Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VCT (VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE) BERBANTUAN MEDIA POWTOON TERHADAP SIKAP SOSIAL SISWA KELAS V
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran VCT (Value Clarificaton
Technique) berbantuan media Powtoon terhadap sikap sosial siswa kelas V di SD Negeri Pringapus 03. Jenis
penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimen research). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SDN
Pringapus 01 dan 03. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SDN Pringapus 03 sebagai kelas eksperimen dan kelas
V SD Negeri Pringapus 01 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data teknik non tes (observasi, dokumentasi,
angket). Teknik analisis data dengan uji validitas,uji reliabilitas,uji normalitas, uji homogenitas, uji independent, uji
regresi. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan bersikap sosial
siswa kelas V, antara kelas eksperimen yang dapat dilihat dengan perolehan nilai t_hitung > t_tabel (11,547 > 2,048)
sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. (2) Adanya pengaruh kemampuan bersikap sosial siswa dengan menerapkan
Model Pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) berbantuan media powtoon yang dibuktikan dengan hasil
uji hipotesis (Regresi Linier Sederhana) yang menunjukkan taraf signifikan sebesar ,000 < 0,005 dengan nilai
persentase R sebesar 0,560 = 56 % sehingga berpengaruh terhadap sikap sosial siswa. Simpulan yang dapat diambil
dari penelitian ini bahwa model pembelajaran VCT (Value Clarificaton Technique) berbantuan media Powtoon
berpengaruh pada sikap sosial siswa kelas V di SD Negeri Pringapus 03.
Kata Kunci : Model Pembelajaran VCT, Media Powtoon, Sikap Sosia
GAMBARAN KEJADIAN HIPOTERMI PADA PASIEN PASCA OPERASI DENGAN GENERAL ANESTESI DI RUANG PEMULIHAN RS RESTU IBU BALIKPAPAN
Hipotermi post operasi adalah suhu inti lebih rendah dari suhu tubuh normal yaitu
36ºC setelah pasien dilakukan operasi.. Tindakan lama operas dihitung mulai dari
dibuatnya sayatan pertama sampai pasien dipindahkan ke ruangan pemulihan yang
dinyatakan dalam hitungan jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran kejadian hipotermi pada pasien pasaca operasi dengan general anestesi
di ruang pemulihan rs restu ibu balikpapan.
Metode: Jenis penelitian menggunakan analisa deskriftif kuantitatif. penelitian ini
adalah 150 pasien Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan dan teknik sampling
menggunakan Asidental sampling sebanyak 110 orang. Pengumpulan data
menggunakan lembar observasi .
Hasil: kejadian hipotermi terdapat 35 (31.8%) rsponden dengan hipotermi ringan,
60 (54.5) responden dengan hipotermi sedang dan 15( 13.6) responden dengan
hipotermi berat
Simpulan: Terdapat gambaran kejadian hipotermi pada pasien pasca operasi
dengan general anestesi di ruang pemulihan rs restu ibu balikpapan
Saran: Hendaknya perawat dapat meningkatkan kemampuannya untuk mengurangi
kejadian hipotermi pada post operas
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH YANG MENJALANI HOSPITALISASI DI RUANG ANAK RSUD. DR. H. JUSUF SK
Hospitalisasi adalah suatu keadaan krisis pada anak, saat anak sakit
dan dirawat di Rumah Sakit. Kecemasan adalah keadaan emosional negatif yang
ditandai dengan adanya firasat dan somatik ketegangan, seperti hati berdetak kencang,
berkeringat, kesulitan bernapas. Kemampuan adaptasiseseorang ataupun individu
berbeda beda, sehingga bisa munculkondisi stres atau kecemasan. Upaya dari pihak
kesehatan yang bisa dikembangkan untuk meminimalkan adanya dampak negatif dari
perawatan anak adalah dengan melakukan pendekatan pada orang tua, memberikan
lingkungan yang nyaman dan aman bagi anak, memberikan mainan atau hal yang
sidukai oleh anak dan menyarankan penerapan family centered care. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah
yang menjalani hospitalisasi di Ruang Anak Rsud. Dr.H Jusuf Sk.
Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain
survei dan menggunakan teknik sampling purposive sampling, dengan jumlah sampel
sebanyak 36 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi Facial
Image Scale (FIS), kemudian analisis data dengan menggunakan analisis univariat
untuk mengetahui distribusi setiap kategori penilaian.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan responden di ruang
Anak RSUD dr. H. Jusuf SK mayoritas berada pada kategori cemas sedang yaitu
sebanyak 18 orang (50,0%).
Simpulan: Bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan
meneliti pengaruh lain yang dapat mempengaruhi tingkat kecemasan hospitalisasi anak
prasekolah yang belum diteliti dalam penelitian ini
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG INSTALASI KAMAR OPERASI RS RESTU IBU BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR
Keberhasilan suatu rumah sakit dalam menjalankan fungsinya ditandai dengan
adanya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit . Salah satu faktor yang
mempengaruhi kualitas layanan keperawatan adalah beban kerja perawat.
Keberhasilan dan pelayanan keperawatan sangat ditentukan oleh kinerja para
perawat.
Metode: Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain
deskriptif pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 31 perawat
Instalasi Kamar operasi Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan dan teknik sampling
menggunakan Total sampling sebanyak 31 orang. Pengumpulan data
menggunakan lembar kuesioner . Analisis data adalah analisis univariat dan
bivariat menggunakan uji chi square (χ2).
Hasil: Sebagian besar responden dengan beban kerja terdapat 12 responden
dengan beban kerja ringan (41.9), 6 responden dengan beban kerja sedang
(45.2%) dan 3 responden dengan beban kerja berat (9.7%) Hasil uji statistik chi
square (χ2) diperoleh ρ value (0,002) < α (0,05) menunjukkan bahwa Ha diterima.
Simpulan: Terdapat terdapat hubungan beban kerja dan kinerja perawat di ruang
instalasi kamar operasiRS Restu Ibu balikpapan kalimantajn timur
Saran: Hendaknya perawat dapat meningkatkan emberikan pelayanan yang
berkualitas dandapat membagi pekerjaan secara tim sehingga beban kerja yang
dirasakan akan terasa ringansehingga tercipta pelayanan yang baik dan bermut
Pengaruh Shopee Live Dan Promo Tanggal Kembar Terhadap Minat Beli Produk Skintific Mahasiswa Di Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Shopee Live dan
Promo Tanggal Kembar terhadap Minat Beli Produk Skintific di kalangan
mahasiswa Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kuantitatif dengan desain explanatory research, dan teknik pengambilan sampel
purposive sampling terhadap 196 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner
online dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shopee Live memiliki pengaruh signifikan
terhadap Minat Beli dengan nilai t-hitung 5.347 > t-tabel 1.972 dan signifikansi
0.000, sementara Promo Tanggal Kembar juga berpengaruh signifikan terhadap
Minat Beli dengan nilai t-hitung 7.192 > t-tabel 1.972 dan signifikansi 0.000.
Secara simultan, kedua variabel ini juga berpengaruh terhadap Minat Beli
berdasarkan hasil uji F (F-hitung 190.206 > F-tabel 3.04, sig = 0.000). Hasil
koefisien determinasi (R²) sebesar 0.663 menunjukkan bahwa 66.3% variabel
Minat Beli dijelaskan oleh Shopee Live dan Promo Tanggal Kembar, sedangkan
33.7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Temuan ini menunjukkan bahwa fitur Shopee Live dan strategi promo berbasis
waktu dapat meningkatkan daya tarik produk di platform e-commerce, khususnya
bagi mahasiswa. Oleh karena itu, Shopee dan Skintific disarankan untuk lebih
mengoptimalkan fitur Shopee Live dengan interaksi yang lebih intensif, serta
memberikan promosi yang lebih menarik saat event tanggal kembar berlangsung.
Sementara itu, konsumen disarankan untuk lebih selektif dalam memanfaatkan
promo agar pembelian tetap efektif dan sesuai kebutuhan.
Kata Kunci: Shopee Live, Promo Tanggal Kembar, Minat Beli, E-Commerce,Skintific
IMPLEMENTATION OF DRAMA AS LEARNING MEDIA TO INCREASE LEARNING MOTIVATION ON ENGLISH CLUB STUDENTS AT SMP ISLAM PLUS ASSALAMAH UNGARAN
This study aims to explore the implementation of drama as a learning medium to
increase learning motivation in English language subjects among English Club
students at SMP Islam Plus Assalamah Ungaran. The research is grounded in the
Universal Design for Learning (UDL) theory by Rose and Mayer, which emphasizes
the importance of providing accessibility and variety in delivering educational
content to meet the diverse learning needs of students. The research uses a quasi-
experimental design with two variable groups: the control group and the
intervention group. The sampling method purposive sampling. Data were collected
using a questionnaire based on the Academic Motivation Scale to measure students'
motivation levels in the English subject before and after the implementation of
drama as a learning medium. The expected results of this study will show an
increase in students' motivation to learn English through the drama-based
approach, aligned with UDL principles, and contribute to the development of more
effective teaching strategies for the English subject in the school context. the results
showed a significant increase in students‘ English learning motivation after the
media intervention and drama project.Before being given drama media learning,
English language learning motivation of English Club students, most of them were
in the high category, namely 10 students (45.5%) in the intervention and control
groups. indicating that using media that can accommodate all students’ learning
styles can affect students' learning motivation.
Keywords: Drama, Learning Media, Learning Motivation, Studen
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU BERBASIS WEB DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM HIDAYATULLAH
Penelitian ini membahas pengembangan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
berbasis web dengan pendekatan hybrid Agile dan Waterfall. Metode Waterfall digunakan untuk
perencanaan dan desain sistem yang terstruktur, sementara Agile memungkinkan iterasi selama
pengembangan. Integrasi kedua metode ini memastikan sistem dikembangkan dengan dokumentasi yang
baik serta fleksibilitas dalam pengujian dan penyesuaian fitur Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan
efisiensi operasional, transparansi data, serta kemudahan komunikasi antara calon peserta didik dan
institusi pendidikan. Berdasarkan hasil pengujian, sistem mampu mengurangi kesalahan input data hingga
30%, mempercepat proses pendaftaran hingga 50%, dan meningkatkan kepuasan pengguna sebesar 85%
berdasarkan survei yang dilakukan. Selain itu, fitur komunikasi seperti notifikasi real-time dan pembaruan
status pendaftaran membantu meningkatkan interaksi antara pengguna dan pihak sekolah. Dengan
kombinasi Agile dan Waterfall, sistem ini dapat beradaptasi dengan kebutuhan institusi pendidikan serta
memastikan proses penerimaan siswa yang lebih efisien dan transparan.
Kata Kunci - PPDB, Sistem Berbasis Web, Agile, Waterfall, Transformasi Digital, Sistem Pendaftaran
Onlin
HUBUNGAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PEKERJA KONVEKSI AL-BUQHARI KECAMATAN TENGARAN
Latar Belakang: Musculoskeletal Disorders (MSDs) sering terjadi di industri konveksi akibat
postur kerja tidak ergonomis. Di Indonesia, 16% penyakit akibat kerja adalah MSDs, dengan
prevalensi 57,1% pada penjahit. Menurut ILO, MSDs termasuk Penyakit Akibat Kerja (PAK) yang
dapat menyebabkan kematian. Survei awal menggunakan Nordic Body Map (NBM) pada lima
pekerja konveksi menunjukkan seluruhnya mengalami keluhan MSDs, terutama di bahu, lengan,
punggung, dan kaki. Pengukuran postur kerja dengan Rapid Entire Body Assessment (REBA)
menunjukkan skor 4-7 (risiko sedang), sehingga diperlukan perbaikan.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan teknik
total sampling. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan antara postur kerja
dan keluhan MSDs.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja memiliki postur kerja dalam
kategori risiko sedang (77,4%) dan tinggi (19,4%). Mayoritas pekerja juga mengalami keluhan
MSDs dengan tingkat sedang (51,6%) dan tinggi (41,9%). Analisis statistik menunjukkan adanya
hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan keluhan MSDs (p-value = 0,000, r = 0,792),
dengan korelasi positif yang kuat. Artinya, semakin buruk postur kerja, semakin tinggi risiko
keluhan MSDs yang dialami pekerja.
Kesimpulan: Penelitian ini menemukan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara postur
kerja dengan keluhan MSDs pada pekerja Konveksi Al Buqhari, Tengaran. Oleh karena itu,
disarankan bagi pihak konveksi untuk melakukan evaluasi ergonomi, menyediakan fasilitas kerja
yang lebih nyaman, serta memberikan pelatihan terkait postur kerja yang ergonomis guna
mengurangi risiko MSDs pada pekerja.
Kata Kunci : Postur Kerja, Keluhan MSDs, Ergonomi, Konveksi
GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM PENANGGULANGAN FRAMBUSIA MENUJU SERTIFIKASI BEBAS FRAMBUSIA DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN SERUYAN
Menurut World Health Organization (WHO) . Laporan WHO tahun 2021, Indonesia berada
posisi teratas negara dengan kasus Frambusia di wilayah Asia Tenggara. Terlapor ada 167
kasus Frambusia dari 6 Kabupaten/Kota di 2 Provinsi. Pemerintah Indonesia menetapkan
target eradikasi Frambusia di seluruh Kabupaten/Kota pada tahun 2024. Tujuan penulisan ini
untuk memberikan gambaran pelaksanaan program Frambusia dalam mencapai eradikasi
Frambusia di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan. Metode kajian ini
menggunakan metode deskriptif. Pada Tahun 2020-2022, Upaya Penanggulangan Frambusia
di Kabupaten Seruyan masih banyak mengalami kendala, perlu adanya upaya penguatan
kinerja dan pengembangan surveilans frambusia di Kabupaten Seruyan baik dari advokasi
dan sosialisasi, peningkatan mutu data dan informasi, peningkatan kompetensi tenaga
pelaksana surveilans frambusia, dan meningkatkan pengetahuan masyarakat agar dapat ikut
serta dalam penemuan dan pelaporan kasus frambusia. Goal dari penanggulangan program
ini yaitu melaksanakan surveilans berkinerja aktif dan tidak ditemukannya kasus konfirmasi
selama >6 bulan. Dilakukan strategi penguatan kinerja dengan sosialisasi ke seluruh petugas
kesehatan, optimalisasi kegiatan pengembangan koordinasi dan advokasi ke lintas sektoral
dan tokoh masyarakat dan pelaksanaan deteksi dini frambusia kepada anak sekolah dan
masyarakat. Hasil pencatatan dan pelaporan di akhir tahun 2023 didapatkan suspek
Frambusia sebanyak 141 orang yang telah diperiksa RDT dengan hasil negatif Frambusia.
Dilakukan pula upaya pengembangan dengan inovasi “Mak Cakrambu (maksimal lacak
Frambusia) dalam upaya peningkatan kinerja dan dukungan guru dalam melakukan
pelacakan kasus Frambusia. Akhirnya, dilakukan pengajuan penilaian dan Kabupaten
Seruyan mendapatkan sertifikat bebas Frambusia.
Kata Kunci : Frambusia, Eradikasi, Advokas
Pendidikan Kesehatan Dengan Media Infografis Interaktif Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Mengenai Diabetes Mellitus Di Smp N 1 Banyubiru
Latar Belakang : Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan metabolik yang menyebabkan peningkatan gula darah yang tidak normal. Menurut data capaian SPM Bidang Kesehatan Kabupaten semarang, penderita diabetes mellitus di kabupaten Semarang tercatat sebanyak 9.493 orang pada 30 April 2024 hal ini dapat menjadi indikasi bahwa faktor resiko pada remaja juga ikut meningkat. Pendidikan kesehatan melalui media infografis interaktif diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang diabetes mellitus.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media infografis interaktif terhadap tingkat pengetahuan diabetes mellitus siswa SMP Negeri 1 Banyubiru.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan one group pre test – post test design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banyubiru dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan diabetes DKQ-24 versi Indonesia.
Hasil : Hasil penelitian di uji dengan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test, didapatkan nilai P = 0,000 (< alpha: 0,05).
Kesimpulan : Terdapat peningkatan pengetahuan Diabetes Mellitus siswa SMP Negeri 1 Banyubiru sebelum dan setelah diberi pendidikan kesehatan menggunakan media infografis interaktif.
Saran : Diharapkan pendidikan kesehatan Diabetes Mellitus menggunakan media infografis interaktif di SMP Negeri 1 Banyubiru dapat diterapkan secara continue pada siswa sebagai upaya pencegahan dan manajemen Diabetes Mellitus .
Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, infografis interaktif, Remaja.
Daftar Pustaka : 2014 – 202