Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENERIMAAN MAHASISWA TERHADAP SISTEM REPOSITORI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER MENGGUNAKAN METODE UTAUT
Analisis tingkat penerimaan mahasiswa terhadap sistem Repositori Universitas Muhammadiyah Jember dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Evaluasi difokuskan pada empat konstruk utama, yaitu Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, dan Facilitating Conditions yang berperan sebagai prediktor terhadap perilaku penggunaan sistem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 363 mahasiswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa Performance Expectancy, Effort Expectancy, dan Social Influence berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku penggunaan repositori, sedangkan Facilitating Conditions tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Di antara seluruh konstruk, Effort Expectancy menjadi faktor yang paling dominan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,413. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat penerimaan mahasiswa terhadap sistem repositori sangat dipengaruhi oleh kemudahan dalam memahami dan mengoperasikan sistem. Sistem dengan alur penggunaan yang sederhana dan tampilan yang mudah dipahami cenderung meningkatkan minat mahasiswa untuk memanfaatkan repositori secara optimal
PENGARUH ORIENTASI PASAR, ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DAN KEMAMPUAN PEMASARAN TERHADAP KINERJA BISNIS UMKM DI KECAMATAN BALUNG
UMKM merupakan pilar utama perekonomian Indonesia, termasuk di Kecamatan
Balung, Kabupaten Jember, yang mengalami pertumbuhan jumlah unit usaha dan adopsi
teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir. Namun demikian, peningkatan kuantitas
usaha dan digitalisasi belum sepenuhnya diiringi oleh peningkatan kinerja bisnis yang optimal.
Banyak pelaku UMKM di Balung masih menghadapi kendala dalam memahami pasar,
menunjukkan sikap kewirausahaan yang adaptif, serta mengelola usaha secara efektif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh orientasi pasar, orientasi kewirausahaan,
dan kemampuan pemasaran terhadap kinerja bisnis UMKM di Kecamatan Balung. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah
seluruh pelaku UMKM di Kecamatan Balung, dengan jumlah populasi 7.304 unit, sedangkan
sampel yang diambil sebanyak 100 responden dengan teknik purposive sampling. Data
dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa orientasi pasar dan orientasi kewirausahaan berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis UMKM, sedangkan kemampuan pemasaran
berpengaruh positif namun tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan
bahwa kemampuan memahami kebutuhan pasar, bersikap inovatif, proaktif, dan berani
mengambil risiko lebih menentukan dalam meningkatkan kinerja bisnis dibandingkan
kemampuan teknis usaha semata. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penguatan
strategi berbasis pasar dan kewirausahaan di kalangan UMKM melalui program pembinaan,
pelatihan, dan fasilitasi akses informasi pasar, inovasi, dan manajemen usaha yang lebih
komprehensif. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi rujukan untuk pengembangan
kebijakan dan penelitian lebih lanjut tentang kinerja UMKM dalam konteks lokal.
Kata kunci: Orientasi Pasar, Orientasi Kewirausahaan, Kemampuan pemasaran, Kinerja
Bisnis
Representasi Pesan Moral Keluarga Dalam Film "How To Make Millions Before Grandma Dies" (Analisis Semiotika Roland Barthes)
Kata Kunci: Film, Pesan Moral, Semiotika, Keluarga. Film merupakan karya seni yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berfungsi sebagai media informasi, hiburan, dan edukasi bagi masyarakat. Selain itu, film berperan penting dalam menyebarkan nilai-nilai budaya yang dapat memengaruhi cara pandang penontonnya. Di dalam film sering kali terkandung pesan moral yang tersirat melalui alur cerita dan karakter tokohnya. Untuk menggali makna tersebut, penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan analisis teori semiotika Roland Barthes dengan objek kajian penelitian ini adalah film ”HOW TO MAKE MILLIONS BEFORE GRANDMA DIES” yang mengangkat tema konflik dalam hubungan keluarga. Keluarga sebagai unit sosial terkecil kerap menjadi ruang yang kompleks karena di dalamnya terdapat ekspektasi dan harapan antaranggota yang sering kali tidak disadari. Hal ini menjadikan hubungan keluarga tidak hanya berisi kebahagiaan, tetapi juga dinamika dan pertentangan. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa film ini memuat berbagai pesan moral tentang nilai kekeluargaan, seperti kasih sayang, tanggung jawab, dan pengorbanan. Melalui kisahnya yang menyentuh, film ini memberikan refleksi bagi penontonnya bahwa konflik dalam keluarga merupakan bagian alami dari hubungan manusia yang justru dapat memperdalam makna kebersamaan dan memperkuat ikatan emosional antaranggota keluarga
PENERAPAN TEPID SPONGE PADA PASIEN ANAK KEJANG DEMAN DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HIPERTERMI DI UGD PUSKESMAS KALIWATES JEMBER
Penyakit kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal diatas 38°C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium, Menurut (Kemenkes RI, 2017) Pasien kejang demam di Indonesia terdapat 5 (6,5%). Studi kasus ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami mengenai asuhan keperawatan pada klien anak dengan riwayat kejang demam di UGD Puskesmas Kaliwates Jember. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui efektivitas terapi Tepid Sponge untuk menurunkan suhu tubuh pada pasien Kejang Demam. Metode: Penulisan ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan dengan responden pasien kelolaan yang berada di UGD Puskesmas Kaliwates Jember. Pengumpulan data menggunakan format Asuhan Keperawatan Keluarga yang meliputi Pengkajian, Diagnosa, Intervensi, Implementasi, dan Evaluasi Keperawatan. Hasil dan pembahasan: Berdasarakan analisa data diperoleh pengkajian membutuhkan keterampilan komunikasi yang efektif dan observasi, diagnosa keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien yang didapatkan diagnosa Hipertermi, Risiko Cidera, Nausea. Perencanaan dan pelaksanaan ditunjang dengan fasilitas dan sarana yang mendukung serta diperlukan adanya peran aktif dari keluarga, evaluasi dilakukan secara langsung baik formatif maupun sumatif. Kesimpulan: Pada pasien masalah teratasi ditandai dengan menurunnya demam pada anak dan mencegah risiko yang akan terjadi pada klien anak dengan riwayat kejang demam. Diharapkan untuk kedepannya bagi seluruh tenaga kesehatan untuk meningkatkan keterampilan keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga pada klien anak dengan riwayat kejang demam
Pengaruh Motivasi, Pengetahuan Investasi, dan Internet of Things terhadap Keputusan Investasi Pasar Modal pada Masyarakat di Kabupaten Jember
Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal, khususnya di kalangan investor pemula, tidak selalu diiringi dengan kesiapan psikologis, pemahaman finansial, dan penguasaan teknologi yang memadai. Banyak keputusan investasi yang diambil secara spekulatif tanpa didukung oleh motivasi yang jelas, pengetahuan investasi yang memadai, serta pemanfaatan teknologi digital berbasis Internet of Things (IoT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi, pengetahuan investasi, dan Internet of Things terhadap keputusan investasi anggota Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anggota ISP Jember sebanyak 227 responden yang diambil menggunakan teknik saturated sampling (sensus). Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan skala Likert, sedangkan teknik analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda melalui bantuan perangkat lunak SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi, pengetahuan investasi, dan Internet of Things masing-masing berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi secara parsial maupun simultan. Pengetahuan investasi menjadi variabel yang paling dominan dalam memengaruhi keputusan investasi, sedangkan IoT juga menunjukkan peran penting sebagai penguat akses informasi dan efisiensi transaksi. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya penguatan program literasi keuangan digital dan pengembangan ekosistem edukatif bagi investor pemula, khususnya melalui komunitas seperti ISP Jember, agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih rasional, terukur, dan berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang semakin kompleks. Kata Kunci: Motivasi, Pengetahuan Investasi, Internet of Things, Keputusan Investasi, Komunitas Investor Pemula Jember
TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA YANG MENGEDARKAN PRODUK KOSMETIKA BERBAHAN BERBAHAYA DI ATAS AMBANG BATAS AMAN (Studi Putusan Nomor 334/Pid.Sus/2024/PN.Bln)
The circulation of cosmetic products containing harmful ingredients above the
safe threshold is a legal issue directly related to the protection of public health
and legal certainty for business actors. In the practice of criminal justice,
problems arise when cosmetic products are qualified as pharmaceutical
preparations, as reflected in the Batulicin District Court Decision Number
334/Pid.Sus/2024/PN.Bln. In the decision, business actors were found guilty of
producing and distributing pharmaceutical preparations containing harmful
ingredients that exceeded the safe limit. Juridical problems arise because
normatively cosmetics are not always included in the category of pharmaceutical
preparations as stipulated in the Regulation of the Food and Drug Supervisory
Agency Number 17 of 2022 concerning Technical Requirements for Cosmetic
Ingredients. This article aims to analyze the judge's considerations in qualifying
evidence in the form of cosmetic products as pharmaceutical preparations and
assess its suitability with the applicable positive legal provisions. The research
method used is normative juridical law research with a statutory approach and a
conceptual approach. The legal materials used consist of primary legal materials
in the form of laws and regulations and court decisions, as well as secondary
legal materials in the form of relevant books and scientific journals. The results of
the study show that the judge's consideration in the decision is not fully aligned
with the definition and limitations of cosmetics as specified in BPOM regulations,
so that it has the potential to cause legal uncertainty in the enforcement of
criminal liability of business actors. Therefore, precision is needed in qualifying
cosmetic products as pharmaceutical preparations so that the application of
criminal law remains in line with the principles of legality and fair legal protection
PENGARUH EDUKASI METODE BUZZ GROUP TERHADAP KEMAMPUAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI KECAMATAN SUKOWONO
Latar belakang: Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia. Upaya pencegahan diare pada anak sangat dipengaruhi oleh kemampuan orang tua dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk dalam menjaga kebersihan makanan, sanitasi, dan kebersihan lingkungan. Edukasi kesehatan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan orang tua, salah satunya melalui metode Buzz Group yang mendorong diskusi aktif dan pemecahan masalah secara kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi metode Buzz Group terhadap kemampuan orang tua dalam pencegahan diare
pada balita di Kecamatan Sukowono. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 96
responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner kemampuan pencegahan diare (20 item) yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan
terdapat peningkatan kemampuan orang tua dalam pencegahan diare setelah diberikan edukasi metode Buzz Group. Hasil uji paired sample t-test diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Nilai mean difference negatif menunjukkan adanya peningkatan skor kemampuan setelah intervensi edukasi diberikan. Kesimpulan: Edukasi metode Buzz Group berpengaruh signifikan terhadap peningkatan
kemampuan orang tua dalam pencegahan diare pada balita. Metode ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif edukasi kesehatan yang efektif dalam meningkatkan pemberdayaan keluarga dalam upaya pencegahan penyakit diare pada balita
SINKRONISASI SYARAT PENGANGKATAN DIREKSI PERUSAHAAN UMUM DAERAH (PERUMDA) (BERDASARKAN PASAL 57 PERATURAN PEMERINTAH NO 54 TAHUN 2017 TENTANG BADAN USAHA MILIK DAERAH DENGAN PASAL 23 PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBER NO 6 TAHUN 2020 TENTANG PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA PANDALUNGAN)
Terdapat perbedaan bunyi klausa pada Pasal 23 Peraturan Daerah
Kabupaten Jember Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perusahaan Umum Daerah Air
Minum Tirta Pandalungan dengan Pasal 57 Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah terkait Persyaratan penganggatan Direksi. Direksi Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA), calon direksi harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ketat, sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 57 Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah. Pada pasal tersebut terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon Direksi yang salah satunya pada huruf (g) menyatakan: calon direksi harus mempunyai pengalaman
kerja minimal 5 (lima) tahun di bidang manajerial perusahaan berbadan hukum dan pernah memimpin tim. Dalam Pasal 23 huruf (f) Peraturan Daerah Kabupaten Jember Nomor 6 Tahun 2020 menyebutkan: mempunyai pengalaman kerja minimal 15 (lima belas) tahun bagi yang bukan berasal dari PERUMDAM yang dibuktikan dengan surat keterangan (referensi) dari perusahaan atau tempat kerja sebelumnya dengan penilaian baik atau mempunyai pengalaman kerja minimal 10 (sepuluh) tahun dengan jabatan satu tingkat di bawah Direktur bagi yang berasal dari PERUMDAM
PENGUKURAN TINGKAT KESADARAN KEAMANAN INFORMASI PADA SISWA SMA DENGAN METODE FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS
Keamanan informasi menjadi aspek penting dalam era digital, terutama bagi generasi muda yang aktif menggunakan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesadaran keamanan informasi pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan menggunakan metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process (Fuzzy AHP). Metode ini dipilih karena mampu menangani ketidakpastian dalam penilaian kriteria dan subkriteria yang memengaruhi kesadaran keamanan informasi. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 41 siswa dari SMA Negeri Glenmore. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode Fuzzy AHP, diperoleh bahwa 59% responden memiliki tingkat kesadaran keamanan informasi pada kategori tinggi, 41% berada pada kategori sedang, dan tidak ada yang termasuk kategori rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah memiliki pemahaman dan perhatian yang baik terhadap keamanan informasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan dalam merancang program literasi digital yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam aspek keamanan informasi
KAJIAN YURIDIS KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER TERHADAP PERLINTASAN KERETA API
Penelitian ini mengkaji Kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember Terhadap Perlintasan Kereta Api. Fokusnya adalah aksesibilitas bagi penyandang disabilitas belum sepenuhnya tersedia. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui Kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengatasi kecelakaan lalu lintas akibat akibat perlintasan rel kereta api. Penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, PT KAI memiliki tanggung jawab untuk merawat konstruksi jalan rel dan melakukan perbaikan aspal jika kerusakan tersebut diakibatkan oleh pekerjaan perawatan jalur kereta api. Namun apabila kerusakan aspal tidak disebabkan oleh aktivitas KAI, maka perbaikannya merupakan tanggung jawab dari instansi penyelenggara jalan sesuai kewenangan penyelenggara jalan, sesuai dengan status atau kelas jalan tersebut, baik jalan nasional, provinsi, kabupaten, maupun kota. Jika dilihat perlintasan kereta api yang berada di Desa Pecoro tersebut melintas pada jalan provinsi, yang mana ini juga menjadi kewenangan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk menindaklanjutinya
Kata Kunci : Kewenangan, Jalur Kereta Api, Jala