Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN SISWA MTS. HJ. HANIAH KABUPATEN MAROS
Penelitian ini berjudul Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an Siswa MTs. Hj. Haniah Kabupaten Maros. Untuk Mendeskripsikan dan mengkaji strategi guru, dilakukan penelitian dengan memfokuskan pada masalah Bagaimana Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kemampuan Baca-Tulis al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan dengan jelas strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kemampuan baca tulis al-Qur’an, 2) untuk mengetahui dan mengungkapkan faktor pendukung dan penghambat strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kemampuan baca tulis al-Qur’an, dan 3) untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kemampuan baca tulis al-Qur’an. Penelitian ini berlokasi di MTs. Hj. Haniah Kabupaten Maros. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif, pendekatannya adalah pedagogis, sosiologis, dan psikologis. Sumber data penelitian ini terdiri dari Kepala Madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa sebagai informan. Pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis/pengolahan data menggunakan 3 cara: (1) reduksi data, (2) display data, dan (3) verifikasi data. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa: 1) Strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kemampuan baca tulis al-Qur’an pada MTs. Hj. Haniah Kabupaten Maros berjalan dengan baik, karena mengambil skala prioritas diluar jam reguler. Pembelajaran diawali dengan pendeteksian kemampuan peserta didik, merancang program pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, melaksanakan penilaian hasil belajar, dan mengembangkan potensi peserta didik, 2) Kegiatan baca tulis al-Qur’an sangat optimal, karena adanya dukungan dari berbagai pihak, baik kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, pembina kegiatan ekstrakurikuler, dan peserta didik itu sendiri. Implikasi dari kegiatan tersebut diharapkan: 1) Bagi setiap guru Pendidikan Agama Islam memahami bahwa strategi pembelajaran baca tulis al-Qur’an dapat ditinjau dari berbagai aspek, dapat dikembangkan berdasarkan perkembangan metodologis dunia pendidikan yang semakin variatif. 2) Metode tutor sebaya perlu dikembangkan.Penelitian ini berjudul Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an Siswa MTs. Hj. Haniah Kabupaten Maros. Untuk Mendeskripsikan dan mengkaji strategi guru, dilakukan penelitian dengan memfokuskan pada masalah Bagaimana Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kemampuan Baca-Tulis al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan dengan jelas strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kemampuan baca tulis al-Qur’an, 2) untuk mengetahui dan mengungkapkan faktor pendukung dan penghambat strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kemampuan baca tulis al-Qur’an, dan 3) untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kemampuan baca tulis al-Qur’an. Penelitian ini berlokasi di MTs. Hj. Haniah Kabupaten Maros. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif, pendekatannya adalah pedagogis, sosiologis, dan psikologis. Sumber data penelitian ini terdiri dari Kepala Madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa sebagai informan. Pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis/pengolahan data menggunakan 3 cara: (1) reduksi data, (2) display data, dan (3) verifikasi data. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa: 1) Strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kemampuan baca tulis al-Qur’an pada MTs. Hj. Haniah Kabupaten Maros berjalan dengan baik, karena mengambil skala prioritas diluar jam reguler. Pembelajaran diawali dengan pendeteksian kemampuan peserta didik, merancang program pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, melaksanakan penilaian hasil belajar, dan mengembangkan potensi peserta didik, 2) Kegiatan baca tulis al-Qur’an sangat optimal, karena adanya dukungan dari berbagai pihak, baik kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, pembina kegiatan ekstrakurikuler, dan peserta didik itu sendiri. Implikasi dari kegiatan tersebut diharapkan: 1) Bagi setiap guru Pendidikan Agama Islam memahami bahwa strategi pembelajaran baca tulis al-Qur’an dapat ditinjau dari berbagai aspek, dapat dikembangkan berdasarkan perkembangan metodologis dunia pendidikan yang semakin variatif. 2) Metode tutor sebaya perlu dikembangkan
Pengaruh Disiplin dan Motivasi Kerja Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Lembaga Pendidikan Islam
Currently, there are still many teachers who teach lack motivation, discipline and maximum performance in carrying out their duties. So it has a negative impact on the quality of graduation and the quality of education. This is a big challenge for school principals in their leadership. Therefore this study aims to describe and examine the "Influence of Work Discipline and Work Motivation Applied by Principals in Improving the Quality of Educational Institutions". The methods used in this research study were interviews and library research. The literature review is a study that refers to journals, books, and journals related to research studies designated as the main source. Results and Discussion of this study explain the meaning of work discipline, work motivation, and the influence of work discipline and work motivation applied by the Principal. Applying Work Discipline and Work Motivation is expected to improve the quality of effective educational institutions.
Saat ini, masih banyak dijumpai bahwa guru yang mengajar kurang memiliki motivasi, kedisiplinan dan kinerja yang maksimal dalam menjalankan tugasnya. Sehingga berdampak negatif terhadap kualitas kelulusan dan mutu pendidikan. Hal ini merupakan tantangan besar untuk kepala sekolah dalam kepemimpinannya. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dan menelaah tentang “Pengaruh disiplin Kerja dan Motivasi Kerja yang Diterapkan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Lembaga Pendidikan”. Metode yang digunakan dalam kajian penelitian ini adalah wawancara dan kajian pustaka atau library research. Kajian pustaka adalah kajian yang merujuk pada jurnal, buku, dan jurnal yang berkaitan dengan kajian penelitian yang ditunjuk sebagai sumber utama. Hasil dan Pembahasan penelitian ini menjelaskan pengertian dari disiplin kerja, motivasi kerja, serta pengaruh displin kerja dan motivasi kerja yang diterapkan oleh Kepala Sekolah. Melalui penerapan Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja diharapkan dapat meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang efektif
Penguatan Karakter Gemar Membaca Melalui Cerita Daerah Untuk Meningkatkan Sikap Sosial Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguatan karakter gemar membaca melalui cerita daerah untuk meningkatkan sikap sosial anak di RA Usman Baharun Ba’alawi Bengkel. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment design. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan jumlah populasi. Metode pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan Independent Sample T-Test. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dalam penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa, “Penguatan karakter gemar membaca melalui cerita daerah dapat meningkatkan sikap sosial anak di RA Usman Baharun Ba’alawi Bengkel”. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang dilakukan peneliti berdasarkan dar hasil perbandingan thitung dengan tTabel yaitu pada hasil belajar kognitif diperoleh nilai thitung 7,653 dengan taraf signifikan 5%, yang menyebabkan Ho ditolak
Skema Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Mutu Pendidikan Di SMP Islam Al-Faat Bara Dompu NTB
This research is motivated by the establishment of the Islamic Middle School Al-Faat Bara Dompu NTB in 2021, with the leadership of the first principal. The purpose of this research is to find out how the leadership scheme of the principal of the West Halmahera Insan Cendekia School in realizing school quality. This research is a descriptive qualitative research, with a phenomenological approach that occurs in the field. Collecting data using observation, in-depth interviews and documentation. The data analysis technique used three analysis lines, namely data reduction, data presentation and verification. The results of this study indicate that: The scheme of implementing and evaluating the quality of education at the Al-Faat bara-Dompu Islamic Middle School is carried out in three ways: the first: providing adequate facilities and infrastructure, second: increasing teacher competence and third: developing the potential of students in the field of science and technology and IMTAQ as the school's flagship program. Full support from the central government and local governments for school development is a supporting factor in realizing quality. The results obtained from improving the quality of education are, students of school construction facilities, and achievements obtained from competitions in the field of Science and technology as well as, Al-Faat Sudat Islamic Junior High School recognized and registered with the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia.Penelitian ini dilatar belakangi atas berdirinya SMP Islam Al-Faat Bara Dompu NTB pada tahun 2021, dengan kepemimpinan kepala Sekolah yang pertma, Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Skema kepemimpinan kepala Sekolah Insan Cendekia Halmahera Barat dalam mewujudkan mutu Sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan pendekatan fenomenologi yang terjadi di lapangan. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tiga alur analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan ferifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: Skema pelaksanaan dan evaluasi mutu pendidikan di SMP Islam Al-Faat bara-Dompu dilaksanakan dalam tiga Cara yang pertama: penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, kedua: peningkatan kompetensi guru dan ketiga: mengembangkan potensi siswa di bidang IPTEK dan IMTAQ sebagai program unggulan Sekolah. Dukungan penuh pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk pengembangan Sekolah merupakan faktor pendukung dalam mewujudkan mutu. Hasil yang didapat dari peningkatan mutu pendidikan adalah, meningkatnya pembangunan fasilitas Sekolah, dan prestasi siswa yang diperoleh dari perlombaan di bidang Sains dan teknologi serta, SMP Islam Al-Faat Sudat Di akui dan terdaftar di Kemendikbud RI
Peran Pendidikan Bahasa Arab dalam Pengembangan Wisata Halal di Lombok
The Arabic learning and development of halal tourism in Lombok was developed because of the needs of the rapidly increasing national and global tourism market and as a tangible manifestation of the island's thousand mosques jargon. The seriousness of the NTB Regional Government in preparing halal tourism is evidenced through the ratification of the Regional Regulation of the Province of West Nusa Tenggara Number 2 of 2016 concerning Halal Tourism. This halal travel brand seems to be quite successful, because the statistics of tourist visits to Lombok show an increase. As an area that develops halal tourism, the NTB Regional Government must prioritize Arabic as a language of communication to provide maximum service to foreign tourists who are predominantly Muslim, and communicate in Arabic. This study aims to determine the Arabic language skills of guides on the island of Lombok. The research method used is qualitative with a field research model. The results showed that the ability of Arabic guides on Lombok Island is still very low, and this is due to the lack of training conducted by the NTB Regional Government as a form of support for the development of halal tourism. Therefore, the local government must collaborate with various Education that acclimates Arabic in its education process to improve Arabic language skills for guides, especially boarding schools in West Nusa Tenggara.Pembelajaran Bahasa Arab dan pengembangan wisata halal di Lombok dikembangkan karena kebutuhan pasar pariwisata nasional dan global yang semakin pesat serta sebagai bentuk perwujudan nyata dari jargon pulau seribu masjid. Keseriusan Pemda NTB dalam menggodok wisata halal ini dibuktikan melalui pengesahan Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pariwisata Halal. Brand wisata halal ini sepertinya cukup berhasil, karena statistik kunjungan wisatawan ke Lombok menunjukkan peningkatan. Sebagai daerah yang mengembangkan wisata halal, tentu Pemda NTB harus memprioritaskan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi untuk memberikan pelayanan maksimal terhadap para wisatawan mancanegara yang mayoritas beragama Islam, dan berkomunikasi dengan bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berbahasa Arab pramuwisata yang ada di Pulau Lombok. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan model penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian menunjukan jika kemampuan berbahasa Arab pramuwisata di Pulau Lombok masih sangat rendah, dan hal ini disebabkan karena masih minimnya pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh Pemda NTB sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan wisata halal. Oleh sebab itu,pemerintah daerah harus bekerjasama dengan berbagai Pendidikan yang mengakomudasi Bahasa arab dalam proses pendidikannya untuk meningkatkan kemampuan Bahasa arab bagi para Pramuwisata,terutama pesantren-pesantren di Nusa Tenggara Barat
Kiprah Tuan Guru dalam Mengembangkan Pondok Pesantren di Pulau Lombok
Abstract:
Tuan Guru is a figure who has religious knowledge in spreading Islam on the island of Lombok . Tuan means pilgrimage and guru means a figure where to gain knowledge or a figure who preaches Islam in Lombok . Another definition, Tuan means exalted person, or Tuan means noble. Meanwhile, the teacher is interpreted as a person who gives the teachings of knowledge to other people, or the teacher also means one who is imitated and patronized. Tuan Guru is a title given by the community to someone who has an understanding of Religion who becomes a leader in a Islamic boarding school in Lombok. The existence of Tuan Guru in a pesantren is like the heart of human life. The existence of Tuan Guru is so important, not only as a religious figure, but also as a pioneer, founder, manager, caretaker, leader, and even the owner of a pesantren. The term Tuan Guru which developed among the people of Lombok is synonymous with the term Kyai Haji which developed in Islamic society. He is an Islamic religious figure who is seen as very knowledgeable about Islamic teachings in all aspects.
Abstract:
Tuan Guru adalah tokoh yang memiliki ilmu pengetahuan agama dalam penyebaran Islam di Pulau Lombok. Tuan artinya haji dan guru artinya tokoh tempat menimba Ilmu atau tokoh yang mendakwahkan agama Islam di Lombok. Definisi lain, Tuan berarti orang yang dimuliakan, atau tuan berarti yang mulia. Sedangkan guru dimaknai sebagai orang yang memberikan ajaran ilmu kepada orang lain, atau guru juga berarti yang ditiru dan digurui. Tuan Guru merupakan gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada seseorang yang memiliki pemahaman Ilmu Agama yang menjadi pemimpin dalam sebuah Pondok Pesantren di Lombok. Keberadaan Tuan Guru dalam sebuah pesantren adalah laksana jantung bagi kehidupan manusia. Begitu penting keberadaan Tuan Guru, tidak hanya sebagai tokoh agama, juga sebagai perintis, pendiri, pengelola, pengasuh, pemimpin, dan bahkan juga pemilik sebuah pesantren. Istilah Tuan Guru yang berkembang di kalangan masyarakat Lombok identik dengan sebutan Kyai Haji yang berkembang pada masyarakat Islam. Ia adalah tokoh agama Islam yang dipandang sangat menguasai ajaran agama Islam dalam segala aspek
Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Mubarok Pajo
This research method uses qualitative writing methods. Data collection techniques used in this study, using interviews, observation, and documentation. While the data analysis in this study used a qualitative descriptive technique.
The role of PAI teachers in improving student discipline, (1) As supervisors, Islamic religious education teachers always provide direction and advice to students to always be disciplined and obey the rules, both at school and outside of school. (2) As a motivator, they always encourage their students to be enthusiastic and active in learning and to always be disciplined in obeying the rules that apply at school, the form of encouragement they give is by saying that many of their seniors are successful because they are always disciplined in learning. (3) as an example is a teacher who always teaches students to always be disciplined, PAI teachers come on time, maintain tidiness, train students to dispose of trash in its place.Metode penelitian ini menggunakan metode penulisan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Peran guru PAI dalam meningkatkan kedisiplinan Siswa, (1) Sebagai pembimbing, guru pendidikan agama Islam selalu memberi arahan dan nasehat kepada siswa untuk selalu berdisiplin dan mentaati peraturan, baik di sekolah maupun di luar sekolah.(2) sebagai motivator adalah mereka selalu memberi dorongan anak didiknya agar bergairah dan aktif dalam belajar serta selalu berdisiplin mentaati tatatertib yang berlaku di sekolah, wujud dorongan yang mereka berikan yaitu dengan menceritakan bahwa banyak kakak kelas mereka yang sukses karena mereka selalu disiplin dalam belajar.(3) sebagai teladan adalah guru yang selalu mengajarkan siswa untuk selalu disiplin, guru PAI datang tepat waktu, menjaga penampilan selalu rapi, mempraktekan kepada siswa untuk membuang sampah pada tempatnya
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Era Society 5.0
Tulisan ini dimaksudkan untuk menata pemahaman secara komprehensif dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam sehingga diperoleh kurikulum yang tertata secara terintegrasi antar komponen-komponenya dalam suatu standard operasional yang memadai. Dengan harapan kurikulum mampu membentuk membentuk kepribadian muslim sejati. Metode penulisan menggunakan kajian kepustakaan, kemudian dianalisis secara deskriptif dan argumentatif. Dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam di era Society 5.0, seyogyanya dilakukan secara proporsional dan tidak terjebak dalam karakter maupun model pembelajaran Abad 21 dan konsep merdeka belajar. Pengembangan kurikulum pendidikan Islam tidak serta merta menyambut paradigma dan standar proses pembelajaran Abad 21 yang mutlak membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Keberhasilan pembelajaran pendidikan Islam tidak hanya diukur dari kemampuan berpikir analitis, kritis serta kreatif belaka. Pembelajaran pendidikan Islam membutuhkan kemampuan berpikir secara utuh dan menyeluruh, tanpa mendikotomikan kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan kemampuan berpikir tingkat rendah. Untuk memahami dan mempelajari pokok-pokok ajaran Islam perlu melibatkan kemampuan (berpikir) mengenal, memahami, menghayati, menyakini, untuk kemudian diimani dan diamalkan sebagaimana petunjuk yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits. Dalam membentuk kepribadian muslim sejati mutlak diperlukan kemampuan berpikir dalam ranah yang menurut paradigma berpikir abad ini tergolong ke dalam ranah kemampuan berpikir tingkat rendah atau yang disebut Low Order Thingking Skills (LOTS).This paper is intended to organize a comprehensive understanding in the development of the Islamic education curriculum so that an organized curriculum is obtained in an integrated manner between its components in an adequate operational standard. With the hope that the curriculum is able to form a true Muslim personality. The writing method uses literature review, then is analyzed descriptively and argumentatively. In developing the Islamic education curriculum in the Society 5.0 era, it should be done proportionally and not get stuck in the character or learning model of the 21st Century and the concept of independent learning. The development of an Islamic education curriculum does not necessarily welcome the paradigm and standard of the 21st Century learning process which absolutely requires high-level thinking skills. The success of learning Islamic education is not only measured by the ability to think analytically, critically and creatively. Learning Islamic education requires the ability to think as a whole and thoroughly, without dichotomizing high-level thinking skills with low-level thinking skills. In order to understand and learn the main points of Islamic teachings, it is necessary to involve the ability (to think) to know, understand, live, believe, to then believe in and practice according to instructions originating from the Al-Qur'an and Hadits. In forming a true Muslim personality, it is absolutely necessary to have the ability to think in a realm which, according to the paradigm of thinking in this century, belongs to the realm of low-order thinking skills or what is called Low Order Thinking Skills (LOTS)
Komunikasi Spiritual Pada Program Kepedulian Sosial Pemuda Dusun Montong Praje Barat Desa Pengenjek di Bulan Ramadhan 1444 H
Abstract:
This research basically seeks to explore spiritual communication in the social care of youth in the village of Kenjek in the month of Ramadan 1444 H. In addition, this research also seeks to provide an overview of what social care activities are and an overview of the forms of spiritual communication carried out by youth Pengjek village in the month of Ramadan. The results of research using descriptive qualitative research methods with net nographic methods show that; the social care activities for the youth of West Montong Praje Hamlet, Kenjek Village, are the first; compensation for orphans scattered in West Montong Praje Hamlet, Kenjek Village. Second; Distribution of groceries to the elderly. As for the form of spiritual communication that is implemented in these social care activities, the first is; greetings and greetings. Second; gratitude. Third; Islamic motivational sayings. And fourth; soften the tone when calling.
Abstract:
Penelitian ini pada dasarnya berusaha untuk menggali tentang komunikasi spiritual pada kepedulian sosial pemuda desa Pengenjek di bulan Ramadhan 1444 H. Selain itu, penelitian ini juga berusaha untuk memberikan gambaran tentang apa saja kegiatan kepedulian sosial serta gambaran tentang bentuk-bentuk komunikasi spiritual yang dilakukan oleh pemuda desa Pengenjek di bulan Ramadhan. Hasil penelitian yang menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif Bersama metode net nografi menunjukkan bahwa; kegiatan kepedulian sosial pemuda Dusun Montong Praje Barat Desa Pengenjek adalah pertama; santunan anak yatim yang tersebar di Dusun Montong Praje Barat Desa Pengenjek. Kedua; Pembagian sembako kepada orang tua jompo. Sedangkan untuk bentuk komunikasi spiritual yang diimplementasikan pada kegiatan kepedulian sosial tersebut adalah pertama; ucapan salam dan sapa. Kedua; ucapan syukur. Ketiga; ucapan motivasi islam. Dan keempat; melembutkan nada ketika memanggil.
 
Peran Mahasiswa dalam Menanamkan Nilai-Nilai Moderasi Beragama di Lingkungan Kampus
Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang masyarakatnya memiliki beraneka ragam budaya meliputi perbedaan budaya, agama, ras, bahasa, suku, tradisi, dan lain-lain. Sehingga menyikapi hal ini diperlukan toleransi dalam memahami semua perbedaan yang ada. Oleh karena itu, moderasi beragama sangat tepat digunakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama pada kalangan mahasiswa. Moderasi beragama merupakan jalan tengah dalam menghadapi perbedaan baik kelompok ekstrim maupun fundamental. Peran mahasiswa dengan keilmuan yang dimiliki, diharapkan dapat menjunjung tinggi nilai toleransi serta sebagai pelopor untuk mengedukasi masyarakat terkait moderasi beragama. Mahasiswa sangat diperlukan untuk mensosialisasikan dan mengembangkan moderasi beragama masyarakat guna mewujudkan kerukunan dan kedamaian. Untuk mewujudkan moderasi beragama dapat dilakukan dengan saling merangkul dan mengedepankan nilai-nilai toleransi antar umat beragama.
Moderasi beragama merupakan kunci terpeliharanya toleransi dan kerukunan, baik tingkat lokal, nasional maupun global. Menolak ekstremisme dan liberalisme dalam beragama adalah kunci keseimbangan, demi terpeliharanya peradaban dan terciptanya perdamaian. Dengan cara inilah masing-masing umat beragama dapat saling menghormati, menerima perbedaan, serta hidup bersama dalam damai dan harmoni. Penelitian ini dilakukan karena penyebaran paham-paham ekstrem, liberal, serta intoleran tidak hanya mengarah pada masyarakat umum saja, melainkan kalangan pelajar serta mahasiswa juga menjadi sasaran empuk dalam penyebarannya. Dikarenakan mahasiswa yang berusia relatif muda yang masih dalam tahap mencari jati diri, dan rendahnya pengetahuan keagamaan mahasiswa sehingga mudah terpengaruh terhadap paham-paham tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil analisis peneliti maka diperoleh kesimpulan bahwa upaya yang dilakukan dalam membentuk sikap moderasi beragama mahasiswa di kampus yakni dengan cara memberikan pendalaman pengetahuan agama, selektif terhadap tenaga pengajar, dan akomodatif terhadap budaya lokal. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara serta observasi peneliti terkait kegiatan-kegiatan yang dilakukan