1,720,977 research outputs found

    Nilai-Nilai Edukasi dalam Bacaan Anak "Aku Anak yang Berani, Bisa Melindungi Diri Sendiri : Seri 1"karya Watiek Ideo

    Full text link
    Penelitian yang berjudul “Nilai-Nilai Edukasi dalam Bacaan Anak “Aku Anak yang Berani, Bisa Melindungi Diri Sendiri : Seri 1” karya Watiek Ideo” ini berangkat dari fungsi karya sastra sebagai media pembelajaran. Karya sastra tidak hanya berperan sebagai hiburan, namun juga memiliki fungsi sebagai media pembelajaran. Rumusan masalah dari penelitian ini meliputi (1) Bagaimana tema, latar, tokoh, dan amanat dalam bacaan anak “Aku Anak yang Berani, Bisa Melindungi Diri Sendiri : Seri 1” karya Watiek Ideo? dan, (2) Apa sajakah nilai-nilai edukasi yang terdapat di dalam bacaan anak “Aku Anak yang Berani, Bisa Melindungi Diri Sendiri : Seri 1” karya Watiek Ideo?. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui mengenai kajian tema, latar, tokoh, amanat, serta nilai-nilai edukasi yang terdapat di dalam buku anak “Aku Anak yang Berani, Bisa Melindungi Diri Sendiri : Seri 1” karya Watiek Ideo, sehingga pembaca dapat meningkatkan rasa waspada terhadap kemungkinan terjadinya kejahatan seksual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan secara struktural. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya kecenderungan pada tema, tokoh, dan amanat dari setiap cerpen pada bacaan anak tersebut. Tema yang diangkat yaitu mengenai perlindungan diri dari ancaman kejahatan seksual, serta tokoh pada setiap cerpennya yaitu seorang anak kecil. Penelitian ini juga menemukan adanya nilai-nilai edukasi berupa nilai pendidikan moral, nilai adat, nilai agama, dan nilai kepahlawanan. Keempat nilai edukasi yang ada bertujuan untuk menambah rasa waspada terhadap ancaman kejahatan seksual kepada para pembacanya

    Kohesi Gramatikal dan Kohesi Leksikal dalam Cerita Anak Berjudul "Buku Mini Dea" Karya Watiek Ideo dan Yuli Rahmawati

    Full text link
    This study uses descriptive research methods. The data in this study are qualitative data in the form of words, phrases, clauses, or sentences in the form of lexical and grammatical cohesion in the short stories of Mini Books Dea Karya Watiek Ideo and Yuli Rahmawati. The source of the data in this study is the discourse of the short stories Mini Book of Watiek Ideo and Yuli Rahmawati. The technique used to collect data in this research is documentation technique. Data processing techniques in this study use qualitative analysis. The results and discussion show that the short story entitled Mini Dea Books by Watiek Ideo and Yuli Rahmawati found grammatical cohesion and lexical cohesion. The grammatical cohesion found is substitution (replacement), subordinate conjunctions of ways, subordinate conjunctions of causes, personal references, anaphorical references, demonstrative references, coordinative conjunctions, subordinate conjunctions, conjunctions between sentences. The lexical cohesion found was epistrofa repetition and antonyms.Keywords: children's story; cohesion; grammatical cohesion; lexical cohesion

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUKU “KUMPULAN CERITA BUDI PEKERTI 1” KARYA NINDIA MAYA DAN WATIEK IDEO DALAM RELEVANSINYA BAGI ANAK USIA MADRASAH IBTIDAIYAH

    Full text link
    Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) apa saja nili-nili pendidikan karakter dalam buku “Kumpulan cerita Budi Pekerti 1” karya Nindia Maya dan Watiek Ideo, (2) bagaimana relevansi niali-nilai pendidikan karakter dalam buku buku “Kumpulan cerita Budi Pekerti 1” karya Nindia Maya dan Watiek Ideo bagi anak usia Madrasah Ibtidaiyah. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku “Kumpulan cerita Budi Pekerti 1” karya Nindia Maya dan Watiek Ideo, (2) mendeskripsikan relevansi nilai-nilai karakter dalam buku “Kumpulan cerita Budi Pekerti 1” karya Nindia Maya dan Watiek Ideo bagi anak usia Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan kajian isi (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam buku “Kumpulan Ceerita Budi Pekerti 1” yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut relevan bagi anak usia madrasah ibtidaiyah, karena dapat dijadikan sebagai alat mendidik untuk membagun karakter anak, dapat diterapkan anak-anak di lingkungannya, menyertakan ilustrasi, serta dapat mendukung ketercapaian tugas perkembangan anak usia madrasah ibtidaiyah

    TINDAK TUTUR ILOKUSI EKSPRESIF PADA BUKU CERITA ANAK TALES FOR CREATIVE CHILDREN KARYA WATIEK IDEO: SATU KAJIAN PRAGMATIS

    No full text
    Skripsi ini berjudul “Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif pada Buku Cerita Anak Tales for Creative Children Karya Watiek Ideo: satu kajian pragmatis. Data pada skripsi ini diambil dari buku cerita anak Tales for Creative Children Karya Watiek Ideo. Metode yang digunakan pada skripsi ini adalah metode deskriptif dan kualitatif analisis. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi tindak tutur ilokusi ekspresif yang terdapat pada buku cerita anak Tales for Creative Children dan mendeskripsikan verba apa yang digunakan pada ilokusi ekspresif yang terdapat pada buku cerita anak Tales for Creative. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat delapan yang berfungsi sebagaia ilokusi ekspresif antara lain, tuturan ekspresif menyatakan terimakasih, tuturan ekspresif menyatakan ucapan selamat, tuturan ekspresif menyatakan menyesalkan, tuturan ekspresif menyatakan menyambut, tuturan ekspresif menyatakan mengkritik, tuturan ekspresif menyatakan memuji, dan tuturan ekspresif menyatakan menyetujui. Ditemukan verba ilokusi ekspresif yang digunakan buku cerita anak Tales for Creative Children antara lain, terimakasih, mengucapkan selamat, menyesalkan,menyambut, mengkritik, memuji, dan menyeujui

    PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK MELALUI BUKU CERITA BERGAMBAR YANG BERJUDUL AKU BAHAGIA KARYA WATIEK IDEO DAN FITRI RESTIANA

    No full text
    Degradasi karakter dikalangan generasi muda sangat mudah kita jumpai di berbagai media massa. Televisi misalnya, hampir setiap hari muncul pemberitaan mengenai persoalan yang berkaitan dengan karakter pada anak. Kenakalan remaja menjadi salah satu permasalahan yang sampai detik ini belum dapat teratasi dengan baik. Anak merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan sebuah bangsa. Adanya pemberitaan mengenai kenakalan remaja yang kita jumpai di media massa menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sudah mulai kehilangan karakter sebagai bangsa yang bermoral. Krisisnya karakter pada anak menjadi faktor utama yang menjadikan fenomena ini masih marak terjadi. Oleh sebab itu, negara membutukan solusi untuk mengoptimalkan permasalahan degradasi karakter khususnya pada anak-anak. Buku cerita bergambar Aku Bahagia penting untuk diteliti sebab isi dari buku cerita ini dapat kita lihat bagaimana karakter yang dimiliki oleh setiap tokoh didalamnya. Buku cerita ini sangat mencerminkan kehidupan anak Indonesia. Pendapat ini penulis dasari dari bagaimana penulis buku cerita ini menuangkan cerita keseharian anak-anak mulai dari pemilihan alur cerita hingga setting tempat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai karakter yang ada di dalam buku cerita bergambar Aku Bahagia karya Watiek Ideo dan Fitri Restiana yang dapat digunakan sebagai bahan pembentukan karaker anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian adalah penelitian kepustakaan (library search). Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data (content analysis). Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan adanya beberapa nilai karakter yang ada didalam buku cerita bergambar Aku Bahagia karya Watiek Ideo dn Fitri Restiana antara lain nilai peduli, bersahabat, tekun, ramah, kreatif, sabar, toleransi, kerja keras, optimis, teguh pendirian, berani, pemaaf, tulus, jujur, tolong menolong, semangat, dan ikhlas. Sedangkan relevansi nilai karakter dalam buku cerita bergambar Aku Bahagia karya Watiek Ideo dan Fitri Restiana ada kesesuaian dengan nilai karakter pada anak. Sehingga buku cerita ini cocok untuk digunakan sebagai bahan pembentukan karakter yang dapat membantu menanamkan nilai karakter untuk anak. Kata Kunci : Nilai Karakter, Buku Cerita Bergambar

    Translation of Onomatopoeia Iconity in children story book: Crocoffein - Coffee of Friendship by Watiek Ideo and Fitri Kurniawan

    No full text
    This research aims at analyzing iconicity in translating of onomatopoeia words on Children Story Book: Crocoffein-Coffee of Friendship by Watiek Ideo and Fitri Kurniawan. It also aims at knowing the kinds of onomatopoeia word in children story book Crocoffein- Coffee of Friendship by Watiek Ideo and Fitri Kurniawan. The researcher uses descriptive qualitative method in the form of comparative analysis, in which researcher will describe the theories in this study, analyze the kinds of onomatopoeia, and iconicity of onomatopoeia words between Indonesian and English. Then, the translation of the onomatopoeia words are compared phonology between the Indonesian and English language. In this paper, the researcher analyzes how the onomatopoeia words can be translated through the concept of iconicity. It also discusses the theory of Charles Sanders Pierce, who declares that language is an icon and analysis of sound symbolism. From the analysis, the researcher finds that onomatopoeia words are almost iconicity, because a pattern in Indonesia word and English word is almost reduplication. It is a reason that the onomatopoeia words can be iconicity for speakers of the different language

    Translation of onomatopoeia and iconicity in children story book : ocoffein - coffe of friendship by watiek ideo and fitri kurniawan

    No full text
    This research aims at analyzing iconicity in translating of onomatopoeia words on Children Story Book: Crocoffein-Coffee of Friendship by Watiek Ideo and Fitri Kurniawan. It also aims at knowing the kinds of onomatopoeia word in children story book Crocoffein- Coffee of Friendship by Watiek Ideo and Fitri Kurniawan. The researcher uses descriptive qualitative method in the form of comparative analysis, in which researcher will describe the theories in this study, analyze the kinds of onomatopoeia, and iconicity of onomatopoeia words between Indonesian and English. Then, the translation of the onomatopoeia words are compared phonology between the Indonesian and English language. In this paper, the researcher analyzes how the onomatopoeia words can be translated through the concept of iconicity. It also discusses the theory of Charles Sanders Pierce, who declares that language is an icon and analysis of sound symbolism. From the analysis, the researcher finds that onomatopoeia words are almost iconicity, because a pattern in Indonesia word and English word is almost reduplication. It is a reason that the onomatopoeia words can be iconicity for speakers of the different language.ix, 70 hlm,; ilus,; 25 cm

    Translation Of Onomatopoeia And Iconicity In Children Story Book: Crocoffein Coffee Of Friendship By Watiek Ideo And Fitri Kurniawan

    No full text
    This research aims at analyzing iconicity in translating of onomatopoeia words on Children Story Book: Crocoffein-Coffee of Friendship by Watiek Ideo and Fitri Kurniawan. It also aims at knowing the kinds of onomatopoeia word in children story book Crocoffein- Coffee of Friendship by Watiek Ideo and Fitri Kurniawan. The researcher uses descriptive qualitative method in the form of comparative analysis, in which researcher will describe the theories in this study, analyze the kinds of onomatopoeia, and iconicity of onomatopoeia words between Indonesian and English. Then, the translation of the onomatopoeia words are compared phonology between the Indonesian and English language. In this paper, the researcher analyzes how the onomatopoeia words can be translated through the concept of iconicity. It also discusses the theory of Charles Sanders Pierce, who declares that language is an icon and analysis of sound symbolism. From the analysis, the researcher finds that onomatopoeia words are almost iconicity, because a pattern in Indonesia word and English word is almost reduplication. It is a reason that the onomatopoeia words can be iconicity for speakers of the different language

    NARASI DAN BENTUK BUDAYA TRADISIONAL DALAM BUKU DONGENG CINTA BUDAYA KARYA WATIEK IDEO DAN FITRI KURNIAWAN

    Full text link
    Budaya tradisional merupakan warisan bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan. Hal terpenting dalam pelestarian budaya tradisional adalah mewariskan kepada generasi muda yaitu anak-anak dengan cara dikenalkan. Pengenalan budaya tradisional kepada anak-anak dapat dilakukan melalui media apa pun termasuk sastra. Anak-anak juga bisa menikmati sastra khusus untuk mereka yaitu sastra anak. Sastra tentunya berisi narasi atau cerita yang dapat memberikan hiburan sekaligus pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan narasi budaya tradisional dan bentuk budaya tradisional dalam buku Dongeng Cinta Budaya karya Watiek Ideo dan Fitri Kurniawan. Narasi budaya tradisional dalam penelitian ini dikaji menggunakan teori narasi dari Tzvetan Todorov, kemudian bentuk budaya tradisional dikaji menggunakan teori bentuk kebudayaan dari Hoenigman. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan suatu permasalahan dan menganalisis data yang sesuai dengan permasalahan yang dibahas. Penelitian ini menggunakan pendekatan mimetik, yaitu berdasar pada karya sastra sebagai cerminan realita kehidupan manusia. Sumber data yang digunakan adalah buku Dongeng Cinta Budaya karya Watiek Ideo dan Fitri Kurniawan dengan data berupa kata, frasa, kalimat, dan paragraf. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik pustaka, yaitu mengumpulkan data secara sistematis atau memustakakan data yang sesuai dengan fokus penelitian. Kemudian data dianalisis menggunakan teknik deskriptif analisis isi, yaitu mendeskripsikan fakta-fakta yang ditemukan kemudian meganalisisnya. Berdasarkan hasil analisis pada buku Dongeng Cinta Budaya menggunakan teori narasi Todorov dan teori bentuk kebudayaan Hoenigman, dapat disimpulkan bahwa budaya tradisional dimuat dalam setiap cerita dalam buku ini. Kemudian setiap cerita juga memuat bentuk-bentuk budaya tradisional Indonesia. Kata Kunci: budaya tradisional, bentuk kebudayaan, narasi, dan sastra anak

    Pendidikan Karakter dalam Cerita Gadis Pengusaha Korek Api Karya Watiek Ideo

    Full text link
    Anak membutuhkan bacaan yang tidak hanya penting, tetapi juga menarik. Peranan bacaan anak dalam pembentukan karakter anak sangat penting. Pendidikan karakter dibutuhkan sebagai dasar pendidikan di Indonesia. Bacaan itu harus menarik tanpa berkesan menggurui. Dongeng klasik yang sering dibaca atau didengar anak kadang-kadang meninggalkan kesan menyedihkan karena sang tokoh tidak berdaya. Dalam cerita “Gadis Pengusaha Korek Api” karya Watiek Ideo, tokohnya justru dibuat berdaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perjuangan tokoh utama dalam meraih yang diinginkannya. Anak memerlukan proses untuk meraih cita-cita. Perjuangan itu membutuhkan kreativitas dan kerja keras. Yang menjadi penelitian ini adalah cerita “Gadis Pengusaha Korek Api” yang dibuat berdasarkan cerita klasik “Gadis Penjual Korek Api” karya H.C. Andersen, dengan berdasarkan tiga komponen karakter baik, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action yang diprakarsai Thomas Lickona. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teknik analisis isi. Pendekatan yang digunakan adalah konsep sastra anak dan pendidikan karakter. Pendidikan karakter untuk anak lebih mudah dipahami melalui cerita bergambar. Tiga komponen karakter baik itu ditemukan tokoh melalui proses yang cerdik. Kecerdikan itu yang menjadikan pesan dalam buku dipahami pembaca. Tokoh utama menunjukkan kegigihan mencapai cita-cita dan tidak mau menderita seperti tokoh dalam dongeng klasik. Strategi yang dia lakukan berhasil mendatangkan keuntungan materi dan memiliki banyak teman baru. Dalam perspektif kewirausahaan, itu menjadi contoh sederhana
    corecore