Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
    10362 research outputs found

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN ROHANI DALAM BUKU AL-BAḤR AR-RĀ’IQ FĪ AZ-ZUHD WA AR-RAQĀ’IQ KARYA AHMAD FARID

    No full text
    ABSTRAK Berbagai fenomena yang terjadi di sekeliling kita seolah melukiskan gambaran memprihatinkan tentang kondisi spiritual keagamaan dan moral bangsa Indonesia, utamanya terjadi pada peserta didik di era milenial ini. Banyak yang sebenarnya mengetahui aturan agama, namun ia tidak mematuhi. Peran pendidikan rohani dirasa sangat penting untuk membantu menjawab problematika tersebut. Akhlak selalu menjadi capaian dasar seorang pendidik dalam keberhasilan mendidik, tapi tidak dengan capaian rohani yang merupakan inti dari akhlak. Pendidikan hendaknya dapat menyentuh dan mengoptimalkan perkembangan rohani. Ahmad Farid menuangkan pemikirannya tentang konsep pendidikan rohani. Salah satu mahakaryanya adalah buku Al-Baḥr Ar-Rā’iq fī Az-Zuhd wa Ar-Raqā’iq. Pembahasannya menyadarkan pada bagaimana menjadi manusia yang memiliki aspek kerohanian dan akhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan nilai-nilai pendidikan rohani yang terdapat dalam buku Al-Baḥr Ar-Rā’iq fī Az-Zuhd wa Ar-Raqā’iq karya Ahmad Farid. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research (kajian pustaka) dengan pendekatan kualitatif. Upaya pengumpulan datanya menggunakan teknik dokumentasi. Untuk menganalisis data yang sudah dikumpulkan, teknik yang digunakan adalah jenis analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini diperoleh nilai-nilai pendidikan rohani yang terkandung dalam buku Al-Baḥr Ar-Rā’iq fī Az-Zuhd wa Ar-Raqā’iq karya Ahmad Farid yang meliputi beberapa nilai kebaikan yang pantas diajarkan dan berlaku dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya: zikir, membaca al-Qur’an, istighfar, doa, shalawat kepada Nabi SAW, shalat malam, muhasabah, mengingat mati, taubat, amar ma’ruf nahi munkar, sabar dan syukur, khauf dan rajā’, tawakal, ridha, dan cinta kepada Allah. Nilai-nilai pendidikan rohani tersebut memiliki relevansi sebagai jawaban atas pertanyaan masa kini, khususnya dalam dunia pendidikan. Memasukkan nilai-nilai ini ke dalam kehidupan sehari-hari akan membuat hidup lebih indah dan mempengaruhi bagaimana kepribadian mulia termanifestasikan dalam diri. Kata Kunci: Pendidikan, Rohani, Al-Baḥr Ar-Rā’iq fī Az-Zuhd wa Ar-Raqā’iq, Ahmad Farid ABSTRACT Various phenomena that occur around us seem to paint an alarming picture of the spiritual, religious and moral conditions of the Indonesian nation, especially for students in this millennial era. Many actually know the rules of religion, but they don't obey them. The role of spiritual education is considered very important to help answer these problems. Morals have always been the basic achievement of an educator in educating success, but not with spiritual achievements which are the core of morals. Education should be able to touch and optimize spiritual development. Ahmad Farid expressed his thoughts on the concept of spiritual education. One of his masterpieces is the book Al-Baḥr Ar-Rā’iq fī Az-Zuhd wa Ar-Raqā’iq. The discussion made him aware of how to become a human being who has spiritual aspects and noble character. This study aims to describe the values of spiritual education contained in the book Al-Baḥr Ar-Rā’iq fī Az-Zuhd wa Ar-Raqā’iq by Ahmad Farid. The type of research used in this research is library research with a qualitative approach. Efforts to collect data using documentation techniques. To analyze the data that has been collected, the technique used is content analysis. The results of this study obtained the values of spiritual education contained in the book Al-Baḥr Ar-Rā’iq fī Az-Zuhd wa Ar-Raqā’iq by Ahmad Farid which includes several good values that deserve to be taught and apply in everyday life, including: remembrance, reading the Quran, istighfar, prayer, shalawat to the Prophet SAW, night prayer, muhasabah, remembering death, repentance, amar ma’ruf nahi munkar, patience and gratitude, khauf and rajā’, tawakal, pleasure, and love of Allah. The values of spiritual education have relevance as answers to today’s questions, especially in the world of education. Incorporating these values into daily life will make life more beautiful and affect how noble personality is manifested in oneself. Keywords: Education, Spiritual, Al-Baḥr Ar-Rā’iq fī Az-Zuhd wa Ar-Raqā’iq, Ahmad Fari

    WASIAT DARURAT DI MASA PANDEMI (STUDI KETENTUAN PASAL 948 DAN PASAL 949 KUH PERDATA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM)

    No full text
    Penelitian ini diambil dari permasalahan yang dihadapi oleh tenaga kesehatan dan pasien covid-19 dalam melaksanakan hak keperdataanya mengenai pembuatan wasiat, tenaga kesehatan dan pasien covid-19 tidak dapat membuat wasiat se-bagaimana mestinya yaitu dengan menggunakan surat di hadapan notaris dan menghadirkan dua saksi, sebab keadaannya yang harus isolasi dari masyarakat un-tuk menghindari penularan covid-19. Skripsi yang berjudul “Wasiat Darurat di Masa Pandemi (Studi Ketentuan Pasal 948 dan Pasal 949 KUH Perdata Per-spektif Hukum Islam)” adalah hasil penelitian pustaka untuk menjawab pertan-yaan tentang, bagaimana ketentuan wasiat darurat menurut Pasal 948 dan Pasal 949 KUH Perdata, bagaimana analisis wasiat darurat dimasa pandemi (studi ke-tentuan Pasal 948 dan Pasal 949 KUH Perdata Perspektif Hukum Islam). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian dengan menelusuri sumber-sumber tertulis yang berkaitan dengan pokok kajian atau pembahasan mengenai wasiat dalam Hukum Islam dan KUH Perdata. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, disebut kualitatif karena datanya bersi-fat verbal dan disebut deskriptif karena menggambarkan atau menjelaskan secara sistematis fakta dan karakteristik objek yang diteliti secara cermat. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa dalam Pasal 948 dan Pasal 949 KUH Perdata, mengenai pembuatan wasiat darurat di masa pandemi dapat dil-akukan dengan menulis surat wasiatnya sendiri dihadapan pegawai atau pejabat rumah sakit dan dihadiri oleh dua orang saksi, namun pada Pasal 949 KUH Perdata memberikan solusi bahwa orang yang ingin membuat surat wasiat darurat sebagaimana Pasal 948 KUH Perdata boleh hanya menghadirkan sekurang-kurangnya seorang saksi. Namun agar keabsahan wasiat darurat ini sempurna, maka wasiat ini perlu diserahkan kepada notaris dan didaftarkan kepada Balai Peninggalan Harta agar menjadi akta yang otentik dan memiliki kekuataan hukum yang sempurna. Analisis mengenai wasiat menurut KUH Perdata dan Hukum Is-lam tidak ada persamaan dan perbedaan yang signifikan, sehingga menurut penulis wasiat baik menurut KUH Perdata dan Hukum Islam masih tetap berlandaskan kemaslahatan sosial. Kata Kunci : Wasiat Darurat, Pandemi Covid-19, KUH Perdata, Hukum Is-la

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VI MI SLINGA KECAMATAN KALIGONDANG KABUPATEN PURBALINGGA

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran dan minat belajar dengan hasil belajar Matematika. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh interaksi model pembelajaran dan minat belajar terhadap hasil belajar Matematika. Penelitian ini, menggunakan metode eksperimen, teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan teknik proportionate stratified random sampling yang berjumlah 69 siswa dari seluruh siswa kelas VI di 3 MI di wilayah Kecamatan Kaligondang yaitu MIM 1 Slinga, MIM 2 Slinga, dan MI Islamiyah Slinga. Pengumpulan data dilaksanakan dengan angket dan eksperimen langsung di kelas pada bulan Mei sampai Juni 2022. Analisis data yang digunakan adalah ANAVA dua jalur (Two Way Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sinifikan model pembelajaran terhadap hasil belajar matematika, hal ini ditunjukkan dari nilai Sig. = 0,000 0,05

    KONTEKSTUALISASI NILAI SAKINAH MAWADDAH WARAHMAH DALAM NOVEL WA’ALAIKUMUSSALAM PELENGKAP IMAN KARYA IMA MADANIAH (ANALISIS HERMENEUTIKA INTERPRETASI PAUL RICOEUR)

    No full text
    Penelitian ini membicarakan tentang kontekstualisasi nilai-nilai sakinah mawaddah warahmah dalam novel Wa’alaikumussalam Pelengkap Iman dengan mendeskripsikan implementasi dalam rumah tangga menggunakan kajian Interpretasi Paul Ricoeur mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam novel. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang menggunakan metode kualitatif, dimana dalam proses pencarian sumber data tidak terjun ke lapangan melainkan dengan memperoleh data dari sumber tertulis yang relevan dengan permasalahan yang dibahas. Penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder, sumber primer yang didapat dari buku novel Wa’alaikumussalam Pelengkap Iman karya Ima Madaniah, adapun sumber data sekunder bersumber dari buku-buku, jurnal, ataupun karya ilmiyah lainnya, yang relevan dan menunjang dalam penyempurnaan data primer. Dalam menganalisis data menggunakan analisis hermeneutika interpretasi Paul Ricoeur untuk mencari nilai sakinah mawaddah warahmah dalam novel Wa’alaikumussalam Pelengkap Iman Hasil penelitian menunjukan bahwa novel tersebut memiliki beberapa nilai sakinah mawaddah warahmah yang dapat dijadikan pelajaran bagi pembacanya dalam mempertahankan rumah tangga diantaranya: 1) melindungi pasangan, diantara bentuk melindungi pasangan yaitu dengan tidak saling menyakiti dan menjaga perasaan pasangan, merawat pasangan saat sakit. 2) saling terbuka. 3) saling menghargai. 4) menjaga komunikasi dengan menggunakan panggilan sayang. 5) taat. 6) saling mencintai dan sadar bahwa cinta adalah fitrah. 7) saling menutup aib pasangan. 8) saling mendo’akan pasangan

    OPTIMALISASI KEMAMPUAN MENGHAFAL SURAT PENDEK AL-QUR'AN BAGI ANAK MELALUI METODE TALAQQI DI RA MASYITHOH 11 KARANGSARI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS

    No full text
    Optimalisasi kemampuan menghafal surat pendek al-Qur’an bagi anak melalui metode talaqqi merupakan perumusan metode yang digunakan oleh sekolah untuk meningkatkan kemampuan menghafal surat pendek pada anak. Anak usia dini akan lebih mudah memahami dan juga menghafal surat pendek apabila terdapat suatu metode yang tepat, sehingga akan menghasilkan tingkatan menghafal dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendskripsikan bagaimana proses menghafal surat pendek melalui metode talaqqi untuk mengoptimalkan kemampuan menghafal anak di RA Masyithoh 11 Karangsari. Penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang digunakan untuk meneliti dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, dan menarik kesimpulan. Objek penelitian ini adalah optimalisasi kemampuan menghafal surat pendek al-Qur’an bagi anak melalui metode talaqqi. Hasil dari penelitian dapat dirangkum dengan bertahap proses menghafal surat-surat pendek al-Qur’an yaitu : Pertama, Pembukaan pembelajaran. Kedua, Proses pembelajaran yang mencakup menghafal, setoran surat, muroja’ah surat yang sebelumnya sudah dihafalkan. Ketiga, Penilaian. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa metode talaqqi sudah optimal. Hal ini didasarkan dari sejumlah 16 siswa kelas TKB, 75% siswa tersebut mampu menghafal surat pendek al-Qur’an melalui metode talaqqi, melafalkan surat pendek denga lancar, sesuai kaidah tajwid, mampu menghafal tanpa teks, dan mencapai target hafalan yang sudah ditentukan. Kata Kunci: Anak Usia Dini, Kemampuan Menghafal Al-Qur’an, Metode Talaqq

    Peran Pendidikan Perkoperasian dalam Memoderasi Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Motivasi Berkoperasi terhadap Partisipasi Anggota (Studi Kasus KPRI Mempeng Purbalingga)

    No full text
    Faktor terpenting dalam mendorong keberhasilan atau pertumbuhan sebuah organisasi termasuk koperasi adalah partisipasi anggota. Di KPRI Mempeng, partisipasi anggota dalam mengikuti kegiatan koperasi masih rendah. Hal tersebut menyebabkan KPRI Mempeng lambat untuk bertumbuh. Faktor faktor yang dapat mempengaruhi partisipasi anggota yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Dimana variabel kualitas pelayanan dan mtotivasi berkoperasi itu masuk ke dalam faktor intern. Dengan adanya pendidikan perkoperasian, anggota dan pengelola memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai koperasi, hal tersebut dapat mempengaruhi perilaku berkoperasi. Pendidikan perkoperasian dapat meningkatkan tanggung jawab anggota koperasi terhadap hak, kewajiban dan manfaat sebagai anggota koperasi serta dapat meningkatkan kemampuan mengelola usaha koperasi. Oleh karena itu, pendidikan perkoperasian dijadikan sebagai variabel moderasi dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap partisipasi anggota, pengaruh motivasi berkoperasi terhadap partisipasi anggota, apakah pendidikan perkoperasian memoderasi secara signifikan pengaruh kualitas pelayanan terhadap partisipasi anggota dan apakah pendidikan perkoperasian memoderasi secara signifikan pengaruh motivasi berkoperasi terhadap partisipasi anggota. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian lapangan dengan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu anggota KPRI Mempeng, dengan jumlah sampel sebanyak 142 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai metode pengumpulan data. Metode analisis data menggunakan analisis regresi ordinal dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan alat bantu aplikasi SPSS 26 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan (X1) berpengaruh dan signifikan terhadap partisipasi anggota (Y) dan motivasi berkoperasi (X2) berpengaruh dan signifikan terhadap partisipasi anggota (Y). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pendidikan perkoperasian (Z) memoderasi secara signifikan pengaruh kualitas pelayanan (X1) terhadap partisipasi anggota (Y) studi kasus KPRI Mempeng Purbalingga dan pendidikan perkoperasian (Z) memoderasi secara signifikan pengaruh motivasi berkoperasi (X2) terhadap partisipasi anggota (Y) studi kasus KPRI Mempeng Purbalingga. Konsep sebuah koperasi yang dikemukakan oleh Bung Hatta sangat sesuai dengan sistem ekonomi syariah, yaitu syirkah. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa pentingnya memberikan pelayanan yang berkualitas kepada orang lain sesuai dengan yang diajarkan oleh Islam. Motivasi juga memiliki peran penting untuk diri manusia itu sendiri, karena tidak akan ada yang dapat memenuhi kebutuhan kita kecuali dengan melakukan sebuah usaha untuk meraihnya. Dalam Islam, pendidikan merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan, Islam mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu pengetahuan sepanjang hayat

    TRADISI LEMPAR UANG PADA SAAT PROSESI SELAMETAN TUJUH BULAN KEHAMILAN DI DESA PEKUNCEN BANYUMAS DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

    No full text
    Selametan tujuh bulan kehamilan oleh masyarakat desa Pekuncen Banyumas dikemas menjadi lebih Islami yaitu dengan mengadakan tahlilan dan doa untuk anak yang lahir dan ibunya, namun diakhir acara terdapat tradisi lempar uang dimana seseorang melemparkan uang receh berupa seratus perak, dua ratus perak, lima ratus perak dan juga seribu dalam bentuk koin kepada orang-orang yang hadir menyaksikan acara lempar uang. Dengan adanya tradisi lempar uang ini melahirkan objek yang menarik untuk digali. Pada penelitian ini penulis akan meneliti bagaimana praktik dari tradisi lempar uang dan bagaimana pandangan hukum Islam dalam menyikapinya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan penelitiannya yaitu yuridis antropologis dimana pendeketan ini mempelajari tingkah laku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dengan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Lokasinya berada di desa Pekuncen Banyumas. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah tata cara pelaksanaan tradisi lempar uang pada saat prosesi selametan tujuh bulan kehamilan dilakukan dengan beberapa tahapan, pertama-tama selametan yaitu dengan keluarga mengundang para tetangga dan kerabat untuk mendoakan, membaca suratan al-Qur’an, kemudian setelah selesai berdoa calon ibu mempersiapkan perlengkapan untuk acara lempar uang. Calon ibu memulai dengan mencipratkan air kemudian melempar uang selang-seling dengan belut kecil ke arah anak-anak yang ikut. Setelah selesai, para tamu undangan pulang dengan membawa berkat. Pandangan hukum Islam mengenai tradisi ini sejalan dengan konsep �al-‘urf shahih yaitu kegiatan adat-istiadat yang biasa berlaku di desa Pekuncen Banyumas yang mengandung unsur maslahah dan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Tradisi ini juga merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT, dan melalui tradisi melempar uang ini, masyarakat menjadikan salah satu wujud rasa syukur dan memberikannya kepada orang-orang di sekitarnya

    PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA MELALUI KEGIATAN PEMBIASAAN STORY MORNING DI SDIT ALAM HARAPAN UMMAT PURBALINGGA

    No full text
    Karakter disiplin penting dikembangkan dalam rangka membentuk kepribadian yang kokoh dan betanggung jawab sehingga peserta didik dapat belajar dengan baik. Salah satu bentuk pembentukan karakter disiplin adalah dengan kegiatan story morning, yang dikerjakan siswa secara rutin setiap pagi di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perencanan pembentukan karakter disiplin dan perilaku siswa melalui kegiatan story morning di SDIT Alam Harapan Ummat Purbalingga, 2) Pelaksanan pembiasaan story morning dalam membentuk karakter disiplin dan perilaku siswa di SDIT Alam Harapan Ummat Purbalingga. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan dalam penelitian ini adalah trianggulasi sumber, teknik, dan waktu. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data,penyajian data,dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, perencanaan pembentukan karakter siswa melalui kegiatan pembiasaan story morning di SDIT Alam Harapan Ummat Purbalingga, antara lain; 1. menetapkan visi, misi, dan tujuan, 2. mewajibkan peraturan dan tata tertib siswa. 3. koordinasi antar guru, dan 4. bekerjasama dengan orang tua/wali siswa dan masyarakat. Kedua, pelaksanaan kegiatan story morning dalam membentuk karakter disiplin, dan perilaku siswa di SDIT Alam Harapan Ummat Purbalingga, antara lain: 1) memasuki kelas dengan tertib dan tepat waktu, kemudian, 2) siswa mendengarkan story telling yang disampaikan oleh guru,seperti kisah nabi yang ada hubungannya dengan karakter disiplin,4) mewajibkan siswa murojaah setiap hari, 5) mempraktekkan karakter disiplin

    Implikasi Pembatalan Perkawinan Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Perspektif Wahbah Az Zuhaili

    No full text
    Peristiwa pembatalan perkawinan terkadang ditemui dalam masyarakat, sebagai contoh setelah perkawinan berjalan, namun di kemudian hari ternyata dalam pasangan suami istri terdapat hubungan garis keturunan lurus atau saudara sesusuan. Pembatalan perkawinan tentunya terdapat sebuah implikasi. Salah satu implikasi dari pembatalan perkawinan adalah status anak yang dilahirkan. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dalam Pasal 28 ayat (2) point b menyebutkan bahwa anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan yang dibatalkan tetap dianggap sebagai anak yang sah. Hal tersebut dikarenakan hukum tidak berlaku surut. Hal tersebut berbeda dengan pandangan Wahbah Az Zuhaili yang menyatakan bahwa perkawinan yang batal tidak memiliki implikasi terhadap anak yang dilahirkan dari hasil perkawinan yang dibatalkan. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research), dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif yuridis karena analsis penelitian penulis berdasarkan pada Peraturan Perundang-Undangan dan relevan dengan penelitian penulis. Sumber data primer dari penelitian ini berasal dari subjek penelitian yakni kitab al Fiqh al Islami wa Adillatuhu karya Wahbah Az Zuh}aili> dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, sedangkan sumber data sekunder dari penelitian ini berasal dari literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara metode dokumentasi dengan mengumpulkan beberapa dokumen, seperti buku, jurnal, artikel dan sumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Dari hasil analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa implikasi terhadap anak yang dilahirkan dari perkawinan yang batal menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, nasab anak tersebut masih dinasabkan kepada ayahnya sehingga anak tersebut masih tetap menjadi anak yang sah karena dalam Undang-Undang menganut asas tidak berlaku surut. Sedangkan Wahbah Az Zuhaili berpendapat bahwa perkawinan yang batal dianggap tidak pernah ada, sehingga implikasi yang dihasilkan dari perkawinan yang batal dianggap tidak ada. Anak yang dilahirkan dari perkawinan yang batal tidak dapat dinasabkan kepada ayahnya. Karena Wahbah Az Zuhaili berpendapat bahwa hukum itu dapat berlaku surut, maka tidak heran beliau berpendapat bahwa nasab seorang anak tidak bisa disambungkan kepada ayahnya, karena putusan pembatalan perkawinan tersebut dapat menghapuskan ketentuan yang ada sebelum keputusan itu ada

    STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PRESPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS PADA OBJEK WISATA DAWUHAN, WANAYASA, BANJARNEGARA)

    No full text
    Dawuhan merupakan desa yang memiliki potensi wisata namun karena keterbatasan sumber daya manusia membuat desa ini menjadi desa termiskin ke tiga di Kecamatannya. Semakin berkembangnya teknologi semakin berkembang pula pola pikir manusia. Karena tidak bisa hidup dengan keadaan yang ajeg-ajeg bae sehingga melakukan perubahan dengan membentuk kelompok Pokdarwis dalam pemanfaatan potensi alam dengan strategi pengembangan. Strategi pengembangan objek wisata merupakan suatu cara untuk merubah suatu destinasi wisata melalui pemanfaatan sumber daya atau potensi yang ada sehingga memiliki daya tarik untuk wisatawan berkunjung, salah satunya dengan kearifan lokal. Kearifan lokal adalah suatu keadaan dimana dalam suatu tempat terdapat kehidupan yang berbeda dengan tempat lain yang menjadi ciri khas dari tempat tersebut. Dalam ekonomi islam pemanfaatan alam dibolehkan karena Allah Swt telah menciptakan alam dan isinya untuk dimanfaatkan guna mencapai kemakmuran. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana strategi dalam pengembangan objek wisata berbasis kearifan lokal dalam prespektif ekonomi islam pada objek wisata Dawuhan, Wanayasa, Banjarnegara. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dimana peneliti terjun langsung ke lapangan untuk memperoleh data dan informasi terkait dengan penelitian yang dilakukan. Penelitian ini disajikan dalam bentuk deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan suatu proses yang terjadi di lapangan. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, dokumentasi dan wawancara. Dari hasil penelitian, penulis mengetahui bahwa strategi pengembangan objek wisata berbasis kearifan lokal pada objek wisata dawuhan sudah baik sehingga mampu memberikan inovasi-inovasi wahana yang menyebabkan ketertarikan wisatawan berkunjung. Selain itu, strategi pengembangan juga sudah mulai menerapkan unsur-unsur ekonomi islam dan mulai mencerminkan wisata halal dengan ditandai dibangunnya mushola dengan khas kejawenannya, pengelola dan penjual wajib mengenakan pakaian adat yang menutup aurat dan menjaga kebersihan dengan memegang teguh salah satu hadist kebersihan. Dari strategi yang dilakukan juga mampu memberikan dampak perekonomian seperti terciptanya lapangan pekerjaan dan peluang usaha, memberikan bantuan beasiswa dan bantuan perawatan jenazah untuk yang membutuhkan serta terjaganya budaya setempat. Kata Kunci : Pengembangan Objek Wisata, Kearifan Lokal, Ekonomi Islam ABSTRACT Dawuhan is a village that has tourism potential but due to limited human resources, this village is the third poorest village in its district. The development of technology, the more developed the human mindset. Because they cannot live with ajeg-ajeg bae circumstances, they make changes by forming Pokdarwis groups in utilizing natural potential with development strategies. The strategy of developing tourist attractions is a way to change a tourist destination through the use of existing resources or potential so that it has an attraction for tourists to visit, one of which is with local wisdom. Local wisdom is a situation where in a place there is a life that is different from other places that are characteristic of the place. In islamic economics the use of nature is allowed because Allah Swt has created nature and its contents to be used to achieve prosperity. This study aims to find out how the strategy in the development of tourist attractions based on local wisdom in the islamic economic perspective on Dawuhan, Wanayasa, Banjarnegara tourist attractions. This type of research is field research where researchers go directly to the field to obtain data and information related to the research carried out. This research is presented in a descriptive form with the aim of describing a process that occurs in the field. The approach taken is a qualitative approach. The data collection techniques used are: observation, documentation and interviews. From the results of the study, the author knows that the strategy of developing tourist attractions based on local wisdom in dawuhan tourist attractions is good so that it is able to provide ride innovations that cause tourists to visit. In addition, the development strategy has also begun to implement islamic economic elements and has begun to reflect halal tourism with the construction of a mosque with its distinctive glory, managers and sellers are required to wear traditional clothes that cover the aurat and maintain cleanliness by upholding one of the hadiths of cleanliness. The strategy carried out is also able to have an economic impact such as creating jobs and business opportunities, providing scholarship assistance and assistance in the care of corpses for those in need and maintaining local culture. Keywords : Development of Tourist Attractions, Local Wisdom, Islamic Econom

    0

    full texts

    10,362

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository IAIN Purwokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇