16,537 research outputs found

    M HIDUP DAN PERJUANGAN SYEKH YUSUF: HIDUP DAN PERJUANGAN SYEKH YUSUF

    No full text
    Abstrak In the historical record of Islam in the archipelago, that ulama, sultans, sheikhs and walisongo have a big role and contribution in the struggle for the spread of Islamic teachings. Since the entry of Islam into the archipelago, Islam has been easily accepted by the indigenous population, so that until now its teachings, culture, history and civilization are deeply rooted for all Indonesian Muslims. That all Islamic religion can be perfectly and fully established cannot be separated from the role of the sultans, scholars, sheikhs, walisongo and Indonesian Muslims.One of them is the role of a great scholar who has knowledge, and is highly charismatic, namely Sheikh Yusuf Al-Makasari, whose life and struggle is dedicated to the struggle for da'wah and jihad fi sabillilah to spread Islam. Apart from being a fighter for Islam, Sheikh Yusuf is also a scholar who is active and productive in his worrk. Sheikh Yusuf left his Arabic and Lontar treatises of Sufism writings. Namely Zubdat Al-Asror, Revealing the Essence of All Secrets of Sheikh Yusuf Al-Makassari 1626-1699. Then, Kaifiyat Sufism, namely Al-Barakat Al-Sailaniyyah, Al-Fawa'il Al-Yusufiyyah Fi Bayyan Tahqiq Al-Suffiyah, Hashiyyah, Kifiyat Al-Munghghi Wa Al Ithbat bi Al-Hadith Al-Qudsi which was written in Sri Lanka. Mathalib Al-Salikin.Hopefully Indonesian Muslims can learn from the life history and struggle of Sheikh Yusuf to spread Islamic da'wah for the revival and progress of Indonesian Islam.     Keyword : Life, Struggle, Sheikh YusufAbstrak                Dalam catatan sejarah Islam nusantara, bahwa ulama, sultan, syekh dan walisongo memiliki peranan dan konribusi besar dalam perjuangan penyebaran ajaran agama Islam. Sejak masuknya Islam ke nusantara, agama Islam dengan mudah di terima oleh penduduk pribumi, sehingga sampai sekarang ajaran, budaya, sejarah dan peradabannya begitu kuat mengakar bagi seluruh umat Islam bangsa Indonesia.                Salah satunya adalah peran ulama besar yang memiliki keilmuan, dan kharismatik yang tinggi, yaitu syekh Yusuf Al-Makasari yang hidup dan perjuangannya di dedikasikan untuk perjuangan dakwah dan jihad fi sabilillah menyebarkan agama Islam. selain sebagai pejuang Islam, syekh yusuf juga seorang ulama yang aktif dan produktif dalam berkarya.                Syekh Yusuf meninggalkan karya-karya tulisan Risalah Sufisme berbahasa Arab dan Lontar. Yaitu Zubdat Al-Asror, Menyingkap Intisari Segala rahasia Syekh Yusuf Al-Makassari 1626-1699. Kemudian, Kaifiyat Tasawuf, yaitu Al-Barakat Al-Sailaniyyah, Al-Fawa’il Al-Yusufiyyah Fi Bayyan Tahqiq Al-Suffiyah, Hashiyyah, Kifiyat Al-Munghghi Wa Al Ithbat bi Al-Hadits Al-Qudsi yang di tulis di Srilanka. Mathalib Al-Salikin.                Semoga umat Islam bangsa Indonesia bisa belajar dari sejarah  hidup dan perjuangan Syekh Yusuf untuk menyebarkan dakwah Islam untuk kebangkitan dan kemajuan Islam Indonesia.   Kata kunci : Hidup, Perjuangan, Syekh Yusuf &nbsp

    Poligami Menurut Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi

    Full text link
    Herlina Santi. 2009. Poligami Menurut Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi. Skripsi, Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam, Fakultas Dakwah. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Rabiatul Aslamiah, M.Ag. (II) Muhammad Rif’at M.Ag. Poligami merupakan persoalan yang sejak lama telah diperbincangkan dan diperdebatkan, baik itu dari kalangan ulama mazhab, para cedekiawan muslim, para pemerhati wanita bahkan oleh para kaum non muslim. Berdasarkan fakta tersebut penulis mencoba menggali poligami tersebut lebih mendalam diantaranya dengan menggali bagaimana pandangan Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi tentang poligami. Data yang digali dalam penelitian ini meliputi Biografi tentang Syekh Muhammad Qardhawi, bagaimana pendapatnya tentang poligami, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemikiran Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi tersebut. Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research), yaitu meneliti buku-buku yang berkenaan tentang poligami menurut Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi. Subjek penelitian ini adalah buku-buku karya Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi dan obyek penelitian ini adalah pandangan Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi tentang poligami. Data dan sumber data yang digali terdiri dari data primer dan data penunjang. Teknik pengumpulan data di lapangan menggunakan teknik telaah pustaka yang diawali dengan observasi ke perpustakaan. Data yang terkumpul diproses melalui klasifikasi, editing, dan interpretasi data kemudian data tersebut dilakukan analisis secara deskriptif kuantitatif yaitu dengan memberikan pemikiran yang ditunjang oleh buku-buku yang berkaitan dengan permasalahan, khususnya menyangkut masalah pokok. sehingga, dapat memberikan ilustrasi atau gambaran yang jelas tentang permasalahan yang diteliti. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa menurut Syekh Muhamad Yusuf Qardhawi poligami merupakan salah satu jalan yang paling bijaksana dan obat mujarrab dalam menyelesaikan permasalahan di dalam masyarakat berkenaan dengan banyaknya perzinahan baik itu karena perselingkuhan atau nikah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau semakin banyaknya tempat-tempat pelacuran. Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi juga menyatakan bahwa poligami liar merupakan perbuatan tidak bermoral yang akan menimbulkan perempuan dan keluarga yang liar dan tidak bermoral juga. Pendapat Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi tersebut dilatar belakangi beberapa faktor yaitu; 1). penguasaaan Alquran, Sunnah dan Ilmu Agama 2). pengaruh pemikir muslim lain seperti Ibnu Taimiyah, Hasan al-Banna, Rasyid Ridha, dan Sayyid Sabiq dan lain-lain

    KONTROVERSI BUNGA BANK DALAM ISLAM: TELAAH KOMPARATIF YUSUF AL-QARDHAWI DAN MUHAMMAD SAYYID AL-THANTAWI

    Full text link
    Abstrak Perbankan konvensional di Indonesia masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam transaksi keuangan, meskipun terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai status hukum bunga bank. Yusuf Al-Qardhawi secara tegas mengharamkan bunga bank karena dianggap sebagai riba, sementara Muhammad Sayyid Al-Thantawi memperbolehkannya dalam kondisi yang adil dan transparan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pandangan kedua ulama serta mengkaji relevansinya terhadap praktik perbankan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan komparatif terhadap kitab-kitab karya kedua ulama serta regulasi perbankan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem bunga dalam perbankan konvensional lebih sejalan dengan pandangan Muhammad Sayyid Al-Thantawi, karena diterapkan secara terbuka dan sesuai kesepakatan. Namun, sistem ini tetap bertentangan dengan prinsip yang dipegang oleh Yusuf Al-Qardhawi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi keuangan syariah agar masyarakat memahami perbedaan antara sistem perbankan konvensional dan syariah serta dapat memilih layanan keuangan sesuai dengan keyakinannya. Selain itu, masyarakat diharapkan bersikap adil dalam menghadapi perbedaan pendapat ulama dengan tetap berpegang pada prinsip hukum Islam. Kata Kunci: Bunga Bank, Muhammad Sayyid Al-Thantawi, Perbankan Konvensional, Riba, Yusuf Al-Qardhawi. Abstract Conventional banking in Indonesia remains the primary choice for financial transactions, despite differing views among Islamic scholars regarding the legal status of bank interest. Yusuf Al-Qardhawi firmly prohibits bank interest, considering it a form of riba, while Muhammad Sayyid Al-Thantawi permits it under fair and transparent conditions. This study aims to analyze the differing perspectives of these two scholars and assess their relevance to Indonesia’s banking practices. The research employs a normative legal approach with a comparative analysis of the scholars' works and Indonesia's banking regulations. The findings indicate that the interest system in conventional banking aligns more closely with Muhammad Sayyid Al-Thantawi’s perspective, as it is implemented transparently and based on mutual agreement. However, it remains inconsistent with Yusuf Al-Qardhawi’s principles. Therefore, increasing financial literacy in Islamic banking is essential to help the public understand the differences between conventional and Islamic banking systems and make informed financial decisions. Additionally, society is encouraged to approach scholarly differences with fairness and objectivity while adhering to Islamic legal principles. Keywords: Bank Interest, Conventional Banking, Muhammad Sayyid Al-Thantawi, Riba, Yusuf Al-Qardhawi

    ANREGURUTTA H. MUHAMMAD YUSUF SURUR DAN KIPRAH KEAGAMAANNYA DI SENGKANG KABUPATEN WAJO PROVINSI SULAWESI SELATAN (1952-2012 M)

    Full text link
    Anregurutta H. Muhammad Yusuf Surur merupakan salah satu ulama lokal bersuku Bugis yang memiliki berbagai kiprah di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Walaupun ia seorang ulama, namun ia tidak seperti ulama-ulama masyhur di Sulawesi Selatan layaknya Anregurutta H. Muhammad As’ad, Anregurutta H. Ambo Dalle, dan lain-lain yang kisahnya telah dikenal dan banyak ditulis orang. Oleh karena itu penulisan skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang riwayat hidup serta kiprah keagamaannya di Sengkang guna menambah referensi mengenai ulama lokal di Sulawesi Selatan. Fokus penelitian ini ialah biografi dan kiprah keagamaan Anregurutta H. Muhammad Yusuf Surur di Sengkang. Oleh karena itu digunakan pendekatan biografi untuk memahami dan mendalami pribadi AG.H. Muhammad Yusuf Surur. Selain itu juga digunakan teori modal dari Pierre Bourdieu sebagai alat analisis untuk menjelaskan bagaimana Anregurutta H. Muhammad Yusuf Surur bisa berkiprah di bidang keagamaan di Sengkang Wajo. Adapun metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini adalah Anregurutta H. Muhammad Yusuf Surur merupakan ulama lokal di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dalam kiprah keagamaannya dapat digolongkan kedalam dua jenis. Pertama kiprah keagamaan di lembaga pemerintahan; kedua, di lembaga non-pemerintahan. Dalam kiprahnya di bidang keagamaan, Anregurutta H. Muhammad Yusuf Surur memiliki tiga jenis modal, yaitu: pertama, modal kultural berupa ilmu agama yang diperoleh dari proses pendidikan ayah dan saat bersekolah di Madrasah Arabiyah Islamiyah Sengkang, serta ilmu administrasi yang didapatkannya dari proses magang serta kebiasaan membuat catatan harian; kedua, modal sosial berupa latar belakang keluarga ulama dan murid generasi awal pendiri pondok pesantren tertua di Sulawesi Selatan; dan ketiga modal simbolik berupa reputasi yang diperolehnya setelah menjadi pengurus lembaga atau organisasi besar di Sengkang, baik di pemerintahan maupun non-pemerintaha

    ASURANSI JIWA (STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN MUHAMMAD YUSUF AL-QARADAWI DAN MUHAMMAD MUSLEHUDDIN)

    Full text link
    Pakar hukum Islam banyak yang sudah menyinggung status hukum Asuransi Jiwa. Mereka merujuk pendapat tokoh dunia, seperti Muhammad Yusuf al- Qaradawi dan Muhammad Muslehuddin yang berbeda pendapat dalam masalah asuransi jiwa tersebut. Muhammad Yusuf al-Qaradawi berpendapat asuransi jiwa sangatlah jauh dari muamalah Islam, sedangkan Muhammad Muslehuddin berpendapat asuransi jiwa dianggap paling penting bila ditinjau akibat berat yang disebabkan kematian seseorang. Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan jenis penelitian Library Research, sifat penelitian deskriptif analitis, sumber data yang digunakan bahan primer dan sekunder, pendekatan masalah yang digunakan Usu dan analisis data yang digunakan adalah metode Komparatif. l Fiqh, Penelitian ini menghasilkan bahwa: Muhammad Yusuf al-Qaradawi termasuk ulama yang mengharamkan segala bentuk asuransi, termasuk asuransi jiwa. Muhammad Yusuf al-Qaradawi juga berpendapat asuransi jiwa sebagaimana bentuknya sangat jauh dari mu’amalah Islam. Salah satu alasan kenapa Muhammad Yusuf al-Qaradawi mengharamkannya karena asuransi merupakan perjanjian besyarat, perjanjian asuransi merupakan sepihak dan perjanjian asuransi adalah perjanjian yang melekat pada syarat penanggung. Adapun Muhammad Muslehuddin, dalam masalah asuransi jiwa tidak mengharamkan. Bahkan dianggap paling penting ditinjau dari aspek akibat yang disebabkan kematian atau kehilangan daya bekerjanya seseorang. Dalam artian Muhammad Muslehuddin lebih memikirkan pada kemaslahatan (kemanfaatan) terhadap orang banyak

    IJN-UTM Cardiovascular Engineering Centre / Muhammad Yusuf Zulhasny

    No full text
    An internship during college studies can help to enhance quality of higher education and to improve skills and competencies amongst students. It assists students in bridging the knowledge gap between academic theory and workplace application. On the other hand, internships also assist students in achieving higher professional capabilities and proficiency in their chosen fields, enabling them to perform to their fullest potential in their future employment. Through internships, students can gain important work experience that will improve their employability after graduation, indirectly to offer students a chance to apply their academic knowledge to real-world situations. IJN-UTM Cardiovascular Engineering Center was selected by Muhammad Yusuf bin Zulhasny to fulfil his internship requirements from 12 March until 24 August 2023. On the first part of the report, he should insert his profile which is the resume with current information. This includes his name, home address, education history, work history and even his achievements. Followed by the company that he chooses to fulfil his internship requirements. He will describe about the company including the name, logo, location, operation hour, vision, mission, objectives, goals, background of establishment, organizational structure and product or services offered. Next, is the main part of the report that includes the training’s reflection. This is the part where he will write about the industrial training experience. For example, the duration of his internship, specific his department that was assigned to, the roles or responsibilities that was assigned, and the benefits that he received and gained throughout his internship. Furthermore, SWOT Analysis also will be described by him. This includes the strength, weakness, opportunities and threat to the department he chooses. Lastly, he will give his final thoughts and recommendations on his 24-week internship in the department. With that, he has gained many valuable experiences in the department throughout the internship with IJN-UTM Cardiovascular Engineering Center, which allowed his to put his studies at UiTM into practic

    HUKUM BERJABAT TANGAN ANTARA LAKILAKI DAN PEREMPUAN BUKAN MAHRAM MENURUT YUSUF AL-QARADHAWI DAN MUHAMMAD BIN SHALIH AL-UTSAIMIN

    Full text link
    Berjabat tangan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya menjadi problem di kalangan masyarakat. Sebagian masyarakat mempercayai kebolehannya, dan sebagian yang lain mempercayai keharamannya. Kepercayaan masyarakat ini mengacu pada pendapat ulama yang terpecah menjadi dua pendapat. Pendapat pertama mengaanggap bahwa berjabat tangan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya diperbolehkan, seperti pendapatnya Yusuf al-Qaradhawi. Sementara pendapat kedua bertolak belakang dengan pendapat pertama, yakni mengharamkannya, seperti pendapat Muhammad bin Shalih al-Utsaimin. Mengacu dari latar belakang tersebut, peneliti sangat tertarik untuk mengkaji kedua pendapat ulama tersebut. Penelitian yang digunakan dalam skripsi ini menggunakan penelitian kepustakaan (library reseach), artinya penelitian ini hanya fokus pada data yang bersumber dari literatur-literatur yang berkaitan. Data primer bersumber dari kitab karya kedua ulama tersebut, yaitu Fatawa Nur ala al-Darbi karya Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dan Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah karya Yusuf al-Qaradhawi. Data sekunder berupa datadata yang relevan berkaitan dengan tema yang dibahas. Data tersier bersumber dari data pendukung yang sifatnya hanya melengkapi saja, seperti data dari internet. Adapun sifat penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis komparatif, yakni mendeskripsikan permasalahan yang peneliti angkat, dilanjutkan dengan menganalisa permasahalan, dan yang terakhir membandingkannya berdasarkan data yang peneliti peroleh. Pada penelitian ini, penyusun menggunakan pendekatan teori sad azzarishid syari’ah. Hasil analisis yang ditemukan yakni adanya persamaan dan perbedaan dari kedua pendapat tersebut.iii Kedua ulama tersebut menggunakan dalil yang sama, yakni nash al-Qur’an dan al-Sunnah. Akan tetapi yang membedakannya adalah cara interpretasi dari nash-nash tersebut. Al-Utsaimin mengharamkannya secara mutlak baik itu dengan syahwat ataupun tidak, sedangkan alQaradhawi membolehkannya selama tidak menimbulkan syahwat. Keyword: Jabat Tangan, al-Qaradhawi, al-Utsaimi

    Analisis metodologis tentang batasan aurat perempuan menurut Yusuf Al-Qardhawi dan Husein Muhammad

    Full text link
    Dikalangan masyarakat indonesia, masih berbeda pendapat tentang batasan aurat perempuan salah satunya Yusuf Qardhawi dan husein Muhammad. Yusuf Qardhawi berpendapat bahwa batas aurat perempuan ialah seluruh tubuh terkecuali yang biasa namak (wajah dan telapak tangan). Sedangkan menurut Husein Muhammad tidak ada batasan aurat perempuan, batasan auratnya sesuai dengan norma-norma sosial yang berlaku. Tujuan Penelitian ini yaitu 1) untuk mengetahui batasan aurat menurut Yusuf Al-Qhardawi dan Husein Muhammad, 2) untuk mengetahui metode ijtihad yang digunakan Yusuf Al-Qardhawi dan Husein Muhammad 3) untuk mengetahui analisis perbandingan metodologis tentang aurat perempuan menurut Yusuf Al- Qardhawi dan Husein Muhammad perspektif ushul fiqih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi (content analysis). Penelitian ini bersifat normatif dan merupakan sebuah penelitian mengenai tulisan tentang pemikiran tokoh Yusuf Al-Qardhawi dan Husein Muhammad. Teknik analisis data yaitu dengan membaca wacana dan menggunakan studi literatur. Hasil penelitian dari skripsi ini adalah 1) pendapat Yusuf Al-Qardhawi tentang batasan aurat perempuan adalah seluruh bagian tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Pandangan husein Muhammad tetantang batasan aurat yaitu memliki kebebasan tentang batas aurat, perempuan dapat memelih sendiri batasan auratnya sesuai dengan norma-norma sosial dimana dia tingal. 2) metode ijtihad yang digunakan Yusuf Al-Qardhawi adalah Al-Qur’an, sunnah, qiyas, ijma, kisah sejarah, ilmu agama dan kemanusiaan, dan realitas dan keutamaan. Sedangkan metode ijtihad yang digunakan Husein Muhammad yaitu Al-Qur’an, hadits, dan qiyas. 3) persaman dan perbedaan pendapat Yusuf Al-Qardhawi dan Husein Muhammad yaitu: persamaan dari kedua tokoh ini ialah pemaparan yang komprehensif dari berbgai macam pendapat. Sedangkan perbedaan paling mendasar dari keduanya adalah Yusuf al-Qardhawi memiliki batasan aurat perempuan yaitu seluruh bagian tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Sedangkan Husein Muhammad tidak memiliki batasan aurat, bagi husein Muhammad agama saja tidak menentukan batasan aurat, maka dari itu batasan aurat diserahkan pada budaya masing masing, batasan aurat bisa menyesuaikan dengan etika ataupun kepantasan didalam masyarakat

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    Full text link
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    "Intertextuality in the Works of Muhammad Yusuf"

    No full text
    This article provides detailed information about the concept of intertextuality and its emergence and application in fiction. Also, the scientific and theoretical aspects of the use of intertextuality in the works of Muhammad Yusuf in Uzbek literature are revealed
    corecore