Universitas Setia Budi Surakarta: USB e-journal
Not a member yet
892 research outputs found
Sort by
MENGINTEGRASIKAN DINAMIKA TIM KERJA DI DALAM KELUARGA DAN TANTANGAN REALITAS ERA DIGITAL GENERASI Z: MENAVIGASI PERAN IBU SEBAGAI WANITA KARIER
In the fast-paced and dynamic modern era, the role of mothers as working women faces complex challenges in forming and managing teamwork within the family, especially with Generation Z children. This research explores mothers' experiences dealing with these dynamics and their strategies to manage their dual roles. Employing a phenomenological approach, this study deepens the understanding of the complexity of modern families and how mothers as working women adapt to their roles. Through in-depth interviews and phenomenological analysis, the research explores various aspects that influence mothers' ability to create effective teamwork within the family. The findings provide valuable insights into the role of mothers in managing the dynamics of modern families and their impact on the development of Generation Z children in the current digital era. By understanding the experiences and strategies of mothers as working women, this research makes a significant contribution to understanding the dynamics of modern families and the challenges parents face in raising their children in an ever-changing world.Dalam era modern yang serba cepat dan dinamis, peran ibu sebagai wanita karir menghadapi tantangan kompleks dalam membentuk dan mengelola tim kerja di dalam keluarga, terutama dengan anak-anak generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi pengalaman ibu dalam menghadapi dinamika ini serta strategi yang mereka terapkan dalam mengelola peran ganda mereka. Menggunakan pendekatan fenomenologi, penelitian ini mendalamai pemahaman tentang kompleksitas keluarga modern dan bagaimana ibu sebagai wanita karir beradaptasi dengan peran mereka. Melalui teknik wawancara mendalam dan analisis fenomenologis, penelitian ini mengeksplorasi berbagai aspek yang memengaruhi kemampuan ibu dalam membentuk tim kerja efektif di dalam keluarga. Temuan penelitian memberikan wawasan yang berharga tentang peran ibu dalam mengelola dinamika keluarga modern serta dampaknya terhadap perkembangan anak-anak generasi Z di era digital saat ini. Dengan memahami pengalaman dan strategi ibu sebagai wanita karir, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman tentang dinamika keluarga modern dan tantangan yang dihadapi oleh orang tua dalam mengasuh anak-anak mereka di zaman yang terus berubah
HARDINESS DAN STRES AKADEMIK PADA SANTRI PENGHAFAL AL-QUR'AN DI PONDOK PESANTREN
One of the problems frequently faced by students memorizing the Qur'an is stress, as they must balance their obligations at school with their responsibilities at the pesantren (Islamic boarding school). Stress in academic contexts is commonly referred to as academic stress. All students have the ability to face and cope with this academic stress, which is often known as hardiness. This study aims to determine whether there is a negative relationship between hardiness and academic stress among students memorizing the Qur'an at the Tahfidzhul Qur’an Griya Qur'an 3 Islamic Boarding School in Klaten. The hypothesis is that hardiness has a negative relationship with academic stress in students memorizing the Qur'an. This research employs a quantitative method, and sampling was conducted using total sampling techniques. The subjects of this study consisted of 119 students memorizing the Qur'an, aged between 15 and 18 years. The data analysis method used is the Pearson product-moment correlation, assisted by SPSS 25.0 for Windows. The analysis results show a correlation coefficient of rxy = 0.183 with p = 0.047 (p < 0.05). This indicates a positive relationship between hardiness and academic stress, thus the hypothesis proposed in this study is rejected.Salah satu masalah yang banyak dihadapi oleh santri penghafal Al-Qur’an adalah stres dimana santri harus menyeimbangkan kewajiban di sekolah dengan kewajiban di pesantren. Stres dalam hal akademik biasa disebut stres akademik. Semua santri memiliki kemampuan untuk menghadapi dan mengatasi stres akademik tersebut yang biasa dikenal dengan kepribadian hardiness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan negatif antara hardiness dan stres akademik pada Santri Penghafal Al-Qur'an di Pondok Pesantren Tahfidzhul Qur’an Griya Qur'an 3 Klaten. Hipotesis adalah hardiness memiliki hubungan negatif dengan stres akademik pada santri penghafal Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan sampel menggunakan teknik total sampling. Subyek penelitian ini berjumlah 119 santri penghafal Qur’an dengan rentang usia 15-18 tahun. Metode analisis data adalah korelasi product moment dari Karl Pearson dengan bantuan SPSS 25.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy= 0.183 dengan p=0.047 (p<0.05). Hal tersebut membuktikan terdapat hubungan positif antara hardiness dan stres akademik, sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ditola
DINAMIKA COPING STRESS BURUH PABRIK ROKOK WANITA YANG SUDAH BERKELUARGA DI KABUPATEN KUDUS
Having status a woman who works outside the home and as a housewife, makes it a challenge for factory workers because they have to carry out two roles at once. Purpose this study to determine the coping process carried out, the sources of stress, and the types of stress coping used by married female cigarette factory workers, especially in Kudus district. This research uses qualitative research with a phenomenological approach with 12 informants with the criteria 1) female cigarette factory workers, 2) domiciled in Kudus Regency, 3) married, and 4) already have children. Research instrument uses cigarette workers' cores including interview and observation guides that have been registered in the Ministry of Law and Human Rights manufacturing registration letter number EC00202384255 with coding data analysis, research credibility using triangulation of data sources and experts. The results showed that there are several sources of stress, including work problems scolded by superiors, lack of materials, arguing with coworkers, long work, work tool problems. Problems at home such as problems with children, husband, in-laws, economic problems, problems with relatives, taking care of the house, and not being able to divide time. Types of coping used are emotion focused coping and problem focused coping.Memiliki status sebagai wanita yang bekerja di luar rumah dan sebagai ibu rumah tangga, menjadi tantangan bagi buruh pabrik karena hal tersebut tidak mudah dilakukan dan harus menjalankan dua peran sekaligus. Tujuan riset ini adalah mengetahui proses coping yang dilakukan, sumber-sumber stres, serta jenis coping stress yang digunakan buruh pabrik rokok wanita yang sudah berkeluarga di kabupaten Kudus. Riset ini menggunakan riset kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dengan informan berjumlah 12 orang dengan kriteria 1) buruh pabrik rokok wanita, 2) domisili di Kabupaten Kudus, 3) sudah berkeluarga, dan 4) sudah memiliki anak. Instrumen riset menggunakan cores buruh rokok meliputi panduan wawancara dan observasi yang sudah terdaftar disurat pencatatan ciptaan kemenkumham nomor EC00202384255 dengan analisa data coding, kredibilitas riset menggunakan triangulasi sumber data dan ahli. Berdasarkan hasil riset, diketahui bahwa ada beberapa sumber stres yang dialami diantaranya yaitu masalah pekerjaan dan masalah ketika di rumah. Jenis coping yang digunakan yaitu emotion focused coping dan problem focused coping
Simulasi Sistem Antrian Pelayanan Take Away di Gerai Minuman Teh
An efficient queuing system plays a crucial role in improving service quality and customer satisfaction. Inefficiencies in the queuing system of food and beverage businesses can lead to long lines and decreased customer satisfaction due to prolonged waiting times for ordering. Therefore, addressing queue inefficiencies requires improvements in queuing rules, facilities, or resources. This study investigates inefficiencies in the take-away service queuing system at a tea beverage outlet in a shopping mall in Bali, which results in long waiting times and customer dissatisfaction, especially during peak hours. The objective of this research is to analyze the existing queuing system, identify key bottlenecks, and propose improvements to enhance service efficiency. The method used is system simulation with ProModel, where data is collected through direct observation and time measurements at various service stages. The simulation results indicate that the bottleneck occurs at the cashier counter, causing the average customer waiting time to reach 1,855 seconds. The outlet is only able to serve 71.2% of the total potential customers within three hours. Adding one more cashier counter successfully increased the number of customers served from 88 to 156 within three hours, reduced the average waiting time to 1,340 seconds, and improved processing capacity to 95.31%. In conclusion, the proposed improvements in this study can significantly enhance the efficiency of the queuing system and customer satisfaction at the tea beverage outlet.Sistem antrian yang efisien berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan. Inefisiensi sistem antrian pada usaha makanan dan minuman dapat menyebabkan antrian menumpuk serta menurunkan tingkat kepuasan pelanggan karena harus menunggu lama untuk memesan. Oleh karena itu, inefisiensi sistem antrian perlu diatasi dengan perbaikan aturan antrian, fasilitas, atau sumber daya. Penelitian ini menyelidiki inefisiensi yang terjadi pada sistem antrian layanan take away di gerai minuman teh salah satu pusat perbelanjaan di Bali, yang menyebabkan waktu tunggu panjang dan ketidakpuasan pelanggan, terutama pada jam-jam sibuk. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sistem antrian yang ada, mengidentifikasi hambatan utama (bottleneck), serta memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan. Metode yang digunakan adalah simulasi sistem dengan perangkat lunak ProModel, di mana data dikumpulkan melalui observasi langsung dan pengukuran waktu pada berbagai tahap pelayanan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa bottleneck terjadi pada meja kasir, yang menyebabkan waktu tunggu rata-rata pelanggan mencapai 1.855 detik. Gerai hanya mampu melayani 71,2% dari total pelanggan potensial dalam waktu tiga jam. Penambahan satu meja kasir berhasil meningkatkan jumlah pelanggan yang dilayani dari 88 menjadi 156 pelanggan dalam tiga jam, mengurangi waktu tunggu rata-rata menjadi 1.340 detik, serta meningkatkan kapasitas pemrosesan hingga 95,31%. Kesimpulannya, usulan perbaikan dalam penelitian ini dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi sistem antrian dan kepuasan pelanggan di gerai minuman tersebut
Pengukuran Efektivitas Mesin Multiline Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness di PT. MNO
The food and beverage industry in Indonesia, especially powdered beverages, continues to grow rapidly along with increasing consumer demand for practical products with long shelf life. PT. MNO, as one of the companies in this field, faces challenges in maintaining the efficiency and productivity of its production machines. This study aims to analyze the effectiveness of multiline packaging machines using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method to identify factors that affect machine performance and provide recommendations for improvement. OEE is measured based on three main factors, namely availability rate, performance rate, and quality rate. Observations were made for 17 days on machines 11 and 12 in multiline room 4, with three different operational shifts, namely morning, afternoon, and night shifts. The results showed that the average OEE value of machine 11 was 94% and machine 12 was 88.9%, which met the ideal OEE standard of >85%. However, the performance rate of machine 12 was still below the standard of 92.1%, mainly due to high downtime, such as machine setup and label changes. Analysis using a fishbone diagram identifies the causes of low machine performance from the aspects of humans, machines, methods, and raw materials. Some of the main factors that affect machine performance include unstable machine settings, inappropriate sealer temperatures, and less than optimal operator skills. Recommendations for improvement include increasing routine machine maintenance, operator training to improve skills in setting and troubleshooting, and setting the sealer temperature more appropriately according to the characteristics of the label.Industri makanan dan minuman di Indonesia, khususnya minuman serbuk, terus berkembang pesat seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen akan produk yang praktis dan memiliki masa simpan panjang. PT. MNO, sebagai salah satu perusahaan di bidang ini, menghadapi tantangan dalam menjaga efisiensi dan produktivitas mesin produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mesin pengemasan multiline menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) guna mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja mesin dan memberikan rekomendasi perbaikan. OEE diukur berdasarkan tiga faktor utama, yaitu availability rate, performance rate, dan quality rate. Pengamatan dilakukan selama 17 hari pada mesin 11 dan 12 di ruang multiline 4, dengan tiga shift operasional yang berbeda, yaitu shift pagi, siang, dan malam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE rata-rata mesin 11 sebesar 94% dan mesin 12 sebesar 88,9%, yang telah memenuhi standar OEE ideal >85%. Namun, performance rate mesin 12 masih di bawah standar 92,1%, terutama disebabkan oleh downtime yang tinggi, seperti setup mesin dan pergantian etiket. Analisis menggunakan diagram sebab akibat (fishbone diagram) mengidentifikasi penyebab rendahnya kinerja mesin dari aspek manusia, mesin, metode, dan bahan baku. Beberapa faktor utama yang memengaruhi kinerja mesin antara lain ketidakstabilan setting mesin, suhu sealer yang tidak sesuai, dan keterampilan operator yang kurang optimal. Rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan pemeliharaan mesin secara rutin, pelatihan operator untuk meningkatkan ketrampilan dalam setting dan troubleshooting, serta pengaturan suhu sealer yang lebih tepat sesuai karakteristik etiket
PELATIHAN REGULASI EMOSI UNTUK MENURUNKAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA
This study aims to examine the effectiveness of emotion regulation training in reducing academic stress in university students. This quantitative study used a nonrandomised control group pretest-posttest experimental design, 32 students with moderate to high stress levels were divided into experimental and control groups. Data were collected using the academic stress scale (α = 0.891) and Subject Matter Expert (SME) validity assessment sheets for the training module and scale. Mann-Whitney U analysis showed a significant difference in academic stress reduction between the experimental and control groups (z = -2.218, p < 0.05). Wilcoxon T analysis also showed a significant reduction in stress in the experimental group before and after the training (z = -2.143, p < 0.05). Qualitative data from subjects' sharing, observations, worksheets, and evaluations during the training supported these findings, showing an improvement in emotion regulation skills. The study concluded that emotion regulation training is effective in reducing students' academic stress. The programme is recommended as an intervention strategy to support students' academic achievement and mental health.Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan regulasi emosi dalam menurunkan stres akademik pada mahasiswa. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain eksperimen nonrandomized control group pretest-posttest, sebanyak 32 mahasiswa dengan tingkat stres sedang hingga tinggi dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala stres akademik (α = 0,891) dan lembar penilaian validitas dari Subject Matter Expert (SME) untuk modul pelatihan dan skala. Analisis Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan signifikan dalam penurunan stres akademik antara kelompok eksperimen dan kontrol (z = -2,218, p < 0,05). Analisis Wilcoxon T juga menunjukkan penurunan stres yang signifikan pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah pelatihan (z = -2,143, p < 0,05). Data kualitatif dari sharing, observasi, worksheet, dan evaluasi subjek selama pelatihan mendukung temuan ini, menunjukkan peningkatan kemampuan regulasi emosi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelatihan regulasi emosi efektif dalam menurunkan stres akademik mahasiswa. Program ini direkomendasikan sebagai strategi intervensi untuk mendukung pencapaian akademik dan kesehatan mental mahasiswa
Redesain Jaket Gunung Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD)
Mountain climbing is an outdoor activity carried out by the Nature Lovers Student Group (MAPALA) as a sporting hobby. One of the equipment that must be brought by climbers is a mountain jacket. The jacket functions to protect the body from strong winds and cold temperatures (00 C). In the market, the most popular jacket demand is a mountain jacket that has a head cover and is splash-proof or waterproof. However, the mountain jacket is still considered less suitable for the needs of mountain climbers, so it is necessary to develop a mountain jacket according to the needs. The purpose of this study is to redesign a mountain jacket according to the needs of climbers, such as a mountain jacket that can protect the face from rain and is not dazzled by sunlight, a comfortable jacket to wear in hot and cold weather, a flexible jacket that can be folded and multi-functional. The method used in this study is Quality Function Deployment where the product planning and development process is structured and can determine the desires and needs of customers to determine product specifications.. The results of this study in the form of a redesign of a mountain jacket according to the priority of consumer desires are that it has a head cover, is not hot or cold when worn. A flexible jacket can be folded or packable and can function as a sleeping bag.Kegiatan pendakian gunung merupakan kegiatan outdoor yang dilakukan kelompok Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) sebagai hobi yang bersifat olah raga. Salah satu perlengkapan yang harus dibawa pendaki adalah jaket gunung. Jaket berfungsi untuk melindungi badan dari terpaan angin kencang maupun suhu dingin (00 C). Dipasaran permintaan jaket yang banyak peminatnya adalah jaket gunung yang memiliki penutup kepala dan tahan terhadap percikan air atau waterproof. Namun jaket gunung tersebut masih dirasakan kurang sesuai dengan kebutuhan pendaki gunung sehingga perlu dilakukan pengembangan jaket gunung sesuai kebutuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meredesain jaket gunung sesuai kebutuhan para pendaki, seperti jaket gunung yang dapat melindungi wajah dari terpaan hujan dan tidak silau terhadap sinar matahari, jaket nyaman dipakai pada saat panas dan dingin, jaket fleksibel dapat dilipat dan multi fungsi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Quality Function Deployment dimana proses perencanaan dan pengembangan produk terstruktur dan dapat menentukan keinginan dan kebutuhan pelanggan untuk menetapkan spesifikasi produk. Hasil penelitian ini berupa redesain jaket gunung sesuai prioritas keinginan konsumen adalah terdapat penutup kepala, tidak panas atau kedinginan ketika dipakai. Jaket fleksibel bisa dilipat atau packable dan dapat berfungsi sebagai sleeping bag
Analisa Kelayakan Investasi Pembangunan Fasilitas Pemanfaatan Alternatif Bahan Baku dan Bahan Bakar di PT. X
Indonesia's manufacturing sector has grown, which affects the amount of waste produced. Waste must be managed by the companies that generate it; if they are unable to do so, the waste may be turned over to a third party. PT. X is a business that works in manufacturing, particularly in the cement sector. PT. X is dedicated to producing fuel, raw materials, and energy sources that are efficient in its production process. In order to meet the company's long-term plan goal of increasing the substitution of energy sources, raw materials, and fuel, facilities for using waste as raw materials and alternative raw materials must be built. The purpose of this study is to obtain the results of a feasibility study on the investment in the construction of these facilities. The data used in this study are primary data in the form of waste potential, company technical data, investment data, operational data and interviews as secondary data. The methods used in this study are Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), and Internal Rate Of Return (IRR). The results of this study obtained a payback period value of 5 years 7 months, an NPV of 6,784,925,409 (NPV > 0), and an IRR of 15.85% so that the investment is feasible to continue.Jumlah industri manufaktur di Indonesia mengalami peningkatan sehingga berdampak pada produksi limbah. Perusahaan yang menghasilkan limbah berkewajiban untuk mengelola limbah tersebut dan apabila tidak mampu maka dapat diserahkan kepada pihak lain. PT. X merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur khususnya industri semen. Dalam proses produksinya, PT. X berkomitmen untuk melakukan efisiensi sumber energi dan bahan baku serta bahan bakar. Pada rencana jangka panjang perusahaan, ada target peningkatan substitusi sumber energi dan bahan baku serta bahan bakar sehingga perusahaan perlu melakukan pembangunan fasilitas pemanfaatan limbah sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan hasil studi kelayakan investasi pembangunan fasilitas pemanfaatan limbah sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif. Data digunakan pada penelitian ini yaitu data primer berupa potensi limbah, data teknis perusahaan, data investasi, data operasional dan wawancara sebagai data sekunder. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), dan Internal Rate Of Return (IRR). Hasil penelitian ini diperoleh nilai payback period sebesar 5 tahun 7 bulan, NPV sebesar 6.784.925.409 (NPV > 0), dan IRR sebesar 15,85% sehingga investasi layak dilanjutkan
MAWAS DIRI: DINAMIKA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PENGASUH ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DALAM PERSPEKTIF KAWRUH JIWA
The family is the primary caregiver that is needed by people with mental disorders (ODGJ). Caring for ODGJ can be a challenge to the psychological well-being of the family as caregivers. This research aims to understand the dynamics of psychological well-being in families as caregivers of ODGJ from the perspective of mental health. The research method used is descriptive qualitative. Research subjects were taken using purposive sampling, and six family members of ODGJ were selected with the criteria: (1) being a family member as a caregiver for ODGJ for a minimum of five years and (2) being of Javanese ethnicity. Data collection uses semi-structured interviews. Data analysis was done by reducing interview data and interpreting it based on the kawruh jiwa perspective. The results of the research show that there are dynamics of psychological well-being through efforts to rationalize notes or introspection carried out by subjects on three themes: (1) social themes, (2) economic themes, and (3) spiritual themes. It is crucial to conduct research with an indigenous perspective to review the dynamics of psychological well-being in the sociocultural context.Keluarga merupakan pengasuh utama yang sangat dibutuhkan oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Pengasuhan ODGJ dapat menjadi tantangan terhadap kesejahteraan psikologis keluarga sebagai pengasuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dinamika kesejahteraan psikologis pada keluarga sebagai pengasuh ODGJ ditinjau dari perspektif kawruh jiwa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian diambil menggunakan purposive sampling dan terpilih sebanyak 6 anggota keluarga ODGJ dengan kriteria: (1) menjadi anggota keluarga sebagai pengasuh ODGJ selama minimal lima tahun dan (2) merupakan suku Jawa. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan dengan melakukan reduksi data wawancara dan interpretasi berdasarkan perspektif kawruh jiwa. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika kesejahteraan psikologis melalui upaya rasionalisasi catatan atau mawas diri yang dilakukan subjek pada tiga tema: (1) tema sosial, (2) tema ekonomi, dan (3) tema spiritual. Penelitian dengan perspektif indigenous ini penting untuk dilakukan agar mengulas dinamika kesejahteraan psikologis sesuai dengan konteks sosiokultural
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Cushion di PT. X Menggunakan Metode Fuzzy FMEA
PT. X is one of the companies engaged in the manufacturing industry, producing rubber part components for use in various manufacturing industries. PT. X records a high number of defective products caused by the suboptimal production processes occurring within the company. One of the products produced at PT. X is the Cushion product, which has become one of the products with the highest number of defects and, of course, causes a deficit for PT. ABC. The purpose of this research is to identify the failure risks occurring in the Cushion product, so that improvements can be made to reduce the defective products generated during the production process. The method often used to help identify the causes of product defects is by using the Fuzzy Failure Mode Effect Analysis (Fuzzy FMEA) method. Fuzzy FMEA has advantages compared to the traditional FMEA method, which allows for a combination and result of RPN values that are less accurate. Based on the FRPN calculation results, the highest value was obtained for the type of failure factor of a broken or abnormal machine, then the repair process was carried out using a repair priority scale that corresponds to the order of failure factors with the highest risk level.PT. X merupakan salah satu perusahaan yang berbisnis pada aspek industri manufaktur yang memproduksi rubber part component untuk digunakan dalam berbagai macam industri manufaktur. PT. X mencatat banyaknya produk gagal yang diakibatkan oleh tidak maksimalnya proses produksi yang terjadi pada perusahaan. Salah satu produk yang dihasilkan pada PT. X adalah produk Cushion, produk tersebut menjadi salah satu produk dengan jumlah cacat terbanyak dan tentunya memberikan defisit bagi PT. X. Tujuan dilakukan penenlitian ini adalah mengidentifikasi resiko kegagalan yang terjadi pada produk Cushion, sehingga nantinya akan dilakukan improvment untuk mengurangi produk cacat yang dihasilkan selama proses produksi. Metode yang sering dipakai untuk membantu mengetahui penyebab produk tersebut mengalami cacat adalah dengan menggunkan metode Fuzzy Failure Mode Effect Analysis (Fuzzy FMEA). Fuzzy FMEA memiliki keunggulan dibandingkan dengan metode FMEA tradisional yang memungkinkan adanya suatu kombinasi dan hasil nilai RPN yang kurang akurat. Berdasarkan hasil perhitungan FRPN didapatkan nilai yang paling tinggi pada jenis faktor kegagalan mesin rusak atau up normal, kemudian proses perbaikan dilakukan dengan menggunakan skala prioritas perbaikan yang sesuai dengan urutan faktor kegagalan dengan tingkat resiko kegagalan yang paling tinggi