Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster SASAMBO
Not a member yet
912 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA MASYARAKAT PERBATASAN RI-MALAYSIA DI DESA SUNGAI LIMAU KECAMATAN SEBATIK TENGAH KABUPATEN NUNUKAN
Moderasi merupakan sebuah sikap untuk memberikan jarak terhadap kekerasan atau keeskstriman prilaku seseorang, juga menggunakan sikap pertengahan dalam menyikapi berbagai persoalan yang berlebihan, dengan kata lain moderasi beragama merupakan cara pandang atau perilaku untuk selalu memposisikan diri di tengah-tengah dan bertindak adil serta berimbang. Moderasi beragama adalah bagian dari strategi bangsa ini dalam merawat Indonesia sebagai bangsa yang sangat beragam. Sejak awal para pendiri bangsa sudah berhasil mewariskan satu bentuk kesepakatan dalam berbangsa dan bernegara, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang telah nyata berhasil menyatukan semua kelompok agama, etnis, bahasa, dan budaya. Penelitian ini, bertujuan untuk mengungkap permasalahan yang telah dirumuskan yaitu: Apakah moderasi beragama benar telah diterapkan di Desa Sungai Limau, lalu Bagaimana Implementasi Nilai-nilai Moderasi Beragama di Desa Sungai Limau? Bagaimana Strategi Implementasi Nilai-nilai Moderasi Beragama di Desa Sungai Limau? dan Bagaimana Dampak Implementasi Nilai-nilai Moderasi di Desa Sungai Limau? Upaya mendapatkan Jawaban alamiah dari pertanyaan penelitian, maka digunakan metode penelitian jenis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, tehnik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi serta penentuan sumber data melalui purposive sampling dan snowball sampling, sedangkan analisis data menggunakan model fenomenologis yang dikembangkan oleh Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi Nilai-nilai Moderasi Beragama di Desa Sungai Limau tampak terlihat pada praktek seperti; a) Komitmen kebangsaan, b) toleransi, c) anti kekerasan, d) akomodatif terhadap budaya lokal. 2) Strategi Implementasi Nilai-nilai Moderasi Beragama di Desa Sungai Limau, dilakukan melalui tiga tahapan dan delapan kegiatan pembelajaran yaitu: a) Peran Aktif Pemerintah Desa Sungai Limau. b) Dibentuknya Om Joko (Orang Muda Berjoko). c) Dukungan dari Lembaga dan Stakholder terkait, diantaranya; (1) Kementeriana Agama, melalui Penyuluh agama Non PNS memberikan edukasi dan sosialisasi terkait pentingnya menjaga kebersamaan. (2) Kampung Sadar Kerukunan Umat Beragama, dalam upaya tetap dapat menjaga keharmonisan dalam beragama khususnya sebagai wilayah beranda depan NKRI. (3) Lembaga Pendidikan di Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah, terdapat dua sumber daya keagamaan lokal yang cukup aktif dalam meningkatkan nilai-nilai moderasi masyarakat, khususnya generasi muda. Pertama adalah Yayasan Ar-Rasyid, dari Agama Islam dan kedua adalah LKSA Protagente dari Umat Katholik. 3) Dampak Implementasi Nilai-nilai Moderasi di Desa Sungai Limau, meliputi; a) Hindari Perpecahan b) Menjalin Persahabatan juga Merangkul Perbedaan. c) Memperkuat Keyakinan. d) Maju di setiap Bidang dalam kehidupan. e) Kehidupan Yang DamaiModerasi merupakan sebuah sikap untuk memberikan jarak terhadap kekerasan atau keeskstriman prilaku seseorang, juga menggunakan sikap pertengahan dalam menyikapi berbagai persoalan yang berlebihan, dengan kata lain moderasi beragama merupakan cara pandang atau perilaku untuk selalu memposisikan diri di tengah-tengah dan bertindak adil serta berimbang. Moderasi beragama adalah bagian dari strategi bangsa ini dalam merawat Indonesia sebagai bangsa yang sangat beragam. Sejak awal para pendiri bangsa sudah berhasil mewariskan satu bentuk kesepakatan dalam berbangsa dan bernegara, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang telah nyata berhasil menyatukan semua kelompok agama, etnis, bahasa, dan budaya. Penelitian ini, bertujuan untuk mengungkap permasalahan yang telah dirumuskan yaitu: Apakah moderasi beragama benar telah diterapkan di Desa Sungai Limau, lalu Bagaimana Implementasi Nilai-nilai Moderasi Beragama di Desa Sungai Limau? Bagaimana Strategi Implementasi Nilai-nilai Moderasi Beragama di Desa Sungai Limau? dan Bagaimana Dampak Implementasi Nilai-nilai Moderasi di Desa Sungai Limau? Upaya mendapatkan Jawaban alamiah dari pertanyaan penelitian, maka digunakan metode penelitian jenis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, tehnik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi serta penentuan sumber data melalui purposive sampling dan snowball sampling, sedangkan analisis data menggunakan model fenomenologis yang dikembangkan oleh Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi Nilai-nilai Moderasi Beragama di Desa Sungai Limau tampak terlihat pada praktek seperti; a) Komitmen kebangsaan, b) toleransi, c) anti kekerasan, d) akomodatif terhadap budaya lokal. 2) Strategi Implementasi Nilai-nilai Moderasi Beragama di Desa Sungai Limau, dilakukan melalui tiga tahapan dan delapan kegiatan pembelajaran yaitu: a) Peran Aktif Pemerintah Desa Sungai Limau. b) Dibentuknya Om Joko (Orang Muda Berjoko). c) Dukungan dari Lembaga dan Stakholder terkait, diantaranya; (1) Kementeriana Agama, melalui Penyuluh agama Non PNS memberikan edukasi dan sosialisasi terkait pentingnya menjaga kebersamaan. (2) Kampung Sadar Kerukunan Umat Beragama, dalam upaya tetap dapat menjaga keharmonisan dalam beragama khususnya sebagai wilayah beranda depan NKRI. (3) Lembaga Pendidikan di Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah, terdapat dua sumber daya keagamaan lokal yang cukup aktif dalam meningkatkan nilai-nilai moderasi masyarakat, khususnya generasi muda. Pertama adalah Yayasan Ar-Rasyid, dari Agama Islam dan kedua adalah LKSA Protagente dari Umat Katholik. 3) Dampak Implementasi Nilai-nilai Moderasi di Desa Sungai Limau, meliputi; a) Hindari Perpecahan b) Menjalin Persahabatan juga Merangkul Perbedaan. c) Memperkuat Keyakinan. d) Maju di setiap Bidang dalam kehidupan. e) Kehidupan Yang Dama
Konsep Pendidikan Islam Pondok Pesantren di Indonesia
Islamic boarding schools are Islamic educational and broadcasting institutions characterized by kiyai or what we often call "Ustadz" as the central figure, with a modern dormitory system occupied by the students, halls, special rooms and mosques as the focal point of their activities such as reciting books that are not have rows and so on. Islamic boarding schools in general in Indonesia in their development have various kinds of typologies, namely salafiyah, khalafiyah, and Islamic boarding schools that combine the two models and systems of Islamic boarding schools in accordance with the curriculum in Islamic boarding schools. The curriculum at khalfiyah or modern Islamic boarding schools which in general have switched to the madrasa system uses the curriculum used by the government, in this case the Ministry of Religion and the Ministry of Education and Culture. Meanwhile, the curriculum in salafiyah or traditional pesantren refers to the funun of the yellow books and the completeness of the books they study every day. Basically, Islamic boarding schools have a very important role in fighting for and completing the era of independence, especially in the lines of Islamic education in today's modern masses.Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan dan penyiaran Islam yang bercirikan kiyai atau yang sering kita dengan dengan sebutan “Ustadz” yang sebagai sentral figurnya, bersistem asrama modern yang ditempati oleh para santrinya, aula, ruangan khusus dan masjid sebagai titik pusat kegaiatannya seperti mengaji kitab yang tidak mempunyai baris (kitab kuning) dan lain-lain. Pondok pesantren secara umum di indonesia dalam berkembangannya memiliki berbagai macam tipologi, yaitu pondok pesantren salafiyah, khalafiyah, dan pondok pesantren yang mengombinasikan antara kedua model dan sistem pondok pesantren yang sesuai dengan kurikulum di pondok pesantren. Kurikulum pada pesantren khalfiyah atau modern yang pada umumnya telah beralih pada sistem madrasah menggunakan kurikulum yang digunakan oleh pemerintah, dalam hal ini kemenag dan kemendikbud. Sementara kurikulum pada pesantren salafiyah atau tradisional mengacu pada funun kitab-kitab kuning dan ketuntasan kitab yang dipelajarinya setiap hari. Pada dasarnya Pesantren memiliki peranan yang sangat penting dalam memperjuangkan dan mengsisi era kemerdekaan terkhusus pada lini-lini kependidikan Islam dimassa modern saat ini
Relevansi Konsep Pendidikan Islam TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di Era Kontemporer
This research aims to examine the relevance of the educational concept of TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid in the contemporary era through the qualitative research approach of library research. The Islamic educational concept passed down by TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid is a product of deep contemplative thought that integrates religious values with the advancements of time. The contemporary era is characterized by rapid social, technological, and informational dynamics, thus necessitating an evaluation of the relevance of the Islamic educational concept. This study employs a library research approach to collect, analyze, and synthesize literature related to the Islamic educational concept of TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. The collected data is analyzed descriptively and interpretively to identify the elements of the Islamic educational concept and its implications in the contemporary era. The research findings indicate that the Islamic educational concept of TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid holds strong relevance in the contemporary era. This concept emphasizes deep understanding of religious teachings, the establishment of noble ethics, self-development, community empowerment, and the strengthening of faith and piety. This relevance is reflected in the concept's ability to respond to challenges and opportunities emerging in the context of globalization, pluralism, and technology. The Islamic educational concept of TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid also encourages the formation of resilient and tolerant character traits, as well as the ability to adapt to the changing times. This research affirms the significant relevance of the Islamic educational concept inherited from TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid in the contemporary era. This concept can serve as a guide for educational institutions and Muslim communities in facing various challenges and dynamics of the modern age. It is hoped that this research contributes to enriching the discourse on Islamic education amidst the complexity of current global developments.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi konsep pendidikan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di era kontemporer melalui pendekatan penelitian kualitatif jenis library research. Konsep pendidikan Islam yang diwariskan oleh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid merupakan hasil pemikiran perenungan mendalam yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan perkembangan zaman. Era kontemporer ditandai oleh dinamika sosial, teknologi, dan informasi yang cepat, sehingga relevansi konsep pendidikan Islam perlu dievaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan mengumpulkan, menganalisis, dan menyintesis literatur-literatur terkait konsep pendidikan Islam dari TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif dan interpretatif untuk mengidentifikasi elemen-elemen konsep pendidikan Islam serta implikasinya di era kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Islam TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid memiliki relevansi yang kuat dengan era kontemporer. Konsep pendidikan Islam tersebut mengedepankan pemahaman yang mendalam terhadap ajaran agama, pemantapan akhlak mulia, pengembangan potensi diri, pemberdayaan masyarakat dan memperkokoh iman takwa. Relevansi ini tercermin dalam kemampuan konsep tersebut untuk merespon tantangan dan peluang yang muncul dalam konteks globalisasi, pluralisme, dan teknologi. Konsep pendidikan Islam TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid juga mendorong pembentukan karakter yang kokoh dan toleran serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Penelitian ini menegaskan bahwa konsep pendidikan Islam yang diwariskan oleh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid memiliki relevansi yang signifikan di era kontemporer. Konsep ini dapat menjadi panduan bagi institusi pendidikan dan masyarakat Muslim dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika zaman modern. Diharapkan penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya wacana pendidikan Islam di tengah kompleksitas perkembangan global saat ini
Rethinking Konsep Poligami: Menggagas Teologi Sosial dalam Konteks Hukum Keluarga Islam dan Pendidikan Islam
This research aims to reconsider the concept of polygamy in Islam, with a focus on the development of social theology within the context of Islamic family law and Islamic education. In traditional perspectives, polygamy is often narrowly interpreted, without considering the potential social, economic, and educational impacts. In an effort to redefine the concept of polygamy, this research analyzes various written works and views of prominent scholars in Islam. The research attempts to embrace a broader and more holistic perspective on polygamy, involving social theology as a key analytical tool. This approach allows us to examine the social implications of polygamous practices, including issues such as gender equality, women's rights, and their influence on the education of children within polygamous families. The research method employed is qualitative library research. The results of this study will provide fresh insights into how polygamy can be understood within the context of Islamic family law and Islamic education, while highlighting the importance of considering the social aspects associated with this practice. This research is expected to provide a stronger foundation for discussions about polygamy in modern Muslim society and promote a deeper understanding of its implications within the social and educational context.Penelitian ini bertujuan untuk merenungkan ulang konsep poligami dalam Islam dengan fokus pada pengembangan teologi sosial dalam konteks hukum keluarga Islam dan pendidikan Islam. Dalam pandangan tradisional, poligami seringkali diinterpretasikan secara sempit, tanpa mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, dan pendidikan yang mungkin timbul. Dalam upaya untuk memahami ulang konsep poligami, penelitian ini menganalisis sejumlah karya tulis dan pandangan ulama terkemuka dalam Islam. Penelitian ini mencoba merangkul perspektif yang lebih luas dan holistik terhadap poligami, dengan melibatkan teologi sosial sebagai alat analisis kunci. Pendekatan ini memungkinkan kita untuk memeriksa dampak sosial dari praktik poligami, termasuk masalah seperti kesetaraan gender, hak-hak perempuan, dan pengaruhnya pada pendidikan anak-anak dalam keluarga poligami. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif jenis libarary research. Hasil penelitian ini akan memberikan wawasan baru tentang bagaimana poligami dapat dipahami dalam konteks hukum keluarga Islam dan pendidikan Islam, sambil menyoroti pentingnya mempertimbangkan aspek-aspek sosial yang berkaitan dengan praktik ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar yang lebih kuat dalam perdebatan mengenai poligami dalam masyarakat Muslim modern dan mempromosikan pemahaman yang lebih mendalam tentang implikasinya dalam konteks sosial dan pendidikan
FORMULASI DAN IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEGI TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN (STUDI KASUS MA MAMBAUL ‘ULUM SUMENEP MADURA)
Penelitian ini dilatarbelakangi sehubungan dengan peningkatan kualitas pendidikan dalam satuan lembaga pendidikan. Demikian disebabkan proses manajemen strategi secara kuantitas diiringi kekuatan pengelolaan yang maksimal sehingga lembaga berkembang dan meningkat. Namun sebaliknya, masih ada lembaga pendidikan yang mengalami kegagalan disebabkan sistem pengelolaan manajemennya yang kurang optimal. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui alasan peningkatan mutu pendidikan di MA Yayasan Mambaul ‘Ulum, proses manajemen strategi yang dilakukan, serta problematika yang dihadapi dan solusi mengatasi. Hasil penelitian di MA Yayasan Mambaul ‘Ulum menunjukkan, bahwa: Pertama, alasan ditingkatkannya mutu pendidikan, yaitu: (1) mengimbangi perkembangan globalisasi, sehingga Madrasah terus memperbarui informasi; (2) memiliki kemampuan tinggi merubah diri, dari aspek pendidikan maupun daya pikir; (3) memiliki daya saing menghadapi tantangan globalisasi sehingga bimbingan terus diarahkan; dan, (4) mampu bersaing dengan cara sehat, letak Madrasah diapit beberapa satuan lembaga yang pendidikannya setara. Kedua, manajemen strategi difokuskan dalam implementasi yang diproses melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) pengamatan lingkungan eksternal dan internal; (2) formulasi/perumusan strategi melalui perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan; (3) implementasi strategi yang diproses dalam pembelajaran muatan lokal yang diunggulkan: BHTQ, Bulughul Maram, dan TIK; serta, (4) evaluasi dan monitoring strategi, evaluasi kurikulum dan sumberdaya. Ketiga, aspek problematika yang dihadapi Madrasah saat ini, yaitu: (1) Tenaga Pendidik, sebagian guru mengabaikan tugas dan tanggung jawab; (2) integrasi program kegiatan pendidikan yang sebagian masih personal, seperti program pembelajaran BHTQ (baca hafal tulis al-qur’an); dan, (3) belajar siswa, tingkat belajar yang menurun disebabkan faktor globalisasi dan dunia teknologi yang semakin canggi
Implementasi Pembelajaran Diferensiasi di Madrasah Ibtidaiyah Raudatut Taufiq
Diferensiasi pembelajaran merupakan program lama di dunia pendidikan di indonesia namun penerapanya masih sangat baru sehingga masih sedikit sekolah yang menerapkannya. Madrasah Ibtidaiyah Raudhatut Taufiq Jl. Parit Jaya Sui Raya Kubu Raya yang sudah dalam satu tahun ini sudah menjalan sistem pembelajaran berdiferensiasi. Akan tetapi dalam implementasinya, masih ditemukan beberapa problem. Penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada guru kelas di kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah Raudhatut Taufiq Jl.Parit Jaya Sui Raya Kubu Raya dan apa saja factor yang menjadi penghambat dalam penerapnya. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian ini, diperoleh hasil bahwa langkah-langkah dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi di Madrasah Ibtidaiyah Raudhatut Taufiq ditempuh melalui pemetaan, perencanaan, dan evaluasi. Peran kepala Madrasah Ibtidaiyah Raudhatut Taufiq juga sudah cukup baik yang ditandai dengan kerjasama dengan para orang tua, komite, dan Kementerian Agama, dukungan sumber belajar, dan penyediaan sarana dan prasarana. Hal utama yang menjadi penghambat pembelajaran berdiferensiasi di Madarsah Ibtidaiyah Raudhatut Taufiq ialah kemampuan guru yang masih minim dalam memahami pembelajaran berdiferensiasi mengingat mereka masih kurang pengalaman
PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KELUARGA TERHADAP SIKAP BERAGAMA SISWA
Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey dan merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa dan orang tua siswa. Adapun teknik yang digunakan adalah teknik penarikan sampel secara Porposive Sampling yakni sampel diambil secara langsung yaitu kelas I, II, III yang berjumlah 134 siswa dan sampel pada siswa dikhususkan kepada proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam sehingga langsung kepada guru yang mengajar Pendidikan Agama Islam. Selanjutnya data yang dikumpulkan di lapangan diolah dengan analisis deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa, pengaruh pendidikan agama islam dalam keluarga terhadap sikap beragama siswa di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ulul Albab Sudiang, Makassar adanya kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru Pendidikan Agama Islam dan keluarga, siswa dapat belajar dengan efektif dan suasana yang kondusif, bersikap baik terhadap guru Pendidikan Agama Islam dan orang tua, siswa mampu menerima pelajaran dengan baik sehingga siswa bisa menambah pengetahuannya terkhusus dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang berpengaruh terhadap akhlak dan tingkah laku siswa di dalam keluargaJenis penelitian ini merupakan penelitian survey dan merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa dan orang tua siswa. Adapun teknik yang digunakan adalah teknik penarikan sampel secara Porposive Sampling yakni sampel diambil secara langsung yaitu kelas I, II, III yang berjumlah 134 siswa dan sampel pada siswa dikhususkan kepada proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam sehingga langsung kepada guru yang mengajar Pendidikan Agama Islam. Selanjutnya data yang dikumpulkan di lapangan diolah dengan analisis deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa, pengaruh pendidikan agama islam dalam keluarga terhadap sikap beragama siswa di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ulul Albab Sudiang, Makassar adanya kompetensi kepribadian yang dimiliki oleh guru Pendidikan Agama Islam dan keluarga, siswa dapat belajar dengan efektif dan suasana yang kondusif, bersikap baik terhadap guru Pendidikan Agama Islam dan orang tua, siswa mampu menerima pelajaran dengan baik sehingga siswa bisa menambah pengetahuannya terkhusus dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang berpengaruh terhadap akhlak dan tingkah laku siswa di dalam keluarg
Pencegahan Sibling Rivalry melalui Penanaman Pendidikan Islam dalam Keluarga di Dusun Karang Dalem Desa Pademawu Barat Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan
Abstract
The development of a child both physically and psychologically from childhood to adulthood cannot be separated from the influence of the family environment both from how a child behaves, acts, and how to solve a problem. Parents play an important role in the development process of a child because the character of a child is formed from how parents educate them. Social jealousy between siblings when a child thinks that if parents treat older siblings and younger siblings differently, this happens because only the child's feelings are like that, but parents have been fair to their children, or is it really a parent's mistake in behaving so that they think this does not have a significant impact on the psychology of a child, In this case the researcher aims to reveal some of the facts that occurred in the field against the assumptions that have been explained. Research using a qualitative case study type method is an appropriate choice according to the researcher so as to produce research results that are in accordance with the research focus where the results of this study explain that it is necessary for parents to provide an understanding of Islamic education fundamentally to prevent Sibling Rivalry, so that it makes children feel aware that between siblings they must be able to forgive each other, yield, help each other and be kind to each other and must maintain the relationship between siblings, and there are also several other parental strategies.
Keywords: Sibling Rivalry, Family, Islamic EduacationPerkembangan seorang anak baik dari segi fisik maupun psikis sedari kecil sampai tumbuh menjadi dewasa tidak lepas dari pengaruh lingkungan keluarga baik dari bagaimana seorang anak itu bersikap, bertindak, dan bagaimana dalam memecahkan sebuah masalah. Orang tua menjadi peran penting dalam proses perkembangan seorang anak karna karakter seorang anak terbentuk dari bagaimana orang tua dalam mendidiknya. Kecemburuan sosial antar saudara ketika seorang anak menganganggap jika orang tua memperlakukan kakak dan adik berbeda hal tersebut terjadi dikarenakan hanya perasaan anak saja yang demikian akan tetapi orang tua sudah bersikap adil kepada anak-anaknya, atau memang kesalahan orang tua dalam bersikap sehingga menganggap hal tersebut tidak mempunyai dampak yang signifikan terhadap psikis seorang anak, Dalam hal ini peneliti bertujuan akan mengungkap beberapa fakta yang terjadi dilapangan terhadap asumsi-asumsi yang sudah dijelaskan. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus merupakan sebuah pilihan yang pas menurut peneliti sehingga menghasilkan hasil penelitian yang sesuai dengan fokus penelitian yang dimana hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwasanya perlu kiranya orang tua memberikan pemahaman tentang pendidikan Islam secara mendasar untuk mecegah terjadinya Sibling Rivalry, sehingga membuat anak merasa sadar jika antar saudara harus bisa saling memaafkan, mengalah, tolong menolong dan saling bersikap baik serta harus menjaga tali silaturrahmi antar saudara, dan juga terdapat beberapa strategi orang tua lainnya
Efektivitas Kitab Kuning dalam Meningkatkan Kemampuan Dakwah Alumni Pondok Pesantren Al-Islahuddiny Kediri Lombok Barat
Abstract:
The approach that the researchers used in this study was qualitative research, because this research has different characteristics from other research approaches. In this study there are several substance problems which are very normative in nature, so the benchmarks used must be able to represent all research processes so that results can be found as found in this study, namely; regarding the description of Al-Islahuddiny Kediri Islamic Boarding School; the effectiveness of the yellow book to improve the da'wah abilities of alumni, methods and strategies for reciting the yellow book on text comprehension in alumni cadre as preacher candidates at the Al-Ishlahuddiny Kediri Islamic Boarding School ; the obstacles in reciting the yellow book and the solutions that include; 1. Internal Obstacles for Pondok Managers, namely; a. management attention that is not optimal, b. inadequate facilities and infrastructure, c. the minimum quantity and loyalty of teaching staff; 2. Alumni Internal Constraints; a. lack of interest in alumni studying yellow books, b. difficulties in memorizing mufradat (Arabic vocabulary), c. some alumni used to be transfer students from other schools; 3. Solution, namely; a. Advise alumni to memorize Arabic mufradat more, so that alumni will be assisted in understanding or reading the yellow book, b. Muthola'ah and Mudzakarah, and c. Encourage alumni to expand their association.
Abstract
Pendekatan yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, karena penelitian ini memiliki karaktristik yang berbeda dengan pendekatan penelitian yang lainnya. Pada penelitian ini terdapat beberapa subtansi permasalahan yang sifatnya sangat normatif, sehingga tolak ukur yang dipakai harus mampu mewakili semua proses penelitian sehingga dapat menemukan hasil sebagaimana hasil yang ditemukan pada penelitian ini, yakni; mengenai gambaran Pondok Pesantren Al-Islahuddiny Kediri; efektivitas kitab kuning untuk meningkatkan kemampuan dakwah alumni, metode dan strategi pengajian kitab kuning terhadap pemahaman teks dalam kaderisasi alumni sebagai calon da’i di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri; kendala-kendala dalam pengajian kitab kuning serta solusi pemecahan yang diantaranya; 1. Kendala Internal Pengelola Pondok, yakni; a. perhatian pengelola yang belum optimal, b. sarana dan prasarana yang kurang memadai, c. minimnya kuantitas dan loyalitas tenga pengajar; 2. Kendala Internal Alumni; a. kurangnya minat alumni belajar kitab kuning, b. kesulitan dalam menghafal mufradat (kosa kata bahasa arab), c. beberapa alumni dulunya adalah santri pindahan dari sekolah lain; 3. Solusi, yakni; a. Menganjurkan alumni untuk memperbanyak hafalan mufradat bahasa arab, agar alumni akan terbantu dalam memahami atau membaca kitab kuning, b. Muthola’ah dan Mudzakarah, dan c. Menganjurkan alumni untuk memperluas pergaulan.
 
KEDUDUKAN DAN FUNGSI DEWAN PENGAWAS SYARIAH DALAM INTERNAL AUDITOR BANK SYARIAH
The history of banking regulation and supervision in Indonesia cannot be separated from the desire to develop national banking as well as to tackle the accompanying banking crimes. Bank supervision through audits of state banks is carried out in layers by the financial and development supervisory board (BPKP), the financial audit body (BPK), public accounting offices including by the Indonesian bank itself, the sharia supervisory board for Islamic banks.Sejarah pengaturan dan pengawasan perbankan di Indonesia tidak terlepas dari adanya keinginan untuk mengembangkan perbankan nasional sekaligus untuk menanggulangi kejahatan perbankan yang menyertainya. Pengawasan bank melalui audit terhadap bank pemerintah dilakukan berlapis-lapis oleh badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP), badan pemeriksa keuangan (BPK), kantor akuntan publik termasuk oleh bank Indonesia sendiri, dewan pengawas syariah untuk bank Isla