329 research outputs found
PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN (BAGIAN PRODUKSI) PADA PT ROY JAYA TEXTILE
Skripsi ini disusun oleh Widya Nur Anggraeni (NPM 0214123014) dengan judul Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Motivasi Kerja Karyawan (Bagian Produksi) pada PT Roy Jaya Textile. Jurusan Manajemen S1 Universitas Widyatama Bandung. Di bawah bimbingan Ibu Ayuningtyas Yuli Hapsari, S.Ip., M.M.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keselamatan, kesehatan, dan motivasi kerja karyawan pada PT Roy Jaya Textile serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap motivasi kerja karyawan. Keselamatan kerja karyawan PT Roy Jaya Textile masih dianggap kurang baik, sedangkan kesehatan kerja karyawan tergolong baik. Hal tersebut mempengaruhi motivasi kerja karyawan PT Roy Jaya Textile.
Metode penelitian yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode deskriptif verifikatif. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 64 responden, sampel tersebut diambil dengan menggunakan metode sampel jenuh yaitu semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Pengambilan data diambil dilakukan dengan penyebaran kuesioner, wawancara, dan observasi langsung untuk mendapatkan data primer. Dalam penelitian ini, analisis statistik yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda
Motivasi kerja karyawan pada PT Roy Jaya Textile dipengaruhi oleh keselamatan dan kesehatan kerja. Variabel keselamatan dan kesehatan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja karyawan pada PT Roy Jaya Textile. Korelasi antara variabel keselamatan kerja dan kesehatan kerja dengan motivasi kerja karyawan tergolong sangat kuat, sehingga nilai pengaruh dari keselamatan dan kesehatan kerja terhadap motivasi kerja karyawan tergolong besar. Walaupun pengaruh dari keselamatan dan kesehatan kerja terbilang besar, terdapat variabel lain yang tidak dibahas di dalam penelitian ini yang dapat memberikan pengaruh terhadap motivasi kerja karyawan pada PT Roy Jaya Textile
Analisis Pelaksanaan Pelayanan Bidan Pengelola pada Pos Kesehatan Desa di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011
Universitas Diponegoro
Program Pascasarjana
Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat
Konsentrasi Administrasi Kebijakan Kesehatan
Minat Manajemen Kesehatan Ibu dan Anak
ABSTRAK
Widya Anggraeni
Analisis Pelaksanaan Pelayanan Bidan Pengelola pada Pos Kesehatan Desa di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2011
xiv + 98 hal + 26 tabel + 5 gambar
Cakupan indikator keberhasilan Poskesdes di Kabupaten Sidoarjo masih dibawah target nasional. Hasil survei pendahuluan terhadap 15 bidan pengelola pada Pos Kesehatan Desa menunjukkan bahwa hanya 40 % bidan yang membimbing masyarakat melakukan survei mawas diri, musyawarah masyarakat desa dan membuat rencana kegiatan sesuai hasil MMD, intervensi permasalahan kesehatan di desa oleh masyarakat; melakukan pemetaan (keluarga sadar gizi, ibu hamil dan bayi, rawan bencana, rumah sehat). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pelayanan bidan pengelola pada Pos Kesehatan Desa di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.
Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan bantuan kuesioner. Jumlah subjek yaitu 78 bidan pengelola yang dipilih secara random sampling sederhana pada Poskesdes di Kabupaten Sidoarjo. Analisis Univariat dilakukan secara deskriptif, analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian dengan analisis univariat menunjukkan bahwa variabel terikat yaitu pelaksanaan pelayanan bidan pengelola Poskesdes sebagian besar berada pada kelompok kategori baik, sedangkan variabel bebas yaitu ukuran dasar dan tujuan kebijakan, sumberdaya, komunikasi, karakteristik badan pelaksana , lingkungan sosial, ekonomi dan politik, disposis sebagian besar berada pada kelompok kategori baik. Analisis bivariat menunjukkan bahwa dari tujuh variabel diantara ukuran dasar dan tujuan kebijakan, sumberdaya, komunikasi, karakteristik badan pelaksana, lingkungan sosial, ekonomi dan politik, disposisi hanya sumberdaya yang berhubungan dengan pelaksanaan pelayanan bidan pengelola pada Poskesdes (p=0,00) dan komunikasi antar organisasi dan kegiatan pelaksanaan yang terdapat hubungan dengan pelaksanaan pelayanan bidan pengelola pada Poskesdes (p=0,038). Untuk analisis multivariat menunjukan bahwa variabel sumberdaya mempunyai pengaruh yang signifikan nilai p=0,001 (p0,05).
Saran bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo adalah mengalokasikan anggaran untuk mengganti alat-alat yang rusak guna mendukung pelaksanaan pelayanan bidan pengelola pada Pos Kesehatan Desa, meningkatkan sosialisasi tentang tupoksi bidan pengelola pada Poskesdes kepada Kepala Puskesmas dan bidan Koordinator. Bagi Kepala Puskesmas adalah mengusulkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten untuk penggantian alat-alat yang rusak di Poskesdes, meningkatkan sosialisasi tentang tupoksi bidan pengelola pada Poskesdes kepada bidan pengelola. Bagi bidan adalah sosialisasi kepada tokoh masyarakat tentang peran masyarakat dalam pelaksanaan pelayanan Poskesdes dari sisi pemanfaatan Poskesdes.
Kata kunci : Pelayanan Poskesdes, Bidan Pengelola Pos Kesehatan Desa
Kepustakaan : 39 buku, 1998-2009
Diponegoro University
Postgraduate Program
Master’s Program in Public Health
Majoring in Health Policy Administration
Sub Majoring in Maternal and Child Health Management
2011
ABSTRACT
Widya Anggraeni
Analysis on the Implementation of Service by Midwives at Village Health Centers in the Working Area of Sidoarjo District Health Office, 2011
xiv + 98 pages + 26 tables + 5 figures
Successfulness indicator coverage of village health post (Poskesdes) in Sidoarjo district was still below the national target. Results of a preliminary survey on 15 midwives as managers of village health posts indicated that only 40% midwives who gave assistance to the community to do self evaluation survey, to do village community meeting (MMD) and to make activity planning according to the result of MMD, to do intervention on village health problems by the community, to do mapping (family nutrition aware, pregnant women and infants, disaster vulnerable, healthy house). The objective of this study was to know factors affecting the implementation of midwives service as manager of village health post in the working area of Sidoarjo district health office.
This was an observational study with cross sectional approach. Data was collected using questionnaire. The number of study subjects was 78 midwives as managers and they were selected using simple random sampling method on Poskesdes in the district of Sidoarjo. Univariate analysis was done descriptively; bivariate analysis was performed by applying chi square test.
Results of univariate analysis showed that dependent variable, the implementation of midwives service as Poskesdes manager, was mostly in the group of good category. The independent variables that consisted of basic measurement and policy purpose, resources, communication, executive board characteristics, social environment, economy and politic, disposes were mostly in the group of good category. Bivariate analysis indicated that among seven independent variables only resources (p= 0.00) and communication among organizations (p= 0.038) had association with the implementation of midwives service as Poskesdes manager. Multivariate analysis indicated that resources variable had a significant influence with p = 0.001 (p 0.05).
Suggestions for Sidoarjo district health office were to allocate budget for replacing impaired instruments that would be used to support the implementation of midwives service as Poskesdes manager; to improve socialization to the head of puskesmas and to coordinator midwives about the job description of midwives as Poskesdes manager. The head of puskesmas were suggested to contact the head of district health office to replace the damaged instruments in the Poskesdes, to improve socialization about the job description of midwives as Poskesdes manager to the assigned midwives as manager. Midwives were suggested to do socialization to the community key person about the role of community in the implementation of Poskesdes service viewed from the side of Poskesdes usage.
Key words : Poskesdes service, midwives as village health post manager
Bibliography : 39 books, 1998 - 200
PEMANFAATAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF TARI TOPENG BAPANG KEMASAN 4 MENIT PADA KELAS VII A SMP NEGERI 2 KEPANJEN KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Anggraeni, Meru Widya. 2015.Pemanfaatan Media Audiovisual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ranah Kognitif Tari Topeng Bapang Kemasan 4 menit Pada Kelas VII A SMP Negeri 2 Kepanjen Kabupaten Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. E.W. Suprihatin D.P., M. Pd, (II) Tri Wahyuningtyas, S.Pd, M.si Kata Kunci : Audiovisual , Belajar kognitif, Topeng Bapang , SMP Pembelajaran seni tari kelas VII A pada materi tari Bapang kemasan 4 menit kurang mencapai hasil belajar yang maksimal. Hal ini dapat terlihat dari hasil belajar siswa dalam rapor semester 1 bahwa hanya 3 dari 25 siswa yang mendapat nilai di atas KKM. Kurangnya hasil belajar siswa ini disebabkan saat mendapatkan materi dari penyampaian guru, siswa kurang tertarik dan kurang memiliki kesadaran untuk mencatat hal-hal yang penting. Guru kurang menggunakan media yang menarik dan kurang memberikan respon positif kepada siswa pada saat pembelajaran sehingga siswa cepat bosan dan akhirnya kurang memperhatikan apa yang sudah disampaikan oleh guru. Maka perlu adanya media audiovisual untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang tari topeng Bapang kemasan 4 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman siswa dengan memanfaatkan media audiovisual dengan menggunakan video pembelajaran tari topeng Bapang kemasan 4 menit. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan secara bersiklus sesuai dengan teori Arikunto yang dilaksanakan sebanyak dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Kegiatan dalam setiap siklus dilakukan dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian dalam meningkatkan hasil belajar kognitif dengan memanfaatkan audiovisual berupa media pembelajaran tari topeng Bapang kemasan 4 menit pada pembelajaran seni tari mengalami peningkatan yaitu ketuntasan belajar dari pra tindakan sebanyak 12%, pada pelaksanaan siklus I mengalami peningkatan yaitu memperoleh ketuntasan belajar sebesar 60% dengan nilai rata-rata 77, dilanjutkan pada siklus II dengan ketuntasan belajar mencapai 23 siswa sebesar 92% dengan nilai rata-rata 91. Jadi mengalami peningkatan sebanyak 38%. Pembelajaran Seni Tari dengan memanfaatkan media audiovisual sudah berhasil meningkatkan pemahaman siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa mencapai ketuntasan yang memuaskan. Memanfaatkan audiovisual berupa media pembelajaran tari topeng Bapang kemasan 4 menit yang dapat dijadikan alternatif pertimbangan dalam penggunaan variasi pembelajaran guna meningkatkan hasil belajar siswa
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek Viva Generik Sentana Jl. Sentana No 69, Sidoarjo 16 Januari - 17 Februari 2017
Model Pembangunan Inklusif Ekonomi Kreatif di Sumatra Barat
Sumatra Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki
karakteristik ekonomi yang unik. Secara makro pemeratan pembangunan di
Sumatra Barat cukup berhasil yang terlihat dari nilai IPM dan Gini rasio yang
dicapai, namun pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang terlihat
dari nilai PDRB dari PDRB per kapita cenderung relatif kecil. Sejak tahun 2006-
2015 pertumbuhan ekonomi daerah ini menunjukkan tren yang menurun dan
ancaman ketimpangan regional (regional inequality) khususnya dari Riau dan
Sumatra Utara yang lebih dinamis dan agresif. Menghadapi kondisi tersebut,
Sumatra Barat perlu proaktif mencari dan menemukan sumber pertumbuhan
ekonomi baru yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah serta
mewujudkan pembangunan inklusif yang lebih berkualitas.
Ekonomi kreatif lahir sebagai konsep ekonomi baru yang dianggap sesuai
dengan karakter ekonomi daerah Sumatra Barat karena mengedepankan sumber
daya manusia yang kreatif daripada supremasi industri yang capital intensive.
Sumatra Barat dikenal memiliki kekayaan socio cultural yang unik yang
menjadikannya memiliki posisi yang kuat dalam menciptakan local brand. Sumatra
Barat juga dikenal memiliki karakter entrepreneurship yang genuine yang bisa
dijadikan sebagai starting point pengembangan ekonomi kreatif.
Penelitian ini bertujuan: (1) Menganalisis karakteristik ekonomi kreatif di
Sumatra Barat; (2) Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pembangunan
inklusif ekonomi kreatif di Sumatra Barat; (3) Mendesain model pengembangan
ekonomi kreatif sebagai alternatif pendekatan pembangunan yang inklusif di
Sumatra Barat. Jenis data yang digunakan adalah data kerat lintang (cross section)
yang bersumber dari survei industri mikro kecil 2014 oleh Badan Pusat Statistik
serta data primer yang diperoleh melalui Focus Group Discussion dengan 30
stakeholder terkait pengembangan ekonomi kreatif. Analisis data dilakukan dengan
uji perbandingan, regresi logistik dan Tobit serta multikriteria analisis dengan
Promethee.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik terdapat perbedaan yang
signifikan antara karakteristik ekonomi kreatif di Sumatra Barat di bandingkan
dengan provinsi sekitarnya yakni Sumatra Utara, Riau, Jambi, dan Bengkulu.
Ekonomi kreatif Sumatra Barat terbukti memiliki peran penting dalam promoting
gender balance dan dikelola oleh pekerja kreatif yang mayoritas adalah perempuan
dengan indigenous skill yang dimilikinya melalui transfer knowledge secara turun
temurun. Industri kreatif di Sumatra Barat terbukti bersifat intensif terhadap tenaga
kerja dan memiliki share konsumen bisnis yang lebih besar sehingga diharapkan
dapat membawa multiplier effect bagi tumbuhnya sektor lain.
Inklusi keuangan industri kreatif terkait akses perbankan menunjukkan bahwa
akses bank industri kreatif relatif rendah yakni 22.02 persen. Pengusaha wanita
yang kurang berpendidikan memiliki peluang yang lebih kecil untuk mengakses
lembaga keuangan formal (bank). Industri kreatif yang berskala kecil dan nilai aset
yang terbatas terbukti memiliki peluang akses yang lebih rendah. Industri kreatif di
Sumatra Barat 62.11 persen berada di perdesaan dan cenderung memiliki peluang
akses bank yang lebih terbatas di bandingkan dengan industri kreatif yang berada
di perkotaan.
Inklusi keuangan industri kreatif terkait penggunaan kredit bank
menunjukkan bahwa penggunaan kredit bank yang relatif rendah yakni 6.66 persen.
Proporsi penggunaan kredit oleh pengusaha pria lebih besar di bandingkan dengan
pengusaha wanita. Penggunaan kredit untuk pengembangan usaha cenderung
meningkat seiring dengan peningkatan aset usaha. Industri kreatif yang berada di
daerah yang memiliki pendapatan per kapita yang tinggi cenderung memiliki
proporsi penggunaan kredit yang rendah karena daerah tersebut memiliki alternatif
sumber pembiayaan lain yang lebih beragam selain bank. Pemanfaatan internet
melalui financial banking dapat memudahkan pengusaha kreatif memperoleh
informasi pemanfaatan jasa perbankan sehingga berpengaruh positif dan signifikan
mendorong peningkatan inklusi keuangan.
Inklusi sosial terkait kemampuan industri kreatif dalam menyerap tenaga
kerja wanita menunjukkan bahwa industri kreatif di Sumatra Barat memiliki peran
yang sangat penting dalam promoting gender balance. Dominasi pengusaha wanita
mencapai 78.42 persen dan rasio serapan tenaga kerja wanita mencapai 78.43
persen. Penggunaan tenaga kerja wanita pada industri kreatif yang berskala besar,
berbadan hukum dan berorientasi ekspor cenderung masih terbatas.
Model kebijakan berbasis inovasi (innovation based model) merupakan
model terbaik dalam pembangunan inklusif ekonomi kreatif di Sumatra Barat.
Model ini memiliki keunggulan dalam hal meletakkan penguatan pondasi sumber
daya manusia (melalui peningkatan skill dan edukasi) yang tidak hanya fokus pada
upaya menciptakan tenaga kerja kreatif tetapi juga menciptakan creativepreneur.
Model ini memprioritaskan penguatan citra kreatif dan local brand melalui
pengembangan R&D dan teknologi produksi. Model ini juga mampu memberikan
ruang terjadinya interaksi antar stakeholder dalam menciptakan ruang inovasi
(innovation space) yang mendorong akses dan partisipasi semua pihak dalam
pengembangan ekonomi kreatif secara inklusif.
Saran untuk pihak terkait adalah: (1) pemerintah perlu menciptakan iklim
usaha yang kondusif melalui arahan edukatif untuk meningkatkan skill dan
penguatan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi terutama di wilayah
perdesaan; (2) pelaku usaha perlu meningkatkan daya saing berbasis kreativitas
dengan menggerakkan ruang publik bagi terbentuknya proses sharing pemikiran,
pengalaman dan business coaching serta penguatan citra produk (branding) melalui
pengembangan riset sosial, budaya dan seni daerah serta serta meningkatkan
peluang kerja sama dengan Perusahaan Penjamin Kredit Daerah (PPKD) untuk
memperluas akses industri kreatif yang lemah agunan; (3) kelompok intelektual
perlu memperkuat basis formal dan informal dalam pembentukan creativepreneur,
diseminasi informasi dan transformasi teknologi tepat guna; (4) lembaga keuangan
formal (bank) perlu memberikan pengetahuan dan edukasi keuangan bagi pelaku
usaha yang masih terkendala, pemberian kredit kolektif atau kelompok dapat
menjadi alternatif yang perlu dipertimbangkan. Penelitian lanjutan disarankan
untuk mengembangkan indikator pengukuran pembangunan inklusif selain
indikator inklusi keuangan dan inklusi sosial
Pengaruh work-Life balance dan pengembangan karir terhadap loyalitas karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel moderasi
Employee loyalty is an important factor in achieving organizational success. Employees who show their dedication have the motivation to achieve organizational goals. The purpose of this study was to determine the effect of the independent variables work-life balance and career development on employee loyalty with job satisfaction as moderator. This quantitative research uses questionnaires and snowball sampling techniques. The sample consists of private employees. The findings show that work-life balance variables have a positive but statistically insignificant influence on employee loyalty variables. Career development variables have a positive and significant influence on employee loyalty. Job satisfaction strengthens the relationship between career development and employee loyalty
PANDANGAN DUNIA DEWI ANGGRAENI DALAM NOVEL MY PAIN MY COUNTRY: KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK LUCIEN GOLDMANN (DEWI ANGGRAENI’S WORLD VIEW IN MY PAIN MY COUNTRY: LUCIEN GOLDMANN GENETIC STRUCTURALISM STUDY)
Abstract Dewi Anggraeni’s World View in My Pain My Country: Lucien Goldmann Genetic Structuralism Study. This research aims to uncover human facts, collective subject, the structure of the novel My Pain My Country, which illustrates the character's problems, both concerning other characters and the environment, and the worldview expressed by the author as part of a social class group supported by Dewi Anggraeni's authorship helped to reconstruct the author's worldview. The analysis uses genetic structuralism with a dialectical method based on the concept of understanding and explanation in finding coherence of meaning. The data source is Dewi Anggraeni’s novel ”My Pain My Country”. The results showed that the author described “My Pain My Country” as human facts through geographical, sociological, psychological, historical, and ideological facts. Dewi Anggraeni describes the collective subject in two different social classes, namely the Chinese ethnic group to be described as the capitalists and indigenous people as the proletarians. The structure of “My Pain My Country” was constructed by relating the characters and the environment. The author represented the relationship between the characters in human opposition. Meanwhile, the relationship between the characters and the environment were represented through natural, social and cultural oppositions. The structure of the novel reflected the Dewi Anggraeni’s worldview as a form of sympathy, not only towards the victims of the 1998 tragedy from Chinese but also towards the lower middle class of indigenous people; and world views on nationalism, justice, and Chinese integration. Key words: genetic structuralism, human fact, world view Abstrak Pandangan Dunia Dewi Anggraeni dalam Novel My Pain My Country: Kajian Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fakta kemanusiaan; subjek kolektif; struktur novel My Pain My Country yang menggambarkan permasalahan tokoh, baik dalam hubungannya dengan tokoh lain maupun dengan lingkungannya; dan pandangan dunia yang diekspresikan pengarang sebagai bagian dari kelas sosial yang didukung oleh jejak kepengarangan yang turut merekonstruksi pandangan dunia Dewi Anggraeni. Analisis menggunakan strukturalisme genetik dengan metode dialektik yang berdasarkan pada konsep pemahaman dan penjelasan dalam menemukan koherensi makna. Sumber data adalah novel My Pain My Country karya Dewi Anggraeni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel My Pain My Country sebagai fakta kemanusiaan digambarkan pengarang melalui fakta geografis, sosiologis, psikologis, historis, dan ideologis. Subjek kolektif dimunculkan Dewi Anggraeni dalam dua kelas sosial yang berbeda, yaitu kelompok etnis Tionghoa yang digambarkan sebagai kaum kapitalis dan pribumi sebagai proletar. Struktur novel My Pain My Country dibangun oleh hubungan antartokoh, serta tokoh dan lingkungan. Hubungan tokoh dan tokoh digambarkan dalam oposisi manusia. Sementara itu, hubungan tokoh dan lingkungan digambarkan melalui oposisi alamiah, sosial, dan kultural. Struktur novel itu merefleksikan pandangan dunia Dewi Anggraeni sebagai wujud keprihatinan, baik terhadap korban tragedi 1998 dari Tionghoa maupun kelompok menengah ke bawah, serta pandangan tentang nasionalisme, keadilan, dan integrasi Tionghoa. Kata-kata kunci: strukturalisme genetik, fakta kemanusiaan, pandangan duni
Strategi Memikat Dan Mempertahankan Pelanggan Melalui Digital Marketing Dan Aplikasi Keuangan Fintech Warung Jamu Tradisional Pada Era Pandemi Covid-19
Tujuan program ini adalah merumuskan strategi memikat dan mempertahankan pelanggan di warung jamu tradisional bu Hadi pada saat pandemi COVID-19. Membentuk seorang wirausahawan mandiri yang berbasis iptek, meningkatkan ketrampilan manajemen usaha bagi masyarakat industri rumahan pada khususnya minuman jamu tradisional di Yogyakarta dan menciptakan metode pelatihan kewirausahaan yang cocok bagi pengusaha jamu tradisional. Metode perekrutan peserta melalui seleksi hasil survey di beberapa warung jamu tradisional maupun penjual jamu gendong keliling di Yogyakarta. Adapun metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan pelaksanaan pelatihan Program Pelatihan ini adalah pembekalan melalui dua tahap antara pertama, pembekalan materi secara tutorial disertai diskusi, bermain peran di lokasi warung jamu tradisional bu Hadi oleh Pengusul, kedua praktek dipandu pengusul .Target dan luaran yang ingin dicapai dari program ini adalah menghasilkan seorang wirausahawan baru perempuan mandiri yang berbasis iptek di industri rumahan minuman jamu tradisional pada saat pandemic COVID-19. Adapun luaran dalam bentuk jasa dan produk minuman jamu tradisional
Prosedur audit atas kas pada PT DBPM
Kas merupakan komponen aktiva lancar yang paling liquid di dalam neraca, karena semua transaksi yang terjadi di dalam perusahaan akan mempengaruhi kas. Untuk memastikan kebenaran atas informasi tentang penerimaan serta pengeluaran kas seorang auditor perlu melakukan prosedur atas transaksi penerimaan dan pengeluaran melalui vouching dokumen.voching ini untuk memastikan bahwa nilai kas yang telah tercantum pada laporan keuangan tersebut itu sesuai dengan kuantitas melalui perhitungan dan pengecekan dokumen yang terkait.
Prosedur audit merupakan suatu standar yang dilakukan oleh auditor ekstenal maupun internal dalam mengaudit sebuah perusahaan, agar auditor dapat mengumpulkan informasi dan bukti yang akurat. Pada saat melakukan prosedur audit yaitu dengan cara memeriksa setiap transaksi maupun pengecekan saldo kas, untuk memastikan keakuratnya bahwa telah disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.
PT DBPM adalah sebuah perusahaan swasta yang bergerak dibidang reparasi perawatan kendaraan, dimana PT DBPM memerlukan adanya seorang auditor untuk memeriksa kas karena sifatnya yang likuid dengan menerapkan prosedur audit
Perbedaan jenis pelarut terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun beluntas (Pluchea indica Less) dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl)
Beluntas (Pluchea indica Less) merupakan tanaman famili Asteraceae yang telah dikenal masyarakat sebagai sayuran dan obat tradisional. Daun beluntas mengandung senyawa fitokimia yang memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa fitokimia tersebut dapat diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut yang digunakan untuk ekstraksi terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun beluntas yang kelanjutannya akan digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minuman fungsional. Faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah perbedaan jenis pelarut untuk ekstraksi yang terdiri dari lima taraf perlakuan yaitu air, metanol, etanol, etil asetat, dan heksana. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak lima kali. Parameter yang diuji adalah aktivitas antioksidan ekstrak daun beluntas dengan metode DPPH. Parameter tersebut didukung oleh analisa kadar air tepung daun beluntas, rendemen, identifikasi senyawa fitokimia (alkaloid, flavonoid, fenol, triterpenoid, sterol, saponin, tanin, dan kardiak glikosida), analisa total fenol, dan total flavonoid ekstrak daun beluntas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis pelarut mempengaruhi profil senyawa fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak daun beluntas. Kadar total fenol, total flavonoid, dan aktivitas antioksidan ekstrak daun beluntas secara berurutan adalah ekstrak metanol > etanol > air > etil asetat > heksana. Ekstrak metanolik memiliki kadar total fenol, total flavonoid; dan aktivitas antioksidan yang tertinggi dalam menangkap radikal DPPH masing-masing sebesar 1.425,1503 ± 65,4217 mg GAE/g daun beluntas (basis basah); 1.542,9925 ± 60,2417 mg CE/g daun beluntas (basis basah); dan 601,3460 ± 13,5370 mg GAE/gram daun beluntas (basis basah). Senyawa fitokimia yang terdeteksi dalam ekstrak metanolik adalah alkaloid, fenolik, flavonoid, sterol, saponin, dan tanin yang memberikan kontribusi terhadap aktivitas antioksidan
- …
