Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
BERSIWAK PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Kebersihan merupakan salah satu unsur yang mendapat perhatian yang cukup besar dalam studi Islam, hal tersebut dapat ditemukan dalam pelbagai kajian literatur agama Islam, bersih yang dipesankan adalah bersih dalam pakaian, tempat tinggal, lingkungan, tidak terkecuali dalam persoalan fisik atau badan. Nabi Muhammad saw dalam berbagai kesempatan melalui hadist-hadistnya yang mulia menganjurkan umatnya untuk membiasakan hidup bersih, hal tersebut dimaksudkan karena agama Islam adalah agama yang mencintai kebersihan. Tulisan ini memaparkan sejumlah pernjelasan berkaitan dengan landasan hukum, hukum-hukum, faidah-faidah, tatacara, tempat-tempat, dan pendapat para ulama’ mengenai siwak dalam persfektif Islam yang penulis temukan dalam berbagai buku rujukan otoritatif.Kebersihan merupakan salah satu unsur yang mendapat perhatian yang cukup besar dalam studi Islam, hal tersebut dapat ditemukan dalam pelbagai kajian literatur agama Islam, bersih yang dipesankan adalah bersih dalam pakaian, tempat tinggal, lingkungan, tidak terkecuali dalam persoalan fisik atau badan. Nabi Muhammad saw dalam berbagai kesempatan melalui hadist-hadistnya yang mulia menganjurkan umatnya untuk membiasakan hidup bersih, hal tersebut dimaksudkan karena agama Islam adalah agama yang mencintai kebersihan. Tulisan ini memaparkan sejumlah pernjelasan berkaitan dengan landasan hukum, hukum-hukum, faidah-faidah, tatacara, tempat-tempat, dan pendapat para ulama’ mengenai siwak dalam persfektif Islam yang penulis temukan dalam berbagai buku rujukan otoritatif
Tarekat Qadiriyah Wa Naqsabandiyah dalam Dakwah Islamiyah (Kontribusi TGH. L. M. Turmuzi Badaruddin dalam Dakwah Islamiyah di Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat)
Abstract:
This research is categorized as a qualitative research using a historical-sociological approach. This is based on the consideration that this research describes how the reality and role that occurs in the Qadiriyah wa Naqsabandiyah order on the island of Lombok, especially in Central Lombok, is related to the situation and conditions as well as the demands of the situation. Or in other words this study intends to reveal that the current state or condition is a continuation of the previous period. The research results obtained using this historical-sociological approach are; First, it is described in the Existence and Development of the Qadiriyah wa Naqsabandiyah Order on Lombok Island which was propagated by Tgh. L. M Turmuzi Badaruddin., Second, the lineage of the Qadiriyah wa Naqsabandiyah Order which was developed by Tgh. LM Turmuzi Badaruddin., Third, Contribution of Tgh. LM Turmuzi Badaruddin in Developing the Teachings of the Qadiriyah wa Naqsabandiyah Order. And fourth, Implications of the Qadiriyah wa Naqsabandiyah Order taught by Tgh. LM Turmuzi Badaruddin in Da'wah Islamiyah
Abstract:
Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan historis-sosiologis. Hal ini di dasari pada pertimbangan bahwa penelitian ini menggambarkan bagaimana realitas dan peranan yang terjadi pada tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah di pulau Lombok khususnya di Lombok Tengah yang terkait dengan situasi dan kondisi serta tuntutan keadaan. Atau dengan kata lain penelitian ini bermaksud mengungkapkan bahwa keadaan atau kondisi saat ini merupakan kelanjutan dari masa sebelumnya. Hasil penelitian yang didapatkan menggunakan pendekatan hitoris-sosiologis ini yakni; Pertama, tergambarkan dalam Eksistensi dan Perkembangan Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah di Pulau Lombok yang disebarkan oleh Tgh. L. M Turmuzi Badaruddin., Kedua, Silsilah Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah Yang Dikembangkan Tgh. L. M. Turmuzi Badaruddin., Ketiaga, Kontribusi Tgh. L. M. Turmuzi Badaruddin dalam Mengembangkan Ajaran-Ajaran Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah., Dan keempat, Implikasi Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah Yang diajarkan Tgh. L. M. Turmuzi Badaruddin dalam Dakwah Islamiyah.
 
Peran Pemuda Nahdlatul Wathan dalam Meng-Counter Radikalisme dan Liberalisme dalam Mewujudkan Moderasi Beragama di Kabupaten Sumbawa
As the next generation, Nahdlatul Wathan youth have an important role in realizing religious moderation in countering radicalism and liberalism in the Sumbawa district. Based on the background above, this article will aim to answer several questions, namely, what is the meaning of radicalism and liberalism, what is religious moderation like? And what is the role of Nahdlatul Wathan youth in countering Radicalism and Liberalism in Realizing Religious Moderation in Sumbawa Regency. This research is a descriptive qualitative research, in which researchers go directly to the field to collect data by observing and interviewing. The results of these observations and interviews illustrate that the efforts made by the Nahdlatul Wathan Youth in Countering Radicalism and Liberalism by activating studies and being involved in studies at the Nurul Huda Great Mosque of Sumbawa. The study presented Ustadz-Ustadz from Nahdlatul Wathan, Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah figures.Sebagai generasi penerus, pemuda NW memiliki peran penting dalam mewujudkan moderasi beragama dalam meng-counter radikalisme dan liberalisme di kabupaten Sumbawa. Berdasarkan latar belakang di atas, maka artikel ini akan bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan yakni, Apa pengertian radikalisme dan liberalisme, seperti apa itu moderasi beragama? Dan bagaimana peran pemuda Nahdlatul Wathan dalam meng-counter Radikalisme Dan Liberalisme Dalam Mewujudkan Moderasi Beragama di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dimana peneliti langsung terjun ke lapangan untuk mengumpulkan data dengan mengobservasi dan menginterview. Hasil observasi dan interview tersebut menggambarkan bahwa usaha yang dilakukan oleh Pemuda Nahdlatul Wathan dalam meng-Counter Radikalisme dan Liberalisme dengan cara mengaktifkan kajian-kajian serta terlibat dalam kajian di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa. Kajian tersebut menghadirkan Ustadz-Ustadz dari Tokoh Nahdlatul Wathan, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah
EXPLORING QUALITATIVE RESEARCH: A COMPREHENSIVE GUIDE TO CASE STUDY METHODOLOGY: Menjelajahi Penelitian Kualitatif: Panduan Komprehensif untuk Metodologi Studi Kasus
Exploring Qualitative Research: A Comprehensive Guide to Case Study Methodology is an article that thoroughly discusses qualitative research methodology with a focus on case studies. The background of the article reflects the need for in-depth guidance in exploring a profound understanding of complex phenomena. Involving a comprehensive literature review, this article integrates various theories and approaches that have shaped the foundation of qualitative research. The described research method includes a holistic case study approach, emphasizing crucial steps in the research process. Data collection techniques involve in-depth interviews, participatory observation, and document analysis to gain a rich and deep perspective on the research context. The data analysis process is explained using a thematic approach, enabling the identification of patterns and meanings emerging from the collected data. The research results highlight the added value provided by case study methods in the context of qualitative research, offering deep and contextual insights into the studied phenomena. The article's conclusion affirms the success of the holistic approach in embracing the complexity of qualitative research, while research implications contribute to the development of research methodology. Thus, this article serves as a valuable guide for researchers interested in exploring qualitative research through the lens of case studies.Exploring Qualitative Research: A Comprehensive Guide to Case Study Methodology adalah sebuah artikel yang mengulas secara menyeluruh tentang metodologi penelitian kualitatif dengan fokus pada studi kasus. Latar belakang artikel mencerminkan kebutuhan akan panduan yang mendalam dalam menggali pemahaman mendalam terhadap fenomena kompleks. Melibatkan telaah literatur yang komprehensif, artikel ini mengintegrasikan berbagai teori dan pendekatan yang telah membentuk landasan penelitian kualitatif. Metode penelitian yang dijelaskan mencakup pendekatan studi kasus yang holistik, menekankan langkah-langkah penting dalam proses penelitian. Teknik pengumpulan data melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen untuk mendapatkan perspektif yang kaya dan mendalam terhadap konteks penelitian. Proses analisis data dijelaskan dengan menggunakan pendekatan tematik, memungkinkan identifikasi pola dan makna yang muncul dari data yang terkumpul. Hasil penelitian menyoroti nilai tambah yang diberikan oleh metode studi kasus dalam konteks penelitian kualitatif, memberikan wawasan mendalam dan kontekstual terhadap fenomena yang dipelajari. Kesimpulan artikel menegaskan keberhasilan pendekatan holistik dalam merangkul kompleksitas penelitian kualitatif, sementara implikasi penelitian menawarkan kontribusi bagi perkembangan metodologi penelitian. Dengan demikian, artikel ini menjadi panduan yang berharga bagi peneliti yang tertarik untuk menjelajahi penelitian kualitatif melalui lensa studi kasus
MODERASI BERAGAMA DAN PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DI KOTA MAKASSAR
Moderasi beragama dan pendidikan Islam multikultural merupakan dua unsur yang menjadikan perilaku beragama yang proporsional antara implementasi agama pribadi dan pemuliaan terhadap manifestasi beragama orang lain yang berlainan kepercayaan. Menilik banyaknya perilaku diskriminatif, fundamental/radikal, serta fanatisme yang berlaku belakangan ini terutama di domain masyarakat umum, moderasi beragama dan pendidikan Islam multikultural sangat dibutuhkan sebagai resolusi untuk menghasilkan aktivitas keagamaan yang aman, bahagaia, dan minim konflik. Kompleks Griya Minasa Sari Makassar merupakan salah satu Kompleks heterogen di Kota Makassar yang memiliki warga dari berbagai macam suku dan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, penerapan, dan hasil moderasi beragama di Kompleks Griya Minasa Sari Makassar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Metode analisis data meliputi ringkasan data, presentasi data, determinasi atau verifikasi. Pemeriksaan validitas temuan dikerjakan dengan perpanjangan keikutsertaan; tringulasi; pengecekan anggota; diskusi teman sejawat; dan pengecekan mengenai ketercukupan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Konsep moderasi beragama dan pendidikan Islam multikultural di Kompleks Griya Minasa Sari mengarah pada konsep tawassuth, (2) Penerapan moderasi beragama dan pendidikan Islam multikultural di kompleks Griya Minasa Sari adalah dengan cara toleransi antar umat beragama, serta saling bersinergi antara warga dan santri dalam setiap kegiatan sosial yang dilakukan di Kompleks Griya Minasa Sari, (3) Hasil dari moderasi beragama dan pendidikan Islam multikultural yang diterapkan di Kompleks Griya Minasa Sari salah satu diantaranya adalah: Toleransi dan Penghormatan Terhadap Perbedaan, Meningkatkan Kerukunan Sosial, Pembentukan Identitas yang Kuat, Peningkatan Pendidikan dan Pengetahuan, dan Partisipasi Masyarakat yang Aktif.Moderasi beragama dan pendidikan Islam multikultural merupakan dua unsur yang menjadikan perilaku beragama yang proporsional antara implementasi agama pribadi dan pemuliaan terhadap manifestasi beragama orang lain yang berlainan kepercayaan. Menilik banyaknya perilaku diskriminatif, fundamental/radikal, serta fanatisme yang berlaku belakangan ini terutama di domain masyarakat umum, moderasi beragama dan pendidikan Islam multikultural sangat dibutuhkan sebagai resolusi untuk menghasilkan aktivitas keagamaan yang aman, bahagaia, dan minim konflik. Kompleks Griya Minasa Sari Makassar merupakan salah satu Kompleks heterogen di Kota Makassar yang memiliki warga dari berbagai macam suku dan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, penerapan, dan hasil moderasi beragama di Kompleks Griya Minasa Sari Makassar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Metode analisis data meliputi ringkasan data, presentasi data, determinasi atau verifikasi. Pemeriksaan validitas temuan dikerjakan dengan perpanjangan keikutsertaan; tringulasi; pengecekan anggota; diskusi teman sejawat; dan pengecekan mengenai ketercukupan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Konsep moderasi beragama dan pendidikan Islam multikultural di Kompleks Griya Minasa Sari mengarah pada konsep tawassuth, (2) Penerapan moderasi beragama dan pendidikan Islam multikultural di kompleks Griya Minasa Sari adalah dengan cara toleransi antar umat beragama, serta saling bersinergi antara warga dan santri dalam setiap kegiatan sosial yang dilakukan di Kompleks Griya Minasa Sari, (3) Hasil dari moderasi beragama dan pendidikan Islam multikultural yang diterapkan di Kompleks Griya Minasa Sari salah satu diantaranya adalah: Toleransi dan Penghormatan Terhadap Perbedaan, Meningkatkan Kerukunan Sosial, Pembentukan Identitas yang Kuat, Peningkatan Pendidikan dan Pengetahuan, dan Partisipasi Masyarakat yang Aktif
PENGARUH METODE MUHADATSAH TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA
Metode muhadatsah yaitu cara menyajikan bahan pelajaran bahasa Arab melalui percakapan. Percakapan tersebut akan disesuaikan dengan materi yang akan dipelajari pada proses pembelajaran yang akan berlangsung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif exspost facto, pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket yang terdiri dari variabel Pengaruh Metode Muhadatsah dan Variabel Keterampilan Berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode muhadatsah terhadap keterampilan berbicara siswa kelas VII MTs Zainuddin Atsani NW Pringgabaya. Sampelnya adalah siswa kelas VII yang berjumlah 18 siswa. Uji prasyaratan analisis digunakan uji normalitas dan uji linearitas, Sementara untuk uji hipotesis digunakan teknik analisis regresi sederhana.Hasil analisis membuktikan bahwa Metode muhadatsah secara langsung berpengaruh signifikan secara positif terhadap keterampilan berbicara bahasa arab siswa. Berdasarkan nilai t: diketahui nilai Sig. Untuk pengaruh metode muhadatsah (X) terhadap keterampilan berbicara (Y) adalah sebesar 0,000 < 0.05 dan nilai t hitung sebesar 2,790 > t tabel 2.052. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh metode muhadatsah terhadap keterampilan berbicara bahasa ara
Pembentukan Karakter Santri melalui Habituasi Disiplin Kegiatan Pondok di TMI Al-Amien Prenduan Sumenep
Character education is a substantial part of the Islamic education system. Observing a number of recent viral incidents with the fact that the moral decline of the nation's children is caused by one of them many Indonesian schools which only make schools a place for the transfer of knowledge in general or ethics but have not fulfilled the stage of forming ethics and morals. TMI Al-Amien Prenduan is an integrated learning system Islamic boarding school in Sumenep where the process of forming the character of students at TMI Al-Amien is basically directly applied in real life through daily activities. This study aims to determine the efforts and supporting and inhibiting factors in the formation of the character of students through habituation of discipline in Islamic boarding school activities at TMI Al-Amien Prenduan Sumenep. This study uses a descriptive qualitative approach. Collecting data with interviews, observation and documentation. Data analysis performs data condensation, presents data, draws conclusions. The results of the study show that: Efforts in the formation of the character of students through habituation of the discipline of Islamic boarding school activities at TMI Al-Amien Prenduan Sumenep are through the stages: planning, implementation, controlling, evaluating. Supporting and inhibiting factors in the formation of the character of students, namely: Supporting Factors: Internal Factors, namely: Motivation and awareness of the students themselves and the background of the students, External Factors, namely: Ustadz Ustadzah, Active Management, Adequate facilities, and Conducive Environment.
Keywords: Keywords: Character Formation, Habituation, DisciplinPendidikan karakter merupakan bagian subtansial dalam sistem pendidikan Islam. Mengamati sejumlah kejadian yang viral akhir-akhir ini dengan fakta merosotnya moral anak bangsa yang disebabkan salah satunya oleh banyak sekolah Indonesia yang hanya menjadikan sekolah sebagai tempat pemindahan ilmu pengetahuan secara umum ataupun etika namun belum memenuhi dalam tahap pembentukan etika dan moral. TMI Al-Amien Prenduan merupakan pondok pesantren sistem pembelajaran terpadu di Sumenep dimana proses pembentukan karakter santri di TMI Al-Amien pada dasarnya langsung diaplikasikan dalam kehidupan nyata melalui kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya serta faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukan karakter santri melalui habituasi disiplin kegiatan pondok di TMI Al-Amien Prenduan Sumenep. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data melakukan kondensasi data, menyajikan data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Upaya dalam pembentukan karakter santri melalui habituasi disiplin kegiatan pondok di TMI Al-Amien Prenduan Sumenep adalah melalui tahap: perancangan (planning), implementasi (implementation), monitoring (Controlling) dan evaluasi (evaluating). Faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukan karakter santri yaitu: Faktor Pendukung: Faktor Internal, yaitu: Motivasi dan Kesadaran santri sendiri dan latar belakang santri, Faktor Eksternal, yaitu: Ustadz Ustadzah, Keaktifan Pengurus, Fasilitas yang memadai, dan Lingkungan yang Kondusif. Faktor Penghambat yaitu: Masalah Pada Santri dan Pengurus yang kurang semangat atau kelelahan.
Kata Kunci: : Pembentukan Karakter, Habituasi, Disipli
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMBACA AL-QURAN DENGAN TARTIL DI MADRASAH TSANAWIYAH RAUDATUL HIKAM NW BANYU URIP LOMBOK TENGAH
Perubahan paradigma dalam pendidikan pada dasarnya adalah melakukan tindakan yang berbeda berdasarkan pola fikir yang sesuai dengan perkembangan lingkungan. Masalah yang dihadapi sekarang tidak mungkin diselesaikan dengan cara lama yang telah menimbulkan masalah yang yang kita hadapi. Mata pelajaran al-Qur’an merupakan bagian dari mata pelajaran agama Islam di madrasah Thanawiyah yang digunakan untuk mengarahkan pemahaman dan penghayatan siswa terhadap isi kandungan al-Qur’an, yang diharapkan dapat diimplementasikan melalui prilaku yang memancarkan iman taqwa dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mata pelajaran al-Qur’an, guru harus memastikan bahwa siswa-siswinya bisa membaca al-Qur’an dengan baik dan benar. Hal ini sesuai dengan keputusan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama Nomor 128 tahun 1982 dan Nomor 44 tahun 1982 tentang usaha meningkatkan kemampuan membaca tulis al-Qur’an bagi umat Islam dan dalam rangka penghayatan dan pengamalan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Adapun metode atau pendekatan yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah masih banyaknya siswa yang belum lancar membaca al-Quran dengan tartil, dan masih kurangnya strategi yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk dapat membca al-Quran dengan tartil
Modernisasi Pendidikan Islam Menurut Azyumardi Azra (Diskursus Modernisasi di Pondok Pesantren Al-Aqobah Jombang)
Islamic boarding schools are considered as backward and less participatory traditional institutions, but have great potential in terms of mobilizing local resources, potential sources of labor, and sources of political support. With the development of increasingly advanced times, Islamic boarding schools need to modernize holistically institutionally, curriculum and learning methods. For this reason, the author tries to reveal the modernization of Islamic education according to Azyumardi Azra at the Al-Aqobah Islamic boarding school, Jombang. The results of this study found that the institutional modernization of the Islamic education system at the al-Aqobah Islamic boarding school still adheres to the classic pesantren tradition while at the same time innovating with modernity. Thus making the Al-Aqobah Islamic boarding school transform into a hybrid, namely combining salaf (traditional) and khalaf (modern). Modernization of the curriculum at the Al-Aqobah Islamic boarding school has at least fulfilled religious education (tafaqquh fi al-din), madrasah, formal schools, and skills education. Meanwhile, the modernization of learning methods has also used a variety of up-to-date technological devices to support learning objectives and the use of contemporary teaching materials and learning media.Pondok pesantren dianggap sebagai lembaga tradisional yang terbelakang dan kurang partisipatif, namun memiliki potensi besar dalam hal memobilisasi sumber daya lokal, sumber tenaga kerja potensial, dan sumber dukungan politik. Dengan perkembangan zaman yang semakin maju, pondok pesantren perlu memodernisasi secara holistik secara kelembagaan, kurikulum serta metode pembelajaran. Untuk itu penulis berusaha mengungkap modernisasi pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra pada pondok pesantren Al-Aqobah Jombang. Hasil dari penelitian ini mendapati bahwa Modernisasi sistem pendidikan Islam secara kelembagaan pondok pesantren al-Aqobah tetap memegang teguh tradisi pesantren klasik sekaligus berinovasi dengan modernitas. Sehingga menjadikan pondok pesantren Al-Aqobah bertransformasi menjadi hybrid yakni menggabungkan salaf (tradisional) dan khalaf (modern). Modernisasi kurikulum pada pondok pesantren Al-Aqobah setidaknya telah memenuhi pendidikan agama (tafaqquh fi al-din), madrasah, sekolah formal, serta pendidikan keterampilan. Sementara modernisasi pada metode pembelajarannya, juga telah menggunakan berbagai perangkat teknologi yang mutakhir guna mendukung tujuan pembelajaran serta penggunaan bahan ajar dan media pembelajaran yang kontemporer
KETERKUNGKUNGAN INTELEKTUAL ATAU KONTRIBUSI METODOLOGIS PEMBENTUKAN MAZHAB DALAM ISLAM
Artikel ini ditulis untuk mendeskripsikan keterkungkungan intelektual atau kontribusi metodologis dalam pembentukan mazhab. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini ialah kajian literature (library research) yang sumber datanya berasal dari buku, artikel dan sumber literatur lainnya yang terkait dengan topik penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kehidupan umat Islam semakin kompleks sehingga memerlukan solusi terhadapnya. Pada masa Nabi Muhammad SAW masih hidup tidak terlalu mendapatkan kendala dalam menghadapi permasalahan yang ada karena bisa langsung bertanya kepada Nabi Muhammad SAW dan beliau memberikan solusi berdasarkan Al-Qur’an dan hadis. Memasuki masa sepeninggal Rasulullah, persoalan krusial umat Islam muncul satu per satu sehingga dikalangan sahabat berbeda-beda pendapatnya dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Secara kronologis, pada masa setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, para sahabat mulai memunculkan berbagai aliran fiqih hingga pada masa tabi’in, tabi’in tabi’in dan seterusnya. Di sisi lain, apakah mazhab fiqh dimaknai oleh umat Islam sebagai tiruan untuk diikuti sehingga tidak ada ruang untuk berpikir. Inilah yang disebut dengan keterkungkungan intelektual. Disisi lain ada segolongan orang yang langsung memutuskan permasalahan dengan langsung menguti dari al-quran dan hadist serta langsung menkajinya.Artikel ini ditulis untuk mendeskripsikan keterkungkungan intelektual atau kontribusi metodologis dalam pembentukan mazhab. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini ialah kajian literature (library research) yang sumber datanya berasal dari buku, artikel dan sumber literatur lainnya yang terkait dengan topik penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kehidupan umat Islam semakin kompleks sehingga memerlukan solusi terhadapnya. Pada masa Nabi Muhammad SAW masih hidup tidak terlalu mendapatkan kendala dalam menghadapi permasalahan yang ada karena bisa langsung bertanya kepada Nabi Muhammad SAW dan beliau memberikan solusi berdasarkan Al-Qur’an dan hadis. Memasuki masa sepeninggal Rasulullah, persoalan krusial umat Islam muncul satu per satu sehingga dikalangan sahabat berbeda-beda pendapatnya dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Secara kronologis, pada masa setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, para sahabat mulai memunculkan berbagai aliran fiqih hingga pada masa tabi’in, tabi’in tabi’in dan seterusnya. Di sisi lain, apakah mazhab fiqh dimaknai oleh umat Islam sebagai tiruan untuk diikuti sehingga tidak ada ruang untuk berpikir. Inilah yang disebut dengan keterkungkungan intelektual. Disisi lain ada segolongan orang yang langsung memutuskan permasalahan dengan langsung menguti dari al-quran dan hadist serta langsung menkajinya