1,721,050 research outputs found
Peningkatan Hasil Belajar Sejarah melalui Pendekatan Kooperatif Teknik Jigsaw Siswa Kelas XII
Berdasarkan data yang diperoleh sebelumnya diadakan tindakan sampai dengan tindakan siklus I, II, dan III , dapat disimpulkan bahwa Penerapan Pendekatan Kooperatif Teknik Jigsaw Dapat Meningkatkan hasil belajar Sejarah siswa kelas XII Di SMA Negeri 1 Kesamben Kab.Blitar ?. Sebagai gambaran untuk memperjelas keberhasilan PTK ini dapat kita lihat data dan grafik perbandingan antara kemampuan siswa sebelum tindakan dan sesudah tindakan .Dari hasil penelitian mulai dari kegiatan Pra Tindakan sampai dengan Kegiatan Tindakan Siklus I, II, dan III dapat disimpulkan sebagai berikut (1) Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kooperatif Teknik Jigsaw dapat meningkatkan Hasil Belajar Siswa siswa dalam: kerja kelompok dan kerja kelompok jigsaw (2) Dengan mengoptimalkan pengajaran dengan pendekatan koopoeratif Teknik Jigsaw, mampu meningkatkan hasil belajar Sejarah siswa kelas XII Di SMA Negeri 1 Kesamben Kab.Blitar. (3) Penggunaan teknik Jigsaw dalam pembelajaran Sejarah, ternyata dapat meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa terhadap materi Sejarah. Dari hasil pelaksanaan siklus III dapat disimpulkan melalui refleksi sebagai berikut: (1) Model pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kooperatif teknik Jigsaw sangat penting dalam penciptaan keaktifan siswa dalam pembelajaran Sejarah . (2) Perpaduan ceramah diskusi, demonstrasi, dan pemecahan masalah cukup efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa yang akhirnya berdampak positif dalam meningkatan hasil belajar siswa
Pengaruh Limbah Padi dan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Bibit Tembakau Virginia (Nicotiana tabacum L.)
The experiment entitled the effect of using composisition rice residues and animal manure for media utilization on growth seedling of Virginia tobacco (Nicotiana tabacum L.) in seedbad was conducted to determine the approriate kind of rice residues and animal manure for seedbad for Virginia tobacco. The experiment was conducted at Pakis, Delanggu. The factorial experiment was arranged in the Complete Randomized Design with 12 combinations of treatment. The first factor was kinds of rice residues consisted : rice Straw, rice chaff, and rice bran. The second factor was kinds of animal manure consisted of manure of cow, manure of goat, and manure of chicken. The results of experiment showed that combination of rice straw and manure of chicken is the best treatment for seedling the Tobacco Virginia
Seni diplomasi Indonesia
Buku ini menyajikan rangkaian cerita mengenai seni diplomasi yang dilakukan oleh tokoh Indonesia terhadap negara-negara luar dan tokoh terkenal lainnya dan bagaimana Indonesia menghadapi konflik-konflik yang terjadi di negara lain dengan ilustrasi para tokoh yang menarik untuk pembaca khalayak umu
Keragaan Vegetatif Dan Generatif Beberapa Varietas Tanaman Padi ( Oryza Sativa L. ) Terhadap Cekaman Kekeringan Pada Fase Pertumbuhan Yang Berbeda
The research was conducted to study the effects of drought stress conditions on the performance of vegetative and generative of various rice varieties on the different growth stages. The research was performed at field trial of Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University of Yogyakarta, Kasihan Bantul, from March to June 2010. The research was designed using a factorial experiment that arranged in Completely Randomized Design 4 x 5 with three replications. The first factor was the varieties of rice i.e. IR 64, Menthik, Cisadane and Dodokan. The second factor was the period of drought stress at the difference plant stage, i.e at the vegetative period, booting period, heading period, grain filling period, and without drought stress or control.The results showed that Cisadane varieties had a higher tolerance to the drought stress than to all varieties. Moreover, the plant treated on drought stress at vegetative period had lower grain number per hill than the other drought stress period.</p
ANALISIS KUAT TEKAN DAN TARIK BETON DENGAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT KASAR
Beton merupakan batuan yang dibuat dari campuran semen, air dan agregat, baik agregat halus (pasir) maupun agregat kasar (kerikil). Selain itu, terkadang dalam campuran beton juga diberi bahan tambah yang sangat bervariasi mulai dari bahan kimia tambahan, serat sampai bahan buangan non kimia pada perbandingan tertentu. Campuran tersebut apabila dituang ke dalam cetakan kemudian dibiarkan akan mengeras seperti batuan. Pengerasan tersebut terjadi karena peristiwa reaksi kimia antara air dan semen sebagai perekat dengan agregat sebagai bahan pengisi, sehingga butiran-butiran agregat saling terekat dengan kuat dan terbentuklah masa yang kuat. Dari pengujian yang telah dilakukan pada silinder beton umur 28 hari, dengan menggunakan bahan tambah limbah pecahan beton sebesar 15% pada fas
0,45, mengalami kuat tekan sebesar 26,030 MPa dan kuat tarik belah beton sebesar 4,003 MPa. Maka penggunaan limbah pecahan beton 15% dari berat agregat kasar yang dibutuhkan, merupakan persentase yang optimal, baik untuk tinjauan kuat tekan maupun kuat tarik belah beton. Bila ditinjau dari beton normal, beton dengan penggantian limbah pecahan beton yang optimal sebesar 15% pada fas 0,45 umur 28 hari mengalami penambahan kuat tekan sebesar 3,603 %, sedangkan untuk kuat tarik belah beton umur 28 hari mengalami penambahan sebesar 0,354 %. Dengan pengganti limbah pecahan beton akan mengurangi workability. Setelah bahan tambah berupa limbah pecahan beton dicampurkan kedalam campuran beton, kelecakan adukan beton cenderung mengalami
penurunan seiring dengan bertambahnya persentase limbah pecahan beton. Pada pemeriksaan berat jenis beton menunjukkan berat jenis beton naik turun mengikuti pertambahan jumlah persentase limbah pecahan beton
Industry-Based Economic Education Curriculum 4.0 In Vocational High Schools
Industry 4.0-based economic education in Vocational High Schools (SMK) aims to produce graduates who have skills that are in accordance with the demands of the job market. This journal article discusses the curriculum for Industry 4.0-based economic education in SMK, theoretical studies of Industry 4.0 and its influence on economic education, as well as the stages of curriculum implementation, obstacles in implementation, and solutions to overcome them. This article uses a descriptive method of analysis by collecting data from various sources and conducting qualitative analysis of the data. The results showed that the Industry 4.0-based economic education curriculum can provide excellence in preparing SMK students to become a workforce that is ready to face the challenges of Industry 4.0. However, there are obstacles in curriculum implementation, such as limited resources and lack of teacher knowledge in using technology. Solutions to overcome these obstacles include increasing resources, providing training to teachers, and optimizing the use of technology in learning. Therefore, the development of an Industry 4.0-based economic education curriculum in SMK needs to continue to be carried out by taking into account the challenges and needs of the job market
SEJARAH LOKAL: MENGENAL YANG DEKAT, MEMPERLUAS WAWASAN
Abstrak: Sejarah lokal sebagai salah satu tema sejarah menarik baik dalam proses penelitian maupun pembelajaran di level pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi. Demikian pula penelitian sejarah lokal dalam tataran akademis hingga pemenuhan kebutuhan praktis hingga sejarah populer, membutuhkan keseriusan dan pendalaman dari kita semua untuk mengemas dan mengembangkannya secara profesional. Hal ini akan berimbas pada suatu pengharapan bahwa masyarakat bukan hanya menjadi penonton dan penikmat masa lampau tetapi juga potensi untuk menjadi pelaku sejarah di masa kini dan masa depan. Penulisan sejarah lokal seyogyanya dibuat lebih komunikatif. Tujuannya agar kisah tersebut juga dapat dipahami oleh masyarakat luas, termasuk masyarakat di daerah tersebut.Kata-kata kunci: sejarah lokal, pelaku sejarah, penulisan sejarahAbstract: Local history as a theme of history is interesting for the process of research and teaching in any levels. The study of local history from academic and popular level needs our seriousness and depth to package and to develop professionally. This will affect to a hope that society are not only the audience and past target but also the potential to be the historical actor at present and future. The writing of local history should be more communicative. This aims that the story could be understood easily by the mass society, including the locals.Keywords: local history, historical actor, writing of historyDOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v11i22017p16
Opini Masyarakat Tehadap Pelaksanaan Program Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) dalam Pemberdayaan Masyarakat Kurang Mampu (Studi di Desa Langkat Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui opini masyarakat desa langkat
terhadap pelaksanaan program Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP)
dalam pemberdayaan masyarakat kurang mampu dan faktor apa saja yang
mempengaruhi opini masyarakat terhadap pelaksanaan program usaha ekonomi desa simpan pinjam dalam pemberdayaan masyarakat kurang mampu. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif, untuk memperoleh data penelitian dengan wawancara sebanyak 11 orang informan, 6 masyarakat pemanfaat program UED-SP, 2 tokoh masyarakat, 2 orang masyarakat kurang mampu penerima bantuan UED-SP, dan 1 orang ketua UED-SP. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa pekerjaan responden yang paling dominan adalah sebagai petani baik dari responden yang lancar maupun tidak lancar dalam pengembalian dana pinjaman program Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Langkat Makmur, maka dari itu dianggap bahwa para petani lebih berminat terhadap program usaha ekonomi desa simpan pinjam (UED-SP) untuk meningkatkan hasil pertanian mereka. Karena mereka yang terlibat dalam pengelolaan dana, maka mereka juga sangat menentukan keberhasilan program. Sementara mayoritas dana program UED-SP digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan diluar modal usaha yang menyebabkan terjadinya keterlambatan pengembalian modal karna tidak adanya pemasukan. Sedangkan bimbingan dari petugas kepada masyarakat penerima
manfaat program Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) masih kurang
dalam tatacara pengelolalaan dana yang baik dan benar sehingga mampu
meningkatkan perekonomian masyarakat sebagai tujuan dari dibentuknya
program tersebut.
Kata Kunci : Opini, Pelaksanaan Program, Pemberdayaan, UED-SP
Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Konduktor dan Isolator Metode Discovery Learning Siswa Kelas VI SDN Cemani 03 Tahun Pelajaran 2018/2019
Latar belakang dari penelitian tindakan kelas ini adalah hasil belajar siswa sangat memprihatinkan karena dari 37 siswa kelas VI hanya 23 siswa yang mencapai tingkat penguasaan materi 62% keatas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah pembelajaran dengan menggunakan discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi kondutor dan isolator siswa kelas VI SDN Cemani 03 Kabupaten Sukoharjo Semester 2 tahun pelajaran 2018/2019. Waktu penelitian selama 5 bulan mulai bulan Januari 2019 sampai Mei 2019. Kegiatan tersebut dibagi dalam tahapan yaitu tahap ijin penelitian, tahap pelaksanaan dan tahap penyusunan laporan hasil penelitian. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VI Sekolah SDN Cemani 03 Kabupaten Sukoharjo Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019 yangberjumlah 37 siswa Objek penelitian ini adalah proses pembelajaran untuk meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Konduktor dan Isolator pada siswa kelas VI SDN Cemani 03 Kabupaten Sukoharjo melalui penggunaan metode pembelajaran discovery learning. Penelitian Tindakan Kelas ini, menggunakan tiga pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Melalui pembelajaran discovery learning di duga dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa materi konduktor dan isolator siswa kelas VI SDN Cemani 03 Kabupaten Sukoharjo semester 2 tahun pelajaran 2018/2019” terbukti kebenarannya” Peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa, yaitu dari 68 pada kondisi awal meningkat menjadi 79 pada Siklus I dan meningkat kembali menjadi 85 pada siklus II. Sedangkan peningkatan ketuntasan belajar siswa dari 62% pada kondisi awal meningkat menjadi 81% pada siklus I dan meningkat menjadi 100% pada siklus II.Kata Kata Kunci: discovery learning, hasil belajar, I
- …
