Jurnal Pendidikan (JP) : Riset dan Konseptual (Universitas Nahdlatul Ulama Blitar)
Not a member yet
    677 research outputs found

    Pengembangan Media Google Site Dalam Meningkatkan Berfikir Spasial Pada Mata Pelajaran Geografi Materi Desa Kota Di MA Roudlotul Hikmah Gresik

    No full text
    Kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada materi Interaksi Desa Kota masih rendah akibat pembelajaran konvensional yang kurang memanfaatkan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengukur kelayakan, efektivitas, dan respons siswa terhadap modul ajar geografi berbasis Google Site. Metode Research and Development (R&D) model ADDIE diterapkan pada 76 siswa kelas XII SMAN Model Terpadu Bojonegoro yang terbagi dalam kelas eksperimen (n=38) dan kontrol (n=38). Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket berpikir kritis Facione, soal pre-test dan post-test, serta angket respons. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, paired sample t-test, independent sample t-test, dan N-gain score. Hasil menunjukkan modul sangat layak (validasi ahli media 86,66%, ahli materi 90,11%), efektif meningkatkan berpikir kritis (rata-rata kelas eksperimen 81,70% vs kontrol 56,58%), efektif meningkatkan hasil belajar (N-gain 0,5362 kategori sedang, p<0,05), dan mendapat respons sangat positif (90,07%). Modul ajar berbasis Google Site layak, efektif, dan praktis sebagai media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar geografi materi Interaksi Desa Kota.Kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada materi Interaksi Desa Kota masih rendah akibat pembelajaran konvensional yang kurang memanfaatkan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengukur kelayakan, efektivitas, dan respons siswa terhadap modul ajar geografi berbasis Google Site. Metode Research and Development (R&D) model ADDIE diterapkan pada 76 siswa kelas XII SMAN Model Terpadu Bojonegoro yang terbagi dalam kelas eksperimen (n=38) dan kontrol (n=38). Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket berpikir kritis Facione, soal pre-test dan post-test, serta angket respons. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, paired sample t-test, independent sample t-test, dan N-gain score. Hasil menunjukkan modul sangat layak (validasi ahli media 86,66%, ahli materi 90,11%), efektif meningkatkan berpikir kritis (rata-rata kelas eksperimen 81,70% vs kontrol 56,58%), efektif meningkatkan hasil belajar (N-gain 0,5362 kategori sedang, p<0,05), dan mendapat respons sangat positif (90,07%). Modul ajar berbasis Google Site layak, efektif, dan praktis sebagai media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar geografi materi Interaksi Desa Kota

    Pengembangan Instrumen Pengukuran Kemampuan Membaca Huruf Arab Berharakat Program Sekolah Plus Ngaji di Sekolah Dasar Negeri

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen Program Sekolah Plus Ngaji yang digunakan untuk mengukur kemampuan membaca huruf Arab berharakat pada peserta didik sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 1 Banturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, selama tiga minggu. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang meliputi lima tahap: analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas tiga ahli (ahli isi, ahli evaluasi, dan guru BTQ) serta 20 peserta didik kelas II dan III. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket kepraktisan guru, dan hasil asesmen peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen Program Sekolah Plus Ngaji memiliki tingkat validitas sangat tinggi (rata-rata skor 3,80), kepraktisan sangat tinggi (rata-rata skor 3,78), dan keterterapan baik dengan 85% peserta didik mencapai nilai di atas KKM. Hasil ini menunjukkan bahwa model ADDIE efektif digunakan dalam mengembangkan instrumen asesmen keagamaan yang kontekstual, terukur, dan aplikatif di lingkungan sekolah dasar negeri

    AI dalam Kelas PAI SD: Tantangan Humanisme dan Akhlak Guru

    Full text link
    Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan dasar telah menghadirkan potensi signifikan dalam proses pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar. Integrasi AI juga menimbulkan permasalahan utama seperti dehumanisasi pembelajaran, krisis peran guru sebagai teladan dan pendamping karakter, dan tantangan dalam mempertahankan nilai-akhlak dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penggunaan AI dalam pembelajaran PAI di tingkat SD mempengaruhi aspek humanisme dan akhlak guru, serta dampaknya terhadap pendidikan karakter. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) dan pendekatan kualitatif melalui studi kasus reflektif terhadap literatur terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun AI dapat meningkatkan personalisasi dan efisiensi pembelajaran, penggunaan teknologi tanpa penguatan nilai dan peran guru dapat menyebabkan interaksi bersifat mekanistik, menurunkan pengalaman empatik, dan melemahkan pembentukan akhlak peserta didik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa agar AI benar-benar mendukung pendidikan PAI, diperlukan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan nilai-humanisme yang dijalankan oleh guru sebagai figur moral dan pembimbing karakte

    Peningkatan Kecerdasan Spasial melalui SBL Berbantuan Google Sites

    Full text link
    Pengembangan kecerdasan spasial sangat krusial di era kini untuk menghadapi tantangan global dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Namun, observasi menunjukkan pengembangan literasi spasial peserta didik SMP, khususnya dalam geografi, masih terkendala kurangnya kemampuan mengaitkan informasi geografis dan minimnya inovasi pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Spatial Based Learning (SBL) berbantuan Google Sites sebagai solusi inovatif, serta dampaknya terhadap kecerdasan spasial peserta didik pada materi Potensi Indonesia Menjadi Negara Maju. Menggunakan Quasi Experimental Design dengan Nonequivalent Control Group Design, 64 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Baureno terlibat. Instrumen telah divalidasi, dan data dianalisis dengan uji prasyarat dan uji hipotesis (Independent Sample T-Test, Paired Sample T-Test, Uji N-Gain). Hasil menunjukkan SBL berbantuan Google Sites terlaksana efektif, meningkatkan aktivitas dan motivasi siswa. Terjadi peningkatan signifikan (p<0,05) pada kecerdasan spasial kelas eksperimen (N-gain sedang), jauh lebih tinggi dari kelas kontrol (rendah). Ini mengindikasikan efektivitas SBL berbantuan Google Sites dalam meningkatkan kemampuan spasial sesuai tujuan pembelajaran geografi abad ke-21.Pengembangan kecerdasan spasial sangat krusial di era kini untuk menghadapi tantangan global dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Namun, observasi menunjukkan pengembangan literasi spasial peserta didik SMP, khususnya dalam geografi, masih terkendala kurangnya kemampuan mengaitkan informasi geografis dan minimnya inovasi pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Spatial Based Learning (SBL) berbantuan Google Sites sebagai solusi inovatif, serta dampaknya terhadap kecerdasan spasial peserta didik pada materi Potensi Indonesia Menjadi Negara Maju. Menggunakan Quasi Experimental Design dengan Nonequivalent Control Group Design, 64 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Baureno terlibat. Instrumen telah divalidasi, dan data dianalisis dengan uji prasyarat dan uji hipotesis (Independent Sample T-Test, Paired Sample T-Test, Uji N-Gain). Hasil menunjukkan SBL berbantuan Google Sites terlaksana efektif, meningkatkan aktivitas dan motivasi siswa. Terjadi peningkatan signifikan (p<0,05) pada kecerdasan spasial kelas eksperimen (N-gain sedang), jauh lebih tinggi dari kelas kontrol (rendah). Ini mengindikasikan efektivitas SBL berbantuan Google Sites dalam meningkatkan kemampuan spasial sesuai tujuan pembelajaran geografi abad ke-21

    Kecerdasan dalam Proses Pembelajaran

    Full text link
    Kecerdasan adalah hal yang sangat penting dalam menentukan kesuksesan siswa dalam belajar. Kecerdasan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berpikir logis dan menyelesaikan masalah, tetapi juga mencakup berbagai aspek seperti emosi, sosial, gerakan, musik, dan spiritual. Hal ini membentuk kepribadian siswa secara utuh. Artikel ini menjelaskan secara lengkap arti kecerdasan, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya, klasifikasi kecerdasan intelektual (IQ), serta berbagai jenis kecerdasan menurut teori multiple intelligence yang dikemukakan oleh Howard Gardner. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menggali berbagai sumber dari psikologi pendidikan dan psikologi perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kecerdasan siswa dipengaruhi oleh faktor-faktor dalam diri seperti keturunan, kondisi fisik, dan semangat belajar, serta faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, pendidikan, budaya, dan pengalaman belajar. Meski IQ masih menjadi acuan utama dalam melihat kemampuan berpikir, keberhasilan belajar juga sangat dipengaruhi oleh berbagai bentuk kecerdasan yang tidak hanya berkaitan dengan pemikiran. Teori multiple intelligence menyatakan bahwa setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda dan unik, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang beragam. Guru memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi siswa melalui cara belajar yang aktif, kreatif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa

    Teknik Public Speaking Untuk Mengatasi Kecemasan: Studi Kasus Pada Siswa SMP Di Blitar: Studi kasus di SMP Blitar

    No full text
    Public speaking anxiety is a common barrier experienced by students, including those at the junior high school level. This study explores practical techniques to help students overcome anxiety in public speaking. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through in-depth interviews with six 9th-grade students in Blitar Regency who had participated in various public speaking competitions. The findings revealed that the main challenges faced by students included fear of making mistakes, limited vocabulary, and low self-confidence. Students employed several strategies to cope with these issues, such as mental preparation, breathing exercises, consuming candy, and selecting comfortable attire. These techniques boosted students’ confidence and reduced their anxiety during public speaking activities. The study offers practical insights for educators in supporting students’ public speaking development through simple yet effective strategies. Keyword: public speaking, anxiety, junior high school students, coping strategiesKecemasan berbicara di depan umum merupakan hambatan umum yang dialami oleh siswa, termasuk mereka yang berada di tingkat sekolah menengah pertama. Penelitian ini mengeksplorasi teknik praktis untuk membantu siswa mengatasi kecemasan dalam berbicara di depan umum. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan enam siswa kelas 9 di Kabupaten Blitar yang telah mengikuti berbagai kompetisi berbicara di depan umum. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi oleh siswa meliputi rasa takut membuat kesalahan, keterbatasan kosakata, dan kepercayaan diri yang rendah. Siswa menggunakan beberapa strategi untuk mengatasi masalah ini, seperti persiapan mental, latihan pernapasan, mengonsumsi permen, dan memilih pakaian yang nyaman. Teknik-teknik ini meningkatkan kepercayaan diri siswa dan mengurangi kecemasan mereka selama kegiatan berbicara di depan umum. Penelitian ini menawarkan wawasan praktis bagi para pendidik dalam mendukung pengembangan berbicara di depan umum siswa melalui strategi yang sederhana namun efektif.Kata kunci: berbicara di depan umum, kecemasan, siswa sekolah menengah pertama, strategi mengatas

    Hubungan Materi Pelestarian Lingkungan dalam Pelajaran Geografi dan Pola Hidup Komunitas Lokal dengan Sikap Peduli Lingkungan (Eco-Consciousness) Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat

    Full text link
    Sikap peduli lingkungan siswa di SMA Progresif Bumi Shalawat sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekolah yang sudah baik dan mendukung pembelajaran mengenai lingkungan. Meskipun materi pelajaran geografi berperan penting dalam membentuk sikap peduli lingkungan, faktor lain, baik dari dalam diri siswa maupun dari lingkungan sekolah, juga turut memengaruhi perilaku tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan 153 siswa sebagai sampel dari total 250 siswa, dianalisis menggunakan regresi berganda melalui SPSS. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara tidak terstruktur, serta didukung oleh data sekunder dari berbagai sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan siswa sangat dipengaruhi oleh pembelajaran geografi dan budaya sekolah yang mendukung lingkungan, bukan hanya oleh materi pelajaran saja, dengan koefisien determinasi sebesar 79,1%, sedangkan 20,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Kesimpulannya, pembelajaran di kelas perlu didukung oleh lingkungan sekolah yang kondusif dan budaya sekolah yang mendukung kesadaran ekologis agar siswa benar-benar peduli terhadap lingkunganSikap peduli lingkungan siswa di SMA Progresif Bumi Shalawat sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekolah yang sudah baik dan mendukung pembelajaran mengenai lingkungan. Meskipun materi pelajaran geografi berperan penting dalam membentuk sikap peduli lingkungan, faktor lain, baik dari dalam diri siswa maupun dari lingkungan sekolah, juga turut memengaruhi perilaku tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan 153 siswa sebagai sampel dari total 250 siswa, dianalisis menggunakan regresi berganda melalui SPSS. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara tidak terstruktur, serta didukung oleh data sekunder dari berbagai sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan siswa sangat dipengaruhi oleh pembelajaran geografi dan budaya sekolah yang mendukung lingkungan, bukan hanya oleh materi pelajaran saja, dengan koefisien determinasi sebesar 79,1%, sedangkan 20,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Kesimpulannya, pembelajaran di kelas perlu didukung oleh lingkungan sekolah yang kondusif dan budaya sekolah yang mendukung kesadaran ekologis agar siswa benar-benar peduli terhadap lingkungan

    Nilai Budaya Suku Paser dalam Cerita Rakyat Pinangan Andi Mappanyuki dan Peperangan di Sadurengas

    Full text link
    Penelitian ini menggali dua cerita rakyat dari Kalimantan Timur, yakni Pinangan Andi Mappanyuki dan Peperangan di Sadurengas, dengan pendekatan antropologi sastra berdasarkan tujuh aspek yaitu peralatan hidup manusia, mata pencaharian hidup, sistem kemasyarakatan, sistem kebahasaan, sistem pengetahuan dan sistem religi, dan kesenian. Dari hasil analisis, dua cerita tersebut bukan hanya sekedar cerita rakyat Paser namun mencerminkan kehidupan budaya suku Paser di wilayah Paser serta cara bugis penekki memberikan warna dalam cerita rakyat suku paser. Nilai budaya yang terdapat dalam cerita tersebut yaitu alat kehidupan, mulai dari penggunaan alat musik, alat transportasi, senjata untuk berperang, dan barang sehari-hari sebagai simbol identitas dan alat praktis. Pada aspek mata pencaharian, terdapat perdagangan dan habib dalam cerita dimana habib untuk menyembuhkan seseorang sebagai pengganti dokter. Sistem masyarakat yang  menunjukkan hierarki sosial dengan raja dan pangeran, dan peran gender yang dominan laki-laki, serta gotong royong. Bahasa penuh kata sapaan formal seperti Tuanku, Baginda. terdapat gambaran itu pengetahuan mengenai strategi perang, agama yang berkaitan dengan leluhur menjadikan pandangan yang dianut oleh masyarakat setempat. Selain itu terdapat kesenian yaitu alat musik dan pakaian adat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui buku cerita rakyat paser berau dan menganalisis melalui teks cerita tersebut.Penelitian ini menggali dua cerita rakyat dari Kalimantan Timur, yakni Pinangan Andi Mappanyuki dan Peperangan di Sadurengas, dengan pendekatan antropologi sastra berdasarkan tujuh aspek yaitu peralatan hidup manusia, mata pencaharian hidup, sistem kemasyarakatan, sistem kebahasaan, sistem pengetahuan dan sistem religi, dan kesenian. Dari hasil analisis, dua cerita tersebut bukan hanya sekedar cerita rakyat Paser namun mencerminkan kehidupan budaya suku Paser di wilayah Paser serta cara bugis penekki memberikan warna dalam cerita rakyat suku paser. Nilai budaya yang terdapat dalam cerita tersebut yaitu alat kehidupan, mulai dari penggunaan alat musik, alat transportasi, senjata untuk berperang, dan barang sehari-hari sebagai simbol identitas dan alat praktis. Pada aspek mata pencaharian, terdapat perdagangan dan habib dalam cerita dimana habib untuk menyembuhkan seseorang sebagai pengganti dokter. Sistem masyarakat yang  menunjukkan hierarki sosial dengan raja dan pangeran, dan peran gender yang dominan laki-laki, serta gotong royong. Bahasa penuh kata sapaan formal seperti Tuanku, Baginda. terdapat gambaran itu pengetahuan mengenai strategi perang, agama yang berkaitan dengan leluhur menjadikan pandangan yang dianut oleh masyarakat setempat. Selain itu terdapat kesenian yaitu alat musik dan pakaian adat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui buku cerita rakyat paser berau dan menganalisis melalui teks cerita tersebut.

    Eksplorasi Tanah Liat dan Budaya Lokal Sebagai Media Pembelajaran Kreatif Dengan Pendekatan Saintifik

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana kegiatan eksplorasi tanah liat yang dikaitkan dengan nilai-nilai budaya lokal dapat mengembangkan kreativitas anak usia dini melalui penerapan pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan di TK Pertiwi Mayangsari Bendosewu 02, Kabupaten Blitar. Peneliti hadir secara langsung sebagai instrumen utama untuk melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi secara sistematis. Analisis data dilakukan melalui tahapan Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan eksplorasi tanah liat yang dipadukan dengan budaya lokal mampu menstimulasi kreativitas anak secara menyeluruh, meliputi aspek kognitif, motorik halus, imajinasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Anak menjadi lebih berani bereksperimen, mengenal bentuk-bentuk baru, serta mampu menghubungkan pengalaman budaya di lingkungan sekitar ke dalam karya yang mereka buat. Eksplorasi tanah liat berbasis budaya lokal terbukti efektif sebagai sarana pengembangan kreativitas anak usia dini dalam konteks pembelajaran saintifik.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana kegiatan eksplorasi tanah liat yang dikaitkan dengan nilai-nilai budaya lokal dapat mengembangkan kreativitas anak usia dini melalui penerapan pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan di TK Pertiwi Mayangsari Bendosewu 02, Kabupaten Blitar. Peneliti hadir secara langsung sebagai instrumen utama untuk melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi secara sistematis. Analisis data dilakukan melalui tahapan Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan eksplorasi tanah liat yang dipadukan dengan budaya lokal mampu menstimulasi kreativitas anak secara menyeluruh, meliputi aspek kognitif, motorik halus, imajinasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Anak menjadi lebih berani bereksperimen, mengenal bentuk-bentuk baru, serta mampu menghubungkan pengalaman budaya di lingkungan sekitar ke dalam karya yang mereka buat. Eksplorasi tanah liat berbasis budaya lokal terbukti efektif sebagai sarana pengembangan kreativitas anak usia dini dalam konteks pembelajaran saintifik. &nbsp

    Penanaman Nilai Islam terhadap Prestasi Belajar Siswa dari Keluarga Bercerai pada SMP Islam Ibnu Mas’ud

    Full text link
    Anak-anak dari orang tua yang bercerai seringkali mengalami dampak psikologis dan sosial yang parah, seperti penurunan prestasi akademik. Untuk mengurangi dampak buruk perceraian terhadap prestasi akademik siswa kelas VIII di SMP Islam Ibnu Mas'ud, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui inisiatif internalisasi nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap anak-anak yang pernah bercerai dan pasangannya, guru PAI, dan wali kelas digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dapat memperoleh sikap positif terhadap lingkungan sosial dan akademik, mempertahankan motivasi belajar, dan memperkuat ketahanan diri mereka dengan menginternalisasi nilai-nilai Islam termasuk kesabaran, kepercayaan, rasa syukur, dan kejujuran. Guru dan pengelola sekolah menggunakan pendekatan individual, pembinaan rohani, dan pembelajaran PAI untuk melaksanakan internalisasi. Oleh karena itu, mengasimilasi prinsip-prinsip Islam telah terbukti menjadi strategi pencegahan dan perbaikan yang berhasil terhadap penurunan prestasi akademis yang disebabkan oleh perceraian orang tua.Salah satu masalah sosial yang mungkin berdampak pada kesehatan mental dan prestasi akademik siswa adalah perceraian orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dampak nilai-nilai Islam terhadap prestasi akademik anak-anak dari rumah tangga yang bercerai di SMP Islam Ibnu Mas'ud. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus dan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data meliputi pencatatan, wawancara, dan observasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mengajarkan nilai-nilai Islam seperti moralitas, kesabaran, tanggung jawab, dan religiusitas dapat meningkatkan semangat belajar, sikap positif, dan kestabilan emosi siswa. Telah terbukti bahwa menanamkan keyakinan Islam meningkatkan prestasi akademik siswa

    558

    full texts

    677

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan (JP) : Riset dan Konseptual (Universitas Nahdlatul Ulama Blitar)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇