SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Pengembangan Paket Layanan Informasi Tentang Pendidikan Seks (dari segi biologis dan kesehatan) dan HIV-AIDS untuk siswa SMP kelas VIII di SMP Negeri 3 Lawang

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati. 2008. Pengembangan Paket Layanan Informasi Tentang Pendidikan Seks (dari segi biologis dan kesehatan) dan HIV-AIDS untuk siswa SMP kelas VIII di SMP Negeri 3 Lawang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs.F.I.Soekarman, M.Pd., (II) Dra. Endang Prastuti, M.Si.   Kata kunci: layanan Informasi, pendidikan seks dan HIV-AIDS, paket.   Masa remaja merupakan bagian penting dalam perkembangan individu. Pada masa ini terjadi kematangan organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu memproduksi hormon seks yang menyebabkan berkembangnya minat terhadap lawan jenis. Kematangan seks pada remaja (siswa) telah menjadi perhatian tersendiri bagi konselor sekolah, hal ini disebabkan kekhawatiran akan munculnya perlikau seksual yang tidak sehat. Pendidikan seks perlu diberikan pada siswa dengan tujuan agar siswa dapat memiliki pengetahuan yang benar dan mencegah timbulnya penyimpangan seksual. Kurangnya informasi tentang pendidikan seks dapat menimbulkan penyimpangan-penyimpangan seksual pada remaja. Maraknya kasus penyimpangan seks baik itu infeksi menular seksual, aborsi, kehamilan tidak diinginkan banyak dialami oleh remaja. HIV-AIDS adalah salah satu contoh infeksi penyakit menular yang saat ini penderitanya semakin meningkat, dan sebagian besar penderitanya adalah kaum remaja. Kurangnya informasi terhadap HIV-AIDS membuat remaja tidak paham bagaimana melindungi dirinya agar mereka tidak terinfeksi. Terkait dengan masalah pendidikan seks dan HIV-AIDS, peranan orang tua dan sekolah, khususnya konselor mempunyai tugas untuk mecegah terjadinya penyimpangan seksual dan HIV-AIDS. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan memberikan layanan informasi kepada siswa dengan jalan memberikan penjelasan tentang hal-hal atau sesuatu yang dipandang perlu dan berguna dalam kehidupan siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan paket layanan informasi tentang pendidikan seks (dari segi biologis dan kesehatan) dan HIV-AIDS. Tujuan umum dari paket layanan informasi ini adalah meningkatkan pengetahuan konselor dan siswa mengenai pendidikan seks (dari segi biologis dan kesehatan) dan HIV-AIDS. Paket layanan informasi ini terdiri dari 3 bagian yaitu: (1) pendahuluan, (2) isi materi, dan (3) evaluasi. Model pengembangan yang digunakan adalah model pembelajaran Dick& Carey. Pada pengembangan ini, penulis dapat melaksanakan sampai pada langkah yaitu: (1) penyusunan paket layanan informasi, (2) uji ahli, (3) revisi paket dan uji coba kelompok kecil calon pengguna produk yaitu konselor.Penilaian dilakukan oleh 2 orang ahli yaitu ahli BK dan ahli media pembelajaran. Data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Sedangkan tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan mengunakan angket untuk penilaian uji ahli dan calon pengguna produk. Berdasarkan penilaian ahli, paket layanan informasi ini berguna bagi konselor dalam memberikan materi tentang pendidikan seks (dari segi biologis dan kesehatan) dan HIV-AIDS. Dilihat dari aspek kemudahan, kualitas penggunaan paket layanan informasi ini mudah digunakan dan sederhana. Dari aspek kemenarikan, paket ini memiliki penilaian menarik. Menurut penilaian ahli dari aspek keakuratan dalam paket ini adalah akurat karena dapat meningkatkan pengetahuan siswa. Hasil penelitian disarankan penulis kepada (1) konselor sebagai pembimbing hendaknya menyusun program bimbingan, khususnya kelas VIII sehingga layanan informasi dengan menggunakan buku paket ini dapat dilaksanakan, (2) kepala sekolah, diharapkan dapat menyediakan sarana dan prasarana kegiatan layanan informasi dengan menggunakan buku paket ini, (3) saran diseminasi yaitu jika paket ini akan digunakan ke sasaran yang lebih luas maka perlu menyesuaikan dengan keadaan, waktu dan tempat dimana layanan informasi diberikan, (4) peneliti lanjutan yaitu perlu diadakan uji coba produk kepada sasaran siswa agar diketahui keefektifan produk yang dihasilkan.

    Hubungan Antara Persepsi Terhadap Keadilan Upah dan Kepuasan Kerja Pada Karyawan PT. Otsuka Indonesia Lawang

    No full text
    ABSTRAK   Hapsari, Ferdian Vivi. 2007. Hubungan Antara Persepsi Terhadap Keadilan Upah dan Kepuasan Kerja Pada Karyawan PT. Otsuka Indonesia Lawang. Skripsi, Progaram Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed. (II) Drs. Fattah Hidayat, M.Si.   Kata Kunci: persepsi, kepuasan kerja, keadilan upah   Kemajuan industri dan organisasi dewasa ini telah berkembang pesat, faktor Sumber Daya Manusia sebagai pekerja dan penentu keberhasilan dalam industri dan organisasi perlu mendapatkan perhatian khusus sehingga diperlukan penghargaan terhadap hasil kinerja karyawan misalnya dalam bentuk promosi dan upah sebagai imbalan atas jasa dan prestasi kerja yang telah diberikan karyawan kepada organisasi. Hal inilah yang seringkali menjadi permasalahan dalam organisasi karena karyawan menghendaki adanya penetapan  upah yang adil yaitu upah yang didasarkan pada spesifikasi jabatan. Apabila upah dipersepsikan adil oleh karyawan maka akan terjadi kepuasan kerja. Seseorang yang memiliki tingkat kepuasan kerja yang tinggi akan menunjukkan sikap yang positif terhadap pekerjaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap keadilan upah dan kepuasan kerja. Rancangan yang digunakan adalah penelitian korelasional. Uji coba instrumen dilakukan pada 47 karyawan PT. Kasih Karunia Sejati Malang sedangkan penelitian dilakukan di PT. Otsuka Indonesia, Lawang, Malang dengan 60 subjek penelitian dan menggunakan teknik sampling stratified proportional random sampling. Metode yang digunakan untuk menyusun skala persepsi terhadap keadilan upah dan skala kepuasan kerja adalah metode Rating yang Dijumlahkan (Methods of Summated Ratings) dari Rensis Likert. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap keadilan upah pada karyawan PT. Otsuka Indonesia termasuk dalam kategori tepat yaitu sebanyak 31 orang sedangkan kepuasan kerja karyawan termasuk dalam kategori sedang yaitu sebanyak 43 orang. Ada hubungan positif antara persepsi terhadap keadilan upah dan kepuasan kerja dengan hasil uji korelasi product moment r = 0,578;p < 0,05 yang berarti bahwa kedua variabel memiliki hubungan yang cukup kuat.             Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi para karyawan agar dapat seobyektif mungkin dalam memandang keadilan upah sehingga dapat menggambarkan realitas yang sebenarnya terjadi di lingkungan organisasi. Bagi pemilik perusahaan atau manajemen diharapkan memiliki kebijakan yang tepat dalam menentukan dan menetapkan tingkat upah bagi karyawan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan yang pada akhirnya akan berdampak pada tingkat kepuasan kerja karyawan. Bagi peneliti berikutnya diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan teori dan faktor-faktor lainnya dari kepuasan kerja seperti kondisi kerja, promosi, ciri-ciri intrinsik dari pekerjaan, hubungan dengan rekan kerja dan pimpinan sehingga hasil penelitian yang diperoleh semakin akurat.

    Analisa Perbedaan Motivasi Kerja Karyawan Berdasarkan Gaya Kepemimpinan Directing dan Coaching

    No full text
    ABSTRAK     Kaitika, Citra Djati. 2008. Analisa Perbedaan Motivasi Kerja Karyawan Berdasarkan Gaya Kepemimpinan Directing dan Coaching, Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling Dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare A. T., M. Pd, (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si.   Kata kunci : gaya kepemimptnan drecting, gaya kepemimpinan coaching, motivasi kerja karyawan.   Kepemimpinan yang handai sangat dibutuhkan untuk memotivasi karyawan bekerja dengan baik demi tercapainya tujuan perusahaan. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat memotivasi karyawannya untuk mencapai tujuan perusahaan. Wahjosumijo (1984:205) menyatakan bahwa "motivasi mempunyai kaitan erat dengan kepemimpinan". Dengan gaya kepemimptnan yang tepat maka motivasi kerja karyawan akan menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk; (I) mendapatkan gambaran deskriptif mengenai motivasi kerja karyawan PT Indofanna Global Medika, (2) mendapat gambaran deskriptif mengenai pandangan karyawan terhadap gaya kepemimpinan di PT. Indofarma Global Medika (3) untuk mendapatkan gambaran deskriptif mengenai perbedaan motivasi kerja karyawan antara gaya kepemimpinan directing dan coaching. Penelitian ini dilakukan di PT.Indo&rma Global Medika cabang Vogyakarta dan Surabaya, pada bulan Juni 2008. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif komparatif. Variabei bebas daiam penelitian ini adafah gaya kepemimpinan directing dan coaching sedangkan variabel terikat adalah motivasi kerja karyawan, Instrumen yang digunakan adalah angket dan wawancara. Analisis akhir penelitian adalah uji hipotesis dengan menggunakan uji t untuk sampel yang dibandingkan. Uji hipotesis dengan uji t menunjukkan basil nilai thftung = 2,168, nilai tersebut lebih besar daripada nilai  t table = 2,000 (thitung =2,412>t table =2OOO). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan motivasi kerja yang signifikan ditinjau dari gaya kepemimpinan, dimana motivasi kerja karyawan dengan gaya kepemimpinan coaching lebih tinggi dibandingkan motivasi kerja karyawan dengan gaya kepemimpinan directing. Hasil ini didasarkan pada perbedaan Mean Coaching lebih besar daripada Mean Directing (Mean coaching = 101.05 > Mean Directing - 98,92). Berdasarkan hast! penelitian ini, disarankan agar pada para pimpinan perusahaan menggunakan gaya kepemimpinan coaching dalam memimpin perusahaan, Sedangkan pada penelitian sefanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain sebagai pembanding

    HUBUNGAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN KETEPATAN ARAH PILIHAN JURUSAN SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH NEGERI MALANG 1

    No full text
    ABSTRAK   Anto, Mega LJ. 2009. Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Ketepatan Arah Pilihan Jurusan Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Negeri Malang 1. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pndidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Widada M.Si, (II) Dr. Andi Mappiare AT., M.Pd.   Kata Kunci : kematangan emosi, arah pemilihan jurusan   Kematangan emosi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi ketepatan arah pilihan jurusan pada siswa. Remaja dikatakan sudah mencapai kematangan emosi bila pada akhir masa remajanya tidak sembarangan dalam meluapkan emosinya dihadapan orang lain, akan tetapi dengan menempatkannya secara tepat dan dengan cara-cara yang dapat diterima oleh orang lain. Kematangan emosi juga dapat ditunjukkan dengan kemampuan individu untuk menilai suatu situasi secara kritis terlebih dahulu sebelum bereaksi secara emosional dan memberikan reaksi emosional yang stabil, tidak berubah-ubah Penelitian ini dilakukan pada kelas X di Madrasah Aliyah Negeri Malang 1 pada tanggal 26 Oktober  sampai 3 Nopember 2009. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan ketepatan arah pilihan jurusan siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri Malang 1. Rancangan penelitian yang digunakan adalah korelasional. Analisis data penelitian yang dipakai adalah analisis rerata, analisis presentasi, uji normalitas, dan uji hipotesis. Subjek penelitian berjumlah 232 siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri Malang 1 dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kematangan emosi dan angket ketepatan arah pilihan jurusan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri Malang 1 rata-rata  mempunyai kematangan emosi yang "Cukup Matang", (2) siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri Malang 1 kebanyakan mempunyai ketepatan arah pilihan jurusan yang "Cukup Tepat", (3) Adanya hubungan yang positif antara kematangan emosi dengan arah pilihan jurusan yang berarti semakin tinggi kematangan emosi siswa maka arah pilihan jurusannya semakin tepat. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menambah jumlah item pada angket ketepatan arah pilihan jurusan agar diperoleh hasil yang lebih optimal dan menambah variabel yang berkaitan serta menggunakan populasi lebih dari satu sekolah dengan harapan hasil yang didapat bisa jauh lebih optimal

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇