Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
10362 research outputs found
Sort by
MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV MI AL ISLAMIYAH TANJUNG PRIOK JAKARTA UTARA DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI WHATSAPP DIMASA PANDEMI COVID-19
Pandemi Covid-19 sudah satu tahun lama terjadi di Indonesia, membuat seluruh aktifitas pembelajaran dilakukan secara School From Home (SFH). Banyaknya kendala dari proses kegiatan belajar mengajar dalam pembelajaran daring (dalam jaringan),kondisi yang seperti ini menyebabkan kegelisahan dan kebingungan bagi dunia pendidikan terutama bagi guru.
Metode yang di ajarkan oleh guru harus dapat motivasi siswa agar dapat tetap semangat dalam belajar dalam kondisi seperti sekarang ini. Kegiatan pembelajaran daring menggunakan aplikasi whatsapp berfungsi mempermudah
proses pembelajaran daring dilakukan, agar siswa lebih mudah dan cepat dalam
mengakses pembelajaran.
Penelitian yang dilakukan ini termasuk jenis penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara wawancara,observasi,dokumentasi dan angket. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data,penyajian data, dan menarik kesimpulan.
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa motivasi belajar siswa kelas IV MI Al Islamiyah dengan menggunkan aplikasi whatsapp pada masa pandemi Covid-19, kurang termotivasi karna masih banyak siswa belajar bukan karna keinginannya sendiri, siswa yang sering merasakan cepat bosan dalam
pembelajaran jarak jauh, siswa sering sekali merasa sulit memehami ketika pembelajaran daring(dalam jaringan) dan kurang aktifnya siswa dalam pembelajaran secara daring(dalam jaringan)
Kata Kunci : Motivasi belajar siswa kelas IV,pandemi Covid-1
UPAYA GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN TERHADAP EDUKASI BAHAYA MEROKOK PADA SISWA MI DARUL HIKMAH BANTARSOKA KECAMATAN PURWOKERTO BARAT KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya pengetahuan sehingga banyaknya siswa yang tidak tahu bahaya dari merokok. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) memiliki peran dan kontribusi dalam menanamkan nilai-nilai kesehatan melalui pendidikan. Salah satu usaha dalam mencapai kesehatan adanya peran guru untuk memberikan pendidikan pada siswa.
Pokok masalah dari penelitian ini adalah pada saat sekarang ini murid sekolah dasar sudah menggunakan rokok dan mencoba-coba untuk merokok. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor. Faktor internalnya yaitu sebagian anak-anak yang orangtuanya merokok kemungkinan anaknya ikut merokok, dan pada akhirnya anak itupun merokok seperti orangtuanya. Faktor eksternalnya yaitu lingkungan sekitar banyaknya anak-anak sekolah dasar yang bermain bersama anak SMP yang merokok juga berpengaruh pada anak sekolah dasar tersebut untuk mencoba-coba untuk merokok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaiamana upaya guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan terhadap edukasi bahaya merokok pada siswa MI Darul Hikmah Bantarsoka.
Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus yang bersifat deksriptif kualitatif. Subjek penelitiannya adalah guru PJOK. Objek penelitiannya adalah upaya guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan terhadap edukasi bahaya merokok pada siswa. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, verivikasi data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan terhadap edukasi bahaya merokok pada siswa MI Darul Hikmah Bantarsoka sudah cukup baik meskipun belum maksimal, penyampaian materi sudah sesuai dengan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), indikator, dan tujuan pembelajaran. Meskipun sampai saat ini belum ada yang mencoba-coba untuk merokok, tetapi guru tetap mengawasi siswa selam berada di luar lingkungan sekolah dengan melakukan pendekatan dengan orangtua siswa.
Kata kunci : upaya guru PJOK, edukasi bahaya meroko
Analisis Inovasi Kebijakan Pembiayaan Musyarakah di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus KSPPS BMT Buana Mas Purwokerto) 2017-2021
Inovasi dan terobosan menjadi salah satu kunci untuk bertahan bagi sebuah perusahaan. Hal ini Pandemi Covid 19 menuntut untuk setiap bank memunculkan inovasi yang lebih menarik nasabah-nasabah baru maupun nasabah lama untuk tetap bergabung bersama mereka. Permasalahan yang terjadi pada pelaku usaha merupakan tugas yang harus diselesaikan secara bersama sama. Perlu adanya kerjasama antar pihak permasalahan yang terjadi cepat selesai. Adapun cara yang dilakukan kspps hal ini dimaksudkan dapat memulihkan perekonomian seperti semula.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yaitu penulid terjun langsung ke lapangan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu menggunakan analisis interaksi model yang dikembangkan Milled dan Huberman yaitu mulai dari pengumpulan data, reduksi data, verifikasi hingga penyinpulan.
Berdasarkan hasil penelitian oleh penulis, inovasi pada pembiayaan musyarakah selama pandemi berlangsung di kantor KSPPS BMT Buana Mas Purwokerto yaitu dengan penundaan pembiayaan dan penurunan bagi hasil. Dan upaya meningkatkan jumlah nasabah selama pandemi lebih diperdalam oleh pihak kantor KSPPS BMT Buana Mas Purwokerto.
Kata kunci : inovasi, pembiayaan musyarakah, Pandemi Covid-1
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI RA PERMATA HATI CILACAP
Kemampuan lembaga pendidikan untuk mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat merupakan hal urgen, karena dengan kepercayaan masyarakat yang tinggi akan berdampak positif bagi peningkatan partisipasi masyarakat yang muaranya pada pengembangan dan peningkatan kualitas lembaga
pendidikan. Hal tersebut sejalan dengan riset yang dilakukan oleh Bryte dan Schneider sebagaimana yang dikutip oleh Tony Gelsthorpe dan John West-Burnham bahwa sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan dengan tingkat
kepercayaan masyarakat yang tinggi memiliki satu dari dua kesempatan membuat
perbaikan yang signifikan, sedangkan sekolah yang rendah tingkat kepercayaannya
dari masyarakat hanya memiliki satu dalam tujuh kesempatan untuk memperbaiki.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan metode analisis deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yakni kepala RA Permata Hati dan
masyarakat. Objek penelitian adalah peran serta masyarakat dalam pembiayaan pendidikan di RA permata hati cilacap
Hasil penelitian ialah partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembiayaan pendidikan di RA Permata Hati dilakukan dengan melibatkan masyarakat pada pengambilan keputusan terkait penyusunan rencana anggaran
belanja yang berasaskan musyawarah untuk mufakat melalui tahapan analisis permasalahan, analisis potensi, dan analisis kepentingan masyarakat, baik pada jenis pembiayaan capital cost maupun recurrent cost di mana wujud partisipasinya dilakukan melalui kehadiran dalam pertemuan wali santri, rapat panitia pembangunan gedung RA Permata Hati, dan pertemuan-pertemuan lain yang berada di wilayah RA Permata Hati , partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan
pembiayaan pendidikan di RA Permata Hati dilakukan melalui penggerakan sumber daya dan dana dengan menggunakan prinsip dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat; kegiatan administrasi dan koordinasi berupa pencatatan dana yang masuk dan keluar; serta penjabaran program pembiayaan
pendidikan melalui pertemuan rutin pengurus, guru, dan wali siswa.
Kata kunci : peran serta masyarakat, pembiayaan pendidika
Analisis Peran Program Koin NU Dalam Membangun Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pemberdayaan Ekonomi (Studi Kasus Pada UPZISNU Karangsari Kec. Kebumen)
ABSTRAK
UPZISNU Desa Karangsari adalah sebuah lembaga yang bertugas untuk mengelola dana zakat, infaq dan shodaqoh masyarakat Desa Karangsari. Salah satu program yang dicanagkan adalah Program Koin NU. Program Koin NU merupakan sebuah program yang bertujuan untuk memberikan kemanfaatan kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga ekonominya terbantu.
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif. Adapun teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data, dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini mengatakan bahwa: 1. strategi yang dilakukan oleh UPZISNU Desa Karangsari dalam memberdayakan masyarakat adalah dengan cara memberikan bantuan charity, mendanai kebutuhan operasional dan kegiatan NU ranting dan kecamatan, memberdayakan ekonomi masyarakat, dan memberikan bantuan kebencanaan. 2. Tidak ada aktivitas pemberdayaan yang dilakukan UPZISNU Karangsari melalui Program Koin NU, mereka hanya menyalurkan dana dengan cara memberikan tambahan modal atau barang produktif yang kemudian dimanfaatkan secara mandiri oleh masyarakat yang digunakan untuk membantu mempermudah dan memperlancar usaha yang dijalani mereka.
Program Koin NU dapat dikatakan berhasil ditandai dengan antusias dan terbukanya masyarakat Nahdliyyin dalam menerima program tersebut. Banyak dari mereka yang secara suka rela menjadi donatur Program Koin NU. Namun ada beberapa hambatan dalam menjalankan program tersebut diantaranya yaitu kurang perhatiannya pengurus dalam mengemban amanahnya karena kesibukan mereka masing-masing dan semakin banyak semacam Koin NU di Desa Karangsari.
Kata kunci: Program Koin NU, Kesejahteraan Masyarakat, pemberdayaan ekonom
KEMANDIRIAN EKONOMI PEREMPUAN DAN UPAYA MEWUJUDKAN KETAHANAN KELUARGA (Studi Pada Wanita Karir di Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara)
Ketahanan keluarga merupakan sebuah gambaran keluarga dalam menuju
keluarga sakinah yang pastinya harus ada beberapa aspek yang harus diperhatikan
dan dipersiapkan. Tingkat pendidikan yang tinggi pada wanita karir dan
memberikan nafkah pada keluarga sangat menjadi center karena lebih rentan akan
perceraian, karena wanita yang memiliki jenjang karir atau bisa memiliki
penghasilan cukup merasa punya power dalam keluarga. Perceraian terjadi dengan
sangat mudah karena alasan-alasan pendidikan perempuan yang tinggi membuat
tingkat perceraian juga tinggi. Dalam penelitian ini, fokus permasalahannya
adalah bagaimana wanita yang berkarier di Desa Susukan Kabupaten
Banjarnegara yang memiliki profesi dan karir masih bisa mewujudkan ketahanan
pada keluarganya menjadikan keluarga tetap berfungsi secara positif dan
membawa keluarga pada kondisi yang resiliens.
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (Field
Research). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis dan
sosiologis dimana dalam literatur hukum Islam dan Hukum Negara yang terkait
dengan norma-norma perkawinan dan akan dihubungkan dengan realitas sosial.
Sumber data primer dalam penelitian ini berasal dari wanita yang memiliki profesi
ataupun karir, sedangkan data sekundernya berasal dari literatur yang berkaitan
dengan penelitian ini. Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan
cara wawancara wanita yang memiliki karir dan juga sebagai ibu rumah tangga
pada keluarga yang sakinah, dan dokumentasi berupa identitas dari masingmasing informan. Faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi membuatnya
menjadi keluarga yang menjadikan keluarganya di kondisi keluarga yang resilien.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, keluarga sakinah pada wanita yang
berkarir di Desa Susukan, Kabupaten banjarnegara strategi wanita berkarir untuk
mewujudkan ketahanan keluarganya ialah menjaga hubungan berdasarkan hak
dan kewajiban dan berprinsip dengan masalah ibadah.Sehingga peneliti tau upayaupaya apa yang dilakukan oleh wanita yang berkarir di Desa Susukan
Banjarnegara agar ketahanan keluarganya tetap terjaga. Faktor ekonomi,
psikologi, sosiologis dan religius menjadikan faktor pendukung, yang biasa
berpengaruh negatif manakala istri tidak melaksanakan kewajibannya sebagai
seorang istri sesuai dengan KHI dan RUU.
Kata Kunci: Resiliensi, Ketahanan Keluarga, Wanita Karier
SINONIMITAS DALAM AL-QUR’AN (ANALISIS SEMANTIK LAFADZ SAKINAH DAN TUMA’NINAH)
Sinonimitas (Mutaradif) dalam al-Qur’an ini merupakan salah satu kajian yang menarik dan sangat penting untuk dikaji lebih lanjut. Keberadaan sinonim dalam al-Qur’an telah diperdebatkan oleh para ahli bahasa dan kritikus Arab. Beberapa ulama yang sepakat bahwa ada sinonimitas dalam al-Qur’an, sementara yang lain menyangkal adanya sinonim dalam al-Qur’an. Salah satu kata yang dianggap sinonim adalah lafadz sakinah dan tuma’ninah yang seringkali diartikan “tenang”. Hal ini menimbulkan keresahan bagi para akademik, khususnya penulis berupa, apa makna sakinah dan tuma’ninah dalam al-Qur’an? Bagaimana hubungan kata sakinah dan tuma’ninah jika ditinjau berdasarkan semantik? Bagaimana kontekstual kata sakinah dan tuma’ninah dalam al-Qur’an? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan sinonim dalam al-Qur’an dengan mengkaji kedua lafadz tersebut, yakni lafadz sakinah dan tuma’ninah.
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode analisis-deskriptif, dengan pendekatan linguistik. Penulis melacak dan menghimpun ayat-ayat yang berkaitan, kemudian menganalisis makna-makna yang terkandung dalam ayat tersebut berdasarkan analisis sintagmatik dan paradigmatik, kemudian menginterogasikan konsep-konsep yang telah diperoleh. Untuk mendapatkan makna khusus dalam al-Qur’an, penulis melakukan analisis kontekstual berdasarkan subjek dan objek dalam ayat-ayat yang dikaji.
Makna dasar kata sakinah adalah “diam, tenang”. Sedangkan makna relasionalnya adalah az-zauj, ar-rasūl, al-qalb, dan as- ṣalāt. Hasil analisis sintagmatiknya adalah lafadz al-qarār, an-nuzūl, al-‘uns, at-tuma’ninah, dan at-tābūt. Dan hasil dari analisis paradigmatiknya yaitu lafadz al-hudū’, tuma’ninah, al-‘amnu, al-waqār, as-sukūt, al-harakah, al-qalaqa, al-khauf, dan al-faza`a. Sedangkan makna dasar kata tuma’ninah adalah “mantap, tenang”. Makna relasionalnya adalah al-qalb, as-ṣalāt, dan an-nafs. Hasil analisis sintagmatiknya yaitu lafadz as-sukūn, ar-riḍā, dan al-iqāmah. Dan hasil dari analisis paradigmatiknya yaitu lafadz al-hudū’, as-salam, al-‘amnu, as-sakinah, al-qalaqa, al-jazau`, al-khauf, dan al-khasyyah. Kata sakinah dan tuma’ninah memiliki kedekatan konsep jika dilihat dari makna relasional dan paradigmatik yang sama yaitu kata al-qalb, as-ṣalāt, as-sakinah,at-tuma’ninah, al-‘amnu, al-hudū’, al-qalaqa, dan al-khauf. Namun berdasarkan analisis kontekstual ayat menurut subjek dan objeknya, kata sakinah dan tuma’ninah memiliki penggunaan yang berbeda pada setiap ayatnya. Sehingga teori Anti Sinonimitas masih relevan mengingat bahwa tidak ditemukan sinonim murni di dalam al-Qur’an
MANAJEMEN PERPUSTAKAAN PADA PROGRAM PEMBIASAAN LITERASI DI SMP NEGERI 1 KEMANGKON
Sejalan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, Pendidikan selalu menjadi bagian yang paling penting. Perpustakaan merupakan bagian penting dari komponen pendidikan yang tidak dapat dipisahkan keberadaanya dari sekolah. Oleh karena itu perpustakaan perlu menata kegiatan untuk mengoptimalkan tujuan Pendidikan di sekolah. Penataan ini disebut manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen perpustakaan pada program pembiasaaan literasi di SMP Negeri 1 Kemangkon. Dan nantinya hasil dari penelitian ini diharapkan berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan, khususnya pada program studi manajemen pendidikan Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan kepala perpustakaan. Objek penelitian ini adalah manajemen perpustakaan pada program pembiasaan literasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Lalu untuk analisis data tersebut menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian yang peneliti dapatkan bahwa manajemen perpustakaan pada program pembiasaan literasi di SMP Negeri 1 Kemangkon melalui sejumlah proses yaitu: Proses perencanaan yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kemangkon itu sendiri yaitu dengan menunjuk penanggung jawab atas kegiatan perpustakaan, melakukan penganggaran dana, memberi fasilitas, perumusan visi dan misi, perumusan program kerja, pembagian tugas dan wewenang, menganalisis kebutuhan, mendata buku yang rusak atau hilang, menata kembali buku-buku pada raknya, memperbaiki sampul buku yang rusak dan mengganti buku yang hilang, serta membuat soa pembiasaan literasi. Proses pengorganisasian dilakukan dengan membuat struktur organisasi atau struktur kepengurusan kemudian pembagian tugas dan wewenang pegawai perpustakaan eserta lim literasi dan numerasi. Proses pelaksanaan pembiasaan literasi dilakukan seminggu sekali dengan membaca novel atau membuat narasi berdasarkan gambar atau angka. Lalu ditunjang dengan adanya pemberian motivasi dan semangat. Proses pengawasan yang dilakukan kepala perpustakaan adalah kegiatan pengecekkan secara rutin seminggu sekali. Untuk pengawasan yang dilakukan kepala sekolah adalah pengawasan secara regular yaitu secara berjenjang 1 bulan sekali secara langsung dan secara regular, Penganggaran perpustakaan sudah cukup baik, penganggaran perpustakaan Ki Hajar Dewantara SMP Negeri 1 Kemangkon diambil dari dana BOS dan dana komite sekolah.
Kata Kunci : Manajemen perpustakaan, Pembiasaan Literas
UPAYA GURU MENGATASI KENDALA PEMBELAJARAN DARING DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH PENARUBAN PURBALINGGA
Pandemi COVID-19 merupakan virus yang penularannya sangat cepat, penularan tersebut bisa berasal dari udara dan sentuhan. Sehingga, pemerintah mengambil langkah lockdown untuk meminimalisir terjadinya penularan. Pemerintah menerapkan kebijakan wajib Work From Home (WFH). MI Muhammadiyah Penaruban Purbalingga merupakan salah satu sekolah yang terkena dampak dari adanya pandemi COVID-19 ini. Sehingga pihak sekolah mengharuskan pembelajaran dilaksanakan secara daring. Adanya pembelajaran daring selama kurang lebih 2 tahun ini menyebabkan kesulitan belajar siswa. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah, bagaimana proses pelaksanaan kelas daring (online) selama masa pandemi COVID-19 pada pembelajaran tematik kelas V di MI Muhammadiyah Penaruban, Purbalingga, apa saja kendala yang dihadapi siswa dan guru dalam melakukan pembelajaran tematik secara daring, apa dampak yang terjadi di MI Muhammadiyah Penaruban pada saat pandemi COVID-19 khususnya pada bidang prestasi siswa baik akademik maupun non akademik, bagaimana upaya guru dalam mengatasi kendala yang dihadapi pada pembelajaran tematik kelas V melalui daring di MI Muhammadiyah Penaruban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran tematik kelas V di MIM Penaruban Purbalingga, kendala yang dihadapi guru dan siswa selama pembelajaran online, dan mengetahui bagaimana upaya guru mengatasi pembelajaran daring dalam pembelajaran tematik khususnya di kelas V MI Muhammadiyah Penaruban.
Survei ini menggunakan survei deskriptif kualitatif. Data survei ini berasal dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data (Data Collection), reduksi data (Data Reduction), Conclusion Drawing atau Verification, dan penyampaian kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kelas 5 tidak maksimal selama pandemi COVID-19. Hal ini disebabkan oleh kurangnya sarana dan prasarana yang memadai. Dikarenakan sebagian besar orang tua siswa yang bekerja dan alat komunikasi yang menunjang dalam media pembelajaran hanya satu yaitu HP dan harus dibawa bekerja, sehingga siswa cukup kesulitan dalam mengikuti pembelajaran daring. Hal itu mengakibatkan guru mengalami kendala menggunakan media Zoom, Google Meet, dan Youtube sebagai sarana pembelajaran yang efektif. Selain itu jaringan internet terbatas dan kuota yang sering kali habis mendadak.
Kata Kunci: Kendala Pembelajaran Daring, Pembelajaran Tematik, Pandemi COVID-19, Upaya Gur
Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kesenian Karawitan Sanggar Dharma Wirama Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas
Abstrak: Kemajuan teknologi di era globalisasi sekarang semakin berkembang pesat yang berdampak besar pada pendidikan sosial serta budaya Islam di Indonesia pada umumnya, terkhusus pada pendidikan Islam di jaman sekarang. Perkembangan zaman yang semakin kesini justru semakin maju membawa dampak pula pada budaya lokal yaitu kesenian karawitan. Setelah adanya perkembangan zaman, mulai banyak muncul juga pengaruh bangsa barat yang sangat menarik perhatian bagi generasi muda saat ini. Budaya lokal kesenian karawitan yang seharusnya juga ikut berkembang pesat sesuai perkembangan zaman, sekarang justru semakin tertinggal. Karena generasi muda saat ini tidak sedikit dari mereka yang banyak lebih menyukai musik-musik luar negeri seperti dengan mengidolakan boy band dan girl band luar negeri. Kesenian karawitan merupakan peninggalan nenek moyang sejak zaman dahulu, yang semestinya pada masa sekarang ini dapat mudah dikenal dan dicintai oleh generasi muda tetapi justru tertinggal dan terasa asing untuk dikenal generasi muda saat ini. Maka dari itu dibentuk organisas karawitan sanggar Dharma Wirama Kalisari sebagai wadah untuk memperkenalkan budaya lokal kesenian karawitan dan mengembangkan bakat generasi muda di bidang kesenian. Penelitian dilaksanakan di sanggar Dharma Wirama Kalisari menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Observasi, wawancara, dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan informasi