233 research outputs found
CAMPUR KODE PADA VIDEO FOOD VLOGGER FARIDA NURHAN DI YOUTUBE
Abstrak Campur kode merupakan sebuah kode utama atau kode dasar yang digunakan dan memiliki fungsi masing-masing, sedangkan kode-kode lain yang terlibat dalam peristiwa tutur hanyalah sebuah bagian kecil atau serpihan, tanpa ada fungsi dalam suatu kode. Penelitian ini meneliti bagaimana bentuk dan wujud campur kode. Penelitian ini diawali oleh gaya bahasa dan cara berkomunikasi menggunakan campur kode pada video yang digandrungi pencinta kuliner saat ini dengan sebutan food vlogger Farida Nurhan. Hingga detik ini video tersebut mencapai 2 juta subscribers yang disebut pengikut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Peneliti ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan bentuk, wujud dan faktor campur kode dalam video food vlogger Farida Nurhan. Sumber data penelitian yang diambil adalah bukti video youtube dari laptop maupun handphone berupa tuturan yang mengandung campur kode. Metode penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik rekam. Hasil penelitian ini berupa wujud dan funsgi campur kode dengan penyisipan frasa, penyisipan kata, dan penyisipan reduplikasi, faktor penyebab campur kode dalam tuturan video youtube tersebut adalah adanya dikarenakan penutur yang terlahir dari jawa hingga terbiasa menggunakan bahasa Jawa. Begitu juga setelah dewasa penutur sempat tinggal beberapa tahun diluar negeri menjadi TKW(Tenaga Kerja Wanita).
Kata Kunci: wujud, fungsi, campur kode
[Review of] Farida Karodia. Coming Home and Other Stories
In Coming Home and Other Stories, Farida Karodia, South African born author now residing in Canada, has written a classic text which I recommend for use in African, contemporary, world literature, and women\u27s studies courses
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL NHT (NUMBERRED HEADS TOGETHER) PADA SISWA KELAS V SDN I WAJAKKIDUL KABUPATEN TULUNGAGUNG
ABSTRAK Farida, Yeni. 2011. Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Model NHT (Numberred Heads Together) pada Siswa Kelas V SDN I Wajakkidul Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sunyoto, S.Pd, M.Si, (II) Suwarti, S.Pd, M.Pd.Kata kunci: hasil belajar, matematika, model nht (numbered heads together) Pembelajaran matematika Kelas V di SDN I Wajakkidul disajikan oleh guru sebagai pelajaran yang tidak menarik. Berdasarkan nilai tes pada pembelajaran pra tindakan, terdapat 11 siswa dari 17 siswa yang tidak memenuhi KKM. Individualisme siswa juga cukup tinggi. Model pembelajaran yang digunakan guru konvensional, sehingga menimbulkan kebosanan siswa untuk belajar. Oleh karena itu diperlukan penerapan model pembelajaran kooperatif yang mampu menumbuhkan aktivitas siswa sekaligus mampu meningkatkan hasil belajar siswa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan dan peningkatan hasil belajar siswa dengan diterapkannya model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), menggunakan model siklus yang terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di SDN I Wajakkidul, Kabupaten Tulungagung. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik pengamatan, dokumentasi, dan tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan guru dan siswa, pedoman tes dan kamera. Data dan sumber data yang digunakan adalah data hasil kegiatan siswa, data hasil observasi kemampuan guru, dan data hasil belajar matematika melalui model NHT (Numbered Heads Together) siswa kelas V SDN I Wajakkidul.Berdasarkan hasil penelitian, presentase nilai kemampuan guru dalam menggunakan model NHT (Numberred Heads Together) pada siklus I adalah 83,35%, sedangkan pada siklus II 90,75%. Pada siklus I nilai rata-rata kegiatan siswa adalah 75,9 dan pada siklus II adalah 88. Hasil belajar siswa dari tahap pra tindakan hingga pelaksanaan siklus II telah meningkat. Pada tahap pra tindakan ketuntasan hasil belajar siswa adalah 35,3%. Untuk pembelajaran siklus I hasil belajar siswa dalam pembelajaran siklus I yang dilakukan peneliti, ketuntasan belajar siswa adalah 70,6%. Pada pembelajaran siklus I mengalami peningkatan dari pra tindakan. Pada pembelajaran siklus II, ketuntasan belajar siswa adalah 94,1%. Pada pembelajaran siklus II mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 23,5%.Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model NHT (Numberred Heads Together) pada pembelajaran matematika materi bilangan bulat dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN I Wajakkidul Kabupaten Tulungagung. Untuk itu guru hendaknya menerapkan model yang tepat untuk pembelajaran matematika seperti model NHT (Numberred Heads Together) untuk materi lainnya agar hasil belajar siswa bisa terus meningkat dengan baik
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICCACY KARIER DENGAN PILIHAN KELANJUTAN STUDI SISWA KELAS IX DI SMP BSS MALANG
ABSTRAK Giarti, Farida Yeni. 2013. Hubungan antara Self Efficacy Karier dengan Pilihan Kelanjutan Studi Siswa Kelas IX di SMP Brawijaya Smart School Malang. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Harmiyanto, M.Pd, (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Kata kunci: self efficacy, karier, kelanjutan studi Self efficacy karier merupakan keyakinan untuk sukses, ketegasan dalam memilih karier, dan keuletan mengahadapi situasi kariernya. Sedangkan Pilihan kelanjutan studi merupakan kemampuan siswa terhadap berbagai pilihan karier yang mereka sesuaikan dengan keterampilan dan bakat mereka. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui self efficacy karier siswa kelas IX SMP Brawijaya Smart School Malang, mengetahui gambaran pilihan kelanjutan studi siswa kelas IX di SMP Brawijaya Smart School Malang dan mengetahui adakah hubungan antara self efficacy karier dengan pilihan kelanjutan studi siswa kelas IX di SMP Brawijaya Smart School Malang. Rancangan penelitian ini deskriptif dan korelasional, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Brawijaya Smart School Malang tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah 89 siswa. Dalam pengambilan sampel penelitian ini menggunakan sampel total, yaitu sampel diambil secara keseluruhan dari populasi yang ada di SMP Brawijaya Smart School Malang, yang mana jumlah responden kurang dari 100. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket, sedangkan untuk analisis datanya menggunakan analisis deskriptif dengan teknik presentase dan korelasi product moment. Analisis deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi masingmasing variabel. Variabel data ini meliputi variabel X yaitu self efficacy karier dan variabel Y yaitu pilihan kelanjutan studi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui tingkat self efficacy karier siswa yang cenderung berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 58,4%. Untuk pilihan kelanjutan studi siswa berada pada kategori cukup sebesar 48,3. Sedangkan analisis korelasi product moment antara self efficacy karier dan pilihan kelanjutan studi nilai koefisien korelasi (r hitung) sebesar 0,542 dengan signifikansi sebesar 0,000, sehingga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self efficacy karier dan pilihan kelanjutan studi. Dengan demikian semakin tinggi tingkat self efficacy karier seorang siswa maka pilihan kelanjutan studi siswa semakin baik, sebaliknya jika tingkat self efficacy karier rendah maka semakin buruknya pilihan kelanjutan studi. Sebagai seorang konselor hendaknya memberikan bimbingan karier yang kepada siswa agar siswa semakin memahami diri terkait masalah karier. Selain itu konselor perlu memperhatikan komponen layanan dukungan sistem dalam kegiatan manajemen dan pengembangan. Hal ini secara tidak langsung memberikan bantuan kepada siswa atau dapat memfasilitasi kelancaran perkembangan, salah satunya perkembangan karier siswa. Untuk peneliti selanjutnya hendaknya mempertimbangkan self efficacy karier dalam mendukung kesempatan siswa memilih kelanjutan studi, selain itu dalam pemilihan kelanjutan studi dapat dikaitkan dengan variabel lain seperti tingkat inteligensi dan pola asuh orang tua siswa, sehingga penelitian yang selanjutnya akan bisa lebih dikembangkan lagi dan bisa menjadi lebih baik.
Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Portofolio Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Sejarah Kelas VII SMP Negeri 1 Malang Semester Gasal Tahun Ajaran 2011/2012.
ABSTRAK Farida, Yeni. 2012. Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Portofolio Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Sejarah Kelas VII SMP Negeri 1 Malang Semester Gasal Tahun Ajaran 2011/2012. Skripsi, Prodi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. I Wayan Legawa, M.Si (2) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A, Ph.D. Kata kunci :metode pembelajaran berbasis portofolio, hasil belajar. SMP Negeri 1 Malang merupakan salah satu rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) di Kota Malang yang berusaha mempersiapkan siswa dalam menghadapi persaingan dan perkembangan zaman. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran IPS Sejarah kelas VII di SMP Negeri 1 Malang bahwa dalam proses pembelajaran guru seringkali hanya menggunakan metode ceramah dan mengerjakan soal-soal latihan sedangkan untuk penilaian hasil belajar guru menggunakan penilaian berupa tes tulis dengan alasan lebih praktis dan efisien, karena guru yang bersangkutan memiliki jam mengajar lebih dari 10 jam. Hal tersebut menyebabkan sebagian besar hasil belajar siswa kelas VII adalah di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Selama ini, guru belum pernah menerapkan metode pembelajaran berbasis portofolio, karena guru menilai bahwa metode portofolio dianggap terlalu rumit. Padahal jika kita telaah lebih jauh portofolio lebih banyak keunggulannya dibandingkan dengan metode ceramah dimana dengan portofolio akan secara langsung mengaktifkan siswa dalam proses belajar karena dalam penerapannya menuntut siswa untuk mengungkapkan hal-hal baru yang diperoleh selama proses belajarnya Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan proses pelaksanaan metode pembelajaran berbasis portofolio pada mata pelajaran IPS Sejarah kelas VII semester gasal tahun ajaran 2011/2012 SMP Negeri 1 Malang; (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa dengan metode pembelajaran berbasis portofolio pada mata pelajaran IPS Sejarah kelas VII semester gasal tahun ajaran 2011/2012 SMP Negeri 1 Malang; (3) mendeskripsikan pengaruh metode pembelajaran berbasis portofolio terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Sejarah Kelas VII semester gasal tahun ajaran 2011/2012 SMP Negeri 1 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Malang. Subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah kelas VII A dengan jumlah siswa 29 anak. Instrumen penelitian adalah (1) Instrumen perlakuan yang terdiri dari silabus/RPP (2) Instrumen pengukuran yang terdiri dari pedoman observasi, pedoman angket, pedoman penilaian portofolio dan tes kognitif. Tes ini terdiri dari pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa dan post-test untuk mengetahui hasil belajar siswa. Hasil dari penelitian ini adalah penerimaan siswa kelas VII A terhadap penerapan metode pembelajaran berbasis portofolio cukup baik meskipun pada awal penerapan siswa mengalami kesulitan dalam menyusun portofolio terutama dalam menyusun bahan-bahan yang menjadi bukti kelengkapan portofolio namun pada pertemuan selanjutnya siswa sudah terbiasa dan bisa mengerjakan portofolio dengan hasil baik. Berdasarkan hasil tes awal (pre-test) dapat diketahui nilai rata-rata siswa kelas VII A dengan jumlah siswa sebanyak 29 siswa adalah 64,31 dan berdasarkan hasil tes akhir (post-test) nilai rata-rata dari kelas VII A adalah 83,62 dimana terdapat 3 siswa yang belum tuntas dan 26 siswa yang tuntas pada mata pelajaran IPS Sejarah materi kehidupan pada masa praaksara. Berdasarkan hasil belajar diatas terjadi peningkatan hasil belajar siswa dimana hal ini menunjukkan terdapat pengaruh penerapan metode pembelajaran berbasis portofolio terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Sejarah kelas VII SMP Negeri 1 Malang pada pokok bahasan memahami kehidupan pada masa pra aksara. Berdasarkan temuan penelitian di atas, saran yang diajukan adalah sebagai berikut: (1) guru mata pelajaran bidang studi IPS Sejarah hendaknya menerapkan portofolio sebagai satu variasi dari model dan pendekatan dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan untuk menunjang pelaksanaan proses pembelajaran di kelas; (2) bagi peneliti selanjutnya diharapkan lebih mampu mengembangkan hasil penelitian ini, dengan materi yang berbeda dan sebaiknya dilakukan dengan waktu yang cukup sehingga diperoleh hasil yang maksimal, serta penelitian ini digunakan sebagai acuan, landasan atau literatur untuk penelitian lebih lanjut. ABSTRACT Farida, Yeni. 2012. The Influence of Learning Methods Application Based of Portfolio Toward on IPS Sejarah Learning Outcome of Seven Graders SMP 1 Malang Odd Semester School of Academic Year 2011/2012. Thesis, Mayor in Bachelor of Historical Education, Department of History, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Advisor: (1) Drs. I Wayan Legawa, M.Si (2) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A, Ph.D. Keyword: learning methods based of portfolio, learning outcome. SMP Negeri 1 Malang is one of the pioneering international school (RSBI) in Malang are trying to prepare students in the face of competition and the times. Based on interviews with social studies teacher history class VII in SMP Negeri 1 Malang that teachers in the learning process is often just use the lecture method and work on problems while training for teachers to use assessment of learning outcomes assessment in the form of written test for reasons more practical and efficient, because the teacher has taught at more than 10 hours. This causes most of the class VII student learning outcomes is under KKM (Minimum Criteria for completeness). During this time, teachers have not been implemented portfolio-based learning methods, because the teachers felt that the portfolio method is considered too complicated. Yet if we examine further the portfolio more advantages than the lecture method in which the portfolio will directly enable the students in the learning process because its application requires students to reveal new things are acquired during the learning process. The purpose of this study were: (1) describes the process of implementing a portfolio-based learning methods in social studies class VII history of odd semester of the academic year 2011/2012 SMP Negeri 1 Malang, (2) describes the learning outcomes of students with learning methods based on a portfolio of subjects IPS History class VII semester of odd academic year 2011/2012 SMP Negeri 1 Malang, (3) describes the effect of portfolio-based learning method for student learning outcomes in social studies class VII history of odd semester of the academic year 2011/2012 SMP Negeri 1 Malang. This study is a quantitative descriptive study. This study population is a class VII student SMP Negeri 1 Malang. Study subjects used in this study is the class VII A number of students with 29 children. Research instruments are (1) The instrument consists of treatment silabus/RPP (2) The instrument of measurement that consists of the observation, questionnaire guidelines, guidelines for portfolio assessment and cognitive tests. This test consists of pre-test to measure students prior knowledge and post-test to determine student learning outcomes. The results of this study is the acceptance of students in grade VII A of the application of portfolio-based learning method is quite good although the initial application of the students had difficulty in preparing a portfolio, especially in preparing the materials to be proof of the completeness of the portfolio but at the next meeting and the students are used to working on a portfolio with good results. Based on initial test results (pre-test) can be known to the average value of class VII A in the school by 29 students was 64.31 and based on the final test results (post-test) the average value of class VII A is 83,62 where there are 3 students who have not been completed and 26 students who completed the social studies in the history of material life praaksara. Based on the above study an increase in student learning outcomes which have the effect it demonstrates the application of portfolio-based learning methods on student learning outcomes in social studies class VII history of SMP Negeri 1 Malang on the subject of understanding life in the pre script. Based on the above findings, the suggestions are as follows: (1) teachers fields of study subjects should apply the IPS History of the portfolio as a variety of models and approaches that are tailored to the learning materials will be delivered to support the implementation of the learning process in the classroom; (2) for further research are expected to be able to develop the results of this study, with different materials and should be done with enough time to obtain maximum results, and research is used as a reference, or a literary foundation for further research.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.T Usia 37 Tahun Dengan Resiko Tinggi Usia >35 Tahun di Puskesmas Sumowono
Poltekkes Kemenkes Semarang Program Studi Diploma III Kebidanan Semarang Kelas Kendal 2021 ABSTRAK Yeni Tri Farida1, Heny Rosiana2 Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.T Usia 37 Tahun Dengan Resiko Tinggi Usia > 35 Tahun di Puskesmas Sumowono 200 hal+ 18 tabel+ 6 lampiran Kehamilan resiko tinggi adalah kehamilan yang dapat menyebabkan ibu hamil dan bayi menjadi sakit atau meninggal sebelum persalinan berlangsung. Bayi meninggal atau cacat, bahkan ibu meninggal saat persalinan sering terjadi pada kehamilan usia 35 tahun ke atas. Usaha pemerintah dalam mencegah masalah kematian bayi baru lahir terlihat dari adanya beberapa program yang telah direncanakan, salah satunya adalah program pelayanan ANC (antenatal care). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Case Study dengan 9 kali pengkajian pada Ny.T G2P1A0 umur 37 tahun dengan usia lebih dari 35 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi anamnesa, observasi dengan pemeriksaan dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh diagnosa G2P1A0 usia 37 tahun hamil 37 minggu dan usia lebih dari 35 tahun, keluhan sering BAK, dan susah tidur. Sedangkan pada pemilihan kontrasepsi ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan Simpulan dari asuhan ibu hamil dengan resiko tinggi usia ?35 tahun adalah normal dari kehamilan, bersalin ,nifas dan bayi baru lahir. Saran untuk bidan agar dapat memberikan penyuluhan kehamilan kepada ibu hamil khususnya ibu resiko tinggi usia 37 tahun dan dapat memberikan motivasi kepada ibu berusia 37 tahun untuk menggunakan KB mantap. Kata kunci : Asuhan kehamilan, bersalin, nifas dan bayi baru lahir Pustaka: 57 Pustaka (2010-2020) 1 Mahasiswa Program Studi DIII Kebidanan Semarang 2 Dosen Program Studi DIII Kebidanan Semaran
“A Poetics of Disruption”: Farida Karodia’s A Shattering of Silence and the Exiled Writer’s Dihiliz Position
Bearing in mind Edwidge Danticat’s ideas about writing being a dangerous affair, this paper reflects on authorial matters regarding Farida Karodia’s A Shattering of Silence (1993). Like other novels set in times of conflict, A Shattering of Silence can be seen to deploy what the researcher chooses to call a “poetics of disruption”. This is a poetics heavily at the service of politics, intended to disrupt and destabilise the blunt binaries lying at the heart of any armed conflict. In this sense, the main character in the story, Faith, embodies a poetics of disruption in so much as she problematises the binary dimension of the political situation in the Mozambique of the period, being a white woman who sympathises with the anti-colonial struggle. This article claims that, reproducing the dynamics of the poetics of disruption in a process which can be said to replicate that of her character, Farida Karodia herself makes the most of her strategic location in a liminal terrain across nations. Her position as an exilic author can be defined as dihiliz, that is, as a threshold vantage point which enables her to be both inside and outside the situation she reflects about. Karodia’s liminality is here more pointed than is usually the case with the exilic writer, since she chooses to write about Mozambique, in many senses close to her country of origin yet not her birth-place
Analisi Fungsi Verba Bantu –Teiru yang terdapat dalam Buku Yomikikase o Hanashi Ehon 3 『読み聞かせを話し絵本3』における補助動詞「ている」 の機能の分析
ABSTRACT
Fatimah, Farida. 2020. “The Function Analysis of Auxilary Verb-teiru in Yomikikase o Hanashi Ehon 3”. Thesis. Department of Japanese Studies, Faculty of Humanities, Diponegoro University. The Advisor Elizabeth Ika Hesti ANR, S.S., M.Hum.
Researh on “The Function Analysis of Auxilary Verb-teiru in Yomikikase o Hanashi Ehon 3” aimed to describe the structure and meaning of auxilary verb –teiru in the book of Yomikikase o Hanashi Ehon 3.
The author used reviewing method (metode simak) to obtain data, followed by notetaking method (metode catat) to write and classify the data. Then, all the data were analysed using agih method.
The result of the data analysis showed that, in term of structure, auxilary verb-teiru is attached to activity verb, punctual verb and type 4 verb. Whereas in term of meaning, 15 auxilary verb-teiru indicate continuity of activity, 15 auxilary verb- teiru show result of an activity and situation, and 4 auxilary verb-teiru act as a habit,2 auxalary verb-teiru certain circumstances that cannot changes, 2 auxalary verb-teiru life experience . Thus, the data explains three aspect of auxilary verb-teiru namely progressive, resultative, situative aspect and habituative aspects.
Key words: auxiliary verb-teiru, progressive aspect, resultative aspects, habituative aspect, situative aspec
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN MEDIA CERITA BERGAMBAR MELALUI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DI KELOMPOK A TK PERTIWI 07.1 KUDUS
Cerita Bergambar
Peneliitian ini dilatarbelakangi dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap kolaborator/gruru kelas A dan kepala sekolah TK Pertiwi 07.1 Kudus pada tanggal 28 Mei 2014. Dari hasil observasi dan wawancara telah diketahui bahwa masih ada beberapa anak dari kelas A TK Pertiwi 07.1 Kudus masih memiliki kemampuan membaca permulaan yang rendah, seperti anak kurang suka mewarnai, anak kurang menyukai membaca cerita, anak kurang bisa mandiri dalam membaca, dan kurangnya semangat anak dalam pembelajaran membaca permulaan. Permasalahan yang akan diteliti: Bagaimanakah layanan penguasaan konten dengan media cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok A TK Pertiwi 07.1 Kudus tahun ajaran 2013/2014?. Tujuan penelitian ini adalah “untuk menemukan peningkatan kemampuan membaca permulaaan melalui layanan penguasaan konten dengan media cerita bergambar pada anak kelompok A TK Pertiwi 07.1 Kudus TA. 2013/2014”.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori kemampuan membaca permulaan teori layanan penguasaan konten dengan media cerita bergambar. Kemampuan membaca permulan adalah membaca yang diajarkan secara terprogram kepada anak prasekolah. Program ini menumpukan perhatian pada perkataan- perkataan utuh, bermakna dalam konteks pribadi anak- anak dan bahan- bahan yang di berikan melalui permainan dan kegiatan yang menarik sebagai perantara pembelajaran. Penguasaan konten dengan media cerita bergambar adalah layanan yang terdapat di dalam bimbingan dan konseling yang diberikan peserta didik dalam mengembangkan diri berkenaan dengan membaca permulaan pada usia dini dengan baik, dengan memberi konten tertentu dan memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan yang sesungguhnya. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “layanan penguasaan konten dengan media cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelompok A TK Pertiwi 07.1 Kudus Tahun Ajaran 2013/2014’’
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling ( PTBK) dengan dilakukan 2 siklus (siklus I dan siklus II), setiap siklus 3 kali pertemuan. Subyek penelitian adalah siswa kelompok A TK Pertiwi 07.1 Kudus sebanyak 25 siswa. Variable penelitian : variable X (layanan penguasaan konten dengan media cerita bergambar), variable Y (kemampuan membaca permulaan). Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dengan 25 subjek pada 10 aspek kemampuan membaca permulaan, memperlihatkan hasil sebelum observasi dengan skor rata- rata 22,2 (kurang), setelah di beri layanan penguasaan konten dengan media cerita bergambar 25 siswa siklus I meningkat dengan skor rata- rata 26,56 (Cukup), dan siklus II mengalami peningkatan dengan skor rata- rata 34,8 (Baik).
Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa layanan penguasaan konten dengan media cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok A TK Pertiwi 07.1 Kudus. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dapat diterima karena telah teruji dalam indicator keberhasilan. Melihat temuan dilapangan, peneliti memberikan saran kepada: 1. Bagi Guru pembimbing/kolaborator : Kolaborator selaku guru kelompok A hendaknya lebih mampu membuat program layanan penguasaan konten sebagai upaya meningkatkan kemampuan lain selain kemampuan membaca permulaan, 2. Bagi Siswa: Anak hendaknya lebih aktif dan antusias dalam pelaksanan layanan penguasaan konten dengan media cerita bergambar, 3. Bagi Peneliti Selanjutnya: peneliti mampu mengembangkan aspek-aspek yang menjadi indikator keberhasilan dalam pelaksanaan penelitian dan mengembangkan tahapan layanan penguasaan konten secara kreatif dan inovatif
Studi Potensi Interaksi Antibiotik Dengan Obat Lain Pada Peresepan Pasien Pneumonia Di Intensive Care Unit
Pneumonia is one of the most common acute lower respiratory tract infection that causes morbidity and mortality. Most of it is caused by bacteria. Antibiotics is the main therapy of bacterial infection cases. Concomitant use of antibiotics and other drugs may risk harmful interaction. This study aimed to determine the potential antibiotic drug interactions and their effects on the patient's condition based on clinical data and laboratory.
A retrospective study were conducted in ICU, NICU and PICU. Medical records of pneumonia patients in 2016 who met the inclusion criteria, including patients diagnosed with pneumonia with co-morbidities, received antibiotic therapy at least 3 days, and had bacterial culture data. Drug interactions were analyzed using Stockley's Drug Interaction, Drug Interaction Fact, and Medscape then calculated the percentage potential of interaction, phase, and significance of interactions.
The results showed that among 28 patient there were 17 types of drugs which potentially cause drug interactions in patients with pneumonia based on literature. Percentage of pharmacokinetics drug interaction was 80%; pharmacodynamics was 20%. Potential drug interactions on metabolism phase were 44%; excretion phase was 36%. The potential effect of drug interactions was major (10%), moderate (80%) and minor (10%). Potentially, most of drugs interact in the metabolic phase with moderate significance. The high drug interaction potential was gentamycin and furosemide with moderate significance about 16%.Pneumonia adalah salah satu infeksi saluran nafas bawah akut yang banyak menyebabkan morbiditas dan mortalitas. Antibiotik merupakan terapi utama yang digunakan pada kasus infeksi bakteri. Penggunaan bersamaan dengan obat lain memungkinkan terjadinya interaksi yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antibiotik yang berpotensi interaksi obat dan pengaruhnya terhadap kondisi pasien berdasarkan data klinis maupun laboratorium.
Penelitian deskriptif non eksperimental dilakukan dengan pendekatan pengambilan data secara retrospektif di ICU, NICU dan PICU. Data diperoleh dari rekam medik pasien pneumonia tahun 2016 yang memenuhi kriteria yaitu pasien yang didiagnosis pneumonia dengan penyakit penyerta, mendapatkan terapi antibiotik minimal 3 hari, dan memiliki data kultur bakteri. Interaksi obat dianalisis menggunakan Stockley’s Drug Interaction, Drug Interaction Fact, dan Medscape lalu dihitung persentase potensi interkasi, fase dan signifikansi interaksinya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 28 pasien terdapat 17 jenis obat yang berpotensi menyebabkan interaksi obat pada pasien pneumonia berdasarkan literatur. Persentase interaksi obat pada fase farmakokinetika 80% dan farmakodinamika 20%. Potensi interaksi obat fase farmakokinetik terbagi menjadi 2 fase yaitu metabolisme 44%; ekskresi 36%. Signifikasi interaksi obat yaitu mayor (10%), moderate (80%) dan minor (10%). Sebagian besar obat berpotensi berinteraksi pada fase metabolisme dengan signifikasi moderate. Potensi interaksi obat dengan persentase paling tinggi yaitu gentamycin dengan furosemide dengan signifikansi moderate sebesar 16%.  
- …
