1,721,029 research outputs found

    Muhammad Wildan

    No full text
    Kesimpulan disertasi ini menunjukkan bahwa bahasa menjadi penggerak kontestasi Islam di ruang facebook. Melalui bahasa, aktivis facebook berlatar perseorangan, kelompok, dan institusi menggulirkan isu-isu Islam fundamentalis, moderat, dan liberal, sehingga bermetamorfosis menjadi kesalehan masyarakat bahasa sebagai cerminan kesalehan masyarakat siber. Kendatipun wajah fundamentalis literalis, dakwahis, serta politis masih mendominasi karena loyalitas pada institusinya, tetapi dengan adanya Islam moderat dan Islam liberal menjadi kekuatan penyeimbang dalam mengontestasikan gagasan keislaman. Disertasi ini mengemukakan dua masalah. Pertama, bagaimana islamisasi facebook sebagai ruang publik daring jika dilihat dari kontestasi Islam? Kedua, bagaimana tinjauan masyarakat bahasa dalam perdebatan kontestan di facebook? Sejatinya studi sosiolinguistik mengamati fenomena pemakaian bahasa secara holistik. Bahkan melalui studi ini pula pemahaman keagamaan aktivis facebook tecermin dalam bentuk lingualnya. Ekspresi kesalehan masyarakat bahasa yang dikontestasi aktivis facebook fundamentalis literalis, dakwahis, serta politis menunjukkan tingkat pemahaman keislaman dalam bidangnya yang cukup mumpuni. Dengan hadirnya tim cyber media semakin menunjukkan eksistensi gerakan semacam ini di ruang publik jagat jembar. Hasil penelitian ini menunjukkan persamaannya dengan Fairclough (1989, 1995, dan 2003), Wardhaugh (2006), Wiener (2014), dan Kamil (2015) yang memperlihatkan bahwa kontestasi terjadi melalui bingkai bahasa. Sementara hasil penelitian ini memperlihatkan sisi bedanya dengan Haryanto (2014), Ansor, dkk. (2014), Hidayatullah (2015), dan Kersten (2015) yang menjelaskan bahwa kontestasi terjadi melalui jalur perseorangan, institusional, dan identitas budaya layar, atau tepatnya non-verbal. Penelitian ini menggunakan tiga kerangka konseptual: syu?u>ban wa qaba>?ilan ?berbangsa-bangsa dan bersuku-suku? (al- Hujura>t : 13), ikhtila>fu alsinatikum ?perbedaan bahasamu? (al-Ru>m : 22), dan ih}sa>nan ?berbuat baik? (al-Isra>? : 23). Keempatnya secaraberurut dapat diselaraskan dengan dialek sosial, ragam bahasa, alih kode, dan campur kode seperti yang diadaptasi dari kerangka teori yang dikemukakan oleh Wardhaugh (2006). Data diseleksi melalui aktivis facebook yang telah menjadi teman dan atau berteman dengan penulis. Melalui kajian masyarakat bahasa memunculkan aktor kontestan yang berafiliasi ke dalam dialek sosial, ragam bahasa, alih kode, dan campur kode sehingga menunjukkan kecenderungannya pada suatu penyampaian wawasan keislaman yang sesuai dengan latar belakangnya. Sejatinya melalui kata-kata yang terujarkan menunjukkan ia/mereka berideologikan Islam fundamentalis, moderat, dan atau liberal. Jika demikian halnya, maka bahasa dan etika sosial menjadi satu kesatuan, sebab keduanya sebagai penyelaras keharmonisan dalam berkomunikasi di ruang publik daring antar kontestan. Facebook telah dimanfaatkan oleh sejumlah orang dalam rangka kontestasi Islam, termasuk figur publik maupun sebaliknya. Berbagai fasilitas yang tersedia di dalamnya menawarkan kemudahan untuk melakukan kontestasi berkali-kali, seperti copy paste pesan keislaman, baik berupa kata-kata, gambar, maupun video. Untuk itu, keislaman seseorang tecermin melalui status yang diunggah ke laman facebooknya. Fenomena semacam ini, penulis cenderung menyebutnya dengan kesalehan masyarakat sibe

    The Concept of Islamic Education Syed Muhammad Naquib al-Attas and Ahmad Syafi'i Ma'arif, Its Relevance to the Implementation of Inclusive Learning in the Independent Curriculum

    Full text link
    This research aims to: to find out the Concept of Islamic Education according to Syed Muhammad Naquib al-Attas and its relevance to providing inclusive learning in the mardeka curriculum to find out the Concept of Islamic Education according to Ahmad Syafi'i Ma'arif, and its relevance to providing inclusive learning in the mardeka curriculum To find out the Islamic Education Concept of Syed Muhammad Naquib al-Attas and Ahmad Syafi'i Ma'arif as well as its relevance to providing inclusive learning in the mardeka curriculum. This type of research is descriptive qualitative research, that is, the data collected is in the form of words, images, not numbers.  The research approach used is a qualitative research approach.  The primary sources in this research are works written by the figures studied themselves, in this research are Syed Muhammad Naquib Al-Attas and Ahmad Syafi'i Ma'arif. The research results show that the concept of Islamic education according to Al-Attas leads to the value of content in Islamic education. Where in the concept Al-Attas uses the concept of ta'adib. The concept prioritizes good manners or good human behavior. Ahmad Syafi'i Ma'arif's thinking about the concept of education is relevant to the free learning curriculum. This is based on the first, the educational goals initiated by Ahmad Syafi'i Ma'arif view that in essence it seeks to create students who have character and competence that is useful for society

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Pohon cengkih berbuah emas: antologi cerita hasil sayembara penyusunan bahan bacaan pengayaan pelajaran bahasa Indonesia tingkat dasar

    Full text link
    Buku antologi ini memuat lima cerita hasil Sayembara Penyusunan Bahan Bacaan Pengayaan Pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat Dasar yang dilaksanakan oleh Kantor Bahasa Maluku Utara dengan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara(APBN) 2017. Karya terbaik pilihan Dewan Juri adalah "Pohon Cengkih Berbuah Emas" karya Wildan Andi Mattara, dosen Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Khairun Ternate

    STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SIDOARJO NOMOR 665/PID.SUS/2015 TENTANG NARKOTIKA

    No full text
    ABSTRAKM HAIKAL MUSHAWWIRA,2020STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SIDOARJO NOMOR 665/PID.SUS/2015 TENTANG NARKOTIKAFakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(iv, 69) pp., tabl., bibl., app. (Adi Hermansyah S.H., M.H)Berdasarkan Analisi terhadap Putusan Pengadilan Negeri Sidoarjo Nomor 665/PID.SUS/2015, ditemukan perkara terkait dalam Putusan Pengadilan Negeri Sidoarjo Nomor 661/PID.SUS/2015, dimana tiga orang Terdakwa Muhammad Wildan bersama dua rekannya yang bernama Taureq Ahmad dan Sandra Dwi Aprilia ditangkap oleh petugas kepolisian setempat di Kawasan rumah kos Terdakwa Muhammad Wildan. Jaksa Penuntut Umum menuntut para terdakwa dalam dakwaan terpisah dengan tuntutan alternatif yang sama. Terhadap para terdakwa dijatuhkan putusan yang berbeda. Disparitas putusan ini dinilai memiliki permasalahan hukum karena Hakim tidak memperhatikan fakta-fakta di persidangan. Studi Kasus ini bertujuan untuk menganalisis Putusan Pengadilan Negeri Sidoarjo Nomor 665/PID.SUS/2015 dengan membandingkannya dengan Putusan Pengadilan Negeri Sidoarjo Nomor 661/PID.SUS/2015. Perbandingan kedua putusan tersebut menemukan adanya disparitas yang dinilai bertentangan dengan tujuan hukum karena menguntungkan Terdakwa Muhammad Wildan.Penulisan ini bersifat studi kasus dan termasuk dalam penelitian hukum normatif. Data yang digunakan, yaitu melalui studi kepustakaan. Studi kepustakan dilakukan dengan maksud memperoleh data sekunder yaitu melalui literatur, buku dan perundang-undangan. Sedangkan data primer yaitu putusan hakim yaitu Putusan Pengadilan Negeri Sidoarjo Nomor 665/PID.SUS/2015 Putusan Pengadilan Negeri Sidoarjo Nomor 661/PID.SUS/2015.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim telah keliru dalam menerapkan hukuman yang berbeda terhadap para terdakwa. Majelis Hakim dianggap tidak mempertimbangkan fakta-fakta yang ada dalam persidangan dimana Terdakwa Muhammad Wildan memiliki peran yang lebih besar dalam terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkotika sebagai orang yang mengajak dan menyediakan tempat sebagaimana yang dibuktikankan oleh Jaksa Penuntut Umum, namun hakim dijatuhkan sanksi yang lebih rendah dibandingan dengan dua terdakwa lainnuya. Disarankan kepada Majelis Hakim untuk mempertimbangkan asas proporsionalitas sebelum menjatuhkan putusan dengan mempertimbangkan fakta yang ada dalam persidangan demi tercapainya keputusan yang adil bagi setiap pihak

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    THE NATURE OF RADICAL ISLAMIC GROUPS IN SOLO

    Full text link
    Radical Islamism is a challenging new pheno­menon in the modern world, including Indonesia. Solo presents an especially interesting case because of the dispropor­tionate nature of the radical Islamic groups that have emerged here especially that of the Front Pemuda Islam Surakarta (FPIS) as well as other vigilante groups in the city. This paper will explore and map out the nature of Islam in Solo and asks what triggers the the emergence of the radical groups here. Dramatic changes at the national level have made Solo more politically conducive for radical Islamic groups, but this is not the only reason why they have flourished. In addition, historical and sociological factors may help such groups to emerge. Hence, the dominance of the abangan group (the nominal Muslims) and the intensity of dakwah (preaching) conducted by some Islamic groups has given rise to the ‘instant’ Muslims who see Islam as the ultimate solution to their problems. The call for jihād and the application of sharī‘ah laws are among the contentious political style that the groups propagated. It is these issues that the paper is interested to investigate
    corecore