing reality group counseling using psychodrama techniques. The analysis of this study used individual data analysis and group data analysis using the Wilcoxon test statistical analysis. The results using three stable pretest data on each subject, observational data, three posttest data that had an average increase and reality group counseling transcripts using psychodrama techniques. Group data analysis using the Wilcoxon test analysis showed that counseling reality groups used psychodrama to influence the academic responsibilities of high school students

    Kontribusi Pola Asuh Otoriter Orang Tua dan Krisis Identitas Diri Terhadap Kecenderungan Agresif Siswa SMA Negeri 9 Malang.

    No full text
    Kata Kunci: Otoriter, Krisis Identitas Diri, Agresif.Agresifsuatu tindakan untuk menyakiti orang lain, tindakan yang dilakukan memiliki tujuan untuk merugikan orang lain. Tindakan agresif akan muncul jika ada harapan atau keinginan yang belum tercapai. Aspek-aspek dari perilaku agresif yaitu menyerang orang lain dengan verbal, menyerang orang lain dengan fisik, dan menyerang obyek.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi pola asuh otoriter orang tua dan krisis identitas diri terhadap agresif siswa di SMA Negeri 9 Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif eksplanasi dengan menggunakan instrumen berupa skala pola asuh otoriter orang tua, skala krisis identitas diri dan skala agresif. Populasi dari penelitian ini merupakan siswa kelas X dan XI SMA Negeri 9 Malang, dan sampel berasal dari kelas X IPA 3, X IPS 2, X BHS, XI IPA 3, XI IPS 3, dan XI BHS pengambilan sampel berdasarkan dari cluster random sampling.Data penelitian menyebutkan skala pola asuh otoriter orang tua dengan validitas butir masing-masing ≥ 0,3, dengan reliabilitas 0,798. Skala krisis identitas diri dengan validitas masing-masing ≥ 0,3, dengan reliabilitas 0,898, dan skala agresif dengan validitas butir masing-masing ≥ 0,3, dengan reliabilitas 0,807. Dengan angka tersebut maka uji butir instrumen dinyatakan lolos karena uji reliabilitas diatas ≥ 0,3 dan uji reliabilitas diatas ≥ 0,4 atau dikatakan cukup. Data tersebut dianalisis statistik menggunaka SPSS for windows 21.0.Berdasarkan hasil kontribusi efektif setiap variabel prediktor, didapatkan kontribusi efektif variabel pola asuh otoriter orang tua terhadap agresif sebesar 0,090 artinya bahwa besar pengaruh terhadap variabel agresif yang ditimbulkan oleh variabel pola asuh otoriter orang tua adalah sebesar 9%. Sedangkan kontribusi efektif variabel krisis identitas diri terhadap variabel agresif sebesar 0,010 artinya bahwa besar pengaruh terhadap variabel agresif yang ditimbulkan oleh variabel krisis identitas diri adalah 1%. Jadi antara variabel pola asuh otoriter orang tua dan krisis identitas diri terhadap kecenderungan agresif mendapatkan sumbangan kontribusi efektif sebesar 10%. Terdapat faktor lain di luar variabel yang ditelah diteliti yang memiliki kontribusi besar kecenderungan agresif sebesar 90%. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar siswa SMA Negeri 9 Malang memiliki tingkat pola asuh otoriter orang tua sedang, memiliki tingkat krisis identitas diri yang sedang, dan tingkat agresif pada kategori rendah. Terdapat kontribusi yang sebesar 10% antara pola asuh otoriter orang tua dan kriris identitas diri terhadap kecenderungan agresif siswa SMA Negeri 9 Malang. Berdasarkan penelitian ini, peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian terkait dengan variabel lain (kecerdasan emosi, pengaruh lingkungan, status ekonomi, dan lain-lain)untuk mengetahui seberapa besar dampak dari kecenderungan agresif. Dengan demikian, akan dapat diperoleh gambaran yang lebih luas tentang variabel yang memiliki kontribusi besar terhadap agresif, agar orang tua dan pihak sekolah dapat mencegah terjadinya perilaku agresif pada siswa

    Keefektifan Konseling Kelompok Realita untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP

    No full text
    RINGKASANArifin, Febri Safril. 2019. Keefektifan Konseling Kelompok Realita untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMP. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. M. Ramli, M.A (2) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd Kata Kunci :konseling kelompok realita, motivasi belajar, siswa SMP.Motivasi belajar pada setiap siswa memiliki kekuatan yang berbeda-beda, baik motivasi secara intrinsik maupun ekstrinsik. Peserta didik yang motivasinya bersifat intrinsik di mana kemampuan belajarnya lebih kuat dan tidak tergantung pada faktor di luar dirinya. Sebaliknya motivasi eksternal dengan peserta didik yang motivasi belajarnya sangat tergantung pada kondisi di luar dirinya.Konseling kelompok realita pada hakikatnya merupakan salah satu jenis layanan dari bimbingan dan konseling yang diberikan sebagai layanan responsif kepada siswa yang mebutuhkan bantuan dengan segera. Konseling kelompok realita sendiri berorientasi masa kini dan masa depan, sehingga konselor menghindari membahas masa lalu atau alasan-alasan kegagalan saat memberikan layanan konseling.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok realita untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMP.Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pretest dan posttest satu kelompok (one grup pretest and posttest design). Rancangan penelitian ini meliputi tes awal sebelum perlakuan dan tes akhir setelah perlakuan. Hasil tes awal dan akhir akan dibandingkan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil tes, pengambilan sampel berdasarkan dari teknik quota sampling.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa uji Wilcoxon Signed Rank Test,memiliki Z-2,023ᵇ pada Asymp. Sig. (2-tailed) untuk uji sisi data adalah 0,043. Hasil tersebut signifikan dikarenakan < 0,05 maka, memiliki motivasi belajar yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa H0 ditolak karena dasar pengambilan keputusan ialah jika probabilitas error <0.05 pada derajat signifikan mengungkapkan bahwa 0,043 kurang dari 0,05, maka H0 dapat dikatakan ditolak dan H1 diterima sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest  dan posttest setelah diberikan treatment. Maka dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok realita efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMP

    PENGEMBANGAN PANDUAN PELATIHAN TUJUH KEBIASAAN YANG EFEKTIF MENURUT STEPHEN R. COVEY

    No full text
    ABSTRAK Hariyanti, Shoviyana. 2019. Pengembangan Panduan Pelatihan Tujuh Kebiasaan yang Efektif Menurut Stephen R. Covey. Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd., (II) Dr. Dany M. Handarini, M.A.   Kata Kunci : Panduanpelatihan, tujuhkebiasaanefektif Covey Siswa sekolah menengah pertama (SMP) dengan kisaran usia 12-15 tahun termasuk kategori remaja. Masa remaja yang merupakan masa transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa ini anak akan banyak mengalami perubahan yang dapat mempengaruhi kognisi, kepribadian bahkan kehidupan sosialnya. Perubahan seperti itu dapat menimbulkan permasalahan yang mengarah pada kebiasaan buruk, yang dikenal dengan kebiasaan negatif. Untuk mengubah kebiasaan negatif tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan. Kebiasaan merupakan aktivitas yang dikerjakan spontan dan cenderung berulang. Ada tujuh kebiasaan yang paling efektif menurut Covey: (1) jadilah proaktif, (2) merujuk pada tujuan akhir, (3) dahulukan yang utama, (4) mengatasi konflik, (5) berusaha memahami terlebih dahulu, baru dipahami, (6) wujudkan sinergi, dan (7) asahlah gergaji. Salah satu usaha yang  dapat dilakukan untuk mengubah kebiasaan negatif tersebut adalah dengan membuat panduan tujuh kebiasaan yang efektif menurut Stephen R. Covey bagi siswa SMP. Metode pelatihan yang digunakan yaitu model pembelajaran terstruktur atau Structured Learning Approach (SLA). Tujuan pelatihan dan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan pelatihan tujuh kebiasaan yang efektif menurut Covey bagi siswa SMP dengan menggunakan model pembelajaran Structured Learning Approach (SLA) yang memenuhi skala akseptabilitas. Metode yang digunakan adalah mengadopsi prosedur Borg & Gall (1983) yang disusun menjadi 3 tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap penyusunan produk, dan tahap uji coba produk. Tahap perencanaan mengkaji bahan pustaka dengan menganalisis berbagai fenomena yang ada di lapangan dan mengkaji literatur. Tahap penyusunan produk menghasilkan panduan pelatihan tujuh kebiasaan yang efektif menurut Covey dan alat evaluasi produk berupa skala akseptabilitas yang diadopsi dari Handarini (2000) yang telah di uji verifikasi oleh pembimbing. Tahap uji coba produk kepada dua orang ahli bimbingan dan konseling, dan satu konselor SMP sebagai calon pengguna produk. Data kuantitatif dianalisis menggunakan inter-rater agreement, sedangkan data berupa saran secara tertulis dianalisis secara deskriptif. Panduan pelatihan ini telah diujikan kepada dua ahli dan satu calon pengguna produk dengan hasil penilaian secara keseluruhan panduan pelatihan ini berguna, layak, tepat, dan patut untuk digunakan konselor dan siswa SMP. Panduan ini dapat digunakan oleh konselor sebagai panduan dalam memberikan pelatihan tujuh kebiasaan yang efektif menurut Covey kepada siswa SMP. Panduan pelatihan tujuh kebiasaan yang efektif menurut Covey ini dapat dilanjutkan penelitian kuantitatif (eksperimen) untuk mengetahui keefektifan panduan pelatihan ini

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇