ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
    92391 research outputs found

    PENGENDALIAN RISIKO TERHADAP USAHA ROLL CAKE COFFEE

    No full text
    RINGKASANPengendalian risiko merupakan suatu usaha untuk mengetahui, menganalisi serta mengendalikan risiko dalam setiap kegiatan usaha dengan tujuan untuk memperoleh efektivitas dan efisiensi yang lebih tinggi. Dari pengertian tersebut dapat dilihat bahwa sangat diperlukan sekali pengendalian risiko dan apabila tidak dilakukan maka akan berdampak buruk pada usaha tersebut dikarenakan banyaknya risiko dan sudah tidak terkendalikan lagi.Tujuan dari Tugas akhir ini adalah untuk mengidentifikasi apa saja risiko yang ada, melakukan penilaian risiko yang mungkin terjadi dan cara untuk mengendalikan risiko yang ada pada usaha Roll Cake Coffee ini.Metode pada penelitian ini adalah menggunakan metode Deskriptif dan metode Hazard Identification, Risk Assesment and Risk Control (HIRARC). Penilaian Risiko ini dapat juga dilakukan setelah proses menganalisis dan mengevaluasi risiko selesai dilakukan. Analisis risiko dilakukan agar mendapatkan perbandingan antara risiko kecil dan risiko besar yang berkemungkinan terjadi. Sedangkan pengendalian risiko diterapkan berdasarkan pada penilaian usaha sebagai pengambilan keputusan.Hasil penelitian yang didapatkan adalah ada beberapa risiko pada usaha Roll Cake Coffee yang sudah dapat diatasi dan cara pengendaliannya, seperti kekurangan modal dikarenakan modal awal yang dikeluarkan dalam usaha Roll Cake Coffee sebesar 1.400.000 sedangkan usaha masih tergolong baru, dapat dikendalikan dengan cara meminjam modal kepada lembaga keuangan untuk modal awal dalam menjalankan usaha. Kehilangan branding usaha yang disebabkan karena belum adanya izin usaha, dapat dikendalikan dengan cara mengurus surat izin (SIUP) di dinas perdagangan agar usaha dapat berjalan dengan lancar dan jelas. Terdapat banyaknya pesaing, dimana terdapat berbagai macam Roll Cake Coffee yang sudah lebih dulu terkenal dengan mereknya, dapat dikendalikan dengan cara memberikan harga yang relatif terjangkau. Produk kadaluarsa tidak habis terjual dalam batas waktu lebih dari 4 hari, dapat dikendalikan dengan cara mengurangi proses produksi yang biasanya sekali produksi dalam satu minggu 15 kotak menjadi 10 kotak Roll Cake Coffee

    PENGARUH INDEPENDENSI, INTEGRITAS, DAN OBJEKTIVITAS AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT INSPEKTORAT PROVINSI ACEH DENGAN ETIKA AUDITOR SEBAGAI VARIABEL MODERASI

    No full text
    Penelitian ini menguji pengaruh independensi, integritas dan objektivitas auditor terhadap kualitas audit dengan etika auditor sebagai variabel moderasi pada Inspektorat Aceh. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh auditor yang bekerja pada Inspektorat Aceh. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 50 responden yang diambil menggunakan teknik non probability sampling dengan metode sensus. Data yang digunakan adalah data primer melalui penyebaran kuesioner. Pengujian statistik menggunakan bantuan software SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa independensi, integritas dan objektivitas secara simultan berpengaruh terhadap kualitas audit. Secara parsial independensi berpengaruh terhadap kualitas audit, integritas tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, dan objektivitas berpengaruh secara simultan terhadap kualitas audit. hasil penelitian regresi moderasi ditemukan bahwa etika auditor memoderasi pengaruh independensi terhadap kualitas audit, etika auditor memoderasi hubungan pengaruh integritas terhadap kualitas audit dan etika auditor tidak memoderasi pengaruh objektivitas terhadap kualitas audit.Kata Kunci: Independensi, Integritas, Objektivitas, Etika Auditor, Kualitas Audit

    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN SERTA DAMPAKNYA PADA NIAT MEMBELI ULANG PADA PELANGGAN CAFE RESAM GAYO LUES

    No full text
    Dalam beberapa tahun ini industri bisnis dalam bidang e shop mengalami peningkatan yang cukup baik. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana kualitas pelayanan dan citra merek berpengaruh terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan. Menggunakan teknik SEM (Structural Equation Modeling) yang melibatkan 180 sampel di Cafe Resam Gayo Lues,hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan citra merek secara signifikan mempengaruhi kepuasan konsumen dan loyalitas pelanggan. Selanjutnya terungkap juga bahwa kepuasan pelanggan dapat memediasi pengaruh kualitas pelayanan dan citra merek terhadap loyalitas pelanggan. Penelitian berikutnya diharapkan dapat meningkatkan ruang lingkup penelitian dengan subjek penelitian yang lebih banyak seperti membandingkan dengan cafe di lokasi lain dan jenis bisnis yang berbeda. Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Citra Merek, KepuasanPelanggan, Loyalitas Pelanggan dan SEM (Structural Equation Modeling

    PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA KERACUNAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGERI 70 KOTA BANDA ACEH

    No full text
    KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN,RISET DAN TEKNOLOGIUNIVERSITAS SYIAH KUALAFAKULTAS KEPERAWATANSKRIPSI20 Desember 2022XIV Halaman + VI BAB + 56 halaman + 4 Tabel + 1 Skema + 21 LampiranANNISA1912101010110PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA KERACUNAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGERI 70 KOTA BANDA ACEHABSTRAKKejadian keracunan paling sering dialami oleh kebanyakan orang. Keracunan paling sering ditemukan pada usia anak sekolah dasar (SD). Keracunan harus mendapatkan penanganan cepat dan tepat dari orang terdekat. Anak usia sekolah sendiri hendaknya sudah memiliki pengetahuan ketika kondisi ini terjadi. Keracunan bisa terjadi dilingkungan bermain yang mungkin jauh dari pengawasan orang tua dan guru. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi gambaran tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang pertolongan pertama keracunan. Jenis penelitian adalah deskriptif, sampel penelitian 89 siswa/i terdiri dari kelas V dan VI di SD Negeri 70 Kota Banda Aceh. Tehnik pengumpulan sampel adalah purposive sampling. Alat ukur yang digunakan kuesioner. Hasil penelitian diperoleh, tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang pertolongan pertama keracunan 52 responden (58,4%) berada kategori pengetahuan sedang. Rekomendasi: Pihak sekolah dapat mengembangkan atau memberdayakan (UKS) unit kesehatan sekolah untuk meningkatkan pengetahuan siswa. Kata kunci : Keracunan, Anak usia sekolah, Pengetahuan.Daftar bacaan : 19 buku, 1 skripsi, 25 jurnal (2009-2022)

    POTENSI GEL EKSTRAK DAUN KIRINYUH (CHROMOLAENA ODORATA) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA SECARA IN VIVO

    No full text

    PERANCANGAN RUMAH SAKIT REHABILITASI MEDIK DI BANDA ACEH

    No full text
    Jumlah pembangunan di Indonesia terus bertambah seiring perkembangan zaman. Salah satu indikator yang menentukan keberhasilan daerah dalam melakukan pembangunan adalah pembangunan dalam bidang kesehatan. Kehadiran rumah sakit merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, terlebih rumah sakit dengan bentuk pelayanan yang lebih spesifik. Dari data yang ada, kebutuhan dan isu yang berkembang di Aceh mengerucut kepada kebutuhan rumah sakit yang lebih spesifik di bidang rehabilitasi medik. Rumah sakit khusus rehabilitasi medik masih sangat jarang di Indonesia terutama di daerah Aceh, terlebih lagi kebanyakan rumah sakit swasta yang mengambil pangsa pasar golongan menengah ke bawah masih sangat jarang.Perancangan pembangunan Rumah Sakit Rehabilitasi Medik dengan pendekatan Healing Architecture diharapkan dapat membantu memecahkan permasalahan kesehatan yang ada di Aceh. Pemilihan lokasi perancangan akan mengikuti peraturan yang ada. Perancangan ini juga tidak terlepas dari standar kesehatan dan keamanan. Hal ini bertujuan untuk menjamin kelayakan bangunan tersebut dalam pengoperasiannya. Bangunan rumah sakit merupakan salah satu bangunan yang mengedepankan fungsi. Oleh karena itu utilitas rumah sakit (infrastruktur) yang baik akan memaksimalkan pelayanan yang diberikan, karena pelayanan kesehatan yang baik dapat mempengaruhi proses penyembuhan.Perancangan Rumah Sakit ini berlandaskan pada sebuah konsep Healing Architecture dimana dalam perancangan ini, proses penyembuhan pasien tidak hanya didapatkan melalui pihak medis tetapi juga didapatkan dari bangunan yang digunakan oleh pasien sebagai objek rancangan. Rancangan Rumah Sakit Kelas B berkonsep Healing Architecture ini bertujuan untuk menggali dan merumuskan masalah yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan Rumah Sakit melalui survei yang dilakukan, sehingga dapat diwujudkan suatu landasan yang konseptual bagi perancangan Rumah Sakit yang nyaman dengan menerapkan unsur-unsur yang harus dipenuhi dalam pembangunan Rumah Sakit Rehabilitasi Medik.Kata Kunci: Rumah Sakit, Rehabilitasi Medik, Healing Architectur

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi tujuan terhadap adaptabilitas karier yang dimediasi oleh efikasi diri pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa sebanyak 247 orang yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui media kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS). Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa orientasi tujuan berpengaruh terhadap adaptabilitas karier. Orientasi tujuan berpengaruh terhadap efikasi diri. Efikasi diri berpengaruh terhadap adaptabilitas karier. Efikasi diri memediasi hubungan orientasi tujuan terhadap adaptabilitas karier.Kata Kunci: Orientasi Tujuan, Adaptabilitas Karier, Efikasi Diri, Partial Least Square (PLS)

    PENGEMBANGAN BIOKOMPOSIT POLIMERIK BERBUSA MENGGUNAKAN SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN OKSIDA SENG

    No full text
    ABSTRAKKomposit polimer berbasa diperkuat serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) telah dikaji serta diketahui hasilnya, namun beberapa sifat mekalik dan fisik masih belum optimal. Penambahan fillers Oksida Seng (ZnO) pada pembuatan komposit polimerik berbusa diperkuat serat TKKS diduga dapat meningkatkan karakteristik mekanik, termal dan fisik. Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan ZnO terhadap karakteristik mekanik, stabilitas termal dan morfologi komposit polimerik berbusa diperkuat serat TKKS. Komposit dibuat menggunakan metode hand lay-up dengan komposisi yaitu 70% Resin, 15% Serat TKKS, 15% polyurethane sebagai blowing agent dan 4 variasi ZnO (5%, 10%, 15%, 20%) dan tanpa ZnO sebagai kontrol variabel. Karakteristik mekanik diperoleh melalui pengujian tarik, tekan, lentur dan impak mengikuti standar ASTM D638, ASTM D695, ASTM D790-92 dan ASTM D5942-96. Sementara pengujian stabilitas termal menggunakan Thermogravimetry Analyzer dan Differential Scanning Calorimetry (DSC) merujuk kepada ASTM D3850 dan ASTM 3418. Analisa morfologi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) merujuk ASTM E2809. Nilai tegangan tarik tertinggi komposit yaitu 13.352 MPa dengan nilai regangan 0.025 mm/mm sedangkan kuat tekan tertinggi komposit dengan tegangan 13,576 MPa dan regangan sebesar 0,039 mm/mm. Besarnya nilai tegangan dan regangan tertinggi pada hasil pengujian kuat lentur material komposit polimerik berbusa adalah 7.102 MPa dan 0.857 mm/mm. Sementara kekuatan impak tertinggi dengan nilai 2,067 J/mm2 dan nilai kekuatan impak terendah adalah 1,164 J/mm2. Morfologi permukaan komposit polimerik berbusa dengan serat TKKS dan penambahan ZnO 20% membuat ikatan antara muka matrik (poliester tak jenuh), poliuretan (PU) dan serat (TKKS + ZnO) menjadi lemah, terjadi aglomerasi antara matrik, serat TKKS dan fillers ZnO dan dispersi serat dan fillers tidak homogen. Analisa pengujian stabilitas termal menggunakan TGA menunjukkan degradasi massa awal komposit tertinggi pada temperatur 382.4 0C (Tonset) dengan komposisi 15% ZnO. Temperatur (Tendset) dimana degradasi massa maksimum terjadi pada temperatur 458.61 0C (20% ZnO) sedangkan Tendset terendah terjadi pada temperatur 439.12 0C dengan komposisi 0% ZnO. Hasil pengujian stabilitas termal menggunakan DSC pada komposit polimerik berbusa ini terjadi pada temperatur 342.80 0C (Tonset) terkecil diantara variasi komposisi yang lain (0% ZnO). Sedangkan temperatur tertinggi ada pada komposit dengan komposisi 15% ZnO yaitu 393,55 0C. Temperatur puncak reaksi eksotermik (Tpeak) tertinggi adalah komposit dengan komposisi 15% ZnO, sementara (Tpeak) terendah terdapat pada komposit dengan komposisi 0% ZnO dengan temperatur 373.34 0C. Temperatur kristalisasi (Tendset) terendah terlihat pada material komposit tanpa fillers ZnO dengan temperatur 384.40 0C , sementara temperatur kristalisasi tertinggi tampak pada komposit dengan komposisi fillers ZnO 15% dengan temperatur 424.35 0C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penambahan ZnO pada material komposit polimerik berbusa diperkuat dengan serat TKKS dapat meningkatkan kekuatan tarik, tekan, lentur, impak dan stabilitas termal dari material komposit. Variasi komposisi terbaik diantara semua spesimen adalah komposit polimerik berbusa dengan dengan komposisi 15% ZnO dengan ukuran partikel TKKS mesh 100. Komposit ini menjadi kandidat untuk berbagai aplikasi seperti komponen otomotif, komponen konstruksi non struktural dan peralatan rumah tangga.Kata kunci: Oksidasi Seng (ZnO), Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), Komposit Polimerik Berbusa, Sifat Mekanik, Stabilitas Termal, Morfologi

    POTENSI EKSTRAK DAUN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) SEBAGAI ANTIBAKTERI: SYSTEMATIC REVIEW

    No full text
    Resistensi antibiotik adalah salah satu ancaman besar bagi dunia kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meneliti tanaman yang banyak digunakan sebagai alternatif pengganti antibiotik. Tujuan dari review ini adalah untuk melihat potensi antibakteri yang ada pada ekstrak daun Persea americana, dan menjabarkan kandungan metabolit sekunder didalamnya yang memiliki sifat antibakteri. Metode: penelitian ini berupa studi literatur yang berpedoman pada PRISMA 2009 Flow Diagram. Mesin pencarian literatur yang digunakan adalah SpringerLink, ScienceDirect, PubMed dan PMC via NCBI dengan menggunakan kombinasi kata kunci dan Boolean OR dan AND serta pencarian manual dan citation tracking pada literatur yang berkaitan. Hasil penelitian: didapatkan 16.196 literatur yang tersaring dengan kata kunci yang digunakan. Setelah melihat judul, abstrak dan kata kunci pada hasil pencarian tersebut serta penyaringan dengan kriteria yang ditentukan, didapatkan total 8 literatur yang memenuhi semua syarat. Dari hasil studi literatur didapatkan kandungan metabolit sekunder pada ekstrak daun P. americana Mill. berupa alkaloid, antosianin, fenolik, flavonoid, polifenol, quersetin, saponin, steroid, tanin dan terpenoid. Ekstrak daun P. americana Mill. menunjukkan sifat antibakteri terhadap beberapa bakteri baik Gram negatif maupun Gram positif serta beberapa bakteri yang telah mengalami multi drug resistance, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun alpukat memiliki potensi sebagai antibakteri berbasis tanaman.Kata kunci: Ekstrak daun Persea americana Mill., metabolit sekunder, aktivitas antibakter

    ANALISIS INDEKS VEGETASI KERAPATAN TANAMAN KEBUN KOPI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT MULTITEMPORAL DI KABUPATEN BENER MERIAH

    No full text
    Kopi merupakan salah satu tanaman yang paling banyak tumbuh di kawasan Kabupaten Bener Meriah. Perubahan kawasan kebun kopi di Kabupaten Bener Meriah disebabkan oleh pengalihan fungsi lahan, namun selama ini pemantauan perubahan lahan kebun kopi masih kurang dikaji, sehingga masih minimnya informasi mengenai perubahan lahan tersebut. Penginderaan jauh merupakan salah satu solusi yang tepat untuk pemantauan kawasan kebun kopi dengan menggunakan data dari citra satelit. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah citra satelit Landsat 5 akuisisi 24 Mei 1988 dan Landsat 8 akuisisi 28 Februari 2021. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kebun kopi eksisting Kabupaten Bener Meriah tahun 2021 dan menganalisis perubahan kerapatan tanaman kopi selama kurun waktu 3 dekade menggunakan metode EVI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode indeks vegetasi Enhanced Vegetation Index (EVI) dengan Kabupaten Bener Meriah sebagai studi kasusnya. Hasil dari penelitian ini adalah peta kebun kopi pada tahun 2021 memiliki luasan sebesar 33.496,76 ha. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan kerapatan tanaman kebun kopi pada tahun 1988 dan 2021. Tahun 1988 memiliki kerapatan vegetasi tidak bervegetasi seluas 296,97 ha (18,88%), vegetasi tidak rapat seluas 2,57 ha (0,16%), vegetasi cukup rapat seluas 71,18 ha (4,52%), vegetasi rapat seluas 427,46 ha (27,17%) dan sangat rapat seluas 774,87 ha (49,26%). Tahun 2021 memiliki kerapatan vegetasi tidak bervegetasi seluas 8,42 ha (0,47%), vegetasi tidak rapat seluas 328,72 ha (18,38%), vegetasi cukup rapat seluas 238,40 ha (13,33%), vegetasi rapat seluas 648,55 ha (36,26%), dan sangat rapat seluas 564,43 ha (31,56%). Berdasarkan hasil penelitian kelas vegetasi sangat rapat mengalami penurunan sebesar 210,44 ha, hal ini di indikasi bahwa adanya pengalihan fungsi lahan dari hutan menjadi kopi. Kata Kunci: Kopi, Indeks vegetasi, EVI, Citra Landsa

    31,325

    full texts

    92,391

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ETD - Unsyiah Central Library
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇