54 research outputs found

    Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar Menangkap Bola Untuk Penjaga Gawang Sepakbola Menggunakan Media

    No full text
    ABSTRAK   Pradana, Yudha, Febrian. 2013. Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar Menangkap Bola Untuk Penjaga Gawang Sepakbola Menggunakan Media. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M. Pd, (II) I Nengah Sudjana, S.Pd., M.Pd   Kata Kunci: latihan, menangkap bola, penjaga gawang, media   Sepakbola salah satu cabang olahraga yang sangat dikenal dan digemari oleh seluruh masyarakat di seluruh dunia. Sepakbola permainan tim, maka perlu adanya kerjasama yang baik dalam suatu tim itu. Dalam sepakbola ada satu pemain yang perannya sangat penting dalam pertandingan sepakbola adalah penjaga gawang. Kejanggalan dari penjaga gawang, yaitu mereka menggunakan tangannya sementara pemain lain menggunakan kakinya. Tugas mereka adalah menghentikan bola yang meluncur dengan kecepatan 60 mil perjam, sehingga tidak berhasil memasuki gawang yang berukuran 7,32 x 2,44 meter. Penjaga gawang harus mempunyai kemampuan dalam menangkap bola yang baik dan benar yang wajib dikuasai penjaga gawang sepakbola agar bola tidak masuk ke gawang. Tujuan dari penelitian ini adalah, perlu pengembangan model latihan teknik dasar cara menangkap bola untuk penjaga gawang sepakbola menggunakan media, dikarenakan proses latihan masih kurang maksimal atau kurang efektif dan siswa mudah bosan. Juga untuk lebih mempermudah mempercepat siswa dalam pemahaman latihan teknik dasar kemampuan menangkap bola penjaga gawang. Prosedur pengembangan latihan teknik dasar menangkap bola untuk penjaga gawang sepakbola menggunakan media ini melalui beberapa tahap, antara lain: 1) melakukan analisis kebutuhan dengan melakukan riset dan pengumpulan informasi dalam melakukan penelitian awal. 2) Pembuatan rancangan produk. 3) Evaluasi para ahli dengan menggunakan 1 ahli media dan 1 ahli kepelatihan sepakbola. 4) pembuatan produk awal. 5) Uji coba kelompok kecil (a) dan melakukan revisi produk pertama sesuai dengan saran-saran dari tinjauan para ahli. 6) Uji coba kelompok besar (b) dengan subjek yang lebih banyak dan melakukan revisi produk yang kedua sesuai dengan saran-saran dari tinjauan para ahli.  7) Produk hasil akhir pengembangan.             Bentuk-bentuk latihan teknik dasar menangkap bola ini dikembangkan melalui saran dan evaluasi para ahli, secara keseluruhan para ahli memberikan masukan yang baik dan setelah merevisi produk awal maka para ahli setuju dan produk yang sudah jadi siap untuk diuji cobakan di 5 Sekolah Sepakbola di Kabupaten Lumajang. Hasil analisis data yang diperoleh dari uji coba kelompok kecil (a) adalah 82.84%, sedangkan uji coba kelompok besar (b) adalah 84.53%. Oleh karena itu, produk latihan teknik dasar menangkap bola untuk penjaga gawang menggunakan media berupa Vidio Compac Disc (VCD) telah memenuhi kriteria dan semua isi dapat digunakan dalam kegiatan latihan penjaga gawang sepakbola di Sekolah Sepakbola Turangga, Bintang Kesit, Rajawali, Kudamas, Persegen Kabupaten Lumajang

    Implementasi Fuzzy Logic dengan sistem Visual Camera pada Robot Jetbot sebagai Line Follower

    No full text
    Aplikasi yang mengandalkan input visual untuk robot Jetbot yang mengikuti garis. Kamera berfungsi sebagai sensor utama, dan metode pemisahan gambar yang disesuaikan digunakan untuk memproses buffer gambar. Metode ini mengekstrak data yang diperlukan untuk pengontrol robot agar berfungsi dengan baik bahkan di lingkungan yang kurang cahaya. Robot ditugaskan untuk mengikuti jalur yang telah ditentukan sebelumnya pada permukaan lantai hitam yang ditandai dengan garis putih. Hasil percobaan menunjukkan keberhasilan navigasi robot di sepanjang jalur. Metode ini dapat diandalkan dan tangguh, serta mudah diadaptasi untuk digunakan dalam konteks lain, termasuk lingkungan industri yang biasanya menggunakan transduser dan sensor yang mahal. Dalam pengujian penelitian kami, kami berhasil mengamati peningkatan yang signifikan dalam perkembangan garis gerak robot dengan menggunakan teknik logika fuzzy dan pustaka OpenCV. Kami mencapai akurasi yang baik dan stabilitas yang terlihat dari gerakan robot. Teknologi logika fuzzy juga memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan pada sistem kontrol otomatis lainnya. Pada penelitian ini, kami menggunakan bahasa pemrograman Python dan akses motor menggunakan kontroler logika fuzzy. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan kontroler logika fuzzy yang dikombinasikan dengan library OpenCV merupakan pilihan yang efektif untuk meningkatkan performa line-following robot pada Jetbot

    Analisa Perubahan Garis di Kota Surabaya Menggunakan One-line Model

    No full text
    Kota Surabaya memiliki wilayah pantai yang strategis sebagai ibu kota Provinsi Jawa timur sehingga banyak pembangunan yang di lakukan maupun masih direncanakan untuk wilayah pesisirnya sehingga berpengaruh terhadap ekosistem di area pesisir dan berdampak pada morfologi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai, sehingga kita dapat menganalisa garis pantai kedepanya sehingga kita dapat mengetahui bagaimana alternatif pengeloaan garis pantai Kota SurabayaBerubahnya garis pantai pada tiap sel, dan hamper di semua sel berubah di sebabkan oleh gelombang, dengan kemunduran garis pantai pada sel 201 dengan kemunduran sebedar 56.66m dan kemaajuan garis pantai terbesar papa sel 169 dengan nilai 56.6m. Secara umum tiap sel cenderum stabil kecuali pada sel 85-142 di karenakan tumbuhan bakau yang tumbuh lebat sehingga mempengaruhi perubahan garis pantai. Dengan luasan mangrove. ============================================================================================================== The city of Surabaya has a strategic coastal area as the capital of the province of East Java so that much of the development is carried out and is still planned for the coastal area so that it affects the ecosystem in the coastal area and impacts on coastal morphology. This study aims to determine the changes in the coastline, so that we can analyze the coastline in the future so that we can find out how to manage the coastline of Surabaya, this study begins with a study literature, data collection in the form of bathymetry, satellite maps, wind, tides, and sediments, which will then be processed using one-line model and then corrected using satellite image maps. The shoreline changes in each cell, and almost all cells change due to waves, with a coastline retreat in cell 201 with a decline of 56.66m and the greatest coastline progress in cell 169 with a value of 56.6m. In general, each cell of the cenderum is stable except in cells 85-142 because of the thick growth of mangroves that affect changes in coastline. With mangrove area

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TATA NASKAH DINAS ELEKTRONIK (TNDE) DI KANTOR BALAI WILAYAH SUNGAI SUMATERA III PEKANBARU

    No full text
    Penelitian ini berupaya untuk mencari dan mengeksplorasi penerapan kebijakan naskah dinas elektronik di lingkungan Kantor Wilayah Sungai Sumatera III, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Naskah dinas elektronik merupakan salah satu upaya menuju digitalisasi administrasi perkantoran dalam rangka meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan birokrasi. Penelitian ini menerapkan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yakni pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan ini telah berjalan sesuai dengan pedoman yang ditentukan, namun masih menghadapi berbagai tantangan seperti sumber daya manusia yang kurang memahami sistem, infrastruktur teknologi yang belum merata, dan resistensi terhadap perubahan

    PERAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN, MOTIVASI BERWIRAUSAHA, DAN PERSEPSI ATAS DUKUNGAN RELASI DALAM MEMPENGARUHI KESIAPAN BERWIRAUSAHA

    No full text
    Salah satu solusi yang dapat digulirkan untuk meminimalisasi angka pengangguran di Indonesia adalah dengan meningkatkan jumlah wirausaha. Kewirausahaan dinilai mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang bermanfaat untuk menyerap tenaga kerja. Pemerintah bekerja sama dengan PT. Mitra Semeru Indonesia menyelenggarakan Studi Independen Bersertifikat E-Commerce (SIB E�Commerce) yang merupakan pendidikan kewirausahaan berbasis pengalaman untuk menyiapkan calon lulusan perguruan tinggi supaya lebih siap bekerja di bidang e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis peran pendidikan kewirausahaan, motivasi berwirausaha, dan persepsi atas dukungan relasi dalam mempengaruhi kesiapan berwirausaha pada peserta SIB E-Commerce. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif-deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh peserta SIB E-Commerce pada Batch 1, yakni sebanyak 200 peserta. Sampel diambil secara acak dan dihitung dengan metode akar kuadrat terbalik, adapun berdasarkan tingkat pengembalian kuesioner, didapatkan sejumlah 87 responden. Hipotesis dibangun dengan metode partial least square-structural equation modelling (PLS-SEM). Data diolah dengan analisis regresi moderasi menggunakan aplikasi SmartPLS 3.0. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan, motivasi berwirausaha, dan persepsi atas dukungan relasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan berwirausaha baik secara parsial maupun simultan. Persepsi atas dukungan relasi sebagai variabel moderator tidak mampu memperkuat pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap kesiapan berwirausaha diduga karena terdapat faktor lain yang dapat memperkuat hubungan tersebut. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa kesiapan berwirausaha seseorang dipengaruhi oleh pendidikan kewirausahaan, motivasi berwirausaha, dan persepsi atas dukungan relasi. Calon lulusan perguruan tinggi disarankan untuk meningkatkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kewirausahaan melalui partisipasi aktif dalam pendidikan kewirausahaan berbasis pengalaman, meningkatkan motivasi berwirausaha dengan menetapkan tujuan-tujuan konkrit yang bermanfaat bagi mental dalam berwirausaha, serta meningkatkan persepsi atas dukungan relasi dalam berwirausaha dengan memaksimalkan kemampuan bersosialisasi untuk menjalin jejaring sosial internal dan eksterna

    Implementasi Audit Internal Laporan Keuangan dan Pengelolaan Aset UMKM Sate Bandeng Hj. Maryam di Kota Serang Banten

    No full text
    UMKM Sate Bandeng Hj Maryam sudah melakukan pencatatan keuangan berkala, sudah memiliki laporan keuangan, begitupun juga dengan pengelolaan aset tetap. Sudah ada inventarisasi aset yang khusus dijadikan sebagai pendukung kegiatan operasional UMKM, akan tetapi belum di inventarisasi dengan baik. Pengabdian masyarakat ini didasari dengan tujuan utama untuk membahas mengenai pentingnya peran audit dalam laporan keuangan dan pengelolaan aset dalam UMKM. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah observasi, wawancara dan di lakukan prosedur audit internal atas laporan keuangan dan Aset Tetap. Berdasarkan wawancara dan observasi yang telah dilakukan, maka dari itu dapat disimpulkan bahwa UMKM Sate Bandeng Hj. Maryam tidak melakukan audit internal terhadap laporan keuangan dan pengelolaan aset tetap sudah baik namun belum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Dalam kasus ini, UMKM belum pernah memperhitungkan beban penyusutan aset tetapnya. Kami menemukan bahwa beban penyusutan dapat mempengaruhi nilai pada laba perusahaan. Nilai pada laba perusahaan menjadi lebih kecil karena nilai beban perusahaan meningkat. Akibatnya, akumulasi penyusutan menyebabkan nilai aset tetap perusahaan menjadi lebih rendah. Nilai yang disajikan sebelumnya tidak selalu menunjukkan nilai sebenarnya karena nilai penyusutan aset tetap dalam laporan keuangan perusahaan tidak tepat. Beberapa aset memerlukan perhatian lebih agar dapat mendukung produktivitas bisnis secara optimal. Temuan dan rekomendasi ini diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi penggunaan aset tetap

    MODEL KAPITASI BERDASARKAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI PADA FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DALAM SISTEM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI KOTA PADANG

    No full text
    Abstrak Judul Model Kapitasi berdasarkan Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Gigi pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dalam Sistem Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Padang Penulis Febrian1, Syukri Lukman2, Hardisman3 ,Suhairi4 Tarif kapitasi pelayanan kesehatan gigi bagi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di era JKN selalu menjadi pertanyaan bagi dokter gigi di Indonesia. Apakah biaya kapitasi yang ditetapkan pemerintah tepat? Penelitian ini mencoba mengkaji berapa nilai kapitasi pelayanan kesehatan gigi di FKTP yang sebenarnya dan apa yang mempengaruhinya dan seberapa besar pengaruhnya. Nilai Kapitasi sangat di tentukan oleh nilai utilisasi dan nilai unit cost pelayanan. Penilaian bersifat subyektif dilakukan untuk mencari faktor yang paling mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan yang bersifat obyektif dilakukan untuk menghitung nilai unit cost pelayanan dan nilai utilisasi pelayanan. Untuk menilai faktor yang paling mempengaruhi pelayanan dilakukan penelitian crossectional, dengan sampel pasien yang berkunjung di FKTP dengan variabel dependen adalah pemanfaatan pelayanan dan variabel independennya jenis kelamin, umur, status perkawinan, pendidikan, penghasilan, kebutuhan perawatan, kebiasaan merokok, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, akses pelayanan dan struktur pelayanan. Menghitung unit cost pelayanan dilakukan dengan metoda activity base costing dan untuk menghitung nilai utilisasi diambil dari data sekunder di FKTP. Penelitian di lakukan di dua puskesmas dan dua klinik pratama yang mewakili FKTP di kota Padang. Hasil penelitian didapat variabel penghasilan menjadi faktor yang paling mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi di puskesmas dan variabel akses menjadi faktor yang paling mempengaruhi pemanfaatan di klinik pratama. Unit cost pelayanan kesehatan gigi puskesmas di dapat Rp97.686,98/pelayanan dan klinik pratama Rp74.133,45/pelayanan. Nilai utilisasi untuk puskesmas adalah 0,1318 dan klinik pratama adalah 0,275. Nilai kapitasi untuk puskesmas adalah Rp1047,26/peserta dan untuk klinik pratama adalah Rp1680,79/peserta . Hasil regresi logistik di dapat model linear pemamfatan Y=0,065+0,951X untuk puskesmas dan Y=0,318+1,082X untuk klinik pratama. Model linear pemanfaatan apabila dihubungkan dengan nilai unit cost dan nilai utilisasi didapat nilai estimasi kapitasi untuk puskesmas sebesar Rp529,13 – Rp8.270,83 dan nilai estimasi kapitasi untuk klinik pratama sebesar Rp1.964,52 – Rp8.648,85. Dari nilai estimasi diketahui pola kenaikan kapitasi puskesmas dan klinik pratama, yang hasilnya 1 kali kenaikan nilai kapitasi di klinik pratama sama dengan 4,3 kali kenaikan kapitasi puskesmas. Kesimpulannya adalah nilai kapitasi hasil penelitian berada dibawah penetapan permenkes nomor 59 tahun 2014 diawal JKN, dan diatas nilai kapitasi yang ditetapkan oleh pemenkes nomor 12 tahun 2016. Kenaikan nilai ini sangat sejalan dengan meningkatnya jumlah peserta JKN dan meningkatnya pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi di puskesmas yang disebabkan faktor penghasilan dan di klinik pratama yang disebabkan oleh faktor akses. 1. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas 2. Fakultas Ekonomi Universitas Andalas 3. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 4. Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Abstract Tittle Capitation Model Based on Factors Affecting the Utilization of Dental Health Services at The First-Degree Healthcare Facilities in National Health Insurance System in Padang Author Febrian1, Syukri Lukman2, Hardisman3 ,Suhairi4 The dental health service capitation rate for first-Degree healthcare facilities (FKTP) in JKN era is always a question for dentists in Indonesia. Are the capitation cost set by the government appropriate? This study tries to evaluate how much the capitation value of dental health services in FKTP , what influenced it and how much it’s influence. The value of capitation was determined by the value of utilization and the value of unit cost of service. The subjective assessment was conducted to find the most influencing factor of the utilization at dental health services and objective assessment was done to assesed the value of unit cost of service and the value of service utilization. A cross-sectional study was used to assessed the most influencing factors of dental health services, the sample was the patient in FKTP with the service utilization as dependent variable and gender, age, marital status, education, income, care needs, smoking habit, Infrastructure, human resources, service access and service structure as independent variable.Unit cost of service was assesed by activity base costing method and utilization value was obtained from secondary data in FKTP. This study was conducted in two public health center (puskesmas) and two pratama clinics that represent the FKTP in Padang. The results showed that income was the factor that have most influence the utilization of dental health service at puskesmas and access have most influence to utilization in the pratama clinic. Unit cost of dental health service of puskesmas was Rp97.686,98 / service and Rp74.133,45 / service for pratama clinic. The utilization value for puskesmas was 0.1318 and pratama clinic was 0.275. The capitation value for puskesmas was Rp1047.26 / participant and pratama clinic was Rp1680,79 / participant. The logistic regression result in the linear modeling of Y = 0,065 + 0,951X for the puskesmas and Y = 0,318 + 1,082X for the pratama clinic. The linear model of utilization when associated with unit cost and utilization values resulted in capitation value for puskesmas was Rp529,13 - Rp8,270,83 and capitation value for pratama clinic was Rp1,964,52 - Rp8,648,85. The increase pattern of capitation of puskesmas and pratama clinic can be known by the estimated capitation value , that is 1 time the capitation value increase in clinic pratama equal to 4.3 times the capitation increase of puskesmas. The conclusios of this study was the capitation value is lower than Permenkes number 59 year 2014 at the beginning of JKN, and higher than the capitation value set by Permenkes number 12 year 2016. The increase of capitation value is equal to the increasing number of JKN participants and the increasing of the utilization of dental health service in the puskesmas was caused by income factors and in pratama clinics was caused by access factors. 1. Faculty of Dentistry Andalas University 2. Faculty of Economics Andalas University 3. Faculty of Medicine Andalas University 4. Faculty of Economics Andalas Universit

    PRODUKTIVITAS PEKERJA PADA PEKERJAAN BATA RINGAN DENGAN METODE TIME STUDY PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT DI SURABAYA

    No full text
    Abstrak Produktivitas tenaga kerja yang baik diperlukan dalam keberhasilan sebuah proyek konstruksi. Produktivitas dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dapat mempengaruhi besarnya nilai produktivitas antara lain 1)Lokasi Kerja Lapangan (X1); 2)Ketersediaan alat (X2) ;3)Pengalaman Kerja (X3); 4)Usia (X4); 5)Upah (X5); 6)Koordinasi dan Perencanaan (X6); 7)Menejemen Distribusi Bahan (X7). Produktivitas pada penelitian ini dilakukan dengan metode time study. Variable dihitung berdasarkan angket yang disebar pada responden. Hasil dari angket lalu dihitung secara statistik menggunakan software SPSS. Hasil penelitian ini didapatkan nilai rata–rata produktivitas pekerja sebesar 0.189 Manhour/M2. Produktivitas tukang rata-rata adalah 0.4949 Manhour/M2. Pengaruh dari faktor yang diteliti secara bersama, mempunyai pengaruh terhadap produktivitas pekerja sebesar 45.4% dan produktvitas tukang sebesar 43.2%. Besarnya pengaruh pada produktivitas pekerja sebesar : (1) Lokasi keja lapangan 5.04 %, (2) Jenis alat -13.46%, (3) Pengalaman Kerja -0.79%, (4) Usia 0.14%, (6) Koordinasi dan Perencanaan 90.42%, (7) Manajemen Distribusi Bahan 18.72%. Pengaruh pada produktivitas tukang sebesar (1) Lokasi keja lapangan 40.07 %, (2) Jenis alat 53.98%, (3) Pengalaman Kerja -0.64%, (4) Usia 3.47%, (6) Koordinasi dan Perencanaan -0.08%, (7) Manajemen Distribusi Bahan 3.34%. Variabel koordinasi dan perencanaan berpengaruh paling dominan pada produktivitas pekerja. Variabel jenis alat menjadi variabel berpengaruh paling dominan terhadap produktivitas tukang. Kata Kunci : Faktor, Variabel, Tenaga Kerja. Abstract A good labor productivity are needed to reach the success of construction project. Productivity influenced by factors that could affect value of productivity among others 1) Fieldwork Location (X1); 2) Availability tool (X2); 3) work experience (X3); 4) age (X4); 5) Wage (X5); 6) Coordination and planning (X6); 7) management of material distribution (X7). Productivity on the research done by the method time study. Variables are calculated based on letter deployed on the respondent. The result processed statistically on computer program using SPSS software. The results of this study the average worker productivity of 0.189 Manhour /M2. The average productivity of handyman is 0.4949 Manhour/M2. The influence of factors are examined jointly, have an impact on worker productivity of 45.4% and the impact on handyman 43.2% . The influence on the productivity of workers: (1) the location of the serious field 5.04%, (2) types of tool-13.46%, (3) the work experience-0.79%, (4) the age of 0.14%, (6) the coordination and planning of 90.42%, (7) management of material Distribution 18.72%. Influence on productivity of builders of (1) Fieldwork Location 40.07%, (2) Availability tool 53.98%, (3) the work experience-0.64%, (4) the age of 3.47%, (6) coordination and planning-0.08%, (7) management of material distribution of 3.34%. Variable co-ordination and planning of dominant effect on worker productivity. A variable of the type of the variable being the most influential and dominant to productivity of handy man. Keywords: Variables, Factors, Labor

    Sexuality of Women Characters in Ayu Utamis Saman and D.H Lawrences Lady Chatterley's Lover

    No full text
    Sexuality is the most secret and intimate feature of human life, or the others hand sexuality something related to sexual organ which is one of the things that human necessary in life, different from sex; division two gender human determined are biologically like penis and vagina or something giving from god that surely an absolute thing. This research discussed and focused of the sexuality of women in Ayu Utami’s Saman and D. H. Lawrence’s Lady Chatterley’s Lover. This research has two problems: (1) the treatment of women characters to their own body (2) the way the women communicate their desire to the others. To analyze and answer that research question, the researcher used theory by Kate Millet about patriarchy politicize the sex in whole human aspect and Helene Cixous about women should write to get their rights and liberate from the suffering. This research used literary criticism design with the mimetic approach and used comparative literature as the method to compare the data that the researcher find in Saman and Lady Chatterley’s Lovers about sexuality of women. As the result, the researcher got three points of this research. First, the women characters in Saman too radical than those in Lady Chatterley’s Lover, either the treatment those did to their body or communicate their desire to the others. Second, the exploration of the women characters body in Lady Chatterley’s Lover did by man, or the other hand man still the controller of that exploration, than in Saman, women characters have own rights to did whatever they want to their body and men has not chance to do that. Third, describing of women characters in both novels especially in sexuality definitely different, the differences of sex of the author is the biggest cause. The conclusion of this research is the women characters in both novels very different especially in sexuality, that impact from the different of the author and of course the different point of view about woman, which Saman made by Ayu Utami (woman) and Lady Chatterley’s Lover by D.H Lawrence (Man). And for the further researcher who interest about it can find another object which related to women and sexuality, such as in Ads or Film
    corecore