7,865 research outputs found

    Ajaran Dzikir Taubat Pada Majelis Dzikir Az-Zikra Pimpinan Muhammad Arifin Ilham

    No full text
    Dzikir Taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra yang dipimpin Muhammad Arifin Ilham merupakan ajaran dzikir dan gerakan dakwah yang telah terlembaga dan dikenal serta diterima oleh masyarakat, bukan sebagai suatu gerakan tariqat atau gerakan tasauf. Hal inilah yang menjadi keunikan yang ada pada ajaran dzikir taubat Majelis Zikir Az-Zikra pimpinan Muhammad Arifin Ilham. Adapun kunikannya terletak pada tidak ada aturan formal yang berlaku seperti tariqat pada umumnya. Sebagaimana telah diketahui, bahwa kebanyakan tariqat memiliki aturan formal dan tatacara ibadah tertentu seperti tahapan-tahapan dzikir yang harus dijalani dan dilalui (dalam bentuk dan jumlah wirid tertentu), maupun sumpah (bai?aḥ ) dan perjanjian (?aqd) baik pada seorang syeikh (mursyid), ataupun silsilah yang merupakan runtutan guru-guru tariqat yang menjadi seorang syeikh tariqat dari yang paling akhir sambung-menyambung sampai kepada Nabi Muhammad saw. Belum lagi tentang aturan formal dan tata cara tertentu yang wajib ditaati dan dipatuhi dalam berinteraksi yang menjadi adab khusus bagi seorang murid kepada syeikhnya. Hal-hal tersebut tidaklah terdapat dalam dzikir taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra, meskipun secara umum dapat dikatakan sebagai tariqat. Sekalipun ada, afiliasinya adalah afiliasi tariqat pada sunnah Nabi Muhammad saw. tidak kepada siapa dan apa ? afiliasinya tidak pada tariqat tertentu. Namun, secara pribadi Muhammad Arifin Ilham bukan seorang pengikut tariqat baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Sehingga, tidak ada sumpah dan perjanjian bagi yang masuk dan mengikuti dzikir taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra pimpinan Muhammad Arifin Ilham ini. Karena sumpah dan perjanjian sebenarnya dilakukan oleh individu itu sendiri yang melakukannya kepada Allah swt. Sehingga penelitian ini ingin mengetahui ajaran dzikir taubat dengan bagaimana aplikasi nilai-nilai dan ajaran tasauf pada Majelis Zikir Az-Zikra yang dipimpin Muhammad Arifin Ilham sebagai seorang yang berhasil membangkitkan semangat berdzikir dengan formula dan metode dzikir yang dikembangkannya tersebut, menjadi yang diminati dan sekaligus mengajak jama?ahnya aktif dalam perjalanan batin (spiritual) yang tetap bersumber pada ajaran al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad saw. Adapun subyek yang diteliti dan telah menjadi konsentrasi penulis di dalam penelitian ini adalah berdasarkan pada penelitian tentang ajaran dzikir taubat pada Majelis Zikir Az-Zikra yang dipimpin oleh Muhammad Arifin Ilham secara terpusat dan serius

    PERILAKU KONSUMSI PERSPEKTIF MUHAMMAD ABDUL MANNAN STUDI PADA WARGA PEMUKIMAN MUSLIM BUKIT AZ – ZIKRA SENTUL BOGOR

    No full text
    Perilaku konsumsi dalam Islam berusaha untuk mengurangi kebutuhan material manusia yang luar biasa sekali pada zaman ini, untuk menghasilakn energy manusia dalam mengejar cita-cita spiritualnya (Mannan, 1997:45). Sekarang ini sebuah kemajuan berarti semakin tinggi tingkatan hidup yang mengandung arti semakin meluasnya kebutuhan-kebutuhan yang akan menambah rasa ketidakpuasan dan kekecewaan akan hal hal sebagaimana adanya, sehingga nafsu untuk mengejar tingkatan konsumsi yang tinggi semakin bertambah. Objek penelitian perilaku konsumsi ini adalah warga Pemukiman Muslim Bukit Az – Zikra Sentul, Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku konsumsi pada warga pemukiman Bukit Az – Zikra Sentul perspektif Muhammad Abdul Mannan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara langsung, dokumentasi dan observasi. Setelah pengumpulan data, hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis domain untuk mendapatkan interpretasi yang tepat dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemukiman Bukit Az-Zikra berdampak pada perilaku konsumsi setiap warganya yang memenuhi prinsipprinsip konsumsi Muhammad Abdul Mannan. Hal itu dikarenakan pemukiman Bukit Az-Zikra menjadi pemukiman yang sangat kompleks dan bersinergi menjadi satu sistem pemukiman muslim yang baik bagi konsumsi

    Metode Zikir Muhammad Arifin Ilham dalam Upaya membina akhlakul Karimah Di Majlis Zikir az-Zikra Depok

    No full text
    Tujuan Penelitian a. Untuk mengetahui pelaksanaan zikir di Majlis Zikir Az-Zikra b. Untuk mengetahui metode yang digunakan oleh pembimbing zikir c. Untuk mengetahui metode zikir Muhammad Arifin llham dalam upaya membina Akhlakul Karima

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    No full text
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    METODE DAKWAH MUHAMMAD ARIFIN ILHAM

    No full text
    Dalam berdakwah, Muhammad Arifin Ilham pada awalnya menggunakan metode retorika atau ceramah. Dalam pemahaman M.Arifin Ilham suatu amalan akan terasa hampa dan kosong apabila tidak disertai dengan penguatan zikir kepada Allah. Pasalnya, Islam adalah agama yang tidak hanya dapat dipahami oleh akal, akan tetapi harus betul-betul dapat dihayati, dan sebagai penyejuk hati. Zikir merupakan pintu awal dalam dakwah Muhammad Arifin Ilham. Majelis Zikir Az-Zikra adalah majelis tarbiyah yang menekankan pada pemahaman, penghayatan, pengamalan akidah, ibadah, akhlak dan menghindari penyimpangan-penyimpangan zikir. Majelis zikir Az-Zikra memiliki beberapa konsep atau langkah-langkah untuk mendukung kegiatan zikirnya. Yakni Majelis Ilmu atau Majelis Tarbiyah, Dewan Syariat, Regenerasi, manajemen majelis zikir Az-Zikra, dan silaturahim. Secara garis besarnya, dakwah Muhammad Arifin Ilham dengan metode dzikir meliputi tiga unsur, yaitu, materi (adab dan sistematika zikir), strategi, dan pola dakwah

    Dzikir sebagai pendidikan akhlak: studi kasus metode dzikir Az-Zikra karya Muhammad Arifin Ilham

    No full text
    Penulis mengambil pemikiran Muhammad Arifin Ilham di dasari oleh keinginan mendalami pemikiran Muhammad Arifin Ilham mengenai metode dzikir sebagai pendidikan akhlak. Muhammad Arifin Ilham adalah tokoh agama muda yang konsisten berdakwah dengan dzikir-dzikirnya yaQg menyentuh hati semua kalangan masyarakat. Pemikirannya selalu berpedoman pada al-Qur'an dan hadits serta senantiasa di kontekskan dengan perkembangan zaman dan realita masyarakat sekitarnya. Melalui dzikimya serta beberapa hasil karya-karyanya Muhammad Arifin Ilham berperan cukup besar dalam perkembangan Islam di Indonesia terutama dalam bidang perbaikan akhlak di tengah-tengah dekandensi moral masyarakat khususnya generasi mudanya seperti zaman sekarang-sekarang ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa kontribusi metode dzikir az-Zikra karya Muhammad Arifin Ilham dalam pendidikan akhlak. Untuk memperoleh hal penelitian, penulis menggunakan library reseach dengan pendekatan deskriptif terhadap data (primer dan sekunder) yang bersifat kualitatif, serta menggunakan berbagai metode yaitu metide interpretasi, metode kesinambungan historis, metode komparatif. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa metode dzikir dzikra sebagai pendidikan akhlak menurut Muhammad Arifin ilham adalah metode takhalli, metode tahalli dan metode rajalli dari metode-metode tersebut seseorang dituntut untuk menghindari sifat-sifat tercela kemudian mengisi diri dengan akhlak terpuji kemudian merasa akan keagungan Allah. Menurut Muhammad Arifin Ilham, dzikir dibagi menjadi 4 bentuk diantaranya adalah: dzikir qalbiyah, dzikir aqliyah, dzikir lisan dan dzikir amaliyah. Pendidikan akhlak mengendalikan tindakan lahir, akan tetapi tindakan lahir itu tidak dapat terjadi bila tidak diketahui atau dikendalikan dengan tindakan batin. Oleh karena itu setiap insan diwajibkan dapat menguasai batinnya atau mengendalikan hawa nafsunya karena ialah yang merupakan motor dari segala tindakan lahir. Dengan dzikir yang apabila dilaksanakan secara istiqomah dapat mengantarkan anak didik berakhlak baik yang sesuai dengan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat sehingga dapat terwujud tujuan pendidikan Islam secara optimal fakni untuk bertaqwa kepada Allah SWT

    Bogor Az-Zikra Sharia Beauty Care And Fitness Centre (Penekanan Pada Arsitektur Modern)

    No full text
    In the era of digital and advanced technologies like nowadays, mostly people require modern, healthy, beautiful performances at any time in supporting their dayly activities. Sometimes, their overloaded activities, which make them fatique and gest bored, and their living in a crowded city make them feel stress The City of Bogor is one of the crowded and busiest cities in Indonesia. People living in the city who do not have enough time to take care of their health and fitness make them look pale, uncheerful, causing their skins dry and dult. Furthemore, the lack of open spaces and private places make it uncomfortable for the people living in the city. A beauty care and fitness centre based on Sharia is the answer to this matter. The beauty care and fitness centre based on Sharia is a private place in which the people can get beauty treatment and do fitness exercises to keep their bodies physically fit. Their Sharia-Based Beauty and Fitness Centre is named as Bogor Az-Zikra Sharia Beauty Care and Fitness Centre. As the centre is located and situated in the modern city of Bogor, the building of Bogor Az-Zikra Beauty Care and Fitness Centre has a concept of a building that stresses on a modern architecture, which is in the same time, matches with the first built building, namely Az-Zikra Islamic Centre. Az-Zikra Islamic Centre is a centre of Islamic activities located in the area of Sentul, Bogor, led by a prominent Moslem Leader, the Reverend Muhammad Arifin Ilham

    The Complete Muhammad Ali

    No full text
    Including material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Intro -- DEDICATION -- INTRODUCTION -- The Curious History of an Icon -- CHAPTER 1 -- CHAPTER 2 -- CHAPTER 3 -- CHAPTER 4 -- CHAPTER 5 -- CHAPTER 6 -- CHAPTER 7 -- Did the Secret Government Fear a U.S. Muslim/Overseas Muslim Alliance? -- CHAPTER 8 -- CHAPTER 9 -- The Break Between the Prophet and his Disciple -- CHAPTER 10 -- CHAPTER 11 -- CHAPTER 12 -- The GOAT (Greatest Of All Time): Ali or Louis? -- CHAPTER 13 -- The Nation of Islam, the Mob, Showdowns in Canada and Sonny Liston -- CHAPTER 14 -- CHAPTER 15 -- The Taunts: Marketing or Racism? -- CHAPTER 16 -- CHAPTER 17 -- CHAPTER 18 -- CHAPTER 19 -- Boxing and the Brain -- CHAPTER 20 -- Ali's Feet -- CHAPTER 21 -- Mr. Dick -- CHAPTER 22 -- CHAPTER 23 -- The Opening Ceremonies, November 2005 -- CHAPTER 24 -- December 2005, Las Vegas -- CHAPTER 25 -- CHAPTER 26 -- June 16, 2004 -- CHAPTER 27 -- CHAPTER 28 -- CHAPTER 29 -- Aix-en-Provence -- CHAPTER 30 -- Ali as a Black Nationalist -- San Francisco, January 2004 Black Liberation Book Fair -- CHAPTER 31 -- January 31, 2004 -- CHAPTER 32 -- October 2005, Chicago -- CHAPTER 33 -- Why Ali remained with Elijah instead of following Malcolm -- CHAPTER 34 -- CHAPTER 35 -- February 4, 2006, Oakland, California -- CHAPTER 36 -- Like Zeus Descending from Mount Olympus -- CHAPTER 37 -- CHAPTER 38 -- Tuesday, February 28, 2006, New York -- CHAPTER 39 -- Bigger Than Boxing -- CHAPTER 40 -- Tribes Gallery, New York, April 2006 -- CHAPTER 41 -- June 2006, Louisville, Kentucky -- CHAPTER 42 -- CHAPTER 43 -- CHAPTER 45 -- Bad Company -- CHAPTER 46 -- Coxson, A Very Charming Rogue -- CHAPTER 47 -- Ali and the largest embezzlement scheme in Wells Fargo history -- CHAPTER 48 -- CHAPTER 49 -- "Lonnie is a stabilizing force."-Harry Belafonte -- October 29, 2006 -- CHAPTER 50 -- Abdul Rahman -- CHAPTER 51 -- CHAPTER 52 -- CHAPTER 53How Will Ali Be Remembered? New York, January 8, 2005 -- CHAPTER 54 -- CONCLUSION -- AFTERWORD -- Boxers' Rights? -- BIBLIOGRAPHY -- MUHAMMAD ALI -- ISLAM AND NATION OF ISLAM -- BOXING -- RELATED SUBJECTS -- ALSO AVAILABLE FROM BARAKA BOOKSIncluding material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Description based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries

    ITTIBA’ AL-RASUL PERSPEKTIF AL-QUR’AN

    No full text
    Abstrak Sebagai umat Nabi Muhammad, kita dituntut untuk mengikuti langkah beliau dalam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan karena Allah menanamkan uswatun hasanah dalam setiap perbuatannya. Oleh karena itu, salah satu contoh ittiba’ al-rasul pada zaman sekarang adalah berdakwah dengan metode tablik akbar, pengajian dan banyak metode dan cara-cara dakwah lainnya yang digunakan oleh para dai untuk mengikuti gaya berdakwahnya Nabi Muhammad Saw. Walaupun demikian masih ada juga sebagian dai’ melakukan kesalahan dalam menyampaikan dakwahnya. Maka pada penelitian ini difokuskan pada pembahasan tentang Ayat-ayat mengenai ittiba’ al-rasul perspektif al-Qur’an dan realisasinya dalam kehidupan sekarang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tafsir tematik, yang membahas ittiba’ al-rasul dalam al-Qur’an. Oleh karena itu, penelitian ini disusun menggunakan metode tafsir tematik atau maudui’ yang digagas oleh Abd Al-Hayy Al-Farmawi. Kemudian, hasil pada penelitian ini memuat tentang penjelasan penafsiran ayat-ayat ittiba’ al-rasul dalam perspektif al-quran, antara lain Surah al-imran : 31, Surah al-a’raf : 157, dan surah al-a’raf : 158. dan penjelasan ittiba’ al-rasul yang meliputi, pertama, mendapatkan hidayah. Kedua, petunjuk dari Allah. Ketiga, di permudahkan dalam meraih kebahagian dunia dan akhirat. Kata kunci : ittiba’, rasul, Al-Qur’a

    Nilai Pendidikan Karakter Dalam Kitab Washaya Al-Aba’ Li Al-Abna Karya Muhammad Syakir Al-Iskandari

    No full text
    This research aims to identify the character education values ​​contained in the book Washaya al-Aba' li al-Abna Muhammad Syakir and the role of his opinion on the richness of character education values. It is hoped that this research can be used as a source or reference in efforts to develop education and character as a whole, especially character education according to Islam. It can also be used as a reference to facilitate understanding of character education and as a reference for relevant research in the future. This research method is qualitative and uses a narrative biography method. By using a descriptive presentation approach, this autobiography of the character's thoughts combines the ideas of character education from his work. Library research, or library research, is a research method that involves books, articles, notes and electronic media. with primary sources from the book Washaya al Aba Li al-Abna and secondary sources from study books. In this research, data collection was carried out through the documentation method, which includes searching for data through variables such as notes, books, and articles, among others. The author used a content analysis study to analyze the data; they analyzed the data textually based on the contents of the book. The research results show that the book Washaya al Aba Li al-Abna contains 17 educational character values, divided into two categories: 10 character values ​​fall into the moral category and 7 character values ​​fall into the performance category. Faith and piety, love and obedience to the Messenger of Allah, respect for parents, respect for teachers, truth or honesty, nobility or self-respect, patience, sincerity and a simple life are moral characters. Performance characteristics also include trust, discipline, hard work, never giving up, love of the country, interest in reading or literacy knowledge, and concern for the environment
    corecore