60 research outputs found

    Pengaruh Variasi Latihan Kelincahan terhadap Keterampilan Dribbling Sepakbola pada Siswa Ekstrakurikuler Sepakbola SMA Negeri 1 Ambunten Kabupaten Sumenep

    No full text
    RINGKASAN Shaleh, Mohammad. 2018. Pengaruh Variasi Latihan Kelincahan terhadap Keterampilan Dribbling Sepakbola pada Siswa Ekstrakurikuler Sepakbola SMA Negeri 1 Ambunten Kabupaten Sumenep. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd, (II) Febrita P. Heynoek, S.Pd. M.Pd. Kata kunci: Variasi Latihan Kelincahan, sepakbola, keterampilan dribbling.Dribbling merupakan salah satu teknik dasar yang memiliki peranan penting dalam permainan sepakbola. Berdasarkan hasil observasi dan pengamatan di ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 1 Ambunten Kabupaten Sumenep, peneliti menemukan bahwa kemampuan keterampilan dribbling masih kurang dibandingkan teknik sepakbola yang lain. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan dribbling adalah dengan menggunakan variasi latihan kelincahan.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi latihan kelincahan terhadap keterampilan dribbling sepakbola pada siswa ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 1 Ambunten Kabupaten Sumenep.Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimenone group pretest-posttest dengan menggunakan sampel penelitian sebanyak 24 siswa. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian adalah tes menggiring bola (short dribbling test). Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian menggunakan Paired Samples T Test.Berdasarkan pengujian hipotesis hasil tes keterampilandribbling dihitung melalui uji hipotesis menggunakan Paired Samples T Test dengan bantuan SPSS, skor keterampilan tes awal dan tes akhir diperoleh hasil yang signifikan yaitu mendapatkan nilai t-hitung sebesar 11,719 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi (p) lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (p < α = 0,05), maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan, variasi latihan kelincahan memberi pengaruh yang signifikan antara nilai rata-rata keterampilan dribbling sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Dari hasil penelitian ini, peneliti menyarankan menggunakan variasi latihan kelincahan sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan keterampilan dribbling, karena hasil perolehan penelitian yang telah dilakukan, ternyata variasi latihan kelincahan memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan keterampilan dribbling siswa ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 1 Ambunten Kabupaten Sumenep

    Microgrid: modelling and control

    Get PDF
    This thesis presents a complete model of a typical microgrid, together with identification of the required control strategies in order to operate this new type of power system. More specifically, it involves the modelling of PV systems, inverters, Phase Locked Loops (PLLs), loads and utility distribution networks, which can be then combined together to form a microgrid. The proposed microgrid control strategies in this thesis consider different operation conditions of a microgrid. For islanded operation, control techniques similar to those in conventional power systems are adopted and modified to regulate the microgrid operation. For grid-connected operation, constant current control and P-Q control schemes are used to control output powers of the sources within a microgrid. After examining the simulation results, it has been concluded that the designed microgrid model is adequate in its representation and it behaved in a way similar to real integrated power systems. Furthermore, proposed control strategies have proven their robustness and effectiveness in controlling the operation of microgrid while maintaining system stability. The contents of this thesis lay a groundwork that allows for further investigation and development in the areas of microgrid control and microgrid modelling. In this report detailed descriptions on the modelling of typical microgrid components are provided, followed by control techniques demonstrations, and then simulation results for discussion and investigation

    KH. SHALEH DARAT DAN KONTRIBUSINYA DALAM PENGEMBANGAN ‘ULUM AL-QUR’AN DI INDONESIA

    Get PDF
    Kiai Shaleh Darat was involved in the process of transmitting the knowledge of the Qur'an to Indonesian archipelago. Two of his works entitled Faid al-Rahmānin the field of Qur’an interpretation and Al-Mursyid Al-Wajīzin the field of 'Ulūm al-Qur'ānhave encouraged the society building especially in Central Java. However, not many religious educational institutions teach these two books. Al-Mursyid Al-Wajīzbecame the introduction to the study of Qur'an at that time as an initial study of understanding the Qur'an. He implemented a special strategy to make social change within his community: first, the use of Arabic Pegon script to make it easier for the public to understand and practice the teachings of Islam, wherein the Dutch East Indies government intervened in Islamic learning at the time. Second, he kept working as an effort to maintain the originality of Islamic knowledge during the process of transmitting knowledge from generation to generation. Third, Kiai Shaleh Darat positioned himself as a role model (uswah hasanah) through his productivity as an author who cares about locality. With this work, kiai Shaleh Darat contributed a lot in advancing the study of Qur'an and 'Ulūm al-Qur'ānin archipelago with elements of locality that became his trademark.</jats:p

    Pengaruh Kualitas Pelayanan Islami Terhadap Kepuasan Konsumen 212 Mart Lumajang the Effect of Islamic Service Quality To Customer Satisfaction 212 Mart Lumajang

    No full text
    Kualitas pelayanan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan bisnis. Hal ini, dapat dilihat dari perhatian masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang ditawarkan berbagai industri ritel dalam rangka mempertahankan konsumennya. Dimensi kualitas pelayanan meliputi: Wujud fisik (tangible), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy) (Tjiptono: 2011). Kelima dimensi tersebut apabila diterapkan di lembaga keuangan syariah cenderung menilai hal-hal normatif. Penambahan dimensi di dalam kualitas pelayanan agar lebih sesuai dengan industri syariah sangat diperlukan. Karena suatu bisnis syariah memiliki karakteristik khusus dibandingkan dengan bisnis konvensional yaitu implementasi kepatuhan syariah (compliance) dalam aktivitasnya. Dalam kegiatan jual beli yang sesuai syariah pihak penjual harus memberikan pelayanan berlandaskan hukum dan prinsip yang sesuai dengan syariah sehingga dapat memberikan kepuasan konsumen. Islam menjelaskan bahwa kepuasan konsumen didapat dengan merasakan pelayanan yang baik. Al Qur’an telah memerintahkan agar kaum muslim bersifat simpatik, lembut dengan sapaan yang baik dan sopan manakala ia berbicara dengan orang lain (Sauri :2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan islami terhadap kepuasan konsumen 212 mart di kota lumajang. 212 Mart merupakan Koperasi Primer Nasional yang didirikan oleh tokoh-tokoh umat Islam sebagai implementasi semangat Aksi 212 yang penuh persaudaraan dan kebersamaan. Semangat ini kemudian diwujudkan pada upaya menjadikan Koperasi Syariah 212 sebagai wadah perjuangan ekonomi untuk mencapai kemandirian ekonomi umat. Hasil analisis diperoleh bahwa variabel bukti fisik (X1) memiliki koefisien regresi sebesar -0,005 (bertanda negatif) terhadap kepuasan konsumen (Y) dan nilai thitung sebesar -0,57 dengan tingkat signifikansi 0,955 (> 0,05). Hal ini menjelaskan apabila wujud fisik (X1) berpengaruh negatif terhadap kepuasan konsumen (Y). Dengan demikian H1 yang menyatakan bahwa bukti fisik (x1) berpengaruh negatif terhadap kepuasan konsumen (Y) tidak diterima. Hasil analisis diperoleh bahwa variabel daya tanggap (X2) memiliki koefisien regresi sebesar 0,254 (bertanda positif) terhadap kepuasan konsumen (Y) dan nilai thitung sebesar 2,744 dengan tingkat signifikansi 0,007 (< 0,05). Hal ini menjelaskan apabila daya tanggap (X2) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Y). Dengan demikian H2 yang menyatakan bahwa daya tanggap (x2) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Y) dapat diterima. Hasil analisis diperoleh bahwa variabel Keandalan (X3) memiliki koefisien regresi sebesar 0,182 (bertanda positif) terhadap kepuasan konsumen (Y) dan nilai thitung sebesar 1,913 dengan tingkat signifikansi 0,059 (< 0,05). Hal ini menjelaskan apabila Keandalan (X3) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Y). Dengan demikian H3 yang menyatakan bahwa Keandalan (x3) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Y) dapat diterima. Hasil analisis diperoleh bahwa variabel Empati (X4) memiliki koefisien regresi sebesar 0,366 (bertanda positif) terhadap kepuasan konsumen (Y) dan nilai thitung sebesar 3,156 dengan tingkat signifikansi 0,002 (< 0,05). Hal ini menjelaskan apabila Empati (X4) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Y). Dengan demikian H4 yang menyatakan bahwa Empati (x4) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Y) dapat diteri Hasil analisis diperoleh bahwa variabel Jaminan (X5) memiliki koefisien regresi sebesar 0,331 (bertanda positif) terhadap kepuasan konsumen (Y) dan nilai thitung sebesar 3,676 dengan tingkat signifikansi 0,000 (< 0,05). Hal ini menjelaskan apabila Jaminan (X5) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Y). Dengan demikian H4 yang menyatakan bahwa Jaminan (X5) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Y) dapat diterima. Hasil analisis diperoleh bahwa variabel Kepatuhan Syariah (X6) memiliki koefisien regresi sebesar 0,381 (bertanda positif) terhadap kepuasan konsumen (Y) dan nilai thitung sebesar 4,647 dengan tingkat signifikansi 0,000 (< 0,05). Hal ini menjelaskan apabila Kepatuhan Syariah (X6) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Y). Dengan demikian H4 yang menyatakan bahwa Kepatuhan Syariah (X6) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Y) dapat diterima. Nilai Koefisien determinasi R square diperoleh sebesar 0,752. Hal ini berarti bahwa 75,2% kepuasan konsumen (Y) dapat dijelaskan oleh variabel wujud fisik (X1) daya tanggap (X2), keandalan (X3), empati (X4), Jaminan (X5), kepatuhan syariah (X6). Sedangkan 24,8% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian in

    AFFECTIVE DOMAIN DEVELOPMENT: REALITY AND EXPECTATION

    No full text
    Pengembangan Ranah Afektif: Kenyataan dan Harapan. Pendidik masa kini mendambakan perhatian yang seimbang terhadap pengembangan ranah kognitif, psikomotorik dan afektif dalam mendidik generasi muda. Namun, di dalam pelaksanaannya sedikit sekali penghargaan yang diberikan kepada anak-anak yang telah menunjukkan perkembangan ranah afektif secara baik. Hal ini terjadi karena tolok ukur keberhasilan pendidikan selalu mengacu kepada prestasi siswa yang terkait dengan ranah kognitif atau psikomotorik. Selain itu, banyak contoh ambivalensi dalam kehidupan nyata di masyarakat yang dapat melemahkan pondasi bagi pengembangan ranah afektif. Apabila generasi muda diharapkan berkembang menjadi manusia seutuhnya, penghargaan yang layak seharusnya diberikan kepada mereka yang berhasil dalam mengembangkan ranah afektifnya, dan harus ada teladan yang dapat mereka acu. Selain itu, pendampingan perlu dilakukan oleh orang tua dan guru. Kata kunci : pengembangan ranah afektif, penghargaan, teladan, pendampinga

    Pemikiran Pendidikan Pesantren Tuan Guru Haji Muhammad Shaleh Hambali Bengkel

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh berbagai persoalan yang terjadi di pesantren, diantaranya: Pertama, dari segi kepemimpinan pesantren secara kukuh masih terpola dengan kepemimpinan yang sentraslistik dan hirarkis yang berpusat pada satu orang kyai. Pola seperti ini akan berdampak kurang prospektif bagi kesinambungan pesantren bagi masa depan. Banyak pesantren yang sebelumnya populer, tiba-tiba hilang begitu saja karena sang kyai meninggal dunia. Kedua, kelemahan di bidang metodologi. Telah umum diketahui bahwa pesantren mempunyai tradisi yang kuat di bidang transmisi keilmuan klasik. Namun, karena kurang adanya improvisasi metodologi, proses transmisi itu hanya melahirkan penumpukan keilmuan. Ketiga, terjadinya disorientasi, yakni pesantren kehilangan kemampuan mendefinisikan dan memposisikan dirinya di tengah realitas sosial yang sekarang ini terjadi perubahan yang demikian cepat. Dari sinilah penulis tertarik mengkaji tentang gagasan-gagasan atau pemikiran Tuan Guru Haji Muhammad Shaleh Hambali Bengkel al-Ampenani mengenai pendidikan pesantren.This research is motivated by various problems that occur in pesantren, including: First, in terms of leadership, the pesantren is still firmly patterned with a centralistic and hierarchical leadership centered on one kyai. This pattern will have a less prospective impact on the sustainability of the pesantren in the future. Many pesantren that were previously popular, suddenly disappeared because the kyai died. Second, weaknesses in the field of methodology. It is well known that Islamic boarding schools have a strong tradition in the field of classical scientific transmission. However, due to the lack of methodological improvisation, the transmission process only resulted in the accumulation of knowledge. Third, the occurrence of disorientation, namely boarding schools lose the ability to define and position themselves in the midst of social realities that are currently changing so rapidly. From here, the author is interested in studying the ideas or thoughts of Tuan Guru Haji Muhammad Shaleh Hambali Bengkel al-Ampenani regarding pesantren education

    Peran Entrepreneurial Orientation Terhadap Adopsi Pertanian Berkelanjutan (Sustainable Agriculture Practices): Bukti Empiris Petani Padi Di Jawa Timur.

    No full text
    Pertanian memiliki peran penting dalam pelestarian lingkungan, tapi juga menyumbang pada berbagai masalah lingkungan seperti degradasi lahan dan polusi. Penggunaan nitrogen yang berlebihan, misalnya, dapat merusak kualitas tanah. Peningkatan masalah lingkungan dalam pertanian, termasuk pencemaran dan emisi gas, dapat memperparah pemanasan global dan perubahan iklim. Fenomena ini mengakibatkan penurunan produktivitas pertanian dan dampak negatif pada kualitas air dan lahan. Oleh karena itu, praktik Pertanian Berkelanjutan menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara hasil pertanian yang tinggi dan pelestarian lingkungan. Praktik-praktik Pertanian Berkelanjutan telah diterapkan di berbagai negara dengan variasi, seperti konservasi lahan, penggunaan pupuk dan pestisida organik. Faktor-faktor yang memengaruhi adopsi praktik ini oleh petani termasuk kebijakan publik, sosiodemografi, dan faktor intangible seperti Entrepreneurial Orientation. Entrepreneurial Orientation, yang melibatkan pengambilan risiko, inovasi, dan proaktifitas, telah terbukti berperan dalam pengambilan keputusan petani terkait inovasi dan adopsi teknologi. Namun, belum ada penelitian yang mengeksplorasi hubungan langsung antara Entrepreneurial Orientation dan adopsi Pertanian Berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Orientasi Kewirausahaan mempengaruhi Adopsi Sustainable Agriculture Practices pada Petani Padi di Jawa Timur. Dilakukan di Kabupaten Mojokerto dan Malang dengan 257 responden dari rumah tangga petani. Menggunakan Principal Component Analysis (PCA) untuk menyederhanakan data, Multivariate Probit untuk memeriksa dampak orientasi kewirausahaan terhadap pilihan praktik pertanian, dan Ordered Probit untuk mengukur tingkat adopsi petani. Hasil analisis menggunakan model multivariat probit menunjukkan bahwa sikap inovatif, proaktif, partisipasi sosial, tingkat pendidikan, pengalaman usahatani, luas lahan, pemilikan aset, dan kepemilikan lahan berpengaruh pada adopsi berbagai praktik pertanian berkelanjutan. Sikap inovatif dan proaktif cenderung mendorong adopsi varietas unggul, pupuk organik, serta pestisida organik, tetapi bisa menghambat adopsi rotasi tanaman. Partisipasi sosial mendukung adopsi konservasi lahan, pupuk organik, dan pestisida organik, namun dapat menghambat adopsi rotasi tanaman. Tingkat pendidikan yang tinggi mendorong adopsi pupuk organik, pestisida organik, dan tanaman pembatas. Pengalaman usahatani dapat mengurangi adopsi konservasi lahan dan pupuk organik, namun mendukung adopsi tanaman pembatas. Luas lahan memengaruhi positif adopsi pestisida organik. Pemilikan aset memiliki dampak negatif pada adopsi pupuk organik, sementara kepemilikan lahan berpengaruh positif pada adopsi konservasi lahan. Hasil analisis menggunakan model ordered probit menegaskan bahwa beberapa faktor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap adopsi Sustainable Agriculture Practices di kalangan petani. Sikap inovatif, proaktif, partisipasi dalam komunitas pertanian, tingkat pendidikan, dan luas lahan pertanian secara individu memengaruhi kecenderungan petani dalam mengadopsi praktik-praktik berkelanjutan. Sikap inovatif dan proaktif cenderung meningkatkan adopsi Sustainable Agriculture Practices, sementara partisipasi dalam komunitas pertanian juga turut berkontribusi pada peningkatan adopsi tersebut. Sebaliknya, faktor-faktor seperti usia petani memiliki pengaruh negatif terhadap adopsi Sustainable Agriculture Practices karena petani yang lebih tua cenderung kurang responsif terhadap perubahan, sedangkan pendidikan dan luas lahan memiliki dampak positif pada adopsi Sustainable Agriculture Practices

    TRADISI “ NYARE DHINA” DALAM PENENTUAN HARI PERNIKAHAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI DESA LARANGAN BADUNG

    Get PDF
    Tradisi nyare dhina yang berkembang dalammasyarakat Larangan Badung adalah sebagai awaldari perencanaan penentuan, baik hari atau bulanuntuk melangsungkan  acara pernikahan yangbiasanya dalam masyarakat Larangan Badung, akadnikah serta walimah dilaksanakan dalam satu waktu.Kebiasaan masyarakat Larangan Badung dalamtradisi nyare dhina mempunyai harapan denganmelaksanakan hari pernikahan di hari yang baikyakni meminta petunjuk pada Kyai maka akanmemperoleh kebaikan bagi kedua mempelai yangmelangsungkan pernikahan, sebagaimana harapanbanyak orang dalam bentuk keluarga yang SakinahMawaddah Warahmah serta keturunan shaleh shalehahyang akan mereka didik nantinya

    Design study on façade of high-deck bus using FRP composite / Mohammad Yusof Shaharuddin … [et al.]

    Get PDF
    Nowadays, there are many design that been produced by bus manufacture. The design however not focusing on the aesthetic only, but it must fulfil all the criteria aspect needed like the materials and aerodynamically efficient design. The statistic from Road Safety Department of Malaysia shows that the buses that are involved in accident are increasingly from 2005 until 2007. There are many factors of bus incident such as human behaviour factor, design, specification and others but in this work, we proposed to limit only the design factor elements. The primary area of interest is about the façade design of the hi-deck bus. Based on the existing design, there are variety important aspects that need to be focusing on

    Tarbiyah Qur’aniyah

    No full text
    Buku ini diharapkan turut memberikan kontribusi pemikiran yang filosofisi bagi sosialisasi nilai-nilai al-Qur’an dalam bidang pendidikan, dalam rangka menyiapkan insan shaleh yang disegani. Tantangan yang dihadapi oleh umat manusia begitu nyata, sementara orang yang sadar akan makna tantangan itu masih minoritas. Buku ini juga sekaligus diharapkan dapat menyebarkan kesadaran kritis agar mencapai frekuensi yang luas dengan mengkaji tarbiyah Qur’ani secara holistik, mulai dari holistika manusia dalam al-Qur’an, makna tarbiyah, tujuan tarbiyah, unsur tarbiyah Qur’ani, sampai pada strategi pembelajaran berbasis Qur’an
    corecore