Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
    10362 research outputs found

    DAKWAH BERBASIS MEDIA SOSIAL PADA MASA ‎PANDEMI COVID-19 DI PONDOK PESANTREN ‎ROUDLOTUT THOLIBIN SIRAU KEMRANJEN ‎BANYUMAS

    No full text
    Dakwah merupakan segala upaya yang dilakukan untuk mengarahkan ‎manusia agar selalu berada dijalan Allah SWT tanpa menyekutukan-Nya, serta ‎mengubah segala kehidupan yang melenceng kearah kehidupan yang lurus, yang ‎penuh ketentraman lahir dan bathin dengan dasar-dasar nilai agama islam. Dakwah ‎berperan penting dalam penyebaran agama Islam serta menjaga kelestarian dari ‎ajaran islam yang diturunkan Allah SWT Melalui para nabi dan Rosul-Nya. Pada ‎saat ini dalam menghadapi pandemi yang begitu berpengaruh terhadap semua ‎pihak, dakwah membutuhkan media tersendiri untuk menyampaikan pesan ‎dakwah, dalam penelitian ini media sosial merupakan jalan sebagai penyampai ‎dakwah yang dilakukan para da’i maupun lembaga, slah satunya Pondok ‎Pesantren Roudlotut Tholibin yang memanfaatkan adanya media sosial sebagai ‎media dakwah dalam masa pandemi covid-19 ini, yang sebelumnya pihak ‎pengasuh belum berkenan untuk berdakwah di media sosial, sampai pada akhirnya ‎pada Bulan Ramadhan 2020 mulai dipergunakan media sosial sebagai media ‎dakwah. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang ‎Dakwah berbasis media sosial pada masa pandemi Covid-19 di pondok pesantrn ‎Roudlotut Tholibin Sirau Kemranjen Banyumas Jenis penelitian yang digunakan adala peneletian kualitatif dan Pendekatan ‎yang digunakan dalam Penelitian ini adalah Deskriptif , dimana data yang diambil ‎berupa kata-kata, dan gambar yang diperoleh secara langsung dari nara sumber ‎melalui wawancara, serta mengamati secara langsung, selain itu peneliti juga ‎memperoleh data dari facebook, instagram dan youtube yang merupakan pokok ‎permasalahan dari penelitian ini.‎ Berdasarkan pengamatan dari pemanfaatan media sosial dalam ‎menyebarkan dakwah di Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Sirau , lembaga ‎tersebut memanfaatkan tiga jenis media sosial sebagai media dakwah diantaranya ‎Facebook, Instagram dan Youtube yang masing-masing dikhususkan dan ‎dipisahkan sesuai dengan kebutuhan, dalam penelitian ini dijabarkan bahwa ‎pemanfaatan facebook sebagai media live streaming kajian Ramadhan, Instagram ‎dimanfaatkan untuk penyebaran pamflet berisi kutipan dari kitab dan jum’at call ‎KH.A Musthofa Bisri serta berisi dokumentasi pembelajaran dakwah santri, dan ‎Youtube dimanfaatkan dalam event besar seperti pelaksanaan Khotmil Qur’an dan ‎lain lain, Yang dibawakan sesuai dengan kreatifitas dan kemampuan yang ada, ‎mengingat masih banyaknya kendala yang dialami, seperti masih kurangnya ‎sumber daya baik dari kemampuan admin dan kurangnya personil serta alat yang ‎digunakan sebagai pembuat konten.‎ Kata Kunci : Dakwah, Media Sosial, Pondok Pesantren Roudlotut Tholibi

    KOMUNIKASI ORGANISASI IKATAN MAHASISWA BANJARNEGARA (IMBARA) DALAM MENINGKATKAN SINERGI ANTAR PENGURUS (STUDI PADA PENGURUS IMBARA UIN PROF. K.H. SAIFUDDIN ZUHRI PURWOKERTO PERIODE 2020-2021)

    No full text
    Ikatan Mahasiswa Banjarnegara (IMBARA) merupakan organisasi mahasiswa kedaerahan yang berasal dari Daerah Banjarnegara. Sejak awal berdiri pada tahun 2017, IMBARA UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto sudah banyak mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Perubahan yang menonjol dapat dilihat dari kuantitas dan kualitas anggota serta kepengurusan dalam IMBARA UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Keberhasilan dari suatu organisasi bukan hanya karena sarana dan prasarana yang memadai, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh pola komunikasi yang digunakan dalam kepemimpinan organisasi tersebut antara pemimpin dan anggotanya agar tidak terjadi miskomunikasi. Pemimpin organisasi juga mempunyai peran yang penting dalam mengatur anggota pengurus yang lain agar tercipta suatu proses atau interaksi yang menumbuhkan semangat dan saling percaya satu sama lain dalam menjalankan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Oleh karena itu penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field reseach) yang bersifat deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi organisasi Ikatan Mahasiswa Banjarnegara (IMBARA) IAIN Purwokerto dalam meningkatkan sinergi antar pengurus periode 2020-2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam kepengurusan IMBARA UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto dalam meningkatkan sinergi menggunakan dua pola yaitu pola komunikasi berjenjang (pola rantai) dan pola komunikasi interaktif (pola saluran bebas). Sedangkan jaringan komunikasi yang digunakan ada dua yaitu jaringan komunikasi formal dan jaringan komunikasi informal. Komunikasi formal yakni komunikasi dari atas ke bawah, dari bawah ke atas dan komunikasi horizontal. Komunikasi formal berperan penting untuk menyampaikan sebuah pendapat dalam forum musyawarah. Sedangkan komunikasi informal berperan untuk lebih mengeratkan hubungan pribadi antar pengurus. Kata Kunci: IMBARA, Komunikasi Organisasi, Sinerg

    MANAJEMEN WISATA RELIGI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN PADA MAKAM SYAIKH ABDUSSOMAD JOMBOR CILONGOK BANYUMAS

    No full text
    Makam Syekh Abdussomad Jombor merupakan salah satu makam bersejarah di Banyumas. Ia pernah menjadi salah satu ulama yang membela penyebaran Islam di daerah Banyumas, khususnya di Kecamatan Cilongok sekitar abad ke-15 Masehi. Di makam Syekh Abdussomad Jombor banyak ditemukan atraksi, seperti: tempat yang masih sangat otentik, pembacaan shalawat di masjid Syekh yang masih menggunakan nada asli dari zaman dahulu serta pohon-pohon tua yang berusia berabad-abad dan tempat yang terasa cocok untuk menemukan kedamaian batin. Potensi objek dan daya tarik wisata yang cukup unik dan beragam tersebut perlu dikelola secara profesional untuk menciptakan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar makam. Semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke makam Syekh Abdussomad Jombor yang berarti sarana dan prasarana perlu memadai dan pengelolaannya perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen wisata religi pada makam Syekh Abdussomad Jombor. Penelitian ini merupakan studi lapangan yang mengambil lokasi penelitian di desa Cipete, Banyumas. Data dalam penelitian ini adalah data kualitatif berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumen. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Sebagai hasil dari penelitian ini, pengelolaan makam Syekh Abdussomad Jombor telah sesuai dan fungsi-fungsi manajemen yang ada juga dijalankan. Walau begitu masih banyak yang harus diperbaiki kedepanyya. Kendala yang dihadapi pengelola makam dalam mengelola yakni terkait dengan kurangnya sumber daya manusia dalam pengelolaan Makam Syekh Abdussomad Jombor, perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM. sehingga akan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan, baik wisatawan dari dalam kota maupun dari luar kota. Kata kunci : Manajemen, Wisata Religi, Makam Syaikh Abdussomad Jombor

    PRAKTIK PEMBACAAN TUJUH SURAT PENTING AL-QUR'AN DI PONDOK PESANTREN ATH-THOHIRIYYAH KARANGSALAM KIDUL, KAB. BANYUMAS

    No full text
    Praktik pembacaan tujuh surat penting Al-Qur’an bisa dipandang sebagai konstruksi sosial. Banyak penelitian yang hanya mefokuskan pada pemaknaan atas suatu praktik ataupun tradisi. Sedang referensi literatur dan penelitian yang menggali lebih dalam terkait konstruksi sosial di balik praktik pembacaan masih jarang dilakukan. Keunikan teori ini ialah membangun suatu praktik dengan tiga sub bagian yakni habitus, kapital, dan ranah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan termasuk dalam penelitian lapangan (field research). Dalam menganalisis data, instrument yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedang analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, displai data, dan verifikasi data. Peneliti mencoba menganalisis suatu praktik pembacaan tujuh surat penting Al-Qur’an sebagai kontruksi sosial. Dalam teori konstruksi sosial milik Pierre Bourdie setidaknya ada tiga komponen di balik terjadinya suatu praktik, yakni habitus yang dipahami sebagai gaya hidup, kapital sebagai modalitas dalam habitus, dan ranah sebagai objek dari habitus dan kapital tersebut. Hasil penelitian didapatkan bahwa praktik pembacaan tujuh surat penting Al-Qur’an di Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah Karangsalam Kidul ditemukan habitus. Habitus tersebut ialah adanya kepecayaan bahwa praktik pembacaan tujuh surat penting tersebut berangkat dari dalil agama, adanya keyakinan moral dan filosofis bahwa pembacaan tersebut adalah suatu yang baik maka faedahnya baik, dan juga adanya budaya-budaya Living Qur’an lain yang mendukung. Sementara kapital dalam pembacaan tersebut ialah pengasuh pondok pesantren yang dipandang sebagai agensi/pelaku praktik yang memiliki pengetahuan, gelar, dan status sosial yang tinggi di pondok pesantren memiliki legitimasi tersendiri dalam praktik pembacaan tujuh surat penting Al-Qur’an tersebut. Adapun ranah dalam penelitian ini ialah Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah Karangsalam Kidul yang notabenya lembaga pendidikan non formal dan tempat terlaksananya praktik pembacaan tujuh surat penting Al-Qur’an

    MANAJEMEN SPBU PETANAHAN DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN IBADAH KARYAWAN

    No full text
    DUNIA KERJA MERUPAKAN LINGKUNGAN TEMPAT BERKUMPULNYA INDIVIDU DALAM AKTIVITAS KERJA. DALAM MENCAPAI TUJUANNYA, PERUSAHAAN TIDAK AKAN LEPAS DARI PENERAPAN MANAJEMEN, SEDANGKAN MANAJEMEN TIDAK DAPAT DITERAPKAN TANPA BANTUAN SUMBER DAYA MANUSIA. SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS AKAN MEMPERMUDAH PERUSAHAAN DALAM MENCAPAI TUJUAN. PADA HAKIKATNYA, TUJUAN MANUSIA HIDUP TIDAK HANYA MENGEJAR KEBUTUHAN DUNIA NAMUN JUGA AKHIRAT. SPBU PETANAHAN MERUPAKAN PERUSAHAAN YANG MENERAPKAN MANAJEMEN DIMANA TUJUAN YANG DIHARAPKAN TIDAK HANYA DUNIA SAJA NAMUN JUGA TUJUAN AKHIRAT. SPBU PETANAHAN TIDAK HANYA MENERAPKAN DISIPLIN KERJA YANG BAIK NAMUN JUGA DISIPLIN IBADAH, DIMANA SEMUA KARYAWAN TIDAK HANYA FOKUS BEKERJA NAMUN JUGA TIDAK MELUPAKAN IBADAH. TUJUAN DILAKUKANNYA PENELITIAN INI ADALAH UNTUK MENGETAHUI BAGAIMANA MANAJEMEN SPBU PETANAHAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS DISIPLIN IBADAH KARYAWAN, DIMANA SPBU PETANAHAN MENJADI WADAH SEMUA KARYAWAN UNTUK TIDAK HANYA FOKUS BEKERJA NAMUN TIDAK MELUPAKAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN SEBAGAI UMAT ISLAM. JENIS PENELITIAN YANG DIGUNAKAN OLEH PENULIS ADALAH PENELITIAN LAPANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENDEKATAN DESKRIPTIF KUALITATIF. TEKNIK PENGUMPULAN DATA YANG DIGUNAKAN DALAM PENELITIAN INI YAITU OBSERVASI, WAWANCARA, DAN DOKUMENTASI. SEDANGKAN TEKNIK ANALISIS DATA MENGGUNAKAN REDUKSI DATA, PENYAJIAN DATA, DAN PENARIKAN KESIMPULAN. HASIL DARI PENELITIAN INI YAITU DIDALAM MENGELOLA KEGIATAN KARYAWAN DAN PENERAPAN KEBIJAKAN, SPBU PETANAHAN MENERAPKAN EMPAT FUNGSI MANAJEMEN YAITU PERENCANAAN, PENGORGANISASIAN, PENGGERAKAN, DAN PENGAWASAN YANG DALAM PELAKSANAANNYA SUDAH BERJALAN CUKUP BAIK, KECUALI PADA PELAKSANAAN FUNGSI PENGGERAKAN BELUM BERJALAN DENGAN BAIK DAN SEMESTINYA KARENA MEMANG TIDAK TERLALU DIBUTUHKAN. SELAIN DARIPADA ITU DALAM UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN IBADAH KARYAWAN, SPBU PETANAHAN MENERAPKAN BEBERAPA KEBIJAKAN BERUPA WAJIB BERJAMAAH SHOLAT 5 WAKTU UNTUK SEMUA KARYAWAN, PEMBAGIAN SEMBAKO GRATIS KEPADA WARGA SEKITAR SPBU PETANAHAN YANG TERKENA DAMPAK BAU BENSIN, MELAKSANAAN DONOR DARAH UNTUK KARYAWAN DAN UMUM DENGAN MEMBERIKAN SNACK DAN 1 LITER BENSIN GRATIS, PEMBAGIAN TAKJIL GRATIS DI BULAN RAMADHAN, DAN PEMBAGIAN SANTUNAN KEPADA ORANG TUA KARYAWAN YANG BERSTATUS JANDA. NAMUN UNTUK SANTUNAN KEPADA JANDA BELUM DILAKSANAKAN SECARA OPTIMAL KARENA KETERBATASAN ANGGARAN. KATA KUNCI: MANAJEMEN ORGANISASI, DISIPLIN IBADAH KARYAWA

    Implementasi Metode Qiro'ah Dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur'an di TPQ Nurul Huda Desa Karangtalun Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga

    No full text
    ABSTRAK Al-Qur’an merupakan kitab suci umat islam yang berfungsi sebagai petunjuk dan pedoman dalam hidup, maka dalam membaca Al-Qur’an harus dipelajari dari huruf-hurufnya sampai pada hukum bacaanya. Dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an metode merupakan hal yang sangat penting dan ada beberapa metode yang sudah diterapkan untuk mempermudah dalam pengajaran. Metode dipilih sebagai jembatan dan media transformasi pelajaran terhadap tujuan yang ingin dicapai. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Implementasi Metode Qiro’ah dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur’an di TPQ Nurul Huda Desa Karangtalun Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) karena data yang dibutuhkan berada di lapangan. Penelitian ini memiliki sifat penyusunan deskriptif dan jenis datanya adalah kualitatif. Adapun objek penelitian dalam skripsi ini adalah metode qiro’ah sedangkan subjek penelitiannya adalah kepala TPQ Nurul Huda, ustadz/ustadzah, wali santri dan santri TPQ Nurul Huda. Untuk memperoleh informasi dan data-data yang diperlukan untuk penelitian, penulis menggunakan beberapa metode yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisi data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk kevaliditasan data penulis menggunakan uji kredibilitas yang dilakukan adalah triangulasi sumber, yaitu cara mengecek data yang diperolah melalui beberapa sumber dan trangulasi teknik yaitu cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa implementasi metode qiro’ah dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an dilakukan dengan beberapa tahapan pembelajaran yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam tahap persiapan guru terlebih dahulu melakukan diklat metode qiro’ah untuk mengenalkan huruf hijaiyah dengan buku qiro’ah. Sedangkan dalam tahap pelaksanaan terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir dengan sistem klasikal dan privat. Tahap evaluasi guru melakukan evaluasi harian dengan kartu control qiro’ah dan evaluasi akhir dengan sistem privat untuk mengetahui sejauh mana pemahaman santri mempelajari Al-Qur’an. Kata Kunci: Implementasi, Metode Qiro’ah dan Pembelajaran Al-Qur’an

    NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM BUKU THE PERFECT MUSLIMAH KARYA AHMAD RIFAI RIF'AN DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER

    No full text
    Berbicara pendidikan, angka pendidikan di Indonesia sudah meningkat pesat. Hampir semua masyarakat sudah menempuh pendidikan formal minimal 12 tahun. Bersamaan dengan hal tersebut, angka permasalahan sosial yang ada juga meningkat pesat. Orang yang berpendidikan formal belum tentu berakhlak baik, sehingga permasalahan sosial meningkat walaupun angka pendidikan sudah tinggi. Contoh permasalahan sosial yang terjadi di sekitar kita adalah pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, pelecehan seksual, bahkan seorang anak menuntut orangtua kadungnya sendiri gara-gara masalah harta warisan. Pendidikan terutama Pendidikan Islam menjadi alternatif utama dari berbagai permasalahan sosial yang ada melalui penanaman nilai-nilai Pendidikan Islam kepada anak sejak dini. Salah satu cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pendidikan Islam yaitu melalui buku The Perfect Muslimah yang merupakan buku motivasi. Buku The Perfect Muslimah berisi kisah-kisah inspiratif yang mengandung nilai-nilai Pendidikan Islam di dalamnya sehingga sangat tepat untuk membentuk karakter manusia. Dengan demikian, peneliti menarik permasalahan dalam penelitian ini tentang apa saja nilai-nilai Pendidikan Islam yang terkandung dalam buku The Perfect Muslimah dan apa relevansinya terhadap pembentukan karakter. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan apakah terdapat nilai-nilai Pendidikan Islam yang terkandung dalam buku The Perfect Muslimah serta relevansinya dengan pembentukan karakter. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian pustaka atau library research. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber data primer yaitu buku The Perfect Muslimah karya Ahmad Rifa’i Rif’an dan sumber data sekunder yaitu sumber-sumber lain seperti buku-buku tentang pendidikan agama Islam, jurnal-jurnal Pendidikan Islam dan penelitian lain yang relevan dengan judul penelitian skripsi ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya nilai-nilai Pendidikan Islam yang terkandung dalam buku The Perfect Muslimah. Nilai-nilai Pendidikan Islam yang terkandung dalam buku The Perfect Muslimah mencakup nilai pendidikan akidah, nilai pendidikan ibadah dan nilai pendidikan akhlak. Selain itu, terdapat relevansi antara nilai-nilai Pendidikan Islam dalam buku The Perfect Muslimah terhadap pembentukan karakter baik atau akhlak mulia. Kata kunci: Nilai Pendidikan Islam, Buku The Perfect Muslima

    TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI LARANGAN PERKAWINAN MISAN (STUDI KASUS DI DESA MANGUNHARJO KECAMATAN ADIMULYO KABUPATEN KEBUMEN)

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap tradisi larangan perkawinan misan dan juga untuk mengetahui pandangan Hukum Islam tentang larangan perkawinan misan. Fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah mengenai tradisi larangan perkawinan misan dalam perspektif Hukum Islam. Adapaun peneltian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pendekatan normative. Penelitian ini juga dapat dikategorikan sebagai penelitian lapangan (field research), dan merupakan kelanjutan dari penelitian deskriptif yang bertujuan bukan hanya sekedar memaparkan karakterisitik tertentu. Tetapi juha menganalisa dan menjelaskan mengapa atau bagaimana hal itu terjadi. Datab yang didapatkan berupa data primer dan sekunder. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Dari hasil penelitaian yang penulis lakukan yang dimaksud tradisi larangan perkawinan misan adalah apabila anak dari dua saudara ipar atau sepupu yang berasal dari satu kakek menikah. Sehingga jatuh kepada keturunan ketiga dari satu orang tua.Tradisi ini sudah menjadi kepercayaan masyarakat Desa Mangunharjo Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen. Tradisi ini tidak bertentangan dengan hukum Islam yakni Maqashid Syari’ah, Maslahah Mursalah dan ‘Urf

    PERKEMBANGAN TAREKAT NAQSABANDIYAH KHALIDIYAH DI DESA SOKARAJA LOR KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS (1864–2021)

    No full text
    Kita tahu bahwa di Indonesia ini memiliki banyak aliran-aliran Tarekat. Salah satu aliran Tarekat yang berpengaruh di Indonesia adalah Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah. Pada umumnya tarekat ini paling banyak pengikutnya di Jawa sejak abad ke-19 sampai saat ini. Tarekat ini adalah Tarekat terbesar di dunia, juga di Indonesia, dan dianggap paling terawat baik. Dalam penelitian mengenai Sejarah Perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Desa Sokaraja Lor Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas, peneliti menggunakan metode kualitatif dan sejarah yang secara umum berarti penyelidikan atas suatu masalah dengan mengaplikasikan jalan pemecahannya dari perspektif historic. Dengan langkah sebagai berikut: Heuristik (Pengumpulan Sumber), Verifikasi (Kritik Sumber), Interpretasi (Analisis Fakta Sejarah), Historiografi (Penulisan Sejarah). Serta metode penulisan Biografi perspektif Jurnalisme. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Desa Sokaraja Lor Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Teori yang digunakan meliputi Kajian Tasawuf dan meminjam teori Darwin struggle for life (perjuangan keras untuk mempertahankan eksistensi) dari natural selection. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi, karena pendekatan sosiologi sangat relevan sekali. Di samping itu juga penelitian ini juga menggunakan pendekatan historis. Pendekatan tersebut akan mengungkapkan latar belakang sejarah Tarekat Naqsabandiyah dari awal diajarkan oleh Hadratus Syeikh Muhammad Ilyas bin Aly bisa diterima oleh masyarakat desa Sokaraja Lor sampai Mursyid yang sekarang H.R. Toriq Arif Ghuzdewan hingga menyebar ke seluruh Karesidenan Banyumas. Hasil dari penelitian ini adalah perkembangan Tarekat yang meluas sampai Sokaraja dan daerah-daerah sekitar (Karisidenan) Banyumas. Selama +- 48 tahun (1864-1912) Mbah Guru Ilyas mengemban amanah mengajarkan dan menyebarluaskan thariqah Naqsyabandiyyah al-Khalidiyah di sekitar Banyumas dan diteruskan oleh para musryid-mursyid yang sekarang mursyidnya bernama H.R. Toriq Arif Ghuzdewan. Kata Kunci: Tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah, Sokaraja Lor, Banyumas

    MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BAGI GURU SENI BUDAYA DI SMP MA’ARIF NU 1 KEMRANJEN DAN DI SMP MUHAMMADIYAH TAMBAK KABUPATEN BANYUMAS

    No full text
    Mata pelajaran seni budaya merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan kepada peserta didik mulai dari jenjang SD/Mi, SMP/MTs maupun pada jenjang SMA/SMK/MA, kenyataan di lapangan khususnya di kabupaten Banyumas keberadaan guru seni budaya masih sangat kurang baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta, sebagai contoh di kabupaten Banyumas ada 58 SMP swasta yang berlatar belakang agama Islam namun hanya 7 sekolah yang memiliki guru seni budaya dengan latar belakang pendidikan seni, hal ini menyebabkan mata pelajaran seni budaya diampu oleh guru dengan latar belakang yang berbeda-beda antara sekolah yang satu dengan sekolah lainnya. Demikian halnya di SMP Ma’arif NU 1 Kemranjen dan di SMP Muhammadiyah Tambak, di SMP Ma’arif NU 1 Kemranjen guru yang mengajar seni budaya berlatar belakang pendidikan bahasa Jawa dan Pendidikan sosial sedangkan di SMP Muhammadiyah Tambak diajar oleh guru dengan latar belakang olah raga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.Tekhnik analisis data dilakukan melalui langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Manajemen SDM di SMP Ma’arif NU 1 Kemranjen dan di SMP Muhammadiyah Tambak Kabupaten Banyumas merupakan proses pemberian kesempatan kepada guru untuk mengembangkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual dan moral. Didalam manajemen SDM di SMP Ma’arif NU 1 Kemranjen dan di SMP Muhammadiyah Tambak Kabupaten Banyumas terdapat kegiatan yang menonjol dalam salah satu fungsi manajemen yaitu dalam bidang pendidikan dan palatihan, hal ini dikarenakan guru yang bersangkutan tidak mempunyai latar belakang pendidikan seni, adapun jenis kegiatan pelatihan meliputi: kegiatan di sekolah berupa IHT dan kegiatan diluar sekolah dalam kegiatan pelatihan materi seni budaya yang diselenggarakan oleh MGMP seni budaya serta menganjurkan untuk mengembangkan kemampuan mandirinya dalam bidang seni melalui media sosial, dengan demikian akan semakin menambah kemampuan guru seni budaya tersebut. Kata Kunci: Guru, Seni Budaya, Manajemen, SD

    0

    full texts

    10,362

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository IAIN Purwokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇