27468 research outputs found
Sort by
Analisis Tingkat Akurasi Model Prediksi Kebangkrutan untuk Perusahaan Tekstil dan Garmen
Penelitian ini berjudul "Analisis Tingkat Akurasi Model Prediksi Kebangkrutan untuk Perusahaan Tekstil dan Garmen" yang bertujuan untuk mengidentifikasi model dengan tingkat akurasi terbaik dan paling sesuai untuk digunakan pada perusahaan di subsektor tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2023. Penelitian ini mengevaluasi tujuh model prediksi kebangkrutan, yaitu Altman, Zmijewski, Grover, Springate, Fulmer, Ohlson, dan Taffler. Populasi penelitian melibatkan seluruh perusahaan subsektor tekstil dan garmen yang terdaftar di BEI selama periode 2021-2023. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan data keuangan yang tersedia dan relevan dengan model yang digunakan. Analisis dilakukan dengan menggunakan teknik statistik deskriptif dan pengujian hipotesis untuk mengevaluasi tingkat akurasi masing-masing model. Uji hipotesis dilakukan dengan cara mengalkulasi rasio keuangan sesuai dengan formula yang diterapkan pada setiap model, dan hasilnya dibandingkan untuk menentukan tingkat akurasi model dalam memprediksi kebangkrutan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Zmijewski merupakan model dengan tingkat akurasi tertinggi sebesar 96,43%, diikuti oleh model Grover, Fulmer, dan Ohlson dengan tingkat akurasi sebesar 92,86%, Altman dan Springate sebesar 89,29%, serta Taffler yang menunjukkan akurasi terendah sebesar 82,14%. Model Zmijewski juga cocok digunakan karena karakteristik model sesuai dengan karakteristik perusahaan tekstil dan garmen yang menghadapi tantangan pada likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu semua model yang dianalisis dapat digunakan untuk memprediksi kebangkrutan, namun perbedaan tingkat akurasi menunjukkan adanya keterbatasan dari masing-masing model. Oleh karena itu, keputusan bisnis sebaiknya tidak hanya bergantung pada satu model, tetapi juga mempertimbangkan faktor lain. Model Zmijewski, dengan tingkat akurasi tertinggi sebesar 96,43%, direkomendasikan sebagai acuan utama bagi auditor, investor, dan manajemen perusahaan dalam menganalisis risiko kebangkrutan, terutama pada perusahaan dengan utang tinggi dan likuiditas terbatas. Penggunaan model ini membantu deteksi risiko lebih akurat, sehingga memungkinkan langkah mitigasi yang tepat
Analisis Kontribusi, Efektivitas dan Efisiensi Penerimaan Pajak Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul Tahun 2013-2023
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Menganalisis tingkat kontribusi penerimaan pajak daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul tahun 2013-2023, (2) Menganalisis tingkat efektivitas penerimaan pajak daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul tahun 2013-2023 dan (3) Menganalisis tingkat efisiensi penerimaan pajak daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul tahun 2013-2023.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data laporan realisasi anggaran daerah Kabupaten Gunungkidul tahun 2013-2023.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) Kontribusi pajak daerah terhadap PAD pada periode 2013-2023 menunjukkan hasil kriteria sedang dengan nilai rata-rata 21,33%. (2) Pemungutan pajak daerah di Kabupaten Gunungkidul dalam periode 2013-2023 telah terbukti efektif, dengan rata-rata efektivitas mencapai 121,08%. (3) Rata-rata tingkat efisiensi pajak daerah selama periode 2013-2023 mencapai nilai 24,43% dengan kriteria sangat efisien
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pengguna Mikrotrans di DKI Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya mengatasi kemacetan dengan mengembangkan sistem transportasi terintegrasi yaitu mikrotrans. Namun, peningkatan jumlah pelanggan mikrotrans kontradiktif dengan fakta yang ada di lapangan. Melalui media sosial, terdapat banyak keluhan mengenai kualitas pelayanan mikrotrans yang belum optimal. Merujuk pada permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji tentang “Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pengguna Mikrotrans di DKI Jakarta”.
Penelitian ini menggunakan teori SERVQUAL yang dikemukakan oleh A. Parasuraman, Valarie A. Zeithaml, dan Leonard L. Berry dengan variabel independen Tangibles (X1), Reliability (X2), Responsiveness (X3), Assurance (X4), dan Empathy (X5). Adapun variabel Kepuasan Pengguna menggunakan teori yang dikemukakan oleh Hawkins dan Motherbaugh dengan tiga indikator yaitu kesesuaian harapan, minat menggunakan kembali, dan kesediaan merekomendasikan layanan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi ordinal. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 390 responden yang pernah menggunakan layanan mikrotrans di DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Tangibles terhadap Kepuasan Pengguna sebesar 30,6%. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Reliability terhadap Kepuasan Pengguna sebesar 30,4%. (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Responsiveness terhadap Kepuasan Pengguna sebesar 15,1%. (4) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Assurance terhadap Kepuasan Pengguna sebesar 17,8%. (5) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Empathy terhadap Kepuasan Pengguna sebesar 19,1%. (6) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy secara bersama-sama terhadap Kepuasan Pengguna sebesar 45,8%.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pengguna mikrotrans di DKI Jakarta. PT Transjakarta selaku penyedia layanan harus menjaga stabilitas dan meningkatkan kualitas pelayanan dengan melakukan pemerataan sarana prasarana mikrotrans, memberikan pelatihan rutin terhadap pengemudi agar memperhatikan empati pelayanan, memberikan pelayanan dengan tanggap, serta menumbuhkan rasa percaya akan pelayanan mikrotrans yang aman dan dapat diandalkan
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) terhadap Ketebalan Dinding Aorta Abdominal pada Tikus Wistar yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak
Latar Belakang – Konsumsi diet tinggi lemak dapat mengakibatkan kondisi hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia adalah suatu kondisi ketika terjadi peningkatan kadar kolesterol darah mencapai >200mg/dL. Kondisi ini menyebabkan peningkatan ketebalan dinding aorta abdominal yang kemudian menjadi salah satu penyebab penyakit jantung koroner dan sindrom metabolik. Obat antihiperkolesterolemia memiliki efek samping seperti nyeri abdominal, konstipasi, asteria, nyeri kepala. Obat tradisional dari tumbuhan masih dipercaya oleh beberapa kalangan masyarakat, salah satunya adalah daun jambu biji. Daun jambu biji terbukti memiliki efek untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Tujuan – Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap ketebalan dinding aorta abdominal pada tikus Wistar yang diinduksi diet tinggi lemak.
Metode Penelitian – Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan posttest only control design. Penelitian dilakukan pada 28 tikus yang terbagi menjadi kelompok 1 (kontrol sehat), kelompok 2 (kontrol sakit), kelompok 3 (pakan tinggi lemak kemudian ekstrak), kelompok 4 (ekstrak kemudian pakan tinggi lemak). Ketebalan aorta abdominal diukur menggunakan aplikasi LAS-EZ dan dianalisis dengan one way ANOVA dilanjutkan dengan uji post hoc LSD.
Hasil – Hasil analisis uji one way ANOVA didapatkan nilai p=0,001 (p<0,05) sehingga dinilai signifikan. Analisis dilanjut dengan uji post hoc LSD. Hasil signifikan didapat antara kelompok 1 dan 2 dengan nilai p=0,001 (p<0,05), kelompok 2 dan 3 dengan nilai p=0,001 (p<0,05), dan kelompok 2 dan 4 dengan nilai p<0,001 (p<0,05).
Kesimpulan – Terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap ketebalan aorta abdominal pada tikus Wistar yang diinduksi diet tinggi lemak
Analisis Hubungan Perilaku Self Management Dengan Fungsi Kognitif Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Kecamatan Sumbang Banyumas
Latar belakang : Salah satu komplikasi yang sering diabaikan dalam pengelolaan DM tipe 2 adalah gangguan pada fungsi kognitif, yang dapat memengaruhi kemampuan memori, perhatian, dan fungsi eksekutif. Hal ini dipengaruhi oleh perilaku self-management penderita DM tipe 2, termasuk pola makan, aktivitas fisik, pemantauan kadar glukosa darah, dan kepatuhan terhadap pengobatan.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan perilaku self management dengan fungsi kognitif pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Sumbang Banyumas.
Metode : Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 55 responden yang diambil dengan metode purposive sampling. Self management ditentukan dengan menggunakan kuesioner DMSQ (Diabetes Mellitus Self Management). Fungsi kognitif dievaluasi dengan kuesioner MoCA-Ina (Montreal Cognitive Assesment-Indonesian ).
Hasil : Tingkat self management DM tipe 2 di Kecamatan Sumbang dalam kategori kurang sebesar 58,2% dengan pasien mengalami kesulitan dalam menjalankan pola hidup sehat (60%) dan monitoring kadar gula darah (50,9%). Fungsi kognitif pada pasien DM tipe 2 di Kecamatan Sumbang memiliki fungsi kognitif yang terganggu sebesar 63,6% yang dominan mencakup atensi (30,9%), memori (27,3%), delay recall (45,5%) dan fungsi eksekutif (34,5%).
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara perilaku self management dengan fungsi kognitif pasien diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan Sumbang Banyumas
Lean Six Sigma Approach in Determining Priorities for Service Improvement at Bank Rakyat Indonesia Based on Customer Perceptions, Expectations, and Interests
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Lean Six
Sigma dalam menentukan prioritas perbaikan layanan pada Bank Rakyat Indonesia
(BRI) berdasarkan persepsi, harapan, dan kepentingan nasabah. Dengan
menggunakan pendekatan mixed methods melalui desain eksplanatori sequential,
data kuantitatif dikumpulkan dari 94 responden menggunakan metode Banking
Service Quality (BSQ) untuk mengukur dimensi kualitas layanan, seperti
efektivitas, aksesibilitas, harga, keandalan, portofolio layanan, dan tangibles. Hasil
analisis kuantitatif dilengkapi dengan wawancara mendalam untuk menggali
perspektif internal mengenai implementasi Lean Six Sigma.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan signifikan antara
persepsi dan harapan nasabah terhadap beberapa dimensi layanan, khususnya dalam
efektivitas dan aksesibilitas. Menggunakan kerangka DMAIC (Define, Measure,
Analyze, Improve, Control), penelitian ini mengidentifikasi akar masalah dan
merumuskan prioritas perbaikan layanan, seperti percepatan waktu layanan,
pengurangan birokrasi, dan peningkatan keandalan proses transaksi. Studi ini juga
menemukan bahwa metode Lean Six Sigma efektif dalam meningkatkan efisiensi
operasional serta kepuasan pelanggan melalui penghapusan aktivitas non-value
added dan pengurangan variasi dalam proses layanan.
Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup rekomendasi strategis untuk
BRI dalam meningkatkan kualitas layanan guna memenuhi harapan nasabah secara
berkelanjutan, serta memberikan kontribusi teoretis dalam literatur terkait Lean Six
Sigma di sektor perbankan, khususnya di negara berkembang
Kontaminasi Logam Berat Timbal (Pb) di Pantai Wisata Teluk Penyu, Cilacap
Pantai Teluk Penyu merupakan salah satu pantai wisata yang berada
di Kabupaten Cilacap. Meningkatnya aktivitas pariwisata serta lokasi
Pantai Teluk Penyu yang berdekatan dengan industri pengilangan minyak
akan berdampak terhadap peningkatan limbah yang masuk ke badan
pantai. Salah satu limbah yang berbahaya bagi lingkungan perairan adalah
logam berat Pb. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan
logam berat Pb pada lingkungan perairan dan kerang hijau di Pantai Teluk
Penyu. Analisis logam berat Pb dilakukan dengan alat Atomic Absorptiom
Spectometry (AAS). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kandungan
logam berat Pb di air berada pada kategori tercemar ringan, yaitu dengan
konsentrasi 0,007-0,009 mg/L. Kandungan logam berat Pb di sedimen
berkisar antara 12,44–29,95 mg/kg dengan kategori tidak tercemar.
Kandungan logam berat Pb pada kerang hijau tergolong pada akumulasi
rendah dengan nilai 0,20–0,54 mg/kg. Analisis PCA menunjukkan logam
berat Pb air berkorelasi positif dengan DO dan salinitas, sedangkan logam
berat Pb sedimen berkorelasi positif dengan fraksi debu, liat, dan TOM
sedimen
Pengembangan Media Pembelajaran Renang Berbasis Augmented Reality (AR) Untuk Hasil Belajar
Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan pada materi renang saat ini masih menggunakan metode konvensional dengan mengandalkan buku dan alat bantu sederhana. Media pembelajaran interaktif berbasis teknologi dapat mendukung proses belajar yang lebih menarik dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Sugiyono. Tahapan pengembangan meliputi identifikasi masalah, pengumpulan informasi, desain produk, validasi ahli, uji coba produk, revisi, uji coba pemakaian, dan uji efektivitas. Penelitian melibatkan sampel siswa kelas VII dari SMP Negeri 1 Purwokerto dan SMP Negeri 9 Purwokerto. Instrumen penelitian untuk media dikumpulkan melalui angket validasi serta penilaian dari siswa dan guru, sementara aspek kognitif diukur menggunakan soal-soal yang telah melalui uji validitas. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta uji efektivitas dengan metode kuasi-eksperimen untuk mengevaluasi pengaruh media pembelajaran berbasis Augmented Reality terhadap hasil belajar siswa.Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Augmented Reality ini sangat layak digunakan, dengan penilaian dari ahli materi sebesar 88%, ahli media 86,67%, dan ahli bahasa 100%. Penilaian dari siswa mencapai 93,46%, sedangkan penilaian dari guru sebesar 96%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kedua kelompok siswa. Uji efektivitas mengungkapkan bahwa media ini memberikan peningkatan signifikan terhadap hasil belajar siswa, dengan nilai signifikansi 0,000. Media ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada materi renang.Media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) merupakan solusi inovatif yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital
Pengaruh Terapi Hangat Dengan Neckbliss Terhadap Skor Nyeri Kepala Pada Penderita Hipertensi
Latar Belakang : Nyeri kepala merupakan gejala khas hipertensi akibat vasokonstriksi pembuluh darah. Penatalaksanaan nyeri kepala dengan terapi hangat terbukti efektif, tetapi alat yang digunakan saat ini kurang ergonomis dan efisien, sehingga diperlukan inovasi berupa teknologi.
Tujuan: Mengetahui bagaimanakah pengaruh terapi hangat dengan alat neckbliss terhadap penurunan skor nyeri kepala pada penderita hipertensi
Metode: Design penelitian tahap I research & development (R&D), tahap II quasy experiment. Besar sampel 48 responden, terbagi 24 kelompok intervensi dan 24 kelompok kontrol dengan teknik simple random sampling. Kelompok intervensi menggunakan alat neckbliss, kelompok kontrol menggunakan terapi yang biasa digunakan responden. Pengukuran skor nyeri kepala dilakukan selama 3 hari berturut-turut menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah terapi. Instrumen penelitian menggunakan alat neckbliss, USE questionnaire, kuesioner ahli. Analisis untuk mengetahui perbedaan antar kelompok menggunakan uji independent t test dan uji pengaruh menggunakan uji repeated measures anova.
Hasil: Hasil menunjukkan terjadi penurunan skor nyeri kepala pada penderita hipertensi perbedaan pada kelompok intervensi dan kontrol, perbedaan skor nyeri terjadi pada perlakuan dihari ke-2 dan ke-3 dengan (p>0,05). Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh penggunaan alat Necbliss terhadap penurunan skor nyeri kepala pada penderita hipertensi dengan (p < 0,05), pengaruh dirasakan dari hari ke-1 sampai ke-3 perbedaan kecepatan penurunan rata-rata skor nyeri pada kelompok intervensi lebih cepat dari pda kelompok kontrol
Kesimpulan: Penggunaan alat Neckblis efektif menurunkan skor nyeri kepala pada penderita hipertensi, lebih unggul dibandingkan metode secara manual, dengan kenyamanan, efisiensi dan ergonomi
Pengaruh Paparan Elektromagnetik Telepon Seluler terhadap Kadar Hemoglobin dan Jumlah Eritrosit pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Wistar
Paparan elektromagnetik telepon seluler frekuensi tinggi (800–2200 MHz) dapat berdampak buruk bagi kesehatan, termasuk pada proses eritropoiesis. Penilaian kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit merupakan indikator penting untuk skrining anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan elektromagnetik telepon seluler terhadap kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit tikus putih (Rattus norvegicus) Wistar. Penelitian ini menggunakan metode true experimental design dengan desain penelitian post test only with control group. Jumlah sampel terdiri dari 28 ekor tikus putih (Rattus novegicus) jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok 1 sebagai kelompok kontrol yang dimasukkan ke kandang perlakuan selama 45 hari tanpa diberikan paparan elektromagnetik telepon seluler dan kelompok 2, 3, 4 sebagai kelompok perlakuan yang dimasukkan ke kandang perlakuan dan diberikan paparan elektromagnetik telepon seluler 2100 MHz melalui mode panggilan Whatsapp selama 2 jam/hari dengan jarak 3 cm selama 15, 30, dan 45 hari. Kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit diukur menggunakan metode otomatis Hematology Analyzer. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA Welch. Berikut hasil dari penelitian ini. Rerata kadar hemoglobin kelompok 1= 16,07 g/dL, 2= 16,90 g/dL, 3= 16,53 g/dL, dan 4= 16.47 g/dL Rerata jumlah eritrosit kelompok 1= 8,15 juta/μL, 2= 8,61 juta/μL, 3= 8,56 juta/μL, dan 4= 8,89 juta/μL. Uji ANOVA Welch menunjukkan nilai p>0,05 untuk kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit, yang berarti tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah paparan elektromagnetik telepon seluler selama 15, 30, dan 45 hari tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit dalam darah tikus putih (Rattus norvegicus) Wistar