46 research outputs found
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas I Pada Tema Lingkungan Bersih, Sehat dan Asri Subtema Lingkungan Rumahku Dengan Penerapan Metode Project Based Learning di SDN 19 Sijantang Koto Tahun Pelajaran 2020/2021
Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas I SDN 19 Sijantang Koto Kota Sawahlunto. menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus , setiap siklus terdiri dari empat tahapan , yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi , teknik pegumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes hasil karya, alat pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan tes hasil karya , di analisis menggunakan analisis data kualitatif dan kuatitatif. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh rata-rata pada pra siklus yaitu 64,18, Siklus I yaitu 74,72 dan meningkat pada siklus II yaitu 86,36. Untuk ketuntasan belajar pada prasiklus yaitu 27% atau 3 siswa yang mampu menuntaskan pembelajaran, pada siklus I siswa yang mampu mencapai nilai ketuntasan yaitu 63% atau 7 siswa, untuk tahapan siklus II yaitu 100% atau seluruh siswa sudah mampu mencapai nilai KKM yang ditentukan.Hasil Belaja
Pemahaman Dan Penerapan Guru Pendidikan Jasmani Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kabupaten Bireuen Tahun 2011
. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Kenyataan di lapangan tidak semua guru memahami kurikulum KTSP, keluhan sering terjadi dan terdengar dari guru pada saat observasi awal yang penulis lakukan pada beberapa guru SMP dan SMA yang ada di Kabupaten Bireuen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman guru Penjaskes tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kabupaten Bireuen tahun 2011. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru Penjas yang ada di SMP dan SMA Kabupaten Bireuen yang berjumlah 108 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan Random Sampling 20% dari jumlah guru Pendidikan Jasmani yang ada di Kabupaten Bireuen yaitu 22 guru Pendidikan Jasmani. Untuk mendukung data dalam penelitian ini peneliti juga menambahkan kepala sekolah dan siswa yang berjumlah 22 kepala sekolah dan 22 siswa. Instrumen dalam penelitian menggunakan angket dan wawancara, dengan teknik analisis data menggunakan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam konsep dasar KTSP sebagian besar (63,64%) guru Pendidikan Jasmani pernah dipanggil untuk penataan pemahaman KTSP. Dalam perencanaan KTSP lebih dari setengah (59,09%) guru Pendidikan Jasmani ada menyusun perangkat pembelajaran sebelum mengajar. Dalam penyelenggaraan KTSP sebagian besar (77,27%) mendapat pujian dari kepala sekolah karena sangat bagus dalam mengajar dan lebih dari setengah (59,09%) mampu untuk mengajar dan perlu ditatar/diberi penataran lagi. Dalam media KTSP sebagian besar (68,18%) guru Pendidikan Jasmani menyatakan sebelum penerapan KTSP sarana dan prasarana di sekolah sudah memadai dan pernah membuat/pengadaan peralatan serta berupaya menanggulangi kekurangannya dalam proses belajar mengajar. Dalam Model Pembelajaran KTSP sebagian besar (63,64 %) ada membuat model pembelajaran tersendiri dalam mengajar dan model pembelajaran yang dibuatnya beragam serta sudah memenuhi persyaratan sesuai dengan tuntutan. Dalam evaluasi KTSP pada umumnya (81,82%) setelah penerapan KTSP kepala sekolah pernah mengevaluasi sejauhmana hasil pembelajaran yang dicapai serta dalam beberapa tahun setelah diterapkan KTSP pelajaran Pendidikan Jasmani sudah sesuai dengan yang diharapkan
PEMAHAMAN DAN PENERAPAN GURU PENDIDIKAN JASMANI TENTANG KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2011
Abstrak. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Kenyataan di lapangan tidak semua guru memahami kurikulum KTSP, keluhan sering terjadi dan terdengar dari guru pada saat observasi awal yang penulis lakukan pada beberapa guru SMP dan SMA yang ada di Kabupaten Bireuen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman guru Penjaskes tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kabupaten Bireuen tahun 2011. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru Penjas yang ada di SMP dan SMA Kabupaten Bireuen yang berjumlah 108 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan Random Sampling 20% dari jumlah guru Pendidikan Jasmani yang ada di Kabupaten Bireuen yaitu 22 guru Pendidikan Jasmani. Untuk mendukung data dalam penelitian ini peneliti juga menambahkan kepala sekolah dan siswa yang berjumlah 22 kepala sekolah dan 22 siswa. Instrumen dalam penelitian menggunakan angket dan wawancara, dengan teknik analisis data menggunakan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam konsep dasar KTSP sebagian besar (63,64%) guru Pendidikan Jasmani pernah dipanggil untuk penataan pemahaman KTSP. Dalam perencanaan KTSP lebih dari setengah (59,09%) guru Pendidikan Jasmani ada menyusun perangkat pembelajaran sebelum mengajar. Dalam penyelenggaraan KTSP sebagian besar (77,27%) mendapat pujian dari kepala sekolah karena sangat bagus dalam mengajar dan lebih dari setengah (59,09%) mampu untuk mengajar dan perlu ditatar/diberi penataran lagi. Dalam media KTSP sebagian besar (68,18%) guru Pendidikan Jasmani menyatakan sebelum penerapan KTSP sarana dan prasarana di sekolah sudah memadai dan pernah membuat/pengadaan peralatan serta berupaya menanggulangi kekurangannya dalam proses belajar mengajar. Dalam Model Pembelajaran KTSP sebagian besar (63,64 %) ada membuat model pembelajaran tersendiri dalam mengajar dan model pembelajaran yang dibuatnya beragam serta sudah memenuhi persyaratan sesuai dengan tuntutan. Dalam evaluasi KTSP pada umumnya (81,82%) setelah penerapan KTSP kepala sekolah pernah mengevaluasi sejauhmana hasil pembelajaran yang dicapai serta dalam beberapa tahun setelah diterapkan KTSP pelajaran Pendidikan Jasmani sudah sesuai dengan yang diharapkan.Kata kunci: Pemahaman, penerapan dan kurikulum tingkat satuan Pendidika
Pengaruh dividen payout ratio dan price earning ratio terhadap earning response cofficient (Studi empiris pada perusahaan manufaktur di bursa efek Indonesia)
ix+79hlm.;29c
PENERAPAN MODEL PROBLEM-BASED LEARNING PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI KELAS XRN SMA NEGERI 7 BANDA ACEH
ABSTRAKKata kunci : Model Pembelajaran, Problem-Based Learning, Sistem Persamaan Linear Dua VariabelKeberhasilan suatu proses pembelajaran dapat diketahui dari tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat juga akan mempermudah berlangsungnya proses belajar mengajar. Salah satu strategi dalam pembelajaran adalah dengan menggunakan model problem-based learning. Sesuai dengan kurikulum baru yang dikenal dengan kurikulum 2013 dilaksanakan dengan pendekatan berbasis saintifik, pada dasarnya terdiri atas lima langkah pembelajaran, yaitu: mengamati, bertanya, menalar/mengasosiasikan, mencoba/mengumpulkan informasi, dan mengomunikasikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar dan respon siswa melalui model problem-based learning pada materi sitem persamaan linear dua variabel siswa kelas X SMA Negeri 7 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Adapun jenis penelitian adalah penelitian eksperimen dengan desain one-shot-case study. Populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 7 Banda Aceh yang terdi dari 8 kelas, sampel yang diambil adalah satu kelas yaitu kelas X MIA 1. Teknik pengumpulan data dengan tes hasil belajar. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji-t pihak kanan. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis H0 t ? t1-? dan terima H0 jika t berharga lain. Dari hasil pengolahan data didapat t = 2,74 dan t1-? = 1,70, sehingga t ? t1-?, maka hipotesis H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem-based learning pada materi sistem persamaan linear dua variabel siswa kelas X SMA Negeri 7 Banda Aceh mencapai taraf berhasil
EVALUASI TAHAP DAMPAK PELATIHAN BAITUL ARQAM DALAM PEMBINAAN KOMPETENSI SOSIAL GURU SMA MUHAMMADIYAH DI KOTA PALEMBANG
Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah evaluasi dampak pelatihan Baitul Arqam dalam
pembinaan kompetensi sosial guru SMA Muhammadiyah di kota Palembang. Adapun tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui dampak pelatihan Baitul Arqam terhadap kompetensi sosial guru. Penelitian ini
termasuk jenis penelitian evaluasi Metode penelitian menggunakan metode mixed methods (penelitian
gabungan) yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan
interview sebagai alat pengumpul data utama, observasi dan dokumentasi. Data diambil dari 2 sekolah yaitu
SMA Muhammadiyah 1 dan SMA Muhammadiyah 6 Palembang.Hasil penelitian ini dapat merumuskan
bahwa evaluasi pada tahap dampak pelatihan Baitul Arqam terhadap kompetensi sosial guru menunjukkan
hasil yang baik sekali dengan nilai rata-rata 4,51. Artinya pelatihan memberikan dampak positif kepada
peserta diklat dalam peningkatan kompetensi sosial guru
Peran ilmu-ilmu tasawuf dalam membentuk jiwa entrepreneur santriwati Pondok Pesantren Sabilunnajah Simo Bojonegoro Jawa Timur
Salah satu bidang pemikiran islam yang menarik minat para peneliti untuk melakukan kajian serius dan kritis adalah tasawuf oleh para orientasi barat yang disebut sufism (sufisme). Kajian ini dilakukan dalam upaya menyikapi eksitensi dalam rahasia tasawuf, dengan menggunakan berbagai pendekatan ilmiah. Adanya literatur-literatur standar yang dihasilkan untuk mendukung asumsi ini. Entrepreneur (jiwa kewirausahaan) dalam ajaran Nabi Muhammada SAW., tidak terjadi begitu saja, akan tetapi itu adalah sebuah proses dan perjuangan yang cukup panjang dimulai dari sejak beliau berumur 12 tahun. Ini diakui oleh para guru-guru leadership yang sepakat bahwa apa yang terjadi dari tahun-tahun pertama kehidupan manusia, yang akan membuat perbedaan dalam priode kehidupan berikutnya. Menurut islam, seorang yang sukses adalah seorang yang menjalankan perintah Allah SWT., dalam seluruh aspeknya serta usahanya, dengan dapat membedakan mana yang halal dan haram. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Dimana jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang mampu menggambarkan kejadian ketika peneliti melakukan penelitian dilapangan. Sehingga penelitian ini sisebut (Field Researh). Sumber data primer dari penelitian ini adalah residen dan sumber data skundernya adalan jiwa entrepreneur. Data ini diambil menggunakan observasi disertai wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) peran nilai-nilai tasawuf dalam membentuk jiwa entrepreneur santriwati pondok pesantren sabilunnajah simo bojonegoro jawa timur adalah sebagai lembaga pendidikan keagamaan untuk melacak generasi yang berperilaku islami. (2) untuk membentuk kemampuan santri dalam berwirausaha di unit usaha pondok serta yayasan, yang didukung oleh pihak Pondok Pesantren Sabilunnajah Simo Bojonegoro Jawa Timur
PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERDESAAN DALAM MEMAJUKAN EKONOMI MASYARAKAT KELURAHAN BATUBERSURAT KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR
Purpose of this reasearch is to know theNational Program Society Lay off
for advance the societi’s economi at Batu Bersurat XIII Koto kampar. Subjeck of
this reasearch is the save-borrow’s group of national program society lay off for
advance the societi’s economi at batu bersurat XIII koto kampar. Objeck of this
reasearch is contribution of national program society lay off for advance the
societi’s economi at batu bersurat XIII koto kampar. Population of this reasearch
is save-borrow’s group they are 48 persons. The Reasearcher not using sample
because population of this reasearch is little. For collect data the Reasearcher used
questionnaire, interview and documnetation. Reasearcher used descriftif qualitatif
prosentase as analysis data’s technique.
Building on analysis data Reasearcher get result that contribution of
national program society lay off for advance the societi’s economi at Batu
Bersurat XIII Koto Kampar is participate in advance the societi’s economi at batu
Bersurat XIII Koto Kampar. Result from recapitulation quistionnaire before the
society got a loan and after the society get a loan appertain very maximal with
percentage 81,68% revolve between 81%-100%
