Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
Sistem Pengarsipan Surat Masuk dan Keluar
Sistem Pengarsipan Surat Masuk dan Keluar Berbasis Web merupakan sebuah sistem berbasis website yang dirancang untuk memudahkan dalam melakukan pengarsipan surat masuk dan surat keluar
ANALISIS KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI PRODUK CRAFT DOUBLE EIGHT CRAFT SEMARANG
Penelitian ini menganalisis produk UMKM Double Eight Craft sebuah usaha kreatif
berbasis daur ulang yang berlokasi di Semarang, dalam mengolah limbah kain perca menjadi
produk fungsional dan estetis guna mengurangi limbah tekstil serta mendukung ekonomi
kreatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, penelitian
ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengkaji bentuk dan
fungsi produk berdasarkan prinsip seni rupa dan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
melalui teknik patchwork, quilting, dan aplikasi kain, dapat menghasilkan produk seperti outer,
totebag, dan dompet. Menerapkan unsur seni rupa seperti garis, warna, dan tekstur, serta prinsip
keseimbangan, kesatuan, dan dominasi. Berdampak pada pengurangan limbah tekstil, usaha ini
juga mendukung pemberdayaan ekonomi lokal dengan melibatkan pengrajin daerah.
Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Double Eight Craft tidak hanya berkontribusi
dalam pengelolaan limbah tekstil, tetapi juga memiliki potensi untuk berkembang melalui
inovasi desain dan strategi pemasaran yang lebih luas guna meningkatkan daya saing di pasar
global.
Kata kunci: Analisis, Bentuk, Fungsi, Produk Craft, Double Eight Craf
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien GERD Di Klinik Pratama Polres Tarakan
Latar Belakang: “Tingginya tingkat kekhawatiran pada pasien GERD mungkin sangat berkontribusi terhadap kualitas tidur yang buruk, menurut para peneliti. Ketika seseorang merasakan sensasi tubuh seperti nyeri, refluks asam lambung, atau ketidaknyamanan, kecemasan cenderung mengikutinya. Ketika pasien tidak tahu apa yang diharapkan dari penyedia layanan kesehatan mereka, hal ini dapat membuat mereka cemas, yang dapat membuat mereka sulit untuk tidur. Artinya, pasien lebih mungkin mengalami kesulitan tidur jika tingkat kecemasan mereka tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada pasien GERD di Klinik Pratama Polres Tarakan.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan korelatif, melibatkan 98 responden yang dipilih secara acak. Kuesioner yang digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk kualitas tidur dan Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS) untuk tingkat kecemasan.
Hasil: Hasil uji bivariat menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur, dengan koefisien korelasi 0,367.
Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada pasien GERD di Klinik Pratama Polres Tarakan.
Saran: Klinik disarankan untuk mengimplementasikan program intervensi manajemen kecemasan, termasuk konseling psikologis dan teknik relaksasiKata Kunci: GERD, Kualitas Tidur, Kecemasan”
Kepustakaan:2010-202
PERBEDAAN PENYEMBUHAN LUKA ULKUS DIABETES MELLITUS PADA PERAWATAN LUKA MENGGUNAKAN POLYHEXAMETHYLENE BIGUANIDE HYDROCHLORIDE (PHMB) DIBANDINGKAN DENGAN PERAWATAN LUKA MENGGUNAKAN NACL 0,9%
Penyembuhan luka pada pasien DM memerlukan penanganan
yang tepat dan efektif, mengingat gangguan dalam proses penyembuhan yang
terkait dengan kondisi medis ini. Pada praktiknya, Nelamuna Medika telah
mengadopsi berbagai metode perawatan luka, termasuk penggunaan antiseptik dan
larutan saline. Namun, berdasarkan pengamatan, keefektifan metode yang
diterapkan saat ini belum memberikan hasil yang optimal dalam mempercepat
penyembuhan luka pada pasien dengan ulkus diabetes. Hal ini mendorong perlunya
penelitian lebih lanjut mengenai metode perawatan luka yang lebih efektif,
khususnya yang melibatkan kombinasi antara Polyhexamethylene Biguanide
Hydrochloride (PHMB) dan NaCl 0,9%, yang dipercaya memiliki potensi dalam
mengatasi infeksi dan meningkatkan kelembapan luka untuk mempercepat proses
penyembuhan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis keefektifan
penyembuhan luka menggunakan Polyhexamethylene Biguanide Hydrochloride
(PHMB) dan NaCl 0,9% terhadap penyembuhan luka pada klien dengan ulkus
diabetes mellitus di Nelamuna Medika Salatiga.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-test and post-test dengan dua
kelompok perlakuan. Salah satu kelompok menerima perawatan luka dengan
kombinasi PHMB dan NaCl 0,9%, sedangkan kelompok kontrol menerima
perawatan luka dengan NaCl 0,9% saja.
Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa Polyhexamethylene Biguanide
(PHMB) lebih efektif dibandingkan NaCl 0,9% dalam mempercepat penyembuhan
luka ulkus diabetikum. Dari hasil uji Mann-Whitney, ditemukan bahwa perbedaan
ukuran luka antara kedua kelompok mulai terlihat signifikan sejak pertemuan
pertama dan semakin nyata hingga pertemuan kelima, dengan nilai p < 0.05. Hal ini
menunjukkan bahwa PHMB memiliki kemampuan yang lebih baik dalam
mengurangi ukuran luka dibandingkan dengan NaCl 0,9%.
Saran: Rumah sakit dan fasilitas kesehatan disarankan untuk mempertimbangkan
penggunaan PHMB sebagai standar penyembuhan luka, terutama dalam kasus luka
kronis seperti ulkus diabetikum
Implementasi Buku 9 Pilar sebagai Upaya Penanaman Pendidikan Karakter di TK Anak Cerdas Ungaran
Di Indonesia saat ini mengalami krisis Karakter dimana tidak semua jenjang melakukan
pembiasaan pendidikan karakter secara terjadwal dan terkonsep. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui implementasi serta faktor yang mempengaruhi penggunaan buku 9 pilar sebagai upaya
penanaman pendidikan karakter di TK Anak Cerdas Ungaran. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Sementara itu, analisis data dilakukan dengan mengikuti model Miles dan
Huberman, yang mencakup proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi penggunaan buku 9 pilar
sebagai upaya penanaman pendidikan karakter di TK Anak Cerdas Ungaran sudah sesuai dengan
yang diharapkan. Hal tersebut dibuktikan dengan guru lebih mudah menyampaikan konsep
karakter yang diajarkan dan anak lebih mudah memahami dari konsep yang diajarkan oleh guru.
Serta penerapan pendidikan karakter dilakukan secara terjadwal dan terkonsep yang didukung
penggunaan buku 9 pilar tersebut.
Kata Kunci: anak usia dini, buku 9 pilar, pendidikan karakte
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI ERA DIGITAL
Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk mengkaji dampak pola asuh modern
terhadap perkembangan sosial dan emosional anak-anak usia 5–6 tahun di TK Dharma Wanita
II Kedu. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menggali pola pengasuhan orang tua
serta dampaknya terhadap perkembangan anak. Data dikumpulkan melalui wawancara,
observasi, dan dokumentasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan
menggabungkan interaksi langsung dengan penggunaan teknologi secara biijak mendukung
perkembangan sosial emosional anak secara optimal. Data dianalisis dengan pendekatan
analisis tema, kemudian melakukan pengkodean terhadap wawancara dan observasi untuk
mengidentifikasi tema-tema utama terkait pola asuh dan perkembangan sosial dan
emosional anak. Setelah tema ditemukan, peneliti mengelompokkan data ke dalam
kategori yang relevan dan melakukan analisis lebih lanjut untuk mengidentifikasi pola
hubungan antar tema tersebut. Langkah terakhir adalah menarik kesimpulan berdasarkan
temuan yang diperoleh, yang kemudian digunakan untuk memberikan rekomendasi bagi
orang tua dan pendidik. Ketergantungan berlebihan pada teknologi menghambat kemampuan
anak bersosialisasi dan mengelola emosi. Wawancara dengan anak mengungkapkan anak lebih
menikmati bermain game di gadget daripada berinteraksi dengan teman. Orang tua juga
mengakui kesulitan dalam menyeimbangkan penggunaan teknologi dan aktivitas sosial anak.
Penelitian sebelumnya mengonfirmasi bahwa penggunaan teknologi yang tidak terkontrol
dapat mengganggu perkembangan sosial dan emosional anak. Untuk mendukung
perkembangan anak yang sehat di era digital. Pola pengasuhan orang tua di era digital
mempunyai dampak yang signifikan pada perkembangan sosial-emosional anak usia 5-6
tahun. Dengan pendekatan yang bijak diharapkan anak-anak dapat berkembang secara
sosial dan emosional dalam dunia digital yang semakin berkembang.
Kata Kunci: Anak Usia Dini, Anak Usia Dini; Era Digital; Perkembangan Sosial Emosional;
Pola Asu
OPTIMALISASI LAYANAN KESEHATAN, GIZI, DAN PERAWATAN DALAM PROGRAM PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI HOLISTIK INTEGRATIF; STUDI KASUS DI TK ROSELANA PECANGAAN KABUPATEN JEPARA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji layanan kesehatan, gizi, dan pengasuhan PAUD HI holistik integratif
serta faktor-faktor yang mempengaruhi layanan tersebut di TK Roselana Pecangan Jepara. Layanan pendidikan,
layanan kesehatan, gizi, dan pengasuhan, layanan pengasuhan anak, layanan perlindungan, dan layanan
kesejahteraan merupakan lima kebutuhan dasar anak yang harus dipenuhi dalam program AUD HI. Layanan
kesehatan, gizi, dan pengasuhan dalam program PAUD HI telah dilaksanakan di TK Roselana Pecangaan secara
sistematis sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013. Metode atau pendekatan yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode deskripsi kualitatif. Penelitian ini berlokasi di TK Roselana, Desa Pecangaan
Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Informan sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru
TK Roselana Pecangaan.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi yang terdiri
dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan
layanan kesehatan gizi dan perawatan anak usia dini mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dengan
dilakukannya pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala dilakukan secara berkala terprogra dan
terencana. Kondisi kesehatan anak dapat terpantau dengan adanya program pemeriksaan dokter setiap 2 bulan
sekali atau sesuai kebutuhan anak , pemberian makanan bergizi setiap 1 minggu sekali, dan pemberian perawatan
yang baik berupa pemberian makanan yang bergizi dan non MSG. Kemitraan terjalin dengan pihak puskesmas
dan rumah sakit umum daerah Kabupaten Jepara. Simpulan penelitian ini layanan kesehatan, gizi, dan perawatan
merupakan salah satu pemenuhan kebutuhan esensial anak program PAUD HI terimplementasikan secara optimal
di TK Roselana Pecangaan sesuai dengan indikator yang terdapat pada Peraturan Presiden Nomor 60 tahun 2013
tentang Holistik Integratif.
Kata kunci: Layanan kesehatan, Gizi, Perawatan, Pengembangan Anak Usia Dini, Holistik Integratif
Gambaran Pelaksanaan Pelayanan Triage Pasien Instalasi Gawat Darurat Rsud Kota Salatiga
Latar Belakang : Triase adalah proses penentuan prioritas penanganan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratannya. Dalam pelaksanaan triase dilakukan oleh tenaga kesehatan yang bertugas di IGD secara cepat dan tepat, agar pasien mendapatkan pelayanan sesuai dengan prioritas pasien untuk menghindari komplain dari pasien dan keluarga. Sehingga adanya evaluasi pelayanan triase melalui gambaran pelaksanaan pelayanan triase IGD
Tujuan : Untuk menggambarkan pelaksanaan pelayanan triase pasien IGD RSUD Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan total sampling, melibatkan 22 responden yang terdiri dari perawat dan bidan
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (59,1%) dan didominasi rentan usia 36 th- 45 th (45,5%). Pendidikan terakhir responden mayoritas adalah diploma (54,5%) dengan lama bekerja .5 tahun (86,4%). Kategori dalam kecepatan (63,6%) dan ketepatan (59,1%) pelayanan triage pasien dalam kategori baik. Hasil observasi gambaran pelayanan triage IGD dalam kategori baik ( 69,2%). Namun, masih terdapat tantangan dalam optimalisasi peningkatan kecepatan pelaksanaan triase serta peningkatan akurasi pengambilan keputusan dalam kondisi kritis. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang berpengaruh, seperti beban kerja, waktu tanggap, dan kepuasan pasien, guna memberikan evaluasi yang lebih komprehensif terhadap layanan triase darurat.
Kesimpulan : Petugas perawat dan bidan IGD dalam pelayanan triage pasien IGD dalam kategori baik
Saran : Diharapkan bagi perawat dan bidan yang bertugas di IGD RSUD Kota Salatiga untuk meningkatkan ketepatan dan kecepatan dalam pelayanan triage pasien IGD dengan cara mendapatkan pelatihan pelatihan kegawatdaruratan yang berkesinambungan sehingga penanganan pasien dapat lebih optimal dan tidak terdapat komplain yang dapat menurunkan citra rumah sakit
Kata kunci: triase, kecepatan, ketepata