Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
10362 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI KEGIATAN THARIQAH QADIRIYYAH NAQSYABANDIYYAH DALAM MENINGKATKAN AKHLAK SANTRI PONDOK PESANTREN TATHMAINNUL QULUUB TAMANWINANGUN KEBUMEN
ABSTRAK
Ilmu merupakan hal penting dalam kehidupan manusia terutama dalam dunia pendidikan. Apapun aktivitasnya, ilmu menjadi dasar dalam melakukan suatu tindakan. Tanpa ilmu, manusia tidak memiliki arah yang jelas mengenai tujuan hidupnya. Disamping ilmu, terdapat hal yang jauh lebih penting yaitu
akhlak atau budi pekerti. Kedua hal penting tersebut sangat berkaitan, sehingga baik akhlak maupun ilmu, keduanya perlu ditingkatkan supaya menghasilkan pribadi yang berkualitas dengan mengedepankan akhlakul karimah. Peningkatan
akhlak menjadi hal pokok yang perlu di perhatikan bagi kalangan muda zaman sekarang. Usaha yang dilakukan tidak hanya dengan mempelajari tentang pendidikan akhlak di sekolah saja, akan tetapi dapat dilakukan dengan
mengimplementasikan amalan-amalan rutin di suatu lembaga pendidikaan Islam non formal seperti yang diterapkan di pondok pesantren salah satunya dengan kegiatan thariqah.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana implementasi kegiatan Thariqah Qadiriyyah Naqsyabandiyyah dalam meningkatkan akhlak santri Pondok Psantren Tathmainnul Quluub Tamanwinangun Kebumen. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk deskripsi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik aalisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menujukkan bahwa pengimplementasian kegiatan Thariqah Qadiriyyah Naqsyabandiyyah di Pondok Pesantren Tathmainnul Quluub Tamanwinangun Kebumen dilakukan secara rutin dan mampu meningkatkan akhlak santri baik bagi diri sendiri mapuan orang lain. Adapun metode peningkatan akhlak santri yang dilaksanakan melalui kegiatan Thariqah
Qadiriyyah Naqsyabandiyyah diantaranya metode keteladanan, pembiasaan, dan bergaul.
Kata Kunci: Implementasi, Thariqah Qadiriyyah Naqsyabandiyyah, Akhla
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN,UPAH MINIMUM, DAN INFLASI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA TAHUN 2016-2020
Penyerapan tenaga kerja merupakan keseluruhan tenaga kerja yang terserap atau bekerja dan tersebar di seluruh sektor perekonomian. Penyerapan tenaga kerja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal antara lain mencakup produktivitas tenaga kerja yang dapat dilihat dari tingkat pendidikan seseorang, modal, upah minimum dan pengeluaran non upah lainnya. Sedangkan secara eksternal sendiri dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, pengangguran dan tingkat bunga. Menurut Arsyad masalah ketenagakerjaan yang dapat berdampak pada pengangguran diantaranya: upah yang ditawarkan tidak sesuai, adanya inflasi sehingga perusahaan melakukan pengurangan tenaga kerja guna efesiensi, dan yang terakhir yaitu tidak sesuainya antara penawaran dengan kebutuhan atau kualifikasi dalam pasar tenaga kerja dengan kata lain sumber daya manusia yang dimiliki tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan di dunia kerja. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada tiga faktor besar yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja antara lain tingkat pendidikan, upah minimum, dan inflasi.
Tujuan dalam penelitian ini diantaranya untuk mengetahui pengaruh, baik secara parsial maupun simultan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia Tahun 2016-2020. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Dengan teknik pengambilan sampel teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis regresi linear berganda. Sedangkan jenis data yang digunakan ialah data sekunder yang diakses melalui website resmi BPS. Hasil penelitian menujukan bahwa secara parsial tingkat pendidikan berpengaruh secara positif dan signifikan, upah minimum dan inflasi tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia tahun 2016-2020. Selanjutnya secara simultan tingkat pendidikan, upah minimum, dan inflasi berpegaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja
PENGARUH METODE HYPNOTEACHING TERHADAP DISPOSISI MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH RAKIT KABUPATEN BANJARNEGARA
Disposisi matematis merupakan salah satu kemampuan yang penting dimiliki oleh siswa. Pola pikir siswa yang menganggap bahwa matematika merupakan pelajaran yang rumit menyebabkan siswa sulit untuk berpikir dan bertindak positif sehingga dapat memicu rendahnya kemampuan disposisi matematis siswa. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode hypnoteaching terhadap disposisi matematis siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Rakit Kabupaten Banjarnegara.
Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Muham madiyah Rakit Kabupaten Banjarnegara. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh yaitu dua kelas dimana kelas VII A yang berjumlah 28 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B yang berjumlah 25 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunaka N-Gain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh metode hypnoteaching terhadap disposisi matematis siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Rakit Kabupaten Banjarnegara. Hal tersebut dibuktikan melalui hasil uji N-Gain dimana terdapat perbedaan rata-rata N-Gain score antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dimana rata-rata N-Gain score pada kelas eksperimen yaitu sebesar 0,5276 lebih tinggi dari N-Gain score pada kelas kontrol yaitu sebesar 0,1469
Budaya Selametan Sebagai Poros Kerukunan Islam Santri Dan Komunitas Bonakeling Di Desa Pekuncen Jatilawang Banyumas Jawa Tengah
ABSTRAK
Budaya selametan yakni salah satu kebudayaan yang masih ada dari zaman dahulu hingga saat ini. khususnya di daerah kabupaten Banyumas. Kebudayaan yang masih di uri-uri serta keaslian masih terjaga berada di salah satu Desa kecamatan Jatilawang yakni Desa Pekuncen. Kebudayaan tersebut sudah menjadi ciri khas bagi masyarakat sekitar khususnya santri dan Komunitas Bonakeling bahkan adanya budaya menjadi wadah terjalinnya kerukunan umat beragama. Sering Kali para peneliti menyebut sebagai Desa Multikultural dengan beraneka ragam kelompok serta kebudayaan yang unik.
Tradisi selametan memiliki perbedaan yang dilakukan oleh warga Pekuncen menurut versinya masing-masing (Islam santri dan Komunitas Bonakeling). Perbedaan tersebut bukan sebagai penyekat bagi mereka, justru menciptakan terbentuknya modal sosial yang diimplementasikan ketika pelaksanaan tradisi.
Beberapa kegiatan melatar belakangi adanya nilai dan norma bagi masyarakat sekitar yaitu gotong royong, bekerja sama, bersedekah makanan dan budaya rewangan. Hal ini sangat berbeda dengan Desa lainnya keberadaan sebuah pelencengan aqidah biasanya orang enggan untuk saling baur membaur akan tetapi di Desa tersebut semua warga menyadari perbedaan adalah “sunatullah” hal yang tidak dapat di Hakimi.
Untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapang. Menggunakan Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan tahap pengumpulan data serta analisis data. Pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara dan analisis data dengan cara mendeskripsikan berdasarkan apa yang ada dilapangan sesuai dengan realitas objek. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi. Penelitiam ini menggunakan teori Fukuyama (Modal Sosial). Fukuyama mendefinisikan modal sosial memiliki arti nilai atau norma informal yang dimiliki serentak di antara kelompok yang bisa terjalin karena dilatar belakangi oleh sikap kerjasama diantara mereka. Fukuyama berpendapat bahwa modal sosial berkaitan dengan kepercayaan. Dimana kepercayaan itu sebagai bumbu terciptanya keteraturan, tata laku serta kejujuran dalam kelompok yang diterapkan sebagai aturan bersama oleh kelompok tersebut. Hasil penelitia ini adalah mengetahui suatu varian pemahaman antara Islam santri dan Komunitas Bonakeling dalam melakukan tradisi selametan serta mengetahui bentuk modal sosial yang diimplementasikan sehingga terjalinnya sebuah kerukunan dalam tradisi selametan.
Kata Kunci: Selametan, Bonakeling, Santri, Modal Sosial dan Kerukunan
PENANAMAN LITERASI KEAGAMAAN PADA PESERTA DIDIK DI SD NEGERI 03 GOMBONG KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG
Pendidikan merupakan suatu proses interaksi manusia dengan lingkunganya yang berlangsung secara sadar dan terencana dalam rangka mengembangkan segala potensinya yang menimbulkan perubahan positif dan kemajuan, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik yang berlangsung secara terus menerus guna mencapai tujuan hidupanya. Proses pendidikan tidak terlepas dari kegiatan membaca dan menulis. Kegiatan membaca dan menulis merupakan bagian dari kegiatan literasi. Ada berbagai macam literasi diantaranya literasi keagamaan. Literasi keagamaan merupakan suatu bentuk literasi yang bertujuan untuk mengembangkan wawasan pada bidang keagamaan.
Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif, lokasi penelitian adalah SD Negeri 03 Gombong Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang, subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, Guru Pendidikan Agama Islam dan Peserta Didik. Objek penelitian berupa upaya penanaman literasi keagamaan di SD Negeri 03 Gombong kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis datanya menggunakan tiga langkah yakni reduksi data atau merangkum dengan memfokuskan pada hal-hal yang penting untuk menentukan tema dan membuang yang tidak diperlukan. Kedua, yakni penyajian data atau display data dilakukan dalam bentuk narasi dan langkah terakhir adalah penarikan kesimpulan atau conclusion drawing.
Hasil penelitian dari penanaman literasi keagamaan pada peserta didik di SD Negeri 03 Gombong kecamatan Belik Kabupaten Pemalang sudah cukup baik. Kegiatan literasi sudah mulai berjalan secara tersusun. Hanya saja masih dijumpai kendala dalam pelaksanaannya yakni berupa kedisiplinan waktu, serta suasana yang kurang kondusif selama kegiatan literasi berlangsung. Adapun penanaman literasi keagamaan yang dilakukan di SD Negeri 03 Gombong kecamatan Belik Kabupaten Pemalang antara lain: 1) tahap pembiasaan: membaca buku selama 15 menit sebelum pembelajaran berlangsung, 2) tahap pengembangan: berdiskusi tentang bacaan yang disediakan guru, 3) tahap pembelajaran: diadakan kegiatan pesantren kilat, membaca buku materi keagamaan di luar buku pegangan peserta didik
ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN DESCRIPTIVE TEXT WRITTEN BY TENTH GRADE STUDENTS OF MA WATHONIYAH ISLAMIYAH KEBARONGAN, KEMRANJEN, BANYUMAS BASED ON SURFACE STRATEGY TAXONOMY.
The purpose of this study is to discover and identify grammatical errors made by tenth grade students of MA Wathoniyah Islamiyah Kebarongan in writing descriptive text. The goals of this study are as follows; (1) to examine the grammatical errors made by tenth grade students of MA Wathoniyah Islamiyah Kebarongan in writing descriptive text based on Surface Strategy Taxonomy. (2) To investigate the most frequent error that tenth grade students of MA Wathoniyah Islamiyah Kebarongan made in writing descriptive text based on Surface Strategy Taxonomy. This research implemented a qualitative and descriptive approach by using a test as an instrument to collect the required data. The errors were collected, identified, and classified based on the Surface Strategy Taxonomy by Dulay. Surface Strategy Taxonomy was defined by four types of errors: omission, addition, misordering, and misformation. The research findings revealed based on the Surface Strategy Taxonomy analysis, there were four types of errors discovered: errors of omission, errors of misinformation, errors of misordering, and errors of addition. Based on the research findings the total error that the students made are 161 errors and the most frequent errors that student made is omission error 61 errors or 38%. The second most frequent error is misformation 37 errors or 22%. The third most frequent error is misordering error 35 errors or 21%. Then, the last place is addition error with 32 errors or 19% errors in total
UPAYA MEMBANGUN LITERASI MADRASAH UNTUK MEMBENTUK EKOSISTEM SEKOLAH LITERAT (ESL) DI MADRASAH IBTIDAIYAH ( MI ) MAARIF NU 09 PUCUNG LOR , KECAMATAN KROYA, KABUPATEN CILACAP
Rendahnya budaya literasi penduduk Indonesia yang mayorias muslim sangat bertentangan, apabila dikaitkan dengan kitab suci al-Qur’an yang berasal dari kata qara’a yang artinya membaca, atau bacaan. Sehingga al-Qur’an sebagai kalam Allah SWT diturunkan dengan kewajiban membaca bagi hamba-hambaNya. Sejak tahun 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggiatkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) sebagai bagian dari implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, berharap minimal ada enam kemampuan literasi yang harus dikuasai oleh seseorang, yaitu: literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finasial, serta budaya dan kewarganegaraan. Di dalam penelitian ini, penulis meneliti kegiatan pada upaya membangun literasi madrasah untuk membentuk Ekosistem Sekolah Literat (ESL) serta aspek pembiasaan pada enam dasar literasi yaitu: literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finasial, serta budaya dan kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif NU 09 Pucung Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilakukan di Madarasah Ibtidaiyah (MI) Maarif NU 09 Pucung Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian fenomenologi. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data diperoleh melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perwujudan Ekosistem Sekolah Literat (ESL) telah diwujudkan di di Madarasah Ibtidaiyah (MI) Maarif NU 09 Pucung Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap dengan cara mengkondisikan lingkungan fisik ramah literasi yaitu berupa penyediaan taman baca di halaman sekolah , pojok baca di setiap kelas, sudah menciptakan lingkungan kaya teks dimulai dari ruangan kelas, berupa poster dan kata-kata mutiara , mengupayakan lingkungan sosial dan afektif sebagai model komunikasi dan interaksi yang literat dengan memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi dan mengupayakan sekolah sebagai lingkungan akademik yang literat dengan cara membaca dalam hati ( sustained silent reading), membacakan buku dengan nyaring( reading aloud), membaca bersama (shared reading), membaca terpandu (guided reading) dengan menggunakan buku paket tematik Kurikulum 2013 pada halaman khusus literasi, adanya pelayanan khusus bagi siswa lambat baca, dan pembiasaan membaca Juz Amma sesuai kelas masing-masing. Sedangkan dalam pembiasaan enam kemampuan dasar literasi dalam tahap pembiasaan yaitu: literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finasial, serta budaya dan kewarganegaraan, sudah ada kebijakan dari madrasah dan kegiatan oleh kepala madrasah, guru maupun siswa berupa beberapa kegiatan sesuai dengan indikator standar Kementerian Pendidikan
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 1 BANYUMAS
Pendekatan saintifik merupakan salah satu metode pembelajaran yang diluncurkn oleh Kemendikbud melalui program kurikulum 2013 atau yang biasa dikenal sebagai K13. Pendekatan ini memiliki karakteristik utama yaitu menempatkan siswa sebagai kontributor utama dalam pembelajaran. Mereka dituntut agar aktif selama pembelajaran berlangsung serta berpartisipasi dalam pembelajaran secara komprehensif. Ada lima aspek utama yang menjadi langkah-langkah penerapan pendekatan saintifik. Lima langkah tersebut yaitu: mengamati (observing), menanya (questioning), mencoba (experimenting), menalar (associating) dan mengkomunikasikan (networking). Hal yang tak kalah pentingnya dalam pendekatan ini yaitu coraknya sebagai metode berpikir secara ilmiah, kritis, mendalam dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
MAN 1 Banyumas merupakan salah satu sekolah berbasis agama yang menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran bahasa Arab. Pada dasarnya pembelajaran bahasa memiliki pola pengajaran dan metode pembelajaran tersendiri. Implementasi pendekatan saintifik secara konseptual melanggar pedoman dan terkesan dipaksakan. Melalui serangkaian kajian, peneliti ingin melakukan serangkaian identifikasi dan penelitian untuk mengungkap bagaimana implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran bahasa Arab di MAN 1 Banyumas.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data yang diambil yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menerapkan analisis deskriptif atas data yang telah diperoleh. Implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran bahasa Arab di MAN 1 Banyumas telah sesuai dengan konsep yang diusung oleh Kemendikbud melalui K13. Adapun penyesuaian yang ada hanya bersifat teknis dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jalannya pembelajaran. Pada dasarnya guru bahasa Arab dan Waka Kurikulum mnenyadari bahwa pendekatan ini memerlukan pengkajian lebih mendalam dalam implementasinya—khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab. Meskipun begitu, secara sederhana dapat disimpulkn bahwa pendekatan saintifik pada pembelajaran bahasa Arab diterapkan secara bersyarat (dengan ketentuan penyesuaian agar pendekatan tersebut dapat diterapkan dengan baik).
Kata Kunci: Implementasi Pendekatan Saintifik, Pembelajaran Bahasa Arab, MAN 1 Banyumas
Analisis Grit dan Motivasi Belajar Siswa Berprestasi Pada Masa Pandemi Covid-19 di Madrasah Aliyah Negeri 4 Kebumen
Sebuah konsep pertahanan diri sudah lama digagas oleh Angela Duckworth dalam teorinya yang bernama grit. Grit memandang bahwa kesuksesan seseorang bukan berdasarkan bakat, tapi ditentukan oleh consistency of interest (konsistensi minat) dan perseverance of effort (ketekuan dalam berusaha). Di dunia pendidikan, grit bisa dikaitkan dengan motivasi belajar siswa. Bagaimana siswa bisa mendapatkan motivasi belajar dengan mempertahankan grit-nya, terutama di masa pandemi covid-19 yang penuh tantangan ini. Prestasi adalah salah satu indikator keberhasilan belajar mengajar di sebuah sekolah. Madrasah Aliyah Negeri 4 Kebumen adalah salah satu madrasah yang tercacat selama pandemi mengalami lonjakan prestasi. Penelitian ini membahas bagaimana grit dan motivasi belajar siswa berprestasi di MAN 4 Kebumen selama mada pandemi ini. Kepala madrasah sebagai informan utama, guru pembimbing olimpiade dan riset sebagai informan tambahan. Dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumnetasi penelitian ini memfokuskan kepada siswa-siswa yang sudah berhasil mendapatkan medali selama pandemi ini. Adapun hasil penelitian menggambarkan bahwa grit siswa berprestasi bervariasi. Ketekunan mereka tergolong tinggi dibanding dengan passion. Karena sebagian siswa ada yang masih belum menentukan satu bidang minatnya. Kebanyakan siswa mengikuti tidak hanya satu mata pelajaran yang dilombakan, tapi dua atau lebih bahkan lintas jurusan. Adapun motivasi belajar siswa dalam meraih prestasi selama pandemi distimulus oleh pendidikan spiritual yang diajarkan guru pembimbing dan kepala madrasah memberi efek positif bagi siswa. Mereka semakin terbiasa dengan mindset berprestasi
PEMBERITAAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) TENTANG PENGGUNAAN VAKSIN ASTRAZENECA DI MEDIA ONLINE DETIK.COM DAN NU.OR.ID (Analisis Framing Model Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki)
Vaksinasi merupakan salah satu bentuk ikhtiar pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19. Vaksinasi diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh manusia agar terhindar dari penyakit. Vaksin AstraZeneca merupakan salah satu jenis vaksin yang digunakan pada masa pandemi Covid-19. Mengenai penggunaan vaksin tersebut terdapat kontroversi dalam memutuskan fatwa oleh Majelis Ulama Indnesia (MUI). Fatwa MUI Nomor 14 tahun 2021 tentang hukum penggunaan vaksin AstraZeneca dijelaskan bahwa vaksin jenis AstraZeneca mengandung unsur babi dalam proses pembuatannya. Sehingga terjadi pro dan kontra mengenai penggunaan vaksin AstraZeneca. Hampir semua media terutama media online memberitakan kasus vaksin AstraZeneca, diantaranya detik.com dan nu.or.id.
Latar belakang tersebut menghasilkan rumusan masalah yakni bagaimana framing pemberitaan fatwa MUI tentang Vaksin Astrazeneca dan bagaimana framing pemberitaan di detik.com dan nu.or.id mengenai fatwa MUI tentang Vaksin Astrazeneca. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kedua media membingkai peristiwa yang terjadi dan disajikan dalam bentuk berita. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif serta menggunakan paradigma konstruksionis yang diperkenalkan oleh Peter L. Berger. Adapun metode yang digunakan yaitu analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Dalam model ini, terdapat empat struktur dalam menganalisis berita, yaitu sintaksis (cara wartawan menyusun fakta), skrip (cara wartawan mengisahkan fakta), tematik (cara wartawan menulis fakta), dan retoris (cara wartawan menakankan fakta).”
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan framing yang dilakukan oleh kedua media. Detik.com membingkai pemberitaan dengan menjelaskan terjadinya banyak polemik terkait vaksin AstraZeneca karena kandungan tripsin babi dalam proses produksinya. Sedangkan Nu.or.id membingkai pemberitaan dengan menjawab polemik yang terjadi di masyarakat. Meyakinkan masyarakat perihal keamanan vaksin AstraZeneca dari sisi hukum Islam, dengan mengundang para ulama dan para ahli terkait kandungan dalam vaksin AstraZeneca serta hukum penggunaannya.
Kata kunci: Analisis Framing Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki, Media Online, Vaksin AstraZeneca, Majelis Ulama Indonesia, Detik.com, Nu.or.id